Articles

Dewi Lestari luncurkan 'Filosofi Kopi'

Perspektif Online
15 March 2006
'Ruang cerpen yang sempit dijadikannya wahana yang intens namun tidak sesak untuk mengungkapkan apa yang tak selalu mampu dikatakan. Lewat refleksi dan monolog interior yang digarap dengan cakap dan jernih, pembaca diajaknya menjelajahi halaman-halaman kecil dalam cerpen yang kini dijadikannya semesta kehidupan.' [Manneke Budiman]
 
 
artpo4.jpg
 
 
'Cerpen-cerpen Dee itui persis racikan kopi dari tangan seorang ahli peramu kopi; harum, menyegarkan, dan nikmat. Pahit, tapi sekaligus mengandung manis.' [FX Rudy Gunawan]
 
 
artpo2.jpg
 
 
'Tidak ruwet, bahkan terang benderang, tak berarti tanpa isi yang menjentik kita untuk berpikir. Ada sebuah kata bahasa Inggris, wit, yang mungkin bisa diterjemahkan dengan ungkapan "cerkas". Kumpulan prosa ini menghidupan yang cerkas dalam sastra Indonesia.' [Goenawan Mohamad]
 
klik disini untuk melihat foto malam peluncuran dan lihat blog Fira Basuki, Ninit YunitaRizka dan Wulan yang juga cerita tentang malam yang riang itu.
 
Wawancara Dewi LestariUpdate 8 Mei: jangan ketinggalan baca wawancara Dewi Lestari yang terbaru di Perspektif Baru dan tinggalkan komentar anda.

Print article only

44 Comments:

  1. From lan on 16 March 2006 10:06:28 WIB
    senang bisa berada diacara launching buku dee. Tapi sayang, bukunya gak dibagikan ya...:D hehe mau yang gratisan bok.
  2. From yakoel on 16 March 2006 11:12:03 WIB
    kira-kira seminggu lalu saya mampir di Gramedia.Dari banyak tumpukan buku baru,satu buku sangat menarik perhatian saya.Mungkin karena nama pengarangnya (siapa yang nggak kenal Dee),Meskipun saya bukan penggemar berat Dee(Cuma 1 judul buku Dee yang saya baca "Supernova",itu pun perlu 3 kali re-read baru ngeh :),Tapi untuk Filosofi Kopi saya akui ini buku yang enak dan gampang,kata-kata dan maksudnya yang sederhana dari cerita-ceritanya benar-benar membuat saya ternikmati,seakan meneguk segelas kopi...
  3. From istribaweldotcom on 16 March 2006 14:45:07 WIB
    buku terbaru dee memang bagus, enak dibaca saat minum kopi :) btw we met last night, oom wimar. salam kenal dari saya :)
  4. From wimar on 16 March 2006 15:13:26 WIB
    selamat kenalan, istribawel. blognya sudah di link, dan tulisannya sudah dikutip dalam posting setelah ini.
  5. From Erikar on 16 March 2006 15:33:12 WIB
    Salam kenal Wimar,

    I'm a big fan of you, kemarin di acaranya Dee, kita keluar bareng ke parkiran, istri saya Nina Tamam sempat ngobrol dengan Melda. Sayang saya gak sempat berbicara dengan bapak. Semoga sehat selalu,

    Regards
  6. From wimar on 17 March 2006 09:38:04 WIB
    Thank you Erikar, I'm a big fan of Nina also. Sering lihat her shows di tahun awal 2000an, please say hello to her. Melda juga cerita ketemu the nice couple on the way out to the car. Thanks ya
  7. From Melda on 17 March 2006 10:37:17 WIB
    seneng banget bisa dateng ke launching buku dee, banyak kejutan terutama group "ada dan tiada" yang bikin launching filosopi kopi ga terlupakan. sukses terus buat dee. dan salam kenal dari melda untuk Nina Tamam serta suami. thx ya :)
  8. From gre on 23 March 2006 12:18:36 WIB
    :) salam kenal buat om wilmar. terakhir saya lihat om di republik bbm. jejeran sama anaknya.
  9. From sa on 24 March 2006 23:03:04 WIB
    salam kenal, om wimar.
    kira-kira ada ga ya yg mau membuka 'toko buku' di luar negri hehe.. di eropa. di belanda deh sekalian. :D
    kadang mesti nunggu pulkam hanya utk sebuah buku.
    duhh.. maaf. ga nyambung banget dg postingnya.

