Articles

SRI jalankan Plan B mulai Senn 19 Des 2011

Perspektif Online
16 December 2011

PERNYATAAN RESMI PARTAI SERIKAT RAKYAT INDEPENDEN (SRI)
        TERKAIT HASIL VERIFIKASI KEMENKUMHAM

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia telah mengumumkan bahwa Partai SRI tidak memenuhi syarat sebagai badan hukum menurut Undang-Undang No.2 Tahun 2011 Tentang Partai Politik. Kami menerima keputusan itu. Tetapi Partai SRI juga telah mempersiapkan langkah lain untuk tetap dapat ikut sebagai partai peserta Pemilu 2014.  Yang jelas, kami tidak akan menempuh jalan hukum untuk mempersoalkan keputusan Menteri Hukum dan HAM itu. Dalam waktu dekat, kami akan umumkan langkah baru itu.

Pada kesempatan ini kami juga bersimpati kepada partai-partai politik baru yang bersama-sama kami berupaya berpartisipasi dalam pembangunan politik nasional, namun belum dapat lolos menjadi Partai Politik. Kami tahu bahwa Peraturan Perundang-Undangan yang pada dasarnya dibuat oleh koalisi kepentingan-kepentingan politik besar, memang dimaksudkan untuk menghalangi terbentuknya partai politik baru. Inilah pertanda betapa demokrasi sesungguhnya telah dibajak  oleh kepentingan politik oligarki yang berupaya untuk terus menguasai politik nasional, dan mengabaikan hak-hak konstitusional rakyat.

Bahkan upaya kami untuk mempersoalkan ketidakadilan itu melalui proses judicial review di Mahkamah Konstitusi, juga digagalkan oleh tekanan-tekanan kepentingan politik yang sama dan ketidakpekaan Mahkamah Konstitusi terhadap implikasi praktis Undang Undang Politik yang bersangkutan atas kebebasan berserikat. Kita seharusnya merasa malu bahwa negara-negara yang justru belum sedemokratis Indonesia seperti Burma dan Malaysia, tidak membatasi pendirian partai politik.

Untuk selanjutnya, ke depan, kami menghendaki agar partisipasi politik rakyat yang merupakan hak konstitusional paling dasar, tidak lagi dibatasi oleh aturan perundang-undangan yang diskriminatif. Biarkan proses seleksi itu berlangsung secara alamiah, sehingga penyederhanaan sistem kepartaian itu sungguh-sungguh berlangsung demokratis. Artinya, hasil Pemilulah yang harus menjadi filter penyederhanaan partai politik, bukan kepentingan monopoli segelintir oligark yang dipaksakan melalui undang-undang untuk membatasi partisipasi politik rakyat.

Partai SRI akan terus berjuang untuk membebaskan negeri ini dari dominasi dan hegemoni kekuatan-kekuatan politik koruptif dan ambisi-ambisi oligarkis dan hegemonik yang justeru sedang memerosotkan sistem demokrasi yang telah kita bangun secara susah payah selama satu dekade ini.

Kami percaya bahwa rakyat yang menghendaki perubahan, sedang bersiap untuk mengucapkan pilihan politiknya  ketika tersedia partai politik baru yang secara tegas memihak pada pembaruan.

Semoga akal sehat publik dan harapan keadilan terus terpelihara sampai hari Pemilihan Umum tiba. Marilah kita kuatkan niat itu, karena kita tidak akan pernah berhenti mencintai Republik.

                                   Jakarta, 16 Desember 2011

                            Partai Serikat Rakyat Independen (SRI)

D. Taufan                                                               Yoshi Erlina
Ketua Umum                                                             Sekretaris Nasional

 

 

Sikap Partai SRI Atas Verifikasi Partai

SABTU, 17 DESEMBER 2011 15:12

JAKARTA, PedomanNEWS.com – Partai SRI menerima dan tidak akan menempuh jalan hukum untuk mempersoalkan keputusan Menteri Hukum dan HAM terkait tidak lolosnya partai tersebut sebagai peserta pemilu 2014 mendatang. Hal ini disampaikan Partai SRI dalam sebuah rilis yang dikirm ke PedomanNEWS.com Sabtu (17/12/2011) dinihari tadi.

