Articles

Pedagang Burung Tidak Paham Flu Burung

Perspektif Online
17 October 2005
Pedagang burung masih belum paham mengenai wabah penyakit flu burung yang mematikan. Bahkan beranggapan burung tidak termasuk unggas.

Dalam program City View di Jak TV yang dipandu Wimar Witoelar untuk melihat kehidupan orang biasa setahun bersama Sby-Jk, Senin malam (17/10), Sartono yang telah tahunan berdagang burung di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, mengatakan pendapatannya turun akibat adanya flu burung. "Ini mungkin karena orang takut beli burung," kata dia. Padahal pedagang burung menjamin semua kotoran dibersihkan. Selain itu burung bukan unggas. Burung juga dirawat betul karena umumnya untuk kontes. Jadi burung lebih bersih perawatannya.

Saat ditanya Wimar, apakah nengetahui cara flu burung menyebar dan sampai mematikan, Sartono yang akrab dipanggil Pak Bule menjawab belum tahu.

Menurut Sartono, sejak ada berita flu burung dirinya dan pedagang lain belum pernah mendapat penyuluhan atau penjelasan mengenai wabah tersebut. Penyemprotan pun baru satu kali dan petugas tidak memberi penjelasan. "Ketika ditanya penyemprotan itu untuk apa, petugas hanya mengatakan ini untuk flu burung," kata Sartono.

Sementara itu menurut Jojor Mariana S dari Dinas Peternakan Jakarta Timur, penyuluhan memang masih kurang tapi pihaknya sudah menyebar leaflet mengenai flu burung ke pasar burung. Namun Sartono mengaku belum menerima leaflet tersebut selama berdagang di Pasar Burung terbesar di Asia Tenggara.

Sartono mengatakan, pedagang burung yang seringkali tidur di pasar dan warga sekitarnya belum ada yang terkena flu burung. Di sana ada ratusan pedagang burung dan kalaupun sakit hanya sakit biasa seperti pilek.

Menurut Kepala Seksi Humas dan Promosi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Evi Zelvina, adanya pedagang burung yang belum tahu flu burung karena wabah penyakit ini relatif baru. Jadi upaya rekonsiliasi harus terus dilakukan. Saat ini pemerintah telah melakukan sosialisasi pada kelompok masyarakat yang termasuk berisiko tinggi terhadap flu burung yaitu yang kontak pada unggas. Ternyata pasar burung tidak masuk prioritas pertama. Proses sosialisasi ini bisa dilakukan dengan dua jalur yaitu dari inisiatif Dinas Kesehatan atau atas permintaan masyarakat. Pihaknya juga membuka hotline telp 34835118 untuk masyarakat bertanya dan minta sosialisasi.

Sementara itu narasumber lain Lies Markus, aktivis LSM, menceritakan malpraktek yang menimpanya sehingga harus kehilangan satu matanya. Lies tidak menuntut karena berdasarkan masukan dari rekan-rekan pengacara seperti Todung Mulya Lubis menyatakan UU Kesehatan belum obyektif, masih memihak dokter dan rumah sakit. Nanti malam tanggal 18 Oct 2005, City View dilanjutkan dengan topik Keamanan Kota (hm)

transkrip

City View Episode 1: KESEHATAN

Jak TV – 17 Oktober 2005

 

[Opening Music by Beben Kwartet]

 

Wimar Witoelar:

Terima kasih Beben Kwartet,  andai saja anda ada di sini akan ikut memberikan appplaus bersama saya.

 

Selamat datang Jak audiens ini adalah City View, dan nama lagu tadi adalah Now is The Time, sekarang waktunya, waktu yang jika kita lihat di luaran,  di koran-koran,dan stasiun tv lain, adalah waktu untuk melihat SBY, JK dan pemerintahannya. Apakah itu evaluasi, mungkin orang lain patut melakukan evaluasi, bukan mungkin harus malah. Tapi kita di sini tidak akan melakukan evaluasi, kita akan mengadakan obrolan justru untuk melihat kehidupan orang-orang biasa orang seperti anda, saya dan orang-orang yang ada di sekitar kita, orang Indonesia setahun bersama SBY-JK, apa yang kita hadapi apa permasalahan yang akan kita jumpai dan selama lima hari dalam minggu ini berturut-turut atau lima malam kita akan membicarakan berbagai masalah dalam kehidupan. Kita mulai dengan yang paling berat malam ini. Menurut saya masalah yang paling berat yang kita hadapi adalah yang mengancam kesehatan atau bahkan kelangsungan hidup kita,  masalah flu burung, kita lihat sebentar lagi potongan ceritanya.

