Articles

  • Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Titi Anggraini menegaskan bahwa kita harus optimis terhadap demokrasi kita karena demokrasi sebenarnya adalah ke-Indonesia-an kita. Bagaimanapun demokrasi masih menawarkan sesuatu yang lebih baik dibandingkan alternatif-alternatifnya yaitu oligarki dan otoritarian. Kalau demokrasi tidak dipelihara maka kedua alternatif itulah yang akan kembali. Demikian diutarakan Titi ketika berkunjung ke Kantor Yayasan Perspektif Baru pada 4 Mei 2018.

    ... Read ›
  • A sudden spate of terrorist attacks in Indonesia during the past few weeks offers insights into how supporters of the Islamic State around the world are reacting to the group's defeats in the Middle East. 

    ... Read ›
  • What political miracle did former and now current Malaysian Prime Minister create on May 6? Not only did he come back after 15 years of political retirement following 22 years of service as Prime Minister at the age of 92. More importantly, Mahathir put the brakes on 60 years of the Barisan Nasional hegemony in a sensational electoral upset.

    ... Read ›
  • In 2010, The New York Times described Boracay, previously known for its laid-back party culture, as Asia’s next tourism hot spot, and since then it has landed on the covers and “best” lists of travel magazines. Now in 2018, the question is whether any tourism spot will manage to make use of kind nature and easy culture that the world has come to expect of Boracay, Bali, Phuket, Halong Bay and many versions of paradise on earth.


    ... Read ›
  • Now millennials are emerging in Indonesian politics and it is encouraging. We hope they will provide fresh voices and mew outlooks. It will be disappointing if they grow in strength only because they align themselves on the basis of group identity rather than by contributing to discourses on issues and causes.

    ... Read ›
  • As we approach the 2018 elections, the big question is whether Indonesian democracy will survive her foray into identity politics. For all its faults, Suharto’s New Order has succeeded keeping identity politics hidden, albeit through measure which at times seemed grossly unjust.

    ... Read ›
  • Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019 memiliki presentase pemilih muda dari generasi milenial yang cukup besar, yaitu sebesar 48% menurut data BPS. Dengan presentase yang cukup besar dari generasi yang melek teknologi, Pemilu kali ini akan memiliki warna yang berbeda dibanding pemilu-pemilu sebelumnya. Akan lebih banyak kampanye yang menggunakan platform digital. Fenomena ini tentunya harus lebih diawasi secara teliti, karena jika lengah, keadaan bisa menjadi lebih buruk. Kampanye secara digital dapat lebih mudah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang secara sengaja bertujuan untuk mempengaruhi hasil Pemilu.

    ... Read ›
  • Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit yang berbahaya. Penyakit ini bisa menular ke siapa saja tanpa memandang status, ras, jenis kelamin, dan usia. Penderita penyakit ini sebetulnya bisa disembuhkan. Sekretaris Yayasan Pejuang Tangguh TB RO (PETA) Jakarta Paran Sarimita Winarni mengunjungi kantor Yayasan Perspektif Baru (YPB) pada 10 April 2018 berbagi kisah kesulitan-kesulitan penderita TBC dan apa yang sebenarnya mereka butuhkan.

    ... Read ›
  • Akhir-akhir ini perdebatan mengenai Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) cukup banyak muncul di media massa. Sebenarnya apakah pentingnya RKUHP? Lalu mengapa banyak muncul kontroversi dari RKUHP? Miko GInting yang merupakan peneliti di Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonensia (PSHK) menganggap RKUHP perlu dibahas dan dikritisi agar penyusunannya akan efektif berjalan ke arah yang seharusnya.

    ... Read ›
  • Mengapa banyak isu-isu negatif yang dialamatkan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau yang populer disebut Jokowi? Dan bagaimana Jokowi menanggapinya? Staf Khusus Presiden Johan Budi dengan santai berbagi perpektifnya kepada Wimar Witoelar ketika mendatangi kantor Yayasan Perspektif Baru pada Senin 19 Maret 2018.

    ... Read ›
  • Menjelang pelaksanaan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada April  - Mei 2018, terdapat beberapa topik yang menarik untuk diangkat menjadi highlight, salah satunya adalah penyakit menular dan tidak menular.

