Articles

  • Jika satu langkah saja untuk berpikir bahwa kalau orang-orang yang digemari orang itu ingin dijadikan pemimpin formal maka harus ada dukungan politik. Itu sebetulnya makna pencalonan Sri Mulyani. SRI tidak harus dianggap berguna untuk pendukung Sri Mulyani saja tapi dia pasti berguna juga untuk setiap orang yang mengharapkan kebuntuan, kekentalan oligarki politik ini dicairkan oleh suara segar dan yang paling mudah kita catat bahwa gerakan politik yang paling bermanfaat, paling kuat, bukanlah mendirikan partai, bukanlah mengumpulkan pendukung, tetapi memberikan suara anda sendiri pada pemilu kelak. Suara itu bisa diberikan tanpa harus merasa terbelenggu oleh calon partai kalau anda sendiri ikut mendorong munculnya calon diluar partai. Saat ini ada dua yang secara pribadi menjanjikan. Secara politik masih perlu dukungan kita semua, Faisal Basri dan Sri Mulyani

    Read ›
  • Andi yang pernah menjadi anggota ‘tim tujuh’ (tim yang bertugas merumuskan paket undang-undang politik ketika masa awal reformasi), melihat banyak kemajuan dalam demokrasi di Indonesia selama 10 tahun terakhir. Ketika menjadi salah satu perumus paket UU Politik, Andi sangat menekankan bahwa demokrasi dan desentralisasi merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan, sehingga pada awal reformasi lahirlah konsep otonomi daerah yang berbarengan dengan bangkitnya demokratisasi. Read ›
  • Kalau bicara penyakit berbahaya, maka yang terlintas dipikiran kita belakangan ini mungkin merujuk pada AIDS, flu burung demam berdarah atau TBC. Sementara, malaria yang sudah mulai dianggap biasa, ternyata masih tergolong penyakit yang serius. Untuk menjelaskan bahaya malaria di Indonesia, hadir di Perspektif Wimar sebagai narasumber Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes Dr. Nyoman Kandun, MPH, yang ditemani co host Cathy Sharon Read ›
  • Memperingati hari kesehatan dunia yang jatuh pada 7 April, Perspektif Wimar mengajak pemirsa untuk kembali memperhatikan pentingnya kesehatan di zaman yang semakin modern ini, dengan menghadirkan Menteri Kesehatan Ibu Dr.dr. Siti Fadilah Supari dan ditemani Revalina S Temat sebagai co host. Perspektif Wimar kali ini tidak hanya membahas permasalahan seputar kesehatan di Indonesia, tapi juga menjadi ajang klarifikasi “gosip kontoversial” (bukan gosip selingkuh yaa) yang menimpa bu menteri. Read ›
  • Lagi-lagi terima kasih, Jak Audience. Baru bulan lalu Wimar's World menempati peringkat pertama dari 90 acara, minggu ini dikabarkan talk show kita menempati peringkat kedua dari 102 acara di Jak-TV, menurut panduan utama semua stasiun televisi, ACNielsen. Apa rencana kita selanjutnya? Read ›
  • Tepat pada hari Valentine, rating agency tunggal di Indonesia ACNielsen, memberikan hadiah pada acara WIMAR's WORLD, yaitu peringkat pertama dalam Top TV Rating di antara 90 program JakTV, dan nomor 17 di antara 82 program talk show di semua saluran TV di Jakarta. Read ›
  • Pemerintah DKI Jakarta pada hari Rabu (17/1) telah mengeluarkan kebijakan yang mengharuskan semua warganya menjauhkan unggas peliharaannya dari daerah pemukiman terhitung 17 Januari 2007. Pada 1 Februari 2007, pemerintah DKI akan mulai melakukan razia unggas ke pemukiman-pemukiman. Ini merupakan tanda baik respons konkrit pemerintah melawan bahaya pandemi yang akan mengorbankan jutaan orang. Menurut ahli WHO, pandemi flu burung pasti akan datang, tinggal soal waktu. Makin kita ceroboh, makin cepat pandemi datang. Read ›
  • Tahun lalu Indonesia memiliki kasus flu burung tertinggi dengan 45 orang meninggal. Tahun ini sudah 4 orang meninggal. Wimar's World mengangkat topik Flu Burung malam ini 22.00 di Jak-TV. Read ›
  • Cafe show 'Talk About Nothing' disiarkan perdana LIVE melalui Trijaya Network di berbagai kota. Di Jakarta 104.6FM. Silakan datang tiap Selasa 19.30 di Kafe Pisa Jalan Mahakam Kebayoran Baru. Tamu pertama, dr Nova Riyanto Yusuf, bicara mengenai stres di kota besar bagi kaum perempuan. Read ›
  • Setiap orang punya minat sendiri, tapi tahukah anda topik apa yang paling menyedot perhatian orang selama tahun 2006 ini? Mana yang lebih populer, SBY atau Sutiyoso? Lumpur atau Blog? Poligami atau Pornoaksi? Read ›
  • Dari majalah Djakarta, ini tulisan mengenai hal-hal penting yang tidak bisa dan tidak harus diperoleh dengan uang. Informasi, pengetahuan mengenai hal-hal yang amat penting untuk survival. Read ›
