Articles

Proteksi Ical Hilang Bila Sri Mulyani Tetap Menkeu

Mimbar Politik
03 March 2010

 


Kiprah Ketua Umum DPP Golkar, Aburizal Bakrie (Ical), belakangan mengundang banyak sorotan. Bukan hanya lantaran kasus pengemplangan pajak yang nilainya mencapai Rp 2,1 triliun, bahkan berpotensi lebih besar, tetapi karena gaya politiknya yang kontroversial. Yang mengejutkan adalah sikapnya yang s edemikian frontal terhadap pemerintah dalam Pansus Angket Century DPR-RI. Apa sebenarnya yang hendak diraih Ical? Benarkah dia ingin menghabisi Menkeu Sri Mulyani Indrawati?

Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Wimar Witoelar menceritakan panjang lebar tentang kiprah politik dan bisnis Ical. Bahkan, pakar komunikasi ini mengaku cukup mengenal dekat Ical sejak usia muda. Untuk mengorek pandangan tokoh pendukung Menkeu Sri Mulyani ini terhadap Ical, wartawan Mimbar Politik, Petrus Dabu, bersama fotografer Denny MT mewawancarainya di sebuah tempat di Mal Pondok Indah, Jakarta, Sabtu (20/2). Berikut petikan wawancara selengkapnya.


Kalau kita cermati sepanjang sejarah perjalanannya, Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie saat ini sangat berbeda. Terutama dalam Pansus Century, Golkar yang merupakan anggota koalisi justru lebih garang dari oposisi. Mengapa ini terjadi?
Ya, kita harus lihat Golkar itu kumpulan bermacam-macam orang. Sekarang orang yang berkuasa di Golkar itu orangnya Aburizal Bakrie. Jadi yang dijaga itu sebetulnya bukan kepentingan Golkar, tetapi kepentingan Aburizal Bakrie. Orang Golkar sejati yang dari dulu di situ tidak punya sikap sekeras Golkar di pansus, misalnya. Sikap Golkar di pansus itu sikap Aburizal Bakrie. 

Kalau Anda tanya orang Golkar sejati yang tidak masuk dalam elit Golkar sekarang akan kelihatan bedanya. Karena itu muncul nasional demokrat segala, dimana banyak orang Golkar yang terlempar. Orang Golkar sejati itu tidak mendapat tempat di DPP sekarang, karena ini sepenuhnya dikuasi oleh uang. Uangnya kan sangat besar. Dari yang dihemat dari pajak saja sudah Rp10 triliun. Belum yang dihemat dari penderitaan rakyat Lapindo. Jadi dia punya Rp34 triliun untuk kas perjuangan. Nah, kalau sudah begitu, orang tidak punya pengertian partai, apalagi pengertian strategi. Sekarang ini Golkar itu kita lihat nyata sekali mengadakan pansus atau mendukung pansus bukan untuk suatu ideologi atau reformasi, tetapi untuk memberhentikan Sri Mulyani, terutama.

Apa alasan Anda mengatakan itu?
Iya. Karena Sri Mulyani itu sangat berbahaya bagi kelangsungan bisnis dan politik Aburizal Bakrie. Karena kalau bisnis Aburizal berhenti, politiknya juga berhenti. Saya tidak mengatakan uangnya habis, karena nggak akan habis. Karena uang Aburizal itu sudah diamankan dengan profesional melalui investment fund di luar negeri. Yang ada di sini hanya uang untuk bermain politik. Tapi kalau bisnis yang berkelanjutan itu berhenti, dia akan menjadi lemah di Golkar, bisa diganti. Saham Bumi (PT Bumi Resources) juga akan jatuh di bursa. Orang akan meninggalkan perusahaannya, mungkin dari beberapa puluh ribu hanya beberapa yang sangat loyal. Sebab, dia nggak akan bisa bayar gaji. Nggak mungkin dia bayar gaji dari dana pribadi. Kalau Bumi jatuh dia nggak rugi, karena ketika dulu Bumi hampir jatuh, dia sudah diam-diam menyelamatkan uangnya. Seperti yang dituduhkan ke Bank Century tidak terbukti. Jadi tidak usah menganalisa perilaku Partai Golkar sekarang berdasarkan pengalaman Golkar di masa lalu. Dari dulu juga Golkar jaga kepentingan. Dulu kepentingan Soeharto. Hanya dalam zaman Akbar Tandjung barangkali yang mencoba menjadi partai yang institusional. Harus saya puji Akbar Tandjung karena dia mencoba menjalankan Golkar sebagai partai yang tetap saya tidak dukung. Saya kan tahun 1998 sudah minta Golkar dibubarkan. Tapi apalah artinya permintaan saya. 

Tapi faktanya Golkar memang masih cukup besar?
Tapi kalau toh harus hidup, model Golkar Akbar Tandjung-lah yang bagus. Sayang, dia terjebak oleh Buloggate yang menurut saya juga bukan korupsi pribadi. Itu adalah mengumpulkan uang untuk partai. Lain dengan Aburizal Bakrie, uangnya sudah banyak sehingga dia tidak perlu mengumpulkan uang dari partai. Partai buat dia adalah pos pengeluaran untuk bayar demonstran, untuk bayar pendukung, bahkan penembak-penembak twitter. 

Aburizal Bakrie itu bukan politisi. Dia itu pedagang yang ingin melanjutkan usahanya. Paling nggak mempertahankannya. Dan pedagang yang tidak bisa hidup dalam iklim reformasi. Dia hanya hidup dalam proteksi Soeharto kemudian proteksi Megawati, barangkali ya. Kemudian proteksi SBY selama lima tahun. Tapi ketika SBY menghentikan proteksi itu, dia seperti penyelam kehilangan tabung oksigen. Karena dia merasa tabung oksigennya diputus oleh Sri Mulyani. Padahal, tidak benar. Sri Mulyani hanya menjalankan pekerjaan secara normal saja sebagai profesional. Tapi dulu (Sri Mulyani) tidak bisa jalan karena Aburizal melempar berbagai tameng proteksi melalui Jusuf Kalla dan SBY. Sekarang SBY sudah di jalan yang baik.

Jadi Ical membeli Golkar untuk digunakan sebagai tameng?
Anda silakan pakai kata-kata sendiri. Saya tidak bisa dipancing untuk menggunakan kata Anda. Tapi saya sudah jelaskan bagaimana Ical di Golkar menjadi ketua umum, karena dengan membiayai seluruh kampanyenya dari kantong sendiri dan menahan dana dari orang yang melawan dia. 

Seberapa efektif Ical bisa menjatuhkan Sri Mulyani?
Sebagai wartawan, Andalah yang bisa menganalisa, sebagai orang yang mengamati secara dekat politik Indonesia. Kita belum bisa menilai hasilnya karena drama ini belum berakhir. Tapi kita lihat bahwa di minggu-minggu terakhir, perasaan publik begitu agak muak dengan propaganda anti Sri Mulyani diembuskan melalui TVOne, melalui Golkar, melalui anggota pansus. Jadi, semahal-mahalnya media itu dibeli, publik itu akan menemukan jalannya. Barangkali media Anda ini yang tersedia untuk memberikan suara yang jernih, karena belum dibeli oleh Bakrie. Kalau sudah dibeli juga wawancara semacam ini juga nggak akan dimuat. Dan selama peraturan undang-undangnya begini, itu tidak salah. Seperti Arsenal kemarin kalah lawan Porto, padahal bola yang dicuri terus masuk, ya itu sah karena tidak melanggar peraturan. Jadi, Aburizal Bakrie itu tidak melanggar peraturan politik. Hanya menjalankannya tidak sesuai dengan yang diinginkan orang semacam saya. Saya tidak tahu berapa banyak orang semacam saya. Tapi kalau Anda baca di twitter, di facebook, di blog saya dan dalam pergaulan sehari-hari, saya itu punya banyak teman. Saya tidak tahu apakah Aburizal Bakrie punya teman sebanyak ini, andai kata tidak punya uang. Saya ini tidak punya uang. 

