Articles

  • Bicara mengenai Pancasila kita sebenarnya sudah beyond menghafalkan sila satu per satu atau membahasnya. Tapi kita terus rileks dalam kehidupan kita. Sebab apa yang kita alami adalah produk dari Pancasila. Bahwa kita bisa berekspresi bebas, bahwa kita bisa bergerak sebagai masyarakat plural yang sederajat semua suku, semua pemeluk agama, semua daerah, itu akibat Pancasila. Kegiatan-kegiatan yang akhir-akhir ini muncul membuat kita khawatir bahwa Pancasila itu tidak bisa dibiarkan bertahan dengan sendirinya tapi harus dibantu. Seperti saya yang sudah tidak bisa jalan perlu kursi roda. Tapi Pancasila belum masuk kursi roda.

    Read ›
  •  

    Walaupun AS keluar dari Paris Agreement, Negara-negara dunia penandatangan Paris Agreement, pihak perusahaan multinasional, organisasi-organisasi internasional, dan stakeholders lain tetap mendukung Paris Agreement.  Sehingga, walaupun keluarnya AS akan membuat masalah, namun tetap akan bisa diatasi bersama. Nasib dan masa depan bumi ini bukan ditentukan oleh AS saja, melainkan oleh 146 Negara Pihak perjanjian Paris yang telah meratifikasinya, dan pihak-pihak terkait perubahan iklim, serta tentu saja oleh kita semua, warga dunia.


    Read ›
  • Ihad the privilege of having a one-on-one conversation the other day with a gentleman who heads the Indonesian office of a major multilateral institution. We structured the conversation in a Q&A on Indonesian current concerns.

    Read ›
  • Indonesia saat ini sedang berada dalam tahap waspada. Waspada akan isu yang bisa memecah belah kesatuan bangsa ini, isu yang sudah pernah digunakan dan terbukti berhasil dalam menggulingkan pemerintahan. Isu SARA (Suku, Agama, Ras, Antar-golongan).

    Read ›
  • Tsamara Amany berpendapat bahwa warga harus berbuat sesuatu secara politis untuk mencegah ancaman terhadap kebhinekaan Indonesia, Pendapat dari Ysamara sebagai Deputi Ketua Partai Soldaritas Indonesia, partai anak muda, disampaikan dengan tegas dalam wawancarta Perspektif Baru dengan Wimar Witoelar.

    Read ›
  • “Di Indonesia, yang bisa memobilisasi Emosi lah yang menang.” ujar Rumadi, Ketua Lakpesdam Nahdhatul Ulama (NU).

    Saat itu siang di hari Kamis, tepatnya 4 Mei 2017, Rumadi bersama 5 orang pembicara lainnya dalam acara diskusi “Menimbang Keadilan Kasus Ahok” yang diselenggarakan oleh Partai Solidaritas Indomesia, mengungkapkan perspektif mereka mengenai kasus penistaan agama yang menimpa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Selain Rumadi, hadir sebagai pembicara adalah Bambang Harymurti selaku Inisiator Petisi Keadilan untuk Ahok, Anggara sebagai Peneliti Senior Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Okky Madasari yang berprofesi sebagai Penulis, dan Dini Purwono seorang Ahli Hukum. 

    Read ›
  •  

    In this discussion he insisted that the government make its best effort to speed up the recognition of indigenous forests. "Now social forests which are still in process amount to 590.000 hectares. I have already instructed the ministries to act swiftly in distributing the land. I know that this is right of the indigenous peoples. If we give the rights to the indigenous peoples, I'm sure that the forests will be better kept and more green. I saw this myself in the field," says the President.

     

     

    Read ›
  • Peluncuruan buku “Why Forest? Why Now? The Science, Economics, and Politics of Tropical Frorests and Climate Change” karya Frances Seymour dan Jonas Busch (peneliti di Center for Global Development) digelar Selasa (21/3) di Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Hutan Internasional.

    Read ›
  • “Jika ada Cinta, it will be always there!.” Seru Wimar Witoelar setelah melakukan Juice Cheers. Hadirin kemudian bertepuk tangan, beberapa ada yang menyerukan persetujuan, terdengar seruan “betul pak!” dari audiens di pojok ruangan. Juice Cheers mengawali acara peluncuran buku “Kitab Jodoh” yang dilakukan di Re.Juve Kota Kasablanka, Kamis, 9 februari 2017.

    Read ›
  • Minggu siang, 12 Februari 2017. Suasana salah satu sudut CozyField Cafe Gramedia di Pondok Indah Mall tampak lebih riuh dikerumuni pengunjung lebih dari biasanya. Tampak pula wajah-wajah selebritas dan tokoh seperti Wimar Witoelar, Rano Karno, Desy Ratnasari, Indro Warkop, pelawak Komeng, Fira Basuki, Shanti Serat, Susy Rizky, dan lainnya.

    Tokoh literasi dan jurnalistik Maman Suherman sedang menggelar peluncuran buku Trilogi GuMaman Kang Maman yaitu tiga buku "Notulen", "Sundul Gan!", dan "Aku Takut KehilanganMu". Event diskusi santai tersebut juga merupakan perayaan 30 tahun sepak terjang Maman di dunia jurnalistik dan literasi.

