Articles

Wimar Witoelar sosialisasikan INDC ke Negeri Gajah Putih


21 September 2015

Wimar Witoelar sosialisasikan INDC ke Negeri Gajah Putih

Oleh: Panji Kharisma Jaya

Wimar Witoelar beserta tim Perspektif Baru melanjutkan rangkaian sosialisasi INDC Indonesia, dan kali ini, Wimar menjadi pembicara di negeri gajah putih, Thailand.

Wimar Witoelar menjadi pembicara dalam sebuah sesi sharing bersama Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand (Permitha) yang diadakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa – mahasiswa yang menuntut ilmu di negeri Gajah Putih dalam segala jenjang.

Seperti yang kita semua tahu, perubahan iklim merupakan sesuatu yang tidak terelakkan, namun kita semua dapat melakukan usaha – usaha untuk mengatasi dampaknya, dan usaha – usaha tersebut disusun oleh Dewan Pengarah Perubahan iklim dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam dokumen Intended Nationally Determined Contribution (INDC).

Kontribusi Masyarakat Indonesia secara umum tentu diperlukan, mengingat permasalahan perubahan iklim merupakan masalah seluruh umat manusia. Terlebih lagi, Indonesia yang terletak di Ekuator paling rawan terkena dampak perubahan iklim.

Garis Pantai terpanjang ke-2 di Dunia juga merupakan karakteristik Indonesia, ditambah lagi dengan masyarakat yang banyak bermukim di daerah pesisir, tentu dampak perubahan iklim semakin terasa nyata dan jelas berbahaya. Petani dan Nelayan dibuat kebingungan dengan berubahnya aliran angin yang mempengaruhi pola tanam, panen, dan bahkan arus angin untuk mencari ikan di laut. Kondisi ini tentunya menimbulkan potensi rawan pangan.

Masyarakat yang tinggal di pesisir rawan terkena banjir karena naiknya permukaan air laut. Tentu diperlukan sebuah upaya adaptasi untuk mengatasi hal ini. “Masyarakat pesisir memang paling berisiko terkena banjir yang diakibatkan oleh naiknya permukaan air laut. Namun, memindahkan pemukiman mereka ke daerah pegunungan pun bukan solusi, karena akan sulit dari sisi Social Policy dan dirasa tidak rasional.” Kata Wimar.

Diperlukan upaya bersama-sama untuk mengatasi dampak perubahan iklim ini. Karena itu, partisipasi masyarakat secara umum tentu diperlukan. “INDC Indonesia yang telah di submit memuat poin – poin penting mengenai sektor-sektor yang menjadi fokus. Tinggal bagaimana pemerintah menerjemahkannya dalam bentuk program, dan kita sebagai masyarakat mendukung program tersebut dengan menjalankan peran sekecil apapun, meskipun itu hanya memberitahukan pada teman.” Kata Wimar.

Partisipasi dan kontribusi nyata pun dapat kita lakukan bersama-sama dengan LSM peduli lingkungan untuk turun langsung ke lapangan. Cara ini lah yang paling efektif, mengingat pemerintahan kita saat ini mendukung gerakan-gerakan LSM pro lingkungan sehingga kita mendapat akses ke pemerintah secara langsung. Dengan terintegrasinya program pemerintah dan kontribusi masyarakat, Indonesia akan siap menghadapi segala macam dampak dari perubahan iklim.

 

Print article only

1 Comments:

  1. From isi printer on 22 September 2015 13:34:59 WIB
    bagus artikelnya

« Home