Ada yang agak janggal, Ical sudah banyak masalah tetapi kok malah frontal dengan kekuasaan?
Itu juga saya tidak tahu. Tapi saya kenal Aburizal Bakrie sejak mahasiswa tingkat satu tahun 1964. Jadi, dia itu sekali lagi adalah businessman dengan insting bisnis dan bangga bahwa instingnya itu bisa. Saya itu bukan politikus, disebut oleh orang sebagai politikus. Tapi saya merasakan kejadian itu dari sudut pandang orang biasa. Jadi, saya punya banyak dimensi. Kadang-kadang orang biasa bisnis ingin untung, kadang-kadang ikut kampanye politik dan ingin menang. Kadang-kadang juga nonton bola, dengar musik. Bagi saya politik itu bukan sentral. Paling-paling 20% dari portfolio perhatian saya. Bagi Aburizal Bakrie bisnis adalah segalanya. Barangkali 90%, dan 10% untuk keluarga, untuk kesehatan. Politik pun tidak. Jadi, dia juga menjalankan peran politiknya tidak untuk jangka panjang. 

Sebagai menko kesra (di KIB I), sebetulnya dia bisa banyak berbuat. Karena bukan hanya hal yang jelas seperti gempa bumi, tapi Lapindo itu kasus menko kesra. Bagi saya, kriminalisasi Lapindo bukan soal PT Lapindo Berantas atau Aburizal Bakrie, tapi menko kesra. Waktu saya menyerang, menunjukkan ketidakpeduliannya terhadap masalah rakyat, saya itu diserang satu halaman oleh Lalu Mara Satriawangsa, humas menko kesra. Jadi, saya heran, saya mengajukan penderitaan rakyat, saya diserang oleh humas menko kesra dengan mengatakan Aburizal Bakrie jauh lebih nasionalis dari Wimar Witoelar. Karena pegawai dia 50.000 pegawai, sedangkan saya hanya ada 20 orang. Kalau nasionalis diukur dari jumlah pegawai, VOC nasionalis juga. Nggak bisa dong. Justru pegawai itu dibayar dari uang keringat rakyat yang pajaknya nggak dibayar. 

Jadi rasional Aburizal Bakrie itu susah kita mengerti, kalau kita bayangkan dia sebagai Ketua Umum Golkar. Kalau kita bayangkan dia sebagai pengusaha sangat bisa dimengerti, karena semua proteksi untuk dia akan hilang kalau Sri Mulyani terus (jadi Menteri Keuangan). Jadi bagaimana pun dia habis-habisan. Saya bukan orang fanatik Sri Mulyani walaupun saya kagum dan hormati dia. Tapi kalau ada menteri keuangan lain yang bisa mengerjakan pekerjaan dia, ganti saja sekarang. Tidak ada di Indonesia. Bersih, pandai, dihormati di dunia internasional, tegas, dan commited. Yang lain belum tentu komitmennya bertahan.

Jadi Anda yakin dengan isu bahwa target utama Ical itu Sri Mulyani?
Oh iya. Sri Mulyani dan supaya SBY kembali ke pangkuan dia. Untung SBY ini sekarang sudah sangat lebih baik dari yang lalu. Dia tahu didukung rakyat. Ada 61%. Saingannya Jusuf Kalla cuma 11%, Megawati berapa. Jadi SBY sih tahu, tapi dia masih merasa ingin kerjasama dengan partai. Jadi, dia ajak partai yang baik-baik ingin berkoalisi. Kalau partai-partai yang berkoalisi menjadi lawan ya dengan mudah dia singkirkan. Belum tentu dia harus singkirkan menteri dari Golkar. MS Hidayat, Agung Laksono, dan Fadel Muhammad tidak perlu khawatir, kecuali kalau mereka itu adalah pelindung pribadi Aburizal Bakrie. Kalau mereka itu mengawal Golkar, nggak apa-apa. Justru Golkar itu perlu perubahan. Siapa tahu kalau begini terus, Golkar yang sejati akan mulai kelihatan, dan bisa menggantikan Aburizal Bakrie sebagai ketua umum.

Artinya, upaya Ical menjatuhkan Sri Mulyani melalui pansus tidak efektif?
Iya. Itu Anda bisa lihat dengan kepala jernih. Itu kalau kita main bola, dengan kesebelasan yang pemainnya dibeli, seperti MU, Chelsea, terus sampai sepuluh menit sebelum berakhir masih nol-nol. Dan pemain itu, kalau tidak menang tidak dapat bonus bahkan dijual ke club lain, maka mereka akan panik. Jadi serangannya makin lama makin tidak beraturan. Tembak dari jauh, kartu kuning, kartu merah, dan mata gelap. Jadi memang tidak rasional.

Tanggal kita bicara sekarang ini, 20 Februari, ini adalah 10 menit sebelum usai, masih nol-nol. Dan ada bahaya counter attack (serangan balik) dari orang-orang baik itu dengan kemungkinan menyorot Hadi Purnomo (Ketua BPK), Aburizal Bakrie sendiri, Bambang Soesatyo, dan semua orang yang sejarahnya itu tidak menyenangkan, Setiya Novanto. Padahal, di Golkar itu banyak orang baik. Saya kenal. Banyak sekali. Singkatnya, mereka sudah tidak berpikir strategis. Karena biasa main uang. Jadi seperti orang main kartu, main poker, dia coba dibius dengan uang lebih besar, lebih besar, mengharapkan orang kabur. 

Mengapa harus Sri Mulyani yang dijadikan target?
Saya sudah katakan tadi. Saya tidak tahu apa itu motifnya Aburizal. Tapi kenyataannya dia (Ical) itu pribadi yang bermasalah dan orang bisnis yang tidak subur dalam suasana pemerintahan bersih. 

Ical sering dikabarkan berjasa membantu SBY saat Pilpres. Begitu pun SBY kabarnya berjasa di balik terpilihnya Ical dalam Munas Golkar lalu. Ini yang barangkali melahirkan rumor adanya deal Ical dan SBY untuk menyingkirkan Sri Mulyani?
Dia (Ical) punya jasa terhadap SBY. Tapi itu bukan jasa terhadap negara. SBY, mudah-mudahan tahu dia tidak usah berutang budi pada Aburizal Bakrie, cukup berperikemanusiaan. Dan mengkoreksi kesalahannya dan berbuat baik kepada negara, kepada rakyat dengan tidak menunjuk menkeu yang punya ’conflic of interest’. Dengan tidak menunjuk wakil presiden yang mempunyai praktik bisnis yang kurang baik. Jadi SBY itu mau semua orang mulai sekarang berbuat baik saja, dia teruskan Sri Mulyani karena dia tidak bisa mendapatkan menteri keuangan yang lebih efektif. Aburizal Bakrie pun tidak dikejar-kejar. Dia sangat bisa menyelamatkan diri. Dia bisa memperbaiki dirinya di mata masyarakat dengan resources yang dia punya. Karena dia punya uang banyak. Dia punya fasilitas, punya koneksi. Tapi tidak dia gunakan. 