 

VT tentang flu burung

Boleh jadi suara merdu dan warna bulu yang indah dari binatang ini membuat banyak orang jatuh hati. Namun siapa sangka di balik semua hal indah itu, ada maut yang mengintai flu burung. Flu burung atau Avian Influenza dalam arti kedokteran adalah penyakit yang berasal dari virus influenza yang ditularkan oleh unggas, jenis virusnya ada bermacam-macam  H5N1 adalah salah satunya, saat ini sudah lebih 30 kasus terjadi di Indonesia dan tujuh diantaranya korban meninggal, hampir separuh kasus flu burung pada manusia menimpa anak-anak sebab kekebalan tubuh mereka belum begitu kuat. Hingga kini belum ditemukan obat untuk virus ganas ini namun upaya pencegahan tentu  saja bisa di lakukan. Hal penting lainnya adalah menghindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang sakit karena flu burung.

 

Sampaikan pendapat anda, komentar mengenai flu burung atau acara ini kepada sms 9333 dengan menulis JNEWS dan komentar anda, sekarang kita ikuti pembicaraan dengan Pak Sartono [Pedagang Burung di Pasar Pramuka].

 

Selamat malam Pak?

 

Selamat malam.

 

Katanya pangilannya Bang Bule iya kenapa itu Bang Bule?

 

Itu nama kecil saya,

 

Tapi anda sekarang anda bule atau tidak anda itu berdagang burung iya?

 

Berdagang burung

 

Dimana?

 

Di pasar Pramuka.

 

Sekarang burung jadi berita, bagi anda bagaimana cerita mengenai flu burung dan acaman-ancamannya?

 

Karena flu burung itu,  di pasar pramuka sekarang pendapatan saya  menurun .

 

Karena ada flu burung jadi menurun, orang tidak datang begitu, terus anda mengerti mengapa orang tidak datang dan kuwatir?

 

Mungkin takut ya, cuman kalau perasaaan saya kalau di pasar burung itu, burung itu sudah di jamin lah.

 

Di jamin sama siapa maksudnya?

 

Sama pedagang pedagang semua

 

Bahwa bersih?

 

Bersih. Soalnya pagi-pagi,  kotorannya sudah di bersihkan terus di siram dab burungnya di jemur

 

Dan tidak pernah ada kejadian?

 

Tidak ada kejadian.

 

Kalau sampai ada kira-kira bagaimana langkah bang bule dipasar?

 

Loh kita langsung minta kepada Pemerintahan Departemen Kesehatan.

 

Minta ke Departemen Kesehatan?

 

Iya

 

Tapi selama ini pak Sartono mendengar bahwa di tempat-tempat lain ada orang terkena penyakit flu burung sampai sakit dan meningal?

 

Iya memang benar, iya cuman kalau di pasar pramuka itu belum ada dan warga setempat itu juga tidak ada yang sakit.

 

Pernah di kasih tahu tidak Pak Sartono kalau orang sudah sakit kena flu burung itu dalam berapa hari dia betul-betul tidak akan tertolong.

 

Belum

 

Belum tahu iya, tidak pernah juga ada yang kasih tahu ?

 

Tidak pernah

 

Jadi sampai sekarang tidak tahu iya?

 

Sampai sekarang

 

Saya kira penonton juga banyak yang tidak tahu jadi bagus juga walaupun kita tidak berdagang burung kita juga harus tahu juga bagaimana menghadapinya? Di Negara lain yang saya baca, banyak burung, ayam dimusnakan supaya tidak menyebarkan penyakit. Di Indonesia juga ada,  kalau itu terjadi bagaimana kira-kira, Pak Sartono setuju tidak?

 

Kalau benar-benar terjadi merugikan warga atau pedagang, kita harus mau tidak mau   lah dimusnahkan.

 

Oh jadi menerima ya, tapi sekarang belum?

