Articles

  • Hipotesa yang berkembang adalah bahwa Hillary sudah kalah sebelum kampanye karena ia tidak menghayati keresahan rakyat terhadap elite politik. Kalangan  yang tidak puas ini mau menerima Trump walaupun tidak konsisten, tidak benar, berperilaku buruk, menghina perempuan, merendahkan agama Islam dan keturunan lain. Clinton keliru dengan kampanye yang merendahkan Trump, karena Trump dijagokan sebagai pahlawan rakyat,

     

    ... Read ›
  • Dalam beberapa waktu yang lalu, publik di Indonesia sempat dihebohkan oleh kasus kewarganegaraan ganda yang menyangkut nama Arcandra Tahar, menteri ESDM yang baru diangkat oleh Presiden Jokowi. Arcandra yang menggantikan menteri sebelumnya Sudirman Said ini diketahui ternyata memiliki kewarganegaraan ganda yaitu Indonesia dan Amerika Serikat.

    ... Read ›
  • "kalau kamu ngga tau dan bingung,

    Kamu bisa tanya di weker wimar”

     

    telp : 021 – 750 65 26

    Twitter : @yuhu_live / @weker_wimar (jangan lupa follow yaaaa…)

    Sms : 0812.118.8181, atau email ke yuhu@mlin.id

    Video streaming & live chat : zeemi.tv, id –nya: yuhu

    Audio streaming : www.yuhu.id

     

    ... Read ›
  •  “Kalau kamu ngga tau dan bingung,

    Kamu bisa tanya di Weker Wimar”

     

     Telp : 021 – 750 65 26

     @yuhu_live/ @weker_wimar (JANGAN LUPA FOLLOW YAAA…)

     Video streaming & live chat : zeemi.tv, id-nya : yuhu

    Audio steaming : www.yuhu.id

    ... Read ›
  • Tim Kaine mengenakan dasi merah pada debat calon wakil presiden di Virginia, Selasa malam. Mike Pence mengenakan dasi biru. Warna-warna tersebut lucunya juga menunjukkan suasana emosi malam itu: Kaine emosional sedangkan Pence tenang.

    Pada pernyataan pembukaannya, si demokrat menunjukkan berbagai gaya yang tidak beraturan: dia berusaha memperkenalkan diri secara terburu-buru, mengutip tokoh lokal hak-hak masyarakat, memuji pasangan kampanyenya, menyinggung ketidakstabilan Donald Trump, dan pesan-pesan itu semua tercampur baur dalam ekspresi kegelisahan.

     

    ... Read ›
  • “Kalau kamu ngga tau dan bingung,

    kamu bisa tanya di Weker Wimar”

     

     TELP : 021 – 750 65 26

    @YUHU_LIVE / @WEKER_WIMAR (JANGAN LUPA FOLLOW YAAAA…)

     VIDEO STREAMING & LIVE CHAT : ZEEMI.TV, ID –NYA: YUHU

     AUDIO STREAMING : WWW.YUHU.ID

    ... Read ›
  • “Kalau kamu ngga tau dan bingung, kamu bisa tanya di Weker Wimar”

    Telepon: 021 – 750 65 26

    Twitter: @YUHU_LIVE / @WEKER_WIMAR

    Video Streaming & Live chat: ZEEMI.TV, ID: YUHU

    Audio Streaming: WWW.YUHU.ID

    ... Read ›
  • Apa yang terlintas di benak ketika mendengar kata “lansia”? sebagian besar dari kita akan memikirkan “tua” , “jompo” , dan “lemah”, namun, tidak sedikit pula yang akan memikirkan “pengalaman” , “veteran”, atau bahkan “pensiunan”. “Lansia” adalah kependekan dari “Lanjut Usia”.

    Menurut Adhi Santika, seorang dosen UI dan pendiri Yayasan Swastivarna, “Lansia” adalah kelompok umur diatas 60 tahun. Usia yang telah melewati masa Golden Age atau istilah lainnya adalah “Tidak muda lagi”. Hampir semua orang kategori “Lansia” adalah seorang pensiunan atau orang yang sudah tidak bekerja atau beraktifitas seperti orang-orang di kelompok usia dibawahnya. Sementara “Kelanjutusiaan” secara harfiah dapat diartikan sebagai sebuah proses penuaan atau Aging. Kedua hal ini tidak bisa dihindari, meskipun begitu, menurut Adhi, semuanya bisa dipersiapkan. 

