Articles

Wimar Witoelar:

Blogfam Magazine
23 November 2011

posting ulang dari 6 November 2006

 

Wimar Witoelar adalah sebuah fenomena khususnya dalam bidang talk-show di Indonesia.
Nama lelaki kelahiran Padalarang - Jawa Barat 14 Juli 1945 yang adalah anak bungsu dari 5 bersaudara ini, "menggebrak" publik Indonesia sebagai pembawa acara melalui tayangan talkshow yang kritis, berani,menggelitik dan menyentuh: Perspektif (ditayangkan di SCTV Mei 1994-September 1995) serta Selayang Pandang (ditayangkan di Indosiar 1996-2000). "Saya ini dapat diibaratkan seperti Nakhoda perahu arung jeram yang membawa penumpang, melampaui arus deras yang berupa masyarakat, stigma, pembredelan dan sensor, yang selama setengah jam menyampaikan pesannya dengan selamat dari awal sampai akhir," demikian ungkap peraih Panasonic Award (1997 dan 1999) sebagai pemandu talk show favorit pilihan pemirsa sebagaimana dikutip dari Majalah Matra, Juli 1997 dan dimuat di Buku Biografinya "Hell-Yeah" (Grasindo,2006) yang ditulis secara ngepop oleh penulis novel produktif Fira Basuki.
Kiprah mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa ITB (1968-1969) ini tidak lantas berhenti ketika tayangan Perspektif dan Selayang Pandang dihentikan. Justru langkahnya terus melaju kencang dengan membangun Perspektif Baru--sebuah talk show berformat sama, tapi disalurkan melalui media radio dan surat kabar, dan masih bertahan hingga kini.
Pemilik PT.Intermatrix Indonesia (Sebuah Perusahaan Konsultan Manajemen, berdiri tahun 1986) dan mantan juru bicara Presiden RI era Gus Dur (Oktober 2000-Agustus 2001) ini juga aktif menulis di sejumlah media antara lain Kompas, Kolom Bisnis di Kontan, The Jakarta Post, Business Week Indonesia sampai Singapore Today Newspaper dan The Guardian di Inggris. Pemegang gelar MBA bidang Finance dan Investasi dari George Washington University, Washington DC - USA (lulus tahun 1975) dan Adjunct Professor di Deakin University (Australia) juga menghasilkan sejumlah buku, antara lain "No Regrets" yang memuat memoirnya selama sepuluh bulan menjabat sebagai Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (diterbitkan oleh Equinox Publishing), Buku Kompilasi Wawancara Wimar Witoelar dengan sejumlah narasumber Perspektif juga sudah dipublikasikan dalam bentuk buku yakni: "Perspektif Baru Melebarkan Sayap" dan "Mencuri Kejernihan dan Kerancuan", dan buku yang paling anyar berjudul "A Book About Nothing", yang berisi koleksi tulisan pria berambut khas itu di Majalah Djakarta!.
Persentuhan suami dari neurolog alm.Suvatchara Witoelar (wafat tahun 2003) serta ayah dari Satya Tulaka dan Aree Widya dengan dunia blog melalui www.perspektif.net dimulai sejak tahun 1996 ketika tayangan talk-show "Perspektif" SCTV dibredel. Blog ini menjadi cukup populer di kalangan blogger Indonesia. Bahkan beberapa waktu lalu, Wimar Witoelar sempat menjadi salah satu narasumber dalam acara E-Lifestyle di Metro TV mengenai demam blog di Indonesia.
Majalah online blogfam akhirnya mendapat kesempatan istimewa mewawancarai lelaki yang menghabiskan banyak waktunya keliling menyopir mobil sendiri seraya mendengarkan lagu favoritnya "Hell Yeah!"dan berdendang "I'm just a lucky old dreamer.."ini melalui email. Berikut petikannya :
Pertumbuhan Blog di seluruh dunia meningkat sangat drastis. Dari situs Technorati, diperoleh data sekitar 170,000 blog lahir setiap hari, sementara di China menurut China Internet Network Information Center (CINIC) blog asal negeri Tirai Bambu yang dipublikasikan di internet mencapai hingga 17,5 juta, malah diprediksi bisa berkembang menjadi 60 juta hingga akhir tahun ini. Menurut Bapak bagaimana perkembangan dan prospek masa depan Blog di Indonesia ? 
Saya tidak melakukan perhitungan angka, tapi pertumbuhannya pasti menurut deret ukur atau bahkan eksponensial. Pola pertumbuhan blog itu seperti surat berantai, virus atau social network. Tiga orang mengikuti satu blogger, terus masing-masing tiga lagi, akan meningkat seperti trend lifestyle lain. Bedanya, kalau sudah mencapai titik tertinggi dalam grafik, turunnya tidak cepat. Menurut istilah orang, kurva distribusi pertumbuhannya mempunyai "long tail" atau ekor yang panjang, lama untuk turunnya.
