Articles

  • Kecurigaan publik akan adanya politisasi kasus Century kian besar, setelah belakangan bermunculan pula fakta-fakta yang menunjukkan bahwa suara para politisi Senayan ternyata tak konsisten. Kini mereka lantang mengkritik alasan pemerintah menyelamatkan Century yang dinilainya terlalu mengada-ada. Kekhawatiran pemerintah ak

    ... Read ›
  • Di tengah  ketidakseimbangan melihat posisi SMI di berbagai media, sebuah oase hadir lewat program Rossy  di Global TV yang melihat sisi lain dari seorang Sri Mulyani.  Di acara yang dipandu Rossiana Silalahi  ini SMI mengungkapkan isi hatinya yang belum pernah diangkat oleh media lain.

    ... Read ›
  • Menurut Robert Gibbs, jurubicara Presiden Barack Obama, Indonesia menjadi penting karena kini merupakan ngara demokrasi ketiga terbesar di dunia. Dimana demokrasi menjadi suatu budaya baru yang berkembang di  dalam masyarakat  mayoritas muslim yang  juga menjunjung pluralisme dan inlusivitas. “Ini sebuah prestasi tersendiri, karena baru kali ini kita bisa berdiri sama tegak dengan Amerika”, ujar Wimar. Tapi kesempatan untuk melakukan partnership dan transfer teknologi  ini bisa terganggu jika  sebagian masyarakat yang tidak mengerti persoalan dan elit politik yang punya kepentingan jangka pendek terus merongrong orang–orang bersih di pemerintah.

    ... Read ›
  • Surya Paloh is looking for his cues. One of the early initiatives Paloh took was defining his stance on the Century case. Observing the surge in support for   Sri Mulyani, he is throwing his weight behind her. The corollary is  to attack Bakrie’s  tax liabilities, which he has done  in a television special on the case that could well amount to more than Rp 10 Trillion.  Renewed publicity on the Lapindo disaster will come . If all this happens, Bakrie will  see his chances sink into the mud. [includes Radio Australia excerpt]

    ... Read ›
  • Tak sampai setengah jam sejak kehadiran Menteri Keuangan, datang rombongan demonstran yang berorasi di depan lokasi acara, Warung Daun di depan Taman Ismail Marzuki. Kebisingannya menerobos pintu dan jendela gedung. Hampir semua wartawan yang meliput acara berhamburan ke luar. Tinggal kami para pembicara, moderator, dan segelintir lainnya yang tetap di dalam Para demonstran meneriakkan: “Sri Mulyani maling, Sri Mulyani maling ….” berulang kali, bersahut-sahutan.

    ... Read ›
  • inilah.com: "Aburizal Bakrie itu baik, teman lama, tapi ngemplang pajak, mengabaikan lumpur dan pake uang dan jabatan untuk menekan orang baik SMI-Boed (Sri Mulyani dan Boediono),"

    okezone.com: Dalam sebuah tweet-nya yang lain, Wimar menuliskan "Tax liability ARB Rp 10T bukan gosip tapi dalam proses penyidikan. Kalo SMI dihentikan ARB aman,"

    ... Read ›
  • Arman tidak disuruh menghapal tanggal dan tahun, Tapi dia cari sendiri di wikipedia dan sumber lain di internet. Dari matematika dan fisika dia jadi berminat pada sejarah, tapi tekanan sosial menggiring dia ke ITB dan sejarah menjadi minat diluar profesi. Semua karena cerita lebih berbicara dari fakta sejarah. Sejarah dunia penuh dengan cerita yang menjadi bahan subur buat buku dan film Hollywood. A picture is worth a thousand words, but a story is worth a thousand pictures.

    ... Read ›
  • Seorang bernama Ranabaja mengatakan di Twitter: ”Apa pun ujung Pansus, itu akan dimulai dengan perpecahan di pangkal jalan buntu. Blok satu mau impeachment.  Yang lain cuma mau gusur Sri Mulyani."  Orang awam bingung baca tweet ini.Tidak ada harapan bahwa Pansus akan membongkar kejahatan aliran dana dan tidak ada harapan bahwa Pansus akan menyatakan Menteri Keuangan bebas dari kesalahan. Tidak akan ada keluar vonis tidak bersalah karena target partai yang diwakili dalam Pansus DPR adalah mencari kesalahan.Seperti soal ujian yang jawabannya sudah diberikan, tinggal menyusun cara penyelesaiannya. 

