Articles

  • Minggu siang, 12 Februari 2017. Suasana salah satu sudut CozyField Cafe Gramedia di Pondok Indah Mall tampak lebih riuh dikerumuni pengunjung lebih dari biasanya. Tampak pula wajah-wajah selebritas dan tokoh seperti Wimar Witoelar, Rano Karno, Desy Ratnasari, Indro Warkop, pelawak Komeng, Fira Basuki, Shanti Serat, Susy Rizky, dan lainnya.

    Tokoh literasi dan jurnalistik Maman Suherman sedang menggelar peluncuran buku Trilogi GuMaman Kang Maman yaitu tiga buku "Notulen", "Sundul Gan!", dan "Aku Takut KehilanganMu". Event diskusi santai tersebut juga merupakan perayaan 30 tahun sepak terjang Maman di dunia jurnalistik dan literasi.

    Read ›
  • Dua hari menjabat sebagai presiden Amerika, sudah muncul banyak cerita mengenai Trump, salah satunya adalah mengenai demonstrasi dan sedikitnya yang hadir di inaugurasi. Apakah pemerintahan Trump kedepannya akan penuh gejolak?

    Read ›
  • Bagaimana Anda melihat kondisi politik saat ini?

    Ya Indonesia selalu berada dalam transisi pancaroba. Dan mungkin tahun ini adalah salah satu tahun yang terpenting. Sebab sejak perubahan besar tahun 1998, ini sekarang kita mengalami masa di mana rakyat punya kekuasaan untuk mengkaji kembali arah politik Indonesia. Mudah-mudahan berakhir dengan tidak merusak hasil yang sudah dicapai selama ini.

    Read ›
  • Hipotesa yang berkembang adalah bahwa Hillary sudah kalah sebelum kampanye karena ia tidak menghayati keresahan rakyat terhadap elite politik. Kalangan  yang tidak puas ini mau menerima Trump walaupun tidak konsisten, tidak benar, berperilaku buruk, menghina perempuan, merendahkan agama Islam dan keturunan lain. Clinton keliru dengan kampanye yang merendahkan Trump, karena Trump dijagokan sebagai pahlawan rakyat,

     

    Read ›
  • Dalam beberapa waktu yang lalu, publik di Indonesia sempat dihebohkan oleh kasus kewarganegaraan ganda yang menyangkut nama Arcandra Tahar, menteri ESDM yang baru diangkat oleh Presiden Jokowi. Arcandra yang menggantikan menteri sebelumnya Sudirman Said ini diketahui ternyata memiliki kewarganegaraan ganda yaitu Indonesia dan Amerika Serikat.

    Read ›
  • "kalau kamu ngga tau dan bingung,

    Kamu bisa tanya di weker wimar”

     

    telp : 021 – 750 65 26

    Twitter : @yuhu_live / @weker_wimar (jangan lupa follow yaaaa…)

    Sms : 0812.118.8181, atau email ke yuhu@mlin.id

    Video streaming & live chat : zeemi.tv, id –nya: yuhu

    Audio streaming : www.yuhu.id

     

    Read ›
  •  “Kalau kamu ngga tau dan bingung,

    Kamu bisa tanya di Weker Wimar”

     

     Telp : 021 – 750 65 26

     @yuhu_live/ @weker_wimar (JANGAN LUPA FOLLOW YAAA…)

     Video streaming & live chat : zeemi.tv, id-nya : yuhu

    Audio steaming : www.yuhu.id

    Read ›
  • Tim Kaine mengenakan dasi merah pada debat calon wakil presiden di Virginia, Selasa malam. Mike Pence mengenakan dasi biru. Warna-warna tersebut lucunya juga menunjukkan suasana emosi malam itu: Kaine emosional sedangkan Pence tenang.

    Pada pernyataan pembukaannya, si demokrat menunjukkan berbagai gaya yang tidak beraturan: dia berusaha memperkenalkan diri secara terburu-buru, mengutip tokoh lokal hak-hak masyarakat, memuji pasangan kampanyenya, menyinggung ketidakstabilan Donald Trump, dan pesan-pesan itu semua tercampur baur dalam ekspresi kegelisahan.

     

    Read ›
  • “Kalau kamu ngga tau dan bingung,

    kamu bisa tanya di Weker Wimar”

     

     TELP : 021 – 750 65 26

    @YUHU_LIVE / @WEKER_WIMAR (JANGAN LUPA FOLLOW YAAAA…)

     VIDEO STREAMING & LIVE CHAT : ZEEMI.TV, ID –NYA: YUHU

     AUDIO STREAMING : WWW.YUHU.ID

    Read ›
  • “Kalau kamu ngga tau dan bingung, kamu bisa tanya di Weker Wimar”

    Telepon: 021 – 750 65 26

    Twitter: @YUHU_LIVE / @WEKER_WIMAR

    Video Streaming & Live chat: ZEEMI.TV, ID: YUHU

    Audio Streaming: WWW.YUHU.ID

    Read ›
  • Apa yang terlintas di benak ketika mendengar kata “lansia”? sebagian besar dari kita akan memikirkan “tua” , “jompo” , dan “lemah”, namun, tidak sedikit pula yang akan memikirkan “pengalaman” , “veteran”, atau bahkan “pensiunan”. “Lansia” adalah kependekan dari “Lanjut Usia”.

