Articles

inilah.com & okezone.com: Wimar-Ical Saling Serang di Twitter

inilah.kom - okezone.com
30 January 2010

http://inilah.com/news/read/politik/2010/01/29/313122/wimar-witoelar-serang-ical-di-twitter/

Vina Nurul Iklima

INILAH.COM, Jakarta - Mantan juru bicara kepresidenan era Abdurahman Wahid, Wimar Witoelar terlibat 'perang' kata di dunia maya dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Perseteruan via di jejaring sosial itu menyinggung soal pemakzulan Wapres Boediono.

Bermula dari sebuah pertanyaan kepada Ical soal ia dituding dalang aksi demo 28 Januari kemarin. Ical dan kroninya diisukan telah membayar pendemo untuk menuntut Wapres Boediono lengser dari jabatan karena terlibat perkara Century.

"Bukan Wimar dan groupnya yang membiayai (demo)?" sindir Ical dalam twitternya, jumat (29/1).

Mengapa Ical tiba-tiba menyatakan hal itu dan membawa-bawa Wimar Witoelar? Rupanya usut punya usut, sebelumnya Wimar sempat menyindir soal Partai Golkar dan kepemimpinan Ical.

Wimar mengatakan ia memilih salah satu dari dua pernyataan, bahwa negara akan lebih baik tanpa ada Golkar atau Golkar bisa lebih baik tanpa Aburizal Bakrie.

"Salah satunya deh," kata Wimar.

Maka, terjadilan perang komentar di twitter. Menanggapi balasan Ical tadi, Wimar menjawab

"Aburizal Bakrie itu baik, teman lama, tapi ngemplang pajak, mengabaikan lumpur danpake uang dan jabatan untuk menekan orang baik SMI-Boed (Sri Mulyani dan Boediono)," cetus Wimar pedas.

Namun, hingga saat ini Ical belum membalas sindiran Wimar lagi.[ikl/mut]

 

 

Techno - Internet

 

Wimar Witoelar vs Aburizal Bakrie di Twitter

http://techno.okezone.com/read/2010/01/31/55/299308/wimar-witoelar-vs-aburizal-bakrie-di-twitter

Minggu, 31 Januari 2010 - 12:20 wib

 Okezone JAKARTA - Beberapa hari ini Twitter diramaikan oleh tweetwar antara Aburizal Bakrie dan Wimar Witoelar. Keduanya saling berbalas tweet, yang kadang diiringi dengan sindiran halus.

Perseteruan di situs mikroblogging twitter antara Wimar Witoelar dan Aburizal Bakrie (AB) dipicu pertama kali dari tweet-tweet Wimar yang memiliki kesan memojokkan orang terkaya di Indonesia itu.

Tweet tersebut cukup beragam, mulai dari tudingan berkaitan dengan lumpur Lapindo, Golkar, hingga pengemplangan pajak yang kabarnya dilakukan oleh Bakrie. Bahkan pengamat ekonomi tersebut terang-terangan mendukung Sri Mulyani (SMI) dan tidak setuju menteri keuangan itu dinonaktifkan.

"Saya dukung SMI, anti AB," tweet Wimar

"Individu harus berpihak. Partai harus berpihak pada yang baik. Media harus tidak berpihak. AB oke, AB+Golkar bad, AB+Golkar+TVOne very bad," tweetnya yang lain

Di twitter yang diduga milik Aburizal Bakrie, petinggi Partai Golkar itu menuliskan tweet

Bukan Wimar dan groupnya yg membiayai demo?

Wimar menjawabnya dengan tweet Wakakaak anak ITB memang punya sense of humor, Thanks Cal!!

AB menjawab kembali dengan "thanks Mar (ada yg blg manggil lo Wim, kalo gue tetap kaya dulu manggilnya)"

"Thanks Cal, skrg gw dipanggil Wim atau ww," jawab Wimar

Perseteruan mulai memuncak saat Wimar, yang sempat menjadi juru bicara kepresidenan era Gus Dur, menuliskan tweet "Aburizal Bakrie itu baik, teman lama, tapi ngemplang pajak, mengabaikan lumpur dan pake uang dan jabatan untuk menekan orang baik SMI-Boed"

Yang kemudian dijawab Ical dengan "makanya. Biar jelas apakah itu alat politik sbg penekan atau beneran.Bdw,lo pemegang saham Bumi gak?Kan Bumi "saham sejuta umat".

