Articles

  • Kalau orang benci Sukarno atau tidak suka Suharto selama mereka memegang jabatan Presiden, orang bisa bebas ngomel, melawan atau tidak peduli. Dikasih kesempatan memilih, lepas saja, enakan Golput. Sangat bisa dibenarkan, Golput jaman dulu. Tapi dalam sejarah Indonesia, kita sekarang paling mendekati demokrasi beneran. Memilih bukan hanya tanggung jawab tapi hak dan kekuatan. Tidak percuma dipakai istilah "hak memilih", bukan "kewajiban memilih".... Read ›
  • Former president Abdurrahman Wahid (Gus Dur) said that we must remember that we have always possessed roots of pluralism, which was not imported. In his end-of-year address, he expressed hope that next year our politicians pay more attention to issues that threaten our pluralism heritage. The year of 2008 will be remembered as one of the years that challenged the threads of pluralism, while tolerance was put to the test. ... Read ›
  • Bakrie financial skeletons keep coming out. The Jakarta Globe just broke a story today on a controversial investment by government-owned PNM of more than a trillion rupiah into the Bakrie Group, amid revelations that the firm’s former chief executive is the brother-in-law of Minister Aburizal Bakrie. The drama continues, with President Yudhoyono ignoring the wreckage being piled up by his right-hand man.... Read ›
  • Korupsi adalah penyakit kekuasaan dan harus didefinisikan secara sempit dalam konteks kekuasaan. Tanpa kekuasaan, apa yang sering disebut dengan korupsi bukanlah hal yang perlu menjadi persoalan politik publik. "... yang paling ganas adalah korupsi politik, yaitu penggunaan kekuasaan negara untuk manfaat pribadi," kata Wimar. Karena itu negara miskin bisa menghasilkan pejabat negara terkaya dalam skala internasional. Masyarakat harus bisa mempertajam dan mempertahankan fokus usaha pemberantasan korupsi dan tidak boleh kalah stamina. "Bad guy selalu lebih rajin daripada good guy," kata Wimar. ... Read ›
  • Kita perlu seorang Presiden yang mampu menghadapi dunia baru, di luar dan di dalam negeri. Sentuhan pemimpin yang diperlukan ini bukan hanya diplomasi, tapi komunikasi. Dengan bebasnya hak politik orang Indonesia dan semaraknya media menyediakan fasilitas akses lansung antara pemilih dan calon pemimpin, maka secara sederhana bisa dikatakan bahwa faktor kemenangan calon presiden di tahun 2009 adalah 60 persen komunikasi dan 40 persen organisasi.... Read ›
  • Entah apa faktor paling menarik yang menggugah minat Megawati terhadap Prabowo, apakah karena Gerindra adalah Partai yang sangat berasaskan Pancasila dan mendukung penuh NKRI, yang cocok banget dengan PDIP, atau faktor yang paling riil saja, karena menurut survey yang dilaksanakan oleh LSI menunjukkan bahwa iklan TV Gerindra adalah iklan yang paling diingat oleh penduduk Indonesia dibandingkan dengan iklan-iklan Partai politik lainnya.... Read ›
  • Menurut Budiarto Shambazy, jika publik suka terhadap SBY-JK silakan pilih apalagi kalau yang lain lebih jelek dari mereka berdua. Namun dalam penilaiannya, SBY-JK sebaiknya berpisah karena selama empat tahun pemerintahan mereka berdua saling bersaing terus. Jadi kalau mereka maju lagi bersama hanya membuang-buang energi saja. ... Read ›
  • Sekarang kemampuan komunikasi dan mesin politik adalah faktor utama dalam memenangkan pemilihan. Ini zaman komunikasi politik. Jadi jangan underestimate komunikasi politik, walaupun mesin politik juga tetap perlu. Untuk perspektif kasar, bisa dibayangkan kemampuan komunikasi (KOM) berperan 60% sedangkan mesin politik (MES) berperan 40%.... Read ›
  • Interview with Jim Middleton - The Australian Network (ABC-TV) JM: Is it right that this is still President Yudoyono's election to lose? WW: Yes, it is his to lose if he forgets the true reason for his victory in 2004 which is the trust of the people, and instead hangs on to corrupt business people like Cabinet Minister Bakrie and Vice President Kalla. I think he is coming to that realization. ... Read ›
  • Krisis finansial adalah peringatan dini sebelum krisis ekonomi. Ketika gejala finansial tidak diperhatikan, bahkan ditambah parah oleh keserakahan merebut keuntungan jangka pendek, maka krisis finansial akan menjadi krisis ekonomi. Bagaimana issue ini dihadapi oleh calon presiden RI 2009? Siapa orang yang akan membantunya? Kalau SBY dianggap calon terkuat sampai saat ini, apakah beliau akan tetap kuat kalau lebih menjaga kepentingan Bakrie Group ketimbang kepentingan rakyat?... Read ›
