Articles

Apa dan Siapa: Wimar Witoelar

PDAT
27 June 2003
MASA kecil dan remaja Wimar dilewatinya di berbagai kota dan negara. Ayahnya, Raden Achmad Witoelar Kartasipoetra, sejak 1950 menjadi diplomat dan kerap berpindah-pindah tugas: Belanda, Swedia, Denmark.

Wimar kecil, menurut pengakuannya sendiri, sering minder kalau berhadapan dengan perempuan, lantaran tubuhnya subur dan rambutnya kribo. Saat mahasiswa pun, pria kelahiran Padalarang ini keteteran dalam urusan cinta. Padahal, ia mengaku pria romantis. Selain minder tadi, ia juga sibuk sebagai aktivis politik ketika kuliah di Jurusan Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah meletusnya G30S, ia disibukkan dengan aksi-aksi mahasiswa mengganyang PKI.

Tapi, yang namanya jodoh akhirnya datang juga. Wanita itu bernama Suvatchara, asal Thailand. Saat itu ia mahasiswa calon dokter dari Chulalongkorn University Bangkok. Wimar mengenalnya di Amerika, ketika Departemen Luar Negeri AS mengundangnya untuk bersama-sama mahasiswa dari Asia Pasifik lainnya melawat ke negeri itu. Hubungan mereka berlanjut sampai ke pelaminan. Pada 27 Februari 1971, mereka menikah dan dikaruniai dua anak, Satya Tulaka dan Aree Widya.

Lulusan teknik elektro George Washington University, AS, ini menjadi pengajar manajemen di Pascasarjana ITB. Namanya melambung sebagai pemandu talk show Perspektif di televisi swasta, 1994. Ia punya kekhasan dalam memandu: kritis, tajam, ceplas-ceplos, juga penuh humor. Serius dan canda bisa berbaur jadi satu dalam acara yang dipandu Wimar. Tapi, tahun 1995, Perspektif dibredel karena isinya dianggap mendiskreditkan pemerintah Orde Baru.

Lantas Wimar membuat talk show Perspektif Live, yang bergerak dari satu kota ke kota lain. Lewat perusahaan jasa komunikasi dan public relations yang dipimpinnya, InterMatrix Communication, Wimar membuat Perspektif Baru yang digelar pertama kali 26 Januari 1996.

Acara talk show Wimar di Televisi Indosiar, Dialog Aktual, pada Agustus 1998 “dibredel” di tengah-tengah penayangan. Talk show bertopik Perpu No.02/1998, peraturan tentang pengaturan unjuk rasa itu, secara tajam mengkritik pemerintahan Habibie.

Akhirnya Wimar sempat masuk istana. Pada pemerintahan Abdurrahman Wahid, Oktober 2000, ia diangkat sebagai Ketua Tim Media/Juru Bicara Kepresidenan. Seiring dengan mundurnya Gus Dur sebagai presiden, Wimar pun ikut keluar dari istana.

Dari Pusat Data dan Analisa Tempo

Print article only

5 Comments:

  1. From daelami on 21 October 2005 13:21:39 WIB
    Aku turut bersyukur di Indonesia ada lahir seseorang seperti bung Wimar. Bravo. Selamat berpuasa.

    Hari ini, Jum'at 21 Oktober 2005 jam 13.13
  2. From keket on 27 September 2006 14:30:06 WIB
    God Bless You, WW, You, your family, your friends, your business, etc!
    don't judge a book from de cover.ga hanya "subur" tubuhnya, dia juga "subur" pemikirannya = so smart
    "subur" hatinya = have a greatness heart
    mau tau donk, resepnya apa sich?
  3. From lena on 28 September 2006 16:29:48 WIB
    Setiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihan, kita tidak boleh tenggelam dengan kekurangan kita atau tidak sombong dengan kelebihan kita. Yang paling penting kita bisa mensiasati kekurangan dan kelebihan kita agar dapat menjadi satu yang berguna terutama bagi diri dan syukur-syukur untuk orang banyak.