    ijin link ya, om. :)

    salam
    sketsahati.com
  10. From wimar on 24 March 2006 23:24:47 WIB
    terima kasih gre, tapi ini juga kesempatan untuk membuat klarifikasi umum ... yang di republik bbm itu bukan anak saya .. saya tidak pernah lihat sebelumnya .. orang baik kelihatannya .. tapi dipasang oleh pembuat acara karena rambutnya mirip .. hehe
    anak saya malah nggak ada yang kribo dan nggak yg banyak omong, beda hehe ...
  11. From widyawan on 27 March 2006 00:14:32 WIB
    Apapun yang dibuat dewi lestari saya suka. maklum, udah teruji banget, membaca tulisannya jadi cerah. melihat realita yang diolah dewi menjadi sebuah bacaan yang enak dinikmati, dengan visi dan pencerahan baru perspektif khas-dee. aku suka. sayang belum sempat bisa mendapatkan bukunga. ada yang mau ngirim, neh. see me at: http://lulukpr.blogspot.com
  12. From redi on 28 March 2006 21:48:01 WIB
    Saya sebenarnya lagi bosen muji dan mengkritik. Tapi, so what gitu lho, saya terus-terusan kesengsem kecerdasan dee dan gaya lugasnya wimar. Spirit indonesia seperti lahir kembali. Jadi, jika indonesia bisa produksi sejuta wimar dan sejuta dee,bisa jadi kita aman, sejahtera, bebas dan kritis tapi juga moralis. Entahlah! mungkin terlalu berlebihan, tapi apalagi yang bisa dicritakan pada tanah air yang renta--dan rombeng oleh korupsi.
    salam
    redi
  13. From padmasari putri on 29 March 2006 22:22:36 WIB
    Saya seneng banget sama semua buku dee,saya koleksi smua bukunya...KEREN!!!two thumbs up for dee...
  14. From AHMAD SHOBARUDIN on 04 April 2006 09:40:14 WIB
    mbak dewi lestari yang cantik.
    sebenarnya aku salah satu pecinta buku karya-karya anak bangsa,salah satunya milih mbak dewi.
    menurut saya itu buku yang lumayan bagus.
    aku cukup tertarik dengan isi bukumya, menarik untuk disimak dan dibaca.
    untuk lebih lanjutnya semoga sukses dengan segala usahanya, dan semoga dapat mengeluarkan bukubaru yang lebih baik lagi.
    amin.
  15. From kristia on 06 April 2006 20:01:03 WIB
    whoa!!! cerita2 di 'filosofi kopi' itu keren2. terutama 'selagi kau lelap'. iiiih sampe aku sebar2in ketemen2 looooh. skalian aku kutip buat gebetan. hehehe abisnya romantisss banget!
  16. From another dewi \'dee\' on 07 April 2006 12:02:32 WIB
    aku cuma bisa diam, dengan sejuta perasaan yang tak terungkap dan tak pernah bisa terungkap aku hanya bisa bilang seperti apa yang orang2 bilang..."yeah...she's great".
  17. From abdul rojak on 13 April 2006 08:26:40 WIB
    gw bener-bener terinspirasi ama dee. waktu ada diskusi dee di radio gw lupa radio apa. dee bilang menulis itu adalah keahlian yang harus diasah bukan bakat, dee mencontohkan ade rai badan nya bisa oke dan berotot bukan karena bakat tapi latihan beban terus menerus, setiap hari terus ditambah. menulis juga seperti itu. go! dee. gw sekarang coba nulis lagi yang setelah kuliah gw tinggalin.
  18. From eko wibowo on 20 April 2006 11:59:37 WIB
    wah ini buku yang sangat gw butuhkan untuk sekarang ini, tapi berapa buku exseplar buku yang kak dee buat, sekarang masih ada nga
  19. From Niken Astari on 27 April 2006 11:55:51 WIB
    saya membutuhkan sastra yang bermutu...ada nggak pengarang Indonesia yang menulis sastra sekelas Gabriel Garcia Marquez seperti One Hundred Years of Solitude..semacem magical realism. Sejauh ini kita hanya disuguhi tulisan-tulisan ringan tak mencerahkan dan orang anggap itu sastra...saya butuh buku sastra yang mencerahkan....dan mampu mengungkap kehidupan secara utuh bukan buku yang ditulis karena pengarangnya populer macem Dee itu...saya rindu Pram, saya rindu Omar Khayam, saya rindu mahbub djunaidi dan saya rindu tulisan bung Wimar yang jenaka dan mencerahkan cerdas tapi bermutu,...sorry to say "buku Dee benar-benar tak ada mutu sastranya"
  20. From Eva on 27 April 2006 19:33:57 WIB
    Saya senang tulisan Dee terutama karena ada jiwa yang mencari pencerahan didalam tiap tulisannya. Misalnya saja Supernova: mencari, dan sepertinya sudah sampai ke level yang tinggi walau belum sampai ke akhir..

