Articles

  • Dari pidato Bill Clinton mendukung Barfack Obama di Konvensi Partai Demokrat... Read ›
  • Tanggal 14-16 Agustus 2008 kemarin, rombongan IMX melakukan outing ke Kota Pahlawan, Surabaya Jawa Timur. Tiga hari dua malam menjadi waktu yang cukup untuk memanjakan diri dari suasana yang penat. ’Outing ke Surabaya mumpung ngga ada kerjaan’. Itu yang terpampang dari sebuah poster yang dipasang di depan bus untuk menandakan bahwa bus yang kita tumpangi adalah turis lokal dari Jakarta... Read ›
  • Pilihan makin tajam. McCain meninggalkan basis moderat dan mencoba meraih kepercayaan dari kaum agama yang disebut sebagai 'evangelical right.' Obama makin jelas menunjukkan pandangan liberal tanpa meninggalkan basis, karena dari semula ia jelas dan konsisten mengenai karakter dia yang merangkul semua golongan secara inklusif. ... Read ›
  • Susah juga kita yakin bahwa jika mantan presiden itu memberikan nasihat kepada presiden yang sekarang, apakah itu akan membantu banyak untuk kepentingan bangsa. Sebab, tidak terlihat perbedaan program antara Megawati dengan SBY karena memang tidak ada program yang unik.Sebetulnya program yang kita perlukan hanya satu, yaitu memberantas korupsi. Selama korupsi belum dihadapi dengan tegas, kegiatan presiden hanyalah konsolidasi politik. Presiden SBY lebih bersih daripada presiden sebelumnya. Tapi, beliau sangat toleran terhadap orang korup dalam kabinetnya. Kebersihan SBY malah menjadi payung pelindung untuk penguasa sekelilingnya. ... Read ›
  • 'Partai-partai yang ada kebanyakan hanya mau cari duit aja.' Mencari duit tidak salah, yang salah adalah pemakaian duit itu oleh orang-orang yang kurang baik. Harusnya, uangnya dipakai untuk menampilkan tokoh-tokoh baru yang baik, orang yang belum punya dukungan selama ini. Banyak orang baik yang dihargai masyarakat, alangkah baiknya kalau partai menginvestasikan uangnya pada orang itu.... Read ›
  • Jangan bilang sebuah film itu jelek padahal belum kita tonton, jangan juga bicara tentang demokrasi jika belum tahu apa itu demokrasi. Jadi kita harus tahu dulu tentang suatu hal baru bisa bilang itu jelek atau bagus. Itulah salah satu pesan Wimar Witoelar pada diskusi ringan bersama anggota Kelompok Studi Mahasiswa Universitas Nasional di kantor InterMatrix, 9 Agustus 2008. ... Read ›
  • McCain hopes to remain hidden while he throws slurs on Obama and the Democrats. He should be stopped. The public should focus on the Republican record and remember that the US needs to get away from the shadow of George Bush who has abused the presidency so flagrantly. ... Read ›
  • Pernah saya bicara di telepon dengan seorang rekan dan percakapannya lama sekali, walaupun bahan pembicaraan sudah habis semua. Akhirnya saya tanya pada rekan itu apakah masih ada yang mau ditanyakan. Jawabnya, "Mas, saya sih dari tadi sudah tidak ada bahan, tapi anda yang menelpon saya, jadi sewajarnya anda yang mengakhiri percakapan ini."... Read ›
  • Barack Obama melakukan kunjungan ke Afghanistan dan Irak pertama kali sebagai bakal calon Presiden Amerika Serikat, tapi di pers Indonesia liputannya kalah sama kasus pembunuhan oleh Ryan. Memang, masyarakat kita tidak tidak terlalu tertarik pada masalah luar negeri, tapi sangat mudah untuk mencela negara lain.... Read ›
  • Dengan menghadirkan Syamsuddin Haris dan Adi Suryadi Culla sebagai pembicara, acara ini disambut cukup antusias. Tidak hanya dari mahasiswa Unhas, tetapi mahasiswa dari beberapa kampus lain di Makassar juga ikut serta. Bahkan, kalangan pelajar juga tidak mau ketinggalan menghadiri acara ini. Hasilnya, jumlah peserta pun melebihi dari yang ditargetkan oleh panitia. ... Read ›