    ... Read ›
  • Gus Dur membantu perjuangan para warga keturunan Tionghoa dengan berbagai cara, mulai dari penelitian hingga dakwah, sehingga pada masa kepemimpinan beliau, warga keturunan Tionghoa dengan cepat mendapat pengakuan dan perlindungan penuh. Hari Raya Imlek yang sebelumnya tidak dirayakan secara terbuka menjadi simbol puncak persamaan hak. Sebelum Gus Dur, tidak ada Imlek di Indonesia. Generasi muda Indonesia banyak yang tidak menyadari ini dan mengira bahwa Imlek sudah diakui dari dulu.

    ... Read ›
  • Ia bercerita bahwa Suzy Rizky merupakan orang yang dari dulu berjuang bersama-sama dengannya mendukung tokoh orang baik Indonesia Sri Mulyani untuk menjadi Presiden Indonesia. Ia tadinya tidak banyak kenal orang PSI namun setelah mengenal ia memahami bahwa semua orang PSI lulus fit and proper test. Semua anti korupsi dan semua anti intoleransi. “Ini partai yang bagus dan layak menerima Susy Rizky dan Susy Rizky layak memilih partai ini,” kata Wimar.

    ... Read ›
  • Burhanuddin Muhtadi berbincang dengan Wimar Witoelar di studio Perspektif Baru pada 5 Januari 2018 membahas tantangan intoleransi - produk politik identitas - yang mengancam keragaman Indonesia . Isu ini dinilai semakin relevan di tahun 2018 dan 2019

    ... Read ›
  • Yang dilakukan Trump membuat senang pemerintah Israel dan membuat marah banyak orang. Termasuk orang Amerika sendiri, karena kebanyakan tidak ingin memihak dalam konflik Palestina dan tidak ingin melibatkan negaranya kecuali untuk membantu menuju perdamaian. Sikap memihak mengundang reaksi garis keras terhadap orang Amerika di seluruh dunia.


    ... Read ›
  • Full recording from ABC TV discussing recent political developemnts after the shock defeat of jakarta Governor AHok

    ... Read ›
  • Mantan juru bicara Presiden Abdurahman Wahid, Wimar Witoelar, mengajak masyarakat Indonesia untuk melawan politik kebencian yang ada sekarang ini dengan merawat keragaman, nilai yang sudah dimiliki negara itu sejak lama.

    ... Read ›
  • Menjelang kedatangannya, Wimar Witoelar memberi kesempatan kepada FMIA untuk berbincang-bincang tentang pandangan dan keinginannya bertemu masyarakat di Melbourne. Melalui sambungan telepon dengan Putu Pendit di Bali, ia mengungkapkan keyakinannya tentang kebhinekaan Indonesia sebagai modal sosial yang akan membawa Indonesia ke gemilangan. Ia juga yakin bahwa Pemerintah saat ini di bawah kepemimpinan Jokowi akan mampu mengatasi semua upaya untuk merusak kehidupan masyarakat yang sudah menerima pluralisme sebagai keniscayaan.

    Berikut inti sari perbincangan itu

    ... Read ›
  • Saat ini DPR kerap jadi tumpahan cemooh masyarakat. Penyebabnya, antara lain, karena keterlibatan anggota-anggotanya dalam berbagai skandal korupsi dan sikap politik transaksional terang-terangan yang menjadi bahan berita hampir setiap hari.

    Sebagian besar dari citra negatif ini memang sudah sepantasnya, apalagi dilihat dari ekspektasi dalam euforia pasca-1998 yang mengharapkan demokrasi dan pemerintahan yang bersih. Namun, jika kita lihat lebih dekat, banyak juga bagian-bagian DPR yang berbuat usaha terpuji untuk kebaikan masyarakat meski hasilnya tidak selalu menggembirakan

    ... Read ›
  • The Jakarta Post 3 Oct 2017 Wimar Witoelar The writer was the spokesman for former president Abdurrahman Wahid (1999-2001). The views expressed are his own.

    As we reminisce on experiences of Sept. 30, 1965, my friend of 56 years opened his remarks by an observation that resolved many questions. Who set off the drama? Who was to blame for the rural massacre? Was Gen. Soeharto the solution or the problem? Why are some people raising the Indonesian Communist Party (PKI) as a current issue? His perspective cut through the noise that has enveloped social media. Here is what I learned.

