Articles

Tidak Penting, Apakah Obama Akan Bantu Indonesia

Koran Sindo
27 January 2009

PP09

PRESIDEN KITA

oleh: Wimar Witoelar

(SINDO, 27 Januari 2009) Kita belum biasa menghargai pidato pelantikan presiden, karena hanya dua dari lima presiden kita yang dilantik berdasarkan pemilihan, dan tidak pernah ada upacara pelantikan yang disaksikan jutaan penonton.

Amerika Serikat mengenal banyak pidato pelantikan yang bersejarah.Paling terkenal antara lain pidato George Washington,Thomas Jefferson,Abraham Lincoln, Franklin D Roosevelt, John F Kennedy. Kita belum tahu apakah pidato Presiden Barack H Obama masuk dalam kategori ”bersejarah”,walaupun terpilihnya seorang keturunan Afrika-Amerika merupakan tonggak sejarah tersendiri dalam perjuangan hak sipil di Amerika Serikat.

Tapi kalau pidato Abraham Lincoln berbicara pada seluruh zaman,pidato Barack Obama bicara pada generasi sekarang. Dua masalah utama yang diangkat adalah: [1] mengembalikan peran konstruktif Amerika Serikat untuk rakyat seluruh dunia yang mencintai perdamaian, dan [2] mengembalikan perekonomian Amerika Serikat pada posisi yang kukuh dan mampu mengembalikan produktivitas masyarakat.

inaugural1.jpg

Semua masalah penting dewasa ini tercakup dalam dua kategori masalah itu,mulai masalah Palestina, Irak, Afghanistan, India-Pakistan, Rusia, sampai pada regulasi dan stimulus pasar, perbankan, nilai tukar, dan ketenagakerjaan. Menarik untuk mencatat kata pembuka ”my fellow citizens” dan bukan ”my fellow Americans”seperti biasa,menekankan bahwa Amerika Serikat adalah negara yang terbuka untuk orang dari mana saja yang berminat menjadi warga negaranya.

Barack Obama sendiri lahir dari ayah Kenya asli, dan dibesarkan empat tahun di Indonesia. Dia tidak dapat digolongkan ”orang Amerika asli”,karena memang tidak ada yang begitu mengingat bahwa terkecuali orang Amerika asli dari suku Indian, semua orang Amerika adalah pendatang, seperti halnya Australia, Kanada, dan banyak negara Barat. Melihat arus konservatif di Amerika Serikat dan Eropa Barat belakangan ini yang mencurigai imigran baru, maka sambutan ”rekan warga negara” mengirimkan pesan inklusif.

Membulatkan tekad bangsa Amerika dalam menjalankan pluralisme, adil terhadap semua keturunan etnis dan agama.Di bagian lain,pidato Obama menekankan pentingnya semua agama termasuk ”non-believers”. Dalam politik, Obama juga tidak akan mengisolasi golongan tertentu. Golongan bisnis, golongan kaya, tetap diperhatikan di samping keinginan Partai Demokrat mengutamakan golongan ekonomi menengah-bawah.

Dalam menangani soal dalam negeri AS, Obama ingin melompati perdebatan mengenai ideologi pemerintahan. Baginya tidak perlu dibesar- besarkan pilihan antara pemerintahan yang ramping seperti diinginkan kaum konservatif,dan pemerintahan yang besar seperti diinginkan kaum liberal. Kaum konservatif menginginkan agar warga dibiarkan mengurus dirinya sendiri, jangan bergantung pada negara sebagai pusat subsidi.

Kaum liberal menginginkan semua warga negara dijamin kebutuhan dasar seperti pendidikan, pengobatan,dan perumahan, serta memerlukan negara untuk melakukan subsidi silang melalui sistem perpajakan dan program kesejahteraan sosial. Secara garis besar, kaum konservatif di Amerika Serikat diwakili Partai Republik, sedangkan kaum liberal diwakili Partai Demokrat yang mengusung Obama ke kursi kekuasaan presiden. Tapi dengan mayoritas besar yang diraihnya, Obama merasa dia harus menjadi presiden semua golongan.