Tadi Anda menyebut Hadi Purnomo. Kalau kita lihat, gerakan pansus hingga kemudian menyebut keterlibatan Sri Mulyani tak lepas dari hasil audit BPK yang disertai dengan legal opinion?
Betul. Hadi Purnomo juga kan orang yang berkepentingan untuk merehabilitasi kekuatannya. Kalau pun nama baiknya tidak bisa direhabilitasi, tapi kekuatannya mungkin bisa. Karena dia diberhentikan tidak kehendak dia, oleh Sri Mulyani. Karena memang sudah terlalu lama dia dikenal sebagai orang yang banyak mengumpulkan uang politik. 

Hadi Purnomo itu tentu mempunyai motivasi sangat kuat untuk merehabilitasikan kekuasaannya. Belum tentu orang seperti itu terlalu berminat merehabilitasi nama baiknya. Mungkin dia berpikir itu sih urusan lain. Jadi memang sejak dia diberhentikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, di luar jadwalnya sendiri, dia memang tidak ingin berhenti. Karena uang banyak. Keahlian dia itu adalah keuangan. Maka posisi BPK itu bisa diraih, karena posisi BPK ditentukan oleh DPR. Dan semua tahu DPR itu bisa terpengaruh oleh uang. Maka jadilah dia Ketua BPK. 

Apa hubungan Hadi dengan Ical?
Tentu saya tidak menuduh ada koordinasi dengan Aburizal Bakrie. Tetapi persis pada saat itu dia sangat berguna sebagai alat di pansus. Jadi, bahwa laporan BPK keluar itu sangat menguntungkan. Benar tidaknya, banyak orang sudah tahu, dan mereka juga tidak yakin. Saya yakin nggak benar, karena dia yang bikin. Tapi dia (Hadi) pikir akan selesai sebelum ketahuan.

Tapi ternyata ini panjang. Seperti saya katakan, club yang pemainnya sangat mahal ini, 10 menit sebelum selesai belum bisa menghasilkan gol. Bahkan, lawan itu ada tanda-tanda bisa melakukan counter attack. Jadi sekarang mereka habis-habisan. Hadi Purnomo sudah tidak terlalu berguna lagi, karena laporan BPK-nya sudah keluar. Masa keluarin lagi laporan BPK. Tinggal menunggu apakah counter attack itu akan menuju ke dia atau tidak. Saya tidak pernah menginginkan nasib buruk kepada siapa pun. Menurut saya sih lebih baik permainan ini dihentikan sebelum ada korban lebih jauh. Kalau saya jadi wasit sih, saya akan hentikan karena penonton resah dan banyak preman yang masuk ke lapangan. 

Terkait serangan balik. Bukankah Setya Novanto itu orangnya Agung Laksono di Kosgoro. Tapi kenapa dia justru ikut kena serangan balik?
Semua itu adalah orangnya ”Sudirman” (uang) yang ada di dompet Anda. Sebetulnya bukan hanya mereka tapi semua orang. Tapi mereka itu di-catalize, difasilitasi oleh seseorang yang bisa menjanjikan kebahagiaan sepanjang masa dengan ”Sudirman (uang). Kalau Akbar Tandjung, dia itu tidak punya uang, tapi ahli rekayasa. Kalau Aburizal Bakrie, punya uang, berusaha manipulasi. Kita lihat pola politik mana yang menang. Dua-duanya sah di dalam perundang-undangan sekarang. Orang mau buang uang 10 triliun di pansus ya silakan aja. Itu punya efek multiplier juga kepada tukang gado-gado di luar gedung DPR kan. Semuanya sah. Saya tidak marah. Hanya sedih kalau orang itu terkelabui oleh pers berat sebelah. Saya sangat senang pada Anda. Kalau pun Anda ditangkap, disomasi dan segalanya, saya tetap senang. 

Bila dibandingkan dengan Golkar sebelumnya, apa perbedaan prinsip kepemimpinan Ical?
Bedanya ada dua. Pertama, Aburizal pribadi yang mempunyai masalah dengan good governance, dengan pemerintahan bersih. Kedua, dia punya banyak uang. Kalau Akbar Tandjung atau Wahono atau yang dulu-dulu itu, mereka tidak punya masalah dengan good governance. Barangkali kurang rajin memperjuangkannya. Atau kurang efektif. Tapi tidak melawan good governance. Rahmat Witoelar , Sarwono, Marzuki Darusman, penginnya sih baik-baik. Mereka tidak punya uang. Kalau mau maju itu harus terampil politik. Jangan asal nembak di pansus, di twitter. Dan mereka semua orang baik kalau keluar dari politik. Saya yakin mereka itu akan baik. Karena banyak uang kan untuk membiayai panti asuhan. Aburizal Bakrie kan waktu di kabinet dia bilang dia akan tidak masuk pemerintah lagi, karena dia kan konsentrasi pada amal. Rupanya amalnya kepada Golkar gitu ya. Jadi menyejahterakan beberapa orang di Golkar.

Pada awal, saya katakan, Golkar sejati itu beda dengan Golkar Aburizal Bakrie. Orang yang Golkar sejati, apa baik atau buruk, pokoknya orang yang hidupnya di Golkar itu sudah 30 tahun di situ, melakukan hal-hal yang kita tidak suka, tapi juga tidak melakukan hal-hal yang terlalu ekstrim. Kita nggak suka misalnya menyebarkan gosip politik, manipulasi, mengadu-domba dengan kata-kata. Itu dilakukan. Tapi dulu adu domba tidak dengan membayar media. Mereka menyediakan bahan bagi demonstrasi, tapi tidak menyediakan poster dan nasi bungkus. Golkar sejati itu lain caranya. Tapi mereka itu kalah total. Golkar sejati (sekarang) tidak punya peran. Kecuali kalau Golkar uang ini tidak berhasil, maka mereka akan muncul. Akbar Tandjung, Agung Laksono, Hidayat, Syamsul Muarif. Yang gitu-gitu masuk Golkar sejati. Jangan dipikir Golkar sejati yang suci-suci, bukan begitu. Tapi yang genuine. Yang benar-benar orang politik. Mereka punya uang, tapi tidak menggunakan uangnya untuk politik, bahkan mereka ambil uang dari politik untuk dirinya. Kalau Aburizal sih malah meng-invest dalam politik.

Bukankah Ical naik juga berkat jasa para Golkar sejati?
Karena waktu itu ada yang lebih tidak sejati, yaitu Jusuf Kalla. Gerakan Akbar Tandjung dan yang lain-lain itu waktu itu sebetulnya untuk melawan Jusuf Kalla. 

Apakah sekarang mereka tidak lagi membantu Ical?
Membantu selama dia menang. Kalau Golkar sejati itu membantu yang menang dan meninggalkannya kalau kalah. Itu Golkar sejati. Makanya, belum tentu menteri-menteri Golkar akan keluar. Karena kalau dibaikin, teman-temannya akan membantu memperbaiki DPP Golkar. Lebih penting Golkarnya direvisi daripada menterinya diganti. Agung Laksono, MS Hidayat nggak jelek-jelek amatlah menjadi menteri, karena sudah biasa jadi pejabat. Jadi tidak penting reshuffle kabinet dari segi Golkar. Yang penting adalah reshuffle Golkar.

