Articles

Menolak Pornografi, Menolak UU APP

Perspektif Online
14 April 2006

Halo! Datang dari Google? Sekedar info: ini adalah artikel lama (14 April 2006). Mohon lihat artikel terbaru (31 Oktober 2008): Hubungan UU Pornografi dan Pemilu 2009 dan ikuti debat yang sedang berlangsung.

---

Perjuangan melawan UU APP diangkat oleh Srikandi Demokrasi. Pemrakarsa adalah Sukmadewi SH, Elen Moniung SH, Dwi Ria Latifa SH, Merry Girsang SH, Herdiana SH, Dea Sum Hastury, Nuraini Sip, Tumbu Saraswati SH, Dr Ciptaning, Rara SH, Edi Mihati SH, Ir Ismayatun, Dra Supami, Elva Hartati SH, Septi SE.Mm, Dra Hanna, Dewi Permadi,Lady, Dra Emi, Pier Se, Rukiah, Tunggal, Sere, Yuli, Ade, Ety, Rena, Putri Alexandra, Maya . Srikandi Demokrasi Indonesia menyatakan diri sebagai perempuan yang peduli terhadap demokrasi, hak azasi manusia, anti korupsi dan pluralisme

 
 
APPsticker.jpg
 
untuk memperoleh stiker ini dan brosur, hubungi Menik (081318517580), Ellen (081381365370),  Nia (08159437498) di sekretariat Aliansi Bhinneka Tunggal Ika
 
Srikandi Demokrasi Indonesia menyatakan bahwa teologi pluralisme berada di persimpangan jalan. Berikut kutipan:
 
po.jpg
 
Visi dari perkembangan Islam di Indonesia sekarang ini kurang menggembirakan, seharusnya kita sudah ada ditahap yang lebih baik. Hubungan antaragama seharusnya memiliki sikap toleran, baik sesama umat Islam maupun kepada umat beragama lain. Sudah lebih dari 30 tahunan, kita membangun masyarakat yang lebih toleran dan terbuka. Ternyata, setelah perkembangan reformasi, arah radikalisme dalam agama semakin menguat, sejalan dengan keterbukaan dan kebebasan.
 
Pandangan ini mengacu juga pada statement Budhy Munawar Rachman, Direktur Center for Spirituality and Leadership dan dosen Universitas Paramadina Jakarta. Katanya pemerintah itu sangat menentukan, dan harus lebih tegas lagi terhadap tindakan-tindakan kriminal yang dibungkus dengan baju keagamaan. Yang seolah-olah, hal itu menjadi tindakan suci.
 
Padahal, menurut Budhy Munawar Rachman,  hal itu jelas-jelas melanggar kaidah-kaidah keagamaan, seperti mengenai ukhuwah islamiyah, ukhuwah insaniyah, dan seterusnya.
 
Dalam blognya, Martin Manurung menulis berita tentang lebih dari 3000 orang    yang dihimpun oleh Aliansi Mawar Putih dan memasang iklan satu halaman menolak RUU APP. Iklan telah tertbit di tiga koran nasional yaitu Jawa Pos, Koran Tempo dan 'the Jakarta Post'.
 
Teks iklannya adalah sebagai berikut:
 
KAMI MENOLAK RUU APP
 
Indonesia adalah taman bunga peradaban. Di dalamnya mekar beragam tradisi.
Indonesia adalah pelangi kebudayaan. Di dalamnya berpendar beragam adat.
Indonesia adalah lahan subur kesenian. Di dalamnya tumbuh beragam kreasi.
Indonesia adalah ruang semua agama. Di dalamnya bergema beragam doa.
 
Kini, keragaman itu sedang terancam oleh RUU APP.
Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi melarang kita menikmati kekayan budaya kita.
 
Kita dilarang berpakaian menurut adat kita.
Kita dilarang mengungkapkan kasih sayang pada orang yang kita cintai.
Kita dilarang mengekspresikan keindahan tubuh dan tari-tarian kita.
Kita dilarang mengungkapkan kekayaan seni dan sastra kita.
Kita dilarang untuk menjadi diri kita sendiri.
 
RUU APP bukan melarang pornografi,
melainkan membenci tubuh manusia, mendiskriminasi kaum perempuan.
RUU APP terlalu jauh memasuki wilayah pribadi manusia,
yaitu tempat setiap orang memelihara keunikannya.
 
Setiap orang memiliki ukuran moral yang berbeda.
Setiap orang memiliki persepsi sensualitas yang berbeda.
Setiap orang memiliki daya imajinasi yang berbeda.
 
Tentu, kita ingin lindungi anak-anak kita.
Karena itu pornografi sudah diatur dalam undang-undang tentang perlindungan anak.
Tentu, kita ingin media massa tumbuh sebagai alat komunikasi yang santun dan cerdas.
Karena itu masalah pornografi sudah diatur dalam undang-undang tentang penyiaran.
Bahkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sudah jelas mengatur masalah pelanggaran kesusilaan.
 
Jadi, Cukup! Jangan merusak keragaman Indonesia dengan RUU APP yang keliru itu.
 
Indonesia adalah keragaman untuk semua.
Indonesia adalah kebebasan untu semua.
Indonesia adalah kesetaraan untuk semua.
Indonesia adalah kedamaian untuk semua


Print article only

207 Comments:

  1. From yh on 15 April 2006 08:06:06 WIB
    toleransi lagi.. toleransi lagi.. daripada sekedar menenggang kenapa tidak menghargai?
  2. From Topo Broto on 15 April 2006 08:48:15 WIB
    Negara tidak boleh ngatur masyarakatnya? Kenapa tidak. Apa gunanya ada pemerintah kalau mau ngatur aja tidak boleh. Di Eropa perempuan2 pakai jilbab di sekolah saja dilarang oleh pemerintahnya,karena tidak sesuai dengan budaya Eropa.Di Belanda,yang super liberal dan membolehkan ganja, euthanasia dan perkawinan homo, DPR nya melarang pakaian burqa.Masak disini perempuan mejeng telanjang mau dibiarin begitu aja.Yah, mungkin kita masih "kemaruk" sama demokrasi sehingga tidak bisa membedakannya dari anarki.Demokrasi ya demokrasi, ning ojo ngono.
  3. From joel on 15 April 2006 10:20:20 WIB
    domain negara adalah aturan formal spt pengelolaan keuangan, pemilihan parlemen dan eksekutif, sistem pemerintahan dsb dsb. tapi wilayah moral adalah hak pribadi masing2. Saya setuju jika negara tidak berhak mengatur kepercayaan dan moral warga negaranya. yang perlu diatur lebih keras lagi oleh negara adalah hukuman seberat2nya buat aparat hukum yg melakukan penyalahgunaan wewenang dan juga black list buat calon eksekutif dan wakil rakyat yang terlibat KKN termasuk pembobolan dana bank. jika hukum ditegakkan dan aparatnya bersih, niscaya moral akan juga baik tanpa perlu aturan formal spt UU APP
  4. From AL on 16 April 2006 00:46:45 WIB
    Di Eropa, memang ada larangan untuk mengenakan jilbab di sekolah2. Namun hal itu lebih dikarenakan oleh pemerintah tidak ingin ada atribut agama apapun dikenakan di sekolah2 tersebut, termasuk juga penggunaan atribut salib bagi siswa2 Kristiani. Mereka ingin masyarakatnya berpikiran terbuka terhadap agama2 yang ada & agar di sekolah2 tidak ada sikap pilih kasih akibat penggunaan atribut2 tersebut.

    Jika memang pemerintah Indonesia ingin mengatur masyarakatnya, apakah harus cara berpakaian & moral seksualitas yang diatur? Untuk saat ini masih ada PR lainnya yang lebih penting untuk dikerjakan & dibereskan oleh pemerintah tanah air tercinta.
  5. From gagahput3ra on 16 April 2006 02:07:22 WIB
    Menurut saya lebih baik negara jangan ikut campur soal moral, karena moral itu ada dalam hati dan otak masing-masing individual. Karena itu, tentunya pengertian moral akan berbeda pada masing-masing orang.
  6. From Chandra on 16 April 2006 09:25:26 WIB
    Kita memang lebih hebat dari Amrik dalam soal "kebebasan". Baca saja http://www.latimes.com/business/la-fi-indecency15apr15,0,3476892.story?track=tothtml , untuk mengetahui bahwa disana FCC yg notabene pemerintah itu mengatur tata krama sopan santun bahasa yg digunakan oleh stasiun TV. Gak boleh ada kata2 F*** ataupun S***.
  7. From wimar on 17 April 2006 09:23:59 WIB
    haha udah mulai rancu .. ambil nafas dalam. FCC mengatur penggunaan gelombang komunikasi, sangat boleh. RUU APP mengatur cara orang berpakain, sangat lucu.
    Apa gunanya ada pemerintah kalau mau ngatur aja tidak boleh? Boleh banget dong, tapi atur apa yang harus diatur. Kelompok ekstremis, aksi sepihak perusakan, memaksakan kehendak pada orang lain. Belum lagi korupsi, kekerasan terorganisir, penagngguran. Moral pribadi mah jangan diatur atuh, nanti orang tua, mesjid dan gereja kehilangan peran.
    Soal jilbab sudah dijawab AL ya... masalah dasar adalah, kejernihan kalah oleh kerancuan ... ambil nafas dalam, lihat keluar jendela.
  8. From fifin on 17 April 2006 10:27:32 WIB

    Saya pendukung RUU APP, jangan sampai anak cucu kita menjadi korban ..... sayang di indonesia ini sudah terjual semua.....

    Tanah air ku telah terjual ....... air di jual ... tanah dijual... diri pun sudah terjual ( lihat kenyataan di Tanjung Balai karimun, kalimantan, papua...

    mau kemana lagi bangsa ini .........
  9. From alfajar on 17 April 2006 10:36:17 WIB

    Saya pendukung RUU APP .... jangan sampai Indonesia terjual...

    Air sudah terjual ke luar negeri ........
    Tanah sudah terjual ke luar negeri.......
    diri pun sudah terjual keluar negeri....

    Apakah yang dapat kita banggakan lagi.... kalo tidak kita mulai dari sekarang....
  10. From Chandra on 17 April 2006 16:20:24 WIB
    Siapa sih yang berhak untuk mengatakan yang ini boleh diatur, yang itu tidak boleh. Nampaknya tergantung selera masing2.FCC kan mestinya mengatur soal teknis, bukan content. Lha jika content diatur apa bedanya dengan mengatur content media cetak.
  11. From joel on 17 April 2006 21:52:19 WIB
    saya juga prihatin dengan masalah jual menjual ini, marilah kita jaga kebudayaan nusantara yg beraneka ragam dengan corak gaya yg sudah diwarisi turun temurun, janganlah kita terjebak dengan gaya hidup ala 'padang pasir' yang mengharuskan wanita menjadi obyek seks yg harus ditutup seluruh kain dan cuma jadi warga kelas dua di negaranya sendiri. mari kita tolak pembodohan masyarakat berupa RUU APP dan Perda Pelacuran di Tanggerang-Bekasi dan menyusul Depok.
  12. From hendry on 18 April 2006 00:08:35 WIB
    Tolak RUU APP ! Pembuat RUU APP adalah manusia yang tak bermoral dan tak cerdas !
    Moral yang paling bejat adalah moral KORUPTOR !
    yang membuat bangsa ini bermoral bejat adalah KORUPTOR !
    para koruptor telah membuat :
    1.Rakyat semakin bodoh (subsidi pendidikan ? NOL )
    2.Gizi Buruk & Busung lapar (Susidi Kesehatan ? NOL)
    3.Pengangguran 45 juta ; mau dikemanakan ?
    4.Petani Miskin (Subsidi Pupuk ? NOL)
    5.BBM melambung setinggi langit ! (susu tak terbeli)
    Apa pemerintah tidak punya pekerjaan ???????

    yang diatur yang nggak-nggak aja alias yg mboten-mboten !
    seperti RUU APP ; larangan merokok ; perda pelacuran, etc
    Apa nggak mikir multiple effect nya sampe ke-rakyat kecil
    sekarang ini ? ekonomi tambah parah ; PHK bertambah ; daya beli NOL % ; jumlah rakyat miskin bertambah banyak, inilah akibat kebijaksanaan pemerintah yang aneh-aneh !
  13. From Martin Manurung on 18 April 2006 01:18:37 WIB
    Mohon maaf, saya coba menghayati komentar dari 'fifin' dan 'alfajar', cuma kok saya gak dapat logic-nya ya? Gimana framework RUU APP dalam kaitannya dengan 'terjualnya' tanah air? Saya mendukung ekonomi nasional yang lebih kuat dan independen. Tapi, itu gak ada hubungannnya dengan sebuah produk UU fasis yang mencoba menerapkan 'moral' sekelompok orang terhadap seluruh orang. Coba tarik nafas, lihat ke luar jendela, dan nikmati perbedaan. Baju kotak-kotak bagus buat WW, tapi kan nggak berarti setiap orang harus pake baju kotak-kotak. Berpikir sederhana aja, gak usah dibuat rumit yang jadinya rancu.
  14. From gagahput3ra on 18 April 2006 03:03:36 WIB
    well, dalam zaman saat ini, kita tentunya sudah tidak bisa menentukan lagi apa bangsa kita sudah terjual kepada luar negeri atau belum, karena saat ini memang negara-negara berkembang dituntut untuk mengikuti perdagangan bebas. Nah, justru tinggal pemerintahnya yang meregulasi perdagangan bebas itu, jangan sampai moral juga ikut2an terjual. Tapi, menurut saya cara paling baik dalam mengatur moral bangsa adalah lewat pendidikan agama yang diperkuat, bukan melalui UU yang bersifat mengikat dan statis terhadap perkembangan zaman.
  15. From Emma W Hawkins on 18 April 2006 09:06:14 WIB
    Saya dukung ANTI RUU APP, teman-teman perempuan Indonesia dari segala suku dan agama mari sama-sama atur barisan kita berjalan bergandengtangan demi menyelamatkan Republik Indonesia dari :

    1. Pemasungan hak asasi manusia (terutama PEREMPUAN)
    2. Perpecahan bangsa yang BHINNEKA TUNGGAL IKA
    3. Pemaksaan DOGMA tunggal terhadap Indonesia yang PLURAL
    4. Preman berkedok agama yang ANARKIS
    5. Badut-badut yang siap disogok demi kepentingan golongan

    Wassalam, jayalah Indonesiaku tercinta.
  16. From munzir on 18 April 2006 11:37:30 WIB
    Kalau feeling saya sih,lebih banyak yang pro RUU APP daripada yang kontra. Cuma kebetulan yang kontra dapet dukungan dari mainstream media, jadi suaranya kedengaran nyaring banget. Yang tdk mau APP umumnya orang2 sekular,feminist dan mereka yang paranoid thd sesuatu yang rada2 berbau islam. Total jenderal jumlahnya nggak seberapa kok, dibanding yang pro itu. Yah apa bleh buat, demokrasi memang begitu cara kerjanya,aspirasi minoritas harus tunduk kepada yang mayoritas mau diapain lagi. Yang tdk sependapat jangan marah lho, ini cuma sekedar feeling saya kok.
  17. From anti RUU AP on 18 April 2006 14:26:16 WIB
    Saya makin bingung mengenai RUU Pornografi ini ...(Pornoaksi lebih bodoh lagi istilah ini, selain 'ajaib dan moksa", juga karena berasal dari mulut munafik Bang Rhoma)kok malah makin mengada-ada saja.

    Seandainya nekat diterapkan ..kita lihat nanti berapa banyak orang yang perduli ...

    - untuk kaum pendukung RUU APP, selamat datang di neraka yang nantinya kalian ciptakan -
  18. From jo on 18 April 2006 14:28:22 WIB
    Bagaimana negara tidak merengsek masuk terlalu jauh, jika sejak SD saja, negara - lewat kurikulum - telah menjadi polisi akhlak. Pelajaran PPkN (PMP)misalnya. Bukankah itu sudah kesalahan kategori, masalah akhlak dicampuradukan dengan nilai akademik? Contoh riil misalnya soal-soal pilihan ganda PPKN, yang keempat(atau lebih) pilihannya dari kacamata orang dewasa relatif benar semua (memiliki argumen masing-masing untuk dikatakan benar.
  19. From jo on 18 April 2006 14:28:23 WIB
    Bagaimana negara tidak merengsek masuk terlalu jauh, jika sejak SD saja, negara - lewat kurikulum - telah menjadi polisi akhlak. Pelajaran PPkN (PMP)misalnya. Bukankah itu sudah kesalahan kategori, masalah akhlak dicampuradukan dengan nilai akademik? Contoh riil misalnya soal-soal pilihan ganda PPKN, yang keempat(atau lebih) pilihannya dari kacamata orang dewasa relatif benar semua (memiliki argumen masing-masing untuk dikatakan benar.
  20. From Meltje on 19 April 2006 11:04:45 WIB
    Apabila UU ini pada akhirnya di sah-kan, apa kabarnya dunia ekonomi Indonesia, khususnya industri fashion dan media? Hampir semua produk buatan Eropa dan Amerika, untuk pakaian jadi, pasti tidak bisa dipasarkan di market Indonesia. Lalu, semua orang-pun jadi terbelakang ketinggalan jaman dong? Tak bisa kah lebih sedikit terbuka, bahwa sebenarnya di dunia itu masih luas diluar sana? Dan apabila market fashion-pun hancur, maka tak ada produk yang bisa dijual melalui industri media. Tidak ada perputaran uang, tidak ada market, tidak ada ekonomi. Lalu, Indonesia mau jadi apa?
    ah.... hanya saja mereka berfikir sedikit lebih panjang dan mengerti bahwa kita yang harus mengontrol nafsu, bukan undang-undang yang mengontrol nafsu.
  21. From ono on 19 April 2006 11:21:30 WIB
    Ada yg setuju dan tidak ttg RUU tersebut, tetapi memang terlihat banyak kejanggalan isi dari RUU ini dan kenapa Srikandi kita hanya bilang TIDAK bukannya lebih arief kalau mendesak Pemerintah untuk merubah isi RUU tersebut.

    Orang Desa hanya berfikir "Kenapa CD bajakan yg full bugar dan majalah dng foto gileee tdk dibredeli saja" lalu kenapa budaya kami "orang ndeso" koq diutak atik.

    Satu lagi, Glodoq tempat beredarnya CD bajakan deket-deket Istana Merdeka lho. Malu lagiii..

  22. From Ludfi on 19 April 2006 13:30:00 WIB
    Ternyata yang mendukung selalu orang yg berpendapat, bahwa dosa yg terjadi padaku, anak cucuku adalah akibat orang lain,televisi,media,dan setan, betapa merasa sucinya ? Hingga dirinya tak mungkin berdosa dengan sendirinya.
    Bodohnya pengusul RUU APP dan golongan agama yang selalu sok suci serta paling benar, mereka hendak mengatur isi kepala, yang abstrak, dan didefinisikan saja sangat sulit.
    Tips : jika anda orang yang beriman, jangan melakukan, jangan melihat, memasarkan hal yang menurut anda berbau porno.
    Titik sampai di situ, karena paling jauh cuma bisa melarang anak cucu kita. Tidak dengan merantai tangannya dan memasungnya dalam ruang tertutup, kita bisa melarang dia berfantasi pornografi.
  23. From Patricia T. on 19 April 2006 14:02:48 WIB
    Halo Pak Wimar, sudah lama tidak lihat ada di TV :-) (oops.. apa jangan2 karena memang sudah jarang nonton TV Indonesia...). Seneng banget saya dapat blog anda dari link Pak Hermawan.

    Saya heran dan gondok banget dengan adanya RUU APP. "Pronografi NO, UU Pornografi (APP) NO" statement yg bagus banget. Jadi memperjelas, bahwa sebagai orang yg tidak setuju dengan adanya RUU Pornografi itu bukan berarti setuju dengan pornografi itu sendiri. Tapi CARANYA.

    Seharusnya negara tidak boleh terlalu ikut campur dalam urusan pribadi seperti ini. "Saran" / "himbauan" sih boleh2 saja, masa iya hal seperti ini dibuatkan undang2.
    Kalau otak ngeres emang susah. Ada yg berpendapat bahwa ini akan mengurangi kriminalitas seperti perkosaan dll. Aneh ya. Menurut saya RUU Pornografi itu ibaratnya seperti "mengurung domba supaya tidak dimangsa serigala" weleh. Kenapa gak serigalanya yg dikurung??

    Keep posting ya Pak Wimar! Seneng deh masih ada orang yg bisa melihat segala sesuatu dengan "jelas".