Dia menghindari perdebatan soal pemerintahan dengan menegaskan bahwa pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang efektif, boleh besar dan boleh juga kecil.Yang penting, pemerintahan harus bersih transparan dan efektif dalam menjalankan otoritas. Obama terlebih dulu akan membereskan masalah AmerikaSerikat. Jangan kita mengharapkan perhatian khusus dari anak Menteng Pulo ini, justru Indonesia harus memanfaatkan kewarasan baru di Amerika Serikat dan keseimbangan baru di dunia untuk menentukan jalan sendiri.

Indonesia harus bekerja proaktif untuk mendefinisikan posisi bebas dan damai dalam tata dunia yang baru. Dalam beberapa hal, pesan pidato Obama mempunyai arti khusus untuk kondisi kita di Indonesia, terutama bagian di mana dia mengajak warga Amerika untuk meninggalkan kekanak-kanakan, seperti sikap sempit, partisan, dan ketidakdewasaan. Ini identik dengan kondisi yang kita alami sekarang dalam lembaga legislatif dan perpolitikan Indonesia.

Sangat penting bagian pidato Obama yang membahas mengenai terorisme, dengan berucap bahwa orang Amerika lebih sabar, lebih tekun, dan akan mengalahkan segala bentuk kekerasan. Sementara untuk dunia Islam,dia menawarkan suatu dialog yang baru. ”Kepada dunia muslim, kami ajak untuk membuka jalan ke depan, didasarkan atas kepentingan bersama dan saling menghormati.

Kepada pemimpin di seluruh dunia yang ingin menyebar konflik, atau menyalahkan kesulitan mereka pada dunia Barat, ketahuilah bahwa rakyat Anda akan menilai Anda dari apa yang Anda bangun, bukan apa yang Anda hancurkan,” demikian Presiden Obama. Pandangan Presiden Obama selama ini mengenai masalah Palestina juga seimbang seperti itu. Di setiap negara ada yang baik dan ada yang buruk. Jika kita tidak menggeneralisasi, dan sebaliknya mengambil unsur terbaik bagi negara, maka kita akan dapat mempercepat proses perdamaian.

Dalam banyak pidato, sebelum ini Obama menyatakan Amerika Serikat tidak akan meninggalkan Israel karena keduanya mempunyai ikatan yang lama. Namun, Obama ingin memperkecil kemungkinan pemerintah Israel dikuasai haluan keras dan mencegah pembantaian terhadap rakyat Palestina. Dari pidato ini, kita semakin yakin bahwa Obama tidak akan melihat Indonesia dalam stereotip sebagai negara teroris yang bahaya untuk dikunjungi, seperti terkesan selama pemerintahan Bush. Dengan latar belakang internasional, Obama akan memakai lensa yang tajam dan menganalisis dunia atas dasar pluralitas.

Visi dunia baru yang dicita-citakan Obama disetujui mayoritas rakyat Amerika,kalau melihat hasil pemilu yang berat sebelah mendukung Barack Obama. Dukungan ini dikonfirmasikan massa penggembira pada hari inaugurasi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat Kita belum tahu perubahan apa yang dapat diciptakan Presiden Obama, dan apa pengaruhnya pada Indonesia. Namun,sangat naif untuk mengharapkan Obama akan menghadiahkan hal yang positif bagi Indonesia, sebab nasib berada di tangan kita sendiri.

Yang kita harapkan dari pemerintahan Amerika Serikat yang baru bukanlah bantuan. Kita hanya berharap bahwa Amerika Serikat mengubah sikapnya yang penuh kecurigaan pada dunia luar selama 20002008, dan kembali pada ciri dasarnya sebagai negara dengan kebudayaan yang terbuka dan pemerintahan yang menghargai semua negara lain lepas dari perbedaan ideologi, komposisi etnis, agama, dan sejarah.