    ... Read ›
  • “Kalau kamu ngga tau dan bingung,

    kamu bisa tanya di Weker Wimar”

     

     TELP : 021 – 750 65 26

    @YUHU_LIVE / @WEKER_WIMAR (JANGAN LUPA FOLLOW YAAAA…)

     VIDEO STREAMING & LIVE CHAT : ZEEMI.TV, ID –NYA: YUHU

     AUDIO STREAMING : WWW.YUHU.ID

    ... Read ›
  • Pada tanggal 6 November 2016, lebih dari 100 juta pemilih di Amerika Serikat akan menentukan Presiden mereka untuk 4 tahun berikutnya. Pada saat ini, polling menunjukkan kecenderungan berimbang antara calon Partai Republik Donald Trump dan calon Partai Demokrat Hillary Clinton. Sungguh aneh keadaan berimbang ini, sebab tidak pernah ada perbedaan yang mencolok seperti ini antara dua calonPresiden AS dalam sejarah Pilpres modern.

    ... Read ›
  • Last week an investigative team from the Environment and Forestry Ministry was ambushed as it investigated fire-ravaged concession lands in Rokan Hulu, Riau.

    Later, a team from the Peatland Restoration Agency (BRG) was prevented by security staff from the Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) company from conducting an inspection to collect data on the opening of new peatlands and the construction of canals as reported by the local community.

    ... Read ›
  • Dwi kewarganegaraan (DK) akhir-akhir ini menjadi topik hangat di Tanah Air. Seiring dengan derasnya arus globalisiasi, pasar bebas, serta migrasi internasional, baik-buruk serta tepat-tidaknya memberlakukan DK adalah suatu wacana yang harus dikaji oleh (hampir) semua negara. Tak terkecuali Indonesia. 

    ... Read ›
  • “Senang sekali bertemu anda on this very spicy day,” sapa WImar dari kamar tidurnya ke para pendengar setia Weker Wimar pada Selasa, 2 Agustus 2016. Tema Weker Wimar pagi itu adalah rempah-rempah (spices). Kenapa rempah-rempah? Menurut Wimar, rempahlah yang membuat Indonesia pada masa lalu masuk dalam peta dunia.


    Indonesia dulu dikenal sebagai spice islands. Wimar mengingat masa kecilnya ketika bersekolah di Eropa ia pernah ditanya dari mana asalnya. Lalu ketika menjawab ia dari Indonesia, orang yang bertanya menanggapi, “Oh, the spice islands!”

     

     

    ... Read ›
  • Kalau kamu gak tahu bisa tanya di Weker Wimar," ujar Wimar Witoelar membuka talk show radionya pagi itu dari kamar tidurnya, Selasa 21 Juli 2016.

    Biasanya Wimar memulai acara radionya dengan menceritakan berita-berita menarik seputar manca negara yang ia dengar. Namun pagi itu berbeda karena Wimar bersedih akibat ada lagi aksi teror yang kali ini dialami Jerman. Ironis memang. Kalau dahulu turis Eropa pergi ke Indonesia bertanya-tanya dahulu apakah aman berkunjung, sekarang kita orang Indonesia yang perlu bertanya-tanya jika akan mengunjungi Eropa.

     

    ... Read ›
  • The people of Britain have spoken. With exceptions in Scotland and Northern Ireland, the Brexit referendum shows that the people have chosen to Leave Europe, leaving the government and big business in shock and speculating. What can we learn from this, just days after the shock result?

    We live in an age of globalization and global opportunities exist as local employment faces problems. Economic opportunities have never been so high globally but not everybody has access to these. With the exceptions of London, Scotland, and Northern Ireland, all UK voted to exit the EU. The Leave vote was strong in the West Midlands and the Northeast, industrial lands that have lost significant employment.

    ... Read ›
  • The initial research led by M. Nurkkhoiron from Komnas HAM has established five types of minorities that the Indonesian government should consider in devising future government policies. These five groups are sexual orientation and identity minorities, racial, ethnic, disability-based, religious and faith minorities. For this purpose, not only Komnas HAM researchers had an open speech about the current situation that minorities are facing in an everyday life but we also heard from people who are part of those minorities groups, giving us testimony of their struggles to fit in the society.

    ... Read ›
  • As the screams got louder and rowdier, and as more rocks flew into my house, I ran downstairs and saw my dad. “Turn off the lights! Stay inside!” he said. Behind him are several small bags, filled with important documents he had prepared last week, right after the news of Trisakti students shot dead.

    ... Read ›
  • Dalam rangka memperingati HUT ke-238 Museum Nasional, Yayasan Belantara Budaya Indonesia mengajak 1000 penari dan tokoh masyarakat untuk menari tarian pendet bersama.

    ... Read ›
  • Oleh: Mahisa Dwi Prastowo

    Menurut Wimar Witoelar, perkembangan intoleransi di Indonesia berjalan bersamaan dengan tumbuhnya toleransi. Situasinya kira-kira sama seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Ketika pemenuhan dan perlindungan hak-hak sipil berkembang sangat baik di Amerika, di saat yang sama ada fenomena Donald Trump yang merupakan calon presiden yang mengusung nilai-nilai intoleransi. “Jadi Amerika Serikat memiliki peningkatan toleransi dan intoleransi yang berjalan bersama. Itu juga yang terjadi di Indonesia,” ujarnya dalam diskusi di kantor Wahid Institute.

