Articles

SBY: Welcome Home, Sri Mulyani

Tempo InterAKtif
09 November 2011

 

SBY: "Welcome Home, Sri Mulyani"
RABU, 09 NOVEMBER 2011 | 06:26 WIB
Besar Kecil Normal  
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima kunjungan kehormatan Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/11). TEMPO/Tony Hartawan
Berita terkait
SBY- Sri Mulyani Bahas Kerja Sama Bank Dunia
Pagi Ini Sri Mulyani Temui Presiden SBY di Istana
Soal Calon Presiden PDI Perjuangan, Ini Jawaban Megawati  
Ketua DPD Dukung Presiden dari Kaum Muda
Kepergok, Nyoman 'Onthel' Malah Disuruh Istri Temani Sapi  
TEMPO Interaktif,:-  Senyum Sri Mulyani Indrawati mengembang. Tangannya terulur menyalami lelaki dihadapannya. "Apa kabar, Bapak?" katanya dengan nada gemulai yang khas.
Lelaki yang dipanggil bapak adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selasa 8 November 2011 kemarin, keduanya bertemu kembali setelah Sri Mulyani hengkang dari jabatannya, Juni tahun lalu. Bekas Menteri Keuangan ini mengundurkan diri dan memilih posisi baru sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. 
Sri tiba di Istana Negara pukul 9 pagi. Ia datang ditemani lima orang pejabat Bank Dunia. "Welcome home, selamat datang kembali," kata Presiden membalas sapaan mantan anak buahnya ini. 
SBY lalu bercerita bahwa ia baru kembali dari pertemuan negara-negara G-20 di Cannes, Prancis. Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar dan Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha.
Percakapan Sri Mulyani dan bekas bosnya itu dilakukan dalam dalam bahasa Inggris. "We will talk some matters, Bapak," kata Sri Mulyani. 
Meski berbicara dalam bahasa Inggris, sri mulyani tetap menyapa presiden dengan sebutan "bapak." Mengenakan terusan batik berwarna coklat tua, perempuan yang termasuk tokoh wanita berpengaruh di Asia versi CNN ini tampak cerah, tenang dan sumringah. Pertemuan dengan SBY dilakukan tertutup.
Usai bertemu dengan Presiden, Sri menggelar sesi tanya jawab dengan wartawan. Meski terlihat tenang, suara Sri sedikit bergetar ketika ia memulai kalimatnya. Logat bicaranya pun berubah, dipengaruhi aksen Inggris. 
Sri hanya menjawab pendek, ketika ditanya perasaannya menginjakan kaki kembali di Istana Negara. "Baik, bagus. Istananya masih bagus," kata Sri. 
Perempuan kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962 ini juga sama sekali tak terpancing meski diberondong pertanyaan soal isu pencalonan dirinya sebagai Presiden pada 2014 mendatang. Ia hanya tersenyum tanpa menjawab sepatah kata pun. 
Ia baru kembali bicara saat ditanya tentang prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Pertumbuhan ekonomi harus disertai dengan perbaikan kualitas sumber daya manusia. Saya rasa itu salah satu tantangan," kata dia.
Sri Mulyani mengatakan kedatangannya ke Jakarta karena diundang Menteri Keuangan Agus Martowardoyo. Ia diminta menyampaikan pidato di depan investor perbankan dan menteri keuangan ASEAN. "Hari ini saya mendapatkan kehormatan untuk berbincang dengan bapak presiden disertai beberapa menteri. Ini dalam rangka kunjungan saya ke Indonesia," katanya. 
Ia juga membahas kerjasama kemitraan dengan Indonesia. Bank Dunia menilai Indonesia adalah negara dengan tingkat pendapatan menengah dan memiliki kinerja ekonomi serta pengentasan kemiskinan yang sangat baik. "Salah satu yang bisa dicontoh, tentu saja tantangan pembangunan di Indonesia masih banyak. Namun ini tidak mengurangi prestasi yang dicapai dalam menciptakan kualitas pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan," katanya kemarin.
KARTIKA CANDRA

 

 

RABU, 09 NOVEMBER 2011

TEMPO Interaktif,:-  Senyum Sri Mulyani Indrawati mengembang. Tangannya terulur menyalami lelaki dihadapannya. "Apa kabar, Bapak?" katanya dengan nada gemulai yang khas.

Lelaki yang dipanggil bapak adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selasa 8 November 2011 kemarin, keduanya bertemu kembali setelah Sri Mulyani hengkang dari jabatannya, Juni tahun lalu. Bekas Menteri Keuangan ini mengundurkan diri dan memilih posisi baru sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. 

Sri tiba di Istana Negara pukul 9 pagi. Ia datang ditemani lima orang pejabat Bank Dunia. "Welcome home, selamat datang kembali," kata Presiden membalas sapaan mantan anak buahnya ini. 

SBY lalu bercerita bahwa ia baru kembali dari pertemuan negara-negara G-20 di Cannes, Prancis. Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar dan Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha.

Percakapan Sri Mulyani dan bekas bosnya itu dilakukan dalam dalam bahasa Inggris. "We will talk some matters, Bapak," kata Sri Mulyani. 

Meski berbicara dalam bahasa Inggris, sri mulyani tetap menyapa presiden dengan sebutan "bapak." Mengenakan terusan batik berwarna coklat tua, perempuan yang termasuk tokoh wanita berpengaruh di Asia versi CNN ini tampak cerah, tenang dan sumringah. Pertemuan dengan SBY dilakukan tertutup.

Usai bertemu dengan Presiden, Sri menggelar sesi tanya jawab dengan wartawan. Meski terlihat tenang, suara Sri sedikit bergetar ketika ia memulai kalimatnya. Logat bicaranya pun berubah, dipengaruhi aksen Inggris. 

