Articles

  • “Jamu adalah citra budaya bangsa yang harus diangkat”, begitulah sedikit harapan yang diungkapkan oleh Dr. Charles Saerang Ketua Gabungan Pengusaha Jamu, yang menjadi narasumber Perspektif Wimar edisi ini dengan co host Melissa Karim.... Read ›
  • Setelah 8 tahun vakum dari belantika musik Indonesia, Rafika Duri kembali mengeluarkan album baru yang ia beri judul “Romantic Bossas”. Di album barunya ini, ia membawakan lagu-lagu terkenal yang didaur ulang dan dibawakan dengan cara bossas.Kali ini penyanyi legendaris Indonesia tersebut akan bercerita tentang album barunya ... Read ›
  • Sebentar lagi, kita akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang turnamen bulu tangkis yang sangat bergengsi piala Thomas dan Uber mulai tanggal 11 Mei di Istora Senayan. Untuk membahas persiapan tim nasional dan peluang kita di ajang ini, Perspektif Wimar dengan co host Melissa Karim menghadirkan seorang narasumber, mantan pemain ganda legendaris Indonesia Christian Hadinata ... Read ›
  • Harimau mati meninggalkan belang, harimau punah meninggalkan cerita. Mungkin pepatah tersebut bisa saja dialami oleh generasi kita yang akan datang, karena mereka bisa saja hanya bisa mendengar cerita dan gambar tentang harimau, tanpa bisa melihatnya langsung. Hadir sebagai narasumber di Perspektif Wimar kali ini adalah Dr.drh. Ligaya Ita Tumbelaka seorang ahli penangkaran harimau, yang kali ini ditemani Melissa Karim sebagai co host. ... Read ›
  • Selama ini ada salah kaprah di masyarakat. Karena itu ekonom Faisal Basri menyatakan harga BBM harus sering-sering naik, tapi sedikit-sedikit. Saat ini digunjingkan harga BBM akan naik di atas 30% per 1 Juni 2008. Benarkah? Apakah harga BBM harus naik atau tidak?... Read ›
  • Cantik, musisi, pintar dan komunikatif. Mungkin empat kata tadi bisa sedikit menggambarkan pemain biola Maylaffayza Wiguna yang menjadi tamu Perspektif Wimar di hari jumat ini. Wimar Witoelar kali ini kembali ditemani oleh Meisya Siregar sebagai co host... Read ›
  • Jika bicara tentang buruh,masih banyak orang yang menganggap buruh adalah warga kelas dua. Padahal bisa dibayangkan kalau suatu negara tidak ada buruh? Pasti produksi tidak berjalan, roda ekonomi mandek, pengangguran merajalela dan pemilik modal juga harus bekerja sendiri. Memperingati hari buruh, Perspektif Wimar menghadirkan narasumber pengamat perburuhan Wahyu Susilo dengan ditemani co host Meisya Siregar. ... Read ›
  • Ngomongin korupsi emang ngga ada abisnya, soalnya salah satu ilmu warisan dari VOC Belanda ini sudah begitu membudaya, karena terus dipelihara oleh penguasa dan elit. Skeptisme terhadap pemerantasan korupsipun banyak bermunculan. Kali ini Perspektif Wimar dengan co-host Meisya Siregar, mencoba kembali membangun semangat anti korupsi dengan menghadirkan ketua ICW Teten Masduki melalui sambungan telfon... Read ›
  • Indonesia sebagai negara besar, bisa dianggap sebagai salah satu paru-paru dunia karena selain kita memiliki laut yang luas, Indonesia juga memiliki area hutan terbesar. Tapi kita juga merupakan negara yang mengalami laju penggundulan tertinggi. Untuk membahas keprihatinan tentang masalah hutan, Perspektif Wimar menghadirkan Direktur Eksekutif Greenomics Elfian Efendi yang ditemani Meisya Siregar sebagai co-host.... Read ›
  • Disaat sebagian besar orang dengan muka rada nggak rela meninggalkan weekend untuk kembali menghadapi aktivitas di hari Senin, Perspektif Wimar kali ini justru mendapatkan energi tambahan untuk menghadapi hari senin terakhir di bulan April dengan hadirnya tiga co-host terfavorit, yaitu Melissa Karim, Meisya Siregar dan Cathy Sharon. Terpilihnya mereka tentu saja berkat dukungan anda semua, para pecinta Perspektif Wimar... Read ›
