Articles

Sri Mulyani proves Bambang wrong

The Jakarta Post
13 December 2009

http://metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2009/12/13/95853/Sri-Mulyani--Saya-Tidak-Kenal-Robert-Tantular

 

http://metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2009/12/13/95857/Rekaman-Rapat-KKSK-Diputar-Tidak-Ada-Robert-Tantular/152

"Wimar Witoelar, who moderated the press conference, said Mulyani had been treated unfairly.  This noise is made by anarchic political groups. The media are being used as their tools.”

Aditya Suharmoko and Hans David Tampubolon ,  The Jakarta Post ,  Jakarta   |  Mon, 12/14/2009 8:23 AM  |  Headlines

Finance Minister Sri Mulyani Indrawati expects allegations that she conspired with Robert Tantular, which have now proven untrue, would not distract the public’s attention from the ongoing probe into Century.

“I hope this allegation, made by lawmaker Bambang Soesatyo, a member of the Golkar Party, will not distract us,” Mulyani said Sunday.

“We want the investigation into Century to be objective, transparent, credible and untarnished by dirty political motives. I think this [allegation] has led to character assassination.

“I hope the people who are hoping to see the truth [concerning the Century investigation] can be fulfilled.”

Bambang last Friday said, based on the tapes received by the parliament’s inquiry committee, Mulyani had a conversation with Robert, a former Century owner, to decide Century’s bailout during the Financial System Stability Committee (KSSK) meeting on Nov. 21.

Mulyani on Sunday showed video records that the person Bambang thought was Robert was actually Marsilam Simanjuntak, head of the Presidential Working Unit for Reform Program Management (UKP3R).

Marsilam said he was there because the KSSK had invited him.

The video shows that Mulyani said: “Right, now we hold a closed-door meeting... On Robert ...”

Then Marsilam responded: “I think you held a closed-door meeting, with a note that the conclusion ... especially the article is the crisis that we are facing now... ”

Mulyani said she mentioned Robert’s name in response to Agus Martowardojo, president director of Bank Mandiri, Indonesia’s largest bank by assets, who talked about depositors who placed large deposits of above Rp 2 billion (US1,640) and might have a “special deal” with Robert.

Raden Pardede, secretary of the now-defunct KSSK, said Robert was not present at the meeting.

“Robert was on the second floor [of the Finance Ministry] while the KSSK meeting room was on the third floor.”

The video shows that on the left side of Mulyani sat lawyer Ari Surowijoyo, Marsilam, Finance Ministry secretary general Mulia P. Nasution, Raden.

On the right side of Mulyani sat central bank officials: Boediono, Miranda S. Goeltom, Siti Chalimah Fadjrijah.

Mulyani said she is considering a lawsuit against Bambang.

Wimar Witoelar, who moderated the press conference, said Mulyani had been treated unfairly.

“This noise is made by anarchic political groups. The media are being used as their tools.”

Lawmakers question why the Century’s bailout reached Rp 6.76 trillion.

They suspected there were other motives to save Century (now renamed Bank Mutiara), which is a small bank, although Mulyani and the central bank said the bailout was done to protect the financial sector from systemic threat amid the global financial crisis.

Bambang Soesatyo said he wanted to move on from the controversy surrounding his allegations.

“Let’s end the debates right now. I don’t want the House’s committee works to deviate from its original agenda to reveal the truth behind the case,” he said.

“The committee never aimed to accuse anyone using the recording, it just wanted to clarify whether the dialogue did take place.”

Bambang is a member of a House Inquiry team into the Century bailout.

