Articles

Pikiran kreatif menghadapi pandemi Flu Burung

Perspektif Online
25 December 2005
oleh: Wimar

Vaksin yang sekarang menjadi satu-satunya penangkal adalah Tamiflu atau Oseltamivir. Itu produk komersial dengan jumlah terbatas dan harga pasar. Indonesia hanya punya stok terbatas sedangkan AS yang belum terlanda Flu Burung sudah men-stok ratusan ribu Unit Tamiflu. http://www.earthtimes.org/articles/show/1817.html Sampai-sampai ada yang menuduh bahwa ancaman Flu Burung dikomersialkan.
 
Debat kiri kanan tidak banyak gunanya, bahkan memasukkan kerancuan dalam masalah yang harus dipandang dengan jernih. Lebih penting kita pikirkan dan bahas perkembangan terakhir di Vietnam, dimana dua penderita Flu Burung meninggal setelah menunjukkan penolakan terhadap vaksin anti-virus Tamiflu. http://www.earthtimes.org/articles/show/4772.html
 
Ini mirip software anti-virus komputer yang lama-lama kesusul oleh virus baru yang lebih canggih. Gawat...
 
Negara yang sedang membangun stok Tamiflu tidak bisa tenang dengan anggapan bahwa anti-virus ini akan tetap ampuh, apalagi Flu Burung itu berbahaya justru karena virusnya m ungkin bermutasi. Yang paling ditakuti adalah bahwa dia bermutasi menjadi jenis yang bisa menular dari orang ke orang, bukan dari burung ke orang seperti sekarang. Jurnal kedokteran terkemuka The New England Journal of Medicine menyatakan bahwa dari studi terhadap 13 penderita di Vietnam, dapat disimpulkan bahwa ketergantungan pada Tamiflu merupakan suatu kesalahan.
 
Lalu apa jalan keluarnya?
 
Untung ada yang berpikir "out of the box." menggunakan perspektif baru melihat bahwa cara menghindari bahaya pandemi itu bukan dengan cara medikal, tapi dengan kebijaksanaan sosial. Sebab, seperti diingatkan oleh Roby Muhamad, p[eneiliti di Columbia University, "...Epidemi bukanlah semata-mata masalah biologis saja, epidemik juga termasuk masalah sosial. Penyakit menyebar di jaringan sosial, karenanya perilaku sosial masyarakat berpengaruh besar pada pola penyebaran penyakit dan turut menentukan seberapa jauh penyakit tersebut menyebar.." http://sosiologi.blogspot.com/2005/12/mencegah-epidemik-flu.html
Klik deh blog Roby ini, bagus untuk menajamkan pengertian kita. Jika tingkat pandemi mengancam, maka perluasan penyakit itu paling cepat terjadi dengan berpindahnya orang dari satu tempat ke tempat lain. Flu Spanyol yang menghabiskan lebih dari 100 juta orang di zaman dulu, sangat gawat. Tapi bayangin kalau zaman itu orang bepergian lebih jauh lagi ke Asia, Afrika dan Amerika (kalau sudah ada orang disitu). Sekarang, tiap hari jutaan orang bepergian dari Vietnam ke Amerika, dari Amerika ke Brazil, dari Brazil ke Nigeria, dari Nigeria ke Croatia, dari Croatia ke Australia, stop!!
 
Dalam waktu satu jam, virus Bird Flu sudah tersebar ke seluruh dunia.
 
Makes sense kalau Flu Burung mencapai tingkat pandemi, pemerintah melarang orang bepergian sama sekali. Hnetikan semua airlines, perkapalan kereta api, bus. Itu namanya solusi melalui kebijaksanaan sosial.

Print article only

3 Comments:

  1. From Lila on 02 January 2006 11:19:32 WIB
    wah.. kebijakan sosial ini juga bisa dipake untuk memerangi epidemik Flu Korupsi. Out of the Box approach...

    Sambil nunggu proses hukum berjalan.. pelan2 mulai

    1. perketat tender2, perushaan yg pernah korupsi, pemiliknya adalah pejabat publik.. langsung coret dari daftar.

    2. seleksi ulang pejabat2 publik:
    - yg dicurigai korupsi -- pecat
    - anggota DPR yg nilai absennya kurang, ga ada kontribusinnya ke negara --- pecat! gila.. pegawai aja pake masa percobaan 3 bulan, kenapa anggota DPR ga pake??
    - yg selama masa jabatan dapet proyek2 basah/ mega proyek --- copot donk aahhh !

    3. stop keluar negeri !
    pengusaha2 yg belum bayar utang, pejabat2 yg ga jelas
    keluar negeri mau ngapain.
  2. From erfand on 18 February 2007 11:21:37 WIB
    bung, tamiflu itu bukan vaksin, tapi obat anti virus. trima kasih....
  3. From Johni Na.70 on 28 March 2008 10:14:20 WIB
    Kalau Pandeminya terjadi di Indoensia, dan pemerintah melarang orang pergi menghindar atau menyelamatkan diri ke LN, itu berarti bunuh diri ramai-ramai dong, mirip yahudi yang dibunuh massal di ruang gas beracun.

« Home