Articles

Pentingnya Kejelasan Pelaku Dalam Kasus Kabut Asap Singapura


23 June 2013

 

oleh: Mahisa Dwi Prastowo

 

foto www.huffingtonpost.com

Etika bertetangga merupakan hal yang penting untuk dijaga baik dalam kehidupan bertetangga. Hal itu berlaku baik antar individu maupun antar negara. Sikap menghormati antar tetangga penting untuk ditegakkan, karena jika tidak maka suasana lingkungan dan hubungan antar tetangga bisa menjadi buruk dan tidak nyaman. Begitu pula semestinya yang dilakukan dalam kasus kabut asap yang melanda Singapura, di mana api asal kabut asap tersebut berasal dari Indonesia.

Kabut asap di Singapura pada Jumat (21/6) kemarin mencapai angka 401 pada standar polusi PSI (Pollutant Standards Index). Angka tersebut merupakan rekor polusi kabut yang tertinggi sepanjang sejarah Singapura. Kabut asap tersebut tidak hanya melanda Singapura, namun juga sebagian Malaysia dan Indonesia.

Kabut asap tersebut  berasal dari kebakaran hutan yang terjadi di provinsi Riau. Aktivis-aktivis Greenpeace International mengungkapkan kabut asap berasal dari perkebunan-perkebunan kelapa sawit yang dimiliki perusahaan-perusahaan Indonesia, Malaysia dan Singapura. Mereka menggunakan data-data hotspot NASA antara 11 Juni hingga 21 Juni. Data-data tersebut menunjukkan bahwa ratusan titik-titik api berada di wilayah-wilayah konsesi yang dimiliki perusahaan-perusahaan tersebut.

Kepala Unit Kerja Kepresidenan Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto telah menunjukkan sikap mendukung penyelesaian masalah kabut asap Singapura. Kuntoro dengan terbuka menunjukkan pihak-pihak yang sebenarnya bertanggung jawab. Ia menyatakan kepada para wartawan di kantornya pada Jumat (21/6), bahwa kebakaran terdapat di wilayah-wilayah konsesi yang dimilliki Asia Pulp & Paper (APP), dan Asia Pacific Resources International (APRIL).

Kuntoro juga menunjukkan data berupa peta, yang di dalamnya terlihat ada ada 112 titik api di wilayah APP dan 78 titik api di wilayah APRIL. “Secara sistematik, saya bisa melihat ini adalah ulah perusahaan-perusahaan ini, dan saya minta tidak menyalahkan rakyat kecil,” ujarnya.

Sayangnya langkah positif dari UKP4 dan Greenpeace Internasional dalam mengungkapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab ini tidak berjalan mulus begitu saja.

APRIL dan APP mengaku tidak melakukan pembakaran hutan tersebut. APRIL mengklaim memberlakukan kebijakan anti pembakaran yang ketat sejak memulai operasi di tahun 1994. APRIL mengutip pernyataan pejabat Kementerian Kehutanan yang menyebutkan bahwa api asal kabut asap sebagian besar berasal dari tanah masyarakat dan bukan wilayah-wilayah konsesi.

Pernyataan APRIL tersebut meragukan karena jelas bertentangan data-data titik api dari NASA yang didapat Greenpeace International maupun data-data UKP4. UKP4 dengan data-datanya menunjukkan rakyat kecil bukanlah pihak yang semestinya disalahkan, sedangkan APRIL menempatkan pihaknya sebagai pihak yang tidak bersalah dan masyarakatlah sebenarnya pelaku penyebab kabut asap.

Pembuktian yang lebih kuat perlu dilakukan untuk menunjukkan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab dalam insiden ini. Aktivitas-aktivitas pembakaran hutan ini bisa merusak hubungan baik antara Indonesia dan Singapura dengan membuat Indonesia terkesan sebagai tetangga yang tidak baik. Pemerintah Indonesia bisa menunjukkan masyarakat Indonesia sebagai pihak yang terhormat di tengah insiden ini, jika benar-benar menunjukkan itikad baik bekerja sama dengan Singapura dan mengusut tuntas siapa sebenarnya pihak yang bertanggung jawab.

 

Referensi:

-          Palm oil companies behind Singapore haze: Greenpeace

http://www.channelnewsasia.com/news/specialreports/hazewatch/news/palm-oil-companies-behind/720622.html

-          Three companies rebut haze claims

http://www.channelnewsasia.com/news/specialreports/hazewatch/news/asia-pacific-resources/720674.html

-                    Singapore haze hits record high from Indonesia fires

http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-22998592

-          190 Titik Api di Riau Berada di Lahan Perusahaan yang Berbasis di Singapura

http://news.detik.com/read/2013/06/21/174439/2280546/10/190-titik-api-di-riau-berada-di-lahan-perusahaan-yang-berbasis-di-singapura?991101mainnews

Print article only

0 Comments:

« Home