Obama terlebih dulu akan membereskan masalah Amerika, dan Indonesia harus memanfaatkan keseimbangan baru yang timbul untuk mencari jalan. Indonesia harus bekerja proaktif untuk mencari posisi damai dalam tata dunia yang baru, tidak menunggu bantuan antarpemerintah. Yang penting,Amerika Serikat kini dipimpin presiden yang mengerti dunia serta menghargai kemanusiaan Indonesia.

Print article only

16 Comments:

  1. From ilhamdi on 27 January 2009 10:18:01 WIB
    Menurut saya pak ...memang seh masyarakat Indonesia seperti terlihat bereuforia berlebihan dengan adanya Obama yang pernah tinggal hanya 2 tahun di Indonesia,sebagai Bangsa Indonesia memang kita sendiri yang harus mencoba merubah nasib bangsa ini,kalau untuk perdamaian ..wah suatu hal yagn masih harus dijawab oleh Obama sendiri sebagai negara yang sering ikut \"membantu perdamaian \" menurut versi mereka
  2. From JETLY on 27 January 2009 11:45:05 WIB
    Masyarakat kita terkadang atau sering GR an. Mana mau Obama susah-susah mikirin/bantu Indonesia, sementara di negerinya sendiri saja sedang menghadapi situasi ekonomi yang sulit. Emang seperti di negeri ini, lha wong disini lagi susah, kok malah repot-repot mikirin orang palestina, weleh-weleh...
  3. From R Muhammad Mihradi on 27 January 2009 11:58:38 WIB
    Ada mantra kata pa wimar yang bisa saya tafsir lebih kuat: bangsa Indonesia ga pede. Kalau memang pede, mau Obbama jadi presiden atau tidak, bukan itu yang esensil. Namun, bagaimana sebagai bangsa bisa berdiri tegak. Kapitalisme dalam wajah sejuk namun hati bringas lebih mendesak kita respon. Lihatlah program aneh pemerintah kita, "punya komitmen katanya untuk UKM dengan kredit lunak segala macem, tapi pasar tradisional terus digusur". Saya juga kurang yakin, seberapa besar orang seperti kita dan pa wimar misalnya, rajin mengunjungi pasar tradisional dibandingkan mall. Semua pilihan dan tidak salah, yang salah adalah pemerintah yang berlaku tidak adil.
    Celakanya, Obbama pasti tidak sempat memikirkan itu dan bukan porsi dia karena ia presiden amerika dan bukan presiden negeri kita.
    Yang mendesak, sebenarnya, bagaimana sisa waktu pemerintahan SBY-kalla dievaluasi dan kita belanjakan publik dengan semua informasi tentang pemerintahan sby-kalla agar tidak lagi terjebak membeli kucing dalam karung.
    Obbama ada atau tidak, penting atau tidak, bagi saya, lebih baik Indonesia berdiri di atas kaki sendiri.
  4. From M Che Anam on 27 January 2009 20:49:28 WIB
    Kata Mahatir semua presiden Amerika itu buruk...tp Obama adalah yg terbaik dari yg buruk. Betul kah ini?
  5. From agusid on 28 January 2009 17:19:11 WIB
    Obama, jangan coba-coba menyebut tidak bermusuhan dengan umat muslim, sebelum dia mengeluarkan "Surat Perintah" memindahkan/mengeluarkan Kedutaan Besar Amerika dari kota Jerusalem.
    Obama lupa dengan BULA (Surat Resmi bersegel dari Paus Yohanes Paulus II yang intinya Vatikan menolak kedaulatan atas "JERUSALEM".
    Dan Obama lupa bahwa dia disumpah dengan Bible dari Vatikan.
    Obama tak kan berani memindahkan Kedutaan Besar Amerika ke luar kota Jerusalem, karena pasti, kepalanya akan digadaikan oleh peluru Mosad seperi "JFK".
    Kata Obama Yes We can (pinjem motonya Andrei Wongso), but We can't (pinjem motonya Ehud Barack, paman Berri).
    OBAMA berani ? melawan Isreal, ogah lah yauuuw....
    kan Ane juga perlu uang Yahudi untuk menghidupi pabrik-pabrik senjata dan kasih makan rakyat Ane.....


