Articles

PARIS COP 21 : SILVI KULTUR INTENSIF UNTUK PROSUKSI DAN KONSERVASI BERNILAI TINGGI


07 December 2015

Salah satu sesi pentong di Pavilion Indonesia Paris COP membahas tentang  tantangan, strategi dan pembelajaran untuk pengelolaan SDA dan pembangunan hijau di Provinsi Kaltim.  Pembahasa  mengarah pada  perlunya mendorong green growth melalui dukungan sumber finansial, insentif untuk pengurangan emisi dan perlindungan hutan, peningkatan kapasitas SDM.

Indonesia masih mempunyai masalah yang terkait dengan tata guna lahan, forest governance, tumpang tindih kebijakan antar sektor dan lemhanya koherensi antar strata  pemerintahan. Salah satu pendekatan yg terbaik adalah melalui pendekatan pengelolaan landacape, bentang alam yang paling sesuai fan bernilai konservasi tinggi.  SILIN   atau sistem silvi kultur intensif merupakan  salah satu konsep meningkatkan produktifitas hutan produksi sejalan dengan High Conservation Value (HCV).

Mengapa menjadi  konservasi  bernilai tinggi?  Karena  SILIN ditujukan untuk tanaman kayu berusia panjang hingga 70 tahun yang jelas-jelas akan lama tertahan emisi. SILIN juga sangat penting untuk  menyiapkan tanaman asli kayu-kayuan keras yang juga bernilai produksi  tinggi seperti Meranti atau Shorea  Leprosula  atau  yang lain sejenisnya.  Dengan demikian sistem SILIN sudah harus lebih intensif  lagi kita dorong.

Print article only

0 Comments:

« Home