Articles

Deklarasi API Lawan Kekuasaan yang Tidak Beretika

Suara Pembaruan
05 November 2011

 

Sabtu, 5 November 2011 | 11:11

 

 

SUARA PEMBARUAN

[JAKARTA] Politisi muda yang sudah masuk dalam sistem kekuasaan tidak mampu menunjukkan integritasnya melawan praktek-praktek kekuasaan yang tidak beretika. Karena itu, perjuangan kaum muda perlu direorientasi ke arah yang benar agar mereka sungguh-sungguh menjadi harapan bangsa masa depan dan melawan praktek-praktek kekuasaan seperti itu.

Hal itu disampaikan Ketua Presidium Asosiasi Pemuda Indonesia (API) Ronsi Bahun Daur dalam pidato politiknya saat dekarasi API di Jakarta, Sabtu (5/11) siang. Deklarasi API bertema "Yang Muda Yang Bersinar" dilakukan di Audiotorium Gedung Nyi Ageng Serang, Rasuna Said Jakarta. Pada acara itu, hadir ratusan kaum muda yang menjadi anggota dan simpatisan API. Hadir juga politisi Partai Serikat Rakyat Independen, Rahman Toleng dan Wimar Witoelar.

"Saat ini bangsa Indonesia kembali terperangkap dalam keterpurukan akibat lemahnya karakter kepemimpinan. Kasus-kasus korupsi yang terjadi melibatkan sebagian besar pejabat publik! Bahkan politisi muda yang sudah masuk dalam sistem kekuasaan juga tak bisa menunjukkan integritasnya melawan praktek-praktek kekuasaan yang tak beretika di negara ini," tegasnya.

Karena itu, menurut Ronsi, perlu ada wadah yang menyediakan saluran perjuangan bagi kaum muda dalam rangka turut serta membangun bangsa. Asosiasi Pemuda Independen dibentuk dalam rangka menjawab kebutuhan pemuda Indonesia dalam mengembangkan kharakternya selaku tunas muda yang menjadi harapan masa depan bangsa.

Dengan pembentukan API ini, Ronsi berharap akan muncul kader muda yang berintegritas yang akan menjadi harapan bangsa. Pergerakan kaum muda sudah menunjukan pengaruhnya yang besar semenjak Sumpah Pemuda. [A-21]

 

MEDIA INDONESIA

JAKARTA--MICOM: Sejumlah pemuda mendeklarasikan pembentukan Asosiasi Pemuda Independen (API), sebuah organisasi independen yang mengedepankan keadilan dan kebenaran dalam perjuangan politik. 
Deklarasi itu bertujuan mengembalikan politik sebagai ikhtiar untuk mengelola kehidupan bersama yang adil dan sejahtera, bukan politik sebagai ajang untuk memperoleh kekuasaan pribadi atau kelompok tertentu. 
"Dalam catatan sejarah Indonesia, memang kita temukan pemuda menjadi aktor utama pada peristiwa bersejarah. Anak muda menjadi motor dan aktor terdepan dari pergerakan," ujar Ketua Presidium API, Ronsi B Daur, saat menyampaikan pidato politik sekaligus deklarasi pembentukan API di Auditorium Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta, Sabtu (5/11). 
Menurut Ronsi, peran pemuda dalam perjalanan bangsa ini sangat sentral. Pemuda selalu menjadi bagian terdepan dalam setiap perubahan sejarah. Dalam catatan sejarah Indonesia, pemuda menjadi aktor utama pada peristiwa-peristiwa bersejarah. Kesadaran nasionalisme Indonesia di awal abad 19 dimulai oleh kaum muda. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah inisiatif kaum muda. Revolusi kemerdekaan juga diperjuangkan orang-orang muda, bahkan sebagian dipimpin oleh kaum muda. 
"Bung Tomo, Ki Hajar Dewantoro, dan Bung Karno aktif berjuang sejak usia 20 tahun. Ini membuktikan, anak muda sangat dibutuhkan oleh bangsa ini," jelasnya. 
Ronsi menambahkan, API hendak mengembalikan politik sebagai ikhtiar untuk mengelola kehidupan bersama yang adil dan sejahtera, bukan politik sebagai ajang untuk memperoleh kekuasaan pribadi atau kelompok. 
Sebagai sebuah komunitas, ujar Ronsi, API ingin menjadi mercusuar pikiran generasi muda. API bertekad mengembangkan suasana kemajemukan dalam pergaulan, pemikiran, maupun hobi anak muda. 
API, katanya, memanggil para pemuda Indonesia untuk memperjuangkan Republik Indonesia yang bebas korupsi, bebas dari dominasi, menjunjung demokrasi, dan mencegah oligarki serta menolak bentuk-bentuk pemerintahan yang melecehkan kesetaraan warga negara. 
"Kami juga mengajak para pemuda untuk menghargai pluralitas, mengutamakan konstitusi dan aturan hukum, mencapai Republik Indonesia yang adil dan sejahtera," tegasnya. 
Lebih lanjut, Ronsi mengatakan perjuangan kaum muda perlu direorientasi ke arah yang benar agar sungguh-sungguh menjadi harapan bangsa di masa depan. "Saat ini bangsa Indonesia kembali terperangkap dalam keterpurukan akibat lemahnya karakter kepemimpinan. Kasus-kasus korupsi yang terjadi melibatkan sebagian besar pejabat publik. Bahkan politisi muda yang sudah masuk dalam sistem kekuasaan juga tak bisa menunjukkan integritasnya melawan praktik-praktik kekuasaan yang tak beretika. Tugas perbaikan ini harus menjadi agenda kaum muda Indonesia," paparnya. 
Karena itu, imbuh Ronsi, API dibentuk dalam rangka menjawab kebutuhan pemuda Indonesia dalam mengembangkan kharakternya selaku tunas muda yang menjadi harapan masa depan bangsa. Dengan demikian, diharapkan muncul kader muda yang berintegritas yang akan menjadi harapan bangsa. "Pergerakan kaum muda sudah menunjukan pengaruhnya yang besar semenjak Sumpah Pemuda," ujarnya. (OL-8)

 

JAKARTA--MICOM: Sejumlah pemuda mendeklarasikan pembentukan Asosiasi Pemuda Independen (API), sebuah organisasi independen yang mengedepankan keadilan dan kebenaran dalam perjuangan politik. 