Print article only

18 Comments:

  1. From fauzan on 14 December 2009 12:17:30 WIB
    Go go go SMI.
    i believe that a bad scenario is running
  2. From Felix on 14 December 2009 13:48:19 WIB
    Pak WW,

    usul utk Ibu Sri. Sebaiknya tidak usah lagi melanjutkan kasus Bambang Soesatyo ini sampai ke pengadilan. Masyarakat pada umumnya sudah tahu siapa yg KO dalam hal ini... dan opini sekarang sudah berbalik ke arah mendukung Ibu Sri. kalau sampai si Bambang di bawa ke pengadilan kesan nya ibu Sri melakukan vendatta begitu.. musuh sudah keok masih di siksa juga..
    Sedangkan masih banyak org2 yg lebih layak masuk penjara dari si Bambang yg cuma penyebar fitnah ini, mereka lah yg sungguh menyengsarakan rakyat & merugikan negara.. mereka2 ini lah yg harus ibu Sri kejar... sampai masuk penjara
  3. From febs on 14 December 2009 16:17:22 WIB
    Systemic Ical vs Systemic Sri Mulyani
    which one has a good cause?
    which one is more systemic?


    Congratulation to ibu sri mulyani!

    anda telah memilih jalur anda yg tepat sbg presiden RI utk periode 2014 - 2019!
    ini yg kami harap utk anda, sy pribadi, walaupun 2014 masih lama tapi sy sdh menjatuhkan pilihan sy bahwa Ms. SMI will be the next president for Indonesia!.
    soal dukungan politik sgt mudah diperoleh, as long as rakyat indonesia mendukung anda, tenang saja,

    maju terus membela kepentingan anda sendiri dan juga institusi dep keu. rakyat nanti yg akan melihat hasil akhirnya, stay cool aja!, tetap trus berfungsi sbg Menteri Keuangan saja.

    api semangat para politisi memang besar, tapi sgt mudah dipadamkan, spt api kompor gas, sgt besar menyala dan berwarna biru, namun putar switch ke kiri.....langsung mati! padam!! sgt mudah jadi mnrt sy isu ini sgt mudah diselesaikan!

    @ Pak Wimar
    tolong bantu trus Ibu SMI, kami hanya bisa bantu doa saja, harap maklum, pisss
    tks




  4. From Hamim on 15 December 2009 03:29:40 WIB
    Pak WW

    Bantu terus SMI

    Bambang Susatyo tidak usah di somasi, dia sekarang sudah terhukum, meskipun dia tak akan kapok. Biarkan saja, jangan dia seolah olah jadi "korban" .
    Rakyat kita tidak bodoh, meskipun sudah terus terusan "dibodohin" dan ditipu oleh yang punya uang banyak dan memiliki sifat kerakusan yang tiada taranya .......

    Setelah Bambang pasti akan ada lagi korban dari pihak pendengki, sampai nantinya merembet ke pembocor "konversasi itu, ialah kepala BPK (yang sekarang) dan ........otak otak yang ada dibelakang layar

  5. From rakjat on 15 December 2009 07:20:06 WIB
    yth pak WW.
    apakah bapak masih mengasuh perspektif.net ini?
    saya rasa perspektif.net sudah tidak lagi netral.
  6. From wimar on 15 December 2009 08:24:43 WIB
    kepada "rakjat", beranikanlah diri memakai nama jujur. jangan pakai alamat rakyat@rakyat.net , itu sangat kekanak-kanakan.

    Saya tidak pernah netral, perspektif.net tidak pernah netral. kami punya sikap menentang kejahatan publik dan perilaku pengecut.
  7. From irfani on 15 December 2009 10:37:20 WIB
    http://www.facebook.com/group.php?v=wall&gid=186403684861

