Articles

Film Dokumenter Tanah Mama


24 December 2014

Ditulis oleh, Rahel Irianti

 

JAKARTA, 22 Desember 2014 – Mama adalah seorang wanita idola semua kaum, ialah mama dikenal sebagai sosok yang melahirkan dan membesarkan anak-anaknya tanpa pamrih, menanggung anaknya selama 9 bulan dalam perut dengan penuh kehangatan. Ingatkah ketika masa kecil Anda menangis tengah malam sehingga membangunkan mama yang tengah tidur untuk memberikan asi? Inilah ciri khas yang identik dikenal untuk sosok “mama”.

 

Film dokumenter berjudul “Tanah Mama” mengisahkan kehidupan seorang istri sekaligus ibu bernama Halosina yang hidup di tanah Papua. Ibu dengan 4 orang anak-anak yang masih kecil dan membutuhkan asi itu berprofesi sebagai dukun beranak pada suatu desa, di pegunungan Yahukimo.

 

Halosina yang menjadi tulang punggung keluarga untuk anak-anaknya suatu saat harus mengungsi dari desa Holima Ke desa Anjamani, akibat sang suami tidak bekerja dan ditinggal kawin. Alasan lainnya adalah, ia terlilit masalah yang menjadikan dirinya sebagai tersangka dalam kasus mencuri ubi di kebun milik adik suaminya.

Kegigihannya pada film tersebut mengundang Anies Baswedan untuk memberikan suara pada peluncuran film yang diproduseri oleh Nia Dinata tersebut. “That’s our homework, kita yang lebih dulu mendapatkan pendidikan, kita yang lebih dulu mendapatkan kesejahteraan, kita boleh membayangkan hal ini tidak saja terjadi dalam kehidupan mama Halosina tetapi seluruh masyarakat di Papua dan di luar Papua. Dulu rasialis itu normal, sekarang rasialis itu terbelakang. Jumat depan saya akan ke Papua dan film ini memberikan saya pengetahuan serta gambaran bagaimana program pemerintah untuk masyarakat Papua, bukan lagi pemerintah yang akan menciptakan suatu sistem tetapi saat ini adalah masa dimana pemerintah yang akan menanyakan pada rakyatnya, ‘apa yang kalian butuhkan?’ sehingga tidak ada lagi anggaran tanpa arah seperti yang lalu pernah terjadi”.

 

Tanah Mama akan diputar di seluruh teater XXI di Jakarta, Bandung, dan Surabaya pada tanggal 8 Januari 2014.

Print article only

0 Comments:

« Home