    Best Regards,
    Patricia T.
  24. From Seno on 19 April 2006 17:35:02 WIB
    Saya sangat setuju dengan Patricia, bahwa manusia/laki-laki "tidak bermoral dan pemakan segala" yang harus "ditiadakan." Misalnya dengan memberikan hukuman seberat-beratnya bagi para pemerkosa wanita, apalagi pemerkosa gadis di bawah umur, bukan membuat UU yang tidak jelas juntrungannya. Memangnya para pemimpin bangsa ini tidak punya kerjaan lain yang lebih penting untuk kepentingan rakyat?
  25. From bagman on 19 April 2006 19:13:49 WIB

    apa yang diharapkan dari ruu app? kira -kira perspektifnya untuk siapa? tetapi menurut saya ini merupakan isu-isu yang sengaja digelontorkan untuk menutupi kemampuan pemerintah sekarang yang sangat lemah dan jauh dari harapan ketika saat berkampanye dulu, hanya merupakan trik agar masyarakat terkecoh dan dipecah belah oleh oknum-oknum yang notabene adalah orang-orangnya pemerintahan. berdasarkan ruu yang dibuat tidak mempunyai batasan yang jelas tentang pornografi dan tidak jelas arah undang undang. jadi dari pada sibuk mikirin undang undang yang tidak jelas juntrungannya, lebih baik dana tersebut dipergunakan untuk memajukan pendidikan secara langsung, tanpa birokrasi kepada pemerintah daerah, karena menjadi lahan untuk korupsi...
    merdeka
    the bagman
  26. From bagman on 19 April 2006 19:31:41 WIB
    Konsep Freud
    Id, Ego dan Superego



    Salah satu bagian terpenting dari suatu organisme adalah sistem saraf yang memiliki karakter yang sangat peka terhadap apa yang dibutuhkannya. Ketika manusia lahir, sistem sarafnya hanya sedikit lebih baik dari binatang, itulah yang dinamakan ID. Sistem saraf sebagai id, bertugas menerjemahkan kebutuhan satu organisme menjadi daya-daya motivasional yang disebut dalam bahasa Jerman sebagai triebe, yang dapat diterjemahkan sebagai insting atau nafsu. Freud juga menyebutnya dengan kebutuhan. Penerjemahan dari kebutuhan menjadi keinginan ini disebut proses primer.
    ID bekerja sejalan dengan prinsip prinsip kenikmatan, yang bisa dipahami sebagai dorongan untuk selalu untuk memenuhi kebutuhan dengan serta-merta. Contohnya, bayi yang sedang lapar, akan menangis sejadi-jadinya. Bayi tidak tahu apa yang dia inginkan dalam pengertian orang dewasa; dia hanya tahu bahwa dia menginginkannya dan itu harus dipenuhi saat itu juga. Dalam konsep freudian, si bayi tadi adalah id yang murni. ID sebenarnya tidak lain adalah dari representasi psikis kebutuhan-kebutuhan biologis.
    Organisme juga punya lapisan pikiran yang lain, yaitu alam sadar, yang terpancang kuat ke dunia nyata melalui indra. Di dalam alam sadar ini, selama bertahun tahun pertama kehidupan seorang bayi, sebagai it(benda) berubah menjadi I(aku), sebagian id berubah menjadi ego(aku). Ego menghubungkan organisme dengan realitas dunia melaui alam sadar yang dia tempati, dan dia mencari objek-objek untuk memuaskan keinginan dan nafsu yang dimunculkan oleh id untuk merepresentasikan apa yang dibutuhkan organisme. Proses penyelesaian ini disebut proses sekunder.
    Tidak seperti id, ego bekerja dengan prinsip-prinsip realitas, artinya dia memenuhi kebutuhan organisme berdasarkan objek-objek yang sesuai dan dapat ditemukan dalam kenyataan. Ego merepresentasikan kenyataan dan sampai tingkat tertentu, juga merepresentasikan akal.
    Ketika ego, berusaha membuat id(atau organisme) tetap senang, di sisi lain dia juga mengalami hambatan yang ada di dunia nyata. Sering dia menemukan objek-objek yang menghalanginya mencapai tujuan. Ego akan tetap mencatat apa-apa yang menghalangi dan sekaligus mengingat apa-apa yang memuluskan jalannya mencapai tujuan. Kembali ke konsep bayi tadi, ego si bayi akan melacak apa yang membuat dia mendapat “pujian” atau “hukuman” dari dua objek dunia yang dekat dengannya yaitu dengan orangtuanya.
    Segala objek yang mendukung atau menghalangi dikenal dengan superego. Ada dua aspek superego: pertama adalah nurani(conscience), yang merupakan internalisasi dari hukuman atau peringatan. Kedua adalah ego ideal, yang berasal dari pujian dan contoh-contoh positif yang diberikan kepada anak-anak. Nurani dan ego ideal mengkomunikasikan syarat-syarat mereka terhadap ego dengan perasaan mereka seperti rasa bangga, rasa malu, dan rasa bersalah.
    Secara sederhana dapat dijabarkan bahwa id adalah energi atau dorongan alam bawah sadar, misalnya insting, dan nafsu. Sedangkan ego, merupakan energi sadar, seperti hasrat untuk pemenuhan kebutuhan dalam dunia kenyataan. Ego terjadi setelah id melakukan reaksi. Dan superego adalah penyeimbang untuk id dan ego, supaya tidak terjadi saling dominan. Contohnya psikopat, dorongan id lebih dominan dari pada ego.


    berdasarkan konsep freudian tersebut sebenenarnya saya melihat, perlu dilakukan pemahaman yang lebih baek tentang ruu app. karena pada kenyataannya itu lebih mengacu kepada psikopat, dimana id lebih dominan daripada ego.
    mungki bagi yang memaksa / pro ruu app, menurut saya, secara konsep freud, perlu kembali ke bangku sekolah, belajar membaca,memahami dan mengerti nilai-nilai dalam bermasyarakat. dan akhirnya paham apa perbedaan, dan apa yang harus diatur dalam keadaan yang emergency(negara ini sungguh dalam keadaan emergency)
  27. From wimar on 19 April 2006 22:01:34 WIB
    Mau bilang thanks aja ke Patricia T. (wherever you are) dan teman-teman yang berpendapat jernih dalam blog ini, dan menyatakan simpati pada teman-teman yang masih penuh kerancuan antara moralitas, fasisme dan "menjual negara". Betul Martin, apa hubungannya? Tapi disini kita coba belajar mengerti perspektif orang lain, jadi tiap malam saya mencoba mengerti pendapat yang bagi saya rancu.
    hmm tapi topik ini sudah mengundang pendapat banyak ini, maka berhasil para oportunis politik mengalihkan perhatian dari isu kehidupan masyarakat yang terbengkalai: ekonomi terutama lapangan kerja, keamanan, kepastian hukum, kesehatan umum, pendidikan, banyaaaaak sekali......

    kegiatan pemerintah cuman melarang majalah playboy .. so what, gitu loh?
  28. From Yudha on 20 April 2006 10:25:11 WIB
    Dari dulu setiap ada UU apapun yang mengandung unsur "LARANGAN" biasanya langsung banyak yang kontra, masih ingat sekali UU lalu lintas tentang wajib helm (thn 80 an)dan uu lalulintas yang ada unsur denda yg besar, padahal itu kan untuk keselamatan pengendara kendaraan. Tapi di sisi masyarakat langsung bereaksi tidak setuju dan menolak !

    Tetapi Jika di cermati, sebenarnya sih masyarakat setuju2 saja dengan UU yang membuat kita hidup lebih baik, hanya saja kita selalu melihat siapa pelaksana/pengawas (aparat pemerintah) UU tersebut yang notabene secara moralitas jauh masih di bawah standard :)
    Jadinya kita selalu berfikir, jangan2 UU tersebut hanya utk melegalkan sesuatu (terbukti dengan PERDA di Tangerang)

    Jadi, apapun UU nya sepertinya gak akan di terima jika aparatnya masih tidak di percaya masyarakat :)
  29. From Tiwi on 20 April 2006 17:36:45 WIB
    kapan Surabaya Pak Wim?
  30. From hendry on 21 April 2006 02:10:18 WIB
    RUU APP ini jika disahkan sangat berbahaya !

    •Yang perlu dingatkan adalah bahwa negara Indonesia bukan negara agama seperti arab , Jadi tidak perlu memaksakan kehendak meng-arabisasi Indonesia dengan jalan menerapkan undang-undang. Indonesia sudah punya KUHP yang jelas-2 telah mengatur tindak pidana yang berhubungan kesusilaan, kalau masalah moral biarlah agama & tuhannya masing-2 individu untuk yang menyelesaikan.

    Pihak-pihak Pembuat RUU APP ini kurang cerdas , tidak pernah mau tahu kalau manusia sudah sampai ke bulan diatas sana, dan tidak pernah tahu malu kalau ditertawakan jaman.

    Coba mari kita analisa hanya 2 pasal ini saja dan kita renungkan baik-baik apakah RUU APP ini patut ditolak ?

    PASAL 25 RUU APP
    •Larangan bagi setiap orang dewasa, mempertontonkan bagian tubuh tertentu yang sensual , antara lain: ALAT KELAMIN, PAHA, PINGGUL, PANTAT, PUSAR, & PAYUDARA PEREMPUAN baik TERLIHAT SEBAGIAN maupun SELURUHnya, Pidana Penjara 2-10 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp.200.000.000,-(dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah)
    • INGAT ! Pasal ini sangat berbahaya dan yang pasti 100% nantinya akan digunakan sebagai tameng untuk melakukan „pemerasan“ oleh oknum polisi ; FPI ; Laskar Jihad ; Kelompok Islam garis keras ........melakukan razia di mall-mall ; pasar-pasar; tempat umum dll, yang akan menimbulkan kekacauan Ekomomi sangat dasyat ! Mereka dapat meg-impretasikan pasal karet ini semaunya lalu mengimplementasikannya dalam satu aksi yang berkedok agama.

    LARANGAN :
    1.Mempertontonkan ALAT KELAMIN , dimana tempatnya ? ( Hanya orang gila saja yang mau telanjang dipasar )
    2.Mempertontonkan PAHA artinya dilarang pake celana pendek ; dilarang pake kolor ; pake rok mini; hot pant , pokoknya nggak boleh kelihatan pahanya.
    3.Mempertontonkan PINGGUL artinya dilarang pake celana ketat ; dilarang pinggulnya nongol ; kalo jalan tidak boleh berlengak lenggok ; harus jalan seperti robot.
    4.Mempertontonkan PANTAT artinya dilarang pake celana ketat ; dilarang pantatnya nongol ; kalo jalan pantat jangan goyang ; kalo pake rok ada benda jatuh jangan diambil; kalo pake rok jangan kena angin biar tak terbuka, dst.....
    5.Mempertontonkan PUSAR artinya dilarang pake kaos lecton/putungan 3/4 ;
    6.Mempertontonkan PAYUDARA TERLIHAT SEBAGIAN (terlihat 5%-10% ??) artinya dilarang pake kaos lecton/putungan ; dilarang pake kaos oblong ; dilarang pake kaos/baju dengan belahan tengah ; dll.
    7.Mempertontonkan PAYUDARA KESELURUHAN ( apakah perempuan indonesia segila itu jalan bertelanjang dada tanpa bra ? kalo nyusiuin anak misalnya dikereta api dilarang gimana ? )
    Intinya pake apapun dilarang ! yang boleh pake PIAMA TEBAL atau BAJU KURUNG atau BURQA Taliban atau BUSANA ARAB !

    Dulu di negara komunis semua BIRU ; di Afganistan semua HITAM ; sekarang akan ada di Indonesia semua ABU-ABU KELABU.

    PASAL 37 RUU APP
    •Kegiatan Olahraga, HANYA dapat dilaksanakan di TEMPAT KHUSUS OLAHRAGA - YANG MENDAPATKAN IZIN DARI PEMERINTAH

    Main badminton ; berenang; jogging; volley ; sepakbola wanita; golf ; senam taichi; senam aerobic dll „Harus ijin pemerintah“ ? kan pemerintah-nya sudah GILA ! Ujung-Ujung Duit lagi kalau menyangkut soal ijin ? pembredelan mass media; pencekalan dst....

    MEGERIKAN Dan SADIS SEKALI !
    PENGEKANGAN terhadap HAK ASASI MANUSIA
    •Cara Berbusana dan/atau Tingkah laku yang menjadi kebiasaan menurut Adat Istiadat dan/atau Budaya Kesukuan, SEPANJANG BERKAITAN DENGAN PELAKSANAAN RITUS KEAGAMAAN ATAU KEPERCAYAAN, Kegiatan Seni, HANYA dapat dilaksanakan di 'TEMPAT KHUSUS PERTUNJUKAN SENI YANG MENDAPATKAN IZIN DARI PEMERINTAH'
    Kalau banyak yang tahu akan isi dari RUU APP ini akankah mereka yang tadinya PRO akan menjadi KONTRA/MENOLAK ? jawabnya 99% YA !
    Karena sebagian besar mayarakat tidak mengerti dan tidak tahu isi dari RUU APP ini, yang masyarkat tahu dari pengalaman saya ngobrol diwarung-2 kopi adalah berisi larangan untuk menjual VCD porno , buku-2 porno dipinggir jalan. Kalo kita menjelaskan yang demikian apa adanya mereka terperangah ! dan berkata „PEMERINTAH SUDAH GILA kali yach...“
  31. From wimar on 21 April 2006 05:46:24 WIB
    Tiwi, saya ke Surabaya hari ini Jumat 20 April. Datang sore, acara Sabtu pagi di Universitas Widya Mandala, pulang Sabtu siang. Kalau mau bergabung, silakan sms Erna di 0811811291. :)
  32. From wimar on 21 April 2006 06:29:47 WIB
    ada quote dari temen saya nih...


    As far as I'm concerned, I prefer silent vice to ostentatious virtue.

    Albert Einstein (pasti nggak setuju UU APP)

  33. From Vadhlee on 21 April 2006 14:34:28 WIB
    Pertama-tama, buat bang Wimar, moga-moga ga' bosen ama pendapat saya yang kadang-kadang rada aneh bin ajaib. Tapi percaya lah, semua datang dari hati saya.
    Melihat komentar saudara Munzir, saya agak bingung. Darimana anda mendapatkan pemikiran bahwa yang menolak lebih mendapat dukungan media. Saya kurang setuju. Kami berteriak, anda juga berteriak. Kami berdemo, anda juga. Yang membedakan hanya satu, kami menolak, anda mendukung.
    Kita tak boleh menutup mata bahwa UU ini bahkan ketika masih menjadi RUU sudah menimbulkan keresahan di masyarakat. Bahkan 'anak' dari UU ini saja (PERDA 8 yang menjadi kebanggaan pemerintah tangerang) sudah menunjukkan bahwa implementasi dari UU ini akan rancu, kacau. Kita lihat bagaimana terjadinya salah tangkap dan sebagainya. UU ini jelas memperlihatkan kelemahan petinggi kita dalam bernegara. Kita tidak bisa membiarkan masalah ini berlarut-larut. Saya masih ingat bagaimana Bapak Balkan sebagai ketua Pansus, dalam sebuah acara di sebuah stasiun TV swasta, menuding bahwa penolakan-penolakan atas UU ini datang dari LSM yang dibiayai pihak asing. Sungguh saya hancur mendengar pernyataan beliau. Kami ini dianggap apa? Apa kami ini dianggap sebagai perusak moral bangsa? Jangan hanya karena kami menolak UU rancangan anda lalu menuding seperti itu. Dimana hati nurani bapak sebagai Wakil kami. Kami ini juga rakyat Indonesia. Kami juga berhak berpendapat. Alasan kami menolak bukan karena itu.
    Saya tidak pernah bosan menyerukan untuk menolak UU ini yang kami anggap sangat melecehkan tidak hanya kaum wanita, tapi juga kaum pria di Indonesia. Untuk Srikandi Indonesia, Maju terus. Jangan pernah bosan untuk terus berjuang. Kami ada di belakang kalian untuk terus mendukungmu.
    Buat Bang WW, ada rencana seminar di Jogja? Kalau ada saya minta info nya. Terima kasih.....
  34. From fina on 22 April 2006 22:39:36 WIB
    ng,,betul, betul... tolak terus RUU APP xxxxx ini...Lelah saia melihat orang-orang sok suci itu ngatur-ngatur orang lain caranya bersikap......
  35. From Bayu on 23 April 2006 10:51:36 WIB
    Rakyat meraung-raung kelaparan, dicuekin. BBM naik, diem aja. Giliran urusan paha dan udel, dibuat UU-nya.

    Bagi yang mendukung dan menolak RUU APP, kita sama-sama rakyat dan mari kita berpikir dengan kepala jernih. RUU APP ini cuma membuat rakyat lupa sama masalah sebenarnya, malah kita berantem sesama rakyat dan kemudian mereka bebas dan dengan tenang melakukan korupsi kembali selama kita berantem. Terus kalau RUU APP ini udah reda, mereka buat lagi UU kontroversial yang baru dan kita rakyat berantem lagi.... hahahaha bodoh banget kita ini.

    Saya sih setuju saja sama RUU APP kalau yang membuatnya adalah orang yang bijaksana, dipercaya dan dicintai oleh seluruh rakyatnya. Nah ini yang buat aja gak tau juntrungannya yang udah buat rakyat sengsara dan kacau balau, gimana bisa jalan UU-nya. Buktinya belum disahkan saja UU ini udah bikin kacau, apalagi nanti udah disahkan. Hancurlah Indonesia.
  36. From Anton on 24 April 2006 12:09:10 WIB
    Dalam menyikapi sebuah produk ‘Undang-Undang’ janganlah kita menafsirkan secara harafiah dan literer tapi juga harus melihat dalam banyak kerangka, baik itu kerangka sosial, budaya, sejarah dan kerangka birokrasi dan dari semua itu produk UU harus juga dilihat dari sebuah gerakan politik ke depan.

    RUU APP adalah sebuah produk UU yang seakan-akan melepaskan Indonesia dalam kesejarahannya, dalam budayanya. Dan produk budaya di Indonesia sudah berlangsung sekian lama, sudah lebih dari seribu tahun. Budaya itu berlangsung melalui proses interaksi yang sangat tinggi dan intens dari budaya-budaya dunia yang melintasi nusantara dari India, Cina, Barat dan belakangan Islam (-pengertian Islam disini tidak hanya Islam yang berasal dari Arab tapi juga Islam yang dari India/Gujarat). Kearifan lokal nenek moyang kita sangat tinggi untuk menyikapi sebuah produk budaya asing. Produk budaya asing yang kemudian diterima sebagai nilai-nilai baik kemudian diungkapkan kedalam nilai-nilai budaya kita sedemikian tinggi dan memiliki kemampuan mengekspresikan seni yang luar biasa. Lihatlah bagaimana Budhhism disikapi oleh wangsa Sjailendra dan Hindu disikapi oleh wangsa Sadjaja di Mataram Lama yang kemudian melahirkan Borobudur dan Prambanan. Kemudian sejarah bergerak ke dalam arus internasionalisasi dalam lingkupnya yang lebih besar ketimbang arus India-Cina.

    Datanglah Islam, yang kedatangannya melalui proses perdagangan kemudian meraih momentum politik pada saat kehancuran kerajaan Majapahit akibat konflik internal antara Majapahit Barat yang dikuasai Trah Tribuwana dan Majapahit timur yang berpusar pada Raja-Raja Blambangan. Keruntuhan Majapahit juga bisa dilihat dari ketidaksiapan Majapahit menghadapi globalisasi jaman itu yaitu dinamika perdagangan yang dikuasai oleh kelompok-kelompok pesisir. Awalnya Islam datang juga dengan wajah Arab-Timur Tengah (walaupun sudah tercampur budaya India-Moghul) kekuatan asing ini ternyata berhasil menjadi kekuatan penting di Jawa setelah Demak Bintoro berhasil menguasai Jawa dan menghancurkan Trah Brawijayan maka lengkap sudah kekuasaan berwajah Islam mengusai tanah Jawa namun perlawanan budaya dan resisten untuk tetap melestarikan budaya tetap kuat. Munculnya tokoh Sunan Kalijogo melambangkan bagaimana kearifan lokal dan pengangkatan nilai-nilai budaya adalah sangat penting selaras dengan nilai-nilai hidup manusia yang sejiwa dengan agama. Nilai-nilai lokal Sunan Kalijaga ini juga banyak ditentang terutama dari kekuatan yang ingin sepenuhnya memasukkan budaya Arab sebagai bagian yang dianggap integral dari agama Islam. Kekuatan ini diwakili Sunan Kudus yang kemudian berkembang menjadi konflik besar antara Sunan Kudus-Sunan Kalijaga yang medan pertempurannya menjadi pertempuran Ario Jipang dan Joko Tingkir (Ario Penangsang vs Hadiwijoyo) dimana orang-orang dari trah Kanigoro-Pengging (Pendukung ajaran Sjekh Siti Djenar) menjadi pemain utama dalam konflik ini dan berakhir pada kejayaan kerajaan Mataram yang bersikap penuh kompromi terhadap kearifan budaya lokal ketimbang harus ‘pasrah bongkokan’ menerima budaya asing.

    Jadi dalam sejarah Indonesia, konflik budaya merupakan hal biasa dan kerap melahirkan sebuah gerakan politik baru yang berakhir pada tumbangnya rezim dan majunya rezim baru. Kini kita tarik pada jaman kekinian kita. Setelah tumbangnya Suharto sebagai representasi dari kekuatan a-demokratis dan otoriter maka kebebasan dan berdemokrasi menjadi ujud nyata. Demokrasi ini harus dimaknai sebagai sebuah bentuk kebebasan manusia untuk mengekspresikan dirinya, kebebasan dari rasa takut dan melepaskan peluang bagi manusia untuk mengembalikan manusia terhadap kemanusiaannya. Jadi pemikiran, gagasan apapun layaknya bisa berkembang di Indonesia dari FPI yang anarkis dan mau menang sendiri sampai Komunis yang takut-takut untuk muncul. Semuanya berhak untuk ada di bumi Indonesia. Karena demokrasi pada intinya mengajak manusia bersikap dewasa dalam mewujudkan pilihan. Namun dalam demokrasi juga diperlukan kearifan untuk menerima sebuah gagasan menjadi sebuah peraturan yang mengatur kehidupan masyarakat banyak.

    RUU APP pada dasarnya disodorkan kepada masyarakat oleh penggagasnya dengan nilai-nilai baik tapi ditilik dari isinya sungguh ini UU yang berbahaya karena akan dapat memundurkan proses demokrasi dan mengacaukan khasanah budaya bangsa. RUU APP hanya menafsirkan sebuah bentuk pornografi dan pornoaksi dari rangkaian gerak pikir yang sungguh sederhana dan diendapkan dalam lingkungan masyarakat kelas bawah yang memiliki juga logika pikir sederhana, namun bukankah hidup itu tidak hanya berasal dari hal-hal sederhana, dan banyak hal kekayaan budaya itu muncul dari sebuah bentuk yang kadang kita anggap salah, dan lagi hidup ini tidak dibentuk dari hal-hal yang sangat mudah disederhanakan. Apakah lukisan Basuki Abdullah yang telanjang dianggap pornografi?, bahkan dalam jangka dekat kita menyaksikan bagaimana FPI begitu marahnya menganggap potret Anjasmara dan Kinoryasih dianggap bentuk pornografi, bukankah itu sebuah perbedaan penafsiran, jelas intelektualitas dan pemahaman orang akan berbeda-beda, intelektualitas Habib Riziq akan berbeda dari intelektualitas Jim Supangkat misalnya, karena adanya perbedaan latar belakang dan kemampuan menyerap pencitraan dari lingkungan.