 

Belum,

 

Katanya suka ada juga penyuluhan-penyuluhan, bukan penyuluhan tapi penyemprotan datang melakukan penyemprotan,  di situ ada?

 

Selama   ini baru ada sekali, waktu kemarin itu pas kejadian itu, yang nyemprot-nyemprot

 

Sambil menjelaskan tidak kenapa harus di semprot?

 

Tidak menjelaskan cuman semprot

 

Semprot saja tidak ada penyuluhan, tidak diceritakan bahayanya. Kan petugasnya datang tidak ditanya apa-apa begitu?

 

Cuman ditanya, pak ini semprot apa?Itu buat virus flu burung begitu.

 

Kebetulan para Jak TV audiens,  kami sempat bertemu dengan seorang pejabat dinas peternakan Jakarta Timur dan bertanya, apa betul dinas pertenakan, bahwa dinas pertenakan itu di samping menyemprot tidak melakukan sosialisasi. Kita lihat jawabanya.

 

Kami menyadari sosialisasi kami mungkin kurang, memang sampai saat ini jangkauan yang kami utamakan itu masih untuk pedagang ayam. Tapi kita juga telah menyebarkan dan menginformasikan masalah tentang flu burung melalui leaflet-leaflet yang ada dan kita sudah sebarkan di pasar-pasar burung.

 

Katanya sudah menyebarkan edaran, leaflet, jadi brosur mengenai flu burung di pasar burung. Pak Bule pernah terima?

 

Saya tidak pernah terima

 

Mungkin bukan di pasar burung pramuka kali.

 

Mungkin, banyak pasar burung, yang di barito ada ,

 

Nanti kita mita fotocopinya pada Ibu Jojo untuk di bagikan. Kalau pasar burung pramuka itu termasuk yang besar tidak iya?

 

Itu termasuk terbesar di ASIA.

 

Oh terbesar di ASIA tapi tidak menerima leaflet ya, saya kira harus betul-betul dikirimkan ya. Teman-teman anda sekarang sedang menonton acara ini mungkin bisa melihat, karena teman anda belum menerima leaflet, saya boleh jelaskan sedikit mengenai flu burung, karena walaupun buka ahli, saya mendengar baru kemarin di Eropa organisasi kesehatan dunia menyatakan flu burung sudah masuk Eropa dan katanya kalau jenis virus itu sudah berubah menjadi virus yang bisa menyebar dari manusia ke manusia, dan  itu bisa terjadi pada puluhan juta orang di Eropa. Saya bukan nakut-nakutin tapi saya ngeri aja kalau Bapak yang hidupnya di tengah-tengah burung itu belum menerima leaflet apa jadinya. Kita nanti akan bahas lagi tapi sekarang kita untuk acara ini harus mengambil waktu dulu untuk melakukan commercial break.

 

Jak Audience , selalu saya tidak lupa menyebun Beben karena saya suka sekali dengar musiknya, dari tadi saya belum bilang nama saya Wimar Witoelar, tamu kita adalah Pak Sartono. Tadi kita memang bicara flu burung tapi sebetulnya yang kita ingin tahu, di pasar burung kalau menghadapi soal kesehatan bagaimana? Karena pasti disana juga ada masalah-masalah, nah bagaimana pak Bule mendapatkan pelayanan kesehatan itu biasanya?

 

Kalau saya, saya jaga dan kalau temen saya yang tidur di pasar burung itu tidak ada yang sakit .

 

Oh  ya,  bagaimana bisa begitu

 

Iya mungkin dia jaga kesehatanya

 

Sendiri atau ada puskemas atau ada dokrter?

 

Di situ memang ada puskesmas ada, Cuman belum terjadi kawan saya yang sakit karena flu burung.

 

Selain flu burung, kalau penyakit-penyakit lain, selama 6 tahun disana pasti ada saja yang sakit enggak?

 

Tidak ada tuh

 

Hebat sekali iya, itu ada berapa orang yang berdagang itu?

 

Wah itu ratusan

 

Ratusan  ya, dan yang belanja di situ kalau tidak lagi sepi rame sekali, lalu menjaga kesehatanya bagaimana, ada pemerintah atau dinas kesehatan atau darimana?

