Articles

Wimar: Pemerintah SBY Dibuat Kacau Hiprokrisi Koalisi

Voice of Bandung
28 February 2011

 

http://voiceofbandung.com/vob.php?type=&idnews=1893
Wimar: Pemerintah SBY Dibuat Kacau Hiprokresi Koalisi
2011-02-28 01:58:44
http://voiceofbandung.com/images_upload/1893.jpg
VoB-Berkenalan dengan sosok ini nampaknya tidak sulit, dengan siapapun dia mudah akrab seusai keahliannya sebagai konsultan dibidang komunikasi. Dialah Wimar Witoelar...
Kebersahajaan dan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos tapi sangat berisi membuat orang asik ngobrol atau mendengarkan tutur katanya. Maka tidak heran jika ia pernah mendapat penghargaan dari penikmat televisi sebagai pemandu talkshow terbaik. Wimar Witoelar adalah mantan juru bicara kepresidenan RI di era Gus Dur. Berikut ini pemikirannya yang disampaikan Wimar kepada Wartawan VoB Mang Hermana, pada waktu di acara Rossy Goes to Campus ITB (26/2/11), dan inilah pandangannya  membaca peta politik Indonesia saat ini.
Bagaimana peta politik SBY pada periode ke 2 ini?
Jauh lebih genting daripada periode pertama. Banyak hambatan, tantangan tapi banyak juga kesempatan karena banyak persoalan tersembunyi di bawah permukaan sekarang lebih terbuka untuk dilihat dan dicampuri masyarakat secara umum. Secara khusus dalam periode pertama itu berjalan tenang karena ada koalisi antara SBY denga JK, Aburizal Bakrie, dan hampir semua orang berkempetingan untuk berkuasa atau memerintah. Pada periode kedua SBY mulai mencoba menerapkan identitas sendiri dengan miminta Boediono, Sri Mulyani. Di sini SBY mengambil peran aktif dalam memerankan diri di forum Internasional, dia satu-satunya pemimpin dari negara berkembang yang berbicara mengenai perubahan, mengadakan repormasi, menunjuk orang non partai menjadi wakil presiden. Jadi sangat beda dengan periode pertama dan pasti merupakan janji yang sangat penting untuk perkembangan masyarakat civil di Indonesia. Tetapi dalam pelaksanaannya semua itu tidak berani dilaksanakan. Setia tantangan terhadap Boediono, Sri Mulyani, civil society, keragaman, sekarang terhadap tranparasi olahraga dalam hal ini sepak bola. Sekarang ini oleh SBY setiap isu itu dia mundur, jadi semuanya kacau dan sangat membuka peluang bagi lawan politiknya (golkar bersama Aburizal Bakrie) yang pada  periode pertama tidak menjadi masalah karena waktu itu Aburizal Bakrie masuk kabinet, ketua golkarnya masih Jusuf Kala, dan waktu itu secara keuangan Bakrie belum kuat uangnya. Setelah kepilikan sahamnya naik tajam, kemudian Bakrie menjadi orang terkaya di Indonesia dan memegang peran penting di Golkar sehingga sangat bisa memegang kekuasan yang lebih epektif. Hanya satu faktor yang tidak ia kuasai yaitu tentara, di luar itu seperti aparat hukum, polisi, jaksa, hakim dimilikinya. Sekarang ini menjadi sangat berbahaya bahwa SBY bukan atas nama dia sendiri tapi atas nama harapan masyarakat civil. Sekarang orang bisa melihat antara hitam dan putih, siapa orang baik yang menginginkan Indonesia ini memenuhi potensialnya karena di luar masih diharapkan dan siapa yang hanya ingin mengganggu menjelang dia sendiri berkuasa.
SBY sendiri mesti melakukan apa ketika koalisi tidak berjalan mulus?