  6. From Mundhori on 29 January 2009 10:25:28 WIB
    Sebagai negara merdeka memang tidak penting apakah Obama mau bantu atau tidak pada Indonesia. Tetapi kita punya hubungan dg mereka. Maka dua janji Obama dalam pidato pelantikan, yaitu mengembalikan peran konstruktif untuk rakyat seluruh dunia yg cinta perdamaian dan mengembalikan perekonomian AS pada posisi yg kukuh dan mampu mengembalikan produktifitas rakyat perlu dimanfaatkan Indonesia untuk melakukan upaya perubahan dan perbaikan terhadap ketimbangan dalam hubungan Indonesia-AS, guna menciptakan kemandirian bangsa. Banyak pokok yg perlu ditarik dari komitmen presiden baru itu, antara lain :
    1. Hilangnya stigmasisasi teroris.pd Islam,karena Indonesia penduduknya mayoritas Islam..
    2. Terkikisnya arogansi politik/.intervensi AS ke negara lain.
    3. Moratorium/ penundaan bayar hutang Indonesia.
    4. Perbaikan kontrak karya eksplorasi sumber daya alam yg merugikan Indonesia...
    5. Tanggung jawab negara industri terhadap kerusakan lingkungan dunia.
    6. Kerelaan dan dukungan AS atas perubahan mekanisme organisasi PBB sesuai dg konstelasi baru.
    Kalau Indonesia mampu memanfaatkan kondisi itu sebagai momentum perubahan menuju kemandirian melalui usaha diplomatic, berarti tampilnya Obama sebagai orang nomor satu di AS memberi situasi cerah bagi Indonesia.
  7. From djuwari on 31 January 2009 17:10:56 WIB
    Sebagai bangsa yang memiliki dasar negara dan kata-katanya sudah terukir ikut mendorong adanya perdmaian dunia, yang kita harapkan keikutsertan dengan kegemibraan terpilihnya obama terletak pada tujuan perdamaian dunia terkait Palestina dan Israel. Dengan kata lain, kerjasama terkait dengan human rights. Setelah itu baru masalah terkait hubungan bilateral Indonesia dengan Amerika, misalnya ekonomi, sosial, politk, budaya dan lain yang sudah dibina selama ini. Adapun masalah internal negeri kita ya bangsa kita sendiri yang punya tanggung jawab besar.
    Terkait terpilihnya Obama, maka yang harus kita banggakan adalah nilai-nilai demokrasi yang menyebabkan dia dari sosok keluarga yang bukan ningrat saja bisa menjadi orang nomor satu. Di situlah yang perlu kita pelajari bukan kebanggaan karena dia pernah tinggal di Indonesia yang hanya singkat waktunya. Di negeri kita, kalau ada pejabat atau pimpinan, selalu hanya orang yang dianggap keluarga ningrat, bukan integritas, kejujuran, dan idealisme serta kemampuannya.Masak negeri merdeka lebih tua dari negara-negara tetangga dan kaya SDA nya, tapi sampai kini terperosok terus. Djuwari Surabaya.
  8. From Rasno on 31 January 2009 19:58:05 WIB
    Terpilihnya Obama sebagai presiden memberikan harapan bagi dunia. Perdamaian dan citra AS yang terlanjur buruk di mata dunia adalah hal yang amat penting. Seperti yang dikatakan menteri pertahanan AS Donald Ramsfeld yang sudah bosan dan malu dengan citra buruk AS di mata dunia.

    Kini, AS mereka layaknya kepompong yang mencoba bermetamorfosis dalam pemulihan citra AS yang selama ini buruk. Beberapa waktu lalu Obama sempat memberikan pernyataan akan meyakinkan umat muslim bahwa Amerikan bukanlah musuh. Seharusnya Obama mengatakan, "Islam bukanlah musuh bagi AS dan negera-negara barat". Dan kalimat itu seharusnya ditujukan kepada negara-negara barat.

