Articles

Mengajak Jokowi Blusukan Jokowi ke wilayah kebakaran hutan


07 November 2014

Mengajak Jokowi Blusukan Jokowi ke wilayah kebakaran hutan

 

Dalam acara “Dialog TVRI” dipandu Harismen, Wimar Witoelar memberikan perspektif baru mengenai kondisi lingkungan hidup dan hutan dalam pemerintahan Jokowi. “Cara pandang dan filosofi dalam lingkungan hidup yang mengatur segala sesuatu di dalam hutan dimana hutan adalah suatu aset yang abadi, bukan sumber produksi. Menteri pun dalam pertemuannya dengan LSM, menyampaikan bahwa saat ini peraturan yang harus dibuat adalah mengenai hubungan manusia dengan hutan. Bukan soal ekspor maupun penghasilan ekonomi” ucap Wimar Witoelar.

Dialog yang disiarkan langsung dari Studio 6 TVRI Nasional tersebut menghadirkan pembicara Wimar Witoelar dari Yayasan Perspektif Baru, Longgena Ginting (Kepala Greenpeace Indonesia), dan Khalisa Khalid (Koordinator Divisi Kampanye dan Perluasan WALHI).

Wimar mengatakan cukup optimis kepada pemerintahan Jokowi untuk memegang komitmen dalam menjaga kelestarian hutan. Ia optimis walaupun penggabungan (kementerian lingkungan hidup dan kehutanan) menimbulkan pertanyaan. Tapi kalau melihat Jokowi, beliau tidak akan melanjutkan cara yang lama, namun justru membawa kepercayaan rakyat terhadap sesuatu yang baru, yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Longgena juga berpendapat bahwa prioritas Jokowi adalah menyelesaikan serta mengatasi deforestasi dan kebakaran hutan sampai ke akarnya. “Kita bertiga bergabung untuk mendorong Jokowi datang dan meilhat langsung kawasan yang sudah menjadi langganan kebakaran di lahan gambut. Tujuannya adalah kami ingin Pak Jokowi mempercepat penyelesaian kebakaran lahan gambut ini,” ucap Longgena.

Khalisa Khalid yang biasa dipanggil Alin pun sependapat bahwa blusukan dapat menjadi momen penting dalam menyelesaikan kasus dan masalah kebakaran hutan yang masih terus terjadi hingga saat ini. “Blusukan menjadi penting bagi Jokowi untuk mengerti permasalahan yang nyata di lapangan. Jokowi dan Ibu Siti Nurbaya memiliki tugas besar untuk memutus tali mafia SDA ini,” Khalisa Khalid menambahkan.

Wimar juga berpendapat jika Jokowi dapat merealisasikan permintaan masyarakat untuk blusukan ke hutan, Jokowi akan menghayati betul permasalahan kebakaran hutan dan kabut asap ini. Oleh karena itu YPB, Greenpeace Indonesia, WALHI, dan ahli petisi online change.org mendorong Jokowi untuk blusukan. Sampai saat ini petisi sudah didukung oebih dari 15 ribu masyarakat

“Kami bekerja sama dengan organisasi lokal dan internasional untuk mendorong perubahan ini. Kami juga mendekati kalangan bisnis dengan mengubah pola pikir bahwa keuntungan jangan mengorbankan kepentingan manusia lainnya. Jokowi  menyampaikan bahwa beliau akan mendirikan satgas anti mafia sumberdaya alam. Kami sangat mendukung langkah ini,” tambah Wimar.

Wimar juga mengingatkan bahwa masalah kebakaran hutan dan asap sudah mendunia. Asap dari Indonesia, efeknya hingga ke negara tetangga, Jika masalah ini bisa diselesaikan, Pemerintah bisa mendapatkan keuntungan secara mendunia. “Nama baik kita dan reputasi serta komitmen kita dilihat secara nyata di mata dunia. Sesuai dengan kutipan dari Bu Siti Nurbaya: Kita perlu mengatur hubungan manusia dengan hutan,” ujarnya.

Longgena Ginting pun mengamini bahwa apa yang terjadi di negara kita bisa mempengaruhi dunia. “Apalagi ini bisa terjadi di lintas generasi. Kita perlu membuat tempat tinggal ini menjadi harmonis dengan alam,” tambahnya.

Alin juga berpendapat bahwa blusukan menjadi penting bagi Jokowi untuk mengerti permasalahan yang nyata di lapangan. Alin mengatakan bahwa Jokowi JK dan Ibu Siti Nurbaya memiliki pekerjaan besar untuk bisa memutus tali mafia SDA yang terjadi hingga saat ini.

Dalam sesi telepon interaktif, Wimar juga mengatakan bahwa keberadaan masyarakat sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan di hutan. Jika kita ingat, dahulu kala ketika masyarakat adat bebas hidup di hutannya masing-masing, mereka tidak merusak. Justru hutan terkelola dengan baik. Perusahaan yang kemudian masuk, justru mengeksploitasi dan tidak bisa mengembalikan kelestarian hutan. Yang paling penting adalah bagaimana memberdayakan komunitas adat untuk melestarikan hutan.

Di akhir perbincangan, Wimar  menegaskan bahwa beliau sangat optimis terhadap kinerja Jokowi, bahkan sebelum Pak Jokowi diangkat menjadi Presiden, sudah berkunjung dengan WALHI, AMAN dan kenal dengan Greenpeace. Menteri sudah berdialog dengan pihak-pihak terkait. Masyarakat tidak perlu melihat ke belakang, namun tetap harus memonitor dan mendorong langkah pemerintah. “Kami sudah melakukan segala upaya dengan petisi dan surat. Semoga Pak Jokowi melalui acara ini bisa tergerak untuk melakukan blusukan ke hutan Riau,” ucap Wimar menutup perbincangan.

 

Print article only

0 Comments:

« Home