    Dee, pls jangan berhenti mencari karena setiap pencari yang jujur dan menerima kebenaran dan bukannya pembenaran, akan mendapatkan pencerahan yang dicari, Insya ALLAH.

    I wish one day you finally can be a real al chemist who find the true meaning of GOD creation..yang ngga semua orang, mungkin termasuk saya, bisa capai.

    Mau tanya aja, Dee (saya tahu kamu open minded) sudah pernah membaca tulisan Ibnu Araby (Shajaratul Kaun)atau tulisan-tulisan AL Ghazali atau Abdul Qadir Jailani? Menurut saya mereka salah satu eh tiga dari the real Al Chemist yang ketemu pencerahan sejati..mungkin mau baca juga? Nambah referensi aja ^_^
  21. From Andreas Gide on 28 April 2006 09:22:10 WIB
    Wah benar sekali bu Niken mutu buku-buku Dee hanyalah khayalan kelas medioker, bahkan bisa dikatakan ndak perlu berpikir dalam-dalam untuk mencerna, dia hanyalah bagian dari budaya pop yang dangkal. Tapi mungkin ini baru tahapan intelektualitas dan penangkapan spiritual Dee baru sampai disitu saya juga berharap Dee dapat meningkatkan lagi kemampuan sastranya. Mungkin siapa tahu Dee juga akan memahami bahwa sastra yang baik bukan sekedar berhasil memenangkan industri tapi mencerahkan. Oh ya buat Pak Fuad Hassan kapan nih nulis buku lagi ttg Eksistensialisme, dulu tahun 80-an saya tercerahkan dengan buku kecil karangan Fuad Hassan tentang Eksistensialisme, buku kecil warna merah itu telah membesarkanku dalam gairah intelektual disanalah aku mengenal soren aabye kierkegaard atau Nietszche...Terima Kasih Pak Fuad...Please jangan ngerokok lagi yah Pak Fuad kita semua sayang Pak Fuad...

  22. From mutualisma on 01 May 2006 09:23:58 WIB
    Dee adalah contoh dari kegagalan sastra Indonesia untuk menunjukkan kebangkitannya. Dulu di jaman Horison atau saat polemik besar sastra 60-an, model tulisan seperti Dee layaknya "sampah" yang akan ditertawakan oleh dunia sastra Indonesia, atau dengan kata lain "tulisan picisan" tapi karena di jaman Orde Baru orang didegradir intelektualitasnya - maklum Presidennya pun anti intelektual- maka jadilah kemalasan orang Indonesia menulis, jadinya karya sekelas Dee-pun dianggap hebat. Payah.

    Mutualisma Kiri-Kanan
  23. From eva on 01 May 2006 20:05:33 WIB
    Saya setuju bahwa karya Dee mungkin ngga bisa dibilang Sastra kelas tinggi....
    Tapi menurut saya tetap saja menarik, bukan karena isi ceritanya yang "picisan", tapi karena didalam cerita yang sederhana dan - well, OK, agree - "picisan" itu, dia adalah Dee, seorang pencari yang kayaknya sih (mudah-mudahan) ngga pernah berhenti mencari pencerahan sejati. Walau belum sampai, dia mencari dan menuangkan cerita pencariannya kedalam tulisan..Saya rasa ngga semua orang bisa..
    Terlebih lagi, sebagian besar - saya setuju dengan Mutualisma - karena orde baru yang mendegradasi intelektual orang Indonesia sehingga mereka malas menulis dan berpikir dalam. Semua mau serba instan dan hidup juga hanyadi permukaan saja.

