Articles

Bangkit dari tragedi tsunami Aceh


21 August 2013

oleh: Febry Abddinnah

http://blogs.windsorstar.com/2013/07/30/nine-years-after-tsunami-surviving-windsor-family-visits-homeland/

"Tambunan’s mother, Tianur, was among 20 relatives he lost in the tsunami that marauded through Banda Aceh and much of South Asia on Dec. 26, 2004. killing an estimated 230,000 people throughout 14 countries"

  Antoni Tambunan: Tsunami Aceh tak merenggut semangat kami

 
Aceh kembali bangkit. Paska gelombang tsunami yang menyapu bersih Banda Aceh pada 26 Desember 2004, pembangunan pesat dilakukan, masyarakat pun menata kembali kehidupannya. Namun, tsunami Aceh masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Seperti halnya yang dirasakan Antoni Tambunan, seorang warga Aceh yang melanjutkan kehidupannya di Canada.

Tsunami Aceh datang tanpa peringatan sebelumnya. Gempa berkekuatan 9,3 SR memicu gelombang tsunami setinggi 30 meter sehari setelah perayaan Natal. Media tak henti-hentinya memberitakan bagaimana tsunami Aceh menyapu bersih kawasan pesisir Aceh.
Bagi Antoni, berita tersebut bagai tamparan kuat yang mendorong dirinya untuk segera pulang mencari jasad sanak saudaranya yang menjadi korban kedahsyatan tsunami Aceh. Dia bergabung dengan ribuan korban, berjalan menyusuri lumpur di tengah tumpukan mayat dan puing-puing bangunan untuk mencari nasib keluarganya. Selama satu bulan, ia terus mencari. Sampai akhirnya ia mendapati rumahnya yang dulu berdiri kokoh telah rata dengan tanah.
Tsunami Aceh telah membuat Antoni kehilangan 20 saudara termasuk ibunda tercinta, Tianur. "Biasanya ketika saya pulang, ibu yang akan menyambut. Tapi sekarang, saya harus kuat. Melihat pembangunan paska tsunami yang pesat, masyarakat Aceh yang kembali kuat, saya harus seperti itu," ujarnya.
 
Antoni pun kembali melanjutkan hidup di Canada dengan memboyong serta adiknya, Yenny dan suami. Antoni dan keluarga harus bekerja keras untuk dapat hidup laik di Canada.   "Kami harus bekerja keras dan semangat untuk melanjutkan hidup, apalagi di Canada, jauh dari tanah air."

Sembilan tahun berlalu, Antoni beserta keluarga kembali ke tanah air, kembali ke Banda Aceh. "Kami kembali untuk membuat monumen dan kuburan ibu. Kami ingin terus mengenangnya walaupun kami tidak dapat menemukan jasadnya," katanya.  
   Toni Tambunan datang ke Jakarta menemui teman2 yang selama ini baru dikenal melalui facebook: Warga SMIK-SRI, disini berfoto hasil karya Sony Tan. 

 

 

Print article only

1 Comments:

  1. From toko komputer online surabaya on 24 August 2013 16:15:50 WIB
    semoga bencana yang telah terjadi lalu menjadi pelajaran berarti bagi kita dan terus selalu maju

« Home