Articles

  • Pandemi COVID-19 menjadi momentum tepat untuk mengembangkan energi bersih di sektor kelistrikan untuk mendukung pemulihan ekonomi hijau saat ini. Penggunaan energi terbarukan seperti PLTA memberi peluang untuk tetap produktif dan sehat karena terbebas dari polusi karbon pada saat bersamaan.

    Kajian dari International Hydropower Association (IHA) menunjukkan bahwa pembangkit listrik tenaga air (PLTA) adalah produsen energi yang memiliki ketahanan tinggi di tengah pandemi COVID-19. PLTA juga memainkan berperan penting menyediakan energi bersih dan terjangkau dalam krisis pandemi yang sekarang melanda dunia.

    ... Read ›
  •  

    When Joe Biden announced his victory based on the electoral count, it was met with great joy by decision-makers in the international community. He now has two items on his list of priorities. The first is a rush program to face the pandemic challenges with a new team of advisors, and the second is to rejoin the Paris Agreement and put the United States climate program back on its rightful track.
    The news was met with great positivity from most countries, except for some outliers.

    When Joe Biden announced his victory based on the electoral count, it was met with great joy by decision-makers in the international community. He now has two items on his list of priorities. The first is a rush program to face the pandemic challenges with a new team of advisors, and the second is to rejoin the Paris Agreement and put the United States climate program back on its rightful track.

     

    The news was met with great positivity from most countries, except for some outliers.

     

    ... Read ›
  • Keterangan Menteri Mahfud MD dengan didampingi para pimpinan penegak hukum di hadapan pers ibukota merupakan gerak yang menimbulkan kepercayaan, apalagi ada berita bahwa Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat keduanya dicopot. Jadi lengkaplah gambaran bahwa ada sikap pemerintah yang tegas, tuntutan orang yang meragukan sikap pemerintah melawan intoleransi dan melawan pelanggar PSBB menjadi kurang dasarnya.

    ... Read ›
  • Di tengah fokus pada pandemi Covid-19, kita harus tetap menaruh perhatian besar juga pada ancaman perubahan iklim. Semangat dan upaya melawan perubahan iklim harus sama besarnya dengan upaya melawan Covid-19.

    ... Read ›
  • Saat ini menurut Wimar merupakan jaman susah. Ada hal-hal yang menimbulkan masalah hari ini. Juga ada hal-hal yang menimbulkan masalah ke depan. Karena berbagai masalah itu, banyak mahasiswa atau siswa yang tidak mengerti apa-apa, tetapi melakukan ekspresi yang sembarangan. Ekspresi itu bagus, tetapi jangan ngawur.

    ... Read ›
  •  

    Sekarang ini zaman susah. Ada banyak hal yang menimbulkan masalah di hari ini, dan begitu pula, ada hal-hal yang menimbulkan masalah di masa depan.
    Karena banyaknya masalah itu, mahasiswa, juga siswa sekolah menengah, banyak yang tidak mengerti, namun melakukan ekspresi sembarangan. Berekspresi itu bagus, tetapi jangan ngawur.
    Pernyataan itu dilontarkan Pendiri Yayasan Perspektif Baru, Wimar Witoelar, Senin (12/10) saat menjadi pembicara dalam Webinar bertajuk “Perspektif Baru Hidup Baru dengan Energi Terbarukan,”

    Sekarang ini zaman susah. Ada banyak hal yang menimbulkan masalah di hari ini, dan begitu pula, ada hal-hal yang menimbulkan masalah di masa depan.

     

    Karena banyaknya masalah itu, mahasiswa, juga siswa sekolah menengah, banyak yang tidak mengerti, namun melakukan ekspresi sembarangan. Berekspresi itu bagus, tetapi jangan ngawur.

