Articles

  • TEMPO.COJakarta - Indonesia akan berupaya menjadi pioner untuk gerakan global mengatasi dan adaptasi perubahan iklim. Untuk itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya berkomitmen untuk menyerahkan Intended Nationally Determined Contributions (INDC) Indonesia ke Sekretariat United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) pada September 2015 mendatang.

    Siti Nurbaya mengatakan Indonesia bisa menyiapkan INDC dengan baik. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, disebutkan bahwa target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pada 2019 sebesar 29%, disertai peningkatan ketahanan iklim di daerah.

    "Dua hal ini yang menjadi dasar dalam pembuatan INDC. Saya berharap draft awal INDC bisa selesai pada 25 Agustus," katanya lewat keterangan resmi, Jumat, 14 Agustus 2015.

    ... Read ›
  • Indonesia menyiapkan Intended Nationally Determined Contributions (INDC) yang akan berkontribusi penting untuk mengurangi dan mitigasi perubahan iklim 

    Jakarta, 13 Agustus 2015 – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya berkomitmen untuk menyerahkan INDC Indonesia ke Sekretariat United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) pada pekan kedua September 2015. Indonesia akan berupaya menjadi pioner untuk gerakan global mengatasi dan adaptasi perubahan iklim.

    Kementerian LHK bersama perwakilan beberapa kementerian kembali mengadakan diskusi publik untuk membahas Intended Nationally Determined Contributions (INDC) yaitu kontribusi yang diniatkan Indonesia dan ditetapkan secara nasional.

    Diskusi publik tersebut diselenggarakan di KLHK pada Rabu, 12 Agustus 2015. Hadir dalam diskusi tersebut adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Ketua Dewan Pengarah Pengendalian Perubahan Iklim Sarwono Kusumaatmadja, Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim Rachmat Witoelar, Duta Besar Norwegia 

    ... Read ›
  • Presiden Jokowi telah membuat keputusan yang sangat berani dan beliau juga akan bertanggung jawab karena telah menutup PSSI. Karena sepokbola Indonesia untuk waktu yang lama telah di dominasi oleh orang-orang yang membuat suap, manipulasi skor, hal itu merupakan sesuatu  yang sudah di ketahui semua orang, tetapi tidak tahu cara menghadapinya. Akibatnya, tim nasional tidak pernah mampu mengumpulkan kekuatan yang cukup, dan mereka tidak pernah memenangkan medali. Mengenai sanksi yang diberikan oleh FIFA, saya rasa kita tidak perlu berpikir untuk menarik sanksi FIFA, karena kita tidak perlu FIFA pada saat ini. FIFA berguna jika kita memiliki harapan melakukan turnamen FIFA seperti Piala Dunia atau Olimpiade, tapi kita sangat jauh dari mencapai apa pun di sana, kita tidak pernah melampaui babak pertama.

    ... Read ›
  • Wimar Witoelar is viewpoint analyst on 'Today’s Indonesia', a program on The Indonesia Channel. It started in June 2014, and for you who missed this program, you can watch on your gadget now. YouTube makes it easy for you to find any activity and perspective of Wimar Witoelar. Below are the YouTube's link

    ... Read ›
  • Abdon Nababan pulang dari Canada tanggal 29 Mei 2015 setelah menerima award di Alberta, Canada yaitu “Ostrom Award” yang menghargai prestasi AMAN di dunia dengan menyebut prestasi yang konkrit. Ada 6 hal yang menjadi sebab diberikannya award ini, antara lain keluarnya keputusan MK35 dua tahun yang lalu. Kemudian juga adanya Inkuiri Nasional bekerjasama dengan Komnas HAM yang membawa masalah-masalah pelanggaran ketidakadilan masyarakat di hutan kepada forum nasional yng sangat terhormat. Kemudian juga partisipasi AMAN dalam pemetaan mengikuti one-map policy dengan mengintegrasikan pemetaan oleh masyarakat. Tidak jadi pertanyaan lagi bahwa aliansi masyarakat adat sekarang  ini kuat. Di forum Internasional WCIP di New York, AMAN menjadi bintangnya. Di COP Paris nanti akan tampil. Tapi bukan berarti kita  bangga hanya karena diberi penghargaan internasional. Kita tidak tergantung pada penghargaan internasional tapi boleh bangga.

