Articles

www.srimulyani.net sebagai lokomotif penyebaran etika publik


30 September 2010

Ruang penuh sesak di Hotel Nikko Jakarta menyaksikan peluncurusan situs www.srimulyani.net. Silakan nikmati dan kembangkan. Lebih daripada portal berita dan opini. ia menjadi salah satu tempat berhimpun masyarakat yang menginginkan tumbuhnya etika dan akal sehat pada pejabat publik. Pada waktu Sri Mulyani mundur dari jabatan nasional dan maju ke gelanggang internasional, ia telah menetapkan 'standard of excellence' untuk pejabat publik. Standard ini akan dijadikan patokan untuk memilih pejabat Indonesia di masa depan

oleh Didiet Budi Adiputro

 

 

Indonesia diakui sebagai salah satu negara dengan tingkat demokrasi paling maju. Tidak lagi ada absolutisme kekuasaan seperti dulu, serta kondisi politik yang tiap harinya dipenuhi hingar bingar dengan adanya kontestasi politik di daerah, parlemen yang powerfull dan media yang bising.  Demokrasi memang telah membuat politik Indonesia terlihat lebih transparan, sehingga lebih mudah terpantau .

Namun bukan berarti majunya demokrasi juga diikuti dengan implementasi sebuah nilai yang justru bisa membuat demokrasi menjadi substansial dan juga bertahan. Nilai itu adalah etika publik. Memang betul, di tengah politik kartel yang mendominasi puncak kekuasaan, nampaknya etika public semakin jauh dari kehidupan politik terutama di lingkaran kekuasaan. Berangkat dari sana, beberapa pihak yang concern dengan penerapan etika publik seperti Todung Mulya Lubis, Rocky Gerung,Rahman Tolleng, Arianto Pa tunru, Robertus Robert, Wimar Witoelar, dll menggagas dirilisnya situs www.srimulyani.net.

Dalam acara peluncuran website ini yang berlangsung di Hotel Niko Jakarta, salah seorang penggagas Todung Mulya Lubis menegaskan bahwa peluncuran situs ini adalah salah satu bagian dari kampanye untuk memperkuat komitmen terhadap etika publik. Adalah Sri Mulyani sebagai sosok yang dijadikan inspirasi bagaimana etika publik itu diterapkan secara konsisten. “Sri Mulyani mengajarkan kita bagaimana menerapkan etika publik ketika berada di kekuasaan” .

Hadir pula dalam peluncuran website itu beberapa tokoh dan aktivis seperti Marsillam Simandjuntak, Susy Rizky , Todung Mulya Lubis, dll.

Dalam website ini  etika publik dijelaskan sebagai  energi yang mengaktifkan warganegara untuk bekerja memelihara kesetaraan politik, menghormati kemajemukan individu, dan mengutamakan keadilan sosial. Dalam analisisnya Prof. Ikrar Nusa Bhakti mengatakan bahwa politik tanpa etika publik akan berubah menjadi demokrasi kriminal. Dimana di dalam demokrasi kriminal ini, orang-orang yang pantas menjadi pemimpin justru disingkirkan bahkan di kriminalisasikan.

Contoh paling nyata adalah bagaimana Sri Mulyani , yang menjadi korban kebringasan politik kartel yang hanya dikendalikan segelintir orang. Bagaimana praktek politik yang tidak beretika dari segelintir orang, sebut saja Aburizal Bakrie bisa menggalang kekuatan politik untuk menjegal Sri Mulyani dari dasar kepentingan pribadi. Alangkah celakanya demokrasi politik Indonesia jika terus diisi praktek seperti ini.

Sementara Goenawan Mohamad menceritakan pengalamannya dengan etika publik Sri Mulyani, dimana ketika Sri Mulyani menolak memakai kekuasaanya di bidang pajak ketika menjadi menteri keuangan untuk  bisa memukul balik lawan politik yang telah melakukan berbagai serangan kepada dirinya. “Disitu contoh etika publik didirikan oleh Sri Mulyani”, ujar budayawan ini.

Banyak sekali pihak yang yakin bahwa Sri Mulyani memang pantas menjadi ikon etika publik di Indonesia, karena sepak terjangnya selama ini. Wimar Witoelar berpendapat bahwa kini Sri Mulyani  yang sudah berhasil membuat standar bagaimana menjadi menteri keuangan yang baik , kedepan akan bisa membuat standar bagaimana menjadi Presiden yang baik.