    Mungkin tulisan Dee yang ngga terlalu "nyastra" malah bisa diterima lebih banyak kalangan termasuk anak muda yang biasa baca chicklit ato komik jepang, jadi tertarik dan terpacu untuk juga mulai berpikir tentang eksistensi dirinya..

    Mungkin begitu?
  24. From rahmaliah on 02 May 2006 20:45:03 WIB
    waktu denger dee keluarin novel supernova saya pikir "ah aji mumpung aja", waktu saya denger bukunya laris saya pikir "ah karena penulisnya memang penyanyi terkenal yg udah punya banyak penggemar". Ketika saya "iseng" membeli supernova akar, saya langsung jatuh cinta, tapi sayang, saya kehabisan episode yang lain (cuma punya "akar"). Dimana saya membeli episode lain? untuk buku Filosopi kopi ini pokoknya saya tidak mau kehabisan lagi, nabung buat beli buku dee!!! (semangat)
  25. From aqhu on 02 May 2006 23:27:03 WIB
    gue dah sempat baca seh di gramed, tapi lom beli he..he..he.. btw cerpen-cerpennya seru bo...!!!
  26. From Vilia on 10 May 2006 13:40:00 WIB
    Membaca Filosofi Kopi sempat membuat saya sedikit terkejut. Ternyata Dee bisa membuat tulisan yang pendek namun tidak mengubah gaya penulisannya juga ya. Menarik. Karena biasanya, setahu saya penulis - penulis yang terbiasa menulis novel atau cerita - cerita panjang, akan terasa berbeda dan berubah saat harus menulis cerita pendek.

    Saya termasuk mereka yang menyukai buku Dee, dan alasannya mungkin mirip dengan yang lain, yaitu bahwa ada kejujuran yang sederhana dalam setiap tulisan dee, dan itu membuat saya bisa menelaah kembali perjalanan diri sendiri dari setiap sisi yang ada.

    Mungkin tulisan dee memang tidak 'seberat' atau 'sesastra' Pram, Oemar, dan lainnya, tapi menurut saya sebuah tulisan memang tidak selalu harus 'berat' dan 'sastra'. Karena apabila pandangan seperti itu sudah terbentuk, maka yang tersisa hanyalah egoisme dan kesombongan 'orang - orang atau kelompok sastra'.

    Lagipula, bukankah tulisan yg mampu diterima dan dicerna banyak orang tidak lebih buruk daripada tulisan yang bagus tapi hanya bisa dicerna dan dimengerti oleh segelintir orang? :)
  27. From Gunawan Muhammad on 16 May 2006 10:12:41 WIB
    Pada hakikatnya orang Indonesia gemar berpikir dalam-dalam.
  28. From imuy on 18 May 2006 13:39:16 WIB
    stuju banged ama villa!!
    VIVA DEE!
  29. From armenia sardhy on 25 May 2006 12:36:16 WIB
    pendapat orang emang beda2 sih, lain kepala lain juga pemikirannya.
    setidaknya kehadiran dee dengan karya2nya bisa meramaikan dunia perbukuan di Indonesia.
    Memang jujur aja pelevelan dee denga karya2 sekaliber pak Pram belum bisa ditandingi.
    dan menurut saya memang orang Indonesia khususnya SAYA masih beranggapan bahwa karya SASTRA itu harus karya2 yang notabenenya SULIT dicerna.
    BTW,Sukses untuk Dee.

