Articles

  • KLHK menggelar International Experts Roundtable Discussion Road to COP 21 dengan tema “Defining a Pathway towards a Long-Term Solution to Indonesia’s Fire and Haze Crisis with a Focus on Sustainable Peat Management and Utilization” di Jakarta, 13 -14 November 2015. Forum tersebut mengumpulkan para pakar dan akademisi internasional bersama pejabat-pejabat institusi pemerintah meramu kebijakan manajemen dan pemanfaatan lahan gambut yang benar-benar berkelanjutan.

    Read ›
  • Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mencapai puncaknya pada 1997/1998, ketika 10 juta hektar lahan dan hutan terbakar. Akibat kebakaran ini, 2,6 miliar ton (2,6 ton) karbon dilepas ke udara.

    Kebakaran hutan di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh pembukaan lahan secara besar-besaran oleh perusahaan perkebunan dan kehutanan secara illegal. Kebakaran kemudian diperparah oleh faktor lain, yaitu El Nino.

    Kebakaran hutan pada 1997/1998 membawa berbagai dampak yang sangat merugikan bagi kehidupan makhluk hidup. Kerugian bahkan tidak hanya dirasakan secara lokal, tetapi juga regional dan bahkan internasional.

    Read ›
  • Wimar Witoelar is viewpoint analyst on 'Today’s Indonesia', a program on The Indonesia Channel. It started in June 2014, and for you who missed this program, you can watch on your gadget now. YouTube makes it easy for you to find any activity and perspective of Wimar Witoelar. Below are the YouTube's link

    Read ›
  • Many hard decisions await our new president in the first weeks of his watch. Few offer more challenges and opportunities than action on forest fires. Delay brings lives lost and huge material damage. In the big picture, forest degradation means less protection against climate change disaster not just for Indonesia but also for the world. Rapidly the forest fires in Riau and other hot spots have become international crisis centers.

    Read ›
  • There will be several global events In the very near future, notably APEC and the G20 in November 2014. Jokowi will be there fresh with the historic victory of democracy. Making a mark in these international events will continue his winning streak as he takes domestic action in the context of international assertiveness. Should he maintain the momentum through next year, he will do his nation and the world tremendous good by sharing his success on the environment by delivering a speech at the 2015 COP in Paris.

    Read ›
  • We were not silent during reformasi. Neither have we been shy when power is abused or civil rights trespassed. Good men and women cannot stay idle and do nothing. Speak out when persecution occurs, stand firm in rejecting the tide of sinister forces.

    Read ›
  • The latest polls divide the vote roughly 42 percent for Jokowi and 34 percent for Prabowo. The margin could be made smaller or wider by the inclusion of voters who have not been categorized, as discussed previously. But the margin will respond to the candidates, not the coalitions.

    Read ›
  • Kalau sudah sesat pikir dan salah kaprah tentang pemahaman dasar atas suatu masalah, hampir pasti seterusnya bakal semakin tersesat. Kalau sudah tersesat masih keras kepala, niscaya tak akan tahu lagi jalan keluar dari rimba kesesatan. Begitu kira-kira yang dialami segelintir anggota Timwas Century DPR.

    Read ›
  • Dalam liputan Padang Ekspres, Wimar menyatakan par­tai politik telah mela­ku­kan ke­jahatan publik dengan me­ngu­sung capres 4L (lo lagi lo lagi). Hak publik mendapatkan pe­­mimpin nasional dari tokoh-to­­koh bangsa di luar partai, di­tu­tup aksesnya oleh partai po­litik. Ini disampaikan dalam diskusi pu­blik ber­ta­juk Capres 2014: Upa­ya Pe­ning­katan Kualitas Pilihan Pe­milih.

    Read ›
  • Wawancara lengkap The Politic, disertai transkrip langsung bagian wawncara mengenai SRI dan SMI. The Politic membahas profil WW secara umum, mulai aspek pribadi sampai pekerjaan

    Read ›
  • Partai SRI tidak diloloskan oleh Kementerian Hukum dan HAM dalam veriifikasi hukum. Padahal semua persyaratan administrasi telah dipenuhi. Tapi SRI memilih untuk tidak menggugat pemeirintah secara hukum. Pertama, ini adalah perjuangan politik dimana kita harus memggunakan kondisi apa adanya. Kedua, kami tidak ingin mempermalukan orang baik yang ada dalam pimpinan KemHukam. Mereka memilih keselamatan karir diatas integritas prinsip. Hal yang lazim dan harus diambil hikmahnya sebagai 'wake-up call'. Membangunkan kita dari euforia setelah mencapai sukses luarbiasa dalam mengumpulkan dukungan publik. Hanya dengan cara ini kita bisa menegakkan pemerintah yang ramah dan efektif,