Memang peran pemimpin menjadi begitu sentral dalam penerapan nilai etika publik ini. Seperti yang disinggung oleh Benny Handoko atau yang biasa disapa benhan, bahwa etika publik memang hanya bisa diterapkan dengan cara top down , bukan bottom up. Intinya memang di Indonesia masih tergantung pada  sosok pemimpin. “ Deng Xioping melakukan perubahan besar di China dengan seorang diri” , ujar benhan.

Kebutuhan Indonesia akan etika publik dalam praktek politik semakin nyata kedepan maka semakin mendesak pula kita mempunyai pemimpin yang bukan hanya bisa beretorika tentang etika publik, tapi telah terbukti memberikan contoh nyata, bagaimna etika publik itu diterapkan ketika berada di tampuk kekuasaan. Oleh karenanya tidak bisa disangkal bahwa kita memang butuh sosok seperti Sri Mulyani.

 

Links dari Susy Rizky, KPI SMI

Peluncuran website srimulyani.net ternyata disambut gegap gempita bukan saja oleh orang-orang yang percaya integritas SMI, tetapi juga oleh mereka yang takut kepentingannya terganggu  jika SMI jadi Presi  den  di 2014. SMI jadi Presiden? Setidaknya itulah tanggapan orang-orang yang berseberangan dgn beliau dalam menyikapi adanya website ini.

Ini link berita yang berhasil saya kumpulkan. Silahkan ditambahkan lagi artikel-artikel lain yang relevan dengan peluncuran website www.srimulyani.net.

ARTIKEL :

29 September 2010

Detik : Golkar Tanggapi Dingin Rencana Situs Sri Mulyani http://bit.ly/9yy8BY
Inilah.com : Srimulyani.net Bukan Milik Sri Mulyani? http://bit.ly/bgVoOn
Inilah.com : Luncurkan Situs, Sri Mulyani Come Back http://bit.ly/cXK61b

30 September 2010

Politikana : Situs Sri Mulyani Membuat Golkar/Aburizal Bakrie Resah?http://bit.ly/d7KsiZ
Perspektif Online : www.srimulyani.net sebagai lokomotif penyebaran etika publik http://bit.ly/cydSik
Tempo : Sri Mulyani Diusung Jadi Capres 2014? http://bit.ly/c6bWLP
Vivanews : Sejumlah Tokoh Luncurkan Srimulyani.net http://bit.ly/cd9T3v
Detik : Todung Sudah Izin Pakai Nama Sri Muyani Untuk www.Srimulyani.nethttp://bit.ly/cF4pTh
Detik : Meski Banyak Dukungan, Sri Mulyani Belum Tentu Maju di Pilpres 2014http://bit.ly/cR5LeP
Detik : Todung Luncurkan Situs www.srimulyani.net http://bit.ly/d45NGU
Kompas : Sukardi: Sri Mulyani Capres 2014http://bit.ly/cFSc9u
Rakyat Merdeka : Usai Lebaran Rizal Ramli, Prabowo dan Sri Mulyani Nyapreshttp://bit.ly/9KvQNE
Rakyat Merdeka : Sri Mulyani Kembali, Kasus Century Masih Digemarihttp://bit.ly/bzO5J4
Rakyat Merdeka : Todung: Sri Mulyani Ikon Penjaga Etika Publikhttp://bit.ly/bON6qJ
Inilah.com : 'Srimulyani.net Media Propaganda dan Balas Dendam'http://bit.ly/bzo4pJ
Inilah.com : Pendukung Sri Mulyani Rapatkan Barisan http://bit.ly/drA14s
Inilah.com : Situs Sri Mulyani Dinilai Tidak Etis http://bit.ly/d7L7oG
Inilah.com : Srimulyani.net ingin Citrakan Sri Mulyani Korban Politikhttp://bit.ly/bJ9J6d
Inilah.com : Sri Mulyani ‘Come Back’ 2014? http://bit.ly/cbDQES