(MIMBAR POLITIK, Edisi 40, 26 Februari - 04 Maret 2010)

 

Print article only

63 Comments:

  1. From asti on 03 March 2010 20:39:41 WIB
    kita jangan kasihan sama sri mulyani, tapi justru ada harapan bagi kita untuk next presiden 2014?

    semua orang besar akan dapat cobaan besar. kalau sri mulyani lulus cobaan dari rong rongan gabungan elit2 barisan sakit hati dan tokoh2 dengan semangat primordial,

    kita punya calon president 2014 dg kualitas wahid, tegas, dan maju tak gentar membela prinsip good govrn.
  2. From Viviana on 03 March 2010 21:26:34 WIB
    Nice info ! Btw Bisa nggak ya Partai Golkar di reshuffle ?
  3. From julio on 03 March 2010 21:28:03 WIB
    Saya sudah baca wawancara diatas, namun pendapat yang saya kemukakan ini "tidak dipengaruhi"atas isi wawancara tsb.
    Saya sependapat dengan "bung wimar" ada upaya menyingkirkan Sri Mulyani,seorang figur cerdas/pandai, jujur dan bersih itu tidak bisa dibeli. Satu-satunya jalan adalah menyingkirkan SMI dari pemerintahan, melalui proses Hak ANgket.
    Saya jadi tertawa geli, DPR yang fungsinya Legislatif merangkap menjadi fungsi Yudikatif dengan menjatuhkan vonis bersalah kepada sri mulyani.


  4. From djaka on 03 March 2010 22:34:42 WIB
    Politik uang di Golkar itu sudah sejak era JK menjadi ketua umum kan? Orang-orang Nasional Demokrat itu, yang Pak Wimar sebut sebagai Golkar sejati, apa bukan kelompoknya JK ? Berarti ND ini sama sajalah dgn golkar sekarang. Sigh.
  5. From dmitri on 04 March 2010 04:15:48 WIB
    "Dia (Ical) punya jasa terhadap SBY. Tapi itu bukan jasa terhadap negara. SBY, mudah-mudahan tahu dia tidak usah berutang budi pada Aburizal Bakrie, cukup berperikemanusiaan."

    this is nuts. setelah korup semasa Soeharto (padahal bisnis juga turunan ortu), diamanin presiden secara beruntun, bebas lapindo, bebas pajak, terus dia pantes diberperikemanusiaanin?

    dekrit pembubaran Golkar, penyitaan aset dan pengadilan ala Putin/Khodorkovskiy. Nothing less.
  6. From teguh on 04 March 2010 08:30:46 WIB
    Jdi ingat cerita saudara di ANTV, karyawan ANTV dapat bonus ketika AB diangkat jd Menko kesra.
  7. From Susy Rizky on 04 March 2010 08:41:00 WIB
    Banyak yang proteksinya terganggu kalau Sri Mulyani tetap jadi Menkeu...makanya serangan terhadap SMI datang demikian hebatnya. Bahkan anggota DPR yang notabene wakil rakyat, bersedia melacurkan diri atas nama politik ikut-ikutan mengumbar nafsu untuk menjatuhkan beliau.

    Tapi perang belum usai, voting bukan akhir dari segalanya. Biarkan KPK yang menilai dengan lebih fair dan independen, baik thd SMI maupun thd pencoleng-pencoleng yang sesungguhnya.

    Maju terus SMI!
  8. From Herry Jo on 04 March 2010 11:26:22 WIB
    Koalisi akal2an (Golkar, PKS, PPP) adalah profile partai politik yg sebenarnya. Mereka berhitung bahwa SBY dak mungkin melakukan reshuffle saat ini, titik dimana pemediaan yg gencar membuat raksyat bingung dan terpengaruh opini Boediono dan SMI bersalah. Exposure tindakan mereka dirancang dgn baik, skrg Anis Mata mulaingomong bahwa Hak DPR mneyatakan Pendapat tidak perlu dilakukan, mereka berteriak kembalikan semuanya kepenegakan hukum. Hati2...Pisau bermata dua. Kalau reshuffle kartu itu dimainkan lagi untuk pemakzulan. Tapi kita percaya SBY dipilih mayoritas rakyat tahu posisi dan permainan partai politik. Dan apa yg p.Wimar sampaikan sangat jelas. Memang kalkulasi politik selalu berubah dalam konteks waktu. Politik selalu berpihak pada kesempatan berkuasa. Dari begitu bervariasinya motif pansus, saya percaya oportunitas mereka akan memecahkan mereka. Sahabat2, anda akan lihat, partai seperti PKS yg dibentuk dengan idealisme pada waktunya juga jadi pragmatis. Sekarang yg perlu kita dukung adalah tindakan SBY, mdh2an beliau berpidato bahwa siilahkan partai koalisi menjadi oposisi, krn naif sekali jika dalam menjalankan pemerintahan Suryadharma, Tifatul, Agung Laksono dll akan dapat diperintah oleh Wapres. Sudahlah rakyat tahu cara main partai2, jangan berpikir bahwa dgn kemenang voting di DPR, maka di 2014 suara anda akan secara konsekutif bertambah. Sy setuju dengan komentar bahwa mungkin kejadian ini menciptakan seorang Wanita Presiden. Dan kita tau dia cerdas, tegas, bersih, dihormati dunia bisnis dan kalangan investor luar negri serta direkoknisib sebagai pemimpin dgn keteguhan hati. Marib kita dukung.
  9. From ferry cristiawan on 04 March 2010 13:06:10 WIB
    saya kagum dan brterima kasih dng perjuangan serta kegigihan SMI,sdh lama indonesia tdk mengenal PAHLAWAN.disisi lain saya brhrp bnyk kpd KPK utk dpt menyelidiki mslh ini,namun akan lbh efektif bila KPK ini berubah mjd KPKKN shg memiliki wewenang lbh utk menyelidiki grombolan pemboikot yg brusaha mnjatuhkan menkeu,bisa jd memang benar mrk orang2 yg ngebackup AB.klo KPKKN gk bersih,kita minta bantuan master romy rafael spy kebuka semua kedok dibalik rekayasa mslh ini,trutama org2nya AB!
  10. From Slamet on 04 March 2010 13:45:56 WIB
    Saya setuju dengan apa yang disampaikan dalam wawancara diatas. Memang sdh jalannya kalau orang benar akan terlihat kalah duluan...lihat di film film, pada akhirnya orang yang tidak benar akan dikalahkan....Hidup SMI..!
  11. From dawak on 04 March 2010 14:02:05 WIB
    serangan membabi buta tim "kaya" akhirnya menghasilkan gol jg, tp apakah akan jd gol kemenangan blom tentu jg, saya tetap yakin yg benar akan terbuka! jangan sampai bangsa ini menyesal belakangan karena telah mencampakkan orang2 jujur yg berjuang tulus untuk kemajuan bangsa, SMI is d'best MoF (minister of finance) yang pernah kita miliki
  12. From Dirga Surya on 04 March 2010 18:47:51 WIB
    Setuju dengan komen #1.
    Kita butuh pemimpin yg cerdas dengan integritas yang kuat.
  13. From cicak on 04 March 2010 18:52:07 WIB
    boediono-smi..
    what doesn't kill you make you stronger..!
  14. From agus on 05 March 2010 00:57:40 WIB
    Dulu orde baru golkar, sudah reformasi
    eh golkar lagi ...
  15. From yusuf murtiono on 05 March 2010 01:04:37 WIB
    saya lebih percaya pendapat kang Wimar W, karena pernah mengawal Bapak Pluraisme, Gus Dur...... Komitmen, konsistensi, kejujuran, kesederhanaan, ceplas ceplos selalu menjadi panglima kehidupan.
  16. From Eka K. on 05 March 2010 02:13:19 WIB
    Ya. Biar yg Independen yg menilai. Dari hukum Tata Negara pun masih bisa dipertanyakan, kenapa DPR hasil pemilu sekarang meng-angket\'in kinerja pemerintah yg telah lewat..?! Memang betul2 kental intrik politiknya..!
    Usulan; semoga ada yang bisa buat buku spt George Condro untuk mengungkapkan konspirasi di balik angket Century. Sekalian biar lebih gamblang.. Dijamin bukunya bisa jadi Best Seller...he.he.he..
    Saya menjadi pendukung SM for the next president !!
  17. From ottonasri on 05 March 2010 13:51:26 WIB
    Pilihan anggota DPR selalu berbeda dengan Kemauan Rakyat: 1:PAda saat masa masa jatuhnya Orde Baru, DPR dengan Harmoko nya memberi Aplaus yang luar biasa pada saat Suharto menyampaikan RAPBN di gedung DPR, Harmoko dan temannya datang ke Istana mendukung Suharto, tapi begitu rakyat dan mahasiswa bersatu padu maka serta merta Golkar Menghianati Suharto dan menjelma menjadi pendukung Rakyat,
    Pemilu 1998 dimenangkan Oleh Megawati, artinya saat itu Rakyat menghendaki Megawati menjadi Presiden, tetapi anggota DPR/ MPR yang dimotori oleh Amien Rais dkk, melalui Poros tengah dan mengatasnamakan Islam berkasuk kusuk sehingga Mega kalah dari Gusdur, kembali pilihan rakyat di mentahkan oleh elite parpol.
    Nah apakah pilihan mayoritas DPR (325 ) orang ini bisa mewakili apa yang ada di pikiran Rakyat, jawabnya tendtu saja Tidak, Karena mereka terdiri dari manusia masnusia biasa yang tiba tiba menjadi Dewa dan malaikat karena di bentuk oleh Media yang juga dimiliki oleh orang yang bermasalah, Jadi saya sangat tidak takut dengan apa yang terjadi karena apa yang dilakukan di Pasus dan DPR bukannya pilihan rakyat, tapi pilihan pendapat segelintir orang yang tidak pernah di ketahui asal usulnya dan integritas nya terhadap bangsa dan Negara dan kemudian berteriak atas nama rakyat dan menyatakn bahwa kemenangan rakyat.
    Sungguh kasihan Rakyat kembali menjadi tumbal kebohongan Publik oleh segelintir manusia manusia yang berkedok kesucian dan kebenaran padahal mereaka adalah manusia yang penuh dengan Dusta dan kemunafikan>

