Articles

Fitnah Memperkuat Sri Mulyani


31 July 2011

Jumat, 29/07/2011 16:59 WIB

Fitnah Memperkuat Sri Mulyani  
M. Rizal - detikNews

 

Jakarta - Banyak orang yang secara sadar mendukung Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai calon presiden pada pemilu mendatang. Meskipun mereka belum mendapat kepastian dari SMI, namun mereka tetap semangat memberikan dukungan. Ada yang membuat situs, ada yang terlibat dalam pendirian Partai SRI, ada yang terus bergerak meyakinkan banyak orang.
 
Salah satu pendukung SMI adalah Wimar Witoelar, mantan Juru Bicara Presiden Gus Dur, yang kini masih terus aktif menulis dan berbisnis jasa PR. "Sebenarnya ada untungnya Sri Mulyani difitnah dalam beberapa kasus. Tapi setelah hal itu terbantahkan, justru orang akan lebih banyak mengenal dia."
 
Berikut wawancara detik+ dengan Wimar Witoelar.
 
Bagaimana kans SMI dalam pencalonan presiden pada Pemilu 2014 nanti? 
 
Saya hanya penyemangat atau sukarelawan saja. Ini seperti nonton sepakbola, kalau kita ramai-ramai nonton Arsenal, kita tidak tahu siapa yang akan menang, tapi kita dukung. Untuk mengetahui kans itu harus ada aksi positif. Biarlah orang-orang parpol yang menghitung-hitung.
 
Kami menyemangati orang-orang yang tadinya tidak mau tahu politik. Mereka yang tidak mau ikut politik itu bukan pemilih pemula, melainkan orang-orang yang sebel sama politik. Sekarang banyak ikut ngomelin ke anggota DPR, pada saat pemilu nggak ikut milih. Jadinya saat ini di DPR  lebih banyak tak legitimate karena masyarakat tidak tahu. 
 
Nah, pada Pemilu  2014 kita ingin para pemilih menjadi cerdas. Memilih orang yang sesuai dengan keinginan sendiri. Orang kan gelisah dan sedih melihat keadaan sekarang itu. 
 
Menurut perhitungan Anda?
 
Kalau perhitungan kan angka, kecil tuh SMI. Tapi lihat semangatnya, itu lho yang besar. Sekitar 60 persen pemilih golput. Kalau itu dihitung, jadi besar kan? Tidak usah diambil semuanya, ambil saja 10 persen golput dan 10 persen yang kenal Sri Mulyani. 
 
Yang lainnya biar diambil Aburizal Bakrie, Surya Paloh, orang-orangnya SBY dan politisi lainnya, yang standar. Bukan saya mengatakan semua korup, tapi ‘lagu lama’. Yang lagu baru itu gerakan SMI, terutama pemilihnya itu orangnya ibu rumah tangga, pegawai, atau  orang yang tak pernah mau melihat politik. 
 
Kita yakinkan, daripada ngomelin politisi yang ada, lebih baik sekarang membetuk suatu kekuatan, meskipun Sri Mulyani juga belum pasti mau, karena pemilu baru mulai pada 2013. Jadi saya kira dukungan gerakan ini semakin banyak, saya tahu betul sejak tahun lalu menyuarakan ini ke mall-mall, bukan menyuarakan Sri Mulyani. Tapi, kalau nggak mau sebel, tinggalkan rumah (dan ikut memilih). Kalau anda tetap mau anggota DPR seperti sekarang ya tinggal aja di rumah. Mari kita berbuat sesuatu, karena suara anda dihitung, itu yang saya perjuangkan.
 
Seberapa besar dukungan dari kalangan golput kepada SMI?
 
Ini luar biasa. Kalau keliling daerah, banyak yang malah mengatakan saya ini mau jadi cawapres, calon menteri. Malah kalau saya kasih tahu saya tidak mau dicalonkan dan tidak mau jabatan, mereka juga nggak percaya. Saya tidak ingin semua itu, karena selama hidup saya 60 tahun saya pernah alami semua. 
 
Saya senang membuka orang yang tadinya diam, skeptis dan sinis menjadi lebih berdaya. Sama seperti awal detikcom berdiri dulu, bagaimana susahnya membangunkan orang di 1998, kita semua bilang Presiden Soeharto brengsek, kan semua turun ke jalan. Nah sekarang bagaimana mereka turun ke kotak-kotak suara itu. Itu yang lebih penting.
 
Bagimana dukungan partai politik kepada SMI?
 