     

    ... Read ›
  • Memperkuat akses Perempuan atas Sumber Daya Alam

    ... Read ›

Next ›

Soundbytes

Soundbyte

Strong internationial positioning will enable Indonesia to rise above petty domestic politics and drive foreign investments

More Soundbytes ›

Today's Indonesia on TIC- The Indonesia Channel

Wimar Show on Radar TV


Period Jan - Mar 2013

tvTWO

independent opinions and interviews

just click tvTWO
or on YouTube, search for "tvTWO wimar's channel"

Perspektif Baru

on radio every week in more than 100 towns and 11 newspapers
complete transcripts since 2000:

By and about Wimar

* [Wimar Witoelar sebagai Moderator] Diskusi Publik: Membentuk Satgas Masyarakat Adat, Mewujudkan Rekonsiliasi
* NSW Centenary 2001: For a Better Society
* Cosmo Men: Finding Fabregas
* Kompas: Tetap semangat meskipun harus dipapah
* Fjar Aryanto menulis tentang WW
* Kompasiana: Mengapa Wimar menyerang Aburizal Bakrie di Twitter?
* JGlobe: A Man of Many Cutting Words
* WIMAR SAYS di majalah Area
* Menulis Karena Diarahkan Orang Lain...
* Artikel dan kolom WW ttg SMI di Mimbar Politik
* Mirip Konfrontasi Malaysia Era Soekarno
* Provokasi media cetus kemarahan terhadap Malaysia
* Calls for 'war' in Indonesia-Malaysia dance spat
* Cultural dispute tests Malaysia-Indonesia ties (Feature)
* Agence France-Presse: Indonesia sees more reform after Yudhoyono victory
* AUDIO: Former presidential advisor Wimar Witoelar discusses the final days of the poll
* ABC Saturday Extra - Wimar vs Jusuf Wanandi
* Agence France-Presse - Yudhoyono's legacy a stabler, cleaner Indonesia
* Reuters-Forbes-BBC News - Indonesia's methodical Yudhoyono eyes second term
* The Malaysian Insider: How Indonesia’s presidency has evolved * Brisbane Times - Historic debate polite, calm
* ABC Asia Pacific - SBY cruising to victory in Indonesia's presidential elections
* Brisbane Times - Historic debate polite, calm
* Angola Press: Le président Yudhoyono, l'homme à battre de la présidentielle indonésienne
* Prodigy: Yudhoyono, gran favorito en los comicios indonesios

InterMatrix Communications

Official Website
We Are Promoting The Good Guys

Movie Cameos

CLAUDIA/JASMINE with Kirana Larasati, Kinariyosih
in theaters around Indonesia and on VCD

CHIKA with Sarah Jessica, Chintami Atmanegara, Sarah Sechan
in theaters around Indonesia

Columns

AREA magazine click

Books

* Perspektif
* Mencuri Kejernihan dari kerancuan click
* Menuju Partai Orang Biasa click
* Perspektif Baru Melebarkan Sayap click
* No Regrets click
* 'Hell Yeah' by Fira Basuki click
* A Book About Nothing click
* More About Nothing click
* Still More About Nothing click

About Wimar

  • Wimar Witoelar Wimar Witoelar
    Get to know the man with the curly hair before you interview or see him in a seminar.