    ... Read ›

Next ›

Soundbytes

We have always been a pluralist nation and will always remain one

More Soundbytes ›

Today's Indonesia on TIC- The Indonesia Channel

Wimar Show on Radar TV


Period Jan - Mar 2013

tvTWO

independent opinions and interviews

just click tvTWO
or on YouTube, search for "tvTWO wimar's channel"

Perspektif Baru

on radio every week in more than 100 towns and 11 newspapers
complete transcripts since 2000:

By and about Wimar

* [Wimar Witoelar sebagai Moderator] Diskusi Publik: Membentuk Satgas Masyarakat Adat, Mewujudkan Rekonsiliasi
* NSW Centenary 2001: For a Better Society
* Cosmo Men: Finding Fabregas
* Kompas: Tetap semangat meskipun harus dipapah
* Fjar Aryanto menulis tentang WW
* Kompasiana: Mengapa Wimar menyerang Aburizal Bakrie di Twitter?
* JGlobe: A Man of Many Cutting Words
* WIMAR SAYS di majalah Area
* Menulis Karena Diarahkan Orang Lain...
* Artikel dan kolom WW ttg SMI di Mimbar Politik
* Mirip Konfrontasi Malaysia Era Soekarno
* Provokasi media cetus kemarahan terhadap Malaysia
* Calls for 'war' in Indonesia-Malaysia dance spat
* Cultural dispute tests Malaysia-Indonesia ties (Feature)
* Agence France-Presse: Indonesia sees more reform after Yudhoyono victory
* AUDIO: Former presidential advisor Wimar Witoelar discusses the final days of the poll
* ABC Saturday Extra - Wimar vs Jusuf Wanandi
* Agence France-Presse - Yudhoyono's legacy a stabler, cleaner Indonesia
* Reuters-Forbes-BBC News - Indonesia's methodical Yudhoyono eyes second term
* The Malaysian Insider: How Indonesia’s presidency has evolved * Brisbane Times - Historic debate polite, calm
* ABC Asia Pacific - SBY cruising to victory in Indonesia's presidential elections
* Brisbane Times - Historic debate polite, calm
* Angola Press: Le président Yudhoyono, l'homme à battre de la présidentielle indonésienne
* Prodigy: Yudhoyono, gran favorito en los comicios indonesios

InterMatrix Communications

Official Website
We Are Promoting The Good Guys

Movie Cameos

CLAUDIA/JASMINE with Kirana Larasati, Kinariyosih
in theaters around Indonesia and on VCD

CHIKA with Sarah Jessica, Chintami Atmanegara, Sarah Sechan
in theaters around Indonesia

Columns

AREA magazine click

Books

* Perspektif
* Mencuri Kejernihan dari kerancuan click
* Menuju Partai Orang Biasa click
* Perspektif Baru Melebarkan Sayap click
* No Regrets click
* 'Hell Yeah' by Fira Basuki click
* A Book About Nothing click
* More About Nothing click
* Still More About Nothing click

About Wimar

  • Wimar Witoelar Wimar Witoelar
    Get to know the man with the curly hair before you interview or see him in a seminar.

Our Readers

History of Perspektif

  • 1994: SCTV execs consulted Wimar. He told them they need a good talk show. But who would host, they asked. "Me?". The Larry King style Perspektif drew a cult following.
  • 1995: For Perspektif's anniversary, a full day discussion panel was held with 1000 fans. Perspektif then published two bestsellers supported by publishing giants. Hotter than ever, Perspektif was mysteriously cancelled in September. SCTV claims it was self censorship. People ask was it really? Fans get nostalgic and Perspektif Live! toured the country responding to invitations and drew crowds of up to 2,000
  • 1996: No TV, no worry. Perspektif Baru was born, a weekly talk show syndicated on nationwide radio with transcripts in newspapers in major cities. The edgy image attracted major brands to sponsor more live events. Official website Perspektif Online was launched.
  • 1997: Back on TV with Selayang Pandang, award-winning talk show, and Dialog Aktual, which was axed in the middle of broadcast.
  • 1998: More political appearances in post-Suharto transition. Balanced by the Ordinary People concept, strengthened in a book launch event star-studded by public figures and celebrities.
  • 1999: Come election time, Wimar stirred the air with Detak Detik Pemilu live commentary simultaneously on six national TV channels. Terror threats reached home, while he won his second Panasonic Award as favorite talk show host.
  • 2000: President Abdurrahman Wahid said to the press he needs Wimar to be his spokesperson. Indonesia got the first spokesperson, Wimar got an insightful and exciting ride.
  • 2002: Wimar's tell all book No Regrets was launched in Jakarta, Singapore, Australia and USA. The bestseller required second printing, and Wimar became the intl press first option for political commentary.
  • 2003: Years promoting democracy, Perspektif Baru got support from Konrad Adenauer Stiftung based in Germany.
  • 2004: Perspektif Baru moved into public education on electoral democracy
  • 2005: Book launch of Perspektif Baru Spreads Its Wings
  • March 2006-2007: StarTV HK Board Member/strong>
  • March-June 2006: Perspektif Wimar/strong> Daily talk show on Anteve at 06:00-06:30, Maret-Juni 2008
  • Sep-Oct 2009: Wimar Live/strong> Weekly talk show on Metro TV
  • 2011: Talkindo/strong> Weekly talk show with Dalton Tanonaka anhd Rahayu Saraswati on Metro TV
  • Sep 2011: Book Launch, Still More About Nothing/strong> Cold Stone, Pondok Indah Mall 2