     

    Pernyataan itu dilontarkan Pendiri Yayasan Perspektif Baru, Wimar Witoelar, Senin (12/10) saat menjadi pembicara dalam Webinar bertajuk “Perspektif Baru Hidup Baru dengan Energi Terbarukan,”

     

    ... Read ›
  • Era sekarang banyak sebab yang mengakibatkan munculnya permasalahan sehingga sebagai kalangan akademisi khususnya mahasiswa perlu menyikapinya dengan bijak. Sebagian besar mereka cenderung mengungkapkan ekspresi sembarangan sehingga kerap menimbulkan kesalahpahaman yang berujung terjadinya masalah.

     

    Hal tersebut diungkapkan Pendiri Yayasan Perspektif Baru, Wimar Witoelar dalam Webinar Perspektif Baru Hidup Baru dengan Energi Terbarukan, Senin (12/10). Ditegaskannya sangat berbahaya bagi mahasiswa masuk ke dalam suatu masalah secara setengah-setengah. Sebaiknya perlu menyikapi suatu masalah berdasarkan keilmuan dengan melibatkan para ahli maupun organisasi.

    ra sekarang banyak sebab yang mengakibatkan munculnya permasalahan sehingga sebagai kalangan akademisi khususnya mahasiswa perlu menyikapinya dengan bijak. Sebagian besar mereka cenderung mengungkapkan ekspresi sembarangan sehingga kerap menimbulkan kesalahpahaman yang berujung terjadinya masalah.

    Hal tersebut diungkapkan Pendiri Yayasan Perspektif Baru, Wimar Witoelar dalam Webinar Perspektif Baru Hidup Baru dengan Energi Terbarukan, Senin (12/10). Ditegaskannya sangat berbahaya bagi mahasiswa masuk ke dalam suatu masalah secara setengah-setengah. Sebaiknya perlu menyikapi suatu masalah berdasarkan keilmuan dengan melibatkan para ahli maupun organisasi.

    ... Read ›
  • Menurut Pendiri Yayasan Perspektif Baru Wimar Witoelar, bahwa kita sekarang berada dalam keadaan yang banyak masalah. Ada yang fokus memilih antara ekonomi dan kesehatan masyarakat di kala pandemi. Sebenarnya masalah-masalah yang ada termasuk perubahan iklim saling berkaitan sehingga tidak bisa dipisah-pisahkan. Hal tersebut ia sampaikan dalam Webinar “Hidup Baru dengan Energi Terbarukan”.

    ... Read ›
  •  

    Saat ini perubahan iklim sedang terjadi. Jika laju perubahan iklim tidak dihentikan atau diperlambat, maka yang akan paling merasakan dampaknya di masa depan adalah generasi muda. Karena itu mereka harus memahami perubahan iklim dan menjadi aktor utama untuk membantu memperlambat proses perubahan iklim.
    Sebagai upaya sosialisasi dan edukasi publik ke generasi muda khususnya mahasiswa mengenai pentingnya pemanfaatan energi bersih untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, Yayasan Perspektif Baru (YPB) bersama Konrad Adenauer Stiftung (KAS) dan bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, Malang menggelar program Perspektif Baru Webinar dengan topik Hidup Baru dengan Energi Terbarukan pada Senin (12/10). 
    Saat ini perubahan iklim sedang terjadi. Jika laju perubahan iklim tidak dihentikan atau diperlambat, maka yang akan paling merasakan dampaknya di masa depan adalah generasi muda. Karena itu mereka harus memahami perubahan iklim dan menjadi aktor utama untuk membantu memperlambat proses perubahan iklim.
    Sebagai upaya sosialisasi dan edukasi publik ke generasi muda khususnya mahasiswa mengenai pentingnya pemanfaatan energi bersih untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, Yayasan Perspektif Baru (YPB) bersama Konrad Adenauer Stiftung (KAS) dan bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, Malang menggelar program Perspektif Baru Webinar dengan topik Hidup Baru dengan Energi Terbarukan pada Senin (12/10). 

     

    ... Read ›
  • As he admitted himself to the hospital he wore a mask. Now the true believers are shaken and disoriented. President Trump had requested admission to Walter Reed Hospital. His condition is a closely kept secret but we know he is taking experimental drugs. We pray for the best but his colleagues in government and the Republican Party are joining the covid-19 patient list: White House staff, senior congressmen. Many were present at the Rose Garden reception for nominee to the Supreme Court, Amy Coney Barrett. The names kept trickling in, making the Rose Garden reception live up the moniker Super Spreader Event.