    Bagi Indonesia memang tidak penting dibantu AS, yang penting adalah bagaimana mendapatkan pemimpin di negeri ini yang bisa memperjuangkan hak-hak rakyat kecil, hehehe.
  9. From fani on 31 January 2009 21:55:22 WIB
    cara pandang mayoritas warga negara indonesia terhadap obama dan terhadap palestina hampir sama. indonesia seolah terpukau dengan kebesaran dengan negara lain (US), dan seolah ingin membesarkan negara lain,,

    intinya terlalu terpaku pada what's outside,,

    padahal masyarakat indonesia (inside) justru membutuhkan perhatian yang lebih besar
  10. From stainly on 01 February 2009 16:41:37 WIB
    Mudah-mudahan dgn terpilihnya Obama sebagai presiden Amerika bisa memulihkan perekonomian masyarakat Amerika dan negara-negara lain di dunia yang terkena dampaknya.
    Dengan demikian Indonesia juga akan dapat hasilnya. Nilai export bisa membaik dan nasib WNI yg berkeja di perusahaan-perusahaan luar negeri bisa terselamatkan.
  11. From eko on 01 February 2009 22:24:56 WIB
    I don't know
  12. From Andi on 03 February 2009 12:01:14 WIB
    yang penting sekarang indonesia seharusnya mencari jalan terbaik untuk keluar dari masalah, bukannya berharap terlalu banyak dari pihak lain yang belum tentu secara langsung akan mau membantu kita.
  13. From Pedson Blogspot Com on 04 February 2009 17:20:57 WIB
    Menurut saya, kebijakan OBAMA ttg pajak di Amerika akan menghancurkan pemilik2 bisnis kecil di Amerika, dan akan mencekik investor, dan akhirnya terjadilah collapse ekonomi di Amerika, yg juga akan mempengaruhi ekonomi dunia.
  14. From iwan sunarya on 05 February 2009 13:14:13 WIB
    salam pak wimar,
    euforia kemenangan obama oleh sebagian sodara kita sebangsa dan setanah air, buat saya adalah sindiran yang memilukan,gambaran nyata bahwa kita butuh tipikal pemimpin yang mendekati/ setipe dengan obama, tapi rasanya kok belum ada. semoga kita tak kegedhen rumongso, obama pernah tinggal di RI. bagaimana kita menjadi bangsa besar, jika tak mampu membereskan masalah " kecil " diperiuk nasi kita sendiri.

    tabik
  15. From Eka Sulis on 09 February 2009 15:15:57 WIB
    Kadang2 memang terlalu berlebihan ya.. namun hal itu adalah kenyataan bahwa masyarakat kita sibuk mengharap sesuatu dari Obama... dan Sang Pemerintah kita sibuk mencari cara agar terus punya kedudukan dan punya harta. Gak singkron... masyarakat mulai merindukan sosok pemimpin revolusioner... yaaah mungkin yang seperti Obama tapi blum ada. Saya jadi rindu Pak Soekarno... Yang bisa mendingkronkan pemikiran beliau (pemerintah)dengan pemikiran rakyat.
  16. From s on 25 February 2009 20:34:10 WIB
    Menurut gue, Obama kurang tegas soal masalah Israel dan Palestina. Emang sih, Israel sangat menekan Amerika agar menutup mata soal Human-Rights Violations di sana, namun Obama kan berjanji akan membawa Change? Harusnya dia nggak takut mengenai konsekuensi mencoba mengubah dunia, dong!
    Gue waktu itu sempet liat ada political fashion company, namanya shirTalks, yang dengan kerennya menyindir masalah ini. Ada desainnya, Obama tampangnya bego dan bingung banget. Konyol, tapi bermakna! Ada di blog gue:

    http://shirtalks.wordpress.com/2009/02/20/amerika-pilih-obama-tapi-siapa-yang-akan-obama-pilih/

« Home