Articles

Titik Balik Politik?

Susy Rizky
15 September 2010

 

Setelah AMI mundur, Golkar menyatakan kasus Century masuk peti es. Secara mendadak setelah Lebaran peti es dibuka di Metro TV dan ARB, JK, SP membuka kembali kasus yang tidak selesai itu. Yang menjadi concern mereka adalah bahwa KPK tidak mengangkat kasus Century, karena tidak menemukan indikasi korupsi. Maka terjadi konfrontasi kredibilitas antara Golkar dan KPK. Mungkin juga Golkar termotivasi oleh ancaman terhadap sekelompok wakil mereka di DPR yang dalam proses penelitian untuk suap dalam kasus Miranda Goeltom. Kemana arahnya perkembangan baru ini? Teringat pertandingan sepakbola yang berawal 1-0 untuk pihak G, dan berakhir 1-5 kalah akibat serangan balik. Sekelompok Orang Biasa yang secara kelakar melanjutkan tradisi POB (Partai Orang Biasa) berkumpul membahas perkembangan politik yang terpenting sejak Golkar menguasai koalisi pemerintahan. Berikut ringkasan yang disalin dari Facebook Notes oleh Susy Rizky Wiyantini, aktivis KPI-SMI

 

Ringkasan Ngobrol Bareng 14 September 2010

 


 Pertemuan sore tadi dimulai dgn pandangan @wimar ttg current condition dr politik di Indonesia

Politik buat org biasa adalah ttg memilih antara satu aktor dan partai yg relatif lebih ba ik dr aktor atau partai lainnya.

Kt bkn memilih dr antara pr malaikat. Jgn sampai org atau partai atau kelompok yg lebih buruk bisa berkuasa dibanding yg relatif lbh bersih

Pemerintahan sekarang tdk bisa didefiniskan secara simple. Artinya dicap jelek semua atau baik semua. Ada hal2 yg menyebalkan, ada hal yg OK

Walaupun SBY dipilih oleh 60% masyarakat tapi PD suaranya hanya 20%an lebih saja. Ini terbukti waktu kasus Century. Koalisi tdk solid.

SBY memang peragu, hati2, pencitraan, sopan santun tapi masih dianggap relatif punya niat baik. Beliau jg mungkin punya kesalahan.

Hutang budi SBY bi jd tlh menyebabkan langkahnya kurang efektif, tapi bukan berarti dia hopeless. Kritik & encouragement yg tepat diperlukan

Tidak semua orang Golkar buruk tapi kepemimpinan ARB menarik Golkar ke arah lebih parah. Selayaknya ARB tdk terlibat di politik.

Politik negri ini tdk blh disandera oleh org yg aktivitas bisnisnya merusak negri ini. Kepentingan2 sempit akan membuat negri ini terpenjara

Orang biasa sbg konsumen politik harus bisa memilih dgn baik. Juga harus bisa memberikan kritik yg tepat dan fair.

Jgn salah menilai krn bisa berakibat fatal. Yg lebih buruk bisa berkuasa, yg relatif lebih baik malah tersingkir.

Pandangan pribadi. Saya melihar @wimar sbg komentator yg membumi, masuk akal dan realistis. Pada saat bersamaan beliau adalah org idealis.

Beliau tentu sj tdk puas dgn kondisi sekarang, tp tdk melampiaskanny hanya dgn memaki2. Selalu melihat peluang utk bs memperbaiki negri ini

Dgn Gus Durpun saya tidak selalu setuju dgn semua yg dijalankan dan diungkapkannya. Kita bukan fotocopy idola kita. Sekian. Trims

 