    Kemudian dari kerangka birokrasi apakah aparat-aparat kita yang sama-sama kita tahu bagaimana mentalnya (maaf!) mampu secara cerdas menerapkan UU APP bila berhasil di golkan. Ada sebuah kisah dari Tangerang yang mungkin menjadi pelajaran bagi kita bersama. Seorang wanita hamil tua (dua hari kemudian ia melahirkan), ia ditangkap oleh aparat keamanan, dan dibawa ke penampungan bagi mereka yang dianggap pelacur, apa kesalahan wanita ini. Ia berdiri dipinggir jalan raya menunggu taxi di tengah malam. Kemudian ia diringkus oleh aparat lalu dibawa paksa ke panti penampungan. Ia dituduh sebagai pelacur (belum jelas apakah aparat ini meminta tebusan). Esoknya ia dilepas dan lusanya ia melahirkan. Lalu saya bertanya hak apakah negara mengatur kehidupan wanita dan kenapa wanita dipersalahkan, ini hanyalah sekelumit kisah yang mungkin akan menggambarkan bagaimana ketidaksiapan aparat kita menjalankan sebuah peraturan daerah (Perda) yang salah.

    Jadi RUU APP sungguh harus kita tentang karena eksesnya akan sangat meluas dan akan menghadapkan negara sebagai kekuasaan dan masyarakat sebagai obyek kekuasan. Dan perlu saya ingatkan bahwa budaya Indonesia jauh-jauh lebih kaya dari kebudayaan padang pasir di Timur Tengah.

    ANTON
  37. From Yoseph Agung P on 24 April 2006 14:00:56 WIB
    oalah, UU kok nggak menghargai budaya sendiri. Piye mereka yang buat UU. Kalo mo ngatur moral ya jangan lewat UU tho. Pendidikan gitu lho. Kasihan negara ini harus keluar duit untuk membeliin pakaian untuk saudara-saudara kita di Papua. Terus apa budaya mereka nggak boleh diteruskan...?
    Lebih baik duite dibuat yang lebih berguna.

    Pandangan porno itu dasarnya budaya mana ya? Kok kayake saya nggak pernah lihat dari budaya kita...! (maaf pak, maklum saya wong ndeso)
    Mereka itu makan dan hidup dimana?

    Eh ngomong-ngomong pada RUU kok gak ngatur hubungan sesama jenis ya, jadi boleh dong nyebarin materi sexualitas sesama jenis ? (ini sih luwih ngawur lagi)
  38. From WISNUGROHO on 25 April 2006 09:52:53 WIB
    kenapa kita harus menolak RUU APP. padahal itu justru akan melindungi budaya bangsa kita yang ketimuran yang cenderung menganggap hal yang tabu untuk mengumbar aurat. dan lagi sekarang banyak kasus-kasus kejahatan terhadap wanita yang sebagian bear karena adanya pengaruh media-mediauntuk mengekspoitasi wanita dengan alasan seni ataupun kebebasan. justru itu sangat merugikan pihak wanita. katanya kita menginginkan kesetaraan gender . mana buktinya ? kenapa banyak wanita dieksploitasi untuk keuntungan sendiri dengan alasan seni ataupun kebebasan beekspresi. kebebasan macam apakah yanganda tawarkan.
  39. From christy on 25 April 2006 11:27:54 WIB
    melihat Indonesiaku tercinta seperti sekarang ini... kacau balau... mawut-mawut... pecah berantakan...sebagai buyut Indonesia aku sediiihhh sekali... kenapa banyak orang terlalu egois... sudah tidak ada lagi tepo seliro... guyub rukun... ayem tentrem...
    jika aku melihat seorang bayi... yg terpintas di benakku apa yg akan terjadi padanya kelak jika sudah dewasa nantinya melihat kenyataan hidup di tanah airnya sendiri begitu sulit dan mengerikan dimana manusia yg satu dgn manusia yg lainnya saling curiga...saling menjatuhkan...tidak bisa lagi melihat dgn jelas mana teman mana lawan...
    bahkan alam pun sudah muak melihat tingkah manusia Indonesia yg sudah tidak lagi lembah manah...binatang saja lebih beradab dan bersahabat dr pd manusianya...
    LIHATlah saudara2ku...alam sudah marah pada kita...tidakkah kau melihat bencana dimana2 bahkan perut bumi sudah muak melihat kita dan akan memuntahkannya di mulut merapi...jangan paksakan ego please ingat padaNya yg telah mencipta kita... mohon ampun pada bumi pertiwi...
    sebar senyum utk semuanya dengan cinta...ingat banyak bayi terlahirkan yg membutuhkan cinta nantinya...bukannya permusuhan...
    Untuk pemerintah Indonesia...please kalian sudah kami pilih diantara sekian byk manusia Indonesia...tolong lebih adil lagi,lebih bijaksana,lebih tegas lagi,pekerjaan kalian bukanlah mainan...byk org tergantung pada pekejaaan kalian.
    Untuk yg pro RUU APP...toloooonngg banggeett please terbukalah dgn segala sisi kehidupan...kalian hidup di Indonesia,ingat BHINEKA TUNGGAL IKA yg kita miliki...
    jangan takut akan moral...ada agama yg membatasi, ada ibu yg selalu mengingatkan...
    jangan membuat sebuah rantai yg nantinya hanya akan mengikat kita sendiri termasuk kalian...jangan berpikir untuk hari ini tapi berpikirlah untuk masa depan dimana Indonesia ini butuh utk maju...JANGAN KURUNG INDONESIAKU...mari kita berjalan bersama mengobati Indonesia yg luka krn ekonomi mawut,politik busuk,tikus koruptor...jgn bebenai Indonesia lagi...kasihan dia...
    Untuk yg Anti RUU APP...berusahalah yg paling baik yang bisa kalian usahakan...tolong Indonesia jangan sampai terikat terlalu kencang...
    Tolong sadarkan...jelaskan...dan ingatkan kembali kpd bapak2 dan ibu2 yg duduk sebagai pembuat UU...masalah amoral dan asusila telah diatur di UU yg lainnya...
    Terima kasih atas kerja kalian...senang sekali masih ada manusia2 yang terbuka menghadapi kemajuan jaman...
    Pak Wimar...semoga bapak membaca tulisanku ini...aku kagum dgn bapak. Beruntung Indonesia mempunyai manusia2 yg seperti pak Wimar,Gus Dur,presiden kebanggaanku pak Karno dgn semboyan BERDIKARInya, dan yg lainnya yg terbuka dan nasionalis...
    (mengutip obrolan pak Wimar dulu yg saya lihat di Jogja TV) Gus Dur sbg presidennya badut, jubirnya juga badut(Pak Wimar.red.)
    Asyik dan tentunya selalu tersenyum dgn pimpinan seperti kalian...
    pak Wimar jika RUU APP tetap di sahkan apa yg akan dilakukan bagi yg Anti RUU APP...apa akan menerimanya dan diam saja alias nrimo ato akan tetap menolak sampai dibatalkan, kalo memang begitu seperti apa aksinya nantinya?
    dan saya ingin tahu pendapat pak Wimar, mrt pak Wimar RUU APP ini akan disahkan ato tidak? brp persen prosentasenya? coba pak Wimar jadi paranormal sebentar saja...hehehe
    tolong dijawab pak Wimar...
    matur nuwun njih pak Wimar atas semuanya...apalagi kalo pak Wimar mau menjawab...terima kasih.
  40. From udel on 25 April 2006 13:30:17 WIB
    Dukung UU APP !!
    Betul banget kalo soal moral emang urusannya pak ustad...
    dan sekarang kan pak ustadnya dah ngerangkap jadi pemerintah..
    jadi boleh-2 aja dong pak ustad yang bikin undang-undang.. hehe..
    Hidup UU APP !! hidup pak ustad...!!
  41. From Anton on 26 April 2006 11:03:11 WIB
    Untuk Mas Wisnu Nugroho

    Menarik pendapat Mas Wisnu Nugroho yang mengatakan bahwa RUU APP adalah sebuah produk ‘budaya ketimuran’. Saudara Wisnu hendaknya anda membaca lagi isi dari RUU APP kemudian tangkap makna dalam isi tersebut. Setiap UU adalah sebuah kebijakan yang akan membawa implikasi politik, budaya, cara berpikir bahkan gaya hidup dalam bangsa itu sendiri. RUU APP tidak serta merta dilihat hanya sebatas perlindungan pada perempuan tapi disini juga harus dilihat ada agenda besar untuk membelokkan peradaban Indonesia. Jika kita membutuhkan UU perlindungan terhadap perempuan mengapa tidak diatur UU Perlindungan perempuan yang memiliki kebutuhan khas terhadap kehidupan perempuan dimana perempuan perlu dilindungi dari kejahatan baik kejahatan mental maupun kejahatan fisik.

    Namun dalam RUU APP jelas bukan perlindungan perempuan bahkan dalam sudut menjaga budaya timur sangatlah a-historis. Pertama, dalam RUU APP isinya jelas-jelas secara lugas mengatur cara berpakaian wanita, cara bertindak wanita dan bahkan jauh lebih dalam cara berpikir wanita. Ketika sebuah produk UU sudah mengatur wilayah privasi bahkan gagasan maka UU tersebut bukan lagi masuk ke dalam UU yang memiliki asas demokratis yang memiliki ruang kelenturan tetapi sudah masuk ke dalam UU yang mengatur kekuasaan, nah disinilah RUU APP musti dilihat bahwa RUU APP menyalahi aturan demokrasi yang salah satu intinya pembebasan manusia atau memanusiakan kembali manusia. Kedua, tentang budaya ketimuran.. saya jadi teringat film dimasa kecil saya ‘ Bing Slamet Koboy Cengeng’ atau ‘Tiga Djanggo’ dalam kedua film itu ada sebuah kelucuan-kelucuan setting yaitu seorang koboy dengan wajah melayu/Jawa bergaya sok bule dan naik gerobak khas Jawa atau bicara pada sok bule. Nah aktor Bing Slamet atau Benyamin dengan cerdas mengeksplorasi kelucuan ini, yaitu kelucuan tentang budaya dimana manusia yang hidup dalam budaya itu tidak pernah merasakan kebudayaan lain, dalam hal ini manusia Melayu yang mencoba menjadi manusia Western Cowboy, kita tarik analogi ini ke dalam kasus RUU APP, jelas RUU APP merupakan sebuah agenda besar dari kelompok yang sebenarnya jauh dan tidak mengerti tentang kekayaan lokal bangsa kita. Mereka ‘tiba-tiba ada’ atau ‘out f the blue sky’ kelompok ini yang kemudian mendapat angin dari konstelasi politik sekarang ingin merubah arah peradaban yang telah dengan secara dibentuk oleh founding fathers. Mereka dengan sadar atau tidak sadar mulai membawa Indonesia ke dalam kancah konflik global, dimana ada konflik diam-diam antara Timur Tengah dan Amerika. Dimana akar permasalahan adalah minyak dan kemudian membawa-bawa masalah kebudayaan bahkan lebih jauh lagi peradaban.

    Mengapa saya memperhatikan bahwa RUU APP memiliki nilai bahaya yang luar biasa terhadap kehidupan KeIndonesiaan. Apa kehidupan KeIndonesiaan itu, saudara Wisnu?..untuk menjawab ini hendaknya saya berharap kaum muda Indonesia sadar sejarah...mengerti sejarah. Indonesia dibentuk dalam sebuah konsep ‘Sumpah Pemuda’ kemudian digerakkan oleh kekuatan Nasionalis, Agama dan Sosialis kemudian belakangan Militer masuk. Dalam UUD 1945 perdebatan tentang konsep bangsa hanya terbatas pada masalah integralistik atau federalistik masalah konsep negara Religius-Sekuler-Pluralis sudah final. Tidak ada satu agamapun dimenangkan. Ini adalah kebesaran jiwa ummat Islam pada waktu itu yang terjewantah dalam diri Hasjim Asy;ari, Mr. Kasmat Singodimedjo, Sukiman dll. Mereka pemimpin Islam yang memiliki wawasan besar kedepan dan memiliki komitmen tentang Indonesia, dimana mereka sadar bahwa Indonesia adalah taman sarinya budaya-budaya dan hidup berbagai macam agama. Maka dari itu motto utama kita adalah “Bhinneka Tunggal Ika” dan ini adalah semacam motto pluralis dimana para pendiri bangsa ini sadar bahwa kekuatan pluralis adalah tulang punggung kekuatan bangsa. Jadi kembali pada cita-cita negara Proklamasi 1945 bahwa Indonesia adalah sebuah bumi dimana sikap toleransi dan kebebasan menjadi sebuah acuan awal untuk mengerti bagaimana Indonesia.

    Mas Wisnu juga bicara masalah seni...saya melihat ada sebuah hipokrisi besar dari kelompok-kelompok pro RUU APP yang berbicara berlatar belakang kecemburuan. Adalah Oma Irama yang mengkatalisis RUU APP bahkan yang menciptakan kata ‘Pornoaksi’. Memang sejak awal 1990 ada sebuah gerakan besar di kalangan musisi dangdut untuk mengangkat kelas musik itu ke dalam kelas yang lebih baik yaitu menengah atas. Ini sangat sama dengan cara berpikir Hegel dalam menelaah sesuatu berdasarkan konflik kelas, dangdut sebagai musik rakyat dan mengakar dalam alam pikiran rakyat Indonesia kelas bawah secara sadar akan dibawa oleh kelompok Oma Irama dengan didukung elite Orde Baru untuk memperbaiki nasib kelas dangdut. Lalu bermunculanlah penyanyi dangdut yang lembut, manis dan yang terpenting tercerabut dari akar proletar dangdut itu sendiri. Evie Tamala, Ikke Nurdjanah, Cici Paramidha atau Iis Dahlia adalah sebuah ikon dimana dangdut ditawarkan kepada kelompok kelas menengah atas. Tapi celaka bagi dangdut, kelompok kelas menengah atas memiliki resisten luar biasa terhadap gerakan musik ini, kelompok kelas menengah atas di Indonesia sadar atau tidak sadar memiliki kesadaran kelas untuk menolak dangdut, maka jadilah dangdut musik yang masih mencoba mengetuk pintu kelas menengah. Lalu setelah TPI melakukan sebuah gebrakan pasar dengan melihat bahwa pangsa pasar dangdut sebenarnya sudah tercerabut dari akar proletarnya, maka TPI dan beberapa media tontonan lainnya mengembalikan khittah Dangdut itu sendiri dimana dangdut adalah milik dari masyarakat kelas bawah yang apapun bentuk seninya mengandung ; vulgaritas sensual, pembebasan jiwa dari tekanan (dalam musik dangdut kerap dialunkan nada cengeng dan berlirik rintihan), dan tidak mengandung basa-basi khas kelas menengah-atas. Di titik inilah TPI belakang Trans TV berhasil mengangkat sebuah fenomena bahwa ada arus musik dangdut yang masih setia pada rakyat kecil, mereka adalah pemusik-seniman dangdut yang berkelana dari desa ke desa dan bergerak sebagai agen budaya dangdut untuk hidup dalam alam pikir masyarakat kelas bawah. Dari Perbaungan sampai Banyuwangi dari Yogya sampai Manado, kelompok ini membentuk basis-basis komunitasnya. Lalu muncullah ikon Inul Daratista yang kemudian dianggap oleh gerbong Oma Irama sebagai perusak musik dangdut. Lalu mengapa fenomena Inul menjadi begitu kuat? Ada dua hal menurut saya dimana kemudian berkembang dukungan terhadap Inul, pertama, dari kalangan masyarakat bawah, dimana Oma Irama dianggap dengan telah berkhianat terhadap kelompok mereka, Oma Irama telah mencabut dirinya ke dalam lingkaran kelas menengah atas dan menuduh ikon mereka Inul sebagai ‘Pelacur’ yang melacuri dunia dangdut, jelas ini merupakan penghinaan bagi kelas bawah. Yang kedua, adalah dari kelompok kelas menengah-atas Indonesia, Inul didukung habis-habisan oleh mereka, karena adanya resistensi dari kelas menengah-atas terhadap budaya dangdut dan kedua adanya kesadaran demokratis dan intelektualitas mereka yang tidak memahami bagaimana sebuah seni musik ditarik menjadi sebuah ajang perebutan kekuasaan, mereka tidak paham bagaimana Oma Irama menganggap gelar raja dangdut sebagai sumber legitimasinya memimpin komunitas musik dangdut, ini berbeda dengan fenomena gelar ‘The King’ bagi Elvis Presley.

    Lalu fenomena Inul secara menjadi sebuah benang merah sejarah RUU APP, Inul dianggap sebagai bagian dari perusak moral bangsa dan secara serampangan dikaitkan dengan tingkat pemerkosaan di Indonesia serta beredarnya majalah pornografi. Yang perlu dipertanyakan disini apakah tingkat pemerkosaan itu berkaitan dengan pengaturan kehidupan perempuan? Mungkin saudara Wisnu sering membaca bukankah di Arab Saudi sana banyak wanita-wanita bangsa Indonesia menjadi korban pemerkosaan tapi malah mendapat perlakuan tidak adil, tapi di Singapura, Hongkong, bahkan Amerika Serikat, apakah anda pernah mendengar TKI menjadi korban. So... permasalahan tingkat pemerkosaan harus ditangani dalam kerangka hukum positif bukan pemaksaan dan penilaian subyektif terhadap cara hidup manusia. Jadi menurut saya, jika ingin melindungi perempuan berlakukan hukum positif lalu berdayakan tenaga kepolisian dan berantas mafia peradilan, lalu tingkatkan peran pendidik untuk mensosialisasikan demokrasi gender, bukan malah mengatur bagaimana wanita berpakaian, bagaimana wanita berpikir. Dan ingatlah wanita juga manusia, yang memiliki hasrat kewanitaan sama dengan lelaki yang memiliki hasrat kelaki-lakiannya. Hasrat itulah yang bercampur dalam problem psikologis kerap melahirkan karya sastra, lukisan dan pemikiran yang cerdas.


    ANTON
  42. From rufi_1piece on 26 April 2006 11:18:12 WIB
    Sekarang ini kayaknya keadaan sudaah terbalik. Yang salah dianggap yang "sepantasnya", yang benar malah dianggap "aneh".
    Sudah jelas2 bangsa ini sudah bobrok dengan segala sesuatu yang berbau P&P, eh saat ada yang ingin membenahi sedikit saja kebobrokan ini malah dianggap mengekang HAM.
    Truz maunya apa?????? Dibiarin saja seperti ini terus-terusan.....
    Klo g bs mikir coba deh cuci dulu otaknya biar benar2 bersih, truz br mikir,,
  43. From Muhammad on 26 April 2006 12:36:43 WIB
    kebenaran adalah sebuah nilai-nilai yang sifatnya subjektif, jika nilai-nilai tersebut kemudian masuk ke dalam wilayah publik maka harus ada pengujian yang lebih mendalam. Kebersihan berpikir tidak harus diletakkan dalam kerangka agama, budaya atau nilai-nilai tertentu tapi juga mesti melihat implikasi yang jauh lebih dalam lagi dalam arus peradaban manusia..yaitu, pembebasan manusia dan memanusiakan kembali manusia. Jadi banyak aspek bukan hanya penyederhanaan persoalan. seperti saudara rufi bilang.
  44. From fiya on 26 April 2006 13:36:40 WIB
    Saya setuju adanya RUU APP...toh memang dari dulu pornografi dan pornoaksi sudah ada aturannya kan mengenai itu, kenapa baru sekarang-sekarang ributnya? Kenapa dulu-dulu kita ga protes adanya badan sensor di indonesia?
    RUU APP bukan nyuruh orang untuk pake jilbab, tapi menutup bagian-bagian tubuh wanita yang seharusnya ditutup. Jadi, kalo yang mau demo kontra RUU APP, plis deh jangan menggunakan ikon jilbab, karena itu sudah menyentuh prinsip agama, bahkan prinsip seseorang. Itu adalah pelanggaran hak asasi ya kan?
  45. From joko on 26 April 2006 14:07:50 WIB
    RUU APP rancangan orang EGOIS dan KURANG KERJAAN.
    Makan tuh... Bhineka Tunggal Ika bulat-bulat!!!
  46. From Rien on 26 April 2006 15:22:50 WIB
    RUU APP disahkan ??? Ohh NO !!!!! Amit2...
    Okelah kalau yang diatur adalah masalah distribusi media massa dan video porno, substansi penyiaran televisi, tempat2 pelacuran, saya setuju.
    Lagian dinegara-negara maju masalah ini juga diatur oleh undang undang. Sebagai contoh AS juga melarang tempat pelacuran dinegaranya.

    Tapi RUU APP mengatur urusan berpakaian dan aktivitas sehari2 kita diluar rumah, waaahh... Koq pemerintah jadi HYPOCRITE begitu ?
    Please deh, moral masing masing udah diatur dan diajarkan disekolah, dirumah, dimasyarakat dan oleh semua agama
    (dilarang berbuat cabul ada didalam setiap hukum agama)
    Fakta : 98% Wanita Indonesia tahu betul bagaimana cara berpakaian yang pantas didepan umum...
    2% Sisanya merasa risih dan kapok karena dipelototi dan dikomentari orang2 iseng.

    Alasan RUU APP untuk menekan angka kejahatan terhadap wanita, apa iya ??? Coba dilihat kembali...
    Pemerkosaan dan sex bebas terjadi di berbagai kalangan, mulai dari
    > terbelakang sampai terpelajar,
    > kalangan tak beragama sampai guru agama
    > kalangan muda sampai tua (nenek2 renta sampai balita yang jelas2 tidak 'mengundang aja dicabuli)
    > kalangan berpakaian terbuka sampai tertutup (contohnya di Arab sana, banyak TKI kita yang menjadi korban pemerkosaan, padahal udah berpakaian tertutup, berbanding terbalik dengan TKI yang berada di Amerika, Eropa atau Asia)
    Justru yang menjadi issue utama sebenarnya adalah hukuman yang dijatuhkan (yang sering saya lihat di tv) kebanyakan 5 tahun, kalaupun ada yang lebih, hal tsb dikarenakan disertai dengan pembunuhan... Lha gimana nih ???