  • Dengan segala kekecewaan orang terhadap SBY, kelihatannya Presiden kita yang keenam ini akan bertahan sampai selesai masa kerjanya di tahun 2009. Jika memang demikian jadinya, maka ia akan mencatat satu keberhasilan: Presiden pertama yang memulai dan mengakhiri jabatannya secara normal. Apa maksudnya 'normal'?... Read ›
  • "Both northern Australia and eastern Indonesia are both areas which are away from the centre," says Mr Witoelar. "Areas which are away from the centre get much less attention than they deserve. You could have synergy there."... Read ›
  • ABC Radio Late Night Live interviews Wimar in Darwin for the North Australia Forum. Wimar Witoelar argues that Indonesia must accept responsibility for past atrocities in East Timor and he talks about the democratisation process in Indonesia as well as its improving relationship with Australia. LISTEN TO AUDIO... Read ›
  • Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid, Wimar Witoelar, membahas isu hubungan bertetangga di kawasan Asia Pasifik dalam Forum “North Australia” Australian Broadcasting Corporation (ABC) bersama Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Gedung Pusat Konvensi Darwin, Selasa [24/06] sore.... Read ›
  • Setelah 3 bulan mengudara, Perspektif Wimar diakhiri oleh episode yang berbeda, yaitu promosional dengan sponsor, dan dalam bahasa Inggris. Secara kebetulan, ini menunjukkan bahwa Perspektif Wimar menyambut baik tugas komersial suatu tayangan televisi swasta. ... Read ›
  • Meskipun tidak sepopuler dangdut, rock, pop dan metal di Indonesia, musik Jazz tetap memiliki arti sendiri di mata pecintanya. Kita juga patut bangga karena bisa melahirkan maestro – maestro Jazz yang bukan hanya di kenal di dalam negeri tapi juga terkenal sampai mancanegara. Salah satunya adalah Ireng Maulana yang menjadi tamu di Perspektif Wimar edisi kali ini.... Read ›
  • Untuk menjadi bangsa yang maju sekiranya dibutuhkan beberapa faktor penunjang. Selain sumber daya alam dan manusia yang baik, bangsa yang kreatif juga menjadi faktor penting lainnya. Hadir di Perspektif Wimar kali ini Menteri Perdagangan Dr. Mari Elka Pangestu yang akan menjelaskan pentingnya pengembangan ekonomi industri kreatif bagi kemajuan Indonesia. ... Read ›
  • Sudah hampir tiga bulan lamanya Perspektif Wimar setia menemani sarapan pagi anda di layar tv, dan tidak lama lagi akan segera menghilang dari layar kaca anda entah untuk sementara atau seterusnya (jangan sampe deh!!). So, untuk menutup pertemuan selama tiga bulan yang berkesan ini, ketiga co host yaitu Meisya Siregar, Cathy Sharon dan Melissa Karim akan berbagi cerita, kesan dan perspektif selama menjadi “pendamping” Wimar Witoelar. Yuk, kita liat cerita mereka…... Read ›
  • Prestasi anak-anak bangsa yang mampu mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional melalui olimpiade fisika, ternyata tidak lepas dari tangan dingin seorang Prof. Yohanes Surya, Ph.D yang menjadi narasumber di Perspektif Wimar kali ini dengan co host Cathy Sharon... Read ›
  • Pemilihan presiden yang tinggal setahun lagi rupanya masih menyisakan banyak tanda tanya tentang berbagai peraturan yang mengaturnya.mulai dari persayaratan calon, dana kampanye,bagaimana partai bisa mengusung capres. pengaturan kampanye, dll. Hadir di Perspektif Wimar edisi ini Ketua Pansus UU Pilpres yang juga salah satu fungsionaris Partai Golkar Ferry Mursyidan Baldan.... Read ›