  • Political turmoil is common to Thailand, but it has always taken place against a backdrop of business as usual. It is different now. Swarms of protesters are occupying Suvarnabhumi airport, a glistening gateway to Thailand's hugely successful tourism industry, top in South East Asia. Nothing seems to matter to this group except unseating Premier Somchai Wongsawat. Why does nobody seem to be in charge? Why is the King silent for months?... Read ›
  • Cari jawabanya di seminar 'Mengkaji Dampak Tsunami Ekonomi Dunia di Indonesia' yang akan diselenggarakan tanggal 21 Januari 2009. Mengkaji apa dan bagaimana krisis finansial akan melanjutkan perjalanan destruktifnya di Indonesia, dan bagaimana kesiapan kita menghadapinya: pemerintah, pelaku bisnis dan terutama orang biasa. Seminar profesional dengan pembicara ahli akan menutup biaya penyelenggaraan dari tiket masuk dan dari sponsor.... Read ›
  • Tiga Angels kita menulis mengenai acara 1000 blogger Sabtu kemarin. Selain seru ketemu banyak kenalan online, ada juga pesannya: nge-Blog harus Fun.. kalau kita gak menyenangi Blogging, maka kita tidak akan menyia-yia kan waktu kita hanya untuk baca Blog orang Lain atau menulis di blog sendiri, tak peduli masalah apa yang kita tulis mau politik, seni, dll.. tapi kita harus membuat mind set bahwa nge-blog itu harus FUN sehingga kalo sudah mulai dengan fun kita bisa menulis apa saja dan mampu mempengaruhi orang untuk membaca and spread the ideas... Read ›
  • Pesta Blogger yang kedua akan berlangsung hari Sabtu ini. Bila dalam Pesta Blogger 2007, WW menjadi salah satu steering committe dan menjadi pembawa acara talk show, dalam Pesta Blogger 2008, Perspektif Online akan diwakili oleh 3 Angels ini... Read ›
  • Kebinekaan dan Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia rupanya masih banyak dipandang sebagian pihak sebagai sesuatu kelemahan kita. Padahal jika ingin dilihat lebih bijak, justru kebinekaan adalah sumber kekuatan utama bangsa kita, karena berbeda-beda itulah maka Indonesia dapat bertahan sebagai bangsa yang besar hingga saat ini. Itu secuplik isi diskusi dari acara ulang tahun ke tiga Kongkow Bareng Gus Dur ... Read ›
  • Cuman lihat dua kolam renang aja sih.. at least untuk sekarang. Kalau ada usul, kita lihat yang lain. Pertama kali saya kenal kolam renang adalah di tahun 1953 (ampun!! jadul banget.. bokap gua aja belon lahir......) yaitu kolam renang Manggarai di Pasar Rumput dekat tempat Barack Obama masa kecil. Pertama suka lewat-lewat kolam renang yang ditepi jalan Sultan Agung sekarang. Diseberangnya ada kali, yang suka banjir itu.... Read ›
  • Di balik kegembiraan berita kemenangan Obama, Rabu pagi jam 7:30 Sri Mulyani (SMI) perintahkan BUMI dibuka suspension-nya. Lalu Bakrie 'naik banding' ke SBY. Jam 8:30 SBY perintahkan SM tutup lagi listing BUMI di bursa. Sebagai bawahan SMI laksanakan perintah Presiden, tapi kemudian jam 18:00 ia mengajukan pengunduran diri dari Kabinet.... Read ›
  • We all know how he spent four years of his childhood in Indonesia, His friends at school in Jakarta and his neighborhood will give testimony to the fun he had playing and learning life at his mother's side. But we will not make the mistake of claiming him for Indonesia. We are happy to have had some relevance in the development of Barack Obama. It will be our collective pride to see him become an outstanding president of America and make it a better country, because what is good for America is good for the rest of the world.... Read ›
  • People are just hoping it will happen and that we can get on to other important things. The execution just has to go on. As far as the wider ramifications of the death penalty, I also am one who is inclined not to agree with it, but until the law changes it should be applied rigorously and there's no case which is more clear than in these three cases and I think the sooner we get the execution done the better. ... Read ›
  • Kalau kita lihat SBY, perilaku pemerintahannya lebih ditentukan oleh Aburizal Bakrie dan Jusuf Kalla. Bagaimana dengan Megawati, Sri Sultan, Jusuf Kalla, Prabowo, Wiranto, Sutiyoso, Rizal Mallarangeng, Sutrisno Bachir dan entah nama siapa yang lupa disebut? Mana tahu? ... Read ›