  • Tidak bisa dipungkiri bahwa kebebasan pers adalah salah satu produk terbaik yang dihasilkan proses reformasi. Tapi belakangan ini, muncul reaksi dari berbagai kalangan atas disetujuinya UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) oleh DPR, yang dibeberapa pasalnya disinyalir akan menghambat kebebasan pers. Perspektif Wimar kali ini kembali menghadirkan Menkominfo Prof.Dr.Ir. M Nuh dengan co host Putri Patricia yang akan menjawab segala pertanyaan menyangkut berbagai kontroversi akhir-akhir ini... Read ›
  • Hasil Pilkada di Jawa Barat dan Sumatera Utara menunjukkan perubahan yang jauh lebih besar daripada sekedar kemenangan orang atau partai. Apa yang sedang dan telah terjadi itu adalah gejala munculnya hasil demokrasi secara awal, setelah ditunggu sejak tumbangnya Orde Baru.... Read ›
  • “Akibat dari pemanasan global bukan hanya daerah pesisir yang merasakan, tapi ada negara yang juga terancam bisa hilang seperti Tuvalu”, ujar Dr. Armi Susandi ahli perubahan iklim dari Fakultas Kebumian dan Teknologi Mineral ITB, yang menjadi narasumber di Perspektif Wimar dalam memperingati hari bumi. Kali ini Wimar ditemani Cathy Sharon sebagai co host. ... Read ›
  • Wawancara Wimar di Pesona FM: Saya di sini sekaligus menghapus tabir pesimisme, atau negatifisme yang sudah terlalu sering kita dengar, bahwa wah, demokrasi mandek, reformasi mana, mukanya itu-itu juga. Lho, yang menang bukan itu-itu juga, jadi mau complain apa lagi. Sasaran demokrasi sedikit demi sedikit sudah tercapai. Memang tidak sekaligus, tapi menurut saya cepat.... Read ›
  • Anak muda di panggung politik mungkin bukan hanya wacana lagi di Indonesia. Beberapa nama seperti Muhaimin Iskandar, Lukman Edi, M Luthfi, dan Rano Karno sudah memegang jabatan publik. Perspektif Wimar kali ini kedatangan tokoh muda yang menjadi calon kuat wakil gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf... Read ›
  • Tujuh selebriti wanita akan bersaing untuk menjadi co-host tetap program Perspektif Wimar di Antv. Selebriti ini nantinya akan mendampingi Wimar Witoelar dalam mengantarkan acara talkshow yang membahas topik-topik menarik dan hangat. Antv mengatakan ketujuh wanita cantik tersebut adalah Meisya Siregar, Cathy Sharon, Melissa Karim, Wulan Guritno, Agni Pratista, Revalina S Temat, dan Putri Patricia. Dari tujuh selebriti itu nantinya hanya akan ada tiga co-host tetap yang akan mendampingi sang pemilik acara, Wimar Witoelar.... Read ›
  • Siapa yang nggak kenal Obama (bukan Osama), mungkin semua orang di dunia ini sudah tau siapa dia. Seorang senator dari partai demokrat, kulit hitam, anti perang Irak dan pastinya ingin perubahan. Tapi bukan itu, Perspektif Wimar edisi ini akan melihat sudut pandang lain tentang seorang Barack Obama dari teman-teman semasa kecilnya dulu di Indonesia. Yang kali ini diwakili oleh Indra Djaya Madewa dan Ronny Amir, dengan ditemani Revalina S Temat sebagai co host. ... Read ›
  • Tak bisa dipungkiri jika kita bicara tentang emansipasi wanita di Indonesia maka nama Kartini akan menjadi referensi utama, sehingga hari Kartinipun identik dengan kemajuan perempuan Indonesia. Di hari Kartini, Perspektif Wimar menghadirkan Deputi Gubernur Senior merangkap Pjs Gubernur BI, Prof.Dr. Miranda Gultom dengan ditemani Agni Pratistha sebagai co host... Read ›
  • Wimar said that Indonesians weary of the Bush administration’s policies in the Middle East and the war in Iraq feel Obama is someone who can understand their concerns as Muslims. “He represents change, and in a sense an apology from the US to the world for their misled policy, because he has from the beginning rejected the war in Iraq and he never categorised Islam as a troublemaker,” Witoelar said.... Read ›
  • Bertempat di hotel bintang lima, Perspektif Wimar bertemu untuk kedua kali dengan wakil sponsor, media dan profesional. Inti acara adalah rekaman dua episode Perspektif Wimar dalam format biasa 30 menit, tapi merupakan edisi khusus dengan live audience dan rekaman, menghadirkan Menkominfo M. Nuh. dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf.... Read ›