    KAMI PERCAYA INTEGRITAS SRI MULYANI INDRAWATI!
  8. From otto on 15 December 2009 10:41:02 WIB
    BETUL PA WW NETRAL SAAT INI DIJADIKAN ALASAN OLEH MEDIA LAIN UNTUK MENGADU DOMBA. DAN DENGAN ALASAN NETRALITAS RAKYAT TER OMABANG AMBING MENDENGARKAN KOMENTATOR EKONOMI, KOMENTATOR POLITIK YANG KEMAREN BABAK BELUR KALAH DALAM PEMILU DAN TIDAK DIPILIH RAKYAT UNTUK TERUS MERACUNI RAKYAT DENGAN PREDIKSI PREDIKSI YANG TIDAK BERDASARKAN FAKTA, HANYA BERDASARKAN ILMU EKONOMI ATAU POLITIK YANG MEREKA KUASAI DAN MENGANGGAP MEREKA BODOH.
  9. From ak on 15 December 2009 10:46:33 WIB
    ketika di metro tv ada wawancara pak ww dan pengacara pak bs (baca: bukan Bs-an ) pak ww terlihat begitu semangat dan emosional. pertanyaan saya pak, posisi pak ww di sini seperti apa ya? sudah lama ndak muncul tiba2 pak ww muncul disamping bu smi.
  10. From Doni on 15 December 2009 11:17:31 WIB
    pak WW, judul artikel ini kayaknya agak "bombastis" ya?.. kalau ternyata dikemudian hari dibuktikan bahwa SMI kenal dengan RT bisa menjadi serangan balik bagi SMI.

    Saya yakin SMI kenal dengan RT walaupun bisa jadi keterkaitannya sungguh minim. RT diundang ke Depkeu, SMI rapat membahas BC yang terkait dengan RT, bahkan RT terucap dalam kata-kata SMI.. pasti SMI kenal lah.. moso sih gak kenal?

    Apa mungkin judulnya berubah? biar gak jadi bumerang dikemudian hari. IMHO.
  11. From fierman on 15 December 2009 11:28:35 WIB
    pak Wimar, gimana caranya ya? supaya kelompok seperti KAMI PERCAYA INTEGRITAS SRI MULYANI INDRAWATI ! bisa masuk ke Ranah Media? seperti halnya ketika kelompok pendukung Bit-Chan, di ekspose secara besar - besaran di media?

    Ngerti sih... Kalo kasus Bit-Chan ini tadinya (mungkin rencananya) bisa di jadiin modal buat ngejatohin yang berkuasa. Makanya ketika ada pendukung Bit-Chan di facebook, Langsunglah kelompok pendukung tersebut di ekspose secara besar - besaran, sedangkan kasus yang sekarang ini sebaliknya. Karena sekarang ini masyarakat malah mendukung "pemerintah" (<-- dalam tanda kutip sri mulyani dan boediono tepatnya).

    Saya jadi berpikiran, mungkin memang sangat benar. Bahwa media - media sudah terlalu di setir, bahkan lebih parahnya melakukan "kampanye" pencucian otak dalam rangka menjatuhkan yang berkuasa?
  12. From Rasno on 15 December 2009 13:21:46 WIB
    Ketua Pansus Bank Century, Idrus Marham orang golkar. Bambang Susatyo (anggota pansus) orang Golkar juga. Jadi ada kepentingan politik bisnis bagi Golkar menaruh orang-orangnya di pansus. Tapi sayang, masyarakat luas tidak tahu tentang hal itu. Dan, yang lebih ironis para pengusung antikorupsi dan yang beroar-boar "demi kepentingan rakyat", lupa (atau pura-pura tidak tahu?) kalo di balik pansus ada kepenting lain di luar kepentingan masyarakat?

    Satu pertnyaan yang sederhana bagi Pansus adalah: Apakah Pansus Bank Century yang terbentuk saat ini murni untuk kepentingan masyarakat atau ada kepentingan lain di balik itu?