Sebagai Garda Depan Citizen Journalism, apakah menurut Bapak, Blog dapat menjadi potensi ancaman yang cukup serius bagi media-media konvensional yang sudah eksis? 
Tidak perlu setiap hal baru dianggap ancaman. Saya melihat dunia sebagai tempat sangat luas dengan kapasitas tidak terbatas. Jadi hal yang baru seperti citizen journalism hanya akan membantu mengisi ruang yang masih kosong, tidak mengancam siapa-siapa, kecuali yang punya kepentingan lain diluar jurnalisme yang jujur. Untuk jurnalis yang beriktikad baik, citizen journalism membuka medium tambahan untuk tulisannya. Untuk koran atau televisi atau radio yang beriktikad baik, citizen journalism bisa diakomodasi dalam perluasan jaringan distribusi berita. Untuk yang punya vested interest, setiap hal baru akan merupakan ancaman.
Dengan begitu banyaknya fasilitas gratis dan kemudahan membuat blog, di mana setiap orang bisa mengungkapkan aspirasi, opini bahkan kekesalannya melalui blog yang ia miliki. Bagaimana sebenarnya batasan etika nge-blog menurut Bapak?
Etika nge-blog, seperti semua etika lain, ada di tangan pribadi-pribadi yang melakukannya. Kalau orangnya baik, etikanya akan membuat dia berbuat baik. Kalau tidak baik, tidak ada peraturan yang bisa mencegah berbuat buruk. Buktinya kriminal berkeliaran dalam bidang kehidupan yang sudah padat peraturan, seperti perbankan, pemerintahan, perdagangan. Sebaliknya wikipedia yang sangat bebas untuk edit dari siapa saja, jarang punya konten yang beriktikad buruk. Kalaupun ada yang mengacau, dalam beberapa detik sudah dikoreksi oleh orang lain.
Mantan Perdana Menteri Jepang J.Koizumi membuka email magazine yang konon langsung menjawab pertanyaan dari siapapun tentang banyak hal pada dirinya. Oleh beberapa kalangan ini dianggap sebagai bentuk strategi komunikasi politik di mana sang penguasa membuka akses publik untuk membaca sisi manusiawi penguasa bersangkutan. Sementara itu, belakangan ini sejumlah pejabat publik di Indonesia juga ikut membuat blog (misalnya blog Menteri Pertahanan Bapak Juwono Sudarsono , Ketua MPR Bapak Hidayat Nur Wahid, dll), bagaimana Bapak melihat fenomena ini? Perlukah misalnya, Presiden RI atau Wapres RI juga ikut ngeblog dan mengungkapkankan aspirasi serta ekspresi pribadinya pada publik?
Perlu tidak perlu tergantung orang masing-masing. Efektivitasnya tergantung seberapa jujur blognya dan orangnya. Bagusnya, sisi yang diungkapkan dalam blog lebih susah diselewengkan daripada bentuk public relations lain.
Perkembangan Web 2.0 yang cenderung lebih interaktif dan partisipatif dari versi sebelumnya memberikan banyak peluang bagi blogger untuk melakukan kustomisasi bagi blognya. Menurut Bapak dengan perkembangan yang disebutkan tadi, bagaimana sesungguhnya pengertian Bapak mengenai blog yang ideal itu? Apakah itu cukup dengan mengandalkan fitur-fitur menarik dan interaktif di blognya atau lebih pada isi blog itu sendiri?
Yang penting adalah efektivitas. Blog yang bagus adalah blog yang dibaca orang dan ditanggapi orang. Menurut saya konten menentukan. Tapi fitur apa yang diperlukan, tergantung situasi. Sama dengan pakaian atau make-up, semua harus sesuai kepantasan.
Bisa bapak ungkapkan tujuan dan harapan Bapak membuat situs www.perspektif.net? Dan bagaimana bapak melihat perkembangan yang terjadi sejauh ini?
Nggak ada tujuan dan harapan sih. Dalam hidup saya, segala dilakukan "for fun". Karena senang. Kalau kemudian orang menyambutnya, makin semangat kita. Kalau dianggap informatif, saya tambah informasi. Kalau dianggap menghibur, saya tambah hiburan. Sepenuhnya "market-driven". Mengutip dengan sedikit pelesetan kata-kata Robert Redford dalam perannya di film "Indecent Proposal":
"I will not do anything I don't want to do"
Apa harapan, tanggapan serta saran Bapak mengenai majalah online kami ini serta komunitas blogfam yang hingga saat ini sudah memiliki 2580 anggota blogger indonesia di seluruh dunia?
Harapannya agar makin maju. Tanggapan dan saran, belum ada karena baru saja berkenalan. Selamat!
*** (Amril)

