Articles

  • Menjelang kedatangannya, Wimar Witoelar memberi kesempatan kepada FMIA untuk berbincang-bincang tentang pandangan dan keinginannya bertemu masyarakat di Melbourne. Melalui sambungan telepon dengan Putu Pendit di Bali, ia mengungkapkan keyakinannya tentang kebhinekaan Indonesia sebagai modal sosial yang akan membawa Indonesia ke gemilangan. Ia juga yakin bahwa Pemerintah saat ini di bawah kepemimpinan Jokowi akan mampu mengatasi semua upaya untuk merusak kehidupan masyarakat yang sudah menerima pluralisme sebagai keniscayaan.

    Berikut inti sari perbincangan itu

    Read ›
  • Bandung pada 71 tahun yang lalu yaitu tepatnya 23 Maret 1946, terjadi peristiwa heroik bersejarah di sana yang hingga kini dikenal dengan Bandung Lautan Api. Para warga berkorban membakar rumah-rumah mereka agar kota mereka tidak ditempati para pasukan kolonial.

    Kini setelah lama kita merdeka dan melewati berbagai rezim zaman telah berubah. Namun semangat kebangsaan menjaga keragaman tetap terlihat pada 17 Agustus 2017 tahun ini pada acara Deklarasi Relawan Kebangsaan Satu Indonesia yang digagas Satu Indonesia di Hotel Hemangini. Hadir sebagai pembicara di acara tersebut pendiri 

    Read ›
  • Sore hari yang mendung sejuk di restoran Tjap Toean The Breeze, BSD City, semakin hangat ketika penyanyi Titi Joe mulai memainkan lagu “Pancasila Rumah Kita”. Lagu yang dinyanyikan Titi yang namanya melejit setelah membintangi film dokumenter internasional “Jalanan” tersebut sangat pas sekali membuka acara diskusi Merawat Keragaman bertema “Pluralisme Kekuatan Positif Indonesia” yang diselenggarakan Yayasan Perspektif Baru (YPB) pada Senin 17 Juli 2017. Dengan santai namun mendalam lagu tersebut mengajarkan keragamann kepada kita semua yaitu bahwa Indonesia adalah untuk kita semua dan kita semua harus saling berbagi.

    Read ›
  • Oleh: Mahisa Dwi Prastowo

    Menurut Wimar Witoelar, perkembangan intoleransi di Indonesia berjalan bersamaan dengan tumbuhnya toleransi. Situasinya kira-kira sama seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Ketika pemenuhan dan perlindungan hak-hak sipil berkembang sangat baik di Amerika, di saat yang sama ada fenomena Donald Trump yang merupakan calon presiden yang mengusung nilai-nilai intoleransi. “Jadi Amerika Serikat memiliki peningkatan toleransi dan intoleransi yang berjalan bersama. Itu juga yang terjadi di Indonesia,” ujarnya dalam diskusi di kantor Wahid Institute.

     

    Read ›
  • Rasanya belum ada program radio dimanapun yang bersiaran dari kamar pribadi seorang tokoh terkemuka. Tapi, program Weker Wimar dibawakan oleh bekas Kepala Juru Bicara Kepresidenan era Gus Dur, dan ahli komunikasi, Wimar Witoelar, LIVE dari  kamar pribadinya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

    Read ›
  • Oleh : Kabari.news

    Sosok Wimar Witoelar yang pernah menjadi Juru Bicara Kepresidenan era Gus Dur, sekaligus pakar ilmu komunikasi ini nampak belum menukik pada pokok pikiran Presiden Joko Widodo yang memiliki dimensi begitu luas sering diangap fenomenal. Wimar Witoelar yang kritis dan tajam mengulas menggiring Warga Diaspora Amerika pada koridor sempit tapi disampaikan kongkrit dan lugas. Bencana Asap.

    Read ›

  • President Jokowi trekt veel het land in.
    Links staat hij versiaggevers te woord
    bij een bezoek aan de bouw van een
    tunnel. Daaronder staat hij naast een
    koe, kort voordat zij bij een moskee
    wordt geslacht. Rechtsonder
    inspecteert hij een njstopslag in Jakarta
    en hiemaast herdenkt hij samen met
    Iegergeneraal Gatot Nurmantyo 70 jaar
    onaffiankelijkheid van lndonesië.

    Read ›
  • Presiden harus berani ambil resiko dengan melepaskan diri dari dua partai tersebut dan membangun dukungan baru dari masyarakat umum dan orang-orang parpol yang sekarang mendukung Jokowi. Tidak usah memikirkan partai dulu karena pemilu masih lama, tetapi pikirkanlah suatu basis kekuatan baru untuk tahun 2019 dengan maju sebagai partai baru. Banyak kok, partai Golkar, unsur masyarakat sipil termasuk menteri-menteri anggota kabinet, Di Nasdem banyak orang baik, ada Taufik Basari, Siti Nurbaya. Sekarang di Golkar banyak yang baik, yang menyingkirkan Aburizal Bakrie. Unsur-unsur baik di Indonesia itu banyak, hanya belum terorganisir. Nah bangunlah politik baru dengan orang-orang yang diluar struktur politik.