SBY sekarang harus menjalankan konstitusi dengan benar. Apabila koalisi ada gejala tidak mengijinkan pihak-pihak untuk menjalankan konstitusi, sederhananya kualisi itu harus dibubarkan. Kalau SBY tidak kuat melawan koalisi dia harus menghadapi konsekwensinya. Dia mengambil janji yang sangat besar, katakanlah mengorbankan Boediono, Sri Mulyani, Kuntoro yang semuanya orang baik. Dalam suatu janji kenegaraan yang disia-siakan itu sangat berbahaya. Artinya dia tidak ada pilihan kecuali untuk terus maju, tidak ada lagi waktu untuk berkoalisi, untuk kompromis, sebab dia harus kompromis dengan orang-orang jahat dan itu tidak mungkin.
Ada harapan Sri Mulyani untuk maju pada 2014?
Pada tahun 2014 banyak orang mengaharapkan  Sri Mulnyani kembali ke Indonesia. Kerangka kerjanya bukan mengaharapkan Sri mulyani, tapi mengharapkan masyarakat Indonesia yang menghargai etis, etika itu bisa mempunyai kekuatan politik sehingga kita bisa mengusung seorang politikus yang bersih, bisa Sri mulyani, bisa siapa saja yang bersih. Semua ini, 2014 akan berperan atau akan terjadi tragedi besar dalam perpolitikan Indonesia. Soal kepergian Sri Mulyani sehubungan dengan sebab-sebabnya seperti yang kita ketahui, intinya bahwa SBY tidak melakukan janjinya untuk menjadikan pemerintah yang bersih, dan beberapa orang yang bisa membawa pemerintahan bersih terutama Sri Mulyani dan orang yang mengotorinya adalah Aburizal Bakrie, tapi kenapa SBY lebih memilih Aburizal Bakrie?
Ada peluang atau tidak, Sri Mulyani untuk menjadi orang nomor 1 di Indonesia?
Peluang itu dibuat, Arsenal ada peluang mengalahkan Barcelona, harus ada keyakinan, baru peluang itu bisa dibentuk. Peluang itu bukan datang dari langit dengan menengadah pada Tuhan agar segera mendatangkannya, numun menengadah meminta kekuatan, “Oh Tuhan berilahkekuatan pada diriku”. Jelek-jelek begini saya banyak disukai orang karena saya positif. Dalam hal politik Sri Mulyani mengapa tidak Boleh? Paling memenuhi syarat, kok. Syarat pendikan lulus SMA, sarat bersih sudah bersih, penghargaan internasional bisa dilihat, intinya dia sangat memenuhi syarat. Kalau dia membebaskan Bakrie ngeplang barangkali Bakrie akan pakai dia supaya mendapat kemenangan. 
Dorongan apa agar Sri Mulyani kembali ke Indonesia dan bisa berperan menjadi orang terpenting bagi Indonesia?
Mendorong Sri Mulayani untuk berperan penting di Indonesia kita tidak mengajak dia untuk kembali ke indonesia untuk berkampanye, karena dia sudah memberikan sesuatu pada Indonesia, memberikan Indonesia seorang menteri keungan terbaik di dunia dan di asia, memberikan harga diri pada orang Indonesia bahwa bisa hidup di negara yang bersih. Sama halnya dengan Gus Dur ketika dulu memberikan kita harga diri dalam plularisme, Sri Mulyani juga memberikan harga diri dalam pemerintah yang bersih. Sekarang Sri Mulyani sudah bekerja dan dia tinggalkan jabatan menteri keuangan dan kita yang mengambil hasilnya. Ternyata Indonesia bisa mempunyai menteri keuangan yang bersih, sebelumnya semua menteri keuangan itu kerjasama dengan presiden yang kotor. Sri Mulyani sudah memberikan, sekarang tinggal masyarakat memberikan, kalau masyarakat sudah siap kita undang dia untuk menerima kembali panji kepemimpinan. Dia sudah membuktikan dirinya, tidak perlu kampanye. Mau kampanye apa? Mau mengkampanyekan lumpur?