    ... Read ›
  • OK, let us talk (yet again) about clean energy and indigenous peoples’ environment. Some people might say I am biased since I am a consultant working for the Batang Toru hydroelectric power plant in North Sumatra but the underlying logic is too clear to be ignored. Clean energy infrastructure and environmental protection can and should coexist. It is baffling that some still believe the two are in conflict. Thus the topic warrants repeating.

    ... Read ›
  • Now China is starting to bare its fangs as a global political power. The case is apparent in the current South China Sea dispute. A conflict broke out as many have long expected. It involved seven nations, all with substantial navies and covered the area of the South China Sea. With seven countries, each with substantial firearms, it was a wonder that all escaped without heavy penalties. Sure there was a Malaysian battleship attack on a Vietnamese fisherman ship which resulted in one Vietnamese fisherman getting killed. But outside of that incident, it was mostly tension and loud words.

    ... Read ›
  •  

    Saat memasuki dunia baru selepas Covid-19, energi terbarukan merupakan hal mutlak.
    WIMAR WITOELAR, Pakar Komunikasi Hijau
    Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama berbulan-bulan. Masa rehat ini memberikan kesempatan bagi kita belajar dan berubah tentang berbagai hal. Setiap hari kita menjalani pandemi ini. Setiap hari pula kita mengalami perubahan.
    Ada perubahan yang datang sendiri, ada yang dibuat oleh kita. Perubahan yang datang sendiri adalah virus itu sendiri. Jelas, virus itu membawa perubahan. Ratusan ribu orang meninggal di dunia akibat Covid-19.
    Kalau kita berbulan-bulan mengalami ancaman dan perubahan, mau tidak mau seharusnya kita menyadari tak bisa membiarkan ini berlangsung terus. Kita harus belajar menjalankan cara-cara yang disarankan untuk menghindari Covid-19.
    Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama berbulan-bulan. Masa rehat ini memberikan kesempatan bagi kita belajar dan berubah tentang berbagai hal. Setiap hari kita menjalani pandemi ini. Setiap hari pula kita mengalami perubahan.
    Ada perubahan yang datang sendiri, ada yang dibuat oleh kita. Perubahan yang datang sendiri adalah virus itu sendiri. Jelas, virus itu membawa perubahan. Ratusan ribu orang meninggal di dunia akibat Covid-19.
    Kalau kita berbulan-bulan mengalami ancaman dan perubahan, mau tidak mau seharusnya kita menyadari tak bisa membiarkan ini berlangsung terus. Kita harus belajar menjalankan cara-cara yang disarankan untuk menghindari Covid-19.

     

    ... Read ›
  • Wimar Witoelar mengatakan saat menghidupkan kembali kegiatan sehari-hari dan kegiatan ekonomi harus tanpa mengundang bahaya dari bangkitnya kembali COVID-19. Tetapi kebijaksanaan untuk menghentikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada hakekatnya mempersilakan penduduknya untuk ke luar dari pengasingan zaman COVID-19 dan mulai menghidupkan roda perekonomian serta kegiatan sehari-hari.

    ... Read ›
  • Wimar mengatakan peristiwa rasisme terhadap warga AS George Floyd, yang mengalami perlakuan brutal polisi dan kemudian meninggal, tidak berdiri sendiri. Ini berangkaian mulai dari pembunuhan sampai kepada unjuk rasa, kekerasan, dan reaksi balik Trump yang berlebih kejam. Tetapi di balik itu juga dasarnya sangat kuat dalam tradisi politik kebudayaan AS, dimana sejarah rasisme itu tidak hilang juga bahkan di masa pemerintahan Trump lebih dipertebal.