  30. From Princessita on 22 June 2006 13:07:24 WIB
    Aku lagi menyusun skripsi tentang Dewi dan karyanya.
    Dapatkah aku mendapatkan informasi tentang itu?
    Info apa aja deh, sinopsis, karakteristik, point of view, up to you...
    Siapapun yang membantu akan saya anggap sodara! ;)
    Saya mohon, bantulah daku, sodara-sodara!
  31. From Tom on 28 August 2006 08:17:06 WIB
    Jadi Penasaran pengen baca Filosofi kopi nya Dewi Lestari.
    Tapi sampe skrng saya kesulitan nyari bukunya. Cuz stok nya pada abis smua. Kira-kira ada ada yang tau situs yang menjual buku tersebut gak ya...? Bagus lagi yang ada tanda tangannya sekalian...pLiz....Help Me... ;-)
  32. From wimar on 30 August 2006 01:41:23 WIB
    kemarin saya lihat dipromosikan lagi di gramedia pondok indah mall. di tempat lain juga mungkin ada. kalau tandatangan, harus minta dewi lestari hehe...
  33. From Yogi on 17 September 2006 20:32:58 WIB
    Saya sangat kagum sama Dee. Mulai dari lagu - lagu yang diciptakan dee buat Marcel. Saya juga suka dengerin lagu simply dari Dee. Buat saya lagu yang diciptakan Dee begitu berkesan. Saya jadi penasaran baca buku filosofi Kopi setelah dengerin lagu - lagu ciptaan dee. Saya juga pengen baca buku supernova, walaupun udah telat sih.
    Good Luck Dee
  34. From aYu on 01 October 2006 12:23:39 WIB
    Salam KeNAL om wImaR,,ya walaupun om ga kenal saya but i do like u'r thoughts yg kdang "luarbiasa",,keep on thinking om !!
    Saya juga sangat "luarbiasa" jatuh cinta dgn karya-karya yg Dee buat,,4 thumbs 4 her,,Curiously waiting 4 her 4th Supernova,,
    I've just finished reading Filosofi Kopi td pagi abis sahur,,telat bgt ya?? ya maklum lah di Banda Aceh agak susah nyari buku itu,cuma da satu tempat yg nyediain,,itu jg harus pesan dulu,,
    Saya sempat tersenyum lebar saat membaca "Kunci Hati",sempat tertipu saat membaca "Lara Lana",sempat bingung dengan "Sepotong Kue Kuning" dan sempat tertawa saat membaca "Filosofi Kopi" (biasanya masa berlaku cek sampai kapan ya??) dan akhirnya saya juga sempat berkhayal aneh saat membaca "Rico de Coro",,what a great book,,
  35. From susan irawati/moreta on 04 October 2006 22:04:25 WIB
    saya penulis om wimar, dee adalah idola yang telah meraksuki pikiran dan perasaan, bukan karena duitnya yang sudah melimpah, bukan karena dia punya suami guanteng, bukan karena babynya lucu, cuma saya jadi terkontaminasi untuk jadi penulis beneran, buku saya dibidang pendidikan sudah kelar dua buku judulnya manajemen keuangan dan akuntansi dasar i & II, salut buat dee si jangkrik yang tak pernah lagi berbunyi tapi bertingkah. dee salam kenal dari aku moreta... aku salut pada kamu. kamu itu seperti air danau dee diam tapi punya banyak arti.