    Bung WW dan sahabat yang Lain sudah saat nya suara kita juga didengar oleh komunitas diluar dan membentuk sebuah Komunitas madani yang berrsih dari intrik dan kepentingan politik. Hanya satu yang ingin saya lakukan tapi tidak tau caranya adalah membuat survey independen untuk menanyakan kepada masyarakat satu saja pertanyaan : MANA YANG MEREKA LEBIH PERCAYA INTERGRITASNYA SMI AND BOED ATAU ANGGOPA DPR.

    Hanya ingin membuktikan tesis bahwa suara DPR bukan Suara Rakyat
  18. From Al Faridu on 05 March 2010 17:10:54 WIB
    Setuju adakan polling siapa yang lebih dipercaya, DPR atau SMI dan P. Bud. Tapi sayang media hitam baru saja \"mencuci otak\" rakyat,selama tiga bulan penuh, sehingga kalau polling dilakukan sekarang, pasti hasilnya bias, seperti hasil polling LSI terakhir. Orang bijak mengatakan..siapa menguasai media, dia akan menguasai dunia. Karena media (khusus) informasi dikuasai oleh konglomerat hitam, bisa dipastikan kontennya adalah menyerang figur anti korupsi. Jadilah SMI dan P. Bu bulan-bulanana dan sasaran tembak.
    Tapi,Pansus adalah konspirasi politisi busuk yang melihat keberhasilan pemerintah pada priode pertama, dan kemenangan mutlak, satu putaran pada periode ke dua akan membahayakan nasib parta-partai orba, partai agama dan partrai gurem pada memilu 2014. Oleh karena itu, kaluklasi politik yang paling rasional adalah , menghancurkan kredibilitas pemerintahan dengan mengibok-obok program dan menjatuhkan citra sebagai pemerintah yang berhasil.
    Sya berharap sambil berdo\'a, mudah-mudahan pengalaman pahit mbak Ani pada saat sekarang justru akan mematangkan integritas beliau lima tahun mendatang. Kita butuh pemimpin yang berintegrasi, dari pada berjilbab tapi sekedar topeng penuh kemunafikan...maju terus mbak Ani..Engkaulah kartini ke dua yang akan meneruskan perjuangan pak SBY pada periode ini........
  19. From Ludfi on 05 March 2010 19:22:15 WIB
    Terkenyut (basa Srimulatnya) saya, ternyata bung Wimar bisa tajam dalam menilai orang, sampai yang baca dan awam seperti saya, mencium aroma kebencian yang dalam.
    Seperti ada nuansa kemarahan, tapi mungkin saya terlalu jauh dari mengerti tentang sepak terjang pak ARB, mungkin memang beliau pantas dimarahi atas apa yang dilakukannya terutama pada warga sekitar Lapindo.
    Namun, sepertinya hampir membabi buta, baik menilai kelemahan ARB hingga mengangkat kebaikan SBY. Sebagai awam yang mengenal bung Wimar semenjak tayang di TV dan menjadi jubir YM GD, saya kaget, karena bisa sekeras ini juga kata-katanya.
    Terlepas dari kebenaran yang sesungguhnya, opini ini menarik, namun sesuatu yang berlebihan, tidak lah enak untuk dinikmati. Seperti berbicara dengan orang yang \"terlalu\" ramah, \"terlalu\" lapar, ato \"terlalu\" pintar, juga tidak mengenakkan.
    Singkatnya dari uraian saya yang mbulet di atas, sedikit kaget dengan sikap bung Wimar, seperti ada kesantunan yang sengaja dihilangkan, tapi semoga itu hanya sesaat, dan setelah meneguk secangkir teh hangat, sudah hilanglah rasa kesantunan, dan kembali pada kenyataan yang harus dinikmati ;)
    Mengandaikan semua itu damai dan indah itu sangat mudah, tapi sedikit butuh pengorbanan perasaan, bukan ?
  20. From Rudy Kurwet on 05 March 2010 21:00:55 WIB
    SMI for next president
  21. From jaka on 05 March 2010 23:21:19 WIB
    Prens sadayana , Apakah ada yg tahu perbedaan antara Thaksin Sinawatra dengan aburizal bakri ? tolong kasih tau ,dong...
  22. From hadi monfiq on 07 March 2010 16:14:32 WIB
    SMI the best men keu
  23. From Hasan on 08 March 2010 00:18:32 WIB
    Mantab PakDe Wimar,,,, memang rakyat harus tahu siapa saat ini yang benar2 berjuang untuk rakyat dan siapa yang memanfaatkan rakyat, bahkan mahasiswa sekarang lebih doyan berorasi krn uang dari pada karena kebenaran,,,,,
  24. From hariyadi on 08 March 2010 12:46:27 WIB
    Kalau pegawainya 50 ribu orang, berarti pajak PPH minimal satu tahunnya 5 trilliun dong, itu baru PPH pasal 21 karyawan doang dengan gaji UMR boss.

    yang dibayar Ical setahun berapa ya? kita lihat laporan akhir Maret ini.... ya paling sedikit pajak pribadinya segitu juga,
  25. From zeno on 08 March 2010 19:04:48 WIB
    saya bingung jadinya sekarang, bingung mau liat jernih saja susah. media udah banyak yang nggak bersih dari intervensi modal. tapi lagi-lagi saya bingung, jujur yg saya saluti di ruang sidang paripurna kemarin cuma Lily Wahid.
  26. From arifin on 09 March 2010 09:19:56 WIB
    DPR yang fungsinya Legislatif merangkap menjadi fungsi Yudikatif dengan menjatuhkan vonis bersalah kepada sri mulyani.