 

Belum ada dan dari pemerintah juga belum ada, makanya mudah-mudahan pemerintah menelusuri pasar burung .

 

Tapi kalau ada yang sakit siapa yang merawat, apa ada dokter atau perawat, atau saling bantu saja ?

 

Saling bantu bisanya kalau ada yang sakit, tapi biasanya sakit biasa aja kok.

 

Begitu ya

 

Paling pilek biasa lah.

 

Hebat sekali iya, sampai sekarang itu begitu

 

Iya belum ada yang sakit parah

 

Atau karena justru mengurus burung jadi sehat .

 

Mungkin iya soalnya yang diurus burung bukan unggas

 

Oh ….apa bedanya pak?

 

Iya kalau ayam itu kotoranya atau apanya kalau burung

 

Oh.. itu yang saya tidak tangkap, jadi kalau menurut pak Bule, ayam itu lebih berbahaya daripada burung,  kenapa?

 

Iya soalnya kalau burung kita rawat sebaik mungkin, oleh pengemar burung, dan konsumen yang beli burung buat kontes,

 

Jadi lebih bersih begitu?

 

Ya, lebih bersih perawatannya

 

Kalau ayam bukanya harus dirawat juga biar dagingnya banyak, biar telornya banyak?

 

Itu sih lain-lain caranya pak .

 

Oh jadi Pak Sartono membedakan sekali antara burung dan ayam unggas, jadi kalau flu burung sih tidak percaya tapi kalau flu ayam sih mungkin aja ada kali ya menurut Bapak?

 

Menurut saya pokoknya di pasar burung pramuka itu bebas flu burung.

 

Mengapa banyak orang ngomongi flu burung kira-kiranya?

 

Iya itukan mungkin lihat dari koran atau kalau saya tidak saya hiraukan, yang penting  saya rawat burung saya.

 

Bagus ada ketegasan, tapi ya baca Koran jugalah. Tapi tiap orang bebas untuk memutuskan yang penting adalah bagi pemerintah untuk mengurus pelayanan kesehatan dan memberikan informasi.

 

Mudah-mudahan,  pemerintah harus perhatiin.

 

Anda itu tidak mendapatkan perlakuan prioritas, tidak diperlakukan lebih baik oleh pemerintah? Kan Bapak dan teman-teman lainnya itu sekumpulan pengusaha?

 

Belum ada

 

Apakah tidak ada perhatian khusus, misalnya ada orang-orang yang dating untuk memberikan penyuluhan dan sebagainya?

 

Mudah-mudahan sih pemerintah

 

Mudah-mudahan pemerintah berlaku seperti itu. Itulah tujuan kita bicara di sini. Kita tidak tahu pemerintah yang mana, tapi maunya warganegara punya akses  mengenai pelayanan kesehatan. Saya juga kenal dengan seorang. Kenalan saya adalah Lies Markus adalah seorang sarjana Antropologi  dari IAIN, kemudian mempelajari Antropologi medical di negeri Belanda, kemudian jadi peneliti dan bekerja di LSM Intenational. Beliau pernah juga mengalami musibah dalam kesehatannya. Ketika dia sedang jalan-jalan,  dia memeriksakan matanya namun setelah 18 bulan perawatan bukannya menyembuhkan malah semakin parah. Bagaimana parahnya, mari kita dengarkan penjelasan dari ibu Lies Markus sendiri .

 

VT testimonial Lies Markus

Sekarang mata saya yang kanan walaupun tampangnya biasa, banyak orang yang tidak tahu, orang gak tahu bahwa saya sebenarnya sudah buta sebelah. Dulu saya setiap malam membaca karena saya sebagai aktivis, waktu di siang hari sangat sibuk sekali dan saya tidak punya  waktu untuk memperkaya rohani saya dengan bacaan. Jadi setiap malam saya membaca, saya pakai kaca pembesar namun makin lama kemampuan mata saya makin lemah. Misalnya ini ya, saya sedang membaca namun susah untuk tamat karena tulisan di bukunya menjadi kecil-kecil, karena ternyata hanya mata kiri saya saja yang bekerja.

 

Lies Markus orang terkemuka, punya banyak kenalan, banyak pengacara heran juga mengapa beliau tidak menuntut.