    Read ›
  • Jokowi berceritera: "17 Agustusan kemarin, maunya lomba krupuk.  Tapi tidak diizinkan security. Mau panjat pinang, takut ngga bisa.  Jadinya ikut main karung. Lompat-lompat hampir jatuh, akhirnya kalah. Dari 10 peserta, saya nomor 10. Tapi nggak apa2, masyarakat gembira, saya gembira. Tidak perlu protes Panitia.”

    Read ›
  • At mass gatherings the difference between Prabowo and his rival Joko “Jokowi” Widodo is striking. The first accentuates party identity with flags and banners proclaiming party support, while Jokowi’s campaigns are volunteer-driven without any signs of party affiliation. 

    Read ›
  • The latest polls divide the vote roughly 42 percent for Jokowi and 34 percent for Prabowo. The margin could be made smaller or wider by the inclusion of voters who have not been categorized, as discussed previously. But the margin will respond to the candidates, not the coalitions.

    Read ›
  • Dulu orang yang skeptis pada politik memilih Golput. Tapi sekarang banyak orang yang tidak mau menyerahkan negara kepada orang2 yang jelas tidak bisa dipercaya. Pimpinan civil society dan LSM punya banyak perhatian dan upaya pada issue2 strategis yang menentukan kehidupan masa depan. Menjulang diantaranya adalah urgensi menyelamatkan hutan, lahan gambut dan aset tanah milik masyarakat adat. Jika pilihan dalam Pemilu 2014 dapat dikaitkan dengan kepentingan strategis ini, maka kita bisa menyelamatkan aset alam Indonesia sekaligus menyelamatkan sistem politik kita.

    Read ›
  • Keberanian pada yang mustahil dan cinta yang keras kepala pula yang membuat Rahman Tolleng tidak berhenti bergerak. Sistem politik Indonesia kini, kata dia adalah perkawinan antara demokrasi dengan oligarki, dan tugas dia sebagai seorang Sosialis adalah menghabisi oligarki. Atas alasan itulah ia ikut mendirikan partai Serikat Rakyat Independen SRI. Ia menyebut ini gerakan revolusi dari atas yang ditempuh dengan cara mencari calon presiden yang jujur, tegas, menentang oligarki dan bukan bagian dari para oligark. Figur itu ia lihat ada pada sosok Sri Mulyani yang dianggap bisa membersihkan oligarki.

    Read ›
  • Kriterianya jujur, tidak bohong, tidak korupsi. Itu pasti. Harus. Lebih dari itu biar tiap orang tentukan pilihannya sendiri. Saya punya pilihan. Orang lain punya pilihan. Yang penting adalah ada kesadaran rakyat bahwa dia punya suara.

     

    Read ›
  • President Barack Obama’s second inaugural speech is significant not for its details, but for its relentless focus on principle. It puts the US back on track. When Obama won the 2008 election, he ignited hope. But high expectations were soon followed by major disappointments as Obama seemed unable to lead the nation as he promised. Instead, he had to navigate the political waters of Washington DC. Obama became more credible in the world than he was in the US.

    Read ›
  • Global warming may yet be forestalled if leadership at the highest levels of government is strong. This will directly benefit future generations across the world. But the promise will not be met if good people cannot make a convincing case against special interests. The moment of truth faces us in the form of presidential approval for a robust REDD+ agency.

    Read ›
  • “Wimar Show” akan menjadi bukti kembalinya WW di dunia pertelevisian. Obat rindu untuk para pemirsa ini siap disaksikan mulai hari Senin, 22 Oktober 2012 di stasiun televisi CB Channel (21 UHF), pukul 18.30 – 19.00 WIB. So yes, Wimar is back!

     

    Read ›
  • Pada 2004 tidak ada Prabowo, tapi hanya pada 2009 sewaktu Pilpres. Posisi di PDI Perjuangan pada waktu itu menjelang pencapresan, posisi saya sebenarnya lebih dekat kepada Taufik Kiemas, walaupun tidak terlalu dekat begitu. Tapi kemudian ada keputusan Partai. Di situ konsekuensi sebagai orang dalam organisasi, bahwa ketika organisasi sudah memutuskan, kita harus mengikuti. Saya tidak mau menjadi juru bicara, saya berkerja di dalam partai dan saya mengambil posisi yang memang tidak terlalu ingin untuk dilihat seperti muncul di televisi, posisi saya lebih administratif. Itu untuk yang 2009.

    Read ›
  • .don't forget we are only talking about the electoral success. From today on, it's administrative success which matters. Will he meet his promises? Will be surpass his background of experience? Will he be a competent governor? Expectations have been raised by his campaign and a lot of people are expecting something in return, not just for the city, but also for their role and it will be very hard to distribute political patronage in a city which is viciously competitive.
     

    Read ›
  • Rakyat mesti hati-hati memilih partai politik, jangan memilih partai pengusung calon pemimpin yang track recordnyua buruk, seperti pengemplang pajak, pebisnis tidak beretika menggunakan media publik demi menuju kekuasaan, dan pelanggar HAM di masa lampau

    Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›