Articles

Pemerintah Daerah Antisipasi El Nino


15 August 2014

Republika, Jumat, 15 Agustus 2014

Oleh: Maspriel Aries

 

PALEMBANG – Fenomena cuaca El Nino diperkirakan akan berdampak terhadap sejumlah daerah di Indonesia. Sejumlah pemerintah daerah mulai mengantisipasi kemungkinan terburuk dari gejala cuaca tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Mukti Sulaiman mengatakan, dampak dari El Nino yang mulai terjadi sejak Januari lalu mengakibatkan naiknya suhu rata-rata di Sumsel. Akibatnya terjadi pergeseran waktu panen tanaman pangan.

El Nino merupakan fenomena kenaikan suhu perairan permukaan laut, khususnya di Samudra Pasifik. Di negara kepulauan seperti Indonesia, El Nino akan menghambat pertumbuhan atau pembentukan awan hujan di wilayah barat dan memicu terjadinya potensi kekeringan.

 photo b1c92575-5e03-4d5b-b663-f9f6ed330fe1.jpg

Source by google.com

“Suhu rata-rata sekarang di atas 30 derajat Celcius. Dampak El Nino ini terkait dengan musim tanam seperti padi dan jagung terjadi pergeseran-pergeseran waktu tanam dan waktu panen. Ini juga berdampak pada produksi tanaman pangan itu sendiri,” ujar Mukti Sulaiman seusai rapat penanggulangan dampak El Nino di Palembang, Rabu (13/8) petang. Ia mengatakan, sejauh ini, belum ada penurunan produksi pangan yang signifikan di Sumsel.

Kendati demikian, jika terjadi penurunan produksi tanaman pangan yang signifikan, Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat akan mengupayakan kekurangan dengan stok beras pemerintah. Selain itu, untuk mengantisipasi dampak yang terjadi akibat El Nino, Pemprov Sumsel tengah berupaya memangun embung atau penampungan air.

Sementara itu, Kepala Divisi Regional Bulog Sumsel Bambang Napitulu menjelaskan, stok beras cukup untuk mengantisipasi kekeringan atau gagal panen akibat El Nino atau sampai Februari 2015. “Stok beras di gudang bisa sampai dengan Februari 2015, mencapai 58.000 ton. Jad, ini bisa dikatakan aman untuk menghadapi El Nino,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyatakan, dampak El Nino akan lebih menyambangi pada akhir tahun. Dia menjelaskan, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino di wilayah udara Indonesia bagian barat akan terjadi pada September, Oktober, Nobember, dan Desember tahun 2014. “Kita akan segera menghadapi puncak-puncak musim kemarau kering akibat dari El Nino atau masih ada waktu bagi kita dalam menghadapinya,” katanya.

 photo 4c8f1998-40c2-475b-94bf-8432a28b67cb.jpg

Source by google.com

Kepala Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang Saiful Hadi mengatakan, dampak El Nino di NTT masih lemah. Kendati demikian, fenomena El Nino sudah terjadi dengan skala lebih rendah dari biasanya dan erpotensi memperlambat musim hujan atau memperpanjang musim kemarau.

“Fenomena El Nino berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap sektor pertanian,” katanya.

 photo eb50933f-5556-46f0-9a93-bde81e7d0471.jpg

Print article only

0 Comments:

« Home