Saya kira itu belum perlu. Saya kira mudah-mudahan itu tidak perlu. Karena ini sedang proses pendaftaran Partai Serikat Rakyat Independen (Partai SRI). Kita akan lihat 22 Agustus 2011, akan terlihat ini jadi partai atau tidak. Saya dengar ini sudah 33 provinsi berkumpul, saya tidak tahu sekarang berapa.
 
Karena sekarang banyak serangan baru ke SMI. Ada yang bilang SMI maling, SMI koruptor, SMI antek AS dan lain sebagainya. Kan buat apa orang ribut kalau tidak ada artinya, di twitter banyak sekali tudingan yang tak masuk akal, ada tudingan SMI itu nekolim, dibiayai CIA, ada diplomat asing memaksa tentara mendukung SMI. Ini kan cerita-cerita hantu, tapi cerita hantu kayak gini kan masih banyak yang dipercayai.
 
Bagaimana Ani Yudhoyono jika dibandingkan dengan SMI?
 
Kalau itu Ani, Sri Mulyani saya kenal orangnya, orang profesional yang baik. Tapi kalau Ani Yudhoyono saya tidak begitu kenal baik. Jadi sehebat apa Ani Yuhdoyono saya tidak bisa komentar. Tapi saya tidak setuju orang mengatakan, Sri Mulyani itu hebat dari yang lainnya, yang lainnya jangan maju. 
 
Kita maju di pemilu bukan karena black campaign sekarang, karena pasti ada beberapa orang yang bagus. Hanya sekarang mereka tenggelam oleh orang-orang yang menguasai partai politik. Di PD misalnya ada Nazaruddin, belum lagi di Partai Golkar. Padahal di PD dan PG itu masih banyak orang yang baik,  di jalanan banyak orang baik. 
 
Jaringan SMI bagaimana?
 
Ada jaringan tentu, tidak mungkin kalau tidak ada jaringan didukung 33 provinsi. Tapi saya tidak terlalu mengamati. Saya jalan terus, saya hanya memberikan penyegaran kepada masyarakat saja. Saya hanya membuka mata masyarakat yang ingin bicara bahwa Indonesia ini bisa segalanya terjadi. Dahulu saya komisaris utama detikcom, kok bisa jadi juru bicara presiden. Nah ini sama SMI bisa menjadi simbol, kalau mencari selain SMI kan susah mencari bukti apa yang sudah dia kerjakan. 
 
Sebenarnya ada untungnya Sri Mulyani difitnah dalam beberapa kasus. Tapi setelah semua itu terbantahkan justru orang lebih mengenal dia. Polisi dan KPK kan susah membuktikannya. Kita tahu cerita Pansus Century dan lainnya, semuanya bohong. Semua demo hanya capai mengeluarkan duit saja. Tapi yang waras akan tetap bertahan sampai 2014. 
 
Apakah Partai SRI akan sefenomenal PD seperti terjadi pada Pemilu 2004?
 
Saya kurang begitu tahu. Saya ikut ini sebagai gerakan orang biasa. Ibu atau bapak yang tadinya nggak peduli politik, saya ajak masuk ke politik. Bagaimana banyak orang masuk kotak suara dan jangan memilih orang yang korup lagi. Saya memang ditanya orang, apakah Anda menjamin SMI terpilih pemerintahan tidak akan korup? Saya katakan, semua pimpinan partai, aktivis dan DPR ada saja yang korupsi.




(iy/nrl)

Print article only

16 Comments:

  1. From dmitri on 01 August 2011 03:49:25 WIB
    Sekitar 60 persen pemilih golput --> Good.
    Kalau keliling daerah..., --> Bisa dapet tuh 60%. Apa lagi 10%. Great.

    Yang penting partainya dan rencana kerjanya. Pemimpinnya mau SMI atau WW kek, gak penting. Fungsi utama SMI sebagai unifier saja, label perekat kertas2 yg otherwise terserak robek. Yang terpenting partainya bekerja seperti tim bola yang mementingkan realisasi taktis. yang dibutuhkan dalam diri orang2 spt SMI adalah pengetahuan mereka ttg lapangan permainan. eksekutor tidak harus mereka. kalau dari awal pembentukan partai sudah begitu, calon pemimpinnya nanti bakal lining-up bergiliran
  2. From kris on 01 August 2011 03:50:53 WIB
    Semoga Ibu Sri Mulyani Indrawati mau kembali k Indonesia dan membenahi ekonomi dgn maju sebagai capres....
    SMI for Presiden 2014.......
  3. From Susy Rizky on 01 August 2011 05:46:05 WIB
    Dukungan buat SMI bisa saja lebih fenomenal, karena masyarakat biasa pro aktif terlibat didalamnya. Tanpa iming-iming uang, bahkan mayoritas diantara rela berkorban waktu, tenaga, pikiran dan materi supaya gerakan mendukung tokoh berintegritas di negeri ini bisa berhasil.