Wimar pun menjawabnya "Sorry Cal, hw ga punya saham Bumi. Gw pilih saham yang aman".

Ical pun kemudian mengajukan pertanyaan lagi, "dulu kan lo kerja di Anteve. termasuk yg bikin poiicy kan?"

Yang dijawab dengan Wimar, "Gua kerja utk StarTV Cal, Mewakili StarTV di BoD Anteve"

Timpalan Ical pun hanya pendek, "oh gitu, gue kira di Anteve,"

Dalam sebuah tweet, untuk menjawab pertanyaan followernya, Ical mengatakan tidak tahu menahu tentang perilaku pemilik situs Persepektif Online tersebut.

"Kawan lama sama Wimar. Betul2 saya tdk tahu knp dia sewot banget ke saya. Anyway, terima ksh atas perhatian dan doanya," tulis Ical

Namun begitu, pernyataan tersebut tidak menyurutkan Wimar untuk terus nge-tweet tentang Aburizal Bakrie. Dalam sebuah tweet-nya yang lain, Wimar menuliskan "Tax liability ARB Rp 10T bukan gosip tapi dalam proses penyidikan. Kalo SMI dihentikan ARB aman," (srn)

 

 

Techno - Internet
Wimar Witoelar vs Aburizal Bakrie di Twitter
Minggu, 31 Januari 2010 - 12:20 wib
TEXT SIZE :       
Sarie - Okezone
JAKARTA - Beberapa hari ini Twitter diramaikan oleh tweetwar antara Aburizal Bakrie dan Wimar Witoelar. Keduanya saling berbalas tweet, yang kadang diiringi dengan sindiran halus.
Perseteruan di situs mikroblogging twitter antara Wimar Witoelar dan Aburizal Bakrie (AB) dipicu pertama kali dari tweet-tweet Wimar yang memiliki kesan memojokkan orang terkaya di Indonesia itu.
Tweet tersebut cukup beragam, mulai dari tudingan berkaitan dengan lumpur Lapindo, Golkar, hingga pengemplangan pajak yang kabarnya dilakukan oleh Bakrie. Bahkan pengamat ekonomi tersebut terang-terangan mendukung Sri Mulyani (SMI) dan tidak setuju menteri keuangan itu dinonaktifkan.
"Saya dukung SMI, anti AB," tweet Wimar
"Individu harus berpihak. Partai harus berpihak pada yang baik. Media harus tidak berpihak. AB oke, AB+Golkar bad, AB+Golkar+TVOne very bad," tweetnya yang lain
Di twitter yang diduga milik Aburizal Bakrie, petinggi Partai Golkar itu menuliskan tweet
Bukan Wimar dan groupnya yg membiayai demo?
Wimar menjawabnya dengan tweet Wakakaak anak ITB memang punya sense of humor, Thanks Cal!!
AB menjawab kembali dengan "thanks Mar (ada yg blg manggil lo Wim, kalo gue tetap kaya dulu manggilnya)"
"Thanks Cal, skrg gw dipanggil Wim atau ww," jawab Wimar
Perseteruan mulai memuncak saat Wimar, yang sempat menjadi juru bicara kepresidenan era Gus Dur, menuliskan tweet "Aburizal Bakrie itu baik, teman lama, tapi ngemplang pajak, mengabaikan lumpur dan pake uang dan jabatan untuk menekan orang baik SMI-Boed"
Yang kemudian dijawab Ical dengan "makanya. Biar jelas apakah itu alat politik sbg penekan atau beneran.Bdw,lo pemegang saham Bumi gak?Kan Bumi "saham sejuta umat".
Wimar pun menjawabnya "Sorry Cal, hw ga punya saham Bumi. Gw pilih saham yang aman".
Ical pun kemudian mengajukan pertanyaan lagi, "dulu kan lo kerja di Anteve. termasuk yg bikin poiicy kan?"
Yang dijawab dengan Wimar, "Gua kerja utk StarTV Cal, Mewakili StarTV di BoD Anteve"
Timpalan Ical pun hanya pendek, "oh gitu, gue kira di Anteve,"
Dalam sebuah tweet, untuk menjawab pertanyaan followernya, Ical mengatakan tidak tahu menahu tentang perilaku pemilik situs Persepektif Online tersebut.
"Kawan lama sama Wimar. Betul2 saya tdk tahu knp dia sewot banget ke saya. Anyway, terima ksh atas perhatian dan doanya," tulis Ical
Namun begitu, pernyataan tersebut tidak menyurutkan Wimar untuk terus nge-tweet tentang Aburizal Bakrie. Dalam sebuah tweet-nya yang lain, Wimar menuliskan "Tax liability ARB Rp 10T bukan gosip tapi dalam proses penyidikan. Kalo SMI dihentikan ARB aman," (srn)