 

“Yang jelas, kami tidak akan menempuh jalan hukum untuk mempersoalkan keputusan Menteri Hukum dan HAM itu. Dalam waktu dekat, kami akan umumkan langkah baru itu.” Dalam pernyataannya.

Dalam pernyataannya Partai SRI juga mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia telah dibajak oleh kepentingan politik oligarki yang berupaya untuk terus menguasai politik nasional dan mengabaikan hak-hak konstitusional rakyat, hal ini ketika proses judicial review di Mahkamah Konstitusi yang digagalkan oleh tekanan kepentingan politik yang sama dan ketidakpekaan Mahkamah Konstitusi terhadap implikasi praktis Undang-undang Politik yang bersangkutan atas nama kebebasan berserikat.

“Inilah pertanda betapa demokrasi sesungguhnya telah dibajak oleh kepentingan politik oligarki yang berupaya untuk terus menguasai politik nasional, dan mengabaikan hak-hak konstitusional rakyat. Bahkan upaya kami untuk mempersoalkan ketidakadilan itu melalui proses judicial review di Mahkamah Konstitusi, juga digagalkan oleh tekanan-tekanan kepentingan politik yang sama dan ketidakpekaan Mahkamah Konstitusi terhadap implikasi praktis Undang Undang Politik yang bersangkutan atas kebebasan berserikat. Kita seharusnya merasa malu bahwa negara-negara yang justru belum sedemokratis Indonesia seperti Burma dan Malaysia, tidak membatasi pendirian partai politik.” Tambahnya

. Dalam penutup pernyataannya, Partai SRI percaya bahwa rakyat yang menghendaki perubahan, sedang bersiap untuk mengucapkan pilihan politiknya ketika tersedia partai politik baru yang secara tegas memihak pada pembaruan.

Rhesa Ivan Lorca

 

 

 

 

 

JAKARTA, PedomanNEWS.com – Partai SRI menerima dan tidak akan menempuh jalan hukum untuk mempersoalkan keputusan Menteri Hukum dan HAM terkait tidak lolosnya partai tersebut sebagai peserta pemilu 2014 mendatang. Hal ini disampaikan Partai SRI dalam sebuah rilis yang dikirm ke PedomanNEWS.com Sabtu (17/12/2011) dinihari tadi.
“Yang jelas, kami tidak akan menempuh jalan hukum untuk mempersoalkan keputusan Menteri Hukum dan HAM itu. Dalam waktu dekat, kami akan umumkan langkah baru itu.” Dalam pernyataannya.
Dalam pernyataannya Partai SRI juga mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia telah dibajak oleh kepentingan politik oligarki yang berupaya untuk terus menguasai politik nasional dan mengabaikan hak-hak konstitusional rakyat, hal ini ketika proses judicial review di Mahkamah Konstitusi yang digagalkan oleh tekanan kepentingan politik yang sama dan ketidakpekaan Mahkamah Konstitusi terhadap implikasi praktis Undang-undang Politik yang bersangkutan atas nama kebebasan berserikat.
“Inilah pertanda betapa demokrasi sesungguhnya telah dibajak oleh kepentingan politik oligarki yang berupaya untuk terus menguasai politik nasional, dan mengabaikan hak-hak konstitusional rakyat. Bahkan upaya kami untuk mempersoalkan ketidakadilan itu melalui proses judicial review di Mahkamah Konstitusi, juga digagalkan oleh tekanan-tekanan kepentingan politik yang sama dan ketidakpekaan Mahkamah Konstitusi terhadap implikasi praktis Undang Undang Politik yang bersangkutan atas kebebasan berserikat. Kita seharusnya merasa malu bahwa negara-negara yang justru belum sedemokratis Indonesia seperti Burma dan Malaysia, tidak membatasi pendirian partai politik.” Tambahnya
. Dalam penutup pernyataannya, Partai SRI percaya bahwa rakyat yang menghendaki perubahan, sedang bersiap untuk mengucapkan pilihan politiknya ketika tersedia partai politik baru yang secara tegas memihak pada pembaruan.
Rhesa Ivan Lorca