    Mudah-mudahan dimasa yang akan datang akan tumbuh orang-orang yang memiliki pemikiran dan keterampilan seperti Pak Wimar.
  4. From ita on 29 September 2006 14:14:40 WIB
    Seorang sahabat saya memberi sebuah cerita yang menarik (ga dibilang sumbernya he..he..)
    ada seekor induk ayam yang sedang mencari makan menemukan sebuah telur di bawah sebuah pohon besar, karena dia juga sedang mengerami telur2nya maka dia kemudian mengambil telur tersebut dan juga dierami olehnya. Ketika menetas teryata telur yang ditemukan itu menghasilkan anak elang. Tapi sang induk tetap menggangap anak elang itu sebagai anaknya juga. Maka anak2 ayam dan anak Elang ini kemudian tumbuh bersama.

    Si anak elang ini merasa dia adalah ayam, dia makan seperti caranya ayam, bercicit layaknya ayam, dsb. Suatu saat dia melihat kearah Langit dan melihat seekor burung besar terbang dengan sayap yang besar dan megah….Dia bertanya kepada saudara2 ayamnya, “siapakah itu?”, “Aku ingin terbang seperti burung elang itu megah dan gagah”, anak-anak ayam yang lain hanya bisa mentertawainya dan bilang, “ kamu kan anak ayam, kamu mana mungkin menjadi "Elang”. Diapun tertunduk lesu dan menjalani hidupnya seperti ayam Dan selamanya dia menganggap dirinya adalah Ayam tanpa pernah sekalipun dia menyadari bahwa dirinya adalah seekor elang. The end.

    Menurut saya, WW adalah seperti anak Elang di tengah2 anak2 ayam, NAMUN, WW memilih menjadi Elang yang berusaha dan terbang di angkasa luas menggapai cita-cita dan menjadikan cibiran, cemooh dan gurauan serta tawaan teman-temannya menjadi motivasi yang membawa WW sebagai orang yang sukses ( jadi Host, Jubir Presiden, konsultan manajemen, public speakers dan masih banyak kesuksesan lainnya berjalan bersama WW) Salah satu contoh Lagi... bukti kesuksesan WW yaitu dengan dibuatnya sebuah biografi dari Fira Basuki “Hell Yeah” Dan kalo dibilang ww tetap dan sangat digandrungi oleh semua kalangan (terbukti saat road show Book Signing Hell Yeah di berbagai kota ). Saya bangga bisa kenal dan belajar banyak dari WW

    Artikel ini, "Apa dan Siapa: Wimar Witoelar” yang sangat menginspirasi saya. Karena ketika WW masih kecil dia sering dianggap ugly ducking dan terbiasa dengan gurauan2 (Belanda hitam, tubuh subur, rambut kribo, dll) yang tidak sedap padahal hal tersebut adalah kekhasan WW dan disitulah pribadi WW ditempa menjadi orang yang Humble and have golden Heart dan menjadi orang sukses.

    Ada satu pesan baru-baru ini yang jadi panduan saya lagi dari ww, kira-kira pointnya seperti ini “Semuanya bermula dari isenk-isenk, bahkan orang-orang sering mentertawakan dan menganggap bahwa itu hanya sekedar mimpi"
    Menurut saya: Sekarang mimpi itu membuat semua orang yang menertawakannya diam dan mungkin juga jealous :)

    Hal yang sama terjadi terhadap saya saat saya masih kecil dan sekarang (gak perlu diceritain kali yach soalnya gak penting). Namun berkat bantuan banyak orang yang peduli dengan saya (WW, IMXers, serta temen2 baik dan keluarga), saya jadi percaya diri dan berusaha mencapai mimpi saya untuk sukses.

    Hope someday I can Fly to like an eagle to and reach the sun

    Much Love
  5. From mansur on 02 October 2006 11:39:57 WIB
    Kalau mo tau lebih banyak lagi tentang Bung Wimar bisa baca baca buku Hell Yeach. Lewat buku itu kita tahu kunci-kunci sukses Bung Wimar

« Home