 

 

Print article only

27 Comments:

  1. From Sunu Gunarto on 30 January 2010 16:10:21 WIB
    Waduh...... jangan berlanjut lah saling serang ini. Kalau berdebat dengan topik isu terhangat saat ini bolehlah. Untuk pembelajaran rakyat. Biar rakyat makin cerdas. Selamat berdebat......

    (http://formulabisnis.com/?id=sunu_g)
  2. From Unna Dharma on 30 January 2010 22:00:41 WIB
    wah.. makin hobi ya kritik2 lewat dunia maya..:)
  3. From sysas dani on 31 January 2010 00:57:10 WIB
    Kami dukung Wimar trus lanjutkan kebenaran, biasalah yg ngemplang itu galak, daripada bayar pajak negara 2 TRILIUN NOOL NYA banyak, dibuatlah Rekayasa memeng ahlinya itu biangkerok bisa hancur negara kalau di sitir oleh partai kalah telak, malu lah, sadar lah Tuhan masih Berkuasa atas langit dan Bumi ,INDONESIA Ku TERCINTA, siapa yg nakal,KAjar,Slojo,PP Rakyat akan melawan mu

    Kritik di balas kritik, keras dilawan keras, lembut damai sejahtera
  4. From sen on 31 January 2010 05:20:22 WIB
    Bukan cuma Bakrie saja yang menjadi masalah tapi politikus yang banyak uang dan tidak bisa terus terang.

    Kalau memang anggota DPR wakil rakyat, bikin Undang-Undang yang mengkriminalkan anggota DPR yang tidak punya NPWP(dan tidak pernah lapor SPT)

    Biar mereka dipenjara. Itu baru langkah pertama menuju keadilan.


  5. From uban nugroho on 31 January 2010 07:53:37 WIB
    Dengan kejadian seperti ini koq kita sangat-sangat kehilangan Gus Dur. Cukup Gus Dur yang mengobok-obok komunikasi, sehingga semua yang hitam kelihatan hitam, yang putih kelihatan putih, karena beliaulah yang memegang penuh kompetensi seperti itu.
    Rasanya aneh kalau seorang WW dan ARB debat di twiter, seperti ABG rebutan pacar. Bahas SMS, bahasa di twiter kadang menipu emosi, lebih jagoan kalau debat juga melihat dan merasakan bahasa tubuh.
    Waktu ini pendek, masih ada masalah lain. Bahaslah masalah negeri ini dalam konteks yang pas.
    Ketika kita mau makan, NIAT kita akan menyambung hidup dan mengatasi rasa lapar. Ketika kita mau tidur, NIAT kita adalah mau istirahat.
    Ketika mau BAILOUT, NIATnya apa ? Korupsi atau memperbaiki ekonomi. Kenapa yang debat selama ini koq belum pernah menyajikan matrix ini lho keuntungannya Bank Ini Ditutup dan ini lho kalau di BAILOUT dengan nilai rupiah dan nilai-nilai ekonomis. NIATnya apa sih .................?
  6. From wimar on 31 January 2010 14:11:14 WIB
    saya tidak berniat menyerang dia pribadi, hanya mengungkapkan kasus-kasus yang sudah menjadi pengetahuan umum : pajak,lumpur, pansus, penekanan smi-boed
    jadi mereka menjawab dengan serangan pribadi. tidak ada yang bisa diserang dari keberadaan saya yang biasa2 ini, tapi males juga menanggapinya karena menggunakan orang banyak yang tidak tahu persoalan, atau pura2 tidak tahu.
    Sampai2 and juga kira saya mau debat dengan AB. Ngapain? SMI-Boed-SBY juga mungkin akan kalah oleh mesin uang politik dan orang yang dimanfaatkan ketidak tahuannya.
  7. From Tiara Sari on 31 January 2010 14:34:02 WIB
    Salam,