 

 

 

Partai SRI Punya Rencana B



Metrotvnews.com, Jakarta: Gagal lolos verifikasi dari Kementerian Hukum dan HAM, Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) kemungkinan besar menempuh rencana B. "Partai SRI akan tetap maju ke depannya. Kita sudah tujuh bulan berdiri. Kita punya Plan B," kata Ketua Umum Partai SRI Damianus Taufan saat dihubungi pada Jumat (16/12).

Ditanya apa Plan B tersebut, Damianus lalu mengungkapkan bahwa sebenarnya banyak partai-partai lain yang sudah berbadan hukum mengajak Partai SRI untuk bergabung.  "Saya tidak bisa sebutkan partai lain itu partai apa saja," ujarnya singkat.

Langkah tersebut akan ditempuh menyusul keputusan Kementerian Hukum dan HAM yang menyatakan Partai SRI tidak lolos verifikasi. Sebab, dianggap tidak memenuhi syarat peraturan perundang-undangan.

"Kalau memang itu kesimpulannya, saya akan mencoba melihat kesalahan partai kami dulu," ujar Ketua Umum Partai SRI Damianus Taufan saat dihubungi pada Jumat (16/12).

Sempat ditanya pula apakah menduga atau mencurigai adanya intervensi politik di balik tidak lolosnya Partai SRI dalam proses verifikasi. Damianus pun menjawab,"Kemungkinan itu selalu ada."

"Saya sendiri merasa ada intervensi politik. Saya tidak mau menyalahkan, karena saya tidak punya bukti," tandasnya.(MI/BEY)

 

Partai SRI Tetap Usung Sri Mulyani Calon Presiden


Berikut ada salah kutip, yaitu 'Partai SRI akan menggandeng beberapa partai kecil lain yang tidak lolos verifikasi'.Yang saya katakan, ada partai lain yang mengajak kerjasama. Bukan yang tidak lolos verifikasi. Selebihnya benar

TEMPO.CO, Jakarta- Walaupun gagal lolos dalam verifikasi partai politik Kementerian Hukum dan HAM untuk ikut dalam Pemilu 2014, Partai Serikat Rakyat Indonesia akan tetap mengusung Sri Mulyani untuk menjadi calon presiden dalam Pemilu 2014. »Partai SRI akan menggandeng beberapa partai kecil lain yang tidak lolos verifikasi untuk menggalang kekuatan sebagai bentuk dukungan pada Sri Mulyani,” kata tokoh Partai SRI, Wimar Witoelar, Jumat 16 Desember 2011.

Wimar menyatakan Partai SRI tidak akan menggugat hasil keputusan Kementerian Hukum dan HAM. Sebab, kata dia, dengan sistem hukum yang berlaku sekarang, proses hukum di pengadilan hanya akan buang-buang waktu. SRI tidak memprotes keputusan tersebut dan menganggap kegagalan ini sebagai bentuk sebuah kekalahan dalam tukar tambah politik.

SRI telah melengkapi seluruh persyaratan yang diperlukan namun ternyata tetap gagal. »Dari hasil ini terlihat jelas bahwa partai besar tidak ingin  membuka sistem politik. Terdapat sebuah motif politis untuk tidak membuka medan persaingan,” ungkap Wimar. 

Partai SRI mengaku bahwa walaupun secara hukum mereka tidak lolos, namun secara politik mereka merasa menang karena berhasil mengumpulkan dukungan dari beberapa partai untuk tetap mengusung Sri Mulyani sebagai calon presiden 2014.

