Articles

[Wimar Show] HS DillonL Dasar Negara adalah Pertanian


19 February 2013

oleh: May Sarah

 

Harbrinderjit Singh Dillon biasa dikenal dengan nama H.S Dillon. Ia adalah salah satu tokoh Indonesia dibidang Hak Asasi Manusia dan Sosial Ekonomi. Dillon sangat concerned dengan masalah kemiskinan dan pertanian di Indonesia. Melalui talkshow Wimar Show, Dillon menjelaskan prinsip penting yang harus jadi pegangan pemerintah untuk membangun bangsa ini.

 

 

Dillon menjelaskan dengan antusias bahwa hal paling penting yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam membangun bangsa adalah memprioritaskan masyarakat yang paling lemah. Sebab, masyarakat marginal adalah masyarakat yang nantinya akan memelihara produktivitas di sektor pertanian. Sektor pertanian merupakan titik strategis dalam membangun bangsa, dan tidak seharusnya pemerintah mengesampingkan sektor agraria demi kepentingan lain.

Contoh yang paling nyata dan dapat diadopsi oleh Indonesia dalam sektor agraria adalah Negara Taiwan. Negara ini berhasil didalam mengembangkan sektor pertanian. Taiwan memulai dengan terus memperhatikan kesejahteraan para petani sehingga petani diberdayakan dengan membangun infrastruktur yang semakin baik.

“Semua Negara diprakarsai oleh sektor pertanian. Semuanya, bahkan Amerika Serikat yang penghasil pesawat terbang, sangat menggantungkan perekonomian di sektor pertanian,” ujan Dillon yang juga mengambil gelar Ph.D di Universitas Cornell di New York.

Bahkan saat ini menjelang pemilu 2014, Dillon mengaku bahwa para partai politik yang maju pada pemilu mendatang semakin peduli terhadap sektor pertanian. Tetapi Dillon mengaku itu hanya retorika semata dan semuanya hanya sebatas menjelang pemilu 2014. Bahkan program beras untuk rakyat miskin atau Raskin adalah pencitraan semata. Pembagian raskin tidak dijalankan dengan merata, masyarakat mampu dan tidak mampu juga dapat memperoleh raskin.

H.S Dillon juga menjelaskan bahwa pada masa rezim Soeharto, kelangsungan pembangunan Negara tidak konsisten dikaitkan dengan pertanian. Pemerintah hanya menginginkan modernisasi untuk mencapai pembangunan modern. Disinilah letak kesalahan pemerintah, yakni tidak memperhatikan kesejahteraan para petani. Seharusnya dapat menjadi pilihan apabila harga beras dinaikkan, tetapi juga harus memperjuangkan agar para petani mendapatkan kesejahteraan yang baik sehingga produktivitas naik. Selanjutnya hal ini seharusnya dapat meminimalkan impor beras.

“Terlalu banyak kepentingan – kepentingan yang ingin menikmati impor pangan di Indonesia”, kesimpulan H.S. Dillon yang dikutip langsung oleh Wimar menutup perbincangan dalam acara Wimar Show.


 

Print article only

0 Comments:

« Home