    ... Read ›
  • Apabila Sri Mulyani dicopot, maka yang paling diuntungkan adalah Golkar sedang yang paling rugi adalah warga biasa yang menyimpan uang di bank, yang menghendaki keamanan di bank, serta investor asing. Seluruh sistim keuangan akan dipersulit. Tapi tidak sampai kolaps apabila digantikan oleh orang yang punya kemampuan ekonomi seperti Anggito Abimanyu. Dia orang trampil dan bersih tapi dia bukan seorang fighter seperti Sri Mulyani. Demikian Wimar. "Jadi kita akan kembali pada mild reform yang saya tidak tahu hasilnya akan sampai mana".

    Bagi Golkar, siapa saja pengganti Sri adalah lebih baik asalkan bukan Sri Mulyani. Golkar juga tidak bisa menyatakan tidak setuju reformasi. Untuk sementara mereka ingin Aburizal Bakrie diselamatkan dari tuntutan pajak karena pengadilan pajak sedang dipersiapkan

    ... Read ›
  • Substitute Aburizal Bakrie for Amien Rais in the leading role, and you have the same scenario now as we had back then. Bulog-Bruneigate was the excuse for wanton attacks on the president in 2001 and Bank Century is the issue in 2010. Buloggate was never proven as a crime and neither will the Bank Century case. Amien Rais went  for straight impeachment instead, explaining that it doesn't matter what he is guilty of, he has been removed. Aburizal may yet desert  Century  and aim at impeachment, all or nothing.

    ... Read ›
  • Nama Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dinilai tidak perlu dibersihkan terkait kasus Buloggate dan Bruneigate. Justru yang perlu dibersihkan justru pihak-pihak yang pernah menjatuhkannya. "Nama Gus Dur sudah bersih, yang perlu pembersihan nama orang yang menjatuhkannya," ujar mantan jubir Gus Dur, Wimar Witoelar

    ... Read ›
  • Facts, opinions and articles on Abdurrahman Wahid has accumulated overt the years, and in the week after his death they have grown exponentially. Here is a selection of quotes and links from around the world on the Indonesian with the most impeccable international reputation as a moral leader and thought innovator on tolerance, pluralism and democracy.

    ... Read ›
  • Sepekan sudah Abdurrahman Wahid atau Gus Dur wafat. Banyak cerita, humor, dan ide-ide Gus Dur yang saat itu dianggap kontroversial kini masih melekat di dalam benak masyarakat.

    ... Read ›
  • Gus Dur tidak pernah minta penghormatan, tapo penghormatan datang sendiri Semasa Presiden penghormatan disertai dengan salah pengertian , karena pemikirannya yang sangat maju. Sekarang, kita bisa menghormati Gus Dur tanpa persaingan partisan Sekarang kita bisa membawa Gus Dur melewati pintu yang dibukanya Pintu demokrasi, plusalisme, pemerintahan bersih Tidak boleh kita menyia-nyiakan pintu yang dibuka Gus Dur

    ... Read ›
  • 'Gentle, friendly face of Indonesia and Islam' is the title of Professor Greg Barton's piece for The Age. His article for The Australian is titled 'Australia owes a debt of gratitude to Indonesia's accidental president'. Both offer gliimpses of  the story of Gus Dur and his significance to Australian-Indonesian relations.

    ... Read ›
  • President Abdurrahman Wahid had an unsuccessful presidency but he has successfully established national values of tolerance and equality that today define democracy in Indonesia. His values have lived on.  The things we are praised now for being. The pluralism that has become the showcase items for Indonesia attracts laudatory comments from all over the world.  he notion that Chinese descendants and other minorities are equal, their holidays being celebrated, and original names no longer required to be substituted by those acceptable to the majority. the religious tolerance that bring us fantastic Christmas carols in the malls of a predominantly Muslim country are all the fruits grown from seedlings Gus Dur planted in his presidency of 1999-2001.

    ... Read ›
  •  

    Gus Dur has sacrificed himself for his ideas. He did not place importance on his position as president. That is why he did not succumb to the deal making, attempts to build coalitions with political parties, but instead stood by his principles. He was ousted by the parliament, by the armed forces, by the media. In fact he was greatly insulted in those days. But now the nation lost him, Metro TV appreciates him, President Yudhoyono appreciates him, and certainly the world appreciates him. For him, he said, it is a small price to pay. he give up your position for the sake of the growth of his ideas.  People accept his ideas now, even though he is no longer with us physically. 