Kementerian Hukum dan HAM memutuskan bahwa terdapat 13 partai politik yang gagal lolos verifikasi pemilu 2014. Ketiga belas partai tersebut adalah Partai Demokrasi Pancasila, Partai Independen, Partai Indonesia Rakyat Bangkit, Partai Karya Republik, Partai Kekuatan Rakyat Indonesia, Partai Kemakmuran Bangsa Nusantara, Partai Nasional Republik, Partai Penganut Thariqot Islam Negara Islam Indonesia, Partai Persatuan Nasional, Partai Republik Perjuangan, Partai Republik Satu, Partai Satria Paningit dan Partai Serikat Rakyat Independen.

ANANDA W. TERESIA

 

SRI bukan kalah prosedur, tapi kalah dalam tukar tambah politik

ditulis Wimar Witoelar dari kata-kata Rocky Gerung dan catatan Andina Isabella

Ada aturan politik, ada barter politik. SRI bukan kalah politik biasa, tapi kalah tukar tambah politik. Dari semula kita sudah sadar, berpolitik itu berat kalau dilakukan dengan benar. Karena itu dari semula kita sudah siapkan Plan B. Tapi tetap kita turun kebawah kerja keras, dan ternyata kita gagal.

 Kita tidak gagal karena prosedur, tapi gagal karena politik kepentingan. SRI sebetulnya sudah lolos dilihat dari kelengkapan persyaratan, tapi hari ini kita ingin lihat, apakah akan dicabut? Ternyata betul, terjadi sesuatu yang kita bayangkan. Ternyata kita tidak bisa harapkan seorang menteri atau suatu birokrasi melaksanakan politik reformasi. Menteri hanya peralatan politik yang menjadi aparat kekuatan politik dan menjadi bagian dari barter politik.

Ada usaha melawan perubahan dari politik lama, oleh penguasa lama. Yang lolos hanya NasDem. Kita menghadapi hambatan, tapi ibarat rotan, kita hanya bisa melengkung, tidak patah. Dan rotan yang melengkung bisa lurus kembali.

Politik bersih belum bisa melawan oligarki kartel politik. Tapi perjuangan demokrasi harus berlanjut. Tidak bisa berhenti. Keputusan pemerintah adalah final, tapi perjuangan kita baru mulai. We will be back very soon. Kita punya surplus kecerdasan politik, dan Plan B akan dimulai hari Sebn

Sri Mulyani mengatakan, kemenangan didefinisikan tiga hal: (1)tidak mengkhianati kebenaran, (2)mempertahankan nurani, (3)menjaga harga diri dan martabat. Selama kita bisa mempertahankan tiga hal tersebut, kita menang

 

 


 


Print article only

7 Comments:

  1. From @Dewinov on 17 December 2011 18:47:34 WIB
    Tidak lolos verifikasi bukan berarti kalah. Partai SRI telah menang di hati para pendukungnya yang jujur dengan hati nuraninya.
    Perjuangan baru dimulai, yakin kejujuran, ketegasan, dan kemampuan akan keluar sebagai pemenangnya. Masih panjang perjalanan menuju 2014, banyak cara menuju Roma...
  2. From Susy Rizky on 17 December 2011 19:30:24 WIB
    Sejak semula kita tau ada jalan yg lebih mudah. Tapi kita tetap pilih jalan yang sukar, karena kita ingin merasakan sulitnya proses yang ditetapkan UU buatan orang-orang yang ingin membatasi hak warga negara lainnya untuk berserikat. Kita juga ingin mendengarkan langsung aspirasi, harapan dan semangat teman-teman di seluruh Indonesia. Ternyata jalan itu memang sulit untuk ditempuh, walaupun kita sudah mengerahkan segala daya upaya yang ada pada kita.

    Tidak lolosnya Partai SRI dari verifikasi Depkumham tentu menimbulkan kekecewaan. Tapi cukuplah itu untuk satu hari saja. Dukungan terus mengalir, bahkan dari orang-orang dan teman-teman dekat yang selama ini diam.

