Articles

[Wimar Show] 'Fira-Hafez' karya Fira Basuki


06 August 2013

 

oleh: Nurina Ayuwardhani dengan Fitri Qur'ani  

 

 

Fira Basuki mengenalkan penonton setia Wimar Show pada sebuah kisah cinta sejati. Sebuah kisah yang tidak hanya ada di dongeng anak-anak melainkan sebuah kenyataan indah milik setiap pasangan. Melalui buku bertajuk ‘Fira&Hafez’, ia mencoba mengutarakan isi hatinya menghadapi krisis dan kepedihan, berbagi kisah cinta seorang istri yang ditinggal oleh suami, dan membuka mata masyarakat akan keberadaan cinta sejati.

 

Meski sempat ragu karena takut akan komentar negatif publik, namun keinginan yang besar memperkenalkan Kiad Baskoro kepada sang ayah tercinta serta besarnya dukungan dari orang-orang terdekat menjadi landasan utama terbitnya buku Fira Basuki yang ke 28 ini. “Memang dalam hati sudah ingin menulis hanya saja still not sure, kok narsis banget mau menulis tentang diri sendiri, tetapi banyak orang yang mendukung. Saya pun enggak mau orang lain yang menulis tentang Fira dan Hafez. Jadi terserah publik mau beranggapan positif atau negatif tapi paling enggak buku ini menjadi kenang-kenangan yang saya tinggalkan juga untuk Kiad. Jadi dia tahu, dia ada karena ada Hafez,” ujar Fira Basuki, penulis sekaligus pemimpin redaksi Majalah Cosmopolitan.

 

Melalui pendekatan memoir, selama tiga minggu, Fira menyelesaikan proses pembuatan buku tersebut. Waktu tersebut relatif singkat mengingat proses pembuatan biografi Wimar Witoelar - kala itu Fira belum terlalu mengenai sosok Wimar Witoelar - yang bertajuk ‘Hell Yeah!’ membutuhkan waktu selama tiga bulan. Menurut Fira, tidak sulit mengulang kembali memori yang ada. “Justru mudah dan cepat menulis mengenai diri sendiri. Karena seluruh proses terlihat jelas dan semua berasal dari kenangan,” tuturnya.

 

Ia pun menambahkan, “dalam buku ini juga saya menuliskan beberapa nama yang benar-benar berjasa dalam hidup saya. Disitu kesempatan bagi saya mengatakan bahwa Fira dan Hafez tidak akan ada tanpa mereka. Itu bentuk apresiasi saya buat mereka agar selalu dikenang besama saya.”

 
Buku kisah cinta Fira dan Hafez didedikasikan kepada Hafez dan juga untuk beberapa orang yang berharga baginya. Melalui buku ini, Fira Basuki ingin mencoba mewujudkan salah satu mimpi Hafez semasa hidupnya untuk menjadi terkenal sebagai sosok dibalik layar. “Hafez 11 tahun lebih muda. Banyak impian yang belum tercapai. Di sisa hidup saya, saya ingin mewujudkan mimpi Hafez, salah satunya membuat film. Hafez pernah berkeinginan menjadi terkenal tetapi bukan dia yang terkenal,” jelasnya.

 

Meski terkesan selalu mengungkit kenangan lama, tetapi bagi Fira Basuki hidup dalam bayang-bayang Hafez tidaklah menyakitkan. Kepercayaan yang kuat dan semangat dari orang-orang disekitar membuat Fira Basuki dapat kembali melihat indahnya kehidupan dari segi kesederhanaan. “Life is just how to  make it simple. Hidup harus terus berlanjut, jadi dibawa fun saja. Kita selalu dikelilingi oleh orang yang peduli, ini akan membuat segalanya terasa lebih ringan. Kesedihan saya hanya terasa ketika sedang berdiam dan berkunjung ke rumah Hafez. Tetapi saya tidak pernah murni merasa sedih karena selalu ditimpal kebahagiaan. Kehilangan orang yang disayang memang momen yang sangat traumatik. Bisa menjatuhkan bisa juga meningkatkan semangat baru,” akunya.

 

Print article only

1 Comments:

  1. From Rian Sindu T on 23 August 2013 19:27:30 WIB
    wow, buku yang ke 28? begitu efektif tokoh ini menggunakan waktunya. ingin rasanay seperti ini

« Home