    Hello bung wimar..,dahulu di era Pak Habibie masih menjabat sebagai Presiden saya sangat membenci anda bung, karena pernyataan & komentar2 anda yg terkesan Habibie itu tdk ada harganya,spt org yg tdk layak mendapat penghormatan sedikit pun,pokoknya anda itu kalau sudah mengkomentari orang yg sptnya anda benci anda kuliti habis2an kejelekannya tanpa anda lihat juga jasa2 orang itu..,

    sampai pada akhirnya anda berada di lingkaran kekuasaan menjadi jubir Presiden Gus Dur almh,waktu itu sy pikir inilah saatnya anda dapat karma,anda ada di lingkaran kekuasaan,yg biasanya anda mengkritik pemerintah yg berkuasa kali ini anda ada dalam bagian nya sekaligus menjadi jubir,sy menunggu saat2 anda di cela & di kritik pada waktu itu..,krn terus terang saja saya luar biasa benci pada anda.

    saya tertawa terbahak2 ketika saya tahu gusdur mundur & anda menjadi salah satu pecundangnya.. :)).

    tetapi saat ini kebencian saya terhadap anda pun lambat laun menghilang..,karena anda juga sudah menghilang dari peredaran hehehehe..,tapi ketika anda muncul saat ini membela SMI saya merasa anda saat ini sedang mewakili suara saya..,kebencian sy dgn anda pun hilang, sambil saya melihat & menunggu apa yg bisa anda lakukan kali ini utk ibu SMI bpk Boed yg kita sama2 tau mereka orang baik dan sy yakin mereka hanya korban drpd ulah politisi2 busuk.

    saya mendukung anda kali ini bung wimar.. :) ,cheers...

    TS

  8. From wimar on 31 January 2010 15:22:36 WIB
    terima kasih, Tiara Sari. Saya melakukan apa yang menurut saya benar, dan anda bersikap menurut keyakinan anda. Begitulah semestinya
  9. From nurani on 31 January 2010 16:20:38 WIB
    Di era keterbukaan ini memang bukan hal yang aneh saling berdebat secara terbuka selama masih dalam koridor kesopanan, secara pribadi saya suka cara om ww memberikan komentar full of social-humouris...tapi terkadang terlalu 'vulgar' dan ini yg bikin saya lebih suka lagi hehehe..
    Tapi yg saya bingung kok akhir-akhir ini om ww agak emosional yah terutama saat di wawancara by phone oleh TVOne mengenai SMI-Boed, saya jadi bertanya2 apakah karena ada kecenderungan pertemanan antara om ww dengan SMI atau karena TVOne punya AB...??? bisa jadi karena dua-duanya yah?
  10. From widiesusanto on 31 January 2010 23:22:55 WIB
    saling serang ok asal gak sembunyi tangan. banyak preman berbaju parte, tapi gak ada parte ngaku preman. satu lawan satu aja gak usah pake tusuk dari blakang.
  11. From didiet on 01 February 2010 10:34:41 WIB
    @Nurani: mbak nurani harus melihat dulu konteks waktu itu. WW hanya menjawab pertanyaan yang sesuai dengan kapasitasnya sebagai orang yang mendukung SMI. bukan sebagai pengambil kebijakan bail out atau orang depkeu. jadi kalau dipaksa menjawab pertanyaan tentang bail out dan kebijakan yaahh kurang pas kalau menjawab lah, apalagi dipaksa untuk mewakili nama menteri keuangan oleh TV One.