    Kalau memang tujuannya adalah untuk kepentingan perempuan,
    Saya usul kepada DPR, bagaimana kalau ada RUU APPS (Rancangan Undang Undang Anti POLIGAMI dan Perempuan Simpanan)?
    Karena Poligami lebih mencerminkan Pelecehan / Disrespect terhadap kaum Perempuan.
    Mana ada Poligami yang bisa adil.
    Jadi gimana Pak Wimar, kita beri usulan untuk dibentuk RUUAPPS saja ???
  47. From Leider on 26 April 2006 16:32:46 WIB
    Ini adalah salah satu bentuk ketidak mampuan dari orang - orang yang telah terpilih sebagai wakil rakyat, yang merasa dirinya pantas dan sanggup membenahi dan mengatur orang lain tapi sebenarnya tidak sanggup bahkan untuk membenahi moralnya sendiri.
    Orang - orang yang merasa paling pintar, sampai - sampai masalah pornografi dan pornoaksi diobok -obok padahal kalau mau jujur mereka sendiri tidak bisa mendifinisikan hal tersebut (wong ijasah pendidikan aja beli).
    Orang - orang yang merasa dirinya suci padahal sebenarnya dirinya adalah paling nista karena telah membohongi rakyat dari pertama mereka mencalonkan dirinya sebagai wakil rakyat..(jangan bohong kalau banyak dari anda yang beli suara rakyat...iya khan)
    Jadi ya mbok sadar diri dululah!!
    Mengutip lagu dari mas ebiet g.ade
    "Tengoklah ke dalam sebelum bicara,singkirkan debu yang masih melekat"
    Masih banyak hal yang lebih urgen dan lebih penting yang lebih membutuhkan tanggung jawab kita semua daripada hanya meributkan masalah P & P yang belum jelas juntrungannya itu.
  48. From SARIAMAN on 26 April 2006 17:34:31 WIB
    MENURUT GUE ,NGAPAIN QT HRS REPOT2 NGURUSIN MORAL ORANG LAIN. LEBIH BAIK QT COBA PERHATIKAN PEREKONOIAN BANGSA YANG SEMAKIN TERPURUK. KALAU MASALAH MORAL HARUSNYA LEBIH DITEKANKAN DI DLM AGAMA , KELUARGA.KITA ITU JANGAN TERLALU MUNAFIK.
  49. From Ahmad on 26 April 2006 17:37:52 WIB
    Saudara Rufi yang baik hati. Apakah saudara sudah baca alasan teman-teman menolak RUU APP ini ???? Mereka bukan MENDUKUNG/SETUJU PORNOGRAFI. Lihat dan baca kembali alasan-alasan tersebut, baru memberi komentar apakah alasan-alasan tersebut masuk akal atau tidak. Jadi jangan selalu mengulang-ngulang alasan atau hal-hal yang sama kembali setiap saat. Itu saja yang selalu di gaung-gaungkan oleh mereka yang mendukung RUU APP, seakan-akan yang menolak RUU APP itu iblis atau setan yang setuju pornografi. Alasan ini yg selalu digunakan sebagai senjata oleh mereka yg punya kepentingan akan RUU APP ini untuk mempengaruhi rakyat yang bodoh. Dan alasan ini cukup sukses.

    BACA kembali alasan penolakan tersebut dan kalau ada hal-hal yang salah atau tidak masuk akal silahkan baru berkomentar untuk menciptakan diskusi yang sehat berdasarkan hati nurani dan bukan emosi belaka.
  50. From hendry on 27 April 2006 00:44:13 WIB
    saya setuju dengan bung ahmad, bahkan sekarang lebih berbahaya karena segelintir manusia picik yang merancang RUU APP memakai senjata agama menjadi alat paksa, yaitu dengan cara mem-polarisasi isyu bahwa yang menolak RUU APP adalah bukan muslim, ini berbahaya polarisasi semacam ini adalah pembodohan bagi rakyat dan umat muslim.
  51. From Danang on 27 April 2006 08:30:03 WIB
    lha saya bingung,ada plaboy nolak. lha kini dah ada RUU APPjuga nolak,berarti pada setuju ya kalau ada RUU setuju pornografi dan pornoaksi. Saya bingung ma orang yang nolak RUU APP,ktnya ngekang seni lah,wanita lah,budayalah. Itu mah hanya alasan org yang oye ma pornografi n pornoaksi.khan mengenai budaya n seni dibolehkan,mknya liat donk pasalpengecualian dan perizinan RUU APP. jadi nih saya pesen ma orang2 yang suka pornografi n pornoaksi,sono ke papua pas ada perayaan budaya nah disitu ikutan telanjang g ada yang nglarang kok hehehe
  52. From Al Hamdy Nisbah Shihab on 27 April 2006 09:34:29 WIB
    jika pendapat saya sih hendaknya diadakan pendidikan murah agar semua lapisan mendapat akses informasi yang beragam, dengan pendidikan, akses beragam, dan banyak pengetahuan jadi tidak banyak orang terjebak pada fanatisme dan kebodohan karena fanatisme dan kebodohan merupakan akar dari kejahatan. Dan banyak orang-orang akan memanfaatkan kebodohan orang lain untuk kepentingan politik, golongan dan harta. Kini banyak lembaga-lembaga yang mengatasnamakan agama untuk mengeksplorasi kebodohan orang lain, kebodohan rakyat kecil, karena mereka tidak mendapat akses informasi dan akses pengetahuan jadi gampang dibodohi. Itu saja saran saya.

  53. From Amalia on 27 April 2006 09:53:49 WIB
    Wah saya baca komentar-komentarnya bung Anton sungguh berbobot hebat benar ulasannya. Juga komentar orang yang anti atau menolak RUU APP terutama pencerahan dari bung Hendry. jadi saya semakin menyadari bahwa kelompok yang pro RUU APP (terbatas dalam komentar2 disini) memiliki wawasan rendah, memiliki alasan yang lemah dan ada kecenderungan memaksakan kehendak. Ketidakmampuan mereka mengurai alasan langsung dikompensasi dengan kata-kata yang 'jahat'. Jadi saya semakin mengerti kebodohan ini (seperti kata bung Ahmad). Oh ya saya kebetulan kemarin berada di karaoke Inul dibilangan semanggi, ada sekelompok massa menamakan diri FBR meminta Inul menutup karaokenya dengan alasan mereka menuntut minta maaf atas keikutsertaan Inul dalam kampanye RUU APP. Heran ya kebebasan berpendapat kok dibatasi dengan sikap bodoh, tak jelas apakah FBR hanya melakukan pemerasan atas nama RUU APP atau ada agenda lain. Tapi yang jelas ini sebuah fenomena yang berbahaya karena jika RUU APP disahkan yang terjadi alih-alih pembenahan moral tapi ladang pemerasan atas nama moral. Hal ini juga terjadi pada sekelompok orang atas nama MUI di Bogor yang memeras kelompok mahesa kurung sebesar 200.000.000 atas nama Fatwa MUI, silahkan baca majalah Forum,...aduh semakin bodoh ya bangsa kita...Mungkin Bung Karno, Bung Hatta, Sjahrir,Jenderal Sudirman menangis di alam kubur sana melihat kebodohan bangsa ini. Dan Pak Harto manggut-manggut heran di Cendana. Itu saja komentar saya..
  54. From Nikolas on 27 April 2006 10:05:14 WIB
    Saya orang papua membaca tulisan danang sungguh telah melecehkan budaya Papua, apa saudara Danang juga mahluk berbudaya dengan kata-katanya tadi sepertinya intelektualitasnya terbatas dan tidak memiliki kesadaran untuk saling menghargai. Bung Moderator tolong di seleksi lagi mana tulisan yang sampah dan mana yang bermutu, tapi juga musti dimuat yang pro dan anti tapi carilah yang bermutu...agar pembaca komentar-komentar ini bisa menarik pelajaran bukan membaca sampah seperti tulisan saudara danang.

  55. From Danubrata on 27 April 2006 10:53:04 WIB
    Saya warga negara RI usia 75 tahun, saya telah banyak melihat perkembangan negeri ini, dan dari hari ke hari semakin sedih saja. Bagi saya jujur saja yang dibesarkan dalam alam revolusi kemudian belajar di SMA sesaat setelah pengakuan kedaulatan di Djakarta. Dan kuliah di Univ. Indonesia pada era pertengahan 50-an. Saja saksiken itu jaman revolusi, jaman liberal, jaman antem-anteman Kominis dengan Jenderal-jenderal, jaman Suharto jadi bagian triumviraat, jaman Malari, jaman petisi 50, jaman Petrus, jaman Suharto bikin mainan ICMI sekaligus bom waktu buat bikin Islam fanatik, jaman Reformasi dan air mataku menangis..

    Saja kataken ini RUU APP adalah sematjem " De aap komt uit de mouw" yang artinja Monjet djelek jang muncul dari badju jang netjis. Jah, RUU APP seakan-akan hendak melurusken moral bangsa, tapi saja yang menyaksikan jalannya sejarah negeri ini dengan mata kepala saya sendiri apakah moral bangsa ini sudah sedemikian rusak, tidak ada moralitas yang rusak disini gara-gara seks. Saya tegasken sekali lagi moral kita sudah rusak gara-gara KORUPSI dan REBUTAN KEKUASAAN itu saja.

    Tahun 1950-an bersama Dahlan Ranuwihardjo dan Pane saya ikut turut mejaksiken bagaimana HMI berdiri, ada seorang muda bernama Ismail Sunni dia orang atjeh itu, dia gemar berkata "leiden is lijden" begrijp Je...ini orang kecil tapi bertubuh liat. Ismail ini bilang bahwa hukum yang tepat buat Indonesia baru adalah hukum barat, bukan hukum Islam...dia bilang kenapa...karena dalam konteks hukum Islam sudah banyak terpengaruh dengan kemunduran dunia Islam...sejak era kehancuran dinasti-dinasti Islam saat penyerbuan Mongol.Saat itu saya yang memang bagian muda gerakan Islam menyanggah pendapat Ismail ini, namun apa jang dikataken Ismail kelak di kemudian hari saya merasakan kebenarannya. Seperti Hatta bilang sesaat setelah rancangan UUD 1945 dan pembukaannya diputusken. "bahwa yang terpenting bagi kita sekarang adalah persatuan, dan membentuk Indonesia baru bukan lagi memperdebatken tentang perbedaan"

    Ada sebuah sikap jang dari dulu tidak berubah. Mungkin Wimar tahu dan mengalami itu jaman, karena Wimar ini aktivis ITB keluaran 66 - dia jenis mahasiswa abadi di ITB-, untuk sekedar mengingatken saja Wimar ini adalah satu-satunya orang yang berani mencalonken diri jadi Presiden pada tahun 1978 saat jaman-jamannya NKK/BKK produk itu menteri Daoed Joesoef ha...ha..- ah saja kok djadi ngelantur kemana-mana...ada sebuah sikap jang tidak hilang-hilang yaitu suka main bredel suka main tutup.

    Dulu PKI itu gemar sekali menutup tempat yang tidak ia sukai dan mengganyang kelompok yang dianggep kontrarevolusioneer, tapi perdebatan djaman itu lha kok ya tjerdas, saya ingat bagaimana Pram berdebat dengan HB Jassin, saya ingat saat bagaimana Njoto menguraikan alasan-alasan kesenian untuk rakyat dan bung Gunawan Muhammad (GM) - waktu dia masih anak muda- menguraiken kebudajaan universal. Nah, sekarang ini kok malah orang-orang Indonesia ndak semakin pinter jah maaf bila menyinggung)...ada FPI jang gemar menutup tempat - kok seperti kelakuan PKI saja- dan merobek-robek majalah depan umum dengan kata-kata yang tidak cerdas, dan perlawanan dari pihak majalah yang diserang juga tidak berani...bagi saya- yang dibesarken dalam djaman keberanian- tentunya aneh melihat sikap itu, bila pendapat saya diserang maka saya akan berdiri menantang. Stand Like Hero and Die Bravely, saya akan berdiri seperti pahlawan dan mati dalam keberanian jika saya punya pendapet.

    Kembali ke RUU APP, saya ingin bertanya apakah sudah dipikirken dalem-dalem akibatnya? sebagai orang tua mata saya yang rapuh ini sudah banyak melihat bagaimana kekejaman sejarah terdjadi akibat keputusan bodoh.







  56. From Suhardi on 27 April 2006 12:26:08 WIB
    Setiap UU yang dibuat lihat dulu siapa yang buat dan siapa yang melaksanakan. Apakah yang pro RUU APP tahu ??? Kalau tidak tahu dan asal setuju saja, ini kan seperti membeli kucing dalam karung. Orang kita kebanyakan memang begitu, contohnya kalau kita membeli barang dan ada buku petunjuknya. Apakah kita baca ??? hehehehhee... tau tau rusak barang tersebut kita langsung komplain dan marah-marah ke penjualnya.

    Jangan terpengaruh sama alasan moral, demi kepentingan bangsa, memberantas maksiat, dll. Kita sebagai rakyat harus pintar dan cerdik. Alasan itu sudah basi dan biasa digunakan oleh para penjahat dan koruptor di negeri ini. Lihat prilakunya bukan omongannya.

    Lembaga (bukan rakyatnya) yang pro RUU APP bisa terlihat koq perilakunya dan gerak gerik di masyarakat, yaitu:
    - Memaksakan kehendak
    - Menggunakan dalil-dalil singkat tapi memprovokator seperti untuk memberantas maksiat, dll untuk membodohi masyarakat
    - Memfitnah mereka yang menolak RUU APP sebagai bukan Islam, Jahat.
    - Merusak seperti yang dilakukan pada redaksi majalah Playboy. Saya juga tidak setuju dengan majalah itu, tapi bukan berarti kemanusiaan saya harus hilang dengan bertindak brutal dan anarkis. Ada cara-cara lain, yaitu mendidik.

    Kalau kita lihat prilaku seperti ini, apakah hati nurani kita sudah hilang dan tidak bisa mendeteksi ha-hal semacam ini??? Ucapan dan Prilaku haruslah berjalan bersamaan. Kita tidak usah berdebatpun orang yang punya akal sehatpun sudah tau, ada yang tidak beres dengan RUU APP tersebut. Ada agenda terselubung di balik pelaksanaan RUU APP, dan yang pasti bukan pemberantasan maksiat.

    Kita lihat apa yang terjadi di Tangerang, perbuatan sewenang-wenang terhadap perempuan yg main tuduh saja sebagai pelacur. Hal-hal yang sudah jelas di depan mata seperti ini kalau kita masih tidak peka, maka itu membuktikan kemanusiaan kita sudah hilang sama sekali.

    Bagi yang mendukung RUU APP, beri alasan yang jelas, wawasan luas dan masuk akal. Jangan hanya mengandalkan alasan untuk memberantas maksiat. Setanpun bisa menjadi Tuhan kalau alasannya cuma sesederhana itu saja.
  57. From leider on 27 April 2006 14:34:13 WIB
    Sebenarnya niat pemerintah membuat RUU APP sudah baik. tapi masalahnya apakah sudah sedemikian burukkah moral selurah rakyat indonesia hingga masalah moral pribadi pun harus negara yang mengatur.
    Apakah hal itu sudah merupakan prioritas pemerintah saat ini sehingga harus diatur dengan undang-undang..
    Coba kita lihat sendiri kan masih banyak hal-hal lain yang lebih membutuhkan perhatian dan kerja keras dari pemeritah..sudah kita baca SBY begitu marah melihat sekolah-sekolah yang reyot (sampe-sampe banting meja lagi)..masalah TKI yang sampai sekarang belum selesai..masalah ekonomi bangsa yang masih belum pulih..masalah UU ketenagakerjaan yang nyata-nyata menyengsarakan buruh..dan banyak lagi yang saya kira kita tahu semua...
    Jadi yang perlu kita perbaiki adalah hal - hal yang lebih dasar dan urgensinya lebih membutuhkan sumbagsih pikiran yang lebih brilian untuk memecahkannya..bukan masalah - masalah seperti pornografi dan pornoaksi.
    Masalah pornografi dan pornoaksi, cobalah kita jujur pada diri kita sendiri apakah kita sudah sepenuhnya mengerti dan sepaham serta sepikiran tentang apa arti dan definisi pornografi dan pornoaksi..
    saya kira kita semua bahkan semua anggota pemerintahan dan anggota dewan kita belum sepenuhnya mampu mendefinisikan secara benar apa itu pornografi dan pornoaksi..
    Jadi ada baiknya pemerintah kita lebih arif dan bijak memilah-milah dan menentukan tiap masalah yang harus dibenahi untuk kemajuan bangsa ini.
    Janganlah kiranya pemerintah sibuk dan berkutat dengan masalah yang untuk mengartikannya saja masih bingung dan gamang..percayalah hal itu bukannya membuat bangsa ini lebih baik tapi akan mengarahkan bangsa ini ke dalam masalah yang lebih runyam dan mengancam kesatuan bangsa yang besar ini..

    untuk danang, kebudayaan bangsa ini begitu indah dan mengagumkan,mulai dari negeri Aceh sampai ke ujung Papua..
    Tolong jangan kita saling melecehkan kalau tak mau dilecehkan..apalagi masalah budaya suatu suku bangsa..
    Ingat Kita hidup dengan budaya dan kita membutuhkannya budaya tersebut untuk hidup damai dalam masyarakat..
    Harusnya kita berbangga dengan keragaman budaya bangsa kita..yaa tooh...

    Leider
  58. From Meilani on 27 April 2006 14:37:24 WIB
    Kebanyakan yang pro RUU APP kenapa yah gak menghargai kebhinnekaan Indonesia, maunya seragam saja, tidak mau menghargai dan bekerjasama dengan mereka yang punya pandangan berbeda. Buktinya kita bisa lihat di tv-tv, pakaian mereka sama sekali tidak menunjukkan ke Indonesiaan, yang menonjol hanya satu agama saja, dan sebagian besar atau semua seragam dari budaya Arab. Islam bukanlah Arab. Dan Arab tidak mewakili Islam. Apakah kita malu dengan jati diri kita sehingga harus bangga dan mengikuti budaya luar sampai-sampai saudara Danang menyinggung perasaan saudara kita sendiri di Papua. Menolak RUU APP selalu dibilang mendukung pornografi dan pornoaksi. Benar juga kata sodara Ahmad, alasannya selalu diulang-ulang, padahal alasan kita menolak RUU APP sudah jelas.

    Percuma rasanya menggunakan alasan yang masuk akal atau seintelek apapun kalau yang dituju mempunyai prilaku dan sifat yang jelas-jelas tidak mencerminkan kemanusiaan dan cinta kasih. Inilah Bangsa kita yang sudah dicuci otak oleh berbagai macam budaya luar, segala kebaikan dari Bangsa sendiri tidak dihargai.
  59. From tukangbubur on 27 April 2006 19:34:29 WIB
    - Mari berterus terang dan tidak usah malu2 bahwa UU APP ini untuk membuat lingkungan masyarakat dan keluarga kita yang kurang kalau hanya mengandalkan KUHP
    - seharusnya UU ini terbit dulu, komentar baru belakangan, Playboy aja bisa terbit dulu seperti gini
    - sulit kalau dengerin dulu semua fihak, sampai tahun gajah juga tidak bakal ada hasilnya
    - Pemerintah wajib mengurus moral, karena kita dan keluarga kita sudah tak terurus moralnya, giliran negara beraksi
    - Ada atau tidak UU APP, tidak ada jaminan kejahatan berkurang. Tapi kita harus tetap berusaha mewariskan moral dan sistem yang baik
    - Dengan semangat piala dunia, mari kita gol-kan UU APP. Gol Gol Gooolll
    - Janganlah menjadi lelaki yang hilang urat kelelakiannya atau perempuan yang hilang malunya, seperti artis playboy, bisa dipastikan bukan wanita baik2 dan malah bisa dipakai. Siapa yang mau jadi suaminya, sungguh bodoh dan murahan tak berharga! Lelaki yang hilang urat lelakinya juga tidak merasa salah dengan Pornografi sebab hornx pun tidak bisa (jadi tidak bahaya)
    - Mari buat kampanye dan image negatif terhadap fornografi yang memang sudah negatif: seperti perempuan yg sengaja pusernya/pantatnya kelihatan adalah bispak dan bukan calon istri yang bener
  60. From adriani Susanti on 28 April 2006 09:15:29 WIB
    Mungkin usulan dari bung Shihab perlu diperhatikan tentang pendidikan murah. Karena saya ingin tukang bubur juga diberi pendidikan yang baik sehingga cara berpikirnya juga ndak rancu seperti tukang bubur yang ada di atas saya ini. Pendidikan murah akan mengakses ke rakyat kecil sehingga pencerdasan sebagai bagian dari komitmen berdirinya bangsa ini menjadi kenyataan. Jadi tidak sekedar tukang bubur naik haji, tapi juga tukang bubur berpendidikan. Jadi tidak ada lagi tukang bubur yang cara berpikirnya memprihatinkan. Inilah dari dampak kemiskinan dimana pendidikan tidak dapat diakses ke semua pihak dan akibatnya kebodohan seperti yang kita lihat pada tukang bubur diatas.
  61. From teman wimar on 28 April 2006 11:14:28 WIB
    Ayo, lihatlah aku
    aku bisa bermimpi
    dengan mata terbuka

    aku bisa mewarnai tanpa pewarna
    bermain tanpa ada mainan
    terbang tanpa sayap
    menari dengan riang
    bersepeda tanpa sepeda

    Ayo lihatlah aku!
    aku bisa apa saja tanpa apa-apa

    Andai semua bisa berpikir sepolos anak-anak ya Mas Wimar...hehehe
  62. From Thesa Kaz on 28 April 2006 13:27:20 WIB
    Saya setuju kalau masalah kita adalah kurang pendidikan. Rakyat yang bodoh gampang dibohong-bohongin. Kita patut mengasihani saudara-saudara kita yang secara membabi buta mendukung RUU APP, kebanyakan dari mereka adalah korban dari pembodohan selama ini. Alasan apapun yang diuraikan tidak akan masuk di otak orang-orang yang berpikiran sempit karena mereka tidak mau terbuka dan bekerjasama.

    Kalau urusan porno, tinggal tegakkan saja hukum yang sudah ada. Setiap UU baru menghabiskan waktu, membutuhkan biaya besar dan menghabiskan uang rakyat. Di mana ada duit, di situ ada korupsi. Makanya Indonesian paling getol buat UU.