Next ›

Soundbytes

Wimar melempar perumpaan dirinya sebagai seorang koki yang tetap bertahan dengan resep andalannya

Gatra: Perspektif Koki Wimar

More Soundbytes ›

Wimar on ANTV

Perspektif Wimar
Tiap Senin-Jumat jam 6 pagi WIB

Wimar on Radio

Perspektif Baru
Tiap minggu di puluhan kota

Features

  • Wimar Witoelar Wimar Witoelar
    Get to know the man with the curly hair before you interview or see him in a seminar.
  • Perspektif Mailing List Milis Perspektif
    Masuknya bersyarat, tapi begitu gabung bebas bicara. Ikuti pesta pendapat ini.

Our Readers

History of Perspektif

  • 1994: SCTV execs consulted Wimar. He told them they need a good talk show. But who would host, they asked. "Me?". The Larry King style Perspektif drew a cult following.
  • 1995: For Perspektif's anniversary, a full day discussion panel was held with 1000 fans. Perspektif then published two bestsellers supported by publishing giants. Hotter than ever, Perspektif was mysteriously cancelled in September. SCTV claims it was self censorship. People ask was it really? Fans get nostalgic and Perspektif Live! toured the country responding to invitations and drew crowds of up to 2,000
  • 1996: No TV, no worry. Perspektif Baru was born, a weekly talk show syndicated on nationwide radio with transcripts in newspapers in major cities. The edgy image attracted major brands to sponsor more live events. Official website Perspektif Online was launched.
  • 1997: Back on TV with Selayang Pandang, award-winning talk show, and Dialog Aktual, which was axed in the middle of broadcast.
  • 1998: More political appearances in post-Suharto transition. Balanced by the Ordinary People concept, strengthened in a book launch event star-studded by public figures and celebrities.
  • 1999: Come election time, Wimar stirred the air with Detak Detik Pemilu live commentary simultaneously on six national TV channels. Terror threats reached home, while he won his second Panasonic Award as favorite talk show host.
  • 2000: President Abdurrahman Wahid said to the press he needs Wimar to be his spokesperson. Indonesia got the first spokesperson, Wimar got an insightful and exciting ride.
  • 2002: Wimar's tell all book No Regrets was launched in Jakarta, Singapore, Australia and USA. The bestseller required second printing, and Wimar became the intl press first option for political commentary.
  • 2003: Years promoting democracy, Perspektif Baru got support from Konrad Adenauer Stiftung based in Germany.
  • 2004: Perspektif Baru moved into public education on electoral democracy
  • 2005: Book launch of Perspektif Baru Spreads Its Wings

Sejarah Perspektif

  • Maret 1994: Saat belum ada talk show lugas, Perspektif muncul di SCTV tanggal 19 Maret 1994, setiap Sabtu sore.
  • Maret 1995: SCTV merayakan satu tahun Perspektif dengan acara diskusi panel "Perspektif Masa Depan" melibatkan 1000 peserta semangat.
  • Agustus 1995: Perspektif makin panas. Dua buku diterbitkan atas dukungan Mochtar Lubis dan Gramedia, langsung bestseller.
  • Sep 1995: Perspektif mendadak dihentikan SCTV tanggal 16 September 1995. SCTV tidak mengaku ada tekanan, tapi saksi dekat menyatakan penghentian datang langsung dari puncak pemerintahan.
  • Oct 1995: Penonton TV kangen. Perspektif Live! kunjungi kota-kota besar memenuhi undangan setempat, menyedot ratusan khalayak tiap pertunjukan. Rekor dicapai di Bandung dengan 2000 penonton.
  • Nov 1995: Wimar mengisi kolom Asal Usul di harian Kompas dengan tulisan pertama "Mendengarkan Orang Biasa". Sebuah konsep baru dalam perjuangan.
  • Jan 1996: Perspektif Baru hadir melalui media baru, radio dan suratkabar dalam sindikasi nasional di berbagai kota. Mewawancara Orang Biasa tiap minggu sampai sekarang.
  • Nov 1996: Berbagai show muncul dengan format sama dan judul berbeda sesuai dengan target audience. WW Live, Perspektif Bisnis Republika, LA Lights Dialog, dll, semua atas dasar permintaan.
  • Des 1996: Setelah berjalan dua website Perspektif dari penggemar, Perspektif Online lahir sebagai website resmi. Kebebasan bicara di internet semakin marak.
  • Mar 1997: Wimar kembali ke TV dalam acara Selayang Pandang di Indosiar. Lebih santai, tetap menyengat. Disusul oleh Dialog Aktual dengan moderator ganda bersama Dr. Sjahrir, sangat tajam dan dihentikan mendadak saat siaran.
  • Des 1998: Peluncuran buku baru dikemas dalam bentuk deklarasi Partai Orang Biasa. Meriah dengan atraksi 'reverse talk show' dan anugerah untuk Munir, diramaikan tokoh, selebriti dan teman2 yang semuanya Orang Biasa.
  • Jun 1999: Wimar membawa acara Detak Detik Pemilu, live di enam stasiun TV nasional. Saat status quo mulai terancam, Wimar diteror di rumah dan di kantor.
  • Nov 1999: Untuk kedua kali, Wimar menang Panasonic Awards sebagai Pemandu Talk Show Pria Favorit. Dinominasi empat tahun berturut2, menang dua kali (1997 dan 1999).
  • Oct 2000: Wimar baca di koran online bahwa Gus Dur memintanya menjadi juru bicara. Kenal saja tidak. Suatu kehormatan dan kesempatan bekerja untuk negara.
  • Feb 2002: Berisi pandangan mata, No Regrets terbit dan diluncurkan di empat negara Indonesia, Singapura, Australia, Amerika Serikat. Langsung habis dan edisi kedua diterbitkan.
  • Sep 2005: Perspektif Online ubah tampilan bersama dengan peluncuran buku Perspektif Baru Melebarkan Sayap  dengan dukungan Konrad Adenauer Stiftung.