Articles

Cerita Seru dari Makassar.. Gubrak!

syahidfam
16 December 2005

Oleh: Yassin Hidayat

Makassar...here we go !!! Akhirnya...tiba juga aku di kota ini. Kotanya seru, jalanannya lebar-lebar, warganya cukup ramah walau aksen ngomongnya cukup keras dan cepat. Aku kesini dalam rangka tugas juga untuk acara road show launching buku Perspektif Baru. Yap, setelah menuai sukses di dua kota, Jakarta dan Yogya, kali ini Makassar yang kena giliran. Orang-orangnya terkenal kritis, lugas, dan spontan. Pasti seru ngadain acara di kota ini.

Dugaanku tidak meleset. Sekitar jam 5 sore tanggal 10 Des 05, pengunjung mulai memadati area launching buku di Gramedia Mall Ratu Indah Makassar. Acara pertama, Wimar Witoelar selaku host acara ini menjelaskan sekilas sejarah dan perjalanan Perspektif Baru yang dilanjutkan dengan penjelasan website Perspektif baru dari Satya. Sedetik kemudian baru sesi tanya jawab. Tampaknya sesi inilah yang ditunggu-tunggu dari pengunjung. Beragam pertanyaan dari mulai yang sederhana hingga kritis 'berhamburan' keluar.  Dari mulai pengalaman Wimar menjadi jubir jaman Gusdur, soal politik dan demokrasi, masalah pengelolaan negara yang tidak beres-beres hingga tanggapan Wimar terhadap ICMI. Pokoknya seru deh, sampai-sampai tim Perspektif agak kewalahan untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan door prize coz semua pertanyaan yang masuk bagus-bagus. Tapi, memang Wimar yang pakar komunikasi, semua pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan diplomatis khas Wimar.

Acara berikut tak kalah serunya. Yaitu foto session with Wimar. Wah, jadi terharu juga nih. Ternyata,  Wimar masih menyisakan fans fanatiknya di masa lalu. Terbukti, dengan antusiasme pengunjung untuk berfoto bareng Wimar. ( Tapi gak tahu juga deh, apa karena mereka orang daerah yang rindu kehadiran orang 'pusat' yang bisa menyuarakan aspirasi mereka ? Entahlah ). Yang jelas, aku dan tim senang banget acara sore itu sukses. Sip deh.

Selesai acara, kami rehat sebentar untuk kemudian makan malam dengan Ibu Triyatni di Istana Karang Laut. Ini lagi sessi yang seru...kali ini makanannya itu lho gak nahan. Kalo gak ingat-ingat aku gak ada riwayat alergi, udah kuhabisin deh itu lobster...hehe. Tapi gak papa. Menu lain oke juga kok. Pokoknya puas banget malam itu. Ditambah dengan alunan merdu dari penyanyi 'biasa' yang luar biasa...wow, seru banget.

Maro dan YassinTibalah acara 'bebas'. Yap, kali ini betul-betul bebas. Aku dan tim Makassar, Susy,Maro, Astrid, mas Neil ( org gramedia ), mas Satya, mbak Sari, memutuskan untuk nonton The Chronicle of Narnia yang baru diputar di Jakarta. Maro sih yang minta abis dia penasaran banget gak kebagian tiket di PI...Ya udah, ikut aja daripada di hotel gitu lho...hehe.

Kirain emang bener-bener bagus. Coz pas ngelihat intronya, boleh juga nih. Adegan perang-perangan...wah, pasti seru kelanjutannya. Gak taunya...walah, walah, ini cuma film khayalan di negeri dongeng yang gak ketahuan ujung ceritanya. Gak nyambung gitu. So what gitu lho ? aku dah duduk manis di bioskop, ya ikutin aja ceritanya walau dengan mata yang sudah 5 watt. Hehe. Untung aja, animasi komputer dan efek gambarnya cukup oke, jadi ya lumayanlah untuk menghibur diri. :-)

BecakSelesai nonton sekitar jam 1 pagi dinihari. Anak-anak pada mutusin naek becak aja karena murah. Ya gak papalah sekali-sekali naek becak di kota orang. Lagian, jarang-jarang kan coz Jakarta becak udah gak ada. Aku dan Maro satu becak. Astrid dan Susy di becak satunya. Sementara mas Satya dan mbak sari sudah melaju juga dengan becaknya jauh mendahului kami berempat. Kami masih sempat tuh foto-fotoan di atas becak...ketawa-ketiwi, tengok kanan-kiri, menikmati perjalanan dan dinginnya malam kota Makassar. Wah, pokoknya seru deh. Hingga ketika sampai di kelokan jalan...swing-swing...brrreeer...brreeeerr. Bunyi apaan tuh ? loh, kok banyak orang berkerumun kayak ada konser gitu ? olala...ternyata disitu sedang berlangsung Balapan Liar. Tapi karena sudah terlanjur, becak kami sudah masuk kedalam track Balapan...jadilah sepanjang jalan di tepi pantai Losari kami disoraki oleh warga yang nonton Balapan liar itu. Becak kami terus melaju dengan cepat seolah tak mau kalah dengan para 'pembalap' liar itu yang kebanyakan ABG. Ditengah keriuhan suasana karena ada becak berpacu balap dengan motor di arena trek-trekan liar itu....tiba-tiba....

GUBBRAKKKK !!! Kurasakan ada benda keras menghantam kepala. Becakku tertabrak motor di arena balap !. Dalam keadaan setengah sadar, kucoba berlari ke pinggir. Gak peduli dengan kerumunan orang. Duh, sakit  sekali pergelangan tangan. Tapi kucoba bangkit dan melangkah. Kuraba kantong belakang. Oh, ternyata dompet dan HP masih aman tersimpan di celana. Lalu kulihat Susy lalu Astrid berlari-lari berusaha mencari tahu keberadaan kami berdua. Untunglah tak lama kemudian Maro ditemukan dalam keadaan selamat. Susy-Astrid langsung sibuk kasak-kusuk cari UGD dan angkot sementara kami berdua malah sibuk cari...SENDAL !!!. hehe. bukan apa-apa, setelah full tersadar, kami terpikir kok ada yang kurang ya ? oh, ternyata sandal kesayangan...beruntung, Maro akhirnya menemukan sendalnya, sementara aku mesti rela berjalan-jalan tertatih dengan satu sendal di sebelah kiri. Kadang lucu juga, ditengah suasana panik kayak gitu, sempet-sempetnya mikirin hal remeh kayak gitu....hihihi. Kami juga kan manusia...hehe.

Dalam keadaan panik, akhirnya kami berhasil juga menemukan UGD terdekat. Hmm...sebenarnya aku agak males ke UGD. Bukannya meremehkan dengan kondisi luka-luka di tangan dan kepala, tapi membayangkan pelayanan di UGD itu lho...belum lagi, pemandangan korban-korban kecelakaan di UGD...hiks. Cukup bikin bergidik. Alhamdulilah, sebenarnya luka di tangan gak parah-parah amat, hanya benturan di kepala yang mesti diperiksa lebih lanjut. begitu juga Maro, lukanya ditangan tidak terlalu parah, mungkin hanya perlu pemeriksaan lanjutan besok-besok. Kupikir, cukuplah dibaluri Betadine untuk pertolongan pertama. Hiks...benar saja. Pas sampai gerbang UGD, kamar penuh pasien. Pintu kamar UGD sedikit terbuka dan kusaksikan...ada 2 orang korban kecelakaan -- entah karena Balapan itu atau bukan -- sedang berjuang menahan sakit...salah satu kelingkingnya putus lalu sekujur tubuhnya berlumuran darah...betul-betul mengerikan. Alhasil, masuk ke kamar, aku hanya minta dibaluri Betadine di sekujur tangan setelah itu...cabut !!! Daripada kebayang-bayang korban yang lagi 'sekarat'...mendingan keluar duluan deh. Idem ditto dengan Maro, dia juga gak lama-lama di dalam kamar UGD. Hari gini lihat lumuran darah....wih, gak janji deh.

Kelar 'pemeriksaan' di UGD, kami berempat ke Apotik terdekat untuk membeli obat-obatan yang diperlukan. Setelah itu, balik ke hotel. Disana, aku dan Maro jadi 'pasien' dadakan Susy dan Astrid. Hmmm...gak nyangka juga ya, ternyata mereka berdua cukup telaten menangani luka...hehe. Usut punya usut, ternyata Susy pernah aktif di Palang Merah. hehe..pantes aja. Coba dari tadi kita balik ke hotel...pelayanan lebih memuaskan. :-)

Akhirnya...'petualangan' kami berakhir malam itu. Setelah bersih-bersih sebentar trus aku masih ngobrol ngalor ngidul dengan Maro. Apalagi kalo bukan membahas kejadian barusan. Pembicaraan fokus ke ' misteri sendal yang hilang'. hehe...kayak gak ikhlas gitu. Bukan apa-apa, soalnya itu kan sendal hotel dan menjadi satu-satunya sendal yang kupake selama di Makassar. Jadi penasaran banget...sampe kubilang ke Maro, " besok kita harus jelajahi lagi sepanjang pantai Losari untuk mencari sendal...!!! ". Maro bilang, " Siapa takut ??? " hehe. Dasar manusia, materi terus dipikirin. Eits, tapi kami sangat bersyukur lho selamat dari kejadian itu. It's really-really miracle. Kubilang, kejadian tadi benar-benar diluar dugaan dan memang ada kekuasaan diluar kemampuan manusia. Yap, benar sekali. Allah Maha Berkehendak, Maha Segalanya. Gampang saja bagi-Nya untuk mencabut nyawaku pas kejadian tadi...karena secara logika awam, benturan antara becak dan motor kami cukup keras. Kebayang kan, atap becak sampe remuk dan motor itu terpelanting beberapa meter...gak tau deh gimana nasib abang becak dan si 'pembalap liar' itu. Kutambahkan ke Maro, sudahlah kita petik hikmahnya saja. Ini peringatan supaya masing-masing kita lebih mendekat kepada-Nya.  Subhanallah. Akhirnya kami pun terlelap....

Keesokan paginya, aku terjaga. Duh, serasa remuk badan ini. Tapi, aku harus bangun karena sore ini kami semua harus pergi meninggalkan Makassar. Jadilah dengan kondisi seadanya, aku mandi, beres-beres, trus keluar kamar menghirup udara segar. Oh, indahnya pagi di Makassar...hingga kemudian pandanganku tertubruk ke sebuah benda dibawah kursi kamar...SENDAL !!!. Kucoba mendekat lalu kucocokkan dengan sebelah sandal yang kubawa semalam...lho, cocok ???. Ya Allah, keinginanku terkabul...sebelah sendal telah kembali. Tapi siapa ya orangnya yang 'menyembunyikan' sebelah sendal di bawah meja ? Susy ? gak mungkin, ngapain juga dia pagi-pagi buta ngubek-ngubek tepi pantai Losari hanya demi sebuah sendal. Atau tamu hotel yang ketinggalan sendal ? atau petugas hotel yang kelupaan bersihin kamar ? wallahu'alam deh...sementara masih jadi teka-teki di hari itu sampai akhirnya ternyata si Astrid yang punya 'ulah'. hehe...sebelumnya, dia dan Susy yang menempati kamar itu, terus ada sendal sebelah sengaja ditinggalkan dibawah kursi kamar....hiks, gak jadi cerita misteri deh. :-)

Hari Minggu yang cerah itu, lebih banyak waktu aku habiskan di hotel. Kebetulan ada jadwal wawancara PB dengan salah satu aktivis LSM disini dengan host Faisol Riza. Yap, awak tim tinggal kami berempat plus Mas Riza. Akhirnya, tepat jam 2 siang, kami check out dan langsung cari tempat makan buat lunch. Oya, pagi itu tim PB kedatangan tamu yang lama dinanti yaitu Sena, aktivis merangkap jurnalis juga. Orangnya lumayan asyik diajak ngobrol. Tak lama, kami dijemput Mas Neil untuk 'keliling' kota sebentar sambil cari oleh-oleh. Makan siang di Mie Titi...trus putar balik nganter Sena, kemudian baru cari toko yang pas deh buat beli oleh-oleh.

Tak lama ngubek-ngubek isi toko...akhirnya waktu pulalah yang memisahkan. Sekitar jam 3 sore, aku, Susy, Astrid, Maro plus Mas Riza dan Mas Neil harus meluncur ke Bandara lewat jalan tol yang cuma semenit...lancar banget. Ternyata pesawat sudah menunggu. Hanya satu doaku : "...Ya Allah selamatkanlah perjalanan pulang kami...". Makassar oh Makassar...aku pasti akan kembali. Jakarta...tunggu aku di kotamu. :-)

http://syahidfam.blogspirit.com/

Print article only

5 Comments:

  1. From prens on 19 December 2005 08:29:17 WIB
    yassin.. yassin...

    is it the first time for you went out late in the evening.....:D....?
  2. From wiwi on 12 January 2006 15:04:20 WIB
    woowww seru bangeeett...gw senang lo dengan cerita asyik dibaca n ga bosenin
  3. From joel on 09 September 2006 01:25:32 WIB
    ceritanya bagus banget.........g dikarang khan
  4. From uni on 26 December 2006 08:52:46 WIB
    biasa aja tuh, tapi lumayan lak!!!
  5. From lini on 14 January 2007 22:47:15 WIB
    Ok JuGa CeRiTanYa...Jd PeNgeN Lht...Aq PeNgeN LhT Buku2x Aja
    tErBitaN TerBaru

« Home