    Saya jamin RUU APP di sahkan atau tidak, tetap saja rakyat sengsara, kelaparan, menderita. Bencana demi bencana yang menimpa saudara-saudara kita jauh lebih penting dari pada hanya mengurusi masalah porno yang bikin rusuh.

    Sepertinya tema tolak RUU APP harus dirubah menjadi tema "Dulukan Prioritas yang lebih penting dan berguna untuk rakyat". Kalau boleh kita mengadakan survey, kira-kira mana yang harus didahulukan. Ini bodoh-bodohan saja karena sudah stres kalau sudah terlalu serius :)
    - RUU APP (RUU Anti Pornografi)
    - RUU AKK (RUU Anti Korupsi & Kolusi)
    - RUU SG (RUU Sekolah Gratis)
    - RUU AKK (RUU Anti Kemiskinan & Kelaparan)

    Masih banyak daftar UU yang lebih penting. Saya yakin rakyat kecil lebih membutuhkan makanan dari pada RUU APP. RUU APP hanya untuk golongan tingkat elit, bukan untuk rakyat kecil yg gak punya tv dan jauh dari teknologi.
  63. From Vadhlee on 28 April 2006 15:03:39 WIB
    Saya jadi agak miris mendengar comment dr saudara 'Gw Aza' yang agak memojokkan kami dari umat Islam. Dengan Comment ini saya harap agar anda tidak menggiring masalah RUU APP ini menjadi masalah Agama karena yang menolak RUU ini juga banyak dari masyarakat yang beragama Islam. Persoalan yang mendukung secara berlebihan juga adalah salah satu kelompok Islam, saya yakinkan bahwa kelompok tersebut tidak dapat mewakili seluruh Umat Islam di Indonesia. JADI STOP MELECEHKAN AGAMA LAIN.
    Kita juga tahu bahwa masalah RUU APP ini adalah masalah kita bersama. Dimana sebuah peraturan yang diskriminatif hendak dibuat dengan berbagai macam dalih dan sebagainya. Kita juga prihatin dengan berbagai macam ungkapan dan tuduhan yang berdatangan dari para penyusun yang seakan-akan tutup mata dan telinga terhadap makin derasnya penolakan terhadap RUU ini. Tapi mau gimana lagi. Merekalah yang 'merasa' punya kuasa untuk membuat peraturan. Tapi kita ga' boleh terima begitu aja donk. Kita juga masyarakat Indonesia yang punya hak berpendapat. Jangan ditiru kelompok penyerang demo yang anti Perda no 8 Tangerang (yang saya anggap merupakan embrio dari RUU APP). Sudah jelas perilaku itu adalah perilaku premanisme. Walaupun mereka mengusung nama Islam, tapi Islam sendiri tidak pernah mengajarkan mengenai anarkisme. Apalagi menyerang wanita dan anak-anak. Saya masih ingat ketika guru agama saya menceritakan perjuangan Nabi Muhammad SAW ketika menduduki Mekkah. Waktu itu Beliau berpesan agar jangan menyerang penduduk yang tidak memegang senjata, dan jangan menyerang anak-anak dan Perempuan. Sungguh sebuah petunjuk mulia. Berbeda dengan para penyerang demo anti Perda. Padahal sudah jelas bahwa para pendemo mayoritas adalah anak2 dan perempuan. Sungguh tidak tahu malu dan tidak mencerminkan Islam.
    Terakhir saya setuju dengan pendapat beberapa teman2. Islam tidak sama dengan Arab. Islam tidak sama dengan Kekerasan. Kita sama-sama menolak Pornografi dan Pornoaksi. Dan kita juga sangat menolak RUU APP yang tidak berperikemanusiaan. Jadi teman-teman, mari bersama-sama kita menolak sebagai warga negara Indonesia. Tak peduli apa agama mu, suku mu, maupun Gender mu

    Salam Love and Honesty
  64. From kemal on 29 April 2006 01:28:57 WIB
    Menurut saya RUU APP ini adalah bentuk kegagalan terbesar pemerintahan RI sejak jaman reformasi dimulai. Ini adalah bukti bagaimana masalah yang sama yaitu pemahaman pemerintah atas pluralitas masyarakat Indonesia sangatlah kurang, dan lebih memilih untuk bersembunyi dibelakang tameng suatu agama tertentu demi menaikkan popularitasnya sendiri atau malah menyembunyikan ketidakmampuannya ini dari publik melalui suatu rancangan produk undang-undang yang menurut saya sama sekali tidak bisa di justifikasi alasan keberadaannya.

    Saya sudah banyak sekali menyaksikan komentar pihak yang pro UU APP, baik itu di media massa seperti koran ataupun forum dunia maya (internet). Ada satu "big pattern" mengenai pendapat mereka atas alasannya mendukung APP, yaitu karena menurut mereka di Indonesia ini moral bangsa dan anak-anak bangsa sudah rusak karena urusan seksualitas, dimana umumnya barometer yang dipakai oleh kaum pro APP adalah tingginya tingkat pemerkosaan, baik yang dilakukan oleh kaum dewasa ataupun yang masih dibawah umur (remaja/anak).

    Menanggapi pola pendapat yang seperti ini, dimata saya adalah sangat tidak masuk akal apabila (seperti argumen yang selalu dikatakan oleh pihak pro APP) UU APP ini di klaim akan melindungi kaum wanita dari kejahatan terhadap mereka. Dimana sebenarnya yang saya lihat dengan jelas adalah justru pemerintah ingin melindungi wanita justru dengan "memperkosa" mereka secara mental dr posisi mereka sebagai warga negara indonesia yang sama posisinya dengan warga negara yg lain. Dimanakah logikanya kalau untuk memerangi suatu masalah, anda justru "mengurung" pihak yang paling dirugikan dr masalah tersebut? Disini saja menurut saya sudah kelihatan bagaimana tingkat intelektualitas para anggota pemerintahan kita, dimana itu sangatlah lucu mengingat banyak sekali bukan para anggota pemerintahan kita ini yang meng-klaim bahwa mereka adalah orang terpelajar dengan gelar maha tinggi dr universitas-universitas terkemuka.

    Menurut saya jalan paling efektif untuk memerangi kejahatan yang berhubungan dengan pornografi adalah dengan tidak men-tabu kan pendidikan seks yang tepat dan efektif untuk para anak-anak indonesia, jujur saja sebagai orang indonesia yang besar di tanah air saya melihat sendiri bagaimana sebenarnya remaja indonesia mengalami proses yang sangat sukar apabila kondisi badan mereka mulai "maturing", mereka sangatlah bingung dengan kondisi badan mereka yang berubah itu, tapi di sisi lain pihak pendidik atau mungkin keluarga justru men tabu kan pendidikan yang berhubungan dengan kondisi itu. Sekarang saya ingin bertanya dengan kondisi di tanah air yang banyaknya seperti yang saya deskripsikan diatas ini, salah siapa kah sebenarnya para remaja/ anak-anak di indonesia semakin banyak mengakses media dengan konten "untuk dewasa"? Perlu di ingat bahwa remaja sama seperti anak kecil adalah manusia-manusia muda dengan semangat ingin tahu yang tinggi, karena mereka berada dalam proses mencari jati diri dan informasi apapun akan sangat mempengaruhi proses pencarian jati diri ini.

    Jadi dengan penjelasan saya diatas, saya berkesimpulan kalau faktor utama yang paling bertanggung jawab dalam maraknya pornografi di indonesia dewasa ini, seperti yang dikeluhkan para pihak pro APP, adalah tidak adanya informasi yang tepat dan efektif yang available untuk semua golongan dalam topik seksualitas. Sekarang saya hanya bisa menangis dalam hati melihat kecongkakan orang Indonesia yang selalu kembali lagi ke pola perilaku mereka yang lama : tidak pernah mau intropeksi diri dan membebankan kesalahan ke orang lain.

    Sejarah dunia sudah membuktikan bahwa apabila suatu pemerintahan ingin memaksakan kehendaknya dalam meng-illegal-kan sesuatu tanpa pemikiran yang matang, maka hasilnya justru akan berbalik dan malah memperparah keadaannya, contohnya adalah tahun 1920-an di amerika serikat, dimana secara sepihak pemerintah federal mengkriminalisasikan alkohol, dimana mereka kemudian justru mendapat masalah sangat besar dalam mengontrol mafia dalam perdagangan gelap alkohol tsb.
    Itu adalah contoh dr produk alkohol, dimana itu bukanlah suatu keharusan jasmani atau badaniah untuk mengkonsumsinya, tapi sekali lagi secara psikologis manusia justru akan selalu merasa lebih "cool" apabila mereka bisa mendapatkan/melakukan hal-hal yang dilarang (anda tidak perlu menjadi ahli psikologis untuk mengerti ini, buat saya ini adalah suatu yang sangat sederhana dimana saya hanya melihat ke pengalaman saya dan saya melihat pola psikologis seperti ini), atas dasar psikologis seperti itu lah saya yakin dengan berlakunya RUU APP sebenarnya tidak akan merubah apapun, justru berpotensi menjadi bumerang, karena dengan meng-kriminalisasikan sesuatu, orang akan menjadi lebih tertantang untuk melakukannya, apalagi disini kita bicara seksualitas, ini adalah hal yang sangat manusiawi sekali dan tidak bisa dipisahkan dari identitas kita sebagai manusia. Dan kemungkinan paling buruk adalah timbulnya perdagangan gelap pornografi dengan jaringan organisasi mafia yang bermain di dalamnya.

    Saya memohon kepada saudara-saudara sebangsa agar anda berpikir lebih jernih dan logis dalam masalah ini. Menurut saya masalah UU APP ini adalah sesuatu yang tidak penting dibanding isu lain yang lebih mendesak, tapi sekali lagi bila memang ingin bicara serius mengenai topik ini demikianlah pendapat saya diatas.

    Terima kasih.
  65. From Jaya Singh on 29 April 2006 10:09:50 WIB
    Saya setuju dengan pendapat Vadhlee, komentar Gw Aza yg secara emosional menjelek-jelekkan agama seseorang sangat tidak berhubungan dengan RUU APP ini. Dan ini akan memprovokator orang lain dan malah menjauhkan kita dari akar permasalahan. Saya sendiri bukan Islam, tetapi saya tidak setuju bila ada orang lain yang melecehkan Islam. Karena itu membuktikan orang tersebut tidak memahami ajaran agamanya sendiri.

    Di detik online kemarin, FPI (Front Pembela "Islam") ingin memaksakan kehendak kepada pejabat di Depok agar mensahkan Perda Anti Maksiat. "Kami siap melawan orang-orang yang menentang Perda tersebut disahkan. Kami siap men-sweeping LSM yang menolak Perda,".

    Ini membuktikan mereka anti demokrasi sama sekali. Jadi bagaimana menurut teman-teman yang menolak RUU APP menyikapi orang-orang yang keras seperti ini, berbicara seenaknya di media publik dan dibiarkan main hakim sendiri. Menurut Gus Dur sebenarnya orang-orang seperti itu sedikit sekali jumlahnya, hanya saja mereka sangat vokal ditambah dengan main kekerasan sehingga ditakuti masyarakat. Mudah-mudahan aparat keamanan mempunyai nyali dan tidak takut dengan mereka. Saya yakin banyak komponen masyarakat yg mendukung aparat untuk menegakkan keadilan dan keamanan di negeri ini.
  66. From Ubun on 29 April 2006 12:49:57 WIB
    RUU APP harus kita tentang kalau Republik ini ingin terus langgeng . Awas Arabisasi lagi melanda Indonesia padahal yang dari Arab tidak ada nilai tambahnya bagi kehidupan ini kecuali minyak.
  67. From eroy on 29 April 2006 13:39:58 WIB
    kapan lagi bangsa ini akan menjadi lebih beradab, kalo RUU APP ditolak? saya kira teman2 yang menolak, sebaiknya intropeksi diri dulu, trus pelajari lagi RUU nya jangan asal njeplak"Nolak"!
  68. From hendry on 30 April 2006 02:05:17 WIB
    Ketika tadi kami dengan teman-2 ngobrol diwarung kopi, ada temen saya yang non muslim nyelutuk : "sekarang berkembang wacana yang sangat kencang, kalo RUU APP tetap dipaksakan lebih baik berlaku khusus untuk yang muslim aja" nah.. spontan temen saya yang muslim tanggap : "ah nggak bisa dunk,nggak setuju ! sayakan muslim yang baik, toleran yang nggak memisahkan agama dari urusan duniawi (hablum minnallah) lagian saya muslim yang hidup dijaman modern bukan dijaman batu". ha..ha.. artinya RUU APP ini memang nggak bisa diterima oleh semua golongan mayarakat kita berwarna-warni.
    Jadi biarkanlah Indonesiaku tetap berwarna-warni, bukankah penuh warna itu indah dan cantik.

    Kalo menurut "jual-beli katanya" jadi katanya : pemerintah yang sekarang lagi BINGUNG ! karena GAGAL TOTAL mentertawakan rakyat (mengenyangkan rakyat) makanya keranjingan membuat undang-2 atau aturan-2 yang "MBOTEN-MBOTEN" untuk menutupi kegagalannya dan akhirnya ditertawakan rakyat juga meski rakyatnya tambah miskin &lapar.
  69. From abdi on 30 April 2006 07:03:46 WIB
    alhamdulillah, lebih banyak yang mendukung UU APP, coba search di internet. UU APP memang perlu!!! Satu orang bilang telanjang itu seni, sejuta orang teracuni dan tergoda. Lindungi mayoritas! Buat lingkungan kondusif dan bersih, masing2 menjaga diri dan moral saja tidak bias, negara memang harus turun.

    Adalah natural bahwa pornografi menggoda dan perlu diharamkan oleh negara bukan sekedar oleh agama. Memang hanya laki2 yang hilang kelelakiannya yang mengatakan pornografi tidak masalah seperti editor Playboy itu katakan. Punya birahi aja beliau2 ini mungkin tidak dikaruniai, jadi tidak ada ngeres2nya sama sekali.
  70. From adie-elektro.ITB on 30 April 2006 15:41:45 WIB
    sensitif gender perempuan bias banget yah??..kayanya orang muslim yang nolak ruu APP kurang banyak baca resource tentang Islam,nah soal budaya yang begitu dilindungi dan seni yang dikekang..apa ga salah?lebih mentingin budaya dan seni dari pada agama???huh..sadar kita juga nanti mati,apa kita mau dituntut pas kita mati nanti karna kita ikut pro nolak APP,melegalkan lokalisasi prostitusi dsb??udah jelas negara kita banyak orang bodohnya, gmn mo ngatur pengetahuan n moral lewat pendidikan??kan susah..apalagi untuk biaya pendidikan makin mahal,memang hal lain juga penting n kita mesti perjuangin hal2 perlindungan anak2 n sbgainya, mending diatur lewat undang2,biar rada mikir kalo mo ngelakuin sesuatu..paling ga kita mesti sadar negara kita ga se-tertib negara eropa yang bebas tapi aman,kita ketinggalan jauh tuk itu,kita setidaknya bisa ngelakuin bertahap kan??buat FPI n ormas Islam (yang banyak dibilang radikal) moga2 orang ga mandang cm sebelah mata dengan nge-cap sebagai radikalis,orang yang ngecap radikalis n munafik mesti sadar apa dia muslim ato ga?kalo muslim,coba banyak baca buku tentang Islam, baru ngasi pernyataan radikal atau munafik kalo non muslim gw no comment deh..khususnya wanita muslim yang sulit dapetin sumber tentang Islam,yaah maklum mayoritas di negara kita banyak orang bodohnya dan mentingin diri sendiri dengan takut kalo2 duit yang dihasilin slama ini akan ilang dengan adanya RUU yang sebenernya dirujuk dari Al-Quran..dasar mang negara ni orang2nya bengal n egois..LOL :P
  71. From Iwan Zariawan on 01 May 2006 02:43:03 WIB
    RUU-APP disahkan? Kalo kita telaah beberapa pasal menyebutkan segenap "larangan" tapi dibelakang ada kecuali daerah/propinsi.... Wahwahwah... ini Undang-Undang atau verbalisasi pemetaan tata busana/budaya? Negara udah mao disintegrasi koq nambah-nambahi urusan yang memicu disintegrasi. Itu undang-undang mengayomi "rakyat Indonesia" atau "bagian rakyat Indonesia"? Kalo cuma mengayomi kelompok tertentu perlu dipertanyakan kemujaraban undang-undang tersebut. Belum lama sebuah undang-undang bagus dieliminasi (UU Pendidikan KBK). Sebagai orang Indonesia malu donk tiap saat ganti Undang-undang, kami sebagai rakyat wajib heran. 353,5 tahun dijajah bangsa asing, sekarang asing dengan ulah petinggi negeri. Wahai kaum legislatif apa yang kau cari? Udah capek-capek milih dan dukung mereka tapi masih juga ngurusin "ketek" dan "celana". RUGI BAYAR PAJAK donk kalo mereka hanya ngurus gituan. (maaf kalo bahasa ku kasar, soalnya aku bukan mahkluk halus; ngga seperti mereka yang berbahasa alus-alus berlenggak-lenggok dengan berbagai apologi dan jargon monumentalnya)
  72. From Fitri Zulaikha on 01 May 2006 10:22:07 WIB
    Assalamualaikum WrWb

    Untuk Mas adie-elektro.ITB diragukan dia itu anak ITB-elektro, dari cara menulis dan berpendapatnya sangat tidak sistematis dan runtut, bila dia mengakui anak ITB saya sarankan lebih giat ikut diskusi budaya yang banyak digelar di kampus ITB, atau pengajian di masjid salman.

    Tapi kalau dia benar-benar mahasiswa ITB, saya alumni ITB angkatan 1992 merasa malu memiliki adik almamater seperti dia. Bila yang disarankan membaca buku-buku, buku-buku seperti apa?
    dan karangan siapa biar bisa kita eksplorasi. Kebetulan saya memiliki lingkaran diskusi untuk buku-buku muslim di Bandung, jadi biar saya tahu gerak pemikirannya.

    Oh ya kebetulan Pak Wimar juga pernah kuliah di ITB kan...dan pernah ngajar pula, gimana ini Pak Wimar pendapat saudara Adi? yang ngakunya mahasiswa ITB tapi kok kualitas bahasanya mengenaskan.

    Perlu diketahui kebiasaan mahasiswa/i ITB selain bergelut dengan mata kuliahnya banyak dari mereka yang mengarungi medan-medan pemikiran filsafat, agama dan sosial juga bergelut dengan masalah budaya jadi ada kebanyakan sifat mahasiswa ITB secara nominal berpikir sistematis dan memiliki skup yang luas dalam melihat persoalan.

    Dan kualitas tulisan Mas Adi bukanlah nominal jalan pemikiran mahasiswa ITB.

  73. From iman on 01 May 2006 14:10:13 WIB
    TOLAK!!!
  74. From Abdul \"Jango\" AsSyukri on 01 May 2006 14:45:14 WIB
    Bagi saya ada ngga ada RUU APP gak masalah. Sebuah pertanyaan apa kita mampu melaksanakan UU APP dengan sedemikian naifnya berdasarkan pasal-pasal yang tersirat di dalamnya?
    Dengan membaca pasal 37 dan mengutip sedikit dari sdr Hendry

    PASAL 37 RUU APP
    •Kegiatan Olahraga, HANYA dapat dilaksanakan di TEMPAT KHUSUS OLAHRAGA - YANG MENDAPATKAN IZIN DARI PEMERINTAH

    Main badminton ; berenang; jogging; volley ; sepakbola wanita; golf ; senam taichi; senam aerobic dll „Harus ijin pemerintah“ ? kan pemerintah-nya sudah GILA ! Ujung-Ujung Duit lagi kalau menyangkut soal ijin ? pembredelan mass media; pencekalan dst....

    Secara zahiriyah bila undang-undang tersebut secara teknis dilaksanakan akan melegitimasi perbuatan "dosa" komunitas tersebut. Teknisnya begini: perijinan kegiatan-kegiatan tersebut meski ditempat-tempat khusus khan mesti bayar ke departemen/pejabat setempat dan merupakan pendapatan negara/daerah. Sungguh nista untuk memakan uang tersebut (yg selanjutnya dikelola untuk kegiatan masyarakat etc). HARAM! Sudah banyak ormas agama yang terkooptasi dengan perkara-perkara sejenis sebelumnya, mis mensos dengan SDSBnya menyumbang muktamar salah satu ormas keagamaan 16 thn yll. Sekarang perkara seperti itu malah akan disinergikan dalam sebuah sistem. Naudzubillah?!?! Saya sebagai muslim malu sekali bilamana terjadi demikian.

    Saya tidak akan memperdebatkan pro atau kontranya bilamana disahkan menjadi sebuah UU. Sudah cukup jelas apa yang termaktub dalam RUU-APP dan probabilitas aparatur pelaksana UU yang melegalisasi kegiatan² tersebut adalah sebuah proses awal DEMORALISASI aparatur pemerintah.

    Akan sangat MUNAFIK dengan bereksperimen undang-undang tersebut karena mengurangi akan kualitas hidup kita. Wahai eksekutif,legislatif, dan yudikatif kalau membuat Undang-undang yang bermutu dong, mengayomi dan tidak plin-plan dalam pelaksanaannya.