  • Sejak majalah DJAKARTA! mulai terbit, Wimar sudah mengisi dengan kolom setiap edisi. Bahkan Wimar tampil dalam gambar sampul edisi perdana. Katanya orang senang juga baca kolom ini. Tulisannya sangat ringan, tapi kadang-kadang dibahas. Seperti menurut Ita Sembiring ini... Tapi, tunggu dulu! Apa anda tidak berminat ikut menghias sampul belakang buku, atau halaman buku, dengan komentar mengenai seri tulisan ini? Read ›
  • Apa sebetulnya arti kata "kosmopolitan". Definisi serius bisa dicari di kamus, tapi dalam artikel majalah djakarta! ini Wimar membahasnya dari apa yang dilihat sekitar kita. Tidak sementereng kesan gaul, tapi.. Read ›
  • Ini adalah artikel pertama di majalah djakarta! mengikuti perjanjian yang baru. Tiap edisi (sekali dua minggu) artikel Wimar akan mengisi satu halaman bersama bahan diambil dari acara Perspektif Baru. Artikel ini sendiri baru muncuk di Perspektif Online setelah keluar di majalah djakarta! Oh ya, sekarang setiap edisi majalah djakarta! dihiasi logo kecil di sampul depan dengan tulisan 'wimar inside' . Maunya sih seperti 'Intel inside' hehe... Read ›
  • Walau agak terdesak dari headlines, Flu Burung tidak berkurang ancamannya. Kasus bertambah terus dan lebih penting lagi, kemungkinan masih ada untuk munculnya pandemi yang menghabiskan jutaan orang. Tapi orang setengah percaya. Sebagian kecil orang sangat kuatir akan terjadi bahkan setengah pasrah. Orang yang informed sudah mulai waspada seperti terhadap AIDS. Cuman, dalam hal Bird Flu tidak ada cara pencegahan bagi seorang individu. Kebijaksanaan pemerintah bisa menghambat bahaya, tapi nggak bisa asal ngomong aja. Kebijaksanaan yang bagaimana? Read ›
  • Sementara team ekonomi dibenahi karena banyak direpotkan oleh 'investor asing' dan 'pasar', pengelolaan masalah rakyat tidak ditangani sama sekali. Kesehatan, pendidikan, income generation, disaster management. Wah, asyik sekali kalau jabatan Menko Kesra diserahkan kepada tokoh Civil Society. Dengan mengefektifkan network civil society global, kita tidak terhambat batasan APBN. Mengapa tidak menunjuk orang yang punya social compassion? Read ›
  • Kegagalan pemerintah disebabkan olah kesalahan para Menteri, tapi tanggung jawabnya 100% pada Presiden. Jadi percuma meminta SBY reshuffle kabinet, karena sudah terbukti beliau tidak bisa memilih orang. Pergaulannya kurang luas. Di pihak lain, kita tidak mau juga mengganti Presiden sampai Pemilu 2009. Jadi orang biasa harus mengambil alih tugas Presiden, menekankan issue penting, menyusun prioritas. Dan mengawasi para Menteri. Yang nggak beres diminta diganti. Lebih gampang buat SBY, daripada diminta reshuffle, trus bingung, siapa yang mau diganti? Semuanya kan baik sama dia. Read ›
  • 1. Teror adalah kegiatan orang sesat yang sudah berlangsung sejak awal zaman. Apalagi di Indonesia bukan barang baru. Sekarang diperkeras oleh liputan media, komunikasi internet dan reaksi primordial pemerintah Bush. 2. Teror adalah kegiatan biadab, acak yang tidak perlu dibela atas alasan apapun. Tapi jangan katakan bahwa teroris tidak bertanggung jawab, sebab mereka sangat bertanggungjawab terhadap keyakinannya sendiri. Tanggung jawab apa yang lebih besar daripada mengorbankan jiwa sendiri, untuk maksud sesat sekalipun? Jangan persamakan tanggung jawab dengan manfaat umum. 3. Teroris dilakukan orang sedikit dengan dedikasi banyak. Perlawanan terorisme bisa dilakukan oleh orang sedikit juga (ahli kontraterorisme) tapi karena kontra-teroris tidak sebebas teroris, upaya mereka perlu ditambah dengan dukungan orang banyak. Orang banyak harus berpandangan sama, bahwa teroris harus dihentikan, dengan melaporkan perilaku orang aneh dan mencurigakan dan tidak melindungi mereka. 4. Saluran melapor dan dilapor harus dibuat sangat lancar oleh pemerintah dan lembaga internasional tanpa dibumbui diskriminasi terhadap agama apapun. Read ›
  • City View Episode 1: Pedagang burung masih belum paham mengenai wabah penyakit flu burung yang mematikan. Bahkan beranggapan burung tidak termasuk unggas. Read ›
  • Setelah "menghilang" selama lima tahun, Pemandu Acara peraih Panasonic Award Wimar Witoelar kembali hadir menemui Anda di televisi selama lima hari dalam program bincang-bincang 30 menit bertajuk 'City View' di Jak TV mulai 17 sampai 21 Oktober 2005 setiap pukul 22.00. Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›