Articles

  • Oleh: Delegasi Republik Indonesia

    Paris, 3 Desember 2015 – Indonesia berupaya mengajak semua pihak terutama negara maju berkontribusi nyata dalam aksi menghadapi perubahan iklim dan menjaga kenaikan suhu bumi tidak melebihi 2oC. Dalam hal ini posisi Indonesia mencoba menjembatani berbagai kelompok negara dan kepentingan dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional. Secara komitmen dan praktek, telah sejak lama Indonesia melakukan upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim termasuk yang dilakukan pemerintah daerah dan masyarakat.

    Read ›
  • SBY sekarang harus menjalankan konstitusi dengan benar. Apabila koalisi ada gejala tidak mengijinkan pihak-pihak untuk menjalankan konstitusi, koalisi itu harus dibubarkan. Kalau SBY tidak kuat melawan koalisi dia harus menghadapi konsekwensinya. Artinya dia tidak ada pilihan kecuali untuk terus maju, tidak ada lagi waktu untuk kompromis, sebab dia harus kompromis dengan orang-orang jahat dan itu tidak mungkin.

    Read ›
  • Episode ke-10 Wimar Live di Metro TV yang direkam tadi siang (Selasa, 30 Juni 2009) tidak jadi ditayangkan. Kenapa? Tidak tahu, tapi anda bisa baca sendiri transkripnya disini, dengan tamu Rizal Mallarangeng dari tim sukses SBY-Boediono antara lain menanggapi isu SARA antara Boediono dan Jusuf Kalla, dan memperjelas posisi SBY-Boediono dalam prinsip pluralisme.

    Read ›
  • Menjadi hal yang sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui keterkaitan calon-calon ini dengan kasus pelangaran HAM sebagai referensi bahan untuk memilih. Meskipun dua cawapres yang ditengarai terlibat pelanggran HAM masa lalu ini tidak pernah dinyatakan bersalah, namun Rachland punya beberapa fakta lain.