    Hari Senin kita susun kekuatan baru. Kata-kata kakak saya Ferry Wardiman boleh jadi penambah semangat
    "Dahulu kita masih berpikir dengan paradigma akademis dengan mencoba Plan A. Sekarang kita belajar dari proses. Dan TIDAK ADA yang bisa menghalangi lagi setelah ini." ...

  3. From dwipo on 17 December 2011 21:59:57 WIB
    yang penting semangat untuk mengusung pemimpin yang jujur, tegas dan mampu harus tetap kita pelihara. partai boleh dipasung tetapi kebebasan berpendapat dan berserikat harus tetap kita jaga
  4. From riyanto on 18 December 2011 10:27:08 WIB
    kita adalah rotan yang bisa melengkung namun tidak patah. kita generasi muda yang surplus energi dan kecerdasan, walau sayur asem, sayur lodeh, sambel, tempe dan tahu menu hariannya.sumpah demi Tuhan kejahatan akan ditumbangkan kebenaran. hidup SRI
  5. From sen on 20 December 2011 15:17:17 WIB
    Kalau pemilu DPR yang ikut hanya partai yang ada sekarang 1 partai baru yang lolos itu, saya 100% akan golput.

    Kalau SRI atau PKBN(yenny wahid) lolos, saya akan lihat kandidatnya. Kalau ok, saya akan pilih mereka.

    Sudah frustasi dengan politik uang yang ada saat ini.
  6. From Surya on 20 December 2011 23:17:49 WIB
    Jangan pernah menyurutkan jiwa perjuangan krn kecintaan kpd negeri ini. Negeri ini menjerit, menggapai mereka yg masih punya hati nurani. Bukanlah satu-satunya dgn partai kita berjuang. Itu semua adalah kehendak Tuhan. Tetap bersih, tetap semangat, tetap prihatin, lakukan apa yg bisa dilakukan tanpa menutup mata thd kesengsaraan keadaan bangsa. Ada baiknya tidak berjuang lewat partai karena cara ini sudah lewat. Semua partai KKN dan semua partai mengutamakan diri dan keluarganya dan berbebal muka meneriakkan demokrasi. Partai akan dilibas jaman seiring dgn bergolaknya alam dan negeri ini berikut isinya. Mereka yg punya hati nurani mayoritas tidak lewat partai dalam revolusi alam ini.....lihatlah bagaimana para leluhur negeri ini mengubur partai politik yg sudah penuh kemunafikan dan berbau busuk....lihat 2012 dan 2013.....mari terus suarakan kejernihan dan berdoa untuk negeri
  7. From Ludjana on 25 December 2011 05:09:46 WIB
    Kita sering frustasi dalam berjuang (juga dalam hal hal lain), karena suatu proses tidak selancar yang kita inginkan.
    Tidak terkecualikan dalam kita memperjuangkan perbaikan Negara kita.

    Sebetulnya kita terus maju dalam perjuangan kita untuk mencapai tujuan kita. Yang pada saat ini secara spesifik disimbolisir dengan menjadikannya SMI terpilih sebagai Presiden RI dalam pemilu yad.

    Tentu sekali kali ada kemunduran tetapi selalu disusul dengan kemajuan. Bandingkan saja hari ini dengan, umpamanya,3 minggu yang lalu. Kan lebih banyak kemajuannya ?

    Verifikasi tidak berhasil ? Itu kan hanya tujuan antara. Malahan dengan demikian “kekonyolan si pengatur negara” (whoever it is) pada saat ini lebih menonjol mewakili kepentingan kepentingan gelap yang mau menghindari tujuan kita: kewajaran dan kebenaran.

    Damaknya ? Disekeliling saya, saya lihat makin banyak yang tidak senang kepada “pengatur” (bukan SBY kelihatannya, kok) dan mekin mengharapkan kemenangan SMI (yang diperjuangkan oleh partai SRI).

    Kita frustasi karena kita tak ada jaminan apakah tujuan kita akan berhasil selama kita hidup.

« Home