    Kita semua sadar, bahwa gerakan ini bukanlah pengkultusan thd SMI seorang, tapi lebih kepada keinginan agar putera/i terbaik bangsa mendapatkan tempat yang seharusnya dalam kancah politik dan pemerintahan. Maka SMI Keadilan dan Partai SRI berada disana untuk memfasilitasi masyarakat untuk ikut dalam politik yang konstitusional, dimana kita secara bersama-sama mengupayakan kebaikan bagi semua warga negara.

    Jangan takut untuk berpolitik. Saya sebagai orang awam yang awalnya apolitik, tergugah untuk masuk ke dalamnya. Karena selama ini nggak ada yang memikirkan rakyat dengan sungguh. Maka tidak ada jalan lain, kecuali kita mengupayakan masa depan kita sendiri, bersama orang-orang kita percaya. Saya sudah memilih bersama siapa saya akan berjuang. Anda? Tentukan pilihan sekarang juga.

    WW, terima kasih atas semua support yg diberikan dalam berbagai bentuk. GBU.
  4. From mansur on 01 August 2011 09:01:52 WIB

    Yup, semangat bisa mengubah segalanya. Dari yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin.

    Ayo terus semangat mendukung SMI seperti Bung Wimar
  5. From Sigit Prabowo on 01 August 2011 10:56:50 WIB
    Sri Mulyani Indrawati (SMI) dan Momentum , mungkin hal ini menarik untuk ditelaah lebih mendalam. Pasalnya Pemilu 2014 memang masih jauh di pelupuk mata, namun perbincangan tentang kans dari SMI untuk turut bertarung di PilPres mendatang sudah riuh ramai. Benar, yang digaris bawahi dari komentar Saya ini adalah MOMENTUM. Momentum yang memang harus dikelola dengan baik oleh SMI sebagai groundbreaking jika ingin benar-benar maju sebagai kandidat di PilPres 2014.

    Fase yang dapat menjadi starting point, Setidaknya diawal 2012 mendatang SMI harus sudah berada di dalam negeri, atleast kemunculannya tersebut mampu menjadikan publik di Indonesia kembali aware dengan sosok SMI. Publik di Indonesia rindu dan ingin mendengarkan penjelasan dari SMI untuk meng-counter beberapa rumour yang pernah menerpa Beliau. Karena kembali lagi bahwa masyarakat Indonesia mungkin masih conventional-minded dengan sosok yang pemimpin saat ini yang kental dengan pencitraan sana sini.

    Mungkin di 2014 mendatang, hadirnya SMI sebagai kandidat Capres, dapat dianalogikan seperti oase ditengah gurun pasir atau mampu menjadi pencerahan di tengah minimnya sosok pemimpin yang berintegritas di Indonesia saat ini.

    Terima Kasih.
  6. From EI on 01 August 2011 11:00:27 WIB
    Menang atau kalah, soal belakang. Yang penting semangat untuk perubahan, untuk pemerintahan yg lebih bersih, terus ada dan semakin banyak yg memilikinya. Siapapun orangnya, asalkan dia memiliki etika dan integritas, kita akan dukung.
  7. From Jajam Jami\\\'at on 01 August 2011 14:41:05 WIB
    Hampir setiap orang di negeri ini berbicara tentang korupsi, dan jika ditanya semuanya akan menjawab membenci dan mencaci maki tindakan tersebut. Namun anehnya jika ada kesempatan mereka akan melakukanya juga. Terlalu sedikit orang yang memiliki keberanian mengorbankan kepentingan pribadinya untuk kepentingan dan kemaslahatan orang banyak, diperlukan gerakan yang real untuk mempersempit ruang dan kesempatan melakukan tindakan korup.

    Disini kami bergabung dengan tekad yang sama untuk melawan
    tindakan maksiat tersebut, kami memerlukan tokoh pembaharu,yang menjadi panutan sekaligus inspirator, yang berani bersikap, jadi kami yang perlu SMI.

    Pengkultusan sejauh masih positif, sah sah saja orang baik tentunya pasti berkeinginan berada dalam komunitas orang orang baik.