     

    ... Read ›
  • Konflik Rohynga telah menyebabkan sekumpulan orang ketakutan dan merasa tidak aman sehingga mencoba untuk pergi. Tetapi, Negara-negara tetangga dan bahkan para aktivis di Myanmar pun tidak berbuat apa-apa. Beruntung para pengungsi diterima dengan baik oleh penduduk Aceh. Saya senang Umat Muslim di Aceh menolong para pengungsi, namun, akan lebih baik jika umat Hindu, Budha, Kristen, dan Katholik juga turut menolong mereka. Karena ini bukan soal agama dan kepercayaan, tapi ini adalah Tragedi Kemanusiaan. Saya juga senang ketika mendengar Malaysia juga turut menolong para pengungsi.

    ... Read ›
  • Oleh: Panji Kharisma JayaPenangkapan Novel Baswedan menyiratkan indikasi pelemahan KPK oleh pimpinan kepolisian karena, perkiraan saya, ini merupakan upaya balas dendam karena KPK menyelidiki kasus-kasus korupsi yang menyeret nama kepolisian. Presiden tidak bisa bertindak lebih jauh karena akan terlihat sebagai sebuah intervensi. Alangkah lebih baik juga seluruh Good Guys dari jajaran kepolisian, pemerintahan, dan TNI bergabung bersama-sama membantu usaha KPK agar tercipta keseimbangan dalam perdamaian.

    ... Read ›
  • Eksekusi Mati harus tetap dilakukan demi menegakkan norma hukum yang berlaku, meskipun saya pribadi tidak setuju dengan hal tersebut. Menjadi presiden bukan perkara mudah, karena harus melihat masalah dari sudut pandang yang luas. Jika hukum berkata “Ya” untuk eksekusi mati, maka kita harus mematuhinya. Jika memang benar-benar tidak setuju, maka yang harus dilakukan adalah mengubah hukumnya terlebih dahulu. Kebijakan domestik kita bukan untuk menyenangkan dunia internasional. Hukum itu berlandaskan prinsip.

    ... Read ›
  • Konferensi Asia Afrika tahun ini masih bersifat penting. Penting dalam arti memperingati peristiwa yang sangat signifikan dan bisa menjadi peluncuran periode baru solidaritas antara Asia-Afrika, tapi pada saat ini masih hanya masalah nostalgia.

    ... Read ›
  • Moratorium pemberian ijin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut harus dilanjutkan dengan beberapa perbaikan. Salah satunya memperkuat basis hukum dari semula hanya instruksi presiden menjadi setidaknya dalam bentuk peraturan presiden (Perpres) supaya mengikat bagi para aparatur pemerintahan di bawahnya.

     

    Hal tersebut dibahas dalam Talkshow TVRI Cemerlang bertemakan “Melanjutkan Moratorium untuk Melindungi Hutan Indonesia” di Pekanbaru (4/5). Hadir sebagai narasumber di acara tersebut Riko Kurniawan, Direktur Eksekutif Walhi Riau, Muslim Rasyid, Aktivis Jikalahari, Suhardiman Amby, Ketua Pansus Perijinan DPRD Riau. 

    ... Read ›
  • Pemberian Munir sebagai nama jalan tidak dimaksudkan sebagai pengingat ke pemerintah Indonesia, ini merupakan penghargaan internasional.

    ... Read ›
  • Presiden harus berani ambil resiko dengan melepaskan diri dari dua partai tersebut dan membangun dukungan baru dari masyarakat umum dan orang-orang parpol yang sekarang mendukung Jokowi. Tidak usah memikirkan partai dulu karena pemilu masih lama, tetapi pikirkanlah suatu basis kekuatan baru untuk tahun 2019 dengan maju sebagai partai baru. Banyak kok, partai Golkar, unsur masyarakat sipil termasuk menteri-menteri anggota kabinet, Di Nasdem banyak orang baik, ada Taufik Basari, Siti Nurbaya. Sekarang di Golkar banyak yang baik, yang menyingkirkan Aburizal Bakrie. Unsur-unsur baik di Indonesia itu banyak, hanya belum terorganisir. Nah bangunlah politik baru dengan orang-orang yang diluar struktur politik.

