Articles

Di CB Channel, Episode 01 Wimar Show tampilkan DR Bagus Takwin

Perspektif Online
22 October 2012

Febry Abddinnah

 


Kembalinya Wimar Witoelar dalam sebuah acara talkshow televisi sudah ditunggu-tunggu karena saat ini sulit sekali mendapatkan tayangan televisi berkualitas tanpa menyudutkan. Sementara, semakin banyak stasiun televisi membuat tv talkshow  semacam wadah debat kusir.

 

Berbeda dari acara tv talkshow lainnya, Wimar Show di CB Channel yang masih disertai dengan label Bilik – Bincang Publik ini menyajikan perbincangan hangat tentang topik nyata. Membalutnya dengan guyonan cerdas khas WW, isi percakapan pun dikemas ringan meski isu yang dibahas termasuk sulit untuk dimengerti.

 

Di Episode pertamanya, Wimar Show mengundang Dr. Bagus Takwin yang merupakan dosen psikologi di Universitas Indonesia. Tak hanya dosen, dia juga seorang penulis handal. Tercatat, sudah 13 buku ditulisnya. Biasanya, buku-buku tulisannya dipakai sebagai teks mahasiswa psikologi, dan juga telah dijual di toko-toko buku.

 

Wimar Show episode pertama mencoba untuk mengerti dari sudut awam, apa yang dilakukan dalam psikologi terapan, psikologi social yang menjadi bidang akademik Dr. Bagus Takwin. Khususnya, yang menjadi perhatian pemandu Wimar adalah psikologi naratif.

 

Bayangkan saja bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dengan melihat stuktur, seperti bagaimana pemikiran seseorang mengenai dunia, aspek mana yang dia perhatikan, bagaimana latar belakangnya, dan apa motivasinya. Untuk mempelajarinya, bisa dilihat dari berbagai pendekatan. Tapi, ada pendekatan lebih modern dan lebih menyenangkan yakni pendekatan psikologi naratif.

 

Naratif adalah cerita. Jadi, psikologi naratif adalah pendekatan psikologis dengan menganalisa beragam cerita dari seseorang. Seperti menganggap seseorang sebagai sebuah buku untuk dibaca sehingga kita bisa mengerti.

 

Dan memang, orang akan bisa lebih memberikan keterangan tentang dirinya dengan menceritakan berbagai hal tentang dirinya, atau kehidupannya. Saat kita mendengar cerita seseorang, kita bisa bayangkan “oh, orang ini seperti ini.”

 

Tentunya, cerita seseorang tidak selalu tepat, tidak selalu jujur dan bisa berbeda-beda. Cerita seseorang dengan orang yang baru ditemuinya bisa berbeda jika dia bercerita dengan sahabat karib. Cerita kepada atasan akan berbeda dengan cerita terhadap muridnya di sekolah.

 

Tetapi, itu bukan berarti dia bohong. Itu justru mengartikan bahwa dia memiliki beragam segi yang dia ingin dia tampilkan sesuai dengan kebutuhan. Walaupun ceritanya berbeda-beda, dia memberikan gambaran yang utuh kepada orang lain. Ketika, membaca atau mendengar cerita sesorang yang terpotong-potong dan berbeda-beda lama-lama cerita itu menjadi sebuah cerita yang utuh menggambarkan kepribadian sang penulis. Itulah psikologi naratif. Dan, seorang psikolog tentu dituntut untuk membaca cerita itu, dan akan senang jika dapat menganlisanya.

 

Semua penjelasan ini dikemas dengan bincang-bincang ringan selama 30 menit. Di bagian terakhir Wimar Show yang terdiri dari 3 segmen itu, Dr Bagus Takwin mencoba menganalisa pemandu Wimar dari cerita-cerita yang sering dia dengar karena Bagus Takwin sudah lama kenal dengan pemandu. Penasaran dengan jawaban Dr Bagus Takwin mengenai WW? Temukan jawabannya di link Youtube berikut.

Bagian 1 http://www.youtube.com/watch?v=meyn0DNAdPM
Bagian 2 http://www.youtube.com/watch?v=COYUgYGid7E
Bagian 3 http://www.youtube.com/watch?v=COYUgYGid7E

 

catatan: pada hari yang sama, harian KOMPAS mewawancarai DR Bagus Takwin, menunjukkan sisi lain:

 

Print article only

0 Comments:

« Home