 

http://bz.blogfam.com/2006/11/wimar_witoelar_yang_penting_ad.html

Wimar Witoelar adalah sebuah fenomena khususnya dalam bidang talk-show di Indonesia.

Nama lelaki kelahiran Padalarang - Jawa Barat 14 Juli 1945 yang adalah anak bungsu dari 5 bersaudara ini, "menggebrak" publik Indonesia sebagai pembawa acara melalui tayangan talkshow yang kritis, berani,menggelitik dan menyentuh: Perspektif (ditayangkan di SCTV Mei 1994-September 1995) serta Selayang Pandang (ditayangkan di Indosiar 1996-2000). "Saya ini dapat diibaratkan seperti Nakhoda perahu arung jeram yang membawa penumpang, melampaui arus deras yang berupa masyarakat, stigma, pembredelan dan sensor, yang selama setengah jam menyampaikan pesannya dengan selamat dari awal sampai akhir," demikian ungkap peraih Panasonic Award (1997 dan 1999) sebagai pemandu talk show favorit pilihan pemirsa sebagaimana dikutip dari Majalah Matra, Juli 1997 dan dimuat di Buku Biografinya "Hell-Yeah" (Grasindo,2006) yang ditulis secara ngepop oleh penulis novel produktif Fira Basuki.

Kiprah mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa ITB (1968-1969) ini tidak lantas berhenti ketika tayangan Perspektif dan Selayang Pandang dihentikan. Justru langkahnya terus melaju kencang dengan membangun Perspektif Baru--sebuah talk show berformat sama, tapi disalurkan melalui media radio dan surat kabar, dan masih bertahan hingga kini.

Pemilik PT.Intermatrix Indonesia (Sebuah Perusahaan Konsultan Manajemen, berdiri tahun 1986) dan mantan juru bicara Presiden RI era Gus Dur (Oktober 2000-Agustus 2001) ini juga aktif menulis di sejumlah media antara lain Kompas, Kolom Bisnis di Kontan, The Jakarta Post, Business Week Indonesia sampai Singapore Today Newspaper dan The Guardian di Inggris. Pemegang gelar MBA bidang Finance dan Investasi dari George Washington University, Washington DC - USA (lulus tahun 1975) dan Adjunct Professor di Deakin University (Australia) juga menghasilkan sejumlah buku, antara lain "No Regrets" yang memuat memoirnya selama sepuluh bulan menjabat sebagai Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (diterbitkan oleh Equinox Publishing), Buku Kompilasi Wawancara Wimar Witoelar dengan sejumlah narasumber Perspektif juga sudah dipublikasikan dalam bentuk buku yakni: "Perspektif Baru Melebarkan Sayap" dan "Mencuri Kejernihan dan Kerancuan", dan buku yang paling anyar berjudul "A Book About Nothing", yang berisi koleksi tulisan pria berambut khas itu di Majalah Djakarta!.