    Padahal itu cuman Opini !
    (liat aja ada 1 partai yg berpindah opini putaran kedua, dan udah terkenal kurang teguh-> ingat masalah presiden wanita kan :) )

    hanya satu kata buat DPR, dzolim !
  27. From badut on 09 March 2010 16:03:31 WIB
    inilah perjuangan 2014, partai2 sudah memulai genderang perang untuk memenangkan 2014.
    mana yg mau diandalkan : SMI yg getol memerangi korupsi dari keuangan pemerintahan ato DPR yg sudah terkenal dan nyata penyelewengannya???????
  28. From M. Arif on 09 March 2010 16:12:07 WIB
    SRI MULYANI 2X MENJADI MENTRI KEUANGAN TERBAIK DI DUNIA (NGALAHIN MENTRI 2X KEUANGAN EROPA AMERIKA ASIA)

    JB SUMARLIN DENGAN PAKTO 1988 NYA (LIBERALISASI PERBANKAN) JUGA DAPAT PENGHARGAAN DARI AMERIKA ===> 1998 INDONESIA KRISMON

    JAMAN SUHARTO PEMERINTAH MENUTUP DEFISIT APBN DENGAN HUTANG MELALUI IGGI/CGI/WORLD BANK/IMF/ DLL

    JAMAN SBY, PEMERINTAH MELUNASI HUTANG DARI IMF DAN SRI MULYANI MENUTUP DEFISIT APBN DENGAN MENERBITKAN SUN DGN YIELD TINGGI

    KATA BANG HAJI \"GALI LOBANG TUTUP LOBANG\"

    RADIUS PRAWIRO, ADRIANUS MOY, JB SUMARLIN DULU JUGA DIAGUNG-AGUNGKAN SEBAGAI PUTRA-PUTRA TERBAIK BANGSA, TETAPI MELALUI KLBI-PAKTO1988-BLBI SUDAH MENGHANCURLEBURKAN NEGRI INI.

    BAGAIMANA DENGAN BOEDIONO-SRIMULYANI?
    WAKTULAH YANG AKAN MENJAWABNYA
  29. From Dedy Gunawan Wu on 09 March 2010 23:26:08 WIB
    Kita emang musti kritis sama semua lembaga, bukan cuma pemerintah, tapi juga DPR, LSM, parpol, dll. Kita juga musti objektif. Politik itu tidaklah bersih 100% dan juga tidak kotor 100%. semuanya "tergantung" dalam politik.

    Buat pak Wimar, tetap objektif pak, saya suka dengan cara bapak menyampaikan pandangan bapak.

    It's all make sense to me.

    Kalo kita menginginkan Indonesia bersih yang benar2 datang dari hati, bukan seperti beberapa gerakan "bersih" pesanan, maka kita juga musti fight back. tanpa di bayar! klo dalam sepak bola, Counter attack, striker nya bu SMI, second striker nya pak Boed, dan Attacking Midfielder nya Mr.Yudhoyono. Kita2 jadi bek2 and winger yang memberi support.. siap2 umpang lambung aja.
  30. From Agus Darmawan on 11 March 2010 15:25:58 WIB
    Mencerahkan sekali....
    tapi sayang kenapa wawancara wawancara seperti ini tidak mau di tayangkan oleh \"TV OON\" & \"TV METROMINI\"
    oh iya ane lupa. 2 TV itu yg punya org GOLKAR yah ???
  31. From Jean Gerardino on 12 March 2010 13:08:09 WIB
    WW,

    Gaji Direktur IMF US$ 500,000 per annum & gaji Asia Pacific Department Director let\'s say setengahnya excluding berbagai macam fasilitas yang jauh \"diatas\" remuneration seorang menteri di republik ini. SMI left all behind those \"luxuries\" so she can serve her country and I\'m proud of her.

    DPR??? It\'s just a bunch of narrow-minded thugs. No more, no less.
  32. From handri on 15 March 2010 15:30:44 WIB
    salam pak Wilmar, sy ad.orang non partai & netral (serta masy awam). Menurut saya anda cukup ok dgn pandangan2 yg anda kemukakan dalam tanya jwb ini,terimakasih untuk paparannya mengenai pandanganpenilaian anda thd Golkar, AB, DPR, SMI, SBY, dll.
    1. Usul sy komentar2 bpk ini perlu dipublikasikan ke media2 TV(yg menurut anda masih netral dari pada 2 sts TV berita yg ada) agar semakin byk masyk yg mendengar&menilai baik yg pro PD-SBY-BUDI-SMI maupun yg kontra.
    2. Bpk spt nya sangat anti dgn AB & Golkar & DPR yg kontra bailout BC, usul sy bgm jika anda memaparkan pendapat/pandangan tersebut juga kepada mereka (AB & Golkar & DPR yg kontra bailout BC) agar mereka juga memaparkan pandangan terhadap pendapat anda. hal ini lebih baik agar pandangan/pendapat anda mendapat penilaian yg objektif (bukan subjektif) sehingga pembaca tidak juga diarahkan hanya kpd pandanga/pendapat anda saja (alangkah baik juga jika anda memaparkan bukti2/data2 terpercaya yg dapat mendukung pendapat/pandangan anda). Mudah2 an pandangan/pendapat bpk ini tidak dilandasi oleh kausal respon (krn ada unsur ketidak sukaan / keberpihakan thd partai/individu)
    3. (sy tidak berpihak pd partai/pihak/individu manapun) sy ingin mengetahui kebenaran data/kondisi politik di RI ini, apakah anda dpt memberikan/memaparkan kondisi politik yg mempengaruhi PANSUS BC ? krn menurut sy masih kurang data informasi utk kita menilai apakah Bailour BC itu tepat/tidak & apakah Bailout senilai 6,7T itu sudah tepat/tidak.
    4. Trmksh
  33. From asti on 24 March 2010 21:19:30 WIB
    Buat temen-temen semua, ingat petuah mas Tukul
    "NEVER GIVE UP; Caci maki dan intrik-intrik politik yang ditujukan untuk SMI, sebetulnya pupuk untuk menguakan akar pondasi jalan hidup SMI kedepan sebagai next president. Tentu kedepan SMI sebagai next president harus menghadapi tantangan sesungguhnya yang lebih besar yaitu membawa Indonesia sebagai negara maju setara dengan Jepang, uni eropa dan Amerika Utara.