    Mari kita sejenak berduka...
    Mengapa...?
    Karena Indonesia telah tiada :P
  75. From Vadhlee on 01 May 2006 14:56:24 WIB
    Saya mau comment singkat soal pendapat adie-elektro.itb. Pendapat anda saya pikir sangat tidak mencerminkan 'gelar yang anda sandang di belakan nama anda, karena kita tahu ITB adalah sebuah universitas yang berisikan orang-orang yang memiliki intelejensi tinggi.
    Melihat comment yang anda tulis, satu hal yang terlihat. Anda memiliki pattern yang sama seperti para pendukung UU yang lain. Anda melihat moral bangsa bobrok karena masalah seks, merasa kalu orang yang menolak RUU ini adalah orang yang pendidikan agama nya rendah, dan yang menolak merupakan orang yang pro pornografi dan pornoaksi. Pola ini sudah biasa terdengar oleh kita.
    Akan tetapi, saudara Adi ini memiliki alasan tambahan. Dia mengatakan bahwa mayoritas bangsa ini bodoh (K'lo ga' percaya liat aja comment nya Adi-elektro.ITB di atas). Sungguh xxxxx mendengarnya. Di mana kita berusaha bersama-sama mencerdaskan bangsa, ada yang menyatakan bahwa mayoritas bangsa kita adalah orang bodoh. Lalu bagaimana orang yang pintar? Karena walupun anda memasang embel2 Elektro.ITB , comment anda saya masukkan ke dalam comment dengan dasar alasan yang masuk akal. Anda terkesan tidak menghargai arti dari nama pendidikan yang mungkin anda sendiri telah alami di ITB(Saya orang yang serius. Dengan anda mencatut nama ITB, maka saya benar2 menganggap bahwa anda berasal dari sana. Sebab lidah dan perkataan merupakan tanggung jawab yang besar bagi saya).
    Saya hanya sedikit meluruskan. Pendidikan yang kami dan teman-teman maksud sebagai pendidikan moral dan pengetahuan (terutama pengetahuan seks) bukan hanya dari pendidikan formal, tapi juga dari lingkungan yang paling dekat. Sudah jadi kewajiban kita untuk memajukan pendidikan di segala bidang demi kemajuan bangsa dan negara. Kita juga harus mulai menciptakan iklim toleransi. Negara kita memiliki heterogenitas yang tinggi. Banyak budaya, suku, ras, agama, kepercayaan, dll. Jadi, kita tidak bisa menyeragamkan negara kita. Saudara Adi juga pasti tau bahwa dalam Al-Quran di tulis. Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Bahkan dalam Islam sudah disebutkan mengenai toleransi. Hal ini mungkin terlewat oleh anda yang sibuk menjelek-jelekkan negeri sendiri.
    Dari uraian saya di atas sudah jelas. Islam tidak pernah menyetujui soal pemaksaan kehendak. Maka sudah jelas bahwa peraturan semacam RUU APP yang sarat atas pemaksaan, dan diskriminasi adalah bukan dari Islam. Semoga Teman-teman dari Srikandi Demokrasi, Aliansi Bhineka Tunggal Ika, Bpk Gus-Dur, dan teman teman yang lainnya tetap teguh memperjuangkan ke-Bhineka-an kita. Tolak Pornografi, Tolak Pornoaksi, Dan Tolak RUU APP


    With Love and Honesty
  76. From bayu on 01 May 2006 16:16:58 WIB
    tau gak sih mas adie dari elektro.ITB ??? bedanya budaya, seni dan agama dan apa hubungannya antar mereka? ck.ck.ck, pendidikan kita emang menyedihkan.

    mereka gak bisa dipisahkan satu sama lain dan saling berhubungan, gimana bisa nganggap yang satu penting dan yang lain gak penting. coba penting mana antara tangan, kaki dan kepala??? pilih deh salah satu...

    agama itu justru membuat manusia berbudaya dan kita coba lihat sejarah, apakah mas pernah belajar sejarah Indonesia sampai ribuan tahun ke belakang? saya yakin tidak pernah dan tidak mau tahu. orang tidak pernah belajar dari sejarah. selalu ngulang pelajaran yang sama. jatuh lagi, jatuh lagi.

    Manusia Indonesia sebelum datangnya agama-agama besar atau modern yang ada sekarang ini sudah sangat berbudaya. Agama mendarah daging dalam setiap sel, tubuh dan darah manusia pada waktu itu, dan dilakoni dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya dibicarakan, apalagi memaksakan kehendak, kekerasan dan lain-lain seperti sekarang ini.

    agama yg sekarang dilakoni bukanlah inti ajaran agama, melainkan budaya luar yang kita lakoni. coba saja lihat dari isi RUU APP ingin menyamaratakan manusia Indonesia dengan satu pandangan budaya tertentu.

    kalau kita hanya bergaul dengan mereka yang punya satu pandangan saja dan menganggap pandangan orang lain salah. Itu adalah benih dari kekerasan, kebencian dan kegelisahan di dalam diri. Budaya Indonesia tidak begitu, resapi kembali semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

    Saya Islam, tapi bukan Arab Saudi. Saya Islam, tapi juga bukan Taliban. Saya Islam dan Saya adalah Orang Indonesia.
  77. From hermawaty on 01 May 2006 16:32:52 WIB
    Rekan-rekan yg sekarang setuju mendukung RUU APP, apa kalian sudah pernah membaca isi dari RUU tersebut?
    Isinya bukan tentang aksi pornografi, tetapi lbh tersirat pengingkaran terhadap keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia. sehingga ruu tersebut malah mengatur cara berpakaian, dan hak pribadi masyarakat dengan dalih melindungi kaum perempuan. Saat ini rekan-rekan yg mendukung RUU APP berpikir, bhw rekan-rekan yg menolak RUU APP adalah pendukung pornografi. Tanpa mereka sadari bahwa yg mati-matian kami tolak adalah isi dr RUU tersebut, karena berpotensi memecah belah bangsa, hanya untuk kepuasaan golongan tertentu.
  78. From Arga on 01 May 2006 20:11:47 WIB
    Ini bukan soal anti atau pro RUU-AP, cuman mau ngomentari orang2 yang menggasak RUU ini dengan semangat anti Arab.Katanya,itu tdk cocok dengan budaya kita. Kalau begitu ya jangan tanggung2, tolak sekalian budaya barat dengan manifestasinya berupa McDonald, nyanyian R&B, Rap, Playboy, Tank Top ,ngak ngik ngok dan kembali ke jaman Manipol Usdek ala Bung Karno yang mengganyang semua yang tdk ngendonesiani, kembali ke "kepribadian Indonesia" yang dangkal. Grow up man...!! Indonesia justru besar karena terbuka terhadap budaya2 asing
  79. From Shinta on 02 May 2006 00:35:13 WIB
    Hallo bung Arga, yang teman-teman tolak itu adalah pemaksaan kehendaknya, penyamarataannya, bukan anti Arab-nya. Bhinneka Tunggal Ika itu tidak menolak budaya apapun yang datang. Kita menaruh hormat terhadap segala macam budaya.

    Kalau budaya barat mau memaksakan kehendak dengan membuat RUU untuk menggantikan nasi dengan MCDonald, yah kita akan tolak mati-matian.

    RUU APP adalah pemaksaan kehendak, penyamarataan pandangan. Saya melihat siang di belahan utara dan Orang lain melihat malam gelap di belahan selatan. Dan kita berantem gara-gara kebenaran ini, hanya karena kita melihat dari sudut pandang yg berbeda.

    Itulah yang terjadi terhadap RUU APP ini. Mencoba memaksakan kehendak untuk membuat seluruh pandangan semua orang menjadi satu warna, yaitu gelap.

    Tanpa RUU APP apa gak bisa nangkapin orang-orang yg jualan VCD Porno ??? UU yang sekarang aja gak dijalanin karena suap dan korupsi, mau buat UU baru.
  80. From gus nur on 02 May 2006 02:43:59 WIB
    Pasal 37
    (1) Tempat khusus pertunjukan seni sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (2) harus mendapatkan izin dari Pemerintah.
    (2) Tempat khusus olahraga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat(3) harus mendapatkan izin dari Pemerintah.

    -weleh-weleh akan ndak ada lagi senam jantung sehat tiap minggu pagi di RT/RW
    Negara kok ngurusi kelamin...?? apa ndak ada kerjaan laen?
    Moral, etika, sopan santun bisa diajarkan dari keluarga kok, misalnya "kowe iku wis gedhe ojo wudo minthal-minthul, saru!!!"
    & kemunduran moral bangsa ini ntu kan tidak hanya karena perkelaminan bahkan lebih karena korupsi (perlu survey kali?). Jangan-jangan ada agenda laen untuk melupakan kasus-kasus yang sebenarnya bikin kita terpuruk? (prasangka buruk?)

    Meskipun demikian, Undang Undang ini melarang kegiatan olahraga yang dilaksanakan di tempat-tempat umum dengan mengenakan pakaian atau kostum olahraga yang minim yang memperlihatkan bagian-bagian tubuh tertentu yang sensual
    karena hal itu merupakan suatu pelanggaran terhadap norma-norma kesopanan dan kesusilaan masyarakat
    -Yang kebangeten ya yang nonton, sampe' timbul syahwat..klupun timbul syahwat cepat-cepat pulang ketemu bini "salurkanlah secara konstitusional". Yang belum punya bini ya segeralah menikah...(belum mampu?) yo nyambut gaweo.....

    Mungkin yg perlu 'ditertibkan' misalnya penjualan tabloid esek-esek yang bebas semerbak dimana-mana ato vcd porno (gmn pak polisi???) tapi ndak perlu ngatur cara berpakaianlah...(untung foto pak WW bajunya msh nutup puser, coba klo ndak, ya bisa dibreidel...)

    Menurut penilaianku ada yang kurang dari RUU APP yaitu pasal "dilarang berhubungan sex dengan binatang jenis apapun -kacuali lupo dan suko sama suko?"

    Salam Hormat
  81. From Mahdi on 02 May 2006 09:01:57 WIB
    Ini juga bukan soal anti atau pro Arab. Indonesia punya ratusan budaya, bahasa dan suku. Itu saja sudah membuktikan Indonesia terbuka dengan semua budaya. Tingkat kemanusiaan seseorang diukur dari bagaimana ia bisa menerima dan menghargai perbedaan, bukan memaksakan kehendak seperti sekarang ini. Pemaksaan bukanlah bagian dari Budaya Indonesia. RUU APP justru menghianati semboyan kita yg mencoba menyamaratakan pandangan Bangsa dengan satu pemikiran atau budaya saja.

    Kita semua sangat setuju untuk menolak pornografi. Tetapi cara yang dilakukan RUU APP tersebutlah yang tidak kita setuju.

    Dan RUU APP itu hasil jiplakan atau saduran UU lain dari budaya luar dan bukan dari hasil buatan atau survey sendiri. Coba tanyakan saja kepada pembuatnya bagaimana proses pengerjaanya, mereka pasti tidak bisa menjawab dan mempertanggungjawabkannya. Ini seperti mahasiswa yang buat skripsinya jiplak atau disebut plagiat. Kalau di komputer ada istilahnya Copy and Paste. Lihat saja isinya tidak ada yang mengakomodir kepentingan seluruh Bangsa Indonesia sampai terjadi kekacauan seperti ini.

    Bikin RUU yang bener dong, jangan sampai membuat kacau seperti ini. Kalau isinya melarang penjualan vcd porno atau menjual materi porno di depan umum, yah itu kita semua pasti setuju. Langsung teken deh gak ada pro dan kontra.... hahahahha

    Contoh gampangnya mungkin dengan sebuah cerita. Seekor beruang yang sayang pada majikannya, suatu ketika ada lalat yang menempel di muka majikannya dan beruang itu saking sayangnya kepada majikan dan tidak membiarkan lalat itu menempel. Beruang tersebut menghajar dengan gada yg besar tepat di muka majikan sehingga mengakibatkan majikan itu meninggal. Si beruang bingung karena menganggap lalat tersebutlah penyebab kematian majikannya. Inilah kebodohan.

    Jadi kita setuju niatan si beruang tersebut, tapi yang tidak kita setujui adalah caranya yang sangat-sangat bodoh, mencelakakan dan anarkis tersebut.

    Tujuan baik bila tidak disertai dengan wawasan yang luas maka akan mencelakakan orang. Bila yang membuat bodoh dan didukung oleh masyarakat yang bodoh pula, kehancuran Bangsa pasti akan terjadi tanpa kita sadari. Mati tanpa arti. Apakah itu yang kita inginkan???

    Tolak Pornografi, YES!!! RUU APP, NOOOOO!!!
  82. From nabil on 02 May 2006 20:22:17 WIB
    Gw sangat mendukung RUU APP...karna perintah dari Tuhan Yang Maha Esa...apa yang di perintah kan dari Tuhan pasti hasilnya baik....bukan untuk di dunia tapi juga di Akherat..
  83. From Tjondro Ireng on 02 May 2006 21:29:17 WIB
    Pemaksaan kehendak? Yang mana yang memaksa, yang pro atau yang anti.Selama proses menggoalkan RUU APP menjadi UU dilalui dengan cara yang konstitusionil, ya apa boleh buat, yang kalah kudu legowo. Kalau tidak ya namanya belum dewasa berdemokrasi, sikap demokratisnya baru ABG, gitu loh.
  84. From hendry on 02 May 2006 22:54:37 WIB
    Kemarin malam saya menonton Ratna Sarumpaet hadir diacara "todays dialogue" metro tv dan didampingi pemimpin FBR, namanya dialog ! tapi yang ada ratna dicaci maki, kasar sekali orang ini mencacimaki seorang wanita yang tak bersalah sungguh haram hukumnya, beginilah kelas preman pasar berdialog ! dia meng-klaim bahwa dialah yang paling benar dalam menjalankan agamanya dan paling hebat; kurang lebih demikianlah sekelumit petikan kata-2nya" anda jangan mengaku-ngaku betawi..., nama anda aja ratna sarumpaet, yang namanya orang betawi itu islam" buss..syet! dia mengklaim ibu kota adalah milik kelompoknya.
    Topiknya : FBR "MENGANCAM" INUL DARATISTA; RIEKE DIAH PITALOKA; RATNA SARUMPAET karena ikut pawai RUU APP NO!
    Tapi TANYA KEN- NAPA ? kok ibu SHINTA N WAHID tidak diancam oleh FBR ?
    Tapi TANYA KEN- NAPA ? polisi kok diam saja ! padahal sudah ada laporan ?
    Tapi TANYA KEN- NAPA ? mengancam itu TINDAK PIDANA lho...
    bapak KAPOLDA !

    TETAP TOLAK RUU APP !
  85. From Garnis on 03 May 2006 08:58:53 WIB
    Sepertinya bukan cuma RUU APP aja deh yang bermasalah. Kita bisa baca di koran-koran bahwa RUU-RUU yang lain seperti tenaga kerja, aceh dan llajr semuanya bermasalah dan mendapat protes dari masyarakat.
  86. From Khas Indonesia on 03 May 2006 10:08:57 WIB
    saya tujukan kepada para pendukung RUU yang setuju dengan tindakan FPI
  87. From Khas Indonesia on 03 May 2006 10:37:38 WIB
    lanjutan di atas (mohon maaf ke pencet)

    saya 'setuju' dengan pendapat dan tindakan FPI yang 'bermoral' dan 'lebih paham' soal agama. Buktinya mereka memiliki 'sopan santun' yang tinggi dalam tindakan apapun khususnya tentang berdemo. Contohnya dalam masalah penerbitan majalah playboy versi indonesia mereka sangat 'sopan' dalam berdemo,lihat hasilnya gedung tempat mereka berdemo tambah 'bagus dan teratur' bahkan pihak pemilik gedung mempunyai inisiatif untuk membuka gedung baru karena gedung yang lama sudah teramat 'indah'.

    Memang FPI merasa mempunyai pemahaman tentang agama melebihi pihak mana pun dan bahkan negara islam sekalipun. Mereka menolak majalah playboy yang isinya tentu saoudara sudah melihatntya,akan tetapi melegalkan majalah indonesia seperti "popular,FHM,dan tabloid2 stensilan lain". Mungkin kita harus menghargai mereka yang cinta produk dalam negeri.

    Dan kita harus 'berbangga' karena indonesialah selaku negara yang ber bhineka yang pertama yang mengatur tentang tata cara berpakaian.negara2 islam seperti timur tengah,malaysia yang belum memilikinya 'harus mencontoh' dari negara kita. Dan saudara pastinya bertanya koq isi comen saya cuma begini begitu, ngalor ngidul tidak karuan?

    Ya kira2 gini deh cara pikir orng2 yang lagi sibuk ngurus RUU. Maklum mereka org Indonesia asli. Seperti halnya Saya selaku rakyat kecil....
  88. From Iwan Zariawan on 03 May 2006 12:39:14 WIB
    Kalo bener jadi disahkan dengan redaksi Moron/Jahil tersebut yang berbahagia pabrik tekstil, proyek banyak mengalir. Yang tersenyum kecut para seniman, yang kehilangan pekerjaan redaksi tabloid dan majalah esek-esekbeserta kroni-kroninya. Hehehe

    Sudah cukup repot kita digasak oleh "polisi moral", takutnya mereka berlindung dibalik UU tersebut untuk beranarki ria. Mungkin anarki tersebut bagian dari ritual mereka. Bahkan "saudara" mereka yang tertangkap di Wonosobo 29 April 2006 (penggerebekan Noordin M Top dkk) kemaren ikut menyimpan majalah FHM beserta amunisi TNT yang disita oleh aparat (dokumentasi Berita TV).

    Masih satu kasus lagi, thn 2002 pernah saya menginstall jaringan komputer di sebuah pondok pesantren (di Jogjakarta) yang bernuansa "Islam Pembaharuan", tidak sengaja saya menjatuhkan sebuah kotak hitam yang ternyata berisi puluhan keping VCD porno. Lebih menyakitkan lagi kotak itu berada di Kantor Kepala Pondok, yang belum lama ini ikut menggalang massa demo mendukung RUU APP di Jakarta. Kemudian kepada Kepala Pondok tersebut saya pertanyakan, dengan enteng dan muka merah dia menjawab "Itu kepunyaan santri di sini" Semenjak itu saya alergi terhadap Islam Pembaharuan dan kroni-kroninya. Sungguh Munafik!!!

    Saya lebih sakit hati lagi pada waktu kita menyelenggarakan Pemilu. Kaum "Pembaharu" pada pilpres pertama menyebarkan selebaran dengan Fatwa seorang Habibnya untuk tidak memilih SBY dengan alasan SBY telah menyingkirkan "umat islam" dan segala bentuk black campaignnya (selebaran masih tak simpen buat arsip anak cucu, hehehe). Namun setelah Pilpres putaran II mereka menyebarkan selebaran untuk memilih SBY, karena tinggal 2 opsi SBY or Mega. Terlepas dari kefahaman mereka untuk tidak memilih pemimpin wanita, sekali lagi mereka Munafik!!!

    Kemunafikan akan berkembang bilamana dalam Pasal 37 (baca sendiri) yang terinterpretasi pejabat negara mengutip uang perijinan setiap kegiatan yang "berbau dosa". Sungguh akan menyakitkan bilamana negara mengelola uang tersebut dan diperuntukkan anak cucu kita.

    Kita tentunya tidak ingin diayomi oleh Undang-undang seperti itu, mending ngga usah ada sekalian. Kebusukan-kebusukan itu memang terjadi di Indonesia, tapi jangan disinergikan dalam sebuah undang-undang yang Munafik ini. Wahai anggota legislatif kalau nyusun undang-undang yang bener donk, kalau masih ingin mendapatkan amanat rakyat.

    Saya sebagai rakyat biasa hanya bisa MENOLAK RUU ini atau turut mendukung dengan Revisi TOTAL, jangan mau menjadi bangsa munafik, cukup itu disandang oleh Israel dan Zionistnya. Yang mengatasnamakan RUU-APP tersebut perintah Tuhan? Nggak salah tuh wong itu Perintah Pemerintah. Buat para pendukung RUU dan penolak RUU semoga barokah dilimpahkanNya atas perbedaan² yang telah terjadi. Dan buat Bang Wimar terima kasih atas penyediaan media ini dengan kemasan begitu menarik.
  89. From anti RUU APP on 03 May 2006 13:03:14 WIB
    sebenarnya pemerintah jaman sekarang sudah seperti orang yang kehabisan akal untuk mengatur rakyat INDONESIA.

    jangan mencari jalan yang hanya menghambur-hamburkan uang dengan berkedok RUU APP.

    itu hanyalah proyek semata yang sebenarnya sudah basi untuk dibicarakan.

    tetapi dengan adanya undang-undang berlaku sekarang seharusnya haruslah dijalankan bukan dengan cara membuat undang-undang yang tidak jelas.

    apakah pemerintah ingin agar men-JILBAB-kan semua wanita di negeri tercinta ini????

    kalau memang negara kita adalah negara HUKUM yang adil dan makmur mengapa harus diterapkan hal tersebut.

    mengapa pemerintah hanya seakan-akan membunuh karakter asli dari masing-masing rakyat di INDONESIA ini.

    sudah bosan saya dengan berbagai korupsi yang ada di negeriku yang TERCINTA INI.

    FRONT CINTA INDONESIA BHINNEKA TUNGGAL IKA
  90. From Ahmad Syarqawi Mubaidah on 04 May 2006 10:26:28 WIB
    Buat mas Hendry yang menyatakan acara di Metro TV Today Dialog bahwa FBR sangat kampungan menurut saya itu kesalahan dari pihak Metro TV. :
    1. Pihak pengarah acara Todasy Dialog tidak bisa memikirkan akibat bahwa orang sekelas Ratna Sarumpaet berdialog dengan Fadloli yang jelas dari bahasanya sangat kelihatan tidak terdidik. Mustinya pihak Metro TV sadar bahwa acara itu sangat berbahaya karena cara berpikir FBR itu berbeda dengan cara Berpikir Ibu Ratna Sarumpaet.

    2. Mediatornya Muthia Hafidz tidak cerdas mengejar Fadloli untuk statementnya tentang betawi yang sangat lucu. Terlihat sekali bahwa Muthia kurang cerdas dalam mengejar pertanyaan ini berbeda dengan Najwa Shihab atau Sandrina Malakiano yang sangat cerdas dalam mengejar kejanggalan pernyataan.

    3. Saya pikir bila acara itu diadakan oleh SCTV mungkin akan sangat menarik karena Rosiana Silalahi adalah pembawa acara dialog paling jenius di Indonesia yang dengan lugas bila terjadi dialog FBR dan pihak anti RUU APP untuk memandunya.

    Jadi menurut saya seperti itu Mas Hendry. Sekali lagi ada kelucuan disini. Ibu Ratna terlihat emosional sehingga terseret arus akan ke betawian. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah Betawi sudah menjadi negara sendiri? Betawi tidak serta merta dibentuk oleh satu suku tapi banyak suku bahkan keturunan cina di glodok sudah tinggal di Jakarta lebih dari 500 tahun. Jadi lucu mengklaim mana betawi mana tidak. Dan yang mengatakan Betawi 100% Islam adalah sebuah ketidakmampuan Saudara Fadloli memahami kultur Betawi sendiri. Karena di Betawi ada komunitas tugu yang kristen, ada komunitas Depok yang kristen bahkan di sekitar Kranji ada komunitas Animisme mereka masyarakat Betawi asli.