Jika koalisi pecah, apa SBY bisa sampai ke 2014?
Salah satu kampanye civil society adalah menyakinkan orang bahwa pemakjulan itu tidak bermanfaat. Presiden harus bisa melakukan  pekerjaannya selama lima tahun kecuali dia melanggar konstitusi. SBY tidak melanggar konstitusi, ia hanya melanggar harapan kita saja, ia terlalu lemah, tapi itulah presiden kita. Kita harus tahan sampai 2014 untuk memperkuat presiden ini, tidak bisa  meminta dia berubah. Bubuk bayi tidak bisa dijadikan sop buntut, bubuk bayi tetep makanan bayi. Kita harus bisa kuat dengan makanan bayi, SBY ya tetap SBY, kita perkuat civil society, media, sistem hukum dengan satgas. SBY sudah berperang dengan menyediakan satgas dan sudah sangat lumayan. Tapi orang terlalu berharap banyak dari seorang presiden padahal presiden hanya bisa membuka pintu. Solisi itu tidak datang dari siapa-siapa, tapi dari pada reaksi kimia dari antara semua unsur masyarakat.
Kita punya SBY, kita perkuat dengan infrastruktur masyarakat, kita punya media yang independen, punya mahasiswa dan banyak yang kita punya. Dibandingkan dengan kelompok yang ingin memanfaatkan kekacauan, mereka hanya memiliki uang dan untungnya mereka tidak punya senjata untuk nembak atau nangkap orang. Uang itu dapat dikalahkan, uang itu datang dari pasar modal. Kalau sekarang hak angket kalah, PSSI kalah oportunis itu akan pindah tapi tetap saja ia oportunis. Kalau oportunis pindah dengan sendirinya inpestor juga pindah, maka harga saham akan jatuh, kalau harga saham jatuh uangnya tidak ada. Kalau seorang pengusah besar mau membayar demotran, uangnya sudah habis. 
Kita harus melakukan sesuatu tanpa penipuan yaitu meletakan kekuatan masyarakat dalam tempat yang bisa menjadi kekuatan politik. Sri Mulayani jelas dia punya kekuatan etis, orang bersimpati dan hanya orang yang tidak mengerti masalah keuangan yang menganggap dia itu bersalah. Sri mulyani tidak melakukan kesalahan apa-apa, KPK menyatakan tidak ada tanda kejahatan malah KPK-nya diserang. Orang yang melawan kebaikan tidak akan puas sampai semua kebaikan itu diingkari, dan itu jangan dibiarkan. Kita  jangan main devensif, kita harus main opensif. Bikin gol, Gayus suruh nunjuk Bakrie, Nurdin bongkar skandal suapnya,  maka satu-persatu itu akan kalah. Bagi orang oportunis ia akan pergi kalau di sini tidak ada harapan ia pasti akan pindak ke luar negeri karena dia tidak merasa rugi. Politik sekarang waktunya untuk membuka kesempatan besar atau hancur besar-besaran dan menyesal kemudian.
Ada isu Indonesia akan di Mesirkan?
Indonesia tidak akan seperti Mesir. Indonesia taun 1998 sudah seperti Mesir. Di sini sekarang semua orang boleh ngomong. Jadi sangat beda dengan Mesir. Mekanisme politik jalan, partai sangat jalan sampai bikin sebel, pers sangat bebas, semua bebas. Yang bikin kacau disini bukan totalis-terorisme tapi pengacauan dari oposisi politik, kelumpuhan etika politik, dan hipokresi dalam koalisi. Presidennya sih jauh dari totaliter, memalukan malah kelemahannya.(VoB/Mang)