Next ›

Soundbytes

Artis Masuk Politik 28 Agustus, konvensi Obama 29 Agustus

28 Agustus jam 5-6 sore, Didiet Adiputro debat "Fenomena Artis Masuk Politik". Trax FM Jakarta (101.4 FM)

29 Agustus jam 8-9 pagi, WW menanggapi Democratic Convention. Metro TV..... Partai Demokrat di Amrik, pastinya, bukan partainya SBY hehe

More Soundbytes ›

Wimar Tour

Surabaya: August 15-16, 2008
Solo: August 18-20, 2008
Bali: October 2008
Melbourne: November 2008

Wimar on Radio

Perspektif Baru
Tiap minggu di puluhan kota

Features

  • Wimar Witoelar Wimar Witoelar
    Get to know the man with the curly hair before you interview or see him in a seminar.
  • Perspektif Mailing List Milis Perspektif
    Masuknya bersyarat, tapi begitu gabung bebas bicara. Ikuti pesta pendapat ini.

Our Readers

History of Perspektif

  • 1994: SCTV execs consulted Wimar. He told them they need a good talk show. But who would host, they asked. "Me?". The Larry King style Perspektif drew a cult following.
  • 1995: For Perspektif's anniversary, a full day discussion panel was held with 1000 fans. Perspektif then published two bestsellers supported by publishing giants. Hotter than ever, Perspektif was mysteriously cancelled in September. SCTV claims it was self censorship. People ask was it really? Fans get nostalgic and Perspektif Live! toured the country responding to invitations and drew crowds of up to 2,000
  • 1996: No TV, no worry. Perspektif Baru was born, a weekly talk show syndicated on nationwide radio with transcripts in newspapers in major cities. The edgy image attracted major brands to sponsor more live events. Official website Perspektif Online was launched.
  • 1997: Back on TV with Selayang Pandang, award-winning talk show, and Dialog Aktual, which was axed in the middle of broadcast.
  • 1998: More political appearances in post-Suharto transition. Balanced by the Ordinary People concept, strengthened in a book launch event star-studded by public figures and celebrities.
  • 1999: Come election time, Wimar stirred the air with Detak Detik Pemilu live commentary simultaneously on six national TV channels. Terror threats reached home, while he won his second Panasonic Award as favorite talk show host.
  • 2000: President Abdurrahman Wahid said to the press he needs Wimar to be his spokesperson. Indonesia got the first spokesperson, Wimar got an insightful and exciting ride.
  • 2002: Wimar's tell all book No Regrets was launched in Jakarta, Singapore, Australia and USA. The bestseller required second printing, and Wimar became the intl press first option for political commentary.
  • 2003: Years promoting democracy, Perspektif Baru got support from Konrad Adenauer Stiftung based in Germany.
  • 2004: Perspektif Baru moved into public education on electoral democracy
  • 2005: Book launch of Perspektif Baru Spreads Its Wings

Sejarah Perspektif

  • Maret 1994: Saat belum ada talk show lugas, Perspektif muncul di SCTV tanggal 19 Maret 1994, setiap Sabtu sore.
  • Maret 1995: SCTV merayakan satu tahun Perspektif dengan acara diskusi panel "Perspektif Masa Depan" melibatkan 1000 peserta semangat.
  • Agustus 1995: Perspektif makin panas. Dua buku diterbitkan atas dukungan Mochtar Lubis dan Gramedia, langsung bestseller.
  • Sep 1995: Perspektif mendadak dihentikan SCTV tanggal 16 September 1995. SCTV tidak mengaku ada tekanan, tapi saksi dekat menyatakan penghentian datang langsung dari puncak pemerintahan.
  • Oct 1995: Penonton TV kangen. Perspektif Live! kunjungi kota-kota besar memenuhi undangan setempat, menyedot ratusan khalayak tiap pertunjukan. Rekor dicapai di Bandung dengan 2000 penonton.
  • Nov 1995: Wimar mengisi kolom Asal Usul di harian Kompas dengan tulisan pertama "Mendengarkan Orang Biasa". Sebuah konsep baru dalam perjuangan.
  • Jan 1996: Perspektif Baru hadir melalui media baru, radio dan suratkabar dalam sindikasi nasional di berbagai kota. Mewawancara Orang Biasa tiap minggu sampai sekarang.
  • Nov 1996: Berbagai show muncul dengan format sama dan judul berbeda sesuai dengan target audience. WW Live, Perspektif Bisnis Republika, LA Lights Dialog, dll, semua atas dasar permintaan.
  • Des 1996: Setelah berjalan dua website Perspektif dari penggemar, Perspektif Online lahir sebagai website resmi. Kebebasan bicara di internet semakin marak.
  • Mar 1997: Wimar kembali ke TV dalam acara Selayang Pandang di Indosiar. Lebih santai, tetap menyengat. Disusul oleh Dialog Aktual dengan moderator ganda bersama Dr. Sjahrir, sangat tajam dan dihentikan mendadak saat siaran.
  • Des 1998: Peluncuran buku baru dikemas dalam bentuk deklarasi Partai Orang Biasa. Meriah dengan atraksi 'reverse talk show' dan anugerah untuk Munir, diramaikan tokoh, selebriti dan teman2 yang semuanya Orang Biasa.
  • Jun 1999: Wimar membawa acara Detak Detik Pemilu, live di enam stasiun TV nasional. Saat status quo mulai terancam, Wimar diteror di rumah dan di kantor.
  • Nov 1999: Untuk kedua kali, Wimar menang Panasonic Awards sebagai Pemandu Talk Show Pria Favorit. Dinominasi empat tahun berturut2, menang dua kali (1997 dan 1999).
  • Oct 2000: Wimar baca di koran online bahwa Gus Dur memintanya menjadi juru bicara. Kenal saja tidak. Suatu kehormatan dan kesempatan bekerja untuk negara.
  • Feb 2002: Berisi pandangan mata, No Regrets terbit dan diluncurkan di empat negara Indonesia, Singapura, Australia, Amerika Serikat. Langsung habis dan edisi kedua diterbitkan.
  • Sep 2005: Perspektif Online ubah tampilan bersama dengan peluncuran buku Perspektif Baru Melebarkan Sayap  dengan dukungan Konrad Adenauer Stiftung.