Articles

[Wimar Show] Metta Dharmasaputra membuka Century


25 March 2013

olrh May Sarah

 

Misteri kasus Century hingga saat ini kebenarannya belum terungkap. Siapa yang harus bertanggungjawab dan siapa yang memang ‘bersih’ dalam kasus Century masih menjadi rahasia. Hingga akhirnya pria yang bekerja sebagai Wartawan Investigasi Tempo, Metta Dharmasaputra tertarik mengenai kasus Century dan mulai mengungkap kasus ini melalui caranya sendiri yaitu dengan melahirkan Kata Data. Kata Data adalah gabungan dari kerja jurnalistik dan analisis. Keduanya dipadukan dan menghasilkan fakta akurat karena dibantu dengan data – data yang memang didapatkan dari sumber terpercaya.

Metta memang memiliki keunikan dalam mengemas suatu fakta melalui Kata Data yang sebelumnya belum banyak dipikirkan oleh kebanyakan orang. Saat menjadi tamu Wimar Show, Meta sangat antusias saat menjelaskan bagaimana dirinya menyajikan fakta dengan sesuatu yang sederhana.

Meta dinobatkan menjadi Top Investigative News Tempo karena dirinya mampu mengungkap kasus Century dengan ringan. Meta selalu membuat Press Briefing apabila rekan – rekan media kesulitan dalam memahami suatu fakta. Dari penjelasan Meta mengenai kasus Century, Meta mengungkapkan bahwa banyak orang tidak sadar bahwa apa yang menjadi keriuhan selama ini tentang Century justru akan berdampak pada kerugian Negara secara ekonomi. Lagipula, Meta menyebutkan bahwa selama ini belum ada forum yang serius menanggapi kasus Century. Meta ingin mengajak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebagai sumber untuk mengklarifikasi kasus Century. Dengan cara ini Meta dapat menjamin supaya publik tidak menebak – nebak siapa yang harus bertanggungjawab atas Century.

“Apabila ingin mengusut kasus Century, harus sampai tuntas!”, ujar Metta mantap. Apalagi dengan adanya kasus Century, banyak politisi yang menganggap kasus ini dapat mendongkrak kepopuleran mereka dengan membeli suara publik. Dari sini dapat diambil tindakan bahwa publik perlu diedukasi mengenai perbankan supaya tidak terjadi kesalahpahaman yang lebih jauh.

Kembali kepada persoalan politik yang rumit, Meta disini ingin membantu publik maupun pers untuk mendapatkan berita yang objektif disertai dengan data yang akurat. “Saya juga pernah menulis mengenai kasus Lapindo, saya sajikan fakta kepada masyarakat disertai dengan data – data yang saya peroleh dari lapangan dan narasumber yang terpercaya karena basis saya adalah data”, ujar Meta yang sekarang sedang mengambil cuti sebagai wartawan.

Keinginan Metta saat ini adalah terus mengembangkan Kata Data dengan melengkapi website yang nantinya dapat disajikan langsung kepada publik. Disamping itu, Meta juga menuliskan Kata Data dalam format tulisan naratif karena ini merupakan keinginan Meta sejak dulu dan pada pertengahan tahun 2013, buku yang substansinya berupa opini dengan format naratif ini akan segera diluncurkan. “ Kegiatan lain saya juga menyelesaikan buku Kasus pajak Asian Agri”, ujar Meta sembari menutup perbincangannya dengan Wimar Show. 

Print article only

0 Comments:

« Home