Persentuhan suami dari neurolog alm.Suvatchara Witoelar (wafat tahun 2003) serta ayah dari Satya Tulaka dan Aree Widya dengan dunia blog melalui www.perspektif.net dimulai sejak tahun 1996 ketika tayangan talk-show "Perspektif" SCTV dibredel. Blog ini menjadi cukup populer di kalangan blogger Indonesia. Bahkan beberapa waktu lalu, Wimar Witoelar sempat menjadi salah satu narasumber dalam acara E-Lifestyle di Metro TV mengenai demam blog di Indonesia.

Majalah online blogfam akhirnya mendapat kesempatan istimewa mewawancarai lelaki yang menghabiskan banyak waktunya keliling menyopir mobil sendiri seraya mendengarkan lagu favoritnya "Hell Yeah!"dan berdendang "I'm just a lucky old dreamer.."ini melalui email. Berikut petikannya :

 

Pertumbuhan Blog di seluruh dunia meningkat sangat drastis. Dari situs Technorati, diperoleh data sekitar 170,000 blog lahir setiap hari, sementara di China menurut China Internet Network Information Center (CINIC) blog asal negeri Tirai Bambu yang dipublikasikan di internet mencapai hingga 17,5 juta, malah diprediksi bisa berkembang menjadi 60 juta hingga akhir tahun ini. Menurut Bapak bagaimana perkembangan dan prospek masa depan Blog di Indonesia ? 

 

Saya tidak melakukan perhitungan angka, tapi pertumbuhannya pasti menurut deret ukur atau bahkan eksponensial. Pola pertumbuhan blog itu seperti surat berantai, virus atau social network. Tiga orang mengikuti satu blogger, terus masing-masing tiga lagi, akan meningkat seperti trend lifestyle lain. Bedanya, kalau sudah mencapai titik tertinggi dalam grafik, turunnya tidak cepat. Menurut istilah orang, kurva distribusi pertumbuhannya mempunyai "long tail" atau ekor yang panjang, lama untuk turunnya.

 

Sebagai Garda Depan Citizen Journalism, apakah menurut Bapak, Blog dapat menjadi potensi ancaman yang cukup serius bagi media-media konvensional yang sudah eksis? 

 

Tidak perlu setiap hal baru dianggap ancaman. Saya melihat dunia sebagai tempat sangat luas dengan kapasitas tidak terbatas. Jadi hal yang baru seperti citizen journalism hanya akan membantu mengisi ruang yang masih kosong, tidak mengancam siapa-siapa, kecuali yang punya kepentingan lain diluar jurnalisme yang jujur. Untuk jurnalis yang beriktikad baik, citizen journalism membuka medium tambahan untuk tulisannya. Untuk koran atau televisi atau radio yang beriktikad baik, citizen journalism bisa diakomodasi dalam perluasan jaringan distribusi berita. Untuk yang punya vested interest, setiap hal baru akan merupakan ancaman.

 

 Dengan begitu banyaknya fasilitas gratis dan kemudahan membuat blog, di mana setiap orang bisa mengungkapkan aspirasi, opini bahkan kekesalannya melalui blog yang ia miliki. Bagaimana sebenarnya batasan etika nge-blog menurut Bapak?

Etika nge-blog, seperti semua etika lain, ada di tangan pribadi-pribadi yang melakukannya. Kalau orangnya baik, etikanya akan membuat dia berbuat baik. Kalau tidak baik, tidak ada peraturan yang bisa mencegah berbuat buruk. Buktinya kriminal berkeliaran dalam bidang kehidupan yang sudah padat peraturan, seperti perbankan, pemerintahan, perdagangan. Sebaliknya wikipedia yang sangat bebas untuk edit dari siapa saja, jarang punya konten yang beriktikad buruk. Kalaupun ada yang mengacau, dalam beberapa detik sudah dikoreksi oleh orang lain.