 

 

 

Wimar: Pemerintah SBY Dibuat Kacau Hiprokrisi Koalisi

2011-02-28 01:58:44

menanti Rossy Goes to Campus di Sabuga ITB

 

 

 

Wimar: Pemerintah SBY Dibuat Kacau Hiprokrisi Koalisi

2011-02-28 01:58:44

 

VoB-Berkenalan dengan sosok ini nampaknya tidak sulit, dengan siapapun dia mudah akrab seusai keahliannya sebagai konsultan dibidang komunikasi. Dialah Wimar Witoelar...

 

Kebersahajaan dan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos tapi sangat berisi membuat orang asik ngobrol atau mendengarkan tutur katanya. Maka tidak heran jika ia pernah mendapat penghargaan dari penikmat televisi sebagai pemandu talkshow terbaik. Wimar Witoelar adalah mantan juru bicara kepresidenan RI di era Gus Dur. Berikut ini pemikirannya yang disampaikan Wimar kepada Wartawan VoB Mang Hermana, pada waktu acara Rossy Goes to Campus ITB (26/2/11), dan inilah pandangannya  membaca peta politik Indonesia saat ini.

 

Bagaimana peta politik SBY pada periode ke 2 ini?

 

Jauh lebih genting daripada periode pertama. Banyak hambatan, tantangan, tapi banyak juga kesempatan karena banyak persoalan tersembunyi di bawah permukaan sekarang lebih terbuka untuk dilihat dan dicampuri masyarakat secara umum. Secara khusus dalam periode pertama itu berjalan tenang karena ada koalisi antara SBY dengan JK, Aburizal Bakrie, dan hampir semua orang berkenpetingan untuk berkuasa atau memerintah. Pada periode kedua SBY mulai mencoba menerapkan identitas sendiri dengan meminta Boediono, Sri Mulyani. SBY mengambil peran aktif dalam memerankan diri di forum Internasional. Dia satu-satunya pemimpin dari negara berkembang yang berbicara mengenai perubahan iklim, mengadakan reformasi, menunjuk orang non partai menjadi wakil presiden. Jadi sangat beda dengan periode pertama dan pasti merupakan janji yang sangat penting untuk perkembangan masyarakat sipil di Indonesia. Tetapi dalam pelaksanaannya semua itu tidak berani dilaksanakan. Setiap tantangan terhadap Boediono, Sri Mulyani, civil society, keragaman, sekarang terhadap transparasi olahraga dalam hal ini sepak bola. Sekarang ini SBY mundur pada setiap isu itu, jadi semuanya kacau dan sangat membuka peluang bagi lawan politiknya, Golkar bersama Aburizal Bakrie. Pada  periode pertama ini tidak menjadi masalah karena waktu itu Aburizal Bakrie masuk kabinet, Ketua Golkar masih Jusuf Kalla, dan waktu itu Bakrie belum kuat uangnya. Setelah harga saham perusahaannya naik tajam, kemudian Bakrie menjadi orang terkaya di Indonesia dan memegang peran penting di Golkar sehingga sangat bisa memegang kekuasan yang lebih efektif. Hanya satu faktor yang tidak ia kuasai yaitu tentara, di luar itu aparat hukum, polisi, jaksa, hakim dimilikinya. Sekarang ini menjadi sangat berbahaya bagi SBY bukan atas nama dia sendiri, tapi atas nama harapan masyarakat sipil. Sekarang orang bisa melihat hitam dan putih, siapa orang baik yang menginginkan Indonesia ini memenuhi potensialnya karena di luar masih diharapkan dan siapa yang hanya ingin mengganggu menjelang dia sendiri berkuasa.

 

SBY sendiri mesti melakukan apa ketika koalisi tidak berjalan mulus?

 

SBY sekarang harus menjalankan konstitusi dengan benar. Apabila koalisi ada gejala tidak mengijinkan pihak-pihak untuk menjalankan konstitusi, sederhananya kualisi itu harus dibubarkan. Kalau SBY tidak kuat melawan koalisi dia harus menghadapi konsekwensinya. Dia mengambil janji yang sangat besar, katakanlah mengorbankan Boediono, Sri Mulyani, Kuntoro yang semuanya orang baik. Dalam suatu janji kenegaraan yang disia-siakan itu sangat berbahaya. Artinya dia tidak ada pilihan kecuali untuk terus maju, tidak ada lagi waktu untuk berkoalisi, untuk kompromis, sebab dia harus kompromis dengan orang-orang jahat dan itu tidak mungkin.

 

Ada harapan Sri Mulyani untuk maju pada 2014?

