Articles

  • Bicara mengenai Pancasila kita sebenarnya sudah beyond menghafalkan sila satu per satu atau membahasnya. Tapi kita terus rileks dalam kehidupan kita. Sebab apa yang kita alami adalah produk dari Pancasila. Bahwa kita bisa berekspresi bebas, bahwa kita bisa bergerak sebagai masyarakat plural yang sederajat semua suku, semua pemeluk agama, semua daerah, itu akibat Pancasila. Kegiatan-kegiatan yang akhir-akhir ini muncul membuat kita khawatir bahwa Pancasila itu tidak bisa dibiarkan bertahan dengan sendirinya tapi harus dibantu. Seperti saya yang sudah tidak bisa jalan perlu kursi roda. Tapi Pancasila belum masuk kursi roda.

    Read ›
  •  

    Walaupun AS keluar dari Paris Agreement, Negara-negara dunia penandatangan Paris Agreement, pihak perusahaan multinasional, organisasi-organisasi internasional, dan stakeholders lain tetap mendukung Paris Agreement.  Sehingga, walaupun keluarnya AS akan membuat masalah, namun tetap akan bisa diatasi bersama. Nasib dan masa depan bumi ini bukan ditentukan oleh AS saja, melainkan oleh 146 Negara Pihak perjanjian Paris yang telah meratifikasinya, dan pihak-pihak terkait perubahan iklim, serta tentu saja oleh kita semua, warga dunia.


    Read ›
  • Ihad the privilege of having a one-on-one conversation the other day with a gentleman who heads the Indonesian office of a major multilateral institution. We structured the conversation in a Q&A on Indonesian current concerns.

    Read ›
  • The people of Britain have spoken. With exceptions in Scotland and Northern Ireland, the Brexit referendum shows that the people have chosen to Leave Europe, leaving the government and big business in shock and speculating. What can we learn from this, just days after the shock result?

    We live in an age of globalization and global opportunities exist as local employment faces problems. Economic opportunities have never been so high globally but not everybody has access to these. With the exceptions of London, Scotland, and Northern Ireland, all UK voted to exit the EU. The Leave vote was strong in the West Midlands and the Northeast, industrial lands that have lost significant employment.

    Read ›
  • The initial research led by M. Nurkkhoiron from Komnas HAM has established five types of minorities that the Indonesian government should consider in devising future government policies. These five groups are sexual orientation and identity minorities, racial, ethnic, disability-based, religious and faith minorities. For this purpose, not only Komnas HAM researchers had an open speech about the current situation that minorities are facing in an everyday life but we also heard from people who are part of those minorities groups, giving us testimony of their struggles to fit in the society.

    Read ›
  • Presiden Jokowi telah membuat keputusan yang sangat berani dan beliau juga akan bertanggung jawab karena telah menutup PSSI. Karena sepokbola Indonesia untuk waktu yang lama telah di dominasi oleh orang-orang yang membuat suap, manipulasi skor, hal itu merupakan sesuatu  yang sudah di ketahui semua orang, tetapi tidak tahu cara menghadapinya. Akibatnya, tim nasional tidak pernah mampu mengumpulkan kekuatan yang cukup, dan mereka tidak pernah memenangkan medali. Mengenai sanksi yang diberikan oleh FIFA, saya rasa kita tidak perlu berpikir untuk menarik sanksi FIFA, karena kita tidak perlu FIFA pada saat ini. FIFA berguna jika kita memiliki harapan melakukan turnamen FIFA seperti Piala Dunia atau Olimpiade, tapi kita sangat jauh dari mencapai apa pun di sana, kita tidak pernah melampaui babak pertama.

    Read ›
  • Wimar Witoelar is viewpoint analyst on 'Today’s Indonesia', a program on The Indonesia Channel. It started in June 2014, and for you who missed this program, you can watch on your gadget now. YouTube makes it easy for you to find any activity and perspective of Wimar Witoelar. Below are the YouTube's link

    Read ›
  • Abdon Nababan pulang dari Canada tanggal 29 Mei 2015 setelah menerima award di Alberta, Canada yaitu “Ostrom Award” yang menghargai prestasi AMAN di dunia dengan menyebut prestasi yang konkrit. Ada 6 hal yang menjadi sebab diberikannya award ini, antara lain keluarnya keputusan MK35 dua tahun yang lalu. Kemudian juga adanya Inkuiri Nasional bekerjasama dengan Komnas HAM yang membawa masalah-masalah pelanggaran ketidakadilan masyarakat di hutan kepada forum nasional yng sangat terhormat. Kemudian juga partisipasi AMAN dalam pemetaan mengikuti one-map policy dengan mengintegrasikan pemetaan oleh masyarakat. Tidak jadi pertanyaan lagi bahwa aliansi masyarakat adat sekarang  ini kuat. Di forum Internasional WCIP di New York, AMAN menjadi bintangnya. Di COP Paris nanti akan tampil. Tapi bukan berarti kita  bangga hanya karena diberi penghargaan internasional. Kita tidak tergantung pada penghargaan internasional tapi boleh bangga.