 

Mata saya sudah hilang satu, seharusnya pengalaman ini bisa memperbaiki beribu-ribu  mata yang lain yang harusnya bisa terselamatkan. Jadi apa yang saya lakukan? Memang kemudian saya diskusi dengan pihak rumah sakit juga dengan dokternya. Terjadi beberapa kesepakatan yang menurut saya sangat baik. Disepakati bahwa proses-proses  tidak akan seperti yang saya alami lagi.

 

Jadi kenapa saya tidak menuntut ke pengadilan? untuk saat ini memang hukumnya apalagi UU Kesehatan belum ada, atau sedang diamandemen dan kelihatannya memang masih lama di DPR, hukumnya setelah saya berkonsultasi dengan banyak ahli-ahli hukum, teman-teman saya dengan Bang Mulya Lubis, dengan Nursyahbani atau dokter-dokter yang juga SH mengatakan bahwa hukumnya sendiri sekarang belum siap, belum objektif, masih sangat subjektif, masih katakanlah memihak profesi  dokter atau institusi rumah sakit.

 

Intinya adalah warga negara ingin dan harus mendapatkan pelayanan kesehatan dan warga negara masih kesulitan dan perlu dibantu UU untuk mempermudahnya. Warga negara memerlukan perlindungan pemerintah untuk masalah kesehatan. Kami ucapkan terimakasih kepada Pak Sartono dan kami ucapkan terimakasih pada Anda yang telah mengirim SMS. Kalo belum kirim ke nomor 9333, sementara ini kita akan melakukan commercial break.

 

Opening segment music by Bebet Kwartet

 

Take it to the Train, Bebet Kwartet membantu kita bernapas sedikit lega soalnya memang harus diakui bahwa sorotan mengenai flu burung dan ancaman kesehatan terutama dalam konteks SBY-JK ini adalah bagaimana warga negara berhubungan dengan pemerintah. Apakah ini masalah pada 1 tahun  SBY-JK atau pemerintahan yang lain itu Anda silakan menilai. Sekarang kita justru ingin lihat dengan seorang pejabat atau petugas dari pemerintah bagaimana hubungan dengan warga negara itu diselenggarakan. Untuk itu kami ucapkan selamat datang pada Ibu Efizal Tino, mungkin Ibu bisa ceritakan pekerjaan Ibu apa.

 

Ibu Efizal Tino, Dinas Kesehatan DKI Jakarta:

Ya, saya di dinas kesehatan DKI Jakarta kebetulan kepala seksi promosi dan sekaligus humasnya dinas kesehatan.

 

Apa artinya, kalo humas perusahaan saya tahu, promosi sabun saya tahu, tapi kalo promosi dan humas dinas kesehatan itu apa ?

 

Kalo promosi itu kita melakukan upaya untuk pemberdayaan masyarakat dalam hal mengetahui tentang pentingnya melakukan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan perilaku. Kemudian bagaimana….

 

Kalo saya potong karena ingin membawa pada yang tadi kita bicarakan. Sebagai contoh katakanlah dalam flu burung bagaimana memberdayakan masyarakat dalam kesadaran flu burung. Apa yang Ibu lakukan ?

 

Ya, coba memberikan wawasan pada masyarakat apa itu flu burung, bagaimana penularannya dan upaya apa yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghindari atau mencegah.

 

Tapi kalau seorang pedagang burung yang tadi jadi tamu kita ya, tidak mengenal flu burung, itu dimana kekurangan kita itu.

 

Ya mungkin karena flu burung atau avian influenza ini penyakit yang relatif baru sehingga upaya sosialisasi harus terus dilakukan untuk semua masyarakat sebenarnya. Tapi dalam waktu yang pendek mungkin belum menyentuh ke semua segmen.

 

Biasanya segmen mana yang lebih dulu diberitahu, jadi katakanlah seorang pedagang burung Jl. Pramuka belum tahu soal flu burung, kira-kiranya yang harus lebih  dahulu diberitahu itu siapa ya ?

 

Tentunya pada kelompok masyarakat atau warga yang masuk dalam resiko tinggi, seperti mereka yang dalam kesehariannya sangat dekat kontak dengan unggas/burung. Karena kita ketahui bahwa penyakit ini menular dari unggas ke unggas, dan unggas ke manusia. Tentunya pada kelompok-kelompok ini ya.