     

     

    ... Read ›
  • Witoelar says Mr. Wahid was forced out of office because he was unwilling to compromise his political integrity and presidential authority.  "I was a witness into several negotiations in which the Golkar party and others offered a compromise solution but he never thought of accepting them," said Witoelar.  "He said it is too important, his opportunity to uphold moral principles in politics wa

    ... Read ›
  • internet  kembali jadi forum pertarungan  untuk pembebasan sandera politik  yang lebih penting, yaitu Sri Mulyani – Boediono. Kalau Bibit-Chandra menjadi  sasaran  markus dan oknum lembaga penegak hukum,  Sri Mulyani-Boediono diserang koruptor dan penghindar pajak menggunakan oknum anggota DPR.  Nama-nama korban yang disebut sebetulnya bukan hal yang utama dalam drama politik yang berlangsung. Dalam ketiga kasus Prita Mulyasari, Bibit – Chandra, Sri Mulyani – Boediono, yang dipertaruhkan adalah Negara, masyarakat adil yang diganggu oleh elemen antisocial.

    ... Read ›
  • Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) berpendapat keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) membuat kekhawatiran industri perbankan hilang karena menyelamatkan Bank Century.

     "Keputusan KSSK membuat kekhawatiran bank-bank hilang, karena menyelamatkan seluruh sistem keuangan dengan menyelamatkan sebuah Bank," ujar Ketua Perbanas Sigit Pramono di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Rabu (23/12/2009).

    ... Read ›

Next ›

Soundbytes

NasDem is like an unexpected shower

good against heat stroke, but too much rain will bring floods

More Soundbytes ›

on Television

02 Jan 2010 09:00 Metro TV
Indonesia Now with Dalton Tanonaka

03 Jan 2010 22:00 TVRI
Minggu Malam Bersama Slamet Rahardjo
Romo Mudji, Eros Djarot, Arswendo Atmowiloto, Tolchah Hasan

Recent Media pieces

* Mirip Konfrontasi Malaysia Era Soekarno
* Provokasi media cetus kemarahan terhadap Malaysia
* Calls for 'war' in Indonesia-Malaysia dance spat
* Cultural dispute tests Malaysia-Indonesia ties (Feature)
* Agence France-Presse: Indonesia sees more reform after Yudhoyono victory
* AUDIO: Former presidential advisor Wimar Witoelar discusses the final days of the poll
* ABC Saturday Extra - Wimar vs Jusuf Wanandi
* Agence France-Presse - Yudhoyono's legacy a stabler, cleaner Indonesia
* Reuters-Forbes-BBC News - Indonesia's methodical Yudhoyono eyes second term
* The Malaysian Insider: How Indonesia’s presidency has evolved * Brisbane Times - Historic debate polite, calm
* ABC Asia Pacific - SBY cruising to victory in Indonesia's presidential elections
* Brisbane Times - Historic debate polite, calm
* Angola Press: Le président Yudhoyono, l'homme à battre de la présidentielle indonésienne
* Prodigy: Yudhoyono, gran favorito en los comicios indonesios

Perspektif Baru

on radio every week in more than 100 towns and 11 newspapers
complete transcripts since 2000:

InterMatrix Communications

Official Website
We Are Promoting The Good Guys

Movie Cameos

CLAUDIA/JASMINE with Kirana Larasati, Kinariyosih
in theaters around Indonesia and on VCD

CHIKA with Sarah Jessica, Chintami Atmanegara, Sarah Sechan
in theaters around Indonesia

Books

* Perspektif
* Mencuri Kejernihan dari kerancuan click
* Menuju Partai Orang Biasa click
* Perspektif Baru Melebarkan Sayap click
* No Regrets click
* 'Hell Yeah' by Fira Basuki click
* A Book About Nothing click
* More About Nothing click

About Wimar

  • Wimar Witoelar Wimar Witoelar
    Get to know the man with the curly hair before you interview or see him in a seminar.