    @widiesusanto: berdebat dan berdiskusi di ruang publik justru menghilangkan praktek "sembunyi tangan" itu mas.
  12. From Chandra on 01 February 2010 12:44:13 WIB
    WW, kamu sudah OK dengan tampil di TV dan PO. Jangan mau terpancing untuk saling ledek dengan Ical. That is too low for a noble man like Wimar Witoelar. Come home where you belong !!
  13. From tiur on 01 February 2010 12:53:17 WIB
    mau percaya berita di tv juga gak bisa. contoh TV one sudah jelas2 siapa yang punya jadi kabar yang disampaikan ke pemirsapun jadi tidak berimbang, takutnya kalo di biarkan terus2 menerus tanpa ada yang menjadi penyeimbang (mangkanya saya memilih mengikuti berita yang ada di perspekif dari pada berita di TV)maka hal yang sebenarnya tidak benar menjadi benar.. maju terus om WW, suarakan apa yang memang menjadi pilihan anda.
  14. From Mundhori on 01 February 2010 14:17:14 WIB
    Diera demokrasi dan keterbukaan ini sah sah saja berdebat, saling serang, saling membuka borok, asalkn berdasarkan data dan fakta. Bahkan rakyat akan untung mendapatkan informasi yg sebelumnya tertutup. Dan nantinya rakyat sendiri yg akan menilai, atau menentukan siapa yg culas, dan siapa yg benar., sehingga rakyat akan lebih pandai, lebih kritis, agar nantinya untuk memilih seorang pemimpin bangsa tidak keliru.
  15. From Haryoto on 01 February 2010 14:30:26 WIB
    teruskan Bung Wimar, Mudah-mudahan nantinya ada pansus lapindo, kasian temen saya rumahnya kelelep lumpur bakrie...
  16. From djaka on 01 February 2010 15:24:10 WIB
    masalahnya kok makin keliatan ... sbnrnya ini berpangkal dari sikap SBY yg selalu berusaha menyenangkan semua pihak (AB maupun pembantunya, Boed dan SMI). AB kan ketum Golkar, anggota koalisi. Kayaknya SBY lihat, "ah semua masih dalam kendali gue kok."

    Akibatnya, publik terombang-ambing oleh pers yang memanfaatkan kelemahan pimpinan ini. Seperti yang saya pernah tulis dalam komentar di artikel pak wimar yang lain, tidak akan terjadi major shift dalam kasus ini, lain dg masa Gus Dur dulu.
  17. From Viviana on 01 February 2010 17:09:41 WIB
    Kebenaran pasti akan kelihatan dengan sendirinya. Saya setuju dengan pemikiran WW dan akan tetap dukung terus SMI!
  18. From pingkan on 01 February 2010 20:01:20 WIB
    Bung Wimar, lanjutkan.....
    bagaimana kalau kita2 melalui perspektif online menginformasikan kepada seluruh masyarakat RI bahwa; kasus lumpur lapindo maupun pengemplangan pajak arb wajib dipansuskan !!!
  19. From nopa on 01 February 2010 22:13:56 WIB
    Hidup Om Wimar, Bu Sri, dan Pa Boed!!!! :D :D :D
    Om Wimar! You should run for the president election! or at least i think the president should make you his spokeperson! ;D

    jangan pernah berhenti, Om! Terusssskannn!
  20. From anandazake on 02 February 2010 14:36:44 WIB
    Om wimar emang jago.."jago ngeles" tapi saya suka itu "Wimar Banget"
  21. From kamilow on 04 February 2010 20:00:39 WIB
    how good :d
  22. From adi on 05 February 2010 14:09:26 WIB
    Dukung Terus SMI-Boed.. Saya percaya Ekonomi kita stabil Maju berkat Mereka.. Saya Percaya Anda bisa membantu mereka melepas cengkeraman Politik Sakit Hati..
  23. From shakuki.co.cc on 12 February 2010 10:24:59 WIB
    sebenarnya kritik mengkritik itu bagus, apalagi perkembangan media online spt twitter, blog , fesbuk mempermudah utk itu, asalkan dipertanggungjawabkan lah :)
  24. From iyon putera dewa on 15 February 2010 14:27:05 WIB
    dikira Golkar /yang punya duwit itu selalu menang. pansus golkar kayak hakim yang pingin memvonis bersalah budiyono/srimulyani jadi apa katanya ngak didengar, pokoknya salah dan harus dihukum..... tunggulah kehancuranmu golkar dari dulu selalu buat ulah seandainya golkar tidak ada dari dulu pasti indonesia sudah tentrem. tapi orang golkar membanggakan partai lama yang paling pintar(busetttt....)
  25. From reeree on 23 February 2010 10:48:57 WIB
    temen yang baik ngingetin mana yg buruk en mana yang harus di ubah... walaupun dengan cara yang super kritis... pak WW.. ini inspirasi yg baik buat banyak orang...
  26. From de on 25 February 2010 22:24:07 WIB
    gabung dong pak group FB : kami percaya integritas pak boediono FB: kami percaya integritas srimulyani
  27. From LINDA WARNI on 27 February 2010 20:55:34 WIB
    Terus semangati kami pak WW ..kalau perlu kita turun kejalan untuk dukung smi dan pak boediono ngak perlu dibayar ..kami dengan sangat iklas untuk mendukung ibu Kami SMI dan Boediono
    lambat laun kami sudah mulai mengerti permasalahan yg terjadi.

« Home