1 Oktober 2010

Yahoo : Pengamat: SMI Segera Pulang Bila Ingin Dicalonkanhttp://bit.ly/aFh8cM
Media Indonesia : Sasar Calon Presiden 2014, Sri Mulyani Tersandung Centuryhttp://bit.ly/9skzjb
Rakyat Merdeka : Bamsoet: Sri Mulyani Memang harus Kembali Tuntaskan Centurygate http://bit.ly/9qZvgk
Republika : Akbar Tandjung Anggap Sri Mulyani Bergengsi Jadi Capres 2014http://bit.ly/bPZrDM
Metro : Tommy Soehato Siap Jadi Capres 2014 http://bit.ly/bAUAxg
Metro_TV: Golkar Minta Sri Mulyani Selesaikan Kasus Centuryhttp://t.co/Tdmt8vk
Kompas : Ray: Sri Mulyani Layak Jadi Capres http://bit.ly/dfuH5m
Kompas : PPP Buka Peluang Sri Mulyani Jadi Capres http://bit.ly/aPT1RG
Beritasatu : Mengapa Sri Mulyani? http://bit.ly/diNx8y

Print article only

18 Comments:

  1. From Semadi putra on 01 October 2010 19:25:54 WIB
    Saya yakin ibu SMI orang baik, tapi sayang sempat berada di lingkaran setan. Orang baik pasti menang pada akhirnya... SMI for president!!!
  2. From Anwar Affandi on 01 October 2010 22:53:11 WIB
    Satu orang yang mematuhi etika lebih penting daripada seribu etika yang tak dipatuhi.
  3. From adha panca wardanu on 02 October 2010 05:44:36 WIB
    kampi percaya SMI pasti bisa....pimpin negara ini.
  4. From handi on 04 October 2010 13:30:54 WIB
    saya bingung kok ga bisa masuk www.srimulyani.net ?
  5. From Dani Sartika on 04 October 2010 16:15:34 WIB
    Ayo bu SM maju terus..Majukan Bangsa ini
  6. From cupumanik on 05 October 2010 19:17:15 WIB
    Di Indonesia itu serba terbalik yang benar dianggap salah dan dihukum(seperti Antasari) yang salah menjadui benar(seperti SMI). Yang beretika dikatakan tidak beretika dan sebaiknya.

    Bung Wimar ...Berkatalah dengan hati dan pikiran...
  7. From Elan Suherlan on 13 October 2010 13:32:47 WIB
    Menurut saya, siapa pun yang pimpin bangsa ini, yang penting bisa AMANAH, dan juga mensejahterakan seluruh rakyat INDONESIA tanpa pandang bulu.
  8. From Elan Suherlan on 13 October 2010 13:34:33 WIB
    Menurut saya, siapa pun yang pimpin bangsa ini, yang penting bisa AMANAH, dan juga mensejahterakan seluruh rakyat INDONESIA tanpa pandang bulu.
  9. From supriyadi on 18 October 2010 15:05:27 WIB
    SMI wonder women
  10. From uban nugroho on 23 October 2010 10:00:33 WIB
    Ssst ... apa ? Kita bicara etika ? Ada anggota DPR yang "lagi belajar" etika ...? Lagi belajar... tapi di negeri jauh sana ..... Jangan bilang-bilang, khan malu ... tentang etika memang kita lagi belajar bicara etika, tapi etika itu menakutkan lho. Kalau sudah beretika, mestinya khan nggak keluar negeri, karena masih diantara kita karena etika sudah bener, nggak maukorupsi - jadi laper.....
  11. From adi dzikrullah on 26 October 2010 04:09:37 WIB
    ya Pak..etika publik..sudah sewajarkan diajarkan disemua university
  12. From Mundhori on 30 October 2010 10:05:32 WIB
    Demokrasi di Indonesia diakui sangat maju, prinsip prinsip demokrasi telah dilakukan. Kebebasan berbicara, memilih dan kebebasan memainkan cara cara perpolitikan licik, politik uang, intrik, demontrasi dll dilalui secara mulus. Namun yg belum adalah kemolekan etika dan budaya politik, sehingga eksesnya melebar mengusik ketenteraman public. Kalau www. Srimulyani dimunculkan adalah sangat tepat dan dibutuhkan guna mendorong terciptanya etika dan budaya public (khususnya politik) di negeri tercinta ini. SMI tidak diragukan lagi, integritasnya, kapabelitasnya, kecendekiawanannya, keberanian prinsipnya, dan yg penting amanah. Sungguh. Mari kita sambut.
  13. From Tio arya on 31 October 2010 00:14:13 WIB
    Menurut saya situs sri mulyani ini adalah suatu langkah untuk lebih memperkenalkan sri mulyani agar bisa terpilih menjadi presiden tahun 2014 karena sudah tercium gelagat bhw Sri Mulyani berambisi jadi presiden. Tapi yang perlu kita ingat bahwa masalah bank Century belum terselesaikan jadi jangan kita sampai lupa dan terus di bodohi oleh orang-orang semacam Sri Mulyani ini
  14. From Dedy Merdeka on 06 November 2010 20:45:05 WIB
    belajar, bekerja, berjuang, berkarya, seharusnya adalah untuk kepentingan dan kemajuan bersama seluruh Bangsa Indonesia, sesuai dengan isi Pembukaan UUD 1945.
  15. From rental mobil di surabaya on 10 November 2010 15:55:02 WIB
    bagus artikelnya, tetp semangat....
  16. From bambang haryanto on 17 November 2010 16:56:02 WIB
    Saya mau komentar di situs srimulyani.net, tapi sulit. Maka saya alirkan ke sini saja :

