Articles

  • Wimar Witoelar mengatakan saat menghidupkan kembali kegiatan sehari-hari dan kegiatan ekonomi harus tanpa mengundang bahaya dari bangkitnya kembali COVID-19. Tetapi kebijaksanaan untuk menghentikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada hakekatnya mempersilakan penduduknya untuk ke luar dari pengasingan zaman COVID-19 dan mulai menghidupkan roda perekonomian serta kegiatan sehari-hari.

    Read ›
  • Wimar mengatakan peristiwa rasisme terhadap warga AS George Floyd, yang mengalami perlakuan brutal polisi dan kemudian meninggal, tidak berdiri sendiri. Ini berangkaian mulai dari pembunuhan sampai kepada unjuk rasa, kekerasan, dan reaksi balik Trump yang berlebih kejam. Tetapi di balik itu juga dasarnya sangat kuat dalam tradisi politik kebudayaan AS, dimana sejarah rasisme itu tidak hilang juga bahkan di masa pemerintahan Trump lebih dipertebal.

    Read ›
  • Wimar Witoelar mengatakan kita harus pertahankan fokus pada mengatasi pandemi COVID-19, Janganlah mengurus politik kecil, politik pribadi agenda perebutan kekuasaan. Biarkanlah seakan-akan orang Indonesia lupa berpolitik, dan biarkanlah sosial media hanya berisi soal sehari-hari, soal bagaimana mengatasi kebutuhan karena tidak adanya kegiatan ekonomi, dan bagaimana memelihara kesehatan supaya terhindar dari COVID-19.

    Read ›
  • Wimar mengatakan bagi mereka yang terpaksa harus bekerja lagi maka bekerja. Tapi bagi mereka yang bisa menunggu maka dilanjutkan saja pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sampai betul-betul aman nanti. Jadi tidak ada sebetulnya konflik kepentingan, atau kompromi antara keamanan kesehatan dengan kegiatan ekonomi. Dua-duanya harus berjalan.

    Read ›
  •  

    Wimar mengatakan peristiwa lahirnya reformasi 1998 datang sebagai hasil suatu proses ,tetapi juga bisa dikatakan kebetulan. Dia membelah jalannya sejarah menjadi bagian pra reformasi dan sesudah reformasi. Segala yang menjadi pegangan pada zaman sebelum reformasi, yaitu zaman Orde Baru, tidak bisa lagi menjadi pegangan sesudahnya. Kenormalan itu hilang dan diganti menjadi the new normal. 

    Wimar mengatakan peristiwa lahirnya reformasi 1998 datang sebagai hasil suatu proses ,tetapi juga bisa dikatakan kebetulan. Dia membelah jalannya sejarah menjadi bagian pra reformasi dan sesudah reformasi. Segala yang menjadi pegangan pada zaman sebelum reformasi, yaitu zaman Orde Baru, tidak bisa lagi menjadi pegangan sesudahnya. Kenormalan itu hilang dan diganti menjadi the new normal. 

     

    Read ›
  • Wimar mengatakan COVID-19 mulainya berbeda-beda sehingga berhentinya juga berbeda-beda. Kalau berhentinya tidak hati-hati, itu bisa seperti truk yang remnya blong. Bisa berhenti, lalu jalan lagi. Bisa ada gelombang kedua atau ketiga. Kecuali kalau seperti di Islandia dimana semua penduduk sudah mulai kira-kira bersamaan dan sudah berhenti bersamaan juga. Jadi sudah selesai. Namun tidak semua negara memiliki cerita penanganan COVID-19 seperti Islandia. Di sebagain besar negara, seperti Indonesia, AS, dan di negara-negara Eropa itu runyam dan pusing sekali.

    Read ›
  • Wimar Witoelar mengatakan babak kedua dari pandemi COVID-19 sudah hampir mulai. Di babak kedua ini semua masih serba sulit diperhitungkan. Namun yang jelas adalah keadaan tidak bisa menjadi kembali normal dalam waktu singkat. Agar keadaan bisa lebih baik dibutuhkan vaksin yang hingga sekarang belum ditemukan dan setelah ditemukan masih perlu proses lama sampai bisa dimanfaatkan semua orang.

    Read ›
  • Wimar Witoelar berbagi beragam kilasan pikirannya mengenai perkembangan terbaru bagaimana dunia menghadapi virus Corona. Kini berbagai negara termasuk Norwegia, Spanyol, Swiss dan Amerika Serikat mulai bersiap-siap keluar dari pandemi COVID-19. Ini dilakukan terutama dengan menghidupkan kembali ekonomi masyarakat. Tidak semua negara punya sudut pandang yang sama. Amerika Serikat melakukannya dengan cara Donald Trump yang seperti berjudi yaitu mengambil resiko besar untuk menaikkan peluangnya menang pemilihan presiden Amerika Serikat di bulan November.

    Read ›
  • Menurut Wimar Witoelar, orang sudah mulai memikirkan dan merencanakan bagaimana nanti kita keluar dari cengkraman pandemi ini, dan bagaimana langkah-langkahnya. Kalau keluarnya tidak hati-hati maka pandemi bisa kembali lagi dengan lebih dahsyat. Jadi jalan turun itu sama susahnya dengan jalan naik. Para pengambil kebijaksanaan merasakan tekanan ini.

    Read ›
  • Wimar mengatakan kita akan melalui COVID-19 ini seperti kita melalui suatu portal, suatu pintu gerbang dari kegelapan ke arah mudah-mudahan pencerahan dan mudah-mudahan energi yang baru. Kita berharap bahwa setelah pademi berlalu maka semangat orang akan kembali bangkit lagi, bahkan kalau bisa melebihi semangat semula. Namun yang lebih fundamental dari itu adalah bagaimana kemudian portal COVID-19 itu mempengaruhi perubahan sosial.

    Read ›
  • Wimar Witoelar berbagi beragam kilasan pikirannya mengenai virus Corona, termasuk di dalamnya adalah pemaparan mengenai sejarah Hari Bumi yang berawal dari keberhasilan pesawat antariksa AS mendarat di Bulan. Peristiwa tersebut makin menumbuhkan apresiasi tinggi pada alam kita, sehingga pada tahun itu juga di AS dibentuk  Environment Protection Agency (EPA).

    Read ›
  • In the most comprehensive report to date on the economic implications of protecting nature, over 100 economists and scientists find that the global economy would benefit from the establishment of far more protected areas on land and at sea than exist today. The report considers various scenarios of protecting at least 30% of the world’s land and ocean to find that the benefits outweigh the costs by a ratio of at least 5-to-1. The report offers new evidence that the nature conservation sector drives economic growth, delivers key non-monetary benefits and is a net contributor to a resilient global economy.

    In the most comprehensive report to date on the economic implications of protecting nature, over 100 economists and scientists find that the global economy would benefit from the establishment of far more protected areas on land and at sea than exist today. The report considers various scenarios of protecting at least 30% of the world’s land and ocean to find that the benefits outweigh the costs by a ratio of at least 5-to-1.

    Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›