Next ›

Soundbytes

Pendaftaran seminar Tsunami Finansial sudah dibuka!!!

More Soundbytes ›

Dampak Tsunami Finansial Dunia pada Indonesia

Seminar bersama Wimar Witoelar, Sri Mulyani*, M. Chatib Basri, Sofyan Wanandi, Faisal Basri, Erry Firmansyah*, Fauzi Ichsan*, Hilmi Panigoro*, Rizal Ramli, Saiful Mudjani, Yuddi Chrisnandi - *dlm konfirmasi

21 Jan 2009 08:30 - 15:30 Grand Hyatt Hotel

Dewi08129009401 dewi@intermatrix.co.id

Tiket Rp 1,5 jt EARLY BIRD Rp 1 jt sampai 9 Januari

haven't read NO REGRETS ?

YES, YOU CAN !! just click here

on Radio

Perspektif Baru
Tiap minggu di puluhan kota

in the Movies

CHIKA with Sarah Jessica, Chintami Atmanegara, Sarah Sechan
in theaters around Indonesia

Features

  • Wimar Witoelar Wimar Witoelar
    Get to know the man with the curly hair before you interview or see him in a seminar.
  • Perspektif Mailing List Milis Perspektif
    Masuknya bersyarat, tapi begitu gabung bebas bicara. Ikuti pesta pendapat ini.

Our Readers

History of Perspektif

  • 1994: SCTV execs consulted Wimar. He told them they need a good talk show. But who would host, they asked. "Me?". The Larry King style Perspektif drew a cult following.
  • 1995: For Perspektif's anniversary, a full day discussion panel was held with 1000 fans. Perspektif then published two bestsellers supported by publishing giants. Hotter than ever, Perspektif was mysteriously cancelled in September. SCTV claims it was self censorship. People ask was it really? Fans get nostalgic and Perspektif Live! toured the country responding to invitations and drew crowds of up to 2,000
  • 1996: No TV, no worry. Perspektif Baru was born, a weekly talk show syndicated on nationwide radio with transcripts in newspapers in major cities. The edgy image attracted major brands to sponsor more live events. Official website Perspektif Online was launched.
  • 1997: Back on TV with Selayang Pandang, award-winning talk show, and Dialog Aktual, which was axed in the middle of broadcast.
  • 1998: More political appearances in post-Suharto transition. Balanced by the Ordinary People concept, strengthened in a book launch event star-studded by public figures and celebrities.
  • 1999: Come election time, Wimar stirred the air with Detak Detik Pemilu live commentary simultaneously on six national TV channels. Terror threats reached home, while he won his second Panasonic Award as favorite talk show host.
  • 2000: President Abdurrahman Wahid said to the press he needs Wimar to be his spokesperson. Indonesia got the first spokesperson, Wimar got an insightful and exciting ride.
  • 2002: Wimar's tell all book No Regrets was launched in Jakarta, Singapore, Australia and USA. The bestseller required second printing, and Wimar became the intl press first option for political commentary.
  • 2003: Years promoting democracy, Perspektif Baru got support from Konrad Adenauer Stiftung based in Germany.
  • 2004: Perspektif Baru moved into public education on electoral democracy
  • 2005: Book launch of Perspektif Baru Spreads Its Wings