    Trims WW, Trims mbak Susy
  8. From RM Mihradi on 01 August 2011 21:55:09 WIB
    Bagi saya, konsolidasi masyarakat sipil yang mampu melihat dengan rasionalitas dan mata hati bening calon pemimpin masa datang merupakan hal urgen untuk diperkuat. Sejarah membuktikan, pemimpin besar saja tidak cukup apabila tidak ditopang masyarakat yang punya komitmen besar untuk mengawal proses menuju Indonesia yang lebih baik
  9. From bang pilot on 02 August 2011 14:48:51 WIB
    Sri Mulyani untuk jadi RI 1 di 2014 ? Enggaklah ! Sosok seperti beliau mudah sekali diserang dan jadi bulan-bulanan lawan politik. Lagipula, rakyat kelas bawah tidak kenal atau minimal sudah melupakan SMI.

    Partai SRI ?
    Gak ada nama yang sedikit lebih keren, gitu ?
  10. From M Pratono on 02 August 2011 15:12:42 WIB
    Kita mengharapkan bu SMI mau pulang dan memimpin bangsa Indonesia utk meraih harapan / cita2 masyarakat adil makmur sejahtera.Saya kira betul kata bung WW,sebagian masyarakat tidak ikut pemilu (golput) tapi sekarang ngomel2 in DPR.Marilah ber sama2 mengikuti Pemilu baik Pilleg maupun Pilpres th 2014.Salah satu capresnya insya Allah ibu SMI dan utk pemilihan anggauta DPR pilihlah orang2 yg benar2 bersih berintegritas dan punya nawaitu utk membangun bangsa negara.Jangan pilih anggauta yg banyak omong tapi munafik.
  11. From Arie on 03 August 2011 20:36:20 WIB
    Kalo banyak golput berarti demokrasi gagal, gagalnya bukan karena demokrasi sistimnya jelek, tapi karena hukumnya korup, pemilih cerdas ga ada artinya kalo yg lebih cerdas orang yang ngatur pemilihan dan ngatur orang yg terpilih. Jadi golput bisa jadi positif, ibarat pesan stop dulu berpesta daripada pestanya jadi brutal. Cari obat buat nyembuhin tragedi kemanusiaan di Indonesia lebih penting daripada sekadar ngeboost ekonomi. Kita butuh pemimpin yang sanggup mengadaptasi metode pendidikan karakter sebagaimana Jepang bisa menjadi negara dengan pribadi2 warga negara yg jujur dan tahu kehormatan. SMI adakah talentnya disana?
  12. From Marshyellino C on 06 August 2011 00:51:38 WIB
    Selalu senang mendengar Komentar atau membaca Tulisan WW, dan yang satu ini saya juga setuju!

    SMI dibuat "terlihat bersalah" oleh orang yg bersalah, sangat Politik sekali ... tapi pada akhirnya bukti dan fakta menunjukkan kalau dia tidak seperti yg diberitakan ...

    Jadi SMI for President? Why NOT?!

    Salam Sukses Selalu!
  13. From jaka on 06 August 2011 07:19:37 WIB
    Huee he he he he he he jadi seru juga,yahh?!...pokoknya mah sayah sudah promosi Teteh Sri Mulyani utk jadi presiden kepada para saderek di luar nagreg ,apalagi di Amrik ! mayoritas satujuuuu !!!


  14. From Amato Assagaf on 14 August 2011 14:48:01 WIB
    WW punya pandangan yang tidak hanya unik tapi, sialnya, seringkali benar. Sial karena kebenarannya tidak didukung political power yang cukup. Mungkin karena perspektifnya sangat orang biasa padahal dia bukan orang biasa, dalam arti bukan awam, maka akal sehatnya jalan. Waktu WW berani jadi jubir presiden Gus Dur radhiallahu anhu, saya sadar WW ini provokator perubahan yang akal sehatnya jalan. Sekarang WW bicara positif soal SMI. Saya tidak heran, karena dengan perspektif orang biasa tapi tidak awam, WW bisa melihat kebenaran yang, sialnya, tidak bisa diperhatikan oleh bukan orang biasa, seperti para elit politik. Tapi WW benar bahwa ini bukan waktunya melakukan black campaign, tidak semua orang tidak biasa itu jelek, seperti juga tidak semua orang biasa itu baik, masalahnya adalah sejauh mana mereka menjalankan mekanisme akal sehatnya. Dan saat akal sehat itu yang menjadi alat takarnya, hanya akan ada dua kemungkinan berkaitan dengan tema pembicaraan kita; kita akan terprovokasi oleh pentingnya melakukan perubahan dan kedua, kita tidak akan ragu untuk memilih Sri Mulyani Indrawati sebagai Presiden RI 2014 nanti.
  15. From budi on 29 August 2011 10:12:02 WIB
    Wakilnya siapa?
  16. From Deacon on 08 September 2011 04:44:57 WIB
    All of these aritlces have saved me a lot of headaches.

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home