    Jangan sampai karena kasus BC kita lupa manipulasi pajak bisnis Bakrie yang besarannya R 2,1 triliun (media indonesia 15/12)
  13. From Arthur on 15 December 2009 20:08:18 WIB
    @rakyat:sudah berulang kali pak WW menegaskan, "perspektif" yg di asuhnya tidak pernah netral sejak dahulu,selalu membela yg benar.Mgk pak WW sdh malas menjawabnya(disamping anda tidak mau memakai nama jelas).
  14. From fierman on 16 December 2009 18:41:34 WIB
    sekedar menyebarkan info. ada usul dari teman - teman group di FB :

    Hari / Tgl: Selasa, 22 Desember 2009 (bertepatan dengan Hari Ibu)
    Tujuan: Kantor DepKeu di Lapangan Banteng
    Ucapan: Kami Percaya Integritas Sri Mulyani
    Format: Bunga Papan / Bunga untuk di meja / Setangkai Bunga apapun, pokoknya bunga yang akan membanjiri kantor Sri Mulyani di DepKeu

    Bunga boleh dikirim dari pagi, mau diantar sendiri atau bunga pesanan via tukang bunga.
  15. From Albert on 17 December 2009 21:05:01 WIB
    Saya jadi khawatir, how will all this end? kita tahu keputusan bailoutnya sendiri is no problem dan benar, dan yang jadi masalah adalah manajemen amburadul yang sebenarnya sudah ditangani dengan ditangkapnya RT.

    Akan tetapi, pemberitaan century ini sudah terlalu di"spin" sedemikian rupa, seakan-akan pokoknya sudah pasti ada yang salah pas pengambilan keputusan waktu itu. Ditambah dengan penggunaan istilah-istilah "megaskandal", ini-lah, itu-lah. Plus sekarang dengan pansus yang kelihatan memang dari awal sudah haus darah.

    Kalaupun mereka setelah mengorek-ngorek tidak ketemu apa-apa yang mengaitkan ke arah suap atau sejenisnya, in the end, bisa saja dengan modal audit BPK itu mereka bilang ini "penyalahgunaan wewenang". Sounds a bit familiar.

    Sepertinya, kalau tidak ada yang jadi tumbal, tidak afdol selesainya.
  16. From jaka on 17 December 2009 22:40:07 WIB
    Berantas terus manusia2 kapitalis neolib pengecut seperti mr bakrie itu, Bu Sri !...sayah dan teman2 di luar tanah air senang membantu anda untuk menginformasikan kebenaran ini kepada seluruh warga Indonesia dan kolega2 yg kami kenal di luar negeri...

    Dan sekarang teman2 sedang menginformasikan TAX FRAUD(penggelapan pajak) sejumlah Rp 2,1 Trilyun yg dilakukan 3 perusahaan bakrie , kepada semua orang yg kami hubungi di luar negeri ataupun di tanah air.

    Alhamdulilah ...mereka tau prestasi dan integritas anda sehingga mereka mengerti dan mendukung Bu Sri dan pak Boed untuk melawan pengusaha pengecut jago kandang ini...

    Untuk media massa.. hati-hati dengan pemberitaan2nya,rakyat sedang menilai media massa mana yg pro kepada good guys atau bad guys...dan tentunya akan ada reward and punishment dari masyarakat di kemudian hari.

    Sakitu wae dari sayah...
  17. From rangga aditya on 18 December 2009 07:30:49 WIB
    mmm ... malu tuh ... hehehe. muka mau di taro kemana tuch. benteng terakhir cuman "kekebalan" sementara :) . kali ini oom roy berguna juga yah ... semoga ini menuju jalan yang lebih terang ...
  18. From Sjeline Tenardi on 18 December 2009 21:54:07 WIB
    Ya saya pikir ibu SMI tak perlu layani Bambang Sesattyo, dia tuh nggak selevel sama ibu SMI, nanti malah dapat publisitas gratis lagi dia. Tetap tenang fokus bekerja, orang2 yang benar pasti mendukung ibu SMI. Bagi kami2 yang sering membaca koran, majalah Tempo dan tentu tulisan2 pak WW tentu sudah tahu nama2 orang yang punya achlak dan nurani. Doa kami terus menyertai ibu SMI.

« Home