Sejarah Perspektif

  • Maret 1994: Saat belum ada talk show lugas, Perspektif muncul di SCTV tanggal 19 Maret 1994, setiap Sabtu sore.
  • Maret 1995: SCTV merayakan satu tahun Perspektif dengan acara diskusi panel "Perspektif Masa Depan" melibatkan 1000 peserta semangat.
  • Agustus 1995: Perspektif makin panas. Dua buku diterbitkan atas dukungan Mochtar Lubis dan Gramedia, langsung bestseller.
  • Sep 1995: Perspektif mendadak dihentikan SCTV tanggal 16 September 1995. SCTV tidak mengaku ada tekanan, tapi saksi dekat menyatakan penghentian datang langsung dari puncak pemerintahan.
  • Oct 1995: Penonton TV kangen. Perspektif Live! kunjungi kota-kota besar memenuhi undangan setempat, menyedot ratusan khalayak tiap pertunjukan. Rekor dicapai di Bandung dengan 2000 penonton.
  • Nov 1995: Wimar mengisi kolom Asal Usul di harian Kompas dengan tulisan pertama "Mendengarkan Orang Biasa". Sebuah konsep baru dalam perjuangan.
  • Jan 1996: Perspektif Baru hadir melalui media baru, radio dan suratkabar dalam sindikasi nasional di berbagai kota. Mewawancara Orang Biasa tiap minggu sampai sekarang.
  • Nov 1996: Berbagai show muncul dengan format sama dan judul berbeda sesuai dengan target audience. WW Live, Perspektif Bisnis Republika, LA Lights Dialog, dll, semua atas dasar permintaan.
  • Des 1996: Setelah berjalan dua website Perspektif dari penggemar, Perspektif Online lahir sebagai website resmi. Kebebasan bicara di internet semakin marak.
  • Mar 1997: Wimar kembali ke TV dalam acara Selayang Pandang di Indosiar. Lebih santai, tetap menyengat. Disusul oleh Dialog Aktual dengan moderator ganda bersama Dr. Sjahrir, sangat tajam dan dihentikan mendadak saat siaran.
  • Des 1998: Peluncuran buku baru dikemas dalam bentuk deklarasi Partai Orang Biasa. Meriah dengan atraksi 'reverse talk show' dan anugerah untuk Munir, diramaikan tokoh, selebriti dan teman2 yang semuanya Orang Biasa.
  • Jun 1999: Wimar membawa acara Detak Detik Pemilu, live di enam stasiun TV nasional. Saat status quo mulai terancam, Wimar diteror di rumah dan di kantor.
  • Nov 1999: Untuk kedua kali, Wimar menang Panasonic Awards sebagai Pemandu Talk Show Pria Favorit. Dinominasi empat tahun berturut2, menang dua kali (1997 dan 1999).
  • Oct 2000: Wimar baca di koran online bahwa Gus Dur memintanya menjadi juru bicara. Kenal saja tidak. Suatu kehormatan dan kesempatan bekerja untuk negara.
  • Feb 2002: Berisi pandangan mata, No Regrets terbit dan diluncurkan di empat negara Indonesia, Singapura, Australia, Amerika Serikat. Langsung habis dan edisi kedua diterbitkan.
  • Sep 2005: Perspektif Online ubah tampilan bersama dengan peluncuran buku Perspektif Baru Melebarkan Sayap  dengan dukungan Konrad Adenauer Stiftung.