Articles

Wimar: Kalau Sri Mulyani Lawan Ical di Pilpres 2014 Lebih Enak Rasanya Ramadhian Fadillah - detikNews

detik.com
07 November 2011

Jakarta - Sosok mantan Menkeu Sri Mulyani masuk dalam sejumlah survei sebagai capres 2014. Sempat muncul wacana agar lebih moncer, Sri Mulyani disandingkan dengan Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Namun, gagasan ini ditolak mentah-mentah kubu Sri Mulyani. Bertarung lebih baik.

"Siapa Ical, siapa Sri Mulyani. Siapa yang akan memilih Ical, dengan tragedi Sidoarjo. Ical akan ditinggalkan berbondong-bondong seperti orang meninggalkan PSSI. Kalau Sri Mulyani lawan Ical itu lebih enak karena masyarakat tinggal pilih putih dan hitam," jelas orang dekat Sri Mulyani, Wimar Witoelar kepada detikcom, Senin (7/11/2011).

Wimar menilai, survei bukan acuan bagi partainya untuk melihat popularitas calon. "Soal survei saya tidak menjadikan itu sebagai acuan. Saya dan teman-teman memilih melihat langsung ke masyarakat, ternyata memang popularitas Ibu SMI memang naik terus selama 4 bulan ini," ujar Wimar dengan percaya diri.

Nah, Wimar juga buka suara soal siapa yang cocok dipasangkan dengan Sri Mulyani. Bukan hanya Ical yang tidak cocok, capres dari Gerindra Prabowo Subianto pun dinilai masih belum pas.

"Anda tanya saja sama Prabowo. Tapi kalau saya sih tidak melihat dia. Kalau cuma jadi wapres buat apa. Tidak ada yang seputih SMI. Jika jadi SMI capres, cawapresnya juga harus putih," jelas Wimar.

Meski percaya diri dengan figur Sri Mulyani, namun Wimar mengaku soal partai yang akan mengusung dan dana untuk pencapresan masih jadi faktor pertimbangan.

"Kita tunggu verifikasi dan konsolidasi ke bawah dan mensosialisasikan SMI. Kami kan tidak punya banyak dana," terangnya.

(ndr/vit)

Print article only

6 Comments:

  1. From PT. Karya Prima Sukses on 09 November 2011 09:33:48 WIB
    Iyaa kadang saya kecewa dengan negara kita,,kenapa jika ada orang berprestasi selalu di tendang dari jajaran negara.
  2. From @Dewinov on 09 November 2011 11:22:27 WIB
    Pilihan yang pas untuk 2014 memang SMI, sekarang saja diakui dunia dengan menjabat sebagai Managing Director World Bank. Kalaupun ada pilihan lain, standarnya minimal seperti SMI
  3. From Apriady Mangiwa on 16 November 2011 23:53:42 WIB
    Melihat kembali pengalaman masa lalu kita dalam memilih pemimpin, kalau hanya melihat reputasi, ternyata bisa keliru.! jadi saya hampir sampai pada kesimpulan bahwa bangasa kita harus banyak berdoa minta petunjuk Nya pada waktu kita memilih pemimpin kita. jangan terbuai oleh hanya satu kriteria Reputasi.!
  4. From Apriady Mangiwa on 17 November 2011 09:45:15 WIB
    Tapi bagaiman dengan kasus bank century, apakah SM tidak termasuk didalamnya. soalnya banyak berita simpang siur yg kita terima. mudah-mudahan sungguh tidak terlibat, sehingga harapan kita akan munculnya seorang pemimpin yg cerdas dan bersih di Republik ini dapat terwujud. salam.
  5. From Nollie on 05 January 2012 22:55:55 WIB
    If only there were more cleevr people like you!
  6. From hadi on 21 January 2012 22:55:06 WIB
    Tanpa partai politik jadi sangat susah, dan jika terpilih apa tidak mengulang seperti GusDur dulu? habis naik, tidak lama lansung digoyang oleh gabungan partai...

« Home