     

    Read ›
  • Konflik Rohynga telah menyebabkan sekumpulan orang ketakutan dan merasa tidak aman sehingga mencoba untuk pergi. Tetapi, Negara-negara tetangga dan bahkan para aktivis di Myanmar pun tidak berbuat apa-apa. Beruntung para pengungsi diterima dengan baik oleh penduduk Aceh. Saya senang Umat Muslim di Aceh menolong para pengungsi, namun, akan lebih baik jika umat Hindu, Budha, Kristen, dan Katholik juga turut menolong mereka. Karena ini bukan soal agama dan kepercayaan, tapi ini adalah Tragedi Kemanusiaan. Saya juga senang ketika mendengar Malaysia juga turut menolong para pengungsi.

    Read ›
  • Sekumpulan orang-orang dari berbagai macam kalangan yang independen alias tidak berpartai namun mereka memberikan dukungannya untuk salah satu kandidat calon presiden yaitu Jokowi. Dari Mei 2014, bersamaan dengan hari kebangkitan Nasional, mendeklarasikan dan berkomitmen, mendukung Jokowi, menjadi pemimpin Indonesia.

    Read ›
  • Political analyst and commentator, Wimar Witoelar, discusses the up coming Indonesian election which will replace President Susilo Bambang Yudhuyono and says it's going to be a choice between those who would like to go back to the Suharto days and those who want to get as far away from the Suharto era as possible.

    Read ›
  • Para pekerja kreatif yang selalu dianggap kurang melek politik, hari selasa kemarin menjadi pembuktian lain bahwa mereka juga menampilkan diri di depan umum dan memamerkan karya-karya kreatifnya dalam bentuk dukungan dan kampanye. Mereka mendeklarasikan diri sebagai Generasi Optimis Indonesia dengan melakukan Kampanye Kreatif untuk Jokowi-JK.

    Read ›
  • My main objection is.. Why should we pick someone who has been problematic in the past when we have a candidate who is clean? All Prabowo has to do is explain what he did in 98, why he went to Jordan, and what he has done since, campaigning here. It’s a bit opaque, not transparent

    Read ›
  • Kepala Unit Kerja Kepresidenan Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto menunjukkan data berupa peta, yang di dalamnya terlihat ada ada 112 titik api di wilayah APP dan 78 titik api di wilayah APRIL. “Secara sistematik, saya bisa melihat ini adalah ulah perusahaan-perusahaan ini, dan saya minta tidak menyalahkan rakyat kecil,” ujarnya.

    Read ›
  • Perjalanan Wimar ke Washington DC seperti pulang kampung setelah 11 tahun tidak pernah kembai. Tidak ada yang berubah di Washington selama 11 tahun ini, sedangkan di Indonesia banyak sekali yang telah berubah. Dihadapan diaspora Indonesia di Washington DC,  Wimar berbagi perspektif mengenai perkembangan Indonesia selama 10 tahun ini, bagaimana Indonesia menjalankan perjalanan demokrasi serta pandangan ke arah Pemilu 2014.

    Read ›
  • The streets were quiet and I asked the taxi driver why. He said in a neutral voice that Sukarno had just passed away. I was silent with mixed emotions. For four years our student movement had been urging Suharto to take charge of the country. Now Sukarno’s death made the process irrevocable. There was a feeling of passage, and in fact an anticlimax. Sukarno’s death was a low-key event; nobody talked about it, because Sukarno had disappeared ever since Suharto took over power in 1966.

    Read ›
  • If you pay attention to the current relationship between Australia and Indonesia, you will see that those two are now very good mates. While Australia is Indonesia’s most important development partner, the two of them work together to tackle people-smuggling and terrorism. However, if you ask people on the ground, the reality might be different, mostly due to a lack of cultural understanding from both sides about the other. This was the issue addressed during the last Australian ABC’s radio show on 30th May where Wimar Witoelar and Greg Moriarty, the Australian Ambassador in Indonesia were invited.  

    Read ›
  • Lebih dari 100 Desa turut serta dalam Festival Jawa Kidul di desa Mandalamekar, Tasikmalaya, 2-5 Juni 2012. Festival ini adalah ajang bertukar pikiran dan pengalaman antara para aparat pemerintahan desa dalam menjalankan reformasi tata pemerintahan desa yang terbuka, akuntabel dan partisipatif.

    Read ›
  • The gap between strong words and strong action has become more striking as more issues supersede previous unresolved challenges. Politically driven criminal acts stretch out from the Lapindo Mud Disaster to the Gayus Tax Fraud case to the ongoing tug of war between national interests and business-political collusion over Newmont. On the other hand, antidotes against crime led by the KPK and his own crime busters are inadequately supported by the President. Public disruption by extremists using religious symbols are ignored in the blackest period of flaunting disregard for the nation’s pluralist foundation.

     

    Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›