Our Readers

History of Perspektif

  • 1994: SCTV execs consulted Wimar. He told them they need a good talk show. But who would host, they asked. "Me?". The Larry King style Perspektif drew a cult following.
  • 1995: For Perspektif's anniversary, a full day discussion panel was held with 1000 fans. Perspektif then published two bestsellers supported by publishing giants. Hotter than ever, Perspektif was mysteriously cancelled in September. SCTV claims it was self censorship. People ask was it really? Fans get nostalgic and Perspektif Live! toured the country responding to invitations and drew crowds of up to 2,000
  • 1996: No TV, no worry. Perspektif Baru was born, a weekly talk show syndicated on nationwide radio with transcripts in newspapers in major cities. The edgy image attracted major brands to sponsor more live events. Official website Perspektif Online was launched.
  • 1997: Back on TV with Selayang Pandang, award-winning talk show, and Dialog Aktual, which was axed in the middle of broadcast.
  • 1998: More political appearances in post-Suharto transition. Balanced by the Ordinary People concept, strengthened in a book launch event star-studded by public figures and celebrities.
  • 1999: Come election time, Wimar stirred the air with Detak Detik Pemilu live commentary simultaneously on six national TV channels. Terror threats reached home, while he won his second Panasonic Award as favorite talk show host.
  • 2000: President Abdurrahman Wahid said to the press he needs Wimar to be his spokesperson. Indonesia got the first spokesperson, Wimar got an insightful and exciting ride.
  • 2002: Wimar's tell all book No Regrets was launched in Jakarta, Singapore, Australia and USA. The bestseller required second printing, and Wimar became the intl press first option for political commentary.
  • 2003: Years promoting democracy, Perspektif Baru got support from Konrad Adenauer Stiftung based in Germany.
  • 2004: Perspektif Baru moved into public education on electoral democracy
  • 2005: Book launch of Perspektif Baru Spreads Its Wings
  • March 2006-2007: StarTV HK Board Member/strong>
  • March-June 2006: Perspektif Wimar/strong> Daily talk show on Anteve at 06:00-06:30, Maret-Juni 2008
  • Sep-Oct 2009: Wimar Live/strong> Weekly talk show on Metro TV
  • 2011: Talkindo/strong> Weekly talk show with Dalton Tanonaka anhd Rahayu Saraswati on Metro TV
  • Sep 2011: Book Launch, Still More About Nothing/strong> Cold Stone, Pondok Indah Mall 2

Sejarah Perspektif

  • Maret 1994: Saat belum ada talk show lugas, Perspektif muncul di SCTV tanggal 19 Maret 1994, setiap Sabtu sore.
  • Maret 1995: SCTV merayakan satu tahun Perspektif dengan acara diskusi panel "Perspektif Masa Depan" melibatkan 1000 peserta semangat.
  • Agustus 1995: Perspektif makin panas. Dua buku diterbitkan atas dukungan Mochtar Lubis dan Gramedia, langsung bestseller.
  • Sep 1995: Perspektif mendadak dihentikan SCTV tanggal 16 September 1995. SCTV tidak mengaku ada tekanan, tapi saksi dekat menyatakan penghentian datang langsung dari puncak pemerintahan.
  • Oct 1995: Penonton TV kangen. Perspektif Live! kunjungi kota-kota besar memenuhi undangan setempat, menyedot ratusan khalayak tiap pertunjukan. Rekor dicapai di Bandung dengan 2000 penonton.
  • Nov 1995: Wimar mengisi kolom Asal Usul di harian Kompas dengan tulisan pertama "Mendengarkan Orang Biasa". Sebuah konsep baru dalam perjuangan.
  • Jan 1996: Perspektif Baru hadir melalui media baru, radio dan suratkabar dalam sindikasi nasional di berbagai kota. Mewawancara Orang Biasa tiap minggu sampai sekarang.
  • Nov 1996: Berbagai show muncul dengan format sama dan judul berbeda sesuai dengan target audience. WW Live, Perspektif Bisnis Republika, LA Lights Dialog, dll, semua atas dasar permintaan.
  • Des 1996: Setelah berjalan dua website Perspektif dari penggemar, Perspektif Online lahir sebagai website resmi. Kebebasan bicara di internet semakin marak.
  • Mar 1997: Wimar kembali ke TV dalam acara Selayang Pandang di Indosiar. Lebih santai, tetap menyengat. Disusul oleh Dialog Aktual dengan moderator ganda bersama Dr. Sjahrir, sangat tajam dan dihentikan mendadak saat siaran.
  • Des 1998: Peluncuran buku baru dikemas dalam bentuk deklarasi Partai Orang Biasa. Meriah dengan atraksi 'reverse talk show' dan anugerah untuk Munir, diramaikan tokoh, selebriti dan teman2 yang semuanya Orang Biasa.
  • Jun 1999: Wimar membawa acara Detak Detik Pemilu, live di enam stasiun TV nasional. Saat status quo mulai terancam, Wimar diteror di rumah dan di kantor.
  • Nov 1999: Untuk kedua kali, Wimar menang Panasonic Awards sebagai Pemandu Talk Show Pria Favorit. Dinominasi empat tahun berturut2, menang dua kali (1997 dan 1999).
  • Oct 2000: Wimar baca di koran online bahwa Gus Dur memintanya menjadi juru bicara. Kenal saja tidak. Suatu kehormatan dan kesempatan bekerja untuk negara.
  • Feb 2002: Berisi pandangan mata, No Regrets terbit dan diluncurkan di empat negara Indonesia, Singapura, Australia, Amerika Serikat. Langsung habis dan edisi kedua diterbitkan.
  • Sep 2005: Perspektif Online ubah tampilan bersama dengan peluncuran buku Perspektif Baru Melebarkan Sayap  dengan dukungan Konrad Adenauer Stiftung.
  • Maret-Juni 2008: Perspektif Wimar/strong> acara talkshow Anteve tiap hari jam 06:00-06:30