    ... Read ›
  • Wimar Witoelar mengatakan kita harus pertahankan fokus pada mengatasi pandemi COVID-19, Janganlah mengurus politik kecil, politik pribadi agenda perebutan kekuasaan. Biarkanlah seakan-akan orang Indonesia lupa berpolitik, dan biarkanlah sosial media hanya berisi soal sehari-hari, soal bagaimana mengatasi kebutuhan karena tidak adanya kegiatan ekonomi, dan bagaimana memelihara kesehatan supaya terhindar dari COVID-19.

    ... Read ›
  • Wimar mengatakan bagi mereka yang terpaksa harus bekerja lagi maka bekerja. Tapi bagi mereka yang bisa menunggu maka dilanjutkan saja pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sampai betul-betul aman nanti. Jadi tidak ada sebetulnya konflik kepentingan, atau kompromi antara keamanan kesehatan dengan kegiatan ekonomi. Dua-duanya harus berjalan.

    ... Read ›
  •  

    Wimar mengatakan peristiwa lahirnya reformasi 1998 datang sebagai hasil suatu proses ,tetapi juga bisa dikatakan kebetulan. Dia membelah jalannya sejarah menjadi bagian pra reformasi dan sesudah reformasi. Segala yang menjadi pegangan pada zaman sebelum reformasi, yaitu zaman Orde Baru, tidak bisa lagi menjadi pegangan sesudahnya. Kenormalan itu hilang dan diganti menjadi the new normal. 

    Wimar mengatakan peristiwa lahirnya reformasi 1998 datang sebagai hasil suatu proses ,tetapi juga bisa dikatakan kebetulan. Dia membelah jalannya sejarah menjadi bagian pra reformasi dan sesudah reformasi. Segala yang menjadi pegangan pada zaman sebelum reformasi, yaitu zaman Orde Baru, tidak bisa lagi menjadi pegangan sesudahnya. Kenormalan itu hilang dan diganti menjadi the new normal. 

     

    ... Read ›
  • Wimar mengatakan COVID-19 mulainya berbeda-beda sehingga berhentinya juga berbeda-beda. Kalau berhentinya tidak hati-hati, itu bisa seperti truk yang remnya blong. Bisa berhenti, lalu jalan lagi. Bisa ada gelombang kedua atau ketiga. Kecuali kalau seperti di Islandia dimana semua penduduk sudah mulai kira-kira bersamaan dan sudah berhenti bersamaan juga. Jadi sudah selesai. Namun tidak semua negara memiliki cerita penanganan COVID-19 seperti Islandia. Di sebagain besar negara, seperti Indonesia, AS, dan di negara-negara Eropa itu runyam dan pusing sekali.

    ... Read ›
  • Wimar Witoelar mengatakan babak kedua dari pandemi COVID-19 sudah hampir mulai. Di babak kedua ini semua masih serba sulit diperhitungkan. Namun yang jelas adalah keadaan tidak bisa menjadi kembali normal dalam waktu singkat. Agar keadaan bisa lebih baik dibutuhkan vaksin yang hingga sekarang belum ditemukan dan setelah ditemukan masih perlu proses lama sampai bisa dimanfaatkan semua orang.

    ... Read ›

Next ›

Soundbytes

Elections are important

More Soundbytes ›

Today's Indonesia on TIC- The Indonesia Channel

Wimar Show on Radar TV


Period Jan - Mar 2013

tvTWO

independent opinions and interviews

just click tvTWO
or on YouTube, search for "tvTWO wimar's channel"

Perspektif Baru

on radio every week in more than 100 towns and 11 newspapers
complete transcripts since 2000:

By and about Wimar

* [Wimar Witoelar sebagai Moderator] Diskusi Publik: Membentuk Satgas Masyarakat Adat, Mewujudkan Rekonsiliasi
* NSW Centenary 2001: For a Better Society
* Cosmo Men: Finding Fabregas
* Kompas: Tetap semangat meskipun harus dipapah
* Fjar Aryanto menulis tentang WW
* Kompasiana: Mengapa Wimar menyerang Aburizal Bakrie di Twitter?
* JGlobe: A Man of Many Cutting Words
* WIMAR SAYS di majalah Area
* Menulis Karena Diarahkan Orang Lain...
* Artikel dan kolom WW ttg SMI di Mimbar Politik
* Mirip Konfrontasi Malaysia Era Soekarno
* Provokasi media cetus kemarahan terhadap Malaysia
* Calls for 'war' in Indonesia-Malaysia dance spat
* Cultural dispute tests Malaysia-Indonesia ties (Feature)
* Agence France-Presse: Indonesia sees more reform after Yudhoyono victory
* AUDIO: Former presidential advisor Wimar Witoelar discusses the final days of the poll
* ABC Saturday Extra - Wimar vs Jusuf Wanandi
* Agence France-Presse - Yudhoyono's legacy a stabler, cleaner Indonesia
* Reuters-Forbes-BBC News - Indonesia's methodical Yudhoyono eyes second term
* The Malaysian Insider: How Indonesia’s presidency has evolved * Brisbane Times - Historic debate polite, calm
* ABC Asia Pacific - SBY cruising to victory in Indonesia's presidential elections
* Brisbane Times - Historic debate polite, calm
* Angola Press: Le président Yudhoyono, l'homme ŕ battre de la présidentielle indonésienne
* Prodigy: Yudhoyono, gran favorito en los comicios indonesios

InterMatrix Communications

Official Website
We Are Promoting The Good Guys

Movie Cameos

CLAUDIA/JASMINE with Kirana Larasati, Kinariyosih
in theaters around Indonesia and on VCD

CHIKA with Sarah Jessica, Chintami Atmanegara, Sarah Sechan
in theaters around Indonesia

Columns

AREA magazine click

Books

* Perspektif
* Mencuri Kejernihan dari kerancuan click
* Menuju Partai Orang Biasa click
* Perspektif Baru Melebarkan Sayap click
* No Regrets click
* 'Hell Yeah' by Fira Basuki click
* A Book About Nothing click
* More About Nothing click
* Still More About Nothing click

About Wimar

  • Wimar Witoelar Wimar Witoelar
    Get to know the man with the curly hair before you interview or see him in a seminar.

Our Readers

History of Perspektif

  • 1994: SCTV execs consulted Wimar. He told them they need a good talk show. But who would host, they asked. "Me?". The Larry King style Perspektif drew a cult following.
  • 1995: For Perspektif's anniversary, a full day discussion panel was held with 1000 fans. Perspektif then published two bestsellers supported by publishing giants. Hotter than ever, Perspektif was mysteriously cancelled in September. SCTV claims it was self censorship. People ask was it really? Fans get nostalgic and Perspektif Live! toured the country responding to invitations and drew crowds of up to 2,000
  • 1996: No TV, no worry. Perspektif Baru was born, a weekly talk show syndicated on nationwide radio with transcripts in newspapers in major cities. The edgy image attracted major brands to sponsor more live events. Official website Perspektif Online was launched.
  • 1997: Back on TV with Selayang Pandang, award-winning talk show, and Dialog Aktual, which was axed in the middle of broadcast.
  • 1998: More political appearances in post-Suharto transition. Balanced by the Ordinary People concept, strengthened in a book launch event star-studded by public figures and celebrities.
  • 1999: Come election time, Wimar stirred the air with Detak Detik Pemilu live commentary simultaneously on six national TV channels. Terror threats reached home, while he won his second Panasonic Award as favorite talk show host.
  • 2000: President Abdurrahman Wahid said to the press he needs Wimar to be his spokesperson. Indonesia got the first spokesperson, Wimar got an insightful and exciting ride.
  • 2002: Wimar's tell all book No Regrets was launched in Jakarta, Singapore, Australia and USA. The bestseller required second printing, and Wimar became the intl press first option for political commentary.
  • 2003: Years promoting democracy, Perspektif Baru got support from Konrad Adenauer Stiftung based in Germany.
  • 2004: Perspektif Baru moved into public education on electoral democracy
  • 2005: Book launch of Perspektif Baru Spreads Its Wings
  • March 2006-2007: StarTV HK Board Member/strong>
  • March-June 2006: Perspektif Wimar/strong> Daily talk show on Anteve at 06:00-06:30, Maret-Juni 2008
  • Sep-Oct 2009: Wimar Live/strong> Weekly talk show on Metro TV
  • 2011: Talkindo/strong> Weekly talk show with Dalton Tanonaka anhd Rahayu Saraswati on Metro TV
  • Sep 2011: Book Launch, Still More About Nothing/strong> Cold Stone, Pondok Indah Mall 2