    Untuk itu saya harap agar Rosiana Silalahi bisa merespon dialog ulang antara Fadloli dan kelompok anti RUU Porno itu.Dan bagi pembaca di forum ini yang memiliki akses ke Rosiana Silalahi agar diteruskan usulan ini.

    Terima Kasih

  91. From Vadhlee on 06 May 2006 13:25:35 WIB
    Entah di kampus, obrolan hari2 atau di media maya semacam ini. Sejak saya mulai mengetahui adanya RUU ini, saya mulai tertarik. Mengapa ada peraturan se'sembarangan ini dibuat? Esensi dari sebuah UU adalah untuk dilaksanakan
    seluruh elemen bangsa. Tidak pandang gender, suku, agama, ras, etc. Jadi saya mulai aneh ketika seorang teman saya menyodorkan draft RUU ini. Ketika saya baca dan perhatikan, serta-merta saya berkata "TOLAK".

    Alasan saya dan beberapa teman saya menolak ada beberapa :
    1. Sangat diskriminatif (dimana perempuanlah yang dianggap sebagai pelaku pornografi)
    2. Sangat multitafsir (hal ini akan memicu tingkat pemerasan, korupsi, suap-menyuap yang baru)
    3. Sangat memaksakan kehendak (dimana isi dari RUU ini tidak mengakomodir seluruh elemen masyarakat)
    4. Sangat tidak INDONESIA (karena dalam RUU ini sangat jelas pengingkaran terhadap Bhineka Tunggal Ika dan cenderung memaksakan kebudayaan/agama tertentu terhadap pihak lain)

    Selain alasan di atas, banyak alasan yang saya lihat dan berkembang terus menerus seiring perjalanan waktu. Tapi ada satu kejanggalan dimana para pendukung RUU terus menerus memberikan alasan yang sama dari awal tercipta
    perdebatan soal RUU ini sampai sekarang. Yang saya perhatikan, kenapa tidak ada sanggahan dari pihak pendukung RUU terhadap alasan2 yang kami kemukakan. Kebanyakan komentar yang saya dapat bersifat menuduh, mencaci bahkan
    cenderung kasar dan mengancam. Apa para pendukung sudah kehabisan ide untuk menyanggah alasan kami? Who knows. Hanya mereka dan pemikiran mereka yang bisa menjawab.

    Saya berani berkomentar bahwa kami, sudah berusaha memberikan sanggahan terhadap alasan2 terkuat yang pernah anda2 para pendukung RUU ini berikan. Baru saja, dalam e-mail saya, teman saya memberikan rincian pasal dalam UUD 45, KUHP, UU penyiaran, UU Pers, dll yang semakin memperjelas bahwa RUU ini tidak perlu dan sangat pantas ditolak. Hal ini semakin memperjelas perjuangan kami para
    penolak RUU APP. Kalau anda para pendukung RUU APP bersikeras bahwa RUU ini harus GOL, maka berikan sanggahan yang bermutu dan alasan yang tepat. Jangan berikan alasan2 (ancaman2, atau tuduhan2) yang itu2 saja karena justru hal itu akan memperjelas sempitnya pemikiran kalian. Lagian, ngapain sih pake ancaman-mengancam, tuduh-menuduh. Khan kita bisa saling memberikan sanggahan, komentar. Bukankah itu yang disebut demokrasi? Jangan main lempar, main usir, main tuduh, dan lain-lain yang lebih bersifat destruktif daripada konstruktif.
    Selain itu, akhir-akhir ini kita lihat bagaimana para penolak RUU ini sudah mendapat ancaman secara nyata. Contoh Rieke Dyah Pitaloka, Inul, Ratna Sarumpaet sudah cukup menjadi contoh bahwa konflik ini sudah hampir berkembang menjadi konflik fisik. Seharusnya ini tidak dilakukan. Apalagi dengan mengusung nama agama tertentu, ataupun suku tertentu. Ingat, setiap jengkal tanga NKRI adalah milik seluruh bangsa Indonesia. Bukan milik suku A, suku B, Agama A, ataupun agama B. Kalau anda tidak setuju dengan pandangan kami, lakukan dengan tindakan yang lebih berpendidikan. Jangan pamer massa. Karena itu bukan cara orang beradab dalam menyelesaikan masalah....

    With Love n Honesty
  92. From Titut on 06 May 2006 23:25:19 WIB
    saya adalah seorang katolik yang beranakan seorang putri. sebagai pendidik, saya ingin dapat mengajarkan putri saya sikap toleransi terhadap orang lain - terutama yang berbeda. tapi rasanya, toleransi tidak mungkin berjalan satu arah. saya tidak tahu sampai kapan kondisi semacam ini - negara yang takut pada sekelompok orang - akan terus berlangsung. FBR bukan saja mengintimidasi tubuh perempuan, beberapa kali FBR ini pula mempersulit orang lain untuk beribadah. Saya tidak tahu akan meluas sejauh apa intimidasi yang dilakukan FPI dan FBR ini. Kalau sudah seperti ini - dan akan seperti ini nanti - apakah negara masih akan 'marah' bila ada rakyatnya yang memilih menjadi warga negara lain? atas nama apa pun, apakah INTIMIDASI itu dapat dibenarkan? Kenapa negara diam saja?
  93. From wimar on 07 May 2006 09:48:41 WIB
    Perumusan RUU APP oleh pendukungnya sudah berlangsung tiga tahun, sedangkan penolakan terhadapnya barun berlangsung beberapa bulan. Jelas selama tiga tahun kurang sedikit, tidak ada pertukaran pikiran yang imbang. Ketika sekarang muncul suara publik yang mempertanyakan RUU APP, para pendukungnya tidak punya argumen balasan karena merasa sudah benar. Dengan perspektif ini, suara publik yang lebih deras akan membuat elite politik berpikir kembali. Jadi para penentang RUU APP tidak perlu frustrasi. Yang boleh frustrasi adalah pembuat RUU APP yang sudah tiga tahun bekerja dan pada saat-saat terakhir ketemu argumen dan pendapat publik yang tidak bisa disanggah. Semua hal yang dikuatirkan sudah ada dalam UU yang ada. Tidak perlu buat lagi, apalagi yang hanya membangkitkan permusuhan.

    p.s. penjelasan mengenai kesimpulan diatas dapat diikuri pada Perspektif Baru minggu depan dengan Bambang Harymurti. Silakan buka www.perspektifbaru.com untuk mencatat gelobang radio di kota anda yang menyiarkan wawancara ini. Transkrip akan ada di koran dan di website yang sama setelah penyiaran wawancara itu hari Sabtu dan Minggu depan.
  94. From heru on 08 May 2006 01:18:20 WIB
    FBR, FPI ...selamat buat anda yg cepat tanggap dg hal yg ADB (ada bau duit)dg segera diberlakukannya UU APP.
    Menurut saya pangkal dari semua 'kekacauan' di republik kita ini adalah PENDIDIKAN. Reformasi dunia pendidikan sangat mendesak...! Dengan menciptakan masyarakat yg terdidik berjanggung jawab moral, etika dan ilmu, hal2 sepele seperti ini tidak akan terjadi, kita bisa lari menjadi sebuah bangsa yg terhormat.
    Saya pernah mendengar percakapan seorang anak kecil dan bapaknya "Itu pak ada Allahu Akbar" kata si anak tat kala melihat ada sekelompok orang yg sedang bakar ban di depan gedung DPRD. Masya Allah ...anak kecil aja tau kalo Nama Besar itu disalah gunakan.
  95. From Anak Bung Karno on 08 May 2006 10:05:45 WIB
    Ini negara mau diarahkan kemanaaaaaa? (sambil gedek-gedek) sudahlah tolak RUU APP. Itu ide gila.
    Dari sekumpulan manusia Psikopat.
  96. From Rusty Indah Maharani on 08 May 2006 11:59:40 WIB
    Kawan-kawan sekedar mengingatkan ternyata orang yang paling bertanggung jawab terhadap golnya RUU APP nanti (diperkirakan bulan Juni) adalah Balkan Kaplale dari Partai Demokrat. Dia adalah ketua Pansus RUU APP.Orang ini mantan politisi gagal yang pernah menjadi ketua Umum Partai Mencerdaskan Bangsa (PMB) yang kemudian dilikuidir tahun 1999 karena tidak memiliki massa. Kemudian manusia ini nemplok sana-sini lalu bergabung ke dalam Partai Demokrat. Ambisi manusia ini sungguh membahayakan persatuan Indonesia Raya. Demi kepentingan politiknya ia mempertaruhkan hal paling berharga dimiliki masyarakat Indonesia, KEBUDAYAAN Dan KEANAKERAGAMAN. Balkan ini bersemangat sekali menghubungi kelompok-kelompok agama yang memiliki akar di masyarakat. Dengan jualan politiknya ia menebarkan pandangan-pandangan sempit ttg pornografi dan 'bahaya budaya'kepada habib-habib dan pemimpin agama yang memang berakar pada radikalisme. Pemimpin Muhammadijah sekarang Dien Sjamsuddien dan Pemimpin NU Hasyim Muzadi sempat menjadi sasaran propaganda Balkan Kaplale tapi setelah mereka berdua mempelajari duduk persoalan sesungguhnya sikap mereka yang pada awalnya mendukung kemudian mengendur bahkan cenderung untuk melihat ulang RUU APP dan memberi ruang revisi.

    Balkan telah mempermainkan masa depan bangsa ini hanya untuk ambisi politiknya. Tolong saudara-saudara baik yang mendukung maupun kontra memperhatikan sepak terjang orang ini. Dia juga berambisi menjadi ketua umum Partai Demokrat dan telah menggalang sayap kanan di tubuh partai demokrat, gerakan Balkan ini juga ditengarai akan memecah belah partai demokrat.

    Balkan ini manusia yang tidak cerdas secara intelektual tapi memiliki percayaan diri yang melampui batas kecerdasan politiknya. Ketika diwawancarai di SCTV manusia ini mengatakan bahwa yang menolak RUU APP adalah hanya dua jenis : "Pertama mereka yang gagal menjadi Presiden" kedua : "Mereka yang mengambil untung dari industri seks" ucapan dungu Balkan ini diucapkan dengan nada yakin (silahkan anda buka situs rekamannya dihttp://202.147.240.133/view/3,121611,1,0,1145879919.html) , dari sini saja kita jelas-jelas memberi tanggung jawab yang begitu besar terhadap manusia yang intelektualitasnya dipertanyakan, pernyataan Balkan itu sungguh simplistis dan menyederhanakan persoalan. Ambisi Balkan yang tidak disadari membahayakan bangsa ini adalah hanya ingin mendapat kredit poin politik agar namanya semakin berkibar di Partai Demokrat.

    RUU APP adalah sebuah langkah awal dimana ketidakbebasan sebagai syarat awal Demokrasi dihilangkan dan ini berarti bangsa ini telah mencapai kemundurannya. Nanti setelah RUU APP akan ada agenda-agenda politik lainnya yang berkenaan dengan pengekangan budaya di dalam masyarakat yang akan menjadi proses sensorship terhadap kebebasan berbudaya di Indonesia.

    Jadi RUU APP adalah sebuah cultur warning SOS bagi kita yang menyadari bahwa perkembangan budaya yang dilandasi sikap saling menghargai terhadap kebebasan sebagai bagian dari pengguliran modernitas dan majunya peradaban kini secara dungu dihadang oleh gerakan berwawasan sempit dari politisi gagal yang mungkin akibatnya dia tidak tahu.
    Dan ke depan kelak ada RUU yang akan semakin mempersempit ruang-ruang kebebasan masyarakat, ini adalah ciri khas kudeta yang merayap dari kelompok Orde Baru untuk mengontrol negara ini. Demokrasi yang kita nikmati sekarang setahap demi setahap akan dikekang kebebasannya lalu kelompok tertentu akan mengambil alih pemerintahan atas nama ketertiban dan kelompok ini bisa saja bekerja sama dengan kelompok militer konservatif. Memang analisa ini terlalu jauh tapi saya yakin ini akan terjadi.



    Jadi heh!! generasi muda yang sadar politik dan memiliki wawasan untuk menyelamatkan bangsa ini saudara perhatikan Tingkah laku manusia yang bernama Balkan Kaplale.

    PS:
    Untuk Partai Demokrat saya sungguh menyesal memilih anda!!!! jualan postur SBY yang gagah ternyata telah menipu bangsa ini jalan yang berbahaya.

    Maka bila anda secara tida
  97. From santa ursula on 09 May 2006 08:49:56 WIB
    tolak RUU APP. Kapan kita demo lagi?? Mau ikuuuttt...
  98. From guest on 09 May 2006 11:13:05 WIB
    RUU APP?! semula saya sewktu saya mendengar ada ruu ini saya menyetujui, tetapi setelah saya melihat berbagai demonstrasi yang dilakukan berbagai kalangan masayrakat, saya mulai menyadari bahwa ada masalah yang berat terkait dengan ruu ini. apalagi setelah saya membaca beberapa pasalnya, seperti larangan berolahraga di tempat umum, mempertunjukkan bagian tubuh, dll saya makin yakin kalau uu ini hanya mengada-ada dan sangat tidak masuk akal. dan sepertinya dibuat oleh orang2 yang tidak mampu berpikir panjang, mereka tidak bisa melihat dampak yang akan terjadi bila ruu ini disahkan. seperti dampak ekonomi, bagaimana dengan sektor pariwisata indonesia, dimana banyak turis mancanegara yang menggunakan pakaian tidak sesuai dengan uu, seperti berjemur di pantai, berjalan2 dengan baju agak terbuka, dll. apakah mereka akan diusir? padahal mereka adalah sumber devisa yang sangat besar bagi negara, dan bagaimana dengan nasib bali? padahal negara ini sedang berusaha mengembalikan sektor pariwisata kita ke arah yang lebih baik, tetapi semua usaha itu akan sia2 akibat sebuah uu yang sangat tidak rasional. industri fashion, hiburan semuanya akan hancur. banyak daerah di indonesia yang memiliki kebudayaan yang tidak sesuai dengan ruu ini, seperti di bali, papua, dll. apakah semua kebudayaan itu akan dimusnahkan? padahal sejak kecil kita sudah diberi pelajaran ppkn, dimana kita dididik untuk melestarikan budaya bangsa, jadi sepertinya para pembuat ruu ini taidak pernah sekolah dan belajar ppkn. sektor olahraga kita juga terancam hancur, bagaimana bisa negara ini mencetak insan2 yang berprestasi yang akan mengharumkan nama bansa ini di bidang olahraga, apabila berolahraga saja dilarang, harus di tempat yang ditentukan pemerintah. bagaimana bila saya lari pagi di lapangan umum dengan celana ketat, apakah saya akan ditangkap dan didenda sampai ratusan juta? berenang, senam apalagi. saya semakin muak dengan ruu ini setelah saya melihat golongan2 tertentu yang berlagak tak punya dosa melakukan ancaman, tindakan anarkis pada pihak2 yang anti ruu ini. tetapi saya 99% yakin apabila mereka melihat isi ruu yang membatasi hak privasi manusia ini mereka akan balik berdemo menentangnya. jadi pihak2 yang mendukung ruu ini sampai melakukan tindakan anarkis, mengancam, mereka sama sekali tidak mengerti akan isi dari ruu ini. mereka hanya mengekor, atau mungkin mereka ditunggangi pihak2 tertentu yang mempunyai tujuan tersembunyai di balik ruu ini. JAdi, dari pendapat saya yang penuh basa-basi ini, kita dapat menarik kesimpulan, ruu ini hanya untuk kepentingan pihak2 tertentu yang ingin memecah2 bansa ini. apakah kita sebagai manusia tidak malu, kalah dari binatang yang tanpa ada uu yang bermacam2 mampu mengendalikan nafsu mereka (meskipun melihat lawan jenisnya bugil sepanjang hari, mereka tetap santai). cara menangani banyaknya maraknya tindakan tidak senonoh bukan melalui uu, tepati melalui hati nurani. iiiihhhh, apa tidak malu kalah dengan binatang?
  99. From Imam on 09 May 2006 20:39:40 WIB
    Belajar bahasa yang baik dan benar dulu sblm bikin UU. Morfem macam apa itu pornoaksi? Gak jelas mana yg menerangkan, mana yg diterangkan. Kalo bahasa dianggap remeh, berarti logika berpikirnya pun remeh! Beresin dulu deh bahasanya baru kita ngomongin mslh makna, moralitas, dll. 'Alif Lam Mim' dulu yg gak ada artinya (kecuali tafsirnya) dulu baru 'iqro' ya anak2.
  100. From manda on 10 May 2006 18:27:34 WIB
    sejujurnya....saya mendukung RUU APP...bila undang2 tersebut jelas aturan mainnya..saya ikut....

    saat ini yang terpikir oleh saya adalah....setiap pihak ada sisi kelemahannya...baik yg pro mau pun yg anti....

    yang pro app...mayoritas dari kalangan yg membawa panji islam....tapi mengapa ada kekerasan dan intimidasi,bukankah agama islam sudah cukup buruk imejnya bagi dunia ini??kenapa kita tambah lagi...???mengapa tidak kita tunjukan islam itu rahmatan lil alamin??saya sangat sedih....saya tau tujuan anda baik....tapi tunjukanlah...islam adalah rahmatan alamin...cari lah jalan yang paling baik jauh dari kekerasan...mungkin ide dari saya ialah..dengan cara2 terpelajar dan didukung dengan orang2 yang benar2 baik islamnya dan punya pemikiran dengan ide2 ilmiah....sebenarnya pun bukan islam saja...

    bagi yang anti RUU APP...saya tau negara ini memang beraneka ragam...tidak bisa disamaratakan...
    saya baca slogan anda adalah "tolak RUU APP...TOLAK PORNOGRAFI..".....menurut saya slogan anda ada kerancuan..mengandung makna setengah2...ide dari saya,tunjukan kepada masyarakat secara konkrit apa langkah2 anda menolak pornografi..sampai dimana..adakah batas bagi anda para penolah RUU APP dalam mebuktikan penolakan terhadap pornografi??? apabila ada kesamaan dengan tim pendukung RUU APP...kenapa tidak menyatukan pendapat...karena buat saya segala sendi kehidupan pasti ada batas2nya....dan negara kita perlu batasan itu...

    harapan saya..

    jangan RUU ini menambah polemik dalam negara kita,sudah cukup banyak masalah yang harus kita hadapi....salah satunya jiwa...jiwa bangsa ini dalam ambang kehancuran,baik itu dipemerintahannya dan masyarakat nya sendiri....

    sandaran kehidupan yang paling baik adalah agama...tidak peduli itu agama islam,kristen.hindu.buddha,jadi kembalilah ke hati nurani kita dan agama yg kita anut...

    sandaran kepada moral..tidaklah stabil..karna moral setiap versi orang2 berbeda,timur dan barat beda dalam memandang moral....sandaran kepada hukum juga tidak stabil..karena itu karya manusia yang banyak kelemahannya dan banyak ketidak adilannya...sandaran kepada kesusilaan juga tidak stabil..karna susila sering mengadaptasi dengan zaman...

    jadi..agamalah sandaran terbaik...kembali kepada setiap individu...bukan islam saja...semuanya...

    ketuk hati nurani kita...kembalikan kepada diri kita...sesuaikah prilaku kita dgn agama kita??

    bila itu sudah kita renungi....

    mau ada..atau pun tidak ada RUU APP....tidak masalah....apabila sudah merenungi diri melalui agama...tidak ada yang perlu kita takut kan....mau itu ada APP ato tidak...ingat jangan tipu hati nurani

  101. From Anton on 11 May 2006 11:18:15 WIB
    Nyai Ontosoroh melawan RUU APP

    Tahu Nyai Ontosoroh, seorang tokoh rekaan dalam novel bumi manusia (salah satu dari tetralogi Pramoedya Ananta Toer yang terkenal)?. Di tangan Pram Nyai Ontosoroh adalah sebuah gambaran kekuatan wanita Indonesia, disitu dilihat bagaimana seorang yang awalnya hanyalah seorang gadis dusun bernama Sanikem kemudian dipaksa nikah dengan Tuan Mellema salah seorang Hoofdtbestuur pabrik gula di Tulangan Sidoardjo.

    Sanikem adalah gambaran seorang wanita yang sadar bahwa dirinya terhina. Status nyai pada waktu jaman Belanda merupakan status separuh wanita pelacur dan tidak terhormat di mata bangsa sendiri. Tapi Sanikem harus menerima kenyataan bila ia tidak menerima lamaran Tuan Mellema maka karir ayahnya, Sastrotomo di pabrik gula akan hancur, keluarganya akan jatuh miskin dan tidak memiliki kehormatan keluarga karena jika ayahnya keluar dari pabrik gula maka dimata masyarakat ia akan ditendang ke luar sistem. Dan Sanikem jelas lebih memilih mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan kehormatan, kesejahteraan dan kelangsungan hidup keluarganya.

    Tapi Sanikem yang kemudian bertransformasi menjadi Nyai Ontosoroh berhasil membangun kehormatan yang baru bagi dirinya. Ketika masyarakat menilainya menjadi pelacur, ia belajar sungguh-sungguh tentang kebudayaan barat, ia mempelajari bahasa Belanda, Inggris dan Perancis. Ia baca buku-buku pengetahuan di perpustakaannya yang lengkap, dan ia mendapat kebijakan, mendapat pencerahan bahwa kemajuan manusia tidak ditentukan oleh masyarakat yang beku, oleh masyarakat yang hanya mengedepankan simbol-simbol, oleh masyarakat yang memilih peradaban kaku. Tapi di mata Nyai Ontosoroh kemajuan bangsa ditentukan oleh kerja ‘-dalam bahasa Pram- “Orang yang tidak menyukai kerja adalah mereka yang bercanda dengan maut”. Disinilah arti penting wanita Indonesia harus menempatkan dirinya dalam kehidupan bangsa, wanita Indonesia yang sudah terlalu lama dibentuk oleh kebudayaan patriakhal harus melepaskan dirinya menjadi manusia bebas, menjadi menusia yang mampu membentuk jaman seperti Nyai Ontosoroh.