    ... Read ›
  • Seminar awal tahun dengan tema “Mewujudkan Hutan Indonesia Memasuki Musim Semi” pada tanggal 22 Januari 2015 ini menghadirkan special keynote speaker yaitu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya. Sambutannya mengutip bagaimana kondisi hutan yang dilihat langsung selama 100 hari kunjungan kerja menteri, diantaranya di Kalbar, Riau, dan Sumsel. Diuraikan masalah-masalah seperti kebakaran hutan dan lahan gambut, illegal logging, serta pencemaran lingkungan seperti limbah dan pembuangan sampah.

    ... Read ›
  • Blusukan Asap di Riau memberikan inspirasi langsung pada semua penggiat penyelamatan huitan di Indonesia. Dalam Focus Group Discussion (FGD) antara penggiat lembaga swadaya masyarakat dan wartawan di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) pada awal Desember 2014, kedua pilar kekuatan masyarakat sipil tadi yakin pemenuhan komitmen Presiden Jokowi memberikan dampak besar bagi sektor kehutanan maupun kehidupan masyarakat adat dan lokal seperti di Kalbar.

    ... Read ›
  • Film dokumenter berjudul “Tanah Mama” mengisahkan kehidupan seorang istri sekaligus ibu bernama Halosina yang hidup di tanah Papua. Ibu dengan 4 orang anak-anak yang masih kecil dan membutuhkan asi itu berprofesi sebagai dukun beranak pada suatu desa, di pegunungan Yahukimo.

    ... Read ›
  • Itu adalah grasi pertama yang diberikan Presiden Jokowi kepada aktivis. Jokowi memberikan grasi kepada Eva bersamaan memperingati Hari HAM Internasional. Presiden melihat Eva sebagai pejuang HAM dikriminalisasi oleh pemilik modal, oleh pemilik kebun sawit di Sulawesi Tengah (Sulteng) beserta aparaturnya.

    ... Read ›
  • Pemerintah saat ini bukan seperti pemerintah sebelumnya, Presiden Jokowi dengan semboyan kerja, kerja, kerja menunjukkan gairah perbaikan Indonesia salah satunya Hutan dan lingkungan di Indonesia. Untuk itu, pakailah suara kita dengan sebaiknya karena hak suara kita didengar oleh pemerintah.

    ... Read ›
  •  

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan satu langkah konkrit untuk menyelesaikan permasalahan kebakaran lahan gambut dan hutan dalam Blusukan Asap ke Riau. Jokowi berkomitmen untuk melanjutkan moratorium yang penting untuk memperbaiki praktik tata kelola hutan dan perlindungan terhadap masyarakat di dalam dan sekitar hutan.

     

     

    ... Read ›
  • Tidak banyak orang bahkan berani bermimpi untuk mengajak President #blusukanasap. Abdul Manan mewujudkan mimpinya yang sangat sederhana melalui petisi 28 Oktober change.org/blusukanasap dan selembar surat meminta Pak Jokowi blusukan ke tempatnya, langsung melihat langsung akar permasalahan kebakaran Hutan dan Gambut selama 17 tahun yang tidak terselesaikan. 

    ... Read ›

Next ›

Soundbytes

Ikuti Perspektif di twitter account @perspektifo

More Soundbytes ›

Today's Indonesia on TIC- The Indonesia Channel

Wimar Show on Radar TV


Period Jan - Mar 2013

tvTWO

independent opinions and interviews

just click tvTWO
or on YouTube, search for "tvTWO wimar's channel"

Perspektif Baru

on radio every week in more than 100 towns and 11 newspapers
complete transcripts since 2000:

By and about Wimar

* [Wimar Witoelar sebagai Moderator] Diskusi Publik: Membentuk Satgas Masyarakat Adat, Mewujudkan Rekonsiliasi
* NSW Centenary 2001: For a Better Society
* Cosmo Men: Finding Fabregas
* Kompas: Tetap semangat meskipun harus dipapah
* Fjar Aryanto menulis tentang WW
* Kompasiana: Mengapa Wimar menyerang Aburizal Bakrie di Twitter?
* JGlobe: A Man of Many Cutting Words
* WIMAR SAYS di majalah Area
* Menulis Karena Diarahkan Orang Lain...
* Artikel dan kolom WW ttg SMI di Mimbar Politik
* Mirip Konfrontasi Malaysia Era Soekarno
* Provokasi media cetus kemarahan terhadap Malaysia
* Calls for 'war' in Indonesia-Malaysia dance spat
* Cultural dispute tests Malaysia-Indonesia ties (Feature)
* Agence France-Presse: Indonesia sees more reform after Yudhoyono victory
* AUDIO: Former presidential advisor Wimar Witoelar discusses the final days of the poll
* ABC Saturday Extra - Wimar vs Jusuf Wanandi
* Agence France-Presse - Yudhoyono's legacy a stabler, cleaner Indonesia
* Reuters-Forbes-BBC News - Indonesia's methodical Yudhoyono eyes second term
* The Malaysian Insider: How Indonesia’s presidency has evolved * Brisbane Times - Historic debate polite, calm
* ABC Asia Pacific - SBY cruising to victory in Indonesia's presidential elections
* Brisbane Times - Historic debate polite, calm
* Angola Press: Le président Yudhoyono, l'homme ŕ battre de la présidentielle indonésienne
* Prodigy: Yudhoyono, gran favorito en los comicios indonesios

InterMatrix Communications

Official Website
We Are Promoting The Good Guys

Movie Cameos

CLAUDIA/JASMINE with Kirana Larasati, Kinariyosih
in theaters around Indonesia and on VCD

CHIKA with Sarah Jessica, Chintami Atmanegara, Sarah Sechan
in theaters around Indonesia

Columns

AREA magazine click

Books

* Perspektif
* Mencuri Kejernihan dari kerancuan click
* Menuju Partai Orang Biasa click
* Perspektif Baru Melebarkan Sayap click
* No Regrets click
* 'Hell Yeah' by Fira Basuki click
* A Book About Nothing click
* More About Nothing click
* Still More About Nothing click

About Wimar

  • Wimar Witoelar Wimar Witoelar
    Get to know the man with the curly hair before you interview or see him in a seminar.

Our Readers

History of Perspektif

  • 1994: SCTV execs consulted Wimar. He told them they need a good talk show. But who would host, they asked. "Me?". The Larry King style Perspektif drew a cult following.
  • 1995: For Perspektif's anniversary, a full day discussion panel was held with 1000 fans. Perspektif then published two bestsellers supported by publishing giants. Hotter than ever, Perspektif was mysteriously cancelled in September. SCTV claims it was self censorship. People ask was it really? Fans get nostalgic and Perspektif Live! toured the country responding to invitations and drew crowds of up to 2,000
  • 1996: No TV, no worry. Perspektif Baru was born, a weekly talk show syndicated on nationwide radio with transcripts in newspapers in major cities. The edgy image attracted major brands to sponsor more live events. Official website Perspektif Online was launched.
  • 1997: Back on TV with Selayang Pandang, award-winning talk show, and Dialog Aktual, which was axed in the middle of broadcast.
  • 1998: More political appearances in post-Suharto transition. Balanced by the Ordinary People concept, strengthened in a book launch event star-studded by public figures and celebrities.
  • 1999: Come election time, Wimar stirred the air with Detak Detik Pemilu live commentary simultaneously on six national TV channels. Terror threats reached home, while he won his second Panasonic Award as favorite talk show host.
  • 2000: President Abdurrahman Wahid said to the press he needs Wimar to be his spokesperson. Indonesia got the first spokesperson, Wimar got an insightful and exciting ride.
  • 2002: Wimar's tell all book No Regrets was launched in Jakarta, Singapore, Australia and USA. The bestseller required second printing, and Wimar became the intl press first option for political commentary.
  • 2003: Years promoting democracy, Perspektif Baru got support from Konrad Adenauer Stiftung based in Germany.
  • 2004: Perspektif Baru moved into public education on electoral democracy
  • 2005: Book launch of Perspektif Baru Spreads Its Wings
  • March 2006-2007: StarTV HK Board Member/strong>
  • March-June 2006: Perspektif Wimar/strong> Daily talk show on Anteve at 06:00-06:30, Maret-Juni 2008
  • Sep-Oct 2009: Wimar Live/strong> Weekly talk show on Metro TV
  • 2011: Talkindo/strong> Weekly talk show with Dalton Tanonaka anhd Rahayu Saraswati on Metro TV
  • Sep 2011: Book Launch, Still More About Nothing/strong> Cold Stone, Pondok Indah Mall 2