Our Readers

History of Perspektif

  • 1994: SCTV execs consulted Wimar. He told them they need a good talk show. But who would host, they asked. "Me?". The Larry King style Perspektif drew a cult following.
  • 1995: For Perspektif's anniversary, a full day discussion panel was held with 1000 fans. Perspektif then published two bestsellers supported by publishing giants. Hotter than ever, Perspektif was mysteriously cancelled in September. SCTV claims it was self censorship. People ask was it really? Fans get nostalgic and Perspektif Live! toured the country responding to invitations and drew crowds of up to 2,000
  • 1996: No TV, no worry. Perspektif Baru was born, a weekly talk show syndicated on nationwide radio with transcripts in newspapers in major cities. The edgy image attracted major brands to sponsor more live events. Official website Perspektif Online was launched.
  • 1997: Back on TV with Selayang Pandang, award-winning talk show, and Dialog Aktual, which was axed in the middle of broadcast.
  • 1998: More political appearances in post-Suharto transition. Balanced by the Ordinary People concept, strengthened in a book launch event star-studded by public figures and celebrities.
  • 1999: Come election time, Wimar stirred the air with Detak Detik Pemilu live commentary simultaneously on six national TV channels. Terror threats reached home, while he won his second Panasonic Award as favorite talk show host.
  • 2000: President Abdurrahman Wahid said to the press he needs Wimar to be his spokesperson. Indonesia got the first spokesperson, Wimar got an insightful and exciting ride.
  • 2002: Wimar's tell all book No Regrets was launched in Jakarta, Singapore, Australia and USA. The bestseller required second printing, and Wimar became the intl press first option for political commentary.
  • 2003: Years promoting democracy, Perspektif Baru got support from Konrad Adenauer Stiftung based in Germany.
  • 2004: Perspektif Baru moved into public education on electoral democracy
  • 2005: Book launch of Perspektif Baru Spreads Its Wings

Sejarah Perspektif

  • Maret 1994: Saat belum ada talk show lugas, Perspektif muncul di SCTV tanggal 19 Maret 1994, setiap Sabtu sore.
  • Maret 1995: SCTV merayakan satu tahun Perspektif dengan acara diskusi panel "Perspektif Masa Depan" melibatkan 1000 peserta semangat.
  • Agustus 1995: Perspektif makin panas. Dua buku diterbitkan atas dukungan Mochtar Lubis dan Gramedia, langsung bestseller.
  • Sep 1995: Perspektif mendadak dihentikan SCTV tanggal 16 September 1995. SCTV tidak mengaku ada tekanan, tapi saksi dekat menyatakan penghentian datang langsung dari puncak pemerintahan.
  • Oct 1995: Penonton TV kangen. Perspektif Live! kunjungi kota-kota besar memenuhi undangan setempat, menyedot ratusan khalayak tiap pertunjukan. Rekor dicapai di Bandung dengan 2000 penonton.
  • Nov 1995: Wimar mengisi kolom Asal Usul di harian Kompas dengan tulisan pertama "Mendengarkan Orang Biasa". Sebuah konsep baru dalam perjuangan.
  • Jan 1996: Perspektif Baru hadir melalui media baru, radio dan suratkabar dalam sindikasi nasional di berbagai kota. Mewawancara Orang Biasa tiap minggu sampai sekarang.
  • Nov 1996: Berbagai show muncul dengan format sama dan judul berbeda sesuai dengan target audience. WW Live, Perspektif Bisnis Republika, LA Lights Dialog, dll, semua atas dasar permintaan.
  • Des 1996: Setelah berjalan dua website Perspektif dari penggemar, Perspektif Online lahir sebagai website resmi. Kebebasan bicara di internet semakin marak.
  • Mar 1997: Wimar kembali ke TV dalam acara Selayang Pandang di Indosiar. Lebih santai, tetap menyengat. Disusul oleh Dialog Aktual dengan moderator ganda bersama Dr. Sjahrir, sangat tajam dan dihentikan mendadak saat siaran.
  • Des 1998: Peluncuran buku baru dikemas dalam bentuk deklarasi Partai Orang Biasa. Meriah dengan atraksi 'reverse talk show' dan anugerah untuk Munir, diramaikan tokoh, selebriti dan teman2 yang semuanya Orang Biasa.
  • Jun 1999: Wimar membawa acara Detak Detik Pemilu, live di enam stasiun TV nasional. Saat status quo mulai terancam, Wimar diteror di rumah dan di kantor.
  • Nov 1999: Untuk kedua kali, Wimar menang Panasonic Awards sebagai Pemandu Talk Show Pria Favorit. Dinominasi empat tahun berturut2, menang dua kali (1997 dan 1999).
  • Oct 2000: Wimar baca di koran online bahwa Gus Dur memintanya menjadi juru bicara. Kenal saja tidak. Suatu kehormatan dan kesempatan bekerja untuk negara.
  • Feb 2002: Berisi pandangan mata, No Regrets terbit dan diluncurkan di empat negara Indonesia, Singapura, Australia, Amerika Serikat. Langsung habis dan edisi kedua diterbitkan.
  • Sep 2005: Perspektif Online ubah tampilan bersama dengan peluncuran buku Perspektif Baru Melebarkan Sayap  dengan dukungan Konrad Adenauer Stiftung.