    Konteks Nyai Ontosoroh di pada jaman kekikinian kita saat ini adalah bagaimana wanita Indonesia yang dituduh pelacur di jalan-jalan, dipaksakan berpakaian menurut pola pikir tertentu, dipaksakan berbudaya menurut budaya tertentu dan dipaksa menggagas dengan gagasan tertentu adalah sebuah arena baru bagi perlawanan kaum wanita. Wanita Indonesia merupakan bagian besar dari gerakan membentuk manusia Indonesia baru. Wanita Indonesia adalah arus besar yang membawa gelombang jaman dengan semangat jaman bukan menoleh pada peradaban beku yang berkebudayaan masa lalu. Kini saatnya wanita Indonesia melihat sosok Nyai Ontosoroh yang berani melawan jaman, berani menantang angin kebodohan. Wanita Indonesia adalah wanita pembelajar, ia belajar dari bangsa yang lebih maju layaknya RA Kartini, Wanita Indonesia adalah wanita pengajar ia mengajar bangsanya layaknya Dewi Sartika dan HR Rasuna Said, Wanita Indonesia adalah wanita yang memiliki kemampuan tempur layaknya Tjoet Njak Dien, Njai Ageng Serang dan Ratu Kalinyamat dari Jepara, wanita Indonesia adalah seorang pembaharu layaknya Siti Larang, Gadis Rasyid atau S Rukiah, wanita Indonesia adalah wanita pencipta-pencipta kekayaan layaknya Martha Tilaar, Bray Moorjati Soedibjo atau Dewi Motik dan wanita Indonesia adalah seorang manusia yang berani menantang angin layaknya Nyai Ontosoroh.

    Wanita Indonesia adalah yang harus membawa bangsanya pada peradaban dunia yang lebih maju bukan dikekang demi sebuah arus kebodohan dan keuntungan politik dari Presiden yang lemah. Jangan Korbankan Masa Depan wanita Indonesia. Lawan RUU APP yang tidak benar itu.!!!!

    ANTON


  102. From hendry on 12 May 2006 02:54:16 WIB
    Thanks explainnya buat bung AHMAD SM , emang bener yah.. yang salah station TV nya, nggak bisa dibayangin kalo yang nongol di TV kwalitasnya seperti "Fadloli" yang kurang makan kapur, wah gimana masa depan Indonesia ????
    Bung ahmad kira-2 gimana kansnya RUU APP ini bulan juni nanti ? apakah persentase diketok-palukan besar ? kenapa SBY koq nggak bersikap kayak macan ompong ?


    Buat Mbak RUSTY thank's infonya ternyata saya baru tahu kalo "BALKAN KAPLALE" itu orang partai demokrat toh.., OOPS ! track recordnya amburadul & kacau banget yah.. pantes amat kurang cerdas alias bodoh!
    analisa mbak tajam banget ! saya yakin itu semua benar

    TETAP TOLAK RUU APP !


  103. From EDI DARWAN HSB on 12 May 2006 13:30:23 WIB
    Saya dukung RUU APP jangan melihat dari sudut negatif tapi dari pandangan positif itu dibuat utk kebaikkan bersama bukan sebagai pemecah bangsa melainkan penyatu dikarnakan mayoritas agama islam jadi tolong hargai mereka, mayoritas itu juga bangsa indonesia juga kok dan bagai mana jika mereka mengancam untuk memisahkan diri/cari suaka kenegaralain kan bagus yang kontra dikorbankan.

    DI negara malaysia bisa diatur hal seperti ini kenapa kita tidak, lagi pula indonesia berhasil bersatu karena perjuangan melawan penjajah dengan azas islam dan dulu syariat islam tdk dijalankan akhirnya toh terjadi disintragasi,gerakan sapatarisme timtim berhasil merdeka{lepas}toh bhineka tetap tidak bisa bertahan dan bagi budaya yang lain jangan sak hebat tdk berpengaruh jika suatu saat lepas itu karena dia tdk tau diuntung.

    FROM: MSH TGD Medan.jangan marah cuma bilang nama cuma iseng tolol.

  104. From Vadhlee on 12 May 2006 15:06:18 WIB
    Kemarin (Lebih tepatnya baru-baru aja sih... ^_^) saya dapat mail dari mediacare@yahoogroups.com mengenai ajakan demo untuk mendukung disahkannya RUU APP. Mail dengan cap MUI di bagian atas ini sangat menyakitkan bagi saya sendiri (dan mungkin teman-teman yang membaca) dimana MUI dengan enteng menyatakan bahwa kita di beri 2 pilihan :
    1. Manusia Indonesia yang santun, selalu menjaga martabat dan kehormatan, serta cinta keluarga dan setia pada pasangan hidupnya.
    2. Manusia yang amoral, liar, merendahkan martabat dengan
    mengumbar aurat, dan senang menikmati sex bebas.
    (Kopian dari surat pemberitahuan demo 21 April bagi yang pro dapat dilihat di
    http://www.srikandidemokrasi.blogspot.com/)

    Pertanyaan saya timbul. Kok aspirasi kami seperti tidak pernah ditangkap oleh mereka? Kok pendapat kami seperti tidak didengar oleh mereka? Kok dengan enteng mereka memberikan pilihan serendah itu untuk kami dimana pilihan butir satu jelas untuk yang pro dan butir dua untuk yang anti. Apakah mereka sebegitu berkuasa sehingga memberikan image yang begitu buruk untuk kami. Sepertinya mereka sebegitu benar dan suci nya sehingga menanamkan image yang begitu buruk untuk kami. Tapi satu yang sama (Seperti comment saya sebelumnya) mereka tidak bisa menjawab apa yang kami kemukakan. Mereka hanya bisa menuduh. Tapi yang menyakitkan, kenapa hal ini justru datang dari MUI. Badan yang saya hormati karena merupakan majelis dari ulama yang ada di Indonesia. Apa kami harus ngekor para ulama? Apa kami tidak boleh berpendapat?
    Sekali lagi, dan saya mohonkan pada seluruh pihak yang pro, dengarkan alasan yang kami kemukakan. Jangan kau tersesat oleh image jelek yang orang (organisasi) yang tidak bertanggung jawab tanamkan pada kalian. Kami tidak suka pornografi, kami bukan pencinta seks bebas. Dan kami juga setia dan mencintai pada pasangan hidup kami. Cinta yang artinya memberikan perhatian, cinta yang artinya saling mengerti. Bukan cinta dengan pemaksaan atau diskriminasi. Saya sangat kagumi sebuah lagu ADA Band yang berjudul Karena Wanita Ingin Dimengerti. Inilah yang kami inginkan. Wanita bukan untuk dikurung, wanita bukan untuk dijajah. Wanita ada untuk dicintai, disayangi dan dimengerti.Karena itu berikan mereka persamaan hak dan derajat. Jangan lagi ada penindasan. Mari bangun negara bersama-sama, tanpa adanya peraturan diskriminatif ini.

    Terakhir saya ingin sampaikan salut untuk saudara Anton yang comment nya betul2 berbobot dan berisi. Tidak seperti komentar para perumus RUU ini yang tidak pernah berubah dari waktu ke waktu. Dan buat teman-teman seperjuangan, mari kita tolak RUU ini dengan sekuat tenaga. Kita tunjukkan pada mereka bahwa kita bisa berjuang tanpa harus melakukan tindakan destruktif, tanpa ada caci, dan tanpa makian. Kita tunjukkan bahwa image yang mereka tujukan itu SALAH BESAR.

    Tolak Pornografi
    Tolak RUU APP

    With Love and Honesty
  105. From Abdillah.Ms on 14 May 2006 17:08:12 WIB

    Weleh weleh... kalo ngomong masalah porno pornoan kok kebanyakan pengamat di Indonesia berpendapat yang macam macam. semuanya hampir merasa dirinya benar, kalo saya berpendapat yaa... namanya saja pengamat semuanya dibikin rumit.saya paling setuju dengan bung wimar yang penting sebetulnya siapa yang bertanggung jawab atas degradasi moral yang menimpa bangsa kita sekarang. yang paling menyedihkan sebetulnya ketika anak anak kita di jaman sekarang ditanya, siapa pahlawan kemerdekaan Indonesia, oleh ibu gurunya kebanyakan pasti banyak menjawab Power ranggers, Bataman atau superman, saya mau usul ke Pak Wimar gimana kalo diangkat topik seputar pengaruh media massa terhadap perkembangan anak anak kita sekarang. jangan jangan kalo ini di biarkan berlarut larut bisa bisa anak anak kita bisa sebodoh tokoh kartun shinchan
  106. From Annie Handayani Sabri on 14 May 2006 23:14:50 WIB
    Saya hanya rakyat biasa yang terkadang bingung dengan kondisi negara ini. Kalau mengikuti emosi sih, inginnya "cuek" aja mendingan mikir diri sendiri tapi terkadang rasa ingin tahu menggebu-gebu. Termasuk soal RUU ini. Saya coba cari2 isi dari RUU anti Pornografi & pornoaksi di internet, terus saya baca. entahlah kalau menurut saya sih engga ada yang salah dengan RUU itu? maksudnya kenapa jadi demo besar2an antara yang pro & kontra. kenapa engga ambil jalan tengah, misalnya beberapa pasal dari RUU-nya di revisi sehingga tidak merugikan salah satu pihak.
    Ada salah satu isi RUU itu yang saya setuju yaitu tentang mengatur barang pornografi yang dijual di tempatkan di etalase yang letaknya jauh dari jangkauan anak-anak dan remaja dibawah usia 18 tahun.
    Sebab saya sendiri kaget di Indonesia tabloid porno, koran kuning, vcd dll dijual begitu bebas sehingga anak2 & remajapun bisa beli dengan mudah. pengalaman saya waktu tinggal di Eropa & Amerika yang katanya "kurang bermoral dibandingkan dgn Indonesia" justru lebih disiplin dalam hal2 seperti itu , mereka menempatkan barang2 itu justru jauh dari jangkauan anak2 & ABG. Tapi Indonesia yang katanya "lebih bermoral" memegang adat ketimuran & agama yg kuat koq bisa lebih bebas ya?
    Kenapa RUU itu mesti ditolak mentah2 hanya karena beberapa pasal yang dianggap merugikan kebudayaan Indonesia. Kenapa tidak hanya pasal2 itu saja yang di perbaiki kenapa harus "berantem" antara pro dan kontra. Kan bisa diambil jalan tengah karena engga semua isinya jelek ada beberapa hal yang memang perlu diatur lewat undang2 seperti penjualan barang2 atau media pornografi sebab saya pernah lewat sekolahan SD di bandung, dan saya lihat anak2 SD laki-lakinya lagi bergerombol baca koran "Lampu Merah" belum lagi tabloid yang lebih vulgar lainnya juga terpampang bebas dimana-mana. Atau anak2 SMP yang bergerombol di warnet browsing situs porno? jadi kalau saran saya untuk yang pro RUU ini jangan terlalu radikal juga membawa-bawa agama tertentu dan untuk yang kontra juga sebaiknya jangan ditolak mentah2 semuanya. ambil jalan tengah yang terbaik agar persoalan ini tidak berlarut-larut sehingga hal yang lebih penting, terabaikan. Sekali lagi itu hanya pendapat saya sebagai orang awam, sebab saya menilai tidak semua pasal dalam RUU itu jelek isinya.
  107. From Bayu on 15 May 2006 09:13:17 WIB
    Sdra. EDI DARWAN HS, justru RUU APP itu menunjukkan bahwa agama kita telah gagal, agama kita telah mati. RUU APP merupakan pelecehan terhadap agama Islam. Seharusnya akhlak dibentuk oleh agama, bukan oleh RUU APP yang menyeragamkan. Apakah kriteria orang baik bisa di buat UU nya ??? RUU APP ini akan menghasilkan kemunafikan, merendahkan dan menginjak-nginjak nilai-nilai agama itu sendiri.

    Jangan mau ditipu oleh mereka yang menyalahgunakan agama untuk kepentingan politik. Jangan jadi anak kecil yang bodoh. Kebaikan dan moral tidak bisa didefinisikan oleh UU, melainkan harus dibina dan dipupuk oleh nilai-nilai agama.

    Dengan berpakaian seperti orang suci, apakah itu membuktikan kita orang baik? kita bermoral ? Silahkan Sdra. Jawab Sendiri !!!
  108. From nuniek on 17 May 2006 19:10:34 WIB
    Negara tidak boleh ngurus rakyatnya....kata siapa...negara tidak boleh ikut campur sama rakyat nya kata siapa....lihat donk pahami donk isi dari teori kontrak sosialnya John Locke...bahwa negara diberi kepercayaan oleh rakyatnya untuk dapat membuat peraturan dan dengan kata lain rakyat memberikan legitimasinya kepada negara...kalo rakyatnya dibiarkan mengumbar aurat maka negara ini negara yang bobrok ingat bahwa kita adalah negara yang beragama dan negara yang bersusila...picik sekali pikiran orang yang mengatakan negara tidak boleh mengurusi rakyatnya itu sangat2 picik Coba Pahami dan Baca teori Kontrak sosial!!!!!!!!!!!!!biar paham orang yang mengatakan seperti itu
  109. From arwanda ginting on 18 May 2006 09:15:19 WIB
    Setiap yang menolok aturan Tuhan adalah Syetan,Bagaimana Syetan menolak bersujud kepada Adam,ini adalah peraturan Tuhan.Tuhan tidak pernah menyuruh mahluknya telanjang,bermegah-megahan dan pamer tubuh.
    Kalau masih ada yang menolak RUU APP adalah Syetan,karena syetan bisa berbentuk ghaib bisa juga berbentuk manusia.
    Orang yang menolak RUU APP tidak sadar bahwa mereka telah diraksuki nafsu Syetan.Coba apa yang mereka katakan adalah sudah jelas kata kata syetan yang pandai melesetkan arti dari sebuah kebebasan.
    Kalau mau berfikir sehat,coba fikirkan dampak ke depan kalau tidak dibuat RUU APP.
    Dulu 10 th yang lalu,begitu indahnya negeri kita,sekarang woow banyak sesuatu yang tidak suka indonesia aman,aman dari pemerkosaan,pelecehan seksual,pemerkosaan anak.
    Mari berfikir jernih,gunakan hati nurani,baru kita bicara
  110. From Gif Nus Takai on 18 May 2006 11:57:44 WIB
    eh ribut-ribut RUU APP molo...tuh Suharto udah dibebasin kecolongan kan kita..
  111. From Suhardi on 19 May 2006 09:50:52 WIB
    Orang yang dukung RUU APP juga syetan, ingin menggantikan agama dan menggeser kedudukan Tuhan. Udah ada agama yang sempurna tapi mau diganti sama RUU APP. Jalanin dong agamamu yang benar maka akhlak dan moralmu akan baik sendiri. Serahkan urusan akhlak dan moral sama Agama, bukan RUU APP buatan manusia yang tidak sempurna.

    Lihat tuh yang terjadi di Tangerang, seorang wanita yang tidak berdosa di ciduk karena UU Porno. Inilah kalau manusia ingin jadi Tuhan. Lihat juga tuh di Pakistan, wanita yg diperkosa ramai-ramai malah dituduh bersalah karena tidak berjilbab sehingga menggumbar nafsu para pemuda yg bejat. Enak banget yah, pemerkosaan bisa merajalela nanti setelah RUU APP diberlakukan. Itu semua karena RUU APP yang ingin menjadikan manusia sebagai Tuhan.

    Apa sih kerjaan para tokoh agama-agama kita, apa gak mampu ngajarin rakyatnya sehingga urusan moral harus diurus sama negara atau pemerintah. Liat aja yang dukung RUU APP adalah para tokoh tersebut. Mereka ingin cuci tangan, lari dari masalah dan gak cukup puas dengan kedudukan mereka jadi tokoh agama. Mereka ingin mengkudeta Tuhan.

    Tolak RUU APP !!! Jangan gantikan Agama.
  112. From Orang Ndeso on 19 May 2006 11:35:39 WIB
    Ketika kita terlahir di dunia ini kita tidak membawa apa-apa (bahkan telanjang bulet, tapi ini buka porno aksi lho), mengapa demikian ? Ya karena kalo udah pake baju apalagi stelan jas, ataukah yang berasal dari suku Padang, Medan, Jawa, Makassar, Irian masing-masing membawa adat kebiasaannya bahkan dari negara yang Kutub sono, Eksimo tentu sangat kesulitan proses melahirkannnya, tentu hal ini bukan yang diinginkan oleh Sang Maha Pencipta. Maka begitu bayi lahir oleh bidan/suster/dukun beranak/dokter melalui prosesnya masing-masing diputuskanlah tali pusernya dari Ibunya dan kemudian bayi tersebut dibersihkan dan diberikan kain planel atau kain sarung atau apa sajalah yang dianggap pantes untuk menutupi/melindungi sang bayi yang masih suci tersebut. Begitu lahir bayi tersebut sudah mulai proses belajar dan mengenal lingkungannya hingga dewasa dan mengenal UU Anti Pornografi dan Pornoaksi.
    Ada 2 pilihan yang harus diambil apakah ia akan Setuju atau Tidak dengan UU APP?
    Menimbang, karena si Fulan tadi dilahirkan dalam kondisi telanjang bulet maka seharusnya di tidak setuju dengan UU APP tsb. Kemudian ia merenung kembali bukankah juga setelah lahir ia diberikan baju, ASI dan kebutuhan lainnya oleh Sang Maha Pengasih melalui Orangtuanya hingga tumbuh menjadi pria dewasa dan menjadi orang yang berpendidikan dengan segala gelar yang disandangnya.
    Menimbanga Si Fulan ini adalah salah satu contoh manusia yang tumbuh di kota besar dengan segala hiruk pikuknya dan berinteraksi dengan semua orang, mulai yang selebritis, pemuka agama, seniman s.d yang senewen.
    Menimbang juga si Fulan tsb. tumbuh dan berkembang dari keluarga yang memberikan kebebasan berpikir maka ia pun mengambil jalan tengah untuk tidak setuju dengan UU APP dalam rangka menghormati ragam budaya, agama, dan trend zaman.
    Salah satu implementasi dari komitmennya tersebut maka ia membuat jadwal cara berbusana sehari-hari sesuai dengan kebutuhan dan segmen lingkungannya.
    Hari Senin ia menggunakan baju Ala Selebritis dengan berbagai assesorisnya layaknya bintang Hollywood atau Bollywood. Hari Selasa-Rabu ia secara rutin bergantian menggunakan pakaian adat Nusantara. Hari Kamis ia menggunakan busana ala seniman s.d senewen, maka iapun menggunakan berbagai atribut, seperti tatoo (meskipun tempelen), anting, baju rombeng dan jean butut yang sobek dls. Hari Jum'at karena ia kebetulan beragama Islam maka iapun melepaskan semua atribut dan assesorisnya dan menggantinya dengan pakaian Koko, Sarung dan Pici layaknya Santri yang keluar dari Pesantren. Pada Hari sabtu karena si Fulan berambisi menjadi pejabat maka ia pun keluar rumah dan melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan dengan pakaian perlente (Jas/Safari/Batik dan baju resmi lainnya sesuai kebutuhan). Pada hari Minggu karena ia ingin menghormati saudaranya yang Kristen maka ia pun menyesuaiakan pakaiannya dan kadang-kadang mengikuti Acara-acara keagamaan seperti Natal, Paskah dls.

    Begitulah gambaran si Fulan manusia Pluralisme yang sangat toleran dan juga ANTI APP. Ia merasa dengan kondisi yang demikian ia dapat memberikan image ke orang lain sebagai orang yang pragmatis, moderat, atau apalah yang penting tujuan tercapai dan sangat menentang setiap prilaku orang-orang yang ingin mengedepankan suatu nilai-nilai ketuhanan.
    Walhasil manusia bak si Fulan tumbuh tanpa jatidiri, menjadikan akal sebagai Tuhannya, dan menganggap dirinya sebagai Pembaharu dibidang Budaya, Agama, Sosial dls.

    Apa bahaya Laten dari Orang semacam ini :

    1. Ingin mengaburkan nilai-nilai Agama yang telah mapan dan berasal dari Sang Maha Pencipta.
    2. Menjadikan Akal sebagai suatu yang lebih menentukan daripada pertimbangan Nilai-Nilai Suci Keagamaan.
    3. Selalu berlindung di balik HAM, Nilai-Nilai Budaya, bahkan berlindung atas nama Pancasila atau apapun untuk melegitimasi semua argumennya sehingga tercapai tujuan jangka pendek (duniawi) dan melupakan tujuan jangka panjang (akhirat).

    Segala yang benar datangnya dari Allah dan segala kesalahan datang dari Hamba yang dhaif..
    Maaf atas segala kehilafan.

    Wasalam
    Yang merindukan Pertemuan dengan Yang Haq
  113. From Suhardi on 19 May 2006 20:37:48 WIB
    Wah sangat bijak sekali orang ndeso memakai perumpamaan fulan untuk menggambarkan bahaya laten orang yang pluralisme. Tapi sayang sekali Anda tidak tahu bahwa Tuhan atau Allah yang Anda sembah itu jugalah yang menciptakan pluralisme atau kebhinnekaan di dunia ini. Apakah Tuhan adalah bahaya laten menurut Anda???

    Lihat bunga yang berwarna-warni, orang dari berbagai suku bangsa dan dengan berbagai keyakinan. Siapa yang menciptakan pluralisme atau kebhinnekaan itu ??? Silahkan jawab sendiri!

    Mengapa Sang Pencipta menciptakan pluralisme atau kebhinnekaan ini??? Agar kita bisa saling menghargai satu sama lain dalam perbedaan. Tuhan tidak pernah menciptakan segala sesuatunya seragam. Anak kembar aja ada perbedaannya. Tidak ada yang seragam di dunia ini. Dunia ini saja sudah pluralisme, sudah bhinneka. Jangan mengingkari diri sendiri.

    Orang yang tidak setuju dengan pluralisme pasti akan menggunakan contoh yang buruk daripada melihat sisi baik dari kebesaran Sang Pencipta yang menciptakan kebhinnekaan ini.

    Mereka yang buta tidak akan pernah tahu indahnya bunga-bunga di taman. Orang yang tidak pernah bergaul dengan perbedaan dan hanya hidup dalam lingungan yang seragam tidak akan pernah bisa mengerti arti dari kebhinnekaan.