    Read ›
  • Jumlah suara untuk SBY-Boediono dalam angka-angka tadi lebih dari 50%, cukup untuk menang pada putaran pertama. Tapi kita ingat bahwa lebih dari 30% pemilih tidak memberikan suaranya pada pemilihan legislatif. Kalau sebagian diantara mereka nanti memilih, pasangan mana yang akan mendapat suara tambahan? Ini tidak bisa ditebak, walaupun nanti akan ada polling lagi. Satu hal yang penting. Kita bukan penonton tapi pemain. Maka tidak perlu kita terlalu pusing dangan angka-angka itu. Kita berikan suara kita masing-masing, karena sebetulnya persoalannya sederhana. Bukan soal istilah, label dan ideologi. Pertanyaannya hanya satu: Dengan Presiden mana kita akan merasa lebih aman? Read ›
  • WW di kolom PRESIDEN KITA, SINDO: 'kita harus punya presiden yang sanggup membuka jalan bagi orang biasa untuk menikmati angin segar dari Washington. Jangan lagi kita menyiasiakan kesempatan untuk menerobos keluar dari sikap rendah diri yang bersembunyi dari demokrasi dunia dan sedikit-sedikit menyalahkan negara lain untuk kekurangberhasilan kita dalam banyak hal mulai dari industri migas sampai perdagangan batik. Kita bisa menduga bahwa setelah Peace Corps dihidupkan dan juga program beasiswa Fulbright yang sangat bersejarah sebagai ”success story”, pintu keluar-masuk kedua negara akan dibuka lebih lebar. ' Read ›
  • Di jaman Sukarno politik adalah panglima, jaman Suharto ekonomi menjadi panglima. Keduanya sukses dalam satu hal, gagal dalam hal lain. Akhirnya keduanya jatuh karena hal lain itu. Kalau masih mau main slogan, boleh kita katakan bahwa panglima kita sekarang harusnya politik ekonomi. Sistem politik yang mempermudah pembangunan ekonomi, dan sistem ekonomi yang menghormati kedaulatan warga dalam seluruh arti politik. Read ›
  • Obama terlebih dulu akan membereskan masalah Amerika, dan Indonesia harus memanfaatkan keseimbangan baru yang timbul untuk mencari jalan. Indonesia harus bekerja proaktif untuk mencari posisi damai dalam tata dunia yang baru, tidak menunggu bantuan antarpemerintah. Yang penting, Amerika Serikat kini dipimpin presiden yang mengerti dunia serta menghargai kemanusiaan Indonesia. Read ›
  • Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat 2009. Kalau calon Presiden dan Wakil Presiden sudah terbayang, calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat belum banyak diketahui. Padahal tanggalnya sudah dekat, 9 April 2009 sedangkan Pemilihan Presiden 5 Juli 2009 Read ›
  • Kalau orang benci Sukarno atau tidak suka Suharto selama mereka memegang jabatan Presiden, orang bisa bebas ngomel, melawan atau tidak peduli. Dikasih kesempatan memilih, lepas saja, enakan Golput. Sangat bisa dibenarkan, Golput jaman dulu. Tapi dalam sejarah Indonesia, kita sekarang paling mendekati demokrasi beneran. Memilih bukan hanya tanggung jawab tapi hak dan kekuatan. Tidak percuma dipakai istilah "hak memilih", bukan "kewajiban memilih". Read ›
  • Kita perlu seorang Presiden yang mampu menghadapi dunia baru, di luar dan di dalam negeri. Sentuhan pemimpin yang diperlukan ini bukan hanya diplomasi, tapi komunikasi. Dengan bebasnya hak politik orang Indonesia dan semaraknya media menyediakan fasilitas akses lansung antara pemilih dan calon pemimpin, maka secara sederhana bisa dikatakan bahwa faktor kemenangan calon presiden di tahun 2009 adalah 60 persen komunikasi dan 40 persen organisasi. Read ›
  • Krisis finansial adalah peringatan dini sebelum krisis ekonomi. Ketika gejala finansial tidak diperhatikan, bahkan ditambah parah oleh keserakahan merebut keuntungan jangka pendek, maka krisis finansial akan menjadi krisis ekonomi. Bagaimana issue ini dihadapi oleh calon presiden RI 2009? Siapa orang yang akan membantunya? Kalau SBY dianggap calon terkuat sampai saat ini, apakah beliau akan tetap kuat kalau lebih menjaga kepentingan Bakrie Group ketimbang kepentingan rakyat? Read ›
  • Kalau kita lihat SBY, perilaku pemerintahannya lebih ditentukan oleh Aburizal Bakrie dan Jusuf Kalla. Bagaimana dengan Megawati, Sri Sultan, Jusuf Kalla, Prabowo, Wiranto, Sutiyoso, Rizal Mallarangeng, Sutrisno Bachir dan entah nama siapa yang lupa disebut? Mana tahu? Read ›
  • Balas budi SBY kini menggunakan dalih "mendukung swasta nasional". Ekonom dan politikus nasionalis mengatakan, Bakrie sebagai perusahaan nasional harus dibantu melawan ancaman cengkeraman asing. Orang lupa bahwa orang Indonesia yang menjahati rakyat perlu dikenakan sangsi sebelum kita mempersoalkan orang asing. Bakrie adalah pengusaha nasional tapi bukan nasionalis. Kebesaran usahanya dan statusnya sebagai orang terkaya dicapai melalui kolusi politik dengan SBY dan kolusi pasar dengan perusahaan luar negeri. Read ›
  • Orang bilang, gambling dalam satu pertandingan tidak boleh dilakukan lebih dari tiga kali. Jatah gambling McCain sudah habis, juga kampanye Partai Republik karena kalah dalam tiga issue penting: Perang Irak, kredibilitas cawapres, dan peran ekonomi. Kekalahan yang lebih besar lagi adalah terbantingnya peran sebagai leader dengan grasa-grusu seperti anak muda yang terlalu bersemangat tapi tidak menghasilkan apa-apa. Sebaliknya, Obama tampil tenang. Read ›
  • Susah juga kita yakin bahwa jika mantan presiden itu memberikan nasihat kepada presiden yang sekarang, apakah itu akan membantu banyak untuk kepentingan bangsa. Sebab, tidak terlihat perbedaan program antara Megawati dengan SBY karena memang tidak ada program yang unik.Sebetulnya program yang kita perlukan hanya satu, yaitu memberantas korupsi. Selama korupsi belum dihadapi dengan tegas, kegiatan presiden hanyalah konsolidasi politik. Presiden SBY lebih bersih daripada presiden sebelumnya. Tapi, beliau sangat toleran terhadap orang korup dalam kabinetnya. Kebersihan SBY malah menjadi payung pelindung untuk penguasa sekelilingnya. Read ›
  • 'Partai-partai yang ada kebanyakan hanya mau cari duit aja.' Mencari duit tidak salah, yang salah adalah pemakaian duit itu oleh orang-orang yang kurang baik. Harusnya, uangnya dipakai untuk menampilkan tokoh-tokoh baru yang baik, orang yang belum punya dukungan selama ini. Banyak orang baik yang dihargai masyarakat, alangkah baiknya kalau partai menginvestasikan uangnya pada orang itu. Read ›
  • Barack Obama melakukan kunjungan ke Afghanistan dan Irak pertama kali sebagai bakal calon Presiden Amerika Serikat, tapi di pers Indonesia liputannya kalah sama kasus pembunuhan oleh Ryan. Memang, masyarakat kita tidak tidak terlalu tertarik pada masalah luar negeri, tapi sangat mudah untuk mencela negara lain. Read ›
  • Dengan segala kekecewaan orang terhadap SBY, kelihatannya Presiden kita yang keenam ini akan bertahan sampai selesai masa kerjanya di tahun 2009. Jika memang demikian jadinya, maka ia akan mencatat satu keberhasilan: Presiden pertama yang memulai dan mengakhiri jabatannya secara normal. Apa maksudnya 'normal'? Read ›
  • Tragedi Mei sampai sekarang belum terungkap sebab dan latar belakangnya. Sepuluh tahun kemudian masyarakat seakan-akan tidak ingin ingat peristiwa itu. Dalam kaitan dengan pemilihan presiden 2009 bukan mustahil bahwa beberapa orang yang terlibat saat itu menjadi bagian dari kampanye presiden. Daripada kita membuang tenaga mempersoalkan calon-calon Presiden tanpa program yang jelas, lebih baik kita fokus pada sikap moral. Kita bisa terapkan tolak ukur sederhana. Siapa diantara calon presiden 2009 mempunyai sikap yang jelas terhadap peristiwa Mei? Read ›

« Home | ‹ Previous | Next ›