Articles

Jangan Mudah Dibohongi Media


17 January 2014

Media memiliki peran penting dalam masyarakat. Media massa merupakan jendela informasi bagi masyarakat. Sayangnya banyak berita-berita yang disajikan media mengenai politik atau kehidupan selebritis tidak akurat bahkan menyesatkan. Kita akan membicarakan pemberitaan media dan intrik-intrik dibaliknya dengan Maman Suherman, mantan jurnalis infotainment dan sekarang penulis buku berjudul “bokis”. Buku tersebut berisi pengalaman Maman sebagai jurnalis dan juga berbagai kritik terhadap kerja tidak benar para jurnalis.

Maman Suherman mengajak masyarakat untuk melek media. Masyarakat perlu bersikap jangan mudah dibohongi berita di media terutama televisi. Potensi perselingkuhan di belakang pembuatan berita sangat dahsyat sekarang, dan bias mempengaruhi kesadaran masyarakat.

Menurut Maman, kalau di zaman Orde Baru kita tahu musuh kita satu yaitu Soeharto dan kroninya. Kalau sekarang kita tidak pernah tahu yang mana teman dan yang mana lawan. Kita tidak tahu yang mana berita benar atau tidak. Di Amerika Serikat, televise bias mendeklarasikan dia berpihak kepada siapa. Fox jelas berpihak ke Republik sehingga Obama tidak akan dibenarkan disitu. Di Inggris, televise sama sekali tidak boleh dipakai untuk kampanye. Di Indonesia ada undang-undang dan peraturannya namun orang-orang tidak pernah ingin memperlihatkan dia berpihak pada siapa. Namun kemudian justru dimanfaatkan.

Baca artikel wawancara bersama Maman Suherman dengan Wimar Witoelar dari Perspektif Baru pada tanggal 02 November 2012 selengkapnya di http://www.perspektifbaru.com/wawancara/867%20/.

 photo 10aae8cf-d8cd-44c3-b230-b29bc2884974.jpg

Print article only

0 Comments:

« Home