Sejarah Perspektif

  • Maret 1994: Saat belum ada talk show lugas, Perspektif muncul di SCTV tanggal 19 Maret 1994, setiap Sabtu sore.
  • Maret 1995: SCTV merayakan satu tahun Perspektif dengan acara diskusi panel "Perspektif Masa Depan" melibatkan 1000 peserta semangat.
  • Agustus 1995: Perspektif makin panas. Dua buku diterbitkan atas dukungan Mochtar Lubis dan Gramedia, langsung bestseller.
  • Sep 1995: Perspektif mendadak dihentikan SCTV tanggal 16 September 1995. SCTV tidak mengaku ada tekanan, tapi saksi dekat menyatakan penghentian datang langsung dari puncak pemerintahan.
  • Oct 1995: Penonton TV kangen. Perspektif Live! kunjungi kota-kota besar memenuhi undangan setempat, menyedot ratusan khalayak tiap pertunjukan. Rekor dicapai di Bandung dengan 2000 penonton.
  • Nov 1995: Wimar mengisi kolom Asal Usul di harian Kompas dengan tulisan pertama "Mendengarkan Orang Biasa". Sebuah konsep baru dalam perjuangan.
  • Jan 1996: Perspektif Baru hadir melalui media baru, radio dan suratkabar dalam sindikasi nasional di berbagai kota. Mewawancara Orang Biasa tiap minggu sampai sekarang.
  • Nov 1996: Berbagai show muncul dengan format sama dan judul berbeda sesuai dengan target audience. WW Live, Perspektif Bisnis Republika, LA Lights Dialog, dll, semua atas dasar permintaan.
  • Des 1996: Setelah berjalan dua website Perspektif dari penggemar, Perspektif Online lahir sebagai website resmi. Kebebasan bicara di internet semakin marak.
  • Mar 1997: Wimar kembali ke TV dalam acara Selayang Pandang di Indosiar. Lebih santai, tetap menyengat. Disusul oleh Dialog Aktual dengan moderator ganda bersama Dr. Sjahrir, sangat tajam dan dihentikan mendadak saat siaran.
  • Des 1998: Peluncuran buku baru dikemas dalam bentuk deklarasi Partai Orang Biasa. Meriah dengan atraksi 'reverse talk show' dan anugerah untuk Munir, diramaikan tokoh, selebriti dan teman2 yang semuanya Orang Biasa.
  • Jun 1999: Wimar membawa acara Detak Detik Pemilu, live di enam stasiun TV nasional. Saat status quo mulai terancam, Wimar diteror di rumah dan di kantor.
  • Nov 1999: Untuk kedua kali, Wimar menang Panasonic Awards sebagai Pemandu Talk Show Pria Favorit. Dinominasi empat tahun berturut2, menang dua kali (1997 dan 1999).
  • Oct 2000: Wimar baca di koran online bahwa Gus Dur memintanya menjadi juru bicara. Kenal saja tidak. Suatu kehormatan dan kesempatan bekerja untuk negara.
  • Feb 2002: Berisi pandangan mata, No Regrets terbit dan diluncurkan di empat negara Indonesia, Singapura, Australia, Amerika Serikat. Langsung habis dan edisi kedua diterbitkan.
  • Sep 2005: Perspektif Online ubah tampilan bersama dengan peluncuran buku Perspektif Baru Melebarkan Sayap  dengan dukungan Konrad Adenauer Stiftung.
  • Maret-Juni 2008: Perspektif Wimar/strong> acara talkshow Anteve tiap hari jam 06:00-06:30