    apa yang dialami SMI saat ini sebagai UN (Ujian Nasioanl), SMI pasti lulus dan melangkah ke grade berikutnya "President"
  34. From Mphiet on 05 April 2010 07:28:20 WIB
    Koq saya nggak pengen SMI jadi 'the next president' yah?
    Tetaplah menjadi Menkeu, agar idealisme dan integritasmu tdk goyah.
  35. From PRO WIMAR on 07 April 2010 13:51:20 WIB
    MAS wimar emang top deh---analisanya membuat kita benci Golkar dan ARB---semakin cinta terhadap SMI dan SBY---mas wimar paling jago membolak balik persoalan--mengadu domba orang---mudah2an berhasil deh fitnah-fitnah keji mas wimar---Hidup wimar witular (adik dari rahmat witular--dulu sekjen GOLKAR zaman pa harto dan menteri zaman SBY--hehehe kakaknya aja males dengerin fitnah adiknya)...hidup wimar ---
  36. From wimar on 07 April 2010 13:59:09 WIB
    wah coba pakai nama betul, bisa ditanggapi dengan serius. tapi tidak perlu juga, karena orang misterius ini sudah punya pendapat jelas mengenai mas wimar. lanjutkan!
  37. From NOAH WILSON on 13 April 2010 11:01:14 WIB
    tanpa komentar dari wimar pun dari dulu saya udah salut sama bu sri...benar2 wanita perkasa
  38. From Utjup on 14 April 2010 07:12:51 WIB
    partai-partai munafik gak usah lagi dipilih di pemilu depan, partai sok suci, sok bersih, sok jujur, ternyata sama aja, cuman cari popularitas sesaat
  39. From Ingan on 14 April 2010 08:29:26 WIB
    Orang awam yg mengikuti berita, rumusan yg aku buat:
    1. Hidup pak wimar yg berani.
    2. Wimar & susno paling keren.
    3. SMI next Presiden or next RI 1.
    4. Maju trus pak wimar & pak susno. Sperti kalianlah yg dibutuhkan indonesia saat ini, orang2 yg berani mengukapkan kebenaran.
    5. Bayar pajak mu ABB & ganti rugi lapindo.
  40. From acha on 14 April 2010 12:55:43 WIB
    om wimar pinter amat deh. baca buku apa aja sih? pengen ngobrol langsung deh sama om wimar. gmn caranya ya?
    setelah membaca ini pikiran saya jadi agak sedikit terbuka tentang keadaan politik sekarang. ternyata om ical lagi main catur lawan semua orang. hahahaha.
  41. From Triyatni on 14 April 2010 14:30:29 WIB
    Mencerahkan! Salut!
  42. From wimar on 16 April 2010 06:58:27 WIB
    @acha: sering2 komen disini satu saat pasti ngobrol langsung. bisa juga mulai di koprol atau twitter namanya @wimar, atau facebok 'Wimar Witoelar'. gampang dan gratis hehe
  43. From zaman on 06 May 2010 08:48:17 WIB
    brilliant...!!
    akhirnya bu ani skrg mengundurkan diri n menjadi dir World Bank
  44. From yuswantoro on 06 May 2010 13:37:54 WIB
    ulasan yg suiiipp,..dan satu hal da terbukti,.bu srimulyani di akui ama bank dunia,.bukti yg laen moga nyusul,..terutama tabir aburizal bakr,.
  45. From xyZ on 06 May 2010 13:53:57 WIB
    Ical.. purnomo hadi.. sama2 mafia
  46. From santoso on 06 May 2010 18:22:20 WIB
    very inspiring...bung Wimar memang brilliant spt halnya bu Ani, saya bangga dgn Anda berdua...Indonesia pasti maju kalau orang2 spt Anda di Pemerintahan...
  47. From Ezie Syafei on 06 May 2010 23:22:07 WIB
    Kalau bank dunia punya sedikit saja keraguan akan integritas, kompetensi, dan tindakan2 yang telah dilakukan oleh Bu Sri Mulyani, maka tidak mungkin mereka akan menawarkan posisi setinggi itu kepada Bu Sri. Kalau ada satu saja diantara anggota pansus (terutama dari kelompok anti Sri Mulyani dan Budiono)yang memiliki integritas dan kompetensi yang lebih baik dari beliau berdua, tentu yang akan ditawari posisi di atas adalah orang tersebut bukan Bu Sri. Ini logika sederhana saya sebagai masyarakat awam pemilik suara sah yang katanya diwakili oleh orang-orang di DPR itu. Mereka mah cuma mewakili aja, bukan pemilik suara sejati, tapi sok pinternya minta ampun.
  48. From aris on 07 May 2010 11:10:36 WIB
    salam kenal bung wimar....
    sekarang sulit membedakan apakah suatu kasus itu masuk danah hukum atau politik, spt kasus century menurut saya sebenarnya hanya perlu keberanian dr PPATK untuk menelusuri dari mana dan kemana saja dana itu berpindah, simpel aja kok, wong dana gayus aja bisa ketangkep mosok ini gak bisa.......
  49. From Asmat Siagian on 17 May 2010 06:53:51 WIB
    Wawancara dan pendapat yang sangat berani .... mungkinkah kekuatan uang akan menciutkan nyali kedepan, Kebenaran mungkin bisa ya, mukin juga tidak. Negara ini sudah terlalu banyak masalah dan orang-orang yang bermasalah, bagaimana membenahinya ?
  50. From NIA RAMADHANI on 17 May 2010 13:37:24 WIB
    Buat Pesta Pernikahan bisa.. Koq buat Ganti rugi Lapindo gak bisa sih papskii?
  51. From NIA RAMADHANI on 17 May 2010 13:37:37 WIB
    Buat Pesta Pernikahan bisa.. Koq buat Ganti rugi Lapindo gak bisa sih papskii?
  52. From Teddy Dwi Kurniawan on 20 May 2010 12:55:09 WIB
    Saya tidak akan mengijinkan anak saya menjadi anggota DPR apalagi menikahkan dengan anggota DPR - NAJIS
  53. From ryan on 20 May 2010 13:08:24 WIB
    integritas SMI tidak selevel dengan kaum ovortunis yang ada di senayan, jadi ini sebuah keputusan tepat untuk masuk ke world bank group yang lebih mengapresiasi seorang SMI sebagai intelektual handal yang pernah ada di dunia khususnya di indonesia, semoga keinginan sekolompok orang yang ingin mengantarkan SMI ke RI-1 2014 bukan hanya sekedar retorika. mari kita dukung SMI untuk RI-1 2014....
  54. From yohanwibisono on 21 May 2010 11:57:26 WIB
    Dari dulu sampe sekarang partai Golkar gak mantap, dan beranggotakan orang2 yang tidak bertanggung jawab termasuk ical. Ical mementingkan dirinya sendiri,liat aja korban lapindo yang sampe sekarang masih banyak kesusahan.
  55. From Debbie Oktriana on 22 May 2010 00:11:29 WIB
    hahahahah.. hanya bisa ketawa ketiwi ngebaca jawaban Wimar!! luar biasa frontal dan nekaddd!! hahahaa.. Anda keren Pak! semoga ga dapet masalah ya gara2 ini..
    Ayoo, jangan berhenti berjuang untuk bangsa ini!!
  56. From Latifah on 23 May 2010 09:32:22 WIB
    Wuaahh, lihay banget yah si Abu (Ical)untuk menjatuhkan Sri Mulyani, sampai bikin skenario yang hebat sehingga orang2 partai2 koalisi yang goblok2 itu bisa terbawa skenario si Aburizal, sampai pula ke mahasiswa2 bloon, orang2 awam yang buta yang ikut mendemo SMI dengan poster2 dracula kemungkinan dibayar , tapi untuk ibu Sri Mulyani saya tunggu tahun 2014 akan balik menjadi Calon Presiden
  57. From acell onkyo on 31 May 2010 21:31:11 WIB
    i,m not really agree with your oppinion, its mean you,ll say its not good for you but not for else
  58. From Sally Audrey Tumewu S on 08 June 2010 06:53:27 WIB
    Pak Wimar, bgm kalau \\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\"Ical2\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\" ini adalah produk dari WB, IMF etc, secara sistemik yg langsung atau tdk langsung?
    Menurut sy, sbg org awam banget... adalah bhw ketergantungan berhutang kita terikat dgn persyaratan2nya. Bukankah WB juga hrs memp. laba dlm usahanya? Dan kondisi pasar spt apa yg diperlukan oleh WB spy mrk tdk rugi? Dibanding dgn sistem ekonomi uni eropa yg saling nombok (???). Kalau negara2 yg sdh maju semua sdh tertata oleh pelaku2 systemnya yg kenal norma2 kemanusiaan yg dilatar belakangi oleh pendidikan yg cukup dan menyeluruh yg mana negara2 berkembang itu pelaku systemnya msh terus bertarung utk memperkaya diri sendiri krn rasa kemiskinan yg bgt menekan s shg mrk menghalalkan sgl cara (korupsi) utk mengatasinya.
    Alam Indonesia bgt kaya utk menjdkan bgs ini miskin dan dibandingkan mis.: negara Belanda yg tanahnya cuma urukan atau Singapore yg devisanya bisa baik krn dipengaruhi oleh org2 Indonesia yg hanya berkunjung utk sekolah, berobat dan shopping dsna.
    Hanya org yg miskin di hatinya yg mampu mencuri apalg uang negara/rakyat. Krn kalau kita merasa sdh cukup kaya, kita tdk mungkin mencuri lagi. jd dgn kata lain \\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\"Ical2\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\" ini bukan org kaya tp org miskin dlm hati yg bodoh. Krn org yg benar2 pandai tdk mgkn mau mencuri atau korupsi. Tdk ada org yg jahat jadi cuma ada org bodoh yg miskin hati.. Oleh krn itu pendidikan kita hrs terus di dukung spy cara berpikir jd maju dan suatu saat kita paling tdk bs swasembada beras, gula, kedelai at least...!
    Sbg warga negara kami merasa tdk memp. pemerintahan krn semua kebijakan hampir2 tdk bersentuhan dgn kehidupan kami dan kami tdk ada pilihan krn hampir2 sdh putus asa utk mengharapkan dr pemerintah kita selama ini ....lalu muncul sosok Ibu Sri Mulyani yg menjadi elemen dr pemerintahan kita lalu kemudian merubah pikiran utk bisa berharap.... tp kemudian kepemunculan beliau membuat banyak org tdk nyaman pdhal beliau bkn lawan politik hanya dgn profesinya memunculkan \\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\"perhitungan angka\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\" yg membuka mata kita org awam pd akhirnya mulai belajar berhitung lagi dgn angka2 itu... shg mengarahkan pandangan kita bhw... waow.!!!... bocornya banyak sekali ya??? Hampir di semua level yg pd akhirnya membudaya dan membentuk suatu mental bangsa.... yg menjadikan org haus kekuasaan utk menimbun harta. Kasian bgs ini.... semuanya krn kebodohan yg tekanan kemiskinan dlm pikirannya begitu besar sampai2 negara sdh tergadaipun kita tdk sadar. Mrk2 tdk jahat hanya bodoh yg miskin (dlm hati)... and then they juz need help! bgm spy jgn smp mental2 spt itu ternyata dibutuhkan utk merealisir agar negara kita tergadai... Maaf, kalau sy sempat berpikir bhw hanya ada dua pihak yg tdk ingin Sri Mulyani tdk ada di kabinet, yaitu: anggota dewan (golkar) & WB... Krn sy kira maneuver politik adikuasa bs membuat pengaruh kpd pemerintahan kita kalau menurutnya sosok Sri Mulyani cukup ampuh mengatasi persoalan dlm negeri kita yg tercinta ini.
  59. From iman ramdhan on 30 August 2010 23:11:33 WIB
    DUKUNG DUET ANAS URBANINGRUM DAN SRI MULYANI INDRAWATI AJA LAH DI 2014.
  60. From dimas wuragil on 08 March 2011 14:27:34 WIB
    Saya turut merasakan getaran kemuakan pak wimar kpd ARB, saya juga sudah muak dari dulu sejak ARB jadi penghisap darah masyarakat sidoarjo (Lapindo). Tapi memang sebenarnya memang sesuai nama panggilannya \\\"ICAL\\\" yang dalam bahasa Jawa artinya ilang/hilang. Apapun yang ada didekatnya akan hilang, seperti cerita pengemplangan pajak trilyunan, SMI hilang dari menkeu karena si ical, makanya \\\"hai orang-orang yang beriman janganlah dekat-dekat dengannya nanti bisa hilang moralnya\\\"
  61. From si doel on 26 May 2011 04:03:21 WIB
    Rumor yang berkembang adalah dulu SMI menolak keras dana bail aut
    Untuk ical dan nirwan,dalam krisis financial dunia ,sehinga dana talangan bail ut ini untuk penyegaran aset bakrie grup,tp SMI lebih memilih independensi sebaghai profesian dalam menjalankan tugas dan kerja dan amanah dari masarakat,sehinga mengancam kelangsungan bisnis ical ..oleh sebab itulah SMI berusaha di singkirkan dg satu rumusan konpirasi hak angket bank century..dan ingat orang orang yg di di bayar oleh ical bkn dri kongsi kolkar melainkan dari PKS yg mersa sudah makan jasa ical,yaitu ANDI rahmat CS ,dan dari pihak hanura pun ada yg makan jasa ical yaitu akbar faisal,mkn padangan sy hanyalah ini...tp kejujuran dan keberanian SMI kita harus apresiasikan se baik baiknya
  62. From Amato Assagaf on 19 August 2011 11:09:29 WIB
    Kita butuh informasi seperti yang disampaikan bung Wimar ini. Informasi yang memperjelas siapa si ini dan siapa si itu. Saya kira informasi semacam ini akan menambah kemampuan kita untuk mengasah akal sehat sebagai orang biasa. Tidak penting apakah kita akan setuju atau tidak dengan informasi yang disampaikan. Yang penting informasi seperti ini bisa memancing daya pertimbangan kritis kita akan situasi berbangsa dna bernegara saat ini dan ke depan nanti.

    Ada sekian banyak pelanggaran akal sehat yang berlangsung di depan mata kita, namun kita seakan tidak bisa merunut rantai penyambung dari apa yang berlangsung dengan apa yang kita tahu tidak masuk di akal ini. Informasi \"samping\" seperti yang diungkapkan bung Wimar ini menawarkan rantai penyambung itu. Oh, pantas Ical begini, Golkar begitu dan pansus bla bla bla. Dalam kasus ini, informasi bung Wimar bisa membawa pencerahan.

    Terakhir untuk artikel di atas, pengusaha seperti Ical bukan contoh dari \"kebuasan pasar\" seperti yang sering diajukan oleh para pengritik sistem ekonomi pasar. Pengusaha seperti Ical adalah contoh dari \"penyimpangan pasar\". Dalam skema sistem ekonomi pasar, mereka adalah pengusaha perusak pasar yang melumpuhkan tangan siluman (invisible hand) dari sistem ekonomi pasar. Sebagai ekonom yang capable Sri Mulyani Indrawati tahu bahwa dia (dalam kapasitasnya sebagai Menkeu) harus menjaga kelangsungan pasar demi kesejahteraan rakyat dan pembangunan ekonomi bangsa dari praktek-praktek pengusaha seperti Ical.
  63. From Rubi on 12 July 2012 21:13:54 WIB
    arsyi, ntar klo aq dah terkenal mskuain dlm list daftar org terkenal ya, scara skrg kita kembar layoutnya, kan seneng ada org terknal layoutnya sama.... :-D

« Home