Articles

Kerusakan Hutan Capai 15.8 Juta Ha, Pilih Caleg dan Capres Pro Lingkungan


12 March 2014

Oleh: Radar Banjarmasin

BANJARMASIN, 3 Maret 2014–Melalui penggunaan hak suara di Pemilu 2014, generasi muda seperti mahasiswa dan pelajar bisa menjadi penentu pemerintahan yang pro kelestarian hutan Indonesia. Karena itu, generasi muda harus sudah memiliki kesadaran untuk memperhatikan jejak rekam para calon wakil rakyat dan calon presiden di bidang lingkungan hidup.

Hal tersebut menjadi satu bahasan utama dalam Seminar Hijau yang digelar Yayasan Perspektif Baru (YPB) bekerja sama Lembaga Penelitian Universitas Lambung Mangkurat, Radar Banjarmasin bertema “Suara Anda Menentukan Kelestarian Hutan Indonesia”. Hadir sebagai pembicara Direktur Eksekutif WALHI Abetnego Tarigan, Deputi Direktur Warsi (Warung Informasi Konservasi) Rakhmat Hidayat dan dosen FISIP Universitas Lambung Mangkurat Dr Sethia Budhi, M.Si. Bertindak sebagai moderator adalah Wimar Witoelar, pendiri YPB.

 photo ceadde40-ffab-4578-8d42-b9413e38cec2.jpg

Menurut Wimar, pemilu merupakan sarana bagi masyarakat untuk ikut menentukan arah negara selama lima tahun mendatang melalui hak suara yang dimilikinya.  Pada Pemilu Legislatif dan Presiden nanti, masyarakat harus memilih calon presiden (Capres) dan calon legislatif (Caleg) berdasarkan isu strategis, bukan lagi pada sosok atau figur sang calon.

“Satu isu utama yang harus menjadi tolak ukur adalah isu mengenai kerusakan hutan dan perubahan iklim yang telah mulai menjadi kenyataan saat ini,” ujarnya. “Inilah alasan seminar ini digelar untuk memberikan pendidikan politik bagi generasi muda di Kalsel,” ucapnya lagi.

Sementara Direktur Eksekutif WALHI Abetnego Tarigan mengatakan, bencana ekologis dan permasalahan lingkungan lainnya yang terjadi sekarang ini bisa diatasi dengan partisipasi dari generasi muda. Generasi muda memiliki potensi suara yang sangat kuat dan berperan penting untuk menentukan pemerintahan lima tahun mendatang yang peduli terhadap kelestarian hutan dan keberlangsungan lingkungan hidup. “Orang yang peduli dengan lingkungan tentu dia akan menjaga dari kerusakan lingkungan tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Deputi Direktur Warsi (Warung Informasi Konservasi) Rakhmat Hidayat menuturkan, hutan Indonesia yang merupakan ketiga terbesar di dunia ini memiliki fungsi ekologis yang penting bagi dunia. Namun, kini hutan Indonesia menghadapi persoalan besar berupa penggundulan hutan (deforestasi) dan perusakan hutan (degradasi).

Dilaporkan saat ini laju deforestasi telah meningkat tajam dalam 12 tahun terakhir dan telah kehilangan 15.8 juta hektar pada periode 2000-2012. Deforestasi dan degradasi menyebabkan Indonesia menjadi emisi karbon (Co2) terbesar ketiga di dunia. “Emisi karbon adalah penyebab utama perubahan iklim yang telah menimbulkan bencana ekologis seperti banjir dan badai,” jelasnya.

Sebagai upaya penyebaran informasi dan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya kelestarian hutan Indonesia dan persiapan dalam memilih pemimpin politik yang peduli lingkungan hidup di Pemilu 2014, Yayasan Perspektif Baru menggagas program Seminar Hijau di beberapa kampus di kota besar di Indonesia. “Kami memilih seminar di kampus Unlam Banjarmasin karena Kalimantan Selatan memiliki potensi hutan yang sangat strategis,” jelas Wimar.(hni)

 photo ecbaa687-f2c7-463f-b7d6-be43e99b9ca6.jpg

Print article only

0 Comments:

« Home