 

Apakah Ibu dan dinasnya Ibu yang secara proaktif ya untuk ambil prakarsa mensosialisasikan untuk menerangkan atau dari pihak masyarakat yang minta. Sebetulnya bagaimana caranya ?

 

Dua jalur bisa ditempuh. Bisa secara aktif, kami dari dinas kesehatan memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan bisa juga masyarakat meminta kepada dinas kesehatan bilamana diperlukan. Dinas kesehatan itu ada jajaran sampai ke tingkat kelurahan ya.

 

Kalo misalnya saya, kantor saya punya 20 orang, kantornya rekan saya Ira Koesno punya berapa orang dan ingin tahu mengenai flu burung bagaimana langkahnya ?

 

Ya ini bisa minta kepada kami untuk diberikan hal-hal yang berkaitan dengan flu burung, bisa melalui Puskesmas. Puskesmas kita ada di Puskesmas Kelurahan, Puskesmas Kecamatan, dan ada suku dinas di tingkat Kotamadya kemudian dinas kesehatan di Propinsi. Ada juga satu layanan telepon 24 jam di 34835118, ini pusat pengendalian dukungan kesehatan.

 

Bisa diulangi lagi, Bu telepon hotlinenya.

 

34835118.

 

Kalau ditelepon ada yang ngangkat gitu ya.

 

insyaallah ini siap untuk memberikan pelayanan.

 

Jadi kalau jakTV manggil selain di City View tolong terangkan mengenai flu burung apakah Ibu akan datang, atau orang-orang Ibu datang? Ada permintaan yang berlebih tidak untuk pemberian penjelasan akhir-akhir ini?

 

 

Terutama ke layanan hotline itu ada, pertanyaan-pertanyaan (mengenai flu burung) . Ada juga call center, satu call center lagi di pesawat 3521010. Jadi ada dua nomor telepon yang bisa dihubungi.

 

Ya, karena kalau kita baca di luar negeri orang sudah seperti panik, disini apakah Ibu pun merasakan sudah ada perasaan/sense krisis atau belum ?

 

Ya pada awal-awal, pada awal-awal kasus flu burung muncul itu bisa dirasakan, sangat bisa dirasakan kepanikan masyarakat.

 

Yah, terimakasih Bu, waktu kita memang tidak banyak untuk melihat sedikit/secercah permasalahan di bidang kesehatan khususnya flu burung. Di dalam acara ini City View akan menyajikan lima dimensi kehidupan orang Indonesia bersama SBY-JK ini.

 

Dan besok kita akan bicara mengenai masalah keamanan mulai dari menghadapi pemboman, kriminalitas di taksi dan segala macamnya. Kesempatan bagi Anda untuk menyampaikan komentar melalui SMS 9333 sangat kami harapkan dan untuk itu kami ucapkan banyak terimakasih. Jadi kita akan bertemu lagi besok dan sekarang silakan Beben….

 

 

Closing music Beben Kwartet

 

 

 

 