Deklarasi itu bertujuan mengembalikan politik sebagai ikhtiar untuk mengelola kehidupan bersama yang adil dan sejahtera, bukan politik sebagai ajang untuk memperoleh kekuasaan pribadi atau kelompok tertentu. 

"Dalam catatan sejarah Indonesia, memang kita temukan pemuda menjadi aktor utama pada peristiwa bersejarah. Anak muda menjadi motor dan aktor terdepan dari pergerakan," ujar Ketua Presidium API, Ronsi B Daur, saat menyampaikan pidato politik sekaligus deklarasi pembentukan API di Auditorium Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta, Sabtu (5/11). 

Menurut Ronsi, peran pemuda dalam perjalanan bangsa ini sangat sentral. Pemuda selalu menjadi bagian terdepan dalam setiap perubahan sejarah. Dalam catatan sejarah Indonesia, pemuda menjadi aktor utama pada peristiwa-peristiwa bersejarah. Kesadaran nasionalisme Indonesia di awal abad 19 dimulai oleh kaum muda. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah inisiatif kaum muda. Revolusi kemerdekaan juga diperjuangkan orang-orang muda, bahkan sebagian dipimpin oleh kaum muda. 

"Bung Tomo, Ki Hajar Dewantoro, dan Bung Karno aktif berjuang sejak usia 20 tahun. Ini membuktikan, anak muda sangat dibutuhkan oleh bangsa ini," jelasnya. 

Ronsi menambahkan, API hendak mengembalikan politik sebagai ikhtiar untuk mengelola kehidupan bersama yang adil dan sejahtera, bukan politik sebagai ajang untuk memperoleh kekuasaan pribadi atau kelompok. 

Sebagai sebuah komunitas, ujar Ronsi, API ingin menjadi mercusuar pikiran generasi muda. API bertekad mengembangkan suasana kemajemukan dalam pergaulan, pemikiran, maupun hobi anak muda. 

API, katanya, memanggil para pemuda Indonesia untuk memperjuangkan Republik Indonesia yang bebas korupsi, bebas dari dominasi, menjunjung demokrasi, dan mencegah oligarki serta menolak bentuk-bentuk pemerintahan yang melecehkan kesetaraan warga negara. 

"Kami juga mengajak para pemuda untuk menghargai pluralitas, mengutamakan konstitusi dan aturan hukum, mencapai Republik Indonesia yang adil dan sejahtera," tegasnya. 

Lebih lanjut, Ronsi mengatakan perjuangan kaum muda perlu direorientasi ke arah yang benar agar sungguh-sungguh menjadi harapan bangsa di masa depan. "Saat ini bangsa Indonesia kembali terperangkap dalam keterpurukan akibat lemahnya karakter kepemimpinan. Kasus-kasus korupsi yang terjadi melibatkan sebagian besar pejabat publik. Bahkan politisi muda yang sudah masuk dalam sistem kekuasaan juga tak bisa menunjukkan integritasnya melawan praktik-praktik kekuasaan yang tak beretika. Tugas perbaikan ini harus menjadi agenda kaum muda Indonesia," paparnya. 

Karena itu, imbuh Ronsi, API dibentuk dalam rangka menjawab kebutuhan pemuda Indonesia dalam mengembangkan kharakternya selaku tunas muda yang menjadi harapan masa depan bangsa. Dengan demikian, diharapkan muncul kader muda yang berintegritas yang akan menjadi harapan bangsa. "Pergerakan kaum muda sudah menunjukan pengaruhnya yang besar semenjak Sumpah Pemuda," ujarnya. (OL-8)

 

 

Print article only

5 Comments:

  1. From Chiqo M.S Togas on 06 November 2011 10:36:58 WIB
    Semangat API semoga akan berkobar sebagaimana semangat Pemuda Indonesia 1928, dalam mewujudkan SATU NUSA, BANGSA & BAHASA ... INDONESIA, biar berbeda-beda tetapi tetap satu, jangan seperti saat ini persatuan itu terasa dingin dan memudar. Bravooo... untuk API !!!
  2. From yudhi rochman on 06 November 2011 14:04:34 WIB
    Mantap....Salam Integritas
  3. From wahyu hananto pribadi on 07 November 2011 01:21:55 WIB
    Pemuda Indonesia lah yang harus MERAWAT REPUBLIK MENEGAKKAN KEADILAN di negerinya sendiri bila masih ingin mendapatkan utuh warisan negeri dan kemerdekaan bagi diri dan generasi mendatang... Salam Integritas...
  4. From leo k simanjuntak on 07 November 2011 14:54:20 WIB
    Mantab....jempol untuk anda....generasi penerus bangsa ini adalah kaum pemuda.....mari kita dukung.....
  5. From Bear on 26 November 2011 05:13:13 WIB
    Articles like this really grease the shafts of knolwdege.

« Home