Articles

Di COP 21, International Citizenship Indonesia Dinilai Positif

Perspektif Online
09 December 2015

 

Di COP 21, International Citizenship Indonesia Dinilai Positif

oleh: Mahisa Dwi Prastowo

photo:nasional.tempo.co.id

Selasa, 8 Desember 2015. Udara siang hari musim hujan yang sejuk meliputi langit Jakarta. Di Rumah Makan Tesate yang terletak di salah satu sudut lantai 4 Plaza Senayan, Wimar Witoelar atau yang akrab disapa WW berbincang santai berbagi pengalamannya mengikuti konvensi internasional perubahan iklim UNFCCC COP 21 kepada sejumlah wartawan dan anggota-anggota Yayasan Perspektif Baru.

“International citizenship kita (Indonesia) baik, kita dihargai,” demikian kesan WW. Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan berupa good international citizenship. Indonesia dikenal sangat aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan internasional, memiliki reputasi sebagai negara dengan kondisi internal yang stabil, dan memiliki berbagai akses dari berbagai hubungan bilateral dan multilateral yang dijalin Indonesia dengan negara-negara lain. Keunggulan ini membuat negara kita memiliki posisi berarti di dalam forum internasional COP 21.

Selama minggu pertama, WW mengikuti COP 21 di Paris secara aktif. Ia diberi kepercayaan menjadi moderator di salah satu sesi event praktek-praktek terbaik kehutanan dalam pemaparan Lima Paris Action Agenda (LPAA), menjadi moderator dalam kegiatan Pavilion Indonesia di Paris, dan moderator beberapa media briefing yang dilakukan tim Delegasi Republik Indonesia.

Dalam COP 21, Indonesia menunjukkan kesungguhannya dengan menyerahkan dokumen komitmen pengurangan emisi gas-gas rumah kaca yaitu Intended Nationally Determined Contribution (INDC) dan Presiden Indonesia Joko Widodo secara khusus hadir di Paris. WW melihat meskipun Presiden Joko Widodo bukanlah tokoh yang berusaha tampak fenomenal namun ia merupakan figur yang kokoh. Demikian pula kualitas INDC Indonesia yang tidak nampak menonjol namun juga tidak berkekurangan. Langkah-langkah Presiden dan INDC menempatkan Indonesia dalam jajaran negara-negara terhormat perjuangan melawan perubahan iklim.

“Indonesia tidak perlu dibela, mereka masyarakat internasional menghormati banyaknya capaian-capaian yang telah ditunjukkan,” ujar WW. Joko Widodo juga menerima apresiasi dari masyarakat internasional karena meskipun baru satu tahun menjabat, ia sudah bisa menjalin kerja sama yang baik dengan melibatkan para akademisi dan gerakan-gerakan masyarakat sipil.

COP yang Berbeda

WW juga menuturkan bagaimana COP 21 di Paris tahun ini merupakan COP yang berbeda dan istimewa dibanding COP-COP di tahun-tahun sebelumnya. COP di tahun ini tidaklah menentukan target secara sepihak yang kemudian dipaksakan anggota-anggota konvensinya untuk mengikuti. Sebaliknya, COP 21 memiliki elemen INDC yang disusun oleh masing-masing anggota sebagai komitmen untuk kemudian didiskusikan dan disatukan sebagai langkah global bersama.

“COP tahun ini lebih baik karena semua ingin ada hasil,” jelas WW. Dengan sistem yang lebih mendengarkan aspirasi masing-masing anggota, di COP tahun ini antusiasme lebih nampak. Dibanding COP-COP sebelumnya yang kerap menemui jalan buntu, COP 21 nampak lebih cemerlang sebagai pesta perayaan. 

 

 

Print article only

0 Comments:

« Home