Print article only

9 Comments:

  1. From Erna on 19 October 2005 10:20:11 WIB
    Sayang sekali sosialisasi dari pemerintah yang seharusnya dapat diandalkan, tidak menyentuh potential victims. Beruntung orang yang punya akses internet, bisa cari info sebanyak2nya soal penyakit ini, jadi bisa bantu orang yang belum sadar bahayanya. Terima kasih buat PO, yg memuat isu2 penting spt ini.
  2. From ay on 20 October 2005 09:00:22 WIB
    Dari hal-hal yang kelihatannya remeh ini , sebenarnya message show ini sangat kuat. Kita baru menyadari bahwa kita bahkan belum punya akses terhadap hal-hal yang esensial bagi kita sebagai seorang manusia (misalnya informasi kesehatan).
  3. From sukiman on 21 October 2005 13:31:59 WIB
    Dari apa yang saya lihat di hari pertama acara City View,mungkin baru pertama kali, kelihatanya WW kurang semangat iya alias kurang gigit.dan masalah flu burung menurut saya, sangat berbahaya dan jangan di angggap sepele karena penyakit ini kita tidak tahu datangnya.dan saya harap pemerintah dan masyarakat luas harus cepat tangap dengan masalah Flu Burung ini, karena sudah banyak korban.
  4. From hario on 09 November 2005 10:20:33 WIB
    Terima kasih atas adanya pembahasan dan transkrip mengenai flu burung ini di website ini. Mungkin JakTV harus mengangkat lagi masalah ini, juga menggalang media-media lain, agar diketahui bahaya flu burung ini. Saya baca dari majalah Men's Health terbitan US, flu burung diperkirakan akan menjadi pandemi dan korbannya sekitar miliaran orang. Satu hal yang menakutkan saya, karena mereka sudah bicara 'kapan', bukannya 'jika'. Di US saja orang sudah bersiap-siap, dengan memberikan penyuluhan melalui majalah2 yang ada, tapi di Indonesia, negara yang sudah terjangkit flu burung, sepertinya masih adem ayem, tenang-tenang saja. Jadi, tolong masalah ini diangkat lagi. wassalaam, hario
  5. From kikyo on 10 December 2005 12:23:31 WIB
    harusnya penanganan masalah flu burung secepat mungkin, karema tidak bisa dipungkiri peternakan merupakan hal terpenting bagi peningkatan SDM, sebagai salah satu sumber pemenuhan gizi masyarakat Indonesia.
  6. From lisnawati on 21 June 2006 03:33:38 WIB
    Hai.
    saya pikir kita harus benar benar menjaga kesehatan ...
    dan yang paling penting siapa yang punya hewan piaraan nya lebih baik di kandang nya masing masing jadi kita harus saling mengerti sesama masarakat or rakyat indonesia kalau kita gak peduli kita bakal bertumpahan orang meninggal karena flue burung so kita harus saling jaga dan pengertian dan jangan tersinggung kalau tetangga kita negur bahwa hewan piaaran anda berkeliaran harus di tegur dengan baik itu buat kesehatan kita bagi manusia ataw hewan anda mau sehat.please jagalah hewan anda jangan sampai berkeliaran karna virus flue burung kalau kita gak cepat bertindak barenng bareng rakyat dan pemerintah harus kerja sama flue burung bisa menular manusia ke manusia yang di sebur super flue ...ini baru yang meninggal bukan satu tapi jutaan orang bisa mati kena super virus yang satu ini karna dengan gampang penularan nya apa yang kita pegang atau gimana dengan orang yang punya super flue kita mati juga maka nya please bagi masarakat of indonesia or rakyat indonesia jagalah kesehatan masing masing hanya satu untuk mengurangi korban hanya jangan kau bebas kan hewan piaraan ada simpan di kandang masing masing dan kalau ada satu hewan anda mati cepat melapor ke doktor
  7. From elwin on 03 October 2006 17:40:11 WIB
    hai
    kalau melihat makin banyaknya korban yang meniggal karena flu burung,saya sangat kecewa sekali tentang kinerja pemerintah terhadap masalah ini,sedangkan jepang dan korsel bisa mengatasi masalah ini.sepertinya pemerintah lebih mementingkan uang daripada keselamatan rakyatnya.oh ya saya sedang membuat paper tentang flu burung,tapi saya tidak tahu jumlah korban flu burung yang meninggal selain di indonesia.kalau bisa saya minta bantuan datanya.
  8. From gerrard on 04 December 2007 10:46:28 WIB
    Flu burung memang sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu,yang sudah bermutasi dari virus influenza hanya saja kita tidak menyadarinya,sudah banyak dari dulu ayam2 uang mati mendadak dan kita tidak begitu meresponnya hingga sampai sekarang,jadi yang kita harus lakukan sekarang adalah menyebarkan informasi tentang apa,bagaimana flu burung itu kepada masyarakat banyak,thank's
  9. From fera cika ramadhani on 01 June 2008 20:29:51 WIB
    seharusnya orang-orang harus bertindak tegas,karena flu burung itu menyangkut kematian seseorang.oleh karena itu bagi orang-orang pencinta binatang unggas misalnya:ayam,burung,dll ,harap berhati-hati,karena kita hanya manusia biasa yang tak tau kapan kita mati dan oleh karena apa kita mati.terima kasih atas orang-orang yang sudah membaca tulisan saya

    hormat saya


    cika

« Home