 

Mantan Perdana Menteri Jepang J.Koizumi membuka email magazine yang konon langsung menjawab pertanyaan dari siapapun tentang banyak hal pada dirinya. Oleh beberapa kalangan ini dianggap sebagai bentuk strategi komunikasi politik di mana sang penguasa membuka akses publik untuk membaca sisi manusiawi penguasa bersangkutan. Sementara itu, belakangan ini sejumlah pejabat publik di Indonesia juga ikut membuat blog (misalnya blog Menteri Pertahanan Bapak Juwono Sudarsono , Ketua MPR Bapak Hidayat Nur Wahid, dll), bagaimana Bapak melihat fenomena ini? Perlukah misalnya, Presiden RI atau Wapres RI juga ikut ngeblog dan mengungkapkankan aspirasi serta ekspresi pribadinya pada publik?

Perlu tidak perlu tergantung orang masing-masing. Efektivitasnya tergantung seberapa jujur blognya dan orangnya. Bagusnya, sisi yang diungkapkan dalam blog lebih susah diselewengkan daripada bentuk public relations lain.

 

Perkembangan Web 2.0 yang cenderung lebih interaktif dan partisipatif dari versi sebelumnya memberikan banyak peluang bagi blogger untuk melakukan kustomisasi bagi blognya. Menurut Bapak dengan perkembangan yang disebutkan tadi, bagaimana sesungguhnya pengertian Bapak mengenai blog yang ideal itu? Apakah itu cukup dengan mengandalkan fitur-fitur menarik dan interaktif di blognya atau lebih pada isi blog itu sendiri?

Yang penting adalah efektivitas. Blog yang bagus adalah blog yang dibaca orang dan ditanggapi orang. Menurut saya konten menentukan. Tapi fitur apa yang diperlukan, tergantung situasi. Sama dengan pakaian atau make-up, semua harus sesuai kepantasan.

 

Bisa bapak ungkapkan tujuan dan harapan Bapak membuat situs www.perspektif.net? Dan bagaimana bapak melihat perkembangan yang terjadi sejauh ini?

Nggak ada tujuan dan harapan sih. Dalam hidup saya, segala dilakukan "for fun". Karena senang. Kalau kemudian orang menyambutnya, makin semangat kita. Kalau dianggap informatif, saya tambah informasi. Kalau dianggap menghibur, saya tambah hiburan. Sepenuhnya "market-driven". Mengutip dengan sedikit pelesetan kata-kata Robert Redford dalam perannya di film "Indecent Proposal":

"I will not do anything I don't want to do"

 

Apa harapan, tanggapan serta saran Bapak mengenai majalah online kami ini serta komunitas blogfam yang hingga saat ini sudah memiliki 2580 anggota blogger indonesia di seluruh dunia?

Harapannya agar makin maju. Tanggapan dan saran, belum ada karena baru saja berkenalan. Selamat!

*** (Amril)

 

 

 

Posted on November 6, 2006 11:12 AM

Print article only

4 Comments:

  1. From kerjasyariah on 25 November 2011 11:29:57 WIB
    Semoga tidak ada pembatasan dalam pembuatan Blog (kecuali yang memang isinya diluar norma kehidupan, pornografi dkk)
    salam kenal Pak WW


    Pengelola kerjasyariah.com
    peluang kerja syariah, bisnis online, bisnis syariah
    media dakwah online, meningkatkan keimanan dan keilmuan serta ekonomi ummat.
  2. From @Dewinov on 29 November 2011 15:05:54 WIB
    wah ternyata isinya memang masih relevan sampai sekarang.
    Setuju dengan WW tentang etika dalam ng-blog, semua itu ada memang ada di tangan pribadi masing-masing yang melakukannya.
    Jika dasarnya baik, pasti isi blog-nya pun akan bernada positif membangun, tidak kritikan pepesan kosong
  3. From Cornelia on 05 January 2012 22:47:16 WIB
    Brilliance for free; your praetns must be a sweetheart and a certified genius.
  4. From Artie on 06 January 2012 02:25:25 WIB
    Just do me a favor and keep writing such terncahnt analyses, OK?

« Home