Sejarah Perspektif

  • Maret 1994: Saat belum ada talk show lugas, Perspektif muncul di SCTV tanggal 19 Maret 1994, setiap Sabtu sore.
  • Maret 1995: SCTV merayakan satu tahun Perspektif dengan acara diskusi panel "Perspektif Masa Depan" melibatkan 1000 peserta semangat.
  • Agustus 1995: Perspektif makin panas. Dua buku diterbitkan atas dukungan Mochtar Lubis dan Gramedia, langsung bestseller.
  • Sep 1995: Perspektif mendadak dihentikan SCTV tanggal 16 September 1995. SCTV tidak mengaku ada tekanan, tapi saksi dekat menyatakan penghentian datang langsung dari puncak pemerintahan.
  • Oct 1995: Penonton TV kangen. Perspektif Live! kunjungi kota-kota besar memenuhi undangan setempat, menyedot ratusan khalayak tiap pertunjukan. Rekor dicapai di Bandung dengan 2000 penonton.
  • Nov 1995: Wimar mengisi kolom Asal Usul di harian Kompas dengan tulisan pertama "Mendengarkan Orang Biasa". Sebuah konsep baru dalam perjuangan.
  • Jan 1996: Perspektif Baru hadir melalui media baru, radio dan suratkabar dalam sindikasi nasional di berbagai kota. Mewawancara Orang Biasa tiap minggu sampai sekarang.
  • Nov 1996: Berbagai show muncul dengan format sama dan judul berbeda sesuai dengan target audience. WW Live, Perspektif Bisnis Republika, LA Lights Dialog, dll, semua atas dasar permintaan.
  • Des 1996: Setelah berjalan dua website Perspektif dari penggemar, Perspektif Online lahir sebagai website resmi. Kebebasan bicara di internet semakin marak.
  • Mar 1997: Wimar kembali ke TV dalam acara Selayang Pandang di Indosiar. Lebih santai, tetap menyengat. Disusul oleh Dialog Aktual dengan moderator ganda bersama Dr. Sjahrir, sangat tajam dan dihentikan mendadak saat siaran.
  • Des 1998: Peluncuran buku baru dikemas dalam bentuk deklarasi Partai Orang Biasa. Meriah dengan atraksi 'reverse talk show' dan anugerah untuk Munir, diramaikan tokoh, selebriti dan teman2 yang semuanya Orang Biasa.
  • Jun 1999: Wimar membawa acara Detak Detik Pemilu, live di enam stasiun TV nasional. Saat status quo mulai terancam, Wimar diteror di rumah dan di kantor.
  • Nov 1999: Untuk kedua kali, Wimar menang Panasonic Awards sebagai Pemandu Talk Show Pria Favorit. Dinominasi empat tahun berturut2, menang dua kali (1997 dan 1999).
  • Oct 2000: Wimar baca di koran online bahwa Gus Dur memintanya menjadi juru bicara. Kenal saja tidak. Suatu kehormatan dan kesempatan bekerja untuk negara.
  • Feb 2002: Berisi pandangan mata, No Regrets terbit dan diluncurkan di empat negara Indonesia, Singapura, Australia, Amerika Serikat. Langsung habis dan edisi kedua diterbitkan.
  • Sep 2005: Perspektif Online ubah tampilan bersama dengan peluncuran buku Perspektif Baru Melebarkan Sayap  dengan dukungan Konrad Adenauer Stiftung.
  • Maret-Juni 2008: Perspektif Wimar/strong> acara talkshow Anteve tiap hari jam 06:00-06:30