    "Saya mengenal Ibu SMI, 14 Agustus 1998, di Solo. Sesudah Solo terbakar api revolusi menumbangkan Soeharto 12-14 Mei 1998, saya dan adik saya Mayor Haristanto, meluncurkan Forbis (Forum Bisnis Surakarta). Didukung pengusaha Jokowi (kini walikota Solo), kami mengadakan Seminar Ekonomi 1998. Pembicaranya Ibu Sri Mulyani Indrawati. Moderatornya, Jaya Suprana.

    Saya ingat betul, Mas Jaya saat itu berkata : "Sri Mulyani Indrawati adalah calon Presiden Republik Indonesia masa depan."

    Adakah nujum Jaya Suprana itu akan terjadi tahun 2014 nanti ?
    Mari kita bekerja untuk menuju ke sana.

    Untuk itu saya ingin usul : jadikan situs ini sebagai pusat "virus" untuk menggelorakan cita-cita dan sosok SMI. Usul saya, situs ini harus dibuat lebih "riuh," dan mengadopsi strategi situs-situs media sosial maka sumbangan isi dari peselancar (user generated content) harus dipacu, dengan pelbagai cara cerdas, untuk menjadi sasaran utama. Libatkan anak-anak muda, mereka lebih tahu daripada kita yang tua-tua ini.

    Setiap kali membaca di koran atau surat-surat yang berisi cerita tentang anak muda dan pelajar yang mengidolakan Ibu SMI, maka hati kecil saya bersuara betapa anak muda tersebut berpotensi untuk kita ajak untuk bergabung dalam barisan ini. Dengan cara yang elegan, mencerdaskan, bukan lewat cara dicekoki atau diintimidasi a la Orba dulu.

    Saya yakin Anda lebih tahu eksekusinya yang terbaik daripada saya yang tinggal di Wonogiri ini. Selamat bekerja."
  17. From robert on 19 November 2010 13:26:54 WIB
    Maju terus Bu SMI,banyak pejabat penjahat sudah ketakukan buktinya WWW.srimulyani.net sekarang susah di aksesnya. Saya akan dengan sukarela menjadi pendukung ibu di daerah.Yang nolak SMI rata - rata kelompok dari kaum munafikkun (PKS dan underbounya,Aktivis sok sosislis yg selama demonya kemarin juga dibayarin ama orangnya bakri,oportunis tulen yg saat ini sudah mapan jadi penggede negri takut kalau kembali mlarat,Pengusaha hitam,Hizbut tahir yg pengin indonesia seperti afganistan/pakistan yg isinya bom - boman terus karena gagal dalam uji coba kudeta di afrika)
  18. From Kaiman on 01 March 2011 11:25:55 WIB
    Ayo ramaikan www.srimulyani.net, jangan kalah pansus hak angket buatan Aburtizal Bakri. Siapakan Sri Mulyani Indrawati for President 2014, that will do lot of change in this country

« Home