    Read ›
  • Dua hari menjabat sebagai presiden Amerika, sudah muncul banyak cerita mengenai Trump, salah satunya adalah mengenai demonstrasi dan sedikitnya yang hadir di inaugurasi. Apakah pemerintahan Trump kedepannya akan penuh gejolak?

    Read ›
  • Bagaimana Anda melihat kondisi politik saat ini?

    Ya Indonesia selalu berada dalam transisi pancaroba. Dan mungkin tahun ini adalah salah satu tahun yang terpenting. Sebab sejak perubahan besar tahun 1998, ini sekarang kita mengalami masa di mana rakyat punya kekuasaan untuk mengkaji kembali arah politik Indonesia. Mudah-mudahan berakhir dengan tidak merusak hasil yang sudah dicapai selama ini.

    Read ›
  • Hipotesa yang berkembang adalah bahwa Hillary sudah kalah sebelum kampanye karena ia tidak menghayati keresahan rakyat terhadap elite politik. Kalangan  yang tidak puas ini mau menerima Trump walaupun tidak konsisten, tidak benar, berperilaku buruk, menghina perempuan, merendahkan agama Islam dan keturunan lain. Clinton keliru dengan kampanye yang merendahkan Trump, karena Trump dijagokan sebagai pahlawan rakyat,

     

    Read ›
  • Dalam beberapa waktu yang lalu, publik di Indonesia sempat dihebohkan oleh kasus kewarganegaraan ganda yang menyangkut nama Arcandra Tahar, menteri ESDM yang baru diangkat oleh Presiden Jokowi. Arcandra yang menggantikan menteri sebelumnya Sudirman Said ini diketahui ternyata memiliki kewarganegaraan ganda yaitu Indonesia dan Amerika Serikat.

    Read ›
  • "kalau kamu ngga tau dan bingung,

    Kamu bisa tanya di weker wimar”

     

    telp : 021 – 750 65 26

    Twitter : @yuhu_live / @weker_wimar (jangan lupa follow yaaaa…)

    Sms : 0812.118.8181, atau email ke yuhu@mlin.id

    Video streaming & live chat : zeemi.tv, id –nya: yuhu

    Audio streaming : www.yuhu.id

     

    Read ›
  •  “Kalau kamu ngga tau dan bingung,

    Kamu bisa tanya di Weker Wimar”

     

     Telp : 021 – 750 65 26

     @yuhu_live/ @weker_wimar (JANGAN LUPA FOLLOW YAAA…)

     Video streaming & live chat : zeemi.tv, id-nya : yuhu

    Audio steaming : www.yuhu.id

    Read ›
  • Tim Kaine mengenakan dasi merah pada debat calon wakil presiden di Virginia, Selasa malam. Mike Pence mengenakan dasi biru. Warna-warna tersebut lucunya juga menunjukkan suasana emosi malam itu: Kaine emosional sedangkan Pence tenang.

    Pada pernyataan pembukaannya, si demokrat menunjukkan berbagai gaya yang tidak beraturan: dia berusaha memperkenalkan diri secara terburu-buru, mengutip tokoh lokal hak-hak masyarakat, memuji pasangan kampanyenya, menyinggung ketidakstabilan Donald Trump, dan pesan-pesan itu semua tercampur baur dalam ekspresi kegelisahan.

     

    Read ›
  • “Kalau kamu ngga tau dan bingung,

    kamu bisa tanya di Weker Wimar”

     

     TELP : 021 – 750 65 26

    @YUHU_LIVE / @WEKER_WIMAR (JANGAN LUPA FOLLOW YAAAA…)

     VIDEO STREAMING & LIVE CHAT : ZEEMI.TV, ID –NYA: YUHU

     AUDIO STREAMING : WWW.YUHU.ID

    Read ›
  • “Kalau kamu ngga tau dan bingung, kamu bisa tanya di Weker Wimar”

    Telepon: 021 – 750 65 26

    Twitter: @YUHU_LIVE / @WEKER_WIMAR

    Video Streaming & Live chat: ZEEMI.TV, ID: YUHU

    Audio Streaming: WWW.YUHU.ID

    Read ›
  • Apa yang terlintas di benak ketika mendengar kata “lansia”? sebagian besar dari kita akan memikirkan “tua” , “jompo” , dan “lemah”, namun, tidak sedikit pula yang akan memikirkan “pengalaman” , “veteran”, atau bahkan “pensiunan”. “Lansia” adalah kependekan dari “Lanjut Usia”.

    Menurut Adhi Santika, seorang dosen UI dan pendiri Yayasan Swastivarna, “Lansia” adalah kelompok umur diatas 60 tahun. Usia yang telah melewati masa Golden Age atau istilah lainnya adalah “Tidak muda lagi”. Hampir semua orang kategori “Lansia” adalah seorang pensiunan atau orang yang sudah tidak bekerja atau beraktifitas seperti orang-orang di kelompok usia dibawahnya. Sementara “Kelanjutusiaan” secara harfiah dapat diartikan sebagai sebuah proses penuaan atau Aging. Kedua hal ini tidak bisa dihindari, meskipun begitu, menurut Adhi, semuanya bisa dipersiapkan. 

    Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›