    Menurut Adhi Santika, seorang dosen UI dan pendiri Yayasan Swastivarna, “Lansia” adalah kelompok umur diatas 60 tahun. Usia yang telah melewati masa Golden Age atau istilah lainnya adalah “Tidak muda lagi”. Hampir semua orang kategori “Lansia” adalah seorang pensiunan atau orang yang sudah tidak bekerja atau beraktifitas seperti orang-orang di kelompok usia dibawahnya. Sementara “Kelanjutusiaan” secara harfiah dapat diartikan sebagai sebuah proses penuaan atau Aging. Kedua hal ini tidak bisa dihindari, meskipun begitu, menurut Adhi, semuanya bisa dipersiapkan. 

    Read ›
  • “Kalau kamu ngga tau dan bingung,

    kamu bisa tanya di Weker Wimar”

     

     TELP : 021 – 750 65 26

    @YUHU_LIVE / @WEKER_WIMAR (JANGAN LUPA FOLLOW YAAAA…)

     VIDEO STREAMING & LIVE CHAT : ZEEMI.TV, ID –NYA: YUHU

     AUDIO STREAMING : WWW.YUHU.ID

    Read ›
  • Pada tanggal 6 November 2016, lebih dari 100 juta pemilih di Amerika Serikat akan menentukan Presiden mereka untuk 4 tahun berikutnya. Pada saat ini, polling menunjukkan kecenderungan berimbang antara calon Partai Republik Donald Trump dan calon Partai Demokrat Hillary Clinton. Sungguh aneh keadaan berimbang ini, sebab tidak pernah ada perbedaan yang mencolok seperti ini antara dua calonPresiden AS dalam sejarah Pilpres modern.

    Read ›
  • Last week an investigative team from the Environment and Forestry Ministry was ambushed as it investigated fire-ravaged concession lands in Rokan Hulu, Riau.

    Later, a team from the Peatland Restoration Agency (BRG) was prevented by security staff from the Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) company from conducting an inspection to collect data on the opening of new peatlands and the construction of canals as reported by the local community.

    Read ›
  • Dwi kewarganegaraan (DK) akhir-akhir ini menjadi topik hangat di Tanah Air. Seiring dengan derasnya arus globalisiasi, pasar bebas, serta migrasi internasional, baik-buruk serta tepat-tidaknya memberlakukan DK adalah suatu wacana yang harus dikaji oleh (hampir) semua negara. Tak terkecuali Indonesia. 

    Read ›
  • “Senang sekali bertemu anda on this very spicy day,” sapa WImar dari kamar tidurnya ke para pendengar setia Weker Wimar pada Selasa, 2 Agustus 2016. Tema Weker Wimar pagi itu adalah rempah-rempah (spices). Kenapa rempah-rempah? Menurut Wimar, rempahlah yang membuat Indonesia pada masa lalu masuk dalam peta dunia.


    Indonesia dulu dikenal sebagai spice islands. Wimar mengingat masa kecilnya ketika bersekolah di Eropa ia pernah ditanya dari mana asalnya. Lalu ketika menjawab ia dari Indonesia, orang yang bertanya menanggapi, “Oh, the spice islands!”

     

     

    Read ›
  • Kalau kamu gak tahu bisa tanya di Weker Wimar," ujar Wimar Witoelar membuka talk show radionya pagi itu dari kamar tidurnya, Selasa 21 Juli 2016.

    Biasanya Wimar memulai acara radionya dengan menceritakan berita-berita menarik seputar manca negara yang ia dengar. Namun pagi itu berbeda karena Wimar bersedih akibat ada lagi aksi teror yang kali ini dialami Jerman. Ironis memang. Kalau dahulu turis Eropa pergi ke Indonesia bertanya-tanya dahulu apakah aman berkunjung, sekarang kita orang Indonesia yang perlu bertanya-tanya jika akan mengunjungi Eropa.

     

    Read ›
  • The people of Britain have spoken. With exceptions in Scotland and Northern Ireland, the Brexit referendum shows that the people have chosen to Leave Europe, leaving the government and big business in shock and speculating. What can we learn from this, just days after the shock result?

    We live in an age of globalization and global opportunities exist as local employment faces problems. Economic opportunities have never been so high globally but not everybody has access to these. With the exceptions of London, Scotland, and Northern Ireland, all UK voted to exit the EU. The Leave vote was strong in the West Midlands and the Northeast, industrial lands that have lost significant employment.

    Read ›
  • The initial research led by M. Nurkkhoiron from Komnas HAM has established five types of minorities that the Indonesian government should consider in devising future government policies. These five groups are sexual orientation and identity minorities, racial, ethnic, disability-based, religious and faith minorities. For this purpose, not only Komnas HAM researchers had an open speech about the current situation that minorities are facing in an everyday life but we also heard from people who are part of those minorities groups, giving us testimony of their struggles to fit in the society.

    Read ›
  • As the screams got louder and rowdier, and as more rocks flew into my house, I ran downstairs and saw my dad. “Turn off the lights! Stay inside!” he said. Behind him are several small bags, filled with important documents he had prepared last week, right after the news of Trisakti students shot dead.

    Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›