Sri hanya menjawab pendek, ketika ditanya perasaannya menginjakan kaki kembali di Istana Negara. "Baik, bagus. Istananya masih bagus," kata Sri. 

Perempuan kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962 ini juga sama sekali tak terpancing meski diberondong pertanyaan soal isu pencalonan dirinya sebagai Presiden pada 2014 mendatang. Ia hanya tersenyum tanpa menjawab sepatah kata pun. 

Ia baru kembali bicara saat ditanya tentang prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Pertumbuhan ekonomi harus disertai dengan perbaikan kualitas sumber daya manusia. Saya rasa itu salah satu tantangan," kata dia.

Sri Mulyani mengatakan kedatangannya ke Jakarta karena diundang Menteri Keuangan Agus Martowardoyo. Ia diminta menyampaikan pidato di depan investor perbankan dan menteri keuangan ASEAN. "Hari ini saya mendapatkan kehormatan untuk berbincang dengan bapak presiden disertai beberapa menteri. Ini dalam rangka kunjungan saya ke Indonesia," katanya. 

Ia juga membahas kerjasama kemitraan dengan Indonesia. Bank Dunia menilai Indonesia adalah negara dengan tingkat pendapatan menengah dan memiliki kinerja ekonomi serta pengentasan kemiskinan yang sangat baik. "Salah satu yang bisa dicontoh, tentu saja tantangan pembangunan di Indonesia masih banyak. Namun ini tidak mengurangi prestasi yang dicapai dalam menciptakan kualitas pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan," katanya kemarin.

 

KARTIKA CANDRA

 

 

 

Print article only

6 Comments:

  1. From Grace on 15 November 2011 11:08:56 WIB
    Sebenarnya aku sangat rindu menginterview kedalaman jiwa Mbak Ani. Mengapa ya pikiran Mbak Ani tetap dikuasai pertanyaan \"Bagaimana mengangkat rupiah ke tingkat stabil sejahtera?\" di tengah hiruk pikuk pikiran pejabat yang dipenuhi pertanyaan \"Gue dapet berapa ya dari project ini?\"

    Apa sih Mbak Ani di kedalaman jiwamu yang tidak dimiliki pejabat lain? Apa yang membuat hatimu tertawan pada kesejahteraan keuangan rakyat dan tidak melebur sedikitpun di budaya korup teman-temanmu?

    Mbak Ani, kami tahu perjuanganmu ingin merebut apa yang menjadi hak republik ini yaitu pajak yang dicuri oleh pengusaha. Ketahuilah Mbak Ani, engkau tidak sendiri.

    Bila dulu engkau sendiri dalam peperangan itu, kali ini tidak. Engkau didukung oleh kami semua. Kami ada di pihakmu, Mbak Ani. Ayunkan langkahmu kembali, ambil posisimu kembali. Sebab hanya di posisi itu engkau dapat mewujudkan impianmu untuk sejahtera keuangan republik.
  2. From Apriady on 16 November 2011 23:43:46 WIB
    Banyak misteri yg tidak terbuka dengan pengunduran diri Sri Muliani sebagai menteri keuangan, khususnya terkait dengan kasus bank century. ada yg mengatakan dia terlibat ada juga yg mengatakan dia hanya jadi korban. tetapi melihat hubungannya yg masih sangat hangat dengan SBY jelas dia bukan korban,sehingga tanda tanya itu di kepala saya menjadi semakin besar. schenario apa sebenarnya yg sedang berjalan?
    permainancatur ini sudah sampai dimana?. dulu ketika beliau menjadi menteri gencar sekali pengusutan yg dilakukan beberapa pihak terkait kasus bank Century. tetapi ketika dia turun suasana menjadi hening dan adem. sekarang tiba-tiba dia muncul berjabat tangan dgn SBY dengan hangat diiringi sejumlah berita rencana pencalonannya sebagai RI1. huahahahahaha...Indonesia memang penuh misteri dan sandiwara.!
  3. From Dadipa Putra on 20 November 2011 06:54:43 WIB
    Mbak Ani, saat kembali Indonesia lebih butuh anda sebagai praktisi ekonomi. Bantu dulu Indonesia dengan cara itu mbak. Mungkin baru di 2019 nanti kalo mbak Ani di posisi Presiden dan so pasti aku dukung..!!!
  4. From naspiroh on 21 November 2011 14:22:35 WIB
    hemm,,hebat banget ya bu sri mulyani ini,,,hengkang dari indonesia kini menjabat sebagai direktur pelaksana bank dunia,,,ini berrti kemampuannya luar biasa,,,
    kenapa gak bantu indonesia dulu ni masalah keuangannya??hehehe
  5. From Jayvyn on 22 November 2011 14:11:59 WIB
    Saya tertarik dengan perkataanya.. \"Pertumbuhan ekonomi harus disertai dengan perbaikan kualitas sumber daya manusia\"
    Pertanyaannya.. sudah sejauh mana kualitas sumber daya manusia di Indonesia? Kualitas seperti apa yang diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia?
  6. From sri on 23 December 2011 23:29:10 WIB
    saya seorang mahasiswi di riau.
    hemm,,, setelah membaca penilaian ibuk sri mulyani tentang perkembangan ekonomi indonesia,saya baru sadar indonesia bukanlah negara dengan pemerintah yang sangat buruk,,kekurangan disana sini,itu hal biasa karna g da yang sempurna,,karna saya yakin pemerintah juga cinta indonesia dan mau memajukannya,,tapi mereka juga butuh dukungan,,jadi semangat pemerintah indonesia,,
    kami para mahasiswa mendukung kegiatan yang memang untuk memajukan bangsa,,

« Home