    Read ›
  • Transkrip wawancara majalah The Politic, disertai dengan link ke arikel yang telah terbut

    Read ›
  • SBY sekarang harus menjalankan konstitusi dengan benar. Apabila koalisi ada gejala tidak mengijinkan pihak-pihak untuk menjalankan konstitusi, koalisi itu harus dibubarkan. Kalau SBY tidak kuat melawan koalisi dia harus menghadapi konsekwensinya. Artinya dia tidak ada pilihan kecuali untuk terus maju, tidak ada lagi waktu untuk kompromis, sebab dia harus kompromis dengan orang-orang jahat dan itu tidak mungkin.

    Read ›
  • Ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk mewujudkan pembaruan politik Indonesia. Pertama, menghidupkan dialog orang biasa. Berkembangnya teknologi komunikasi dan kebebasan berpendapat tahun-tahun terakhir ini membuat orang  biasa berperan besar dalam mengarahkan masyarakat. Terlihat dalam  citizen journalism dalam format blog dan  perbincangan di social media  seperti Koprol, Twitter dan Facebook  yang bebas menyalurkan ekspresi individu. Social media kini bukan hanya berfungsi untuk mencari pertemanan tapi juga membantu teman membedakan yang benar dan yang salah.

    Read ›
  • After a hard parliamentary battle that defeated his Partai Demokrat, President Yudhoyono has amazingly found a strategic advantage.  With their parliamentary victory, Golkar found themselves with no strategy for the next rounds. Golkar is undecided between continuing the juggernaut against the government and holding on to their coalition privileges. It is not an easy position for Bakrie. His real motive was the elimination of the Ministry of Finance from office to prevent the unraveling of his illegal business practices. As SBY made it clear he is firm in defending Sri Mulyani, Bakrie has no recourse than try to regain the goodwill of the president. T

    Read ›
  • The euphoria for democracy and free media showed its power as a double-edged sword when they merged into an irresistible parliamentary force.  The good news is that the defeat brought into sharp focus the dangerous elements in our nation. Abuse of democracy, Power of illegal money, media dictated by money. We can fix these problems, and when it is done we will have a new Indonesia, better than we have ever had.

    Read ›
  • Wawancara MIMBAR POLITIK dengan Wimar Witoelar: kita harus lihat Golkar itu kumpulan bermacam-macam orang. Sekarang orang yang berkuasa di Golkar itu orangnya Aburizal Bakrie. Jadi yang dijaga itu sebetulnya bukan kepentingan Golkar, tetapi kepentingan Aburizal Bakrie. Orang Golkar sejati yang dari dulu di situ tidak punya sikap sekeras Golkar di pansus, misalnya. Sikap Golkar di pansus itu sikap Aburizal Bakrie.

    Read ›
  • Sigit Pramono (Ketua Perbanas) dan ekonom Faisal Basri memberikan perspektif  mengenai hasil kesimpulan Pansus yang dikatakan Faisal sangat jauh dari masuk akal. Dari talk show radio Perspektif Baru yang dipandu Wimar Witoelar dengan narasumber. ... yang penting bukan hasil final Pansus, tapi hasil final akal sehat kita

    Read ›
  • Corruption was inside of the government, now the corrupt people are outside. Outside of the cabinet, but not outside of the political system. Many suspect elements are members of the parliament, and some officials who had been dismissed by Sri Mulyani have been selected to head important agencies such as the Audit Agency (BPK).  When Sri Mulyani upheld the law on tax, capital markets and acquisitions, some fell victim to the rulings in favor of good governance. This has spawned a vendetta among the erstwhile victims of reform.  That is the plain truth about the Bank Century debate.

    Read ›
  • TEMPO: Wimar Witoelar merasa yakin Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati tak bersalah dalam kasus Bank Century. Dia mengenal Sri Mulyani bukan hanya sebagai menteri keuangan melainkan juga sebagai kekuatan reformasi pemerintah selama ini.

    Republika: ada  upaya untuk menggiring opini masyarakat sangat kuat oleh orang-orang tertentu  yang mungkn punya kepentingan tertentu

    Bisnis Indonesia: Sri Mulyani, selain Menteri Keuangan, adalah kekuatan  reformasi pemerintah yang sudah terbukti selama 5  tahun

    Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›