Sejarah Perspektif

  • Maret 1994: Saat belum ada talk show lugas, Perspektif muncul di SCTV tanggal 19 Maret 1994, setiap Sabtu sore.
  • Maret 1995: SCTV merayakan satu tahun Perspektif dengan acara diskusi panel "Perspektif Masa Depan" melibatkan 1000 peserta semangat.
  • Agustus 1995: Perspektif makin panas. Dua buku diterbitkan atas dukungan Mochtar Lubis dan Gramedia, langsung bestseller.
  • Sep 1995: Perspektif mendadak dihentikan SCTV tanggal 16 September 1995. SCTV tidak mengaku ada tekanan, tapi saksi dekat menyatakan penghentian datang langsung dari puncak pemerintahan.
  • Oct 1995: Penonton TV kangen. Perspektif Live! kunjungi kota-kota besar memenuhi undangan setempat, menyedot ratusan khalayak tiap pertunjukan. Rekor dicapai di Bandung dengan 2000 penonton.
  • Nov 1995: Wimar mengisi kolom Asal Usul di harian Kompas dengan tulisan pertama "Mendengarkan Orang Biasa". Sebuah konsep baru dalam perjuangan.
  • Jan 1996: Perspektif Baru hadir melalui media baru, radio dan suratkabar dalam sindikasi nasional di berbagai kota. Mewawancara Orang Biasa tiap minggu sampai sekarang.
  • Nov 1996: Berbagai show muncul dengan format sama dan judul berbeda sesuai dengan target audience. WW Live, Perspektif Bisnis Republika, LA Lights Dialog, dll, semua atas dasar permintaan.
  • Des 1996: Setelah berjalan dua website Perspektif dari penggemar, Perspektif Online lahir sebagai website resmi. Kebebasan bicara di internet semakin marak.
  • Mar 1997: Wimar kembali ke TV dalam acara Selayang Pandang di Indosiar. Lebih santai, tetap menyengat. Disusul oleh Dialog Aktual dengan moderator ganda bersama Dr. Sjahrir, sangat tajam dan dihentikan mendadak saat siaran.
  • Des 1998: Peluncuran buku baru dikemas dalam bentuk deklarasi Partai Orang Biasa. Meriah dengan atraksi 'reverse talk show' dan anugerah untuk Munir, diramaikan tokoh, selebriti dan teman2 yang semuanya Orang Biasa.
  • Jun 1999: Wimar membawa acara Detak Detik Pemilu, live di enam stasiun TV nasional. Saat status quo mulai terancam, Wimar diteror di rumah dan di kantor.
  • Nov 1999: Untuk kedua kali, Wimar menang Panasonic Awards sebagai Pemandu Talk Show Pria Favorit. Dinominasi empat tahun berturut2, menang dua kali (1997 dan 1999).
  • Oct 2000: Wimar baca di koran online bahwa Gus Dur memintanya menjadi juru bicara. Kenal saja tidak. Suatu kehormatan dan kesempatan bekerja untuk negara.
  • Feb 2002: Berisi pandangan mata, No Regrets terbit dan diluncurkan di empat negara Indonesia, Singapura, Australia, Amerika Serikat. Langsung habis dan edisi kedua diterbitkan.
  • Sep 2005: Perspektif Online ubah tampilan bersama dengan peluncuran buku Perspektif Baru Melebarkan Sayap  dengan dukungan Konrad Adenauer Stiftung.
  • Maret-Juni 2008: Perspektif Wimar/strong> acara talkshow Anteve tiap hari jam 06:00-06:30