Articles

Calon Pemimpin Baru Terjegal


08 February 2012

 

 


DENPASAR, Nusa Bali

 
Rakyat Indonesia saat ini mendambakan pemimpin baru. Namun sayangnya, upaya mewujudkannya tidak mudah. Bahkan parpol baru pengusung pemimpin alternatif, seperti PKBN dengan tokohnya Yenny Wahid dan Partai 
Serikat Rakyat Indonesia Independen (SRI) yang akan mengusung Sri Mulyani dijegal dengan tidak lolosnya partai ini dalam verifikasi.

"Diduga partai yang sudah ada, takut pemilihnya berpaling ke partai baru yang menawarkan pemimpin alternatif" ujar mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Wimar Witoelar, saat menjadi salah satu pembicara dalam diskusi 'Dua Revolusi di Indonesia dan Jerman' di Kampus Universitas Udayana (Unud), Senin (6/2). Wimar juga mengungkapkan kondisi politik Indonesia saat ini dikuasai oligarki kekuasaan dan kartel bisnis.

Bisa dilihat dari dikuasainya sebagian partai politik Indonesia oleh pengusaha yang berpolitik hanya cari kekuasaan dan memperbesar bisnisnya.

Menurutnya situasi politik Indonesia haus diselamatkan, karena itu diperlukan sikap kritis untuk menganalisa perkembangan politik yang terjadi. "Rakyat harus berhati-hati memilih partai politik, jangan memilih partai pengusung calon pemimpin yang track recordnya buruk, seperti pengemplang pajak, pebisnis tidak beretika menggunakan media publik demi menuju kekuasaan, dan pelanggar HAM di masa lampau," ujarnya.

Jangan sampai di masa demokrasi ini, rakyat memilih pemimpin yang kelak menindas dan mematikan saluran demokrasi.

 "Rakyat harus cerdas, jangan memilih pemimpin korup dan tidak bertangung jawab," tambahnya. Ia menambahkan sebenarnya rakyat lebih menginginkan presiden ke depan seperti Dahlan Ishkan, Yenny Wahid,
Joko Widodo( Jokowi ) dan Sri Mulyani, dibandingkan politikus lama seperti Surya Paloh, Aburizal Bakrie, Prabowo dan Wiranto.

      Walaupun demikian, ia berharap pemerintah SBY bisa selamat hingga  2014. " Persiden harus keluar dari kungkungan partai-partai yang membuatnya tidak tegas dalam menyelesaikan problematika bangsa. Karena
disayangkan pretasi SBY membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen, harus tertutup kepentingan partai politik yang mengungkungnya," imbuh Wimar.

Print article only

7 Comments:

  1. From @Dewinov on 08 February 2012 16:26:54 WIB
    Seharusnya rakyat Indonesia akan bisa memilih dengan jernih Capres 2014, seandainya agenda TV berita mampu menyajikan berita yg jernih diantara kerancuan. Kenyataannya, beberapa main stream media sekarang hanya menyampaikan agenda kepentingan pemiliknya. Harus pintar memilih sumber agar tidak menjadi rancu, yang pasti pemimpin Indonesia berikutnya hendaknya memiliki karakter jujur, tegas, mampu
  2. From alat tulis kantor on 09 February 2012 14:51:26 WIB
    Great post, i came here for the first time and found many information, all the information has given here is so useful for all type of people. I love this job really. thanks really thanks for the post.
    <a href="http://www.kingstonebrand.com">alat tulis kantor</a>
  3. From HA Peduli on 09 February 2012 15:19:43 WIB
    Ingin barang bekas Anda lebih bermanfaat?
    Mari beramal bersama kami, dalam program HA Peduli
    Kirimkan barang bekas Anda yang masih layak pakai/ layak guna ke kantor Hajarabis.com di
    Jalan Letjen. Sutoyo 109-111 Malang.
    Keterangan lebih lanjut, hubungi kami di link website http://hapeduli.hajarabis.com/ atau di line telepon (0341) - 8441777
  4. From Cara Aman Mengobati Glaukoma on 11 February 2012 14:48:41 WIB
    ya,seharusnya rakyat indonesia harus lebih jeli dalam memilih capres ataupun wakil-wakil lainnya,jangan hanya mendengarkan janji-janji palsu.
  5. From Toledo on 22 February 2012 01:13:51 WIB
    Rakyat Indonesia harus lebih cerdik untuk tak tergoda oleh "janji2 palsu dibungkus dengan UANG "..

    Apalagi track record nya yg belepotan "lumpur" dan "darah" !

    Beberapa anak bangsa yg masih jujur,cerdas ,bersih dan berani seperti Sri Mulyani, Yenny Wahid,Dahlan Iskan serta Mahfud ...mengapa tidak di persatukan disatu wadah dan diperkenalkan pada masyarakat untuk menjadi Pemimpin2 Masa Depan (Pemilu 2014) .
    Waktu tidak panjang lagi..
  6. From @wawannike on 28 May 2012 05:40:43 WIB
    Media adalah gambaran sebuah negara, dan disitulah juga kiprah sebenarnya pendidikan politik mesti dilakukan, namun sayang justru pembodohan politik yang terjadi, Metro Tv, MNC Group , dan TV One, dengan pelbagai gaya idealisme nya tetap saja menjadi corong pemilik nya untuk pertandingan politik, sudah saatnya kit pilih pemimpin yang independent, memiliki karakter, tegas, dan tentunya optimistis dalam membawa laju sebuah negara, kita tak ingin menjadi Negara GAGAL.Satu Tekad u/ Partai SRI...
  7. From Sri Mulyono on 23 August 2012 06:30:05 WIB
    Para pebisnis menjadikan partai seperti sebuah perusahaan dan menggunakan persusahaanya (media massa) untu mencapai ambisi politiknya. Sementara banyak masyarakat masih menganngap bahwa apa yang disampaikan oleh media adalah kebenaran 100%. Jadilah media menjadi alat propaganda politik.

« Home