 

Pada tahun 2014 banyak orang mengharapkan  Sri Mulyani kembali ke Indonesia. Kerangka pikiran orang bukan hanya mengharapkan Sri Mulyani, tapi mengharapkan masyarakat Indonesia menghargai etika p[olitik. Etika itu bisa mempunyai kekuatan politik sehingga kita bisa mengusung seorang politikus yang bersih, Bisa Sri Mulyani, bisa siapa saja yang bersih. Pad  tahun 2014SMI  diharapkan akan berperan atau akan terjadi tragedi besar dalam perpolitikan Indonesia. Soal kepergian Sri Mulyani sehubungan dengan sebab-sebabnya seperti yang kita ketahui, intinya bahwa SBY tidak melakukan janjinya untuk menjadikan pemerintah yang bersih, dan beberapa orang yang bisa membawa pemerintahan bersih terutama Sri Mulyani. Orang yang mengotorinya adalah Aburizal Bakrie, tapi kenapa SBY lebih memilih Aburizal Bakrie?

 

Ada peluang atau tidak, Sri Mulyani untuk menjadi orang nomor 1 di Indonesia?

 

Peluang itu dibuat, Arsenal ada peluang mengalahkan Barcelona, harus ada keyakinan, baru peluang itu bisa dibentuk. Peluang itu bukan datang dari langit dengan menengadah pada Tuhan agar segera mendatangkannya, numun menengadah meminta kekuatan, “Oh Tuhan berilah kekuatan pada diriku”. Jelek-jelek begini saya banyak disukai orang karena saya positif. Dalam hal politik Sri Mulyani mengapa tidak. Boleh? Paling memenuhi syarat, kok. Syarat pendikan lulus SMA, syarat bersih sudah bersih, penghargaan internasional bisa dilihat, intinya dia sangat memenuhi syarat. Kalau dia membebaskan Bakrie ngemplang barangkali Bakrie akan pakai dia supaya mendapat kemenangan.

 

Dorongan apa agar Sri Mulyani kembali ke Indonesia dan bisa berperan menjadi orang terpenting bagi Indonesia?

 

Kita tidak mengajak dia untuk kembali ke indonesia untuk berkampanye, karena dia sudah memberikan sesuatu pada Indonesia, memberikan Indonesia seorang menteri keungan terbaik di dunia dan di Asia, memberikan harga diri pada orang Indonesia bahwa kita hidup di negara yang bersih. Sama halnya dengan Gus Dur ketika dulu memberikan kita harga diri dalam plularisme, Sri Mulyani juga memberikan harga diri dalam pemerintah yang bersih. Sekarang Sri Mulyani sudah bekerja dan dia tinggalkan jabatan menteri keuangan dan kita yang mengambil hasilnya. Ternyata Indonesia bisa mempunyai menteri keuangan yang bersih, sebelumnya semua menteri keuangan itu kerjasama dengan presiden yang kotor. Sri Mulyani sudah memberikan, sekarang tinggal masyarakat memberikan, kalau masyarakat sudah siap kita undang dia untuk menerima kembali panji kepemimpinan. Dia sudah membuktikan dirinya, tidak perlu kampanye. Mau kampanye apa? Mau mengkampanyekan lumpur?

 

Jika koalisi pecah, apa SBY bisa sampai ke 2014?

 

Salah satu kampanye civil society adalah menyakinkan orang bahwa pemakzulan itu tidak bermanfaat. Presiden harus bisa melakukan  pekerjaannya selama lima tahun kecuali dia melanggar konstitusi. SBY tidak melanggar konstitusi, ia hanya melanggar harapan kita saja. Ia terlalu lemah, tapi itulah presiden kita. Kita harus tahan sampai 2014 untuk memperkuat presiden ini, tidak bisa  meminta dia berubah. Bubuk bayi tidak bisa dijadikan sop buntut, bubuk bayi tetep makanan bayi. Kita harus bisa kuat dengan makanan bayi, SBY ya tetap SBY, kita perkuat civil society, media, sistem hukum dengan satgas. SBY sudah berperang dengan menyediakan satgas dan sudah sangat lumayan. Tapi orang terlalu berharap banyak dari seorang presiden padahal presiden hanya bisa membuka pintu. Solisi itu tidak datang dari siapa-siapa, tapi dari reaksi kimia dari antara semua unsur masyarakat.