Print article only

9 Comments:

  1. From Hardjoeno on 15 September 2010 09:04:17 WIB
    Beberapa saat yg lalu, tepatnya dimasa Century diributkan, saya sudah mengatakan bahwa "G" tidak akan diam sampai 2012.
    Bbrp th kedepan G akan sulit memegang tampuk pemerintahan , tanya kenapa (kita diskusikan nanti).
    Sehingga untuk merebut tampuk pemerintahan dia harus meningkatkan posisi tawar, dan memakai berbagai cara untuk menjatuhkan orang yg berada di posisi yang akan menjadi targetnya.
  2. From Mundhori on 15 September 2010 10:06:17 WIB
    Seharusnya parpol yg merupakan satu satunya sumber rekruitmen pemimpin yang mewakili rakyat di parlemen harus dijaga betul komitmen tsb agar terjadi keseimbangan politik untuk ciptakan suasana stabil sehingga upaya menyejahterakan rakyat benar terpenuhi. Namun yg terjadi parpol adalah alat untuk akal akalan demi kepentingan perorangan. Apakah itu pengusaha, spekulan politik dan orang orang yg tdk bertanggung jawab,. termasuk Golkar Jadinya rakyatlah yg selalu menjadi kurban. Mengingat hal itu, sering lalu muncul pikiran, sebaiknya tidak hanya parpol yang menjadi sumber rejkruitmen pemimpin di parlemen, tetapi ada unsure lain yang melengkapi. Antara lain ormas, LSM, asosiasi profesi, unsure daerah dll, seperti rekruitmen MPR pada pasca kemerdekaan. Supaya dalam perjalanannya ada control ketat, selain control dari press dan rakyat langsung.
  3. From Charity on 15 September 2010 10:14:10 WIB
    Bisa gak ya lagu Keong racun diubah kata2nya, ditujukan bukan untuk hidung belang tp untuk para politisi busuk?
  4. From Felix on 16 September 2010 11:25:14 WIB
    Makin kentara bahwa kasus Century cuma alat bargaining politik yg dipakai utk menekan pemerintah. Jadi benar2 tidak ada tindak pindana korupsi di dalam kasus ini. Maka sampai sekarang KPK, Polri dan kejaksaan pun bingung mau menentukan tersangka korupsi dalam kasus ini.
    Dgn langkah terkahir Golkar ini kita lihat saja masih ada tidak parpol pengkhianat lainnya yg cukup bodoh utk mau ikut berdansa dalam genderang yg di tabuh Golkar, setelah di kecele in kemarin dgn bargaining yg di lakukan antara SBY & Golkar dgn mengusir SMI ke WB.
  5. From Chandra on 17 September 2010 16:30:52 WIB
    Thanks bisa share obrolan POB. Tapi om ww jangan terlalu boros2kan energi untuk ARB bashing melulu (meski ARB deserve bashing)padahal banyak juga pengusaha2 jahat yang hidup tenang di Singapore dari hasil jarahan.Apakah mereka lebih "baik" dari ARB. Jangan sampai kegemesan kita terhadap ARB bikin kita lupa sama mereka2 itu
  6. From Arie on 24 September 2010 00:23:31 WIB
    agree with Chandra, yang laten itu ya yang tipe2 Anggodo. Bikin kacow!
  7. From perumahan di bandung on 25 September 2010 14:12:07 WIB
    pilihlah pemimpin politik yang jujur dan berani, sehingga kasus2 besar di negara kt bisa diungkap sampai keakar akarnya
  8. From jaka on 25 September 2010 21:04:12 WIB
    Dalam memilih pemimpin mah,rakyat hanya memilih berdasarkan kepandaian dan kejelian masing2 tim sukses membuat simplifikasi berita utk mereka...

    Jadi, soal siapa sesungguhnya yg baik atau siapa yg jelek mah sangat abu-abu, atuh.Namanya juga politik. Bukan begitu,prens ?

    Contohnya, bagi orang2 sidoarjo yg kena lumpur lapindo,arb dianggap org brengsek yg tidak punya tanggung jawab.Tapi utk puluhan ribu pegawai2nya dan org2 yg diuntungkan dgn kepemimpinan dia, arb dianggap pemimpin yg memberi jaminan kelangsungan hidup mereka.
    Berikutnya abah sby , dengan adanya kasus2 religion harrasment org2 bukan "mayoritas" menilai sby adalah presiden yg paling menyebalkan di antara presiden yg pernah ada...Tapi bagi org2 "mayoritas" yg merasa diuntungkan dgn kepemimpinan dia ,memandang dia seorang yg baik...dsb dsb.

    Jadi, sayah mah hanya mau menunggu siapa yg paling rajin promosi mengenai"calon pemimpin yg baik bagi bangsa di NKRI" di tahun 2012 dan selanjutnya.
    Dan berharap tidak ada ribut2 di tahun 2013.

    Sakitu wae lah dari sayah.
  9. From rudi on 23 October 2010 23:51:11 WIB
    century buat usir sri mulyani, biar pajak prush arb gak ke usik..
    century buat partainya TS yg dah jd mentri skrg, krn ad motif sakit hati sm pak wkl..
    century gak lebbih dari dagelan semata...WASSALAM

« Home