    buat wimar... nuhun pisan aku dari bandung.
    bagaimana bisa novel aku kaya dee ya, sekarang masih terbungkus di balik lembaran diary, gak pernah mau kelar, ampun deh
  36. From Niluh putu martina on 08 October 2006 13:47:01 WIB
    Baru tau nih buku dee yang baru, dan saya harus nunggu pulang kampung lagi untuk mendapatkannya.
    tinggal 2 tahun di luar pulau jawa membuat saya (sekali lagi) mengutuk 'ketidamerataan' pembangunan di Indonesia. bahkan sebuat toko buku yang representatifpun susah dicari disini.
    Pernah saya ke gramed di banjarmasin, menanyakan sebuah karya populer 'kambing jantan' kepada seorang pramuniaga yang cukup senior, alhasil saya ditinggal begitu saja setelah dgn cukup puas dia menjawab 'ini toko buku mbak!'
    I was like HAH???
    biarlah.., mungkin dia benar-benar tidak tahu.
  37. From miki on 20 December 2006 10:54:11 WIB
    I'm really interested with filosofi kopi, of course the name of the writer which made me gave all my attention on it and made me wanted to buy this book. a really fascinating book!!! aku sampe kliling book stores en sering kali keabisan, padahal itu uda jadi prioritas utamaku setelah aku tau Dee baru ngelaunch buku baru. tertarik pertama kali sama kecerdasan en keunikan yang dibawanya lewat Supernova. tapi sayang, aku cuma punya yang Petir. suka bukunya telat sih, jadi waktu nyari, uda ga ada di peredaran lagi deh. terpaksa pinjem2 kakak sepupu, buat baca edisi Supernova sebelumnya Hikz2..nyesel.. i'll always waitin' 4 d next book loh mba' Dee..
  38. From GITA S on 03 March 2007 09:46:02 WIB
    Duuuhhhh suka banget sama gaya penulisan "DEE", cerdas dan sangat bermakna, menginspirasi gw untuk lebih mengembangkan imaji gw dalam menulis, baru sadar kalu ternyata saat menulis dibutuhkan equilibrium antara rasio dan perasaan...
    Thank's udah jadi inspirasi hidup gw!
    Oya, "FILOSOFI KOPI" So damn cool!
    Tuhan memberkati........
    "GS"
  39. From Gita S on 03 March 2007 09:56:26 WIB
    Dee, , ,
    Thank's alot untuk karya-karyanya yang cerdas dan nikmat untuk dibaca. Gw suka gaya bahasa yang menurut gw smart dan inspirated. Setelah membaca karya Dee, gw tersadar kalau dalam menulis dibutuhkan equilibrium antara rasio dan perasaan. Gw makin semangat menulis, mudah-mudahan karya gw bisa sebaik Dee...
    good luck untuk "FILOSOFI KOPI" Gw jadi tambah suka minum kopi, hehehe. . .
    OK, ditunggu karya-karya smart berikutnya.
    God Bles You. " G.S "
  40. From astrid on 14 May 2007 12:28:17 WIB
    kapan ya bisa ketemu dee lagi, terakhir ketemu nya di gramedia ambarukmo plaza YOGYA. pengen ketemu lagi dan bahas semua buku-2nya. bagus bangettttt.
    THX ya
  41. From keanne on 26 May 2007 16:38:07 WIB
    karangan dee tuch asyik,,,,
    awalnya aku suka bintang,kebetulan di perpustakaan sekolah ada buku yang judulnya Ksatria,Puteri dan Bintang Jatuh,ya aku embat ja tanpa sepengetahuan penjaga perpus(aduh maaf g bilang2,coz pasti ribet),setelah aku baca aku ngerasa baru nemuin buku yang sama kerennya kayak buku yang di tulis Nunung Prajarto...Seudah selesai baca aku ngembaliin buku k tempat asalnya tanpa sepengetahuan pula,,,pokoknya baca buku itu kayak dapet angin segar buat aku untuk bikin tulisan lagi,,,,
    and you know,setelah seminggu,kata penjaga perpus dah ilang lg alias da yang ngutil (bukan aku lho,,,?
    btw,aku tw lho yang ngambilnya pak,dia juga penggemar buku Dee Lestari.....tapi aku janji gak akan bilang2.hehehehe....
    (curhat y....)
  42. From kartika on 03 June 2007 16:20:40 WIB
    bwat mbak dee...
    saya tertarik bgt nih mo mengupas habiss!!!
    SUPERNOVA-nya kueren...jd pengen ngundang mbak dewi lestari jd pembicara di kampus ku...STIE Nusantara...
  43. From rini on 18 August 2007 12:03:51 WIB
    Dee...
    telat banget emang untuk ngasi comment tentang filosofi kopi.
    Dee,, buku ini keren......banget.Filosofi kopi,menambah pengetahuan dan cara ku untuk menilmati kopi yang sering menemaniku begadang mengerjakantugas2 kampus.mencari herman...itu kucu banget. aku sering membacakannya bilaberkumpuldengan teman2ku dan mereka setujub kalocerita itu emang kucu banget. suratyang takpernah sampai???ceritanya aku banget....thanks ya Dee. Terus berkarya yach,,,Chayo
  44. From Arvita Kusumardani on 06 October 2011 10:41:07 WIB
    hai,..saya sedang meneliti mengenai makna di balik cerpen 'Mencari Herman' dari kumpulan Filosofi Kopi...
    adakah yang mau share ke sini atau email saya, mengenai kenapa memilih nama Herman??adakah latar belakangnya??

    terimakasih

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home