 

Kita punya SBY, kita perkuat dengan infrastruktur masyarakat, kita punya media yang independen, punya mahasiswa dan banyak yang kita punya. Dibandingkan dengan kelompok yang ingin memanfaatkan kekacauan, mereka hanya memiliki uang dan untungnya mereka tidak punya senjata untuk nembak atau nangkap orang. Uang itu dapat dikalahkan, uang itu datang dari pasar modal. Kalau sekarang hak angket kalah, PSSI kalah oportunis itu akan pindah tapi tetap saja ia oportunis. Kalau oportunis pindah dengan sendirinya inpestor juga pindah, maka harga saham akan jatuh, kalau harga saham jatuh uangnya tidak ada. Kalau seorang pengusah besar mau membayar demotran, uangnya sudah habis.

 

Kita harus melakukan sesuatu tanpa penipuan yaitu meletakan kekuatan masyarakat dalam tempat yang bisa menjadi kekuatan politik. Sri Mulayani jelas dia punya kekuatan etis, orang bersimpati dan hanya orang yang tidak mengerti masalah keuangan yang menganggap dia itu bersalah. Sri mulyani tidak melakukan kesalahan apa-apa, KPK menyatakan tidak ada tanda kejahatan malah KPK-nya diserang. Orang yang melawan kebaikan tidak akan puas sampai semua kebaikan itu diingkari, dan itu jangan dibiarkan. Kita  jangan main devensif, kita harus main opensif. Bikin gol, Gayus suruh nunjuk Bakrie, Nurdin bongkar skandal suapnya,  maka satu-persatu itu akan kalah. Bagi orang oportunis ia akan pergi kalau di sini tidak ada harapan ia pasti akan pindak ke luar negeri karena dia tidak merasa rugi. Politik sekarang waktunya untuk membuka kesempatan besar atau hancur besar-besaran dan menyesal kemudian.

 

Ada isu Indonesia akan di Mesirkan?

 

Indonesia tidak akan seperti Mesir. Indonesia taun 1998 sudah seperti Mesir. Di sini sekarang semua orang boleh ngomong. Jadi sangat beda dengan Mesir. Mekanisme politik jalan, partai sangat jalan sampai bikin sebel, pers sangat bebas, semua bebas. Yang bikin kacau disini bukan totalis-terorisme tapi pengacauan dari oposisi politik, kelumpuhan etika politik, dan hipokresi dalam koalisi. Presidennya sih jauh dari totaliter, memalukan malah kelemahannya.(VoB/Mang)

 

...

 

Print article only

16 Comments:

  1. From Unapzeus Adinovic on 01 March 2011 03:58:46 WIB
    Pak mar, ijinkan saya untuk menitip link. Saya ini udah bolak-balik promosi ko tetep ndak ada pengunjung yang mau ngelirik web saya. Mungkin apa karena kurang menarik isinya ato apa.. Soale saya ini ndak pinter ngeblog, jadi, saya bikin jejaring sosial ala kadarnya dan semampu saya aja. Ealah, ko tetep ndak mampu buat beli domain .com, jadi web saya tetep terbengkalai ndak berpenghuni. Kalo pak mar ada waktu, mbok di review alamat web saya yang ada di nama saya ini. Sekalian kalo bersedia merekomendasikan ke publik, hihi... Jangan kuatir, ntar tak kasih upah jajanan ala kaki lima. Ndak papa tho?

    Maaf, ini alamat web yang coba saya buat, http://diaryspace.tk

    Iya tho? Ndak menarik sama sekali, moso tk?

    Makanya, kalo web ini ada yang minat, nti tak usahain beliin domain .com biar lebih menarik...

    Terimakasih yo...
  2. From Adi on 01 March 2011 06:43:02 WIB
    Very good article, Om Wimar

    Don't be afraid of hypocrites from coalition

    Say what's right is right, wrong is wrong, nothing in between.

    Let's make sure Bakrie's suspected tax fraud if indeed found, brought to justice as well as Lapindo Mud case.

    Tks
  3. From Dimitri Zen on 01 March 2011 14:47:08 WIB
    Koalisi telah retak sebelum lahir. Dibangun di atas partai-partai yang sebelumnya telah retak. Sangat berbahaya tatkala bangunan pemerintahan ini bersandar pada basis yang goyah.

    Rage against the coalition, Mr. President. Now or never...
  4. From jaka on 03 March 2011 00:54:40 WIB
    Memang ngerakeun pisan atuh ,lamun presiden euweuh kawani mah !-bhs sunda- Memang memalukan sekali,kalau presiden tidak memiliki keberanian !
  5. From Luk on 03 March 2011 08:30:32 WIB
    Kalau dulu Gus Dur banyak dicibir karena pembisik2nya, itu lumrah karena keadaan fisik beliau. Tapi kalau SBY malah minta dibisiki padahal fisik sehat dan katanya pikiran cerdas.
    ngat waktu press conf. dengan Obama, SBY harus menjawab pertanyaan wartawan bule, sampe harus panggil Menlu bisiki jawabannya (ini yang katanya smart). Nyontek ! Malu !!! Padahal kalau materi tidak menguasai khan bisa jawab diplomatis.
    Selain peragu, tidak tegas, tidak sm..., minta bisikan apalagi yang bisa diharapkan, makin lama rakyat makin sengsara (real inflation) mungkin 2014 NKRI sudah hilang, telat klo tunggu 2014 Bung Wimar.
    Lihat kasus DIY, satu langkah keliru menujukeluarnya DIY dari NKRI (yang lain nyusul). Tapi saya akan dukung lebih baik jadi kerajaan Mataram lagi dari pada dilecehkan (walaupun saya bukan orang Yogya).
    Sri Mulayani juga bukan orang yang cocok untuk RI 1 lihat hubungannya dengan pak Wijoyo, kalau dia nyerah pergi mestinya selesaikan dulu urusannya untuk kepentingan bangsa, kesannya dia kabur dari tanggungjawab dengan jadi skilled TKW.
    Apa dia punya pendukung ? Paling2 akademisi. Yang dikampung2 mana tau siapa Sri yang dulu asisten dosen saya di FEUI.Soal bersih cuma dia dan Tuhan yang tau, nobody perfect.
  6. From ESC Creation on 07 April 2011 12:27:47 WIB
    Saya juga mempunyai keyakinan, kelak Ibu Sri Mulyani bisa menjadi Orang No. 1 di Indonesia.
  7. From svnstrk on 08 April 2011 06:45:38 WIB
    klo kata salah satu 'orang bijak' yang saya temuin, salah satu penyakit orang indonesia yang sejak dari jaman penjajahan ga sembuh2 adalah ga bisa liat siangannya menang.

    waktu obama menang, yang pertama kali dilakukan mccain adalah pidato di depan pendukungnya, untuk sama2 mendukung 'our president, obama'. waktu sby menang, yang pertama kali dilakukan tim sukses capres lain adalah nyari kecurangan2 surat suara di daerah2.

    memang mental kita harus diubah duluan, saya salut dengan pemikiran bapak yang objektif dan ga short-minded. teruskan usahanya ya pak, jangan menyerah. saya selalu ikuti acara bapak kalau saya bisa.
  8. From arsavin666 on 15 April 2011 11:01:07 WIB
    banyak pemuda & tokoh bangsa kita yang pindah keluar negeri,karena tidak dihargai oleh bangsa'a sendiri
    Inilah potret indonesia dari masa kemasa,yang baik disingkirkan yang korup malah dipertahankan
  9. From Scor Wang. on 21 April 2011 17:10:20 WIB
    SBY ITU payah!.
    Pencitraan melulu dan teori tokh!.
    Lebih mementingkan kekuasaan/berkuasa daripada kebenaran.

    Kesimpulannya?.
    Tidak dapat terlalu di harapkan.
    Skala berdasarkan buku lapor? ; Tidak sampai angka 6.
    Alias cukup pun tidak!.

    Payah!.
  10. From Toar on 23 April 2011 01:40:34 WIB
    Maaf agak melenceng dari topik.
    Saya menyukai pemikiran2 om Wimar yg positif, sayang sekali hanya sedikit orang2 seperti om Wimar di negeri ini.Orang2 di negeri ini kebanyakkan selalu berpikir negatif pesimis,akibatnya negara tercinta kita ini tidak maju2.
    Jadi menurut saya agak sulit peluang SMI untuk menjadi RI-1.
  11. From Scor Wang. on 26 April 2011 15:25:03 WIB
    Ini pun agak melenceng dikit!.
    Pesimis timbul itu ber'alas'kan : Fakta dan data (?).
    Bukan ber'alas'kan : Mimpi.
    He he.

    SMI mau menjadi RI-1?.
    Adalah hal yang gampang buat Scor!.
    Tetapi tidak untuk 2014 dan mana uangnya Scor dulu!.
    Gitu saja.

    Ini pun agak melenceng sedikit (?).
  12. From Catur on 15 May 2011 08:01:24 WIB
    Artikel yang mencerahkan dan pesan yang ingin disampaikan adalah "Yang Penting Bukan ARB"
  13. From Adit Putra on 20 May 2011 21:23:19 WIB
    Pencitraan dihembuskan oleh para hipokris. Sayang sekali banyak manusia \"intelek\" yang \"buta\". Hanya suka menggali informasi setengah setengah asal rame dan bombastis
  14. From Jatikusuma on 21 June 2011 00:37:46 WIB
    saya bersyukur di negara ini masih ada orang-orang baik yang peduli terhadap nasib bangsa ini seperti bapak wimar. tulisan yang menginspiratif, membuka pandangan baru terhadap arus politik di negara ini. SMI bersih dan layak untuk menjadi RI-1
  15. From Haryadhi on 22 July 2011 21:08:03 WIB
    Bung Wimar, terus terang saya sangat 'jengah' dengan acara tv akhir2 ini. Dari isu satu ke isu yang lain, hingga ke fitnah-fitnah yang lain, sehingga, sepertinya kita sudah kehilangan ruang publik yang tenang dan nyaman.
    Saya usul nih, sambil menyongsong 2014 isilah ruang publik (di tv khususnya) untuk dan agar bisa mengimbangi acara2 yang lain yang sudah semakin jorok. Saya yakin masih banyak rakyat yang rindu dengan acara berpolitik yang sehat. Apalagi bisa menghadirkan Ibu SMI sebagaimana kemunculan beliau saat reformasi 1998 dulu (saat itu saya sangat bangga dengan SMI & Kwik Kian Gie vs. Peter Gontha). Terima kasih.
  16. From paulus victor motuloh on 24 August 2011 17:27:53 WIB
    Bung Wimar,
    Ulasan Buat Presiden SBY, Sy sependapat !
    SBY adalah TOKOH IDOLA RAKYAT INDONESIA, Pd awal Pemilihannya bersama Wapres JK. SBY-JK saat 2004 adalah terpilih Benar2 secara DEMOKRATIS PILIHAN RAKYAT via PEMILU PRESIDEN secara LANGSUNG. Cuman Sayangnya diawal Masa Pemerintahannya, sewaktu menyusun Kabinet Indonesia.1, Terlihat jelas terlalu memikirkan \\\"KEMENANGAN UTK PEMILU BERIKUTNYA\\\", Dgn memasukkan Tokoh2 Parpol duduk sbg Menteri2nya.
    Masuk 2009, SBY msh menjadi IDOLA PUBLIC, dipertengahan perjalanan ini Sy melihat skrng ini, Pak SBY ini sepertinya sdh termakan oleh \\\"PENCITRAAN DIRINYA SENDIRI\\\".
    Mengenai SRI & SMI, Sy hanya bisa berkomentar \\\"HARUS MEMPUNYAI TIM SUKSES diLAPANGAN Yg BENAR2 TANGGUH & BEBAS MONEY POLITIC\\\".
    SALAM IMAJINASI.

« Home