Articles

[Wimar Show] Diplomasi kita: Konsep, Budaya, Pelatihan


06 August 2013

oleh: Michana Tyrone

 

 

 

Ben Perkasa Drajat adalah Direktur Sekolah Dinas Luar Negeri, bicara soal diplomasi saat ini, secara singkat mengenai konsep, budaya dan pelatihan, bersama Wimar Witoelar, di wimar show hari ini.

Menurutnya, konsep diplomasi masih mengenai hubungan satu negara dengan negara lain, namun dewasa ini terdapat beberapa perubahan dalam konsep diplomasi, Jika dahulu kegiatan diplomasi tidak terlalu berdasarkan tuntutan waktu, namun saat ini perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat dan kebutuhan penyebaran informasi yang juga cepat menuntut seorang diplomat harus cepat dalam merespon dan mengelola informasi yang ada, untuk disajikan kepada pimpinan, publik maupun media. Faktor keamanan juga sangat penting dan wajib diperhatikan karena laporan bulanan dan mingguan diplomat sudah mulai dilakukan secara online.

Untuk menyiasati kecepatan informasi ini maka diplomat mengkategorikan stage-stage dilihat dari kebutuhan informasinya. Jika ada hal-hal penting yang menyangkut kementrian luar negeri dan diplomasi maka para diplomat harus segera mengirimkan informasi tersebut dalam bentuk poin-poin seperti latar belakang serta alasan mengapa permasalahan tersebut bisa terjadi kepada atasan/pimpinan mereka agar pimpinan tetap up to date, agar Jakarta tidak mengetahui informasi tersebut lewat media terlebih dahulu. Pemberitaan dan informasi yang di berikan media ada kalanya bias dan kurang tepat. Jadi kunci utama seorang diplomat saat ini adalah responsiveness dan security.

Bicara soal issue, Ben mengatakan yang menjadi sorotan penting kementrian luar negeri saat ini adalah mengenai TKI khususnya dalam masalah perlindungan, karena seperti yang kita ketahui bahwa tenaga kerja indonesia yang bekerja di luar negeri banyak yang mengalami permasalahan seperti tindak kekerasan, pelanggaran HAM dsb. Hal ini tentu menyedihkan bagi kita sebagai warga negara Indonesia. Oleh karena itu Kemenlu telah mengirimkan orang yang hanya bertugas untuk menjaga, melihat dan mengamati setiap orang yang masuk dan keluar dari penjara, jika ada orang Indonesia maka dia ditugaskan untuk melaporkan keadaan.

Ben menambahkan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi seorang diplomat yang baik,  yaitu harus mudah bergaul, senang berbicara, banyak membaca agar memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas. Aeorang diplomat selalu ingin belajar, dan adaptif yaitu mau dan bersedia untuk di tempatkan/ditugaskan dimana saja, karena kepentingan negara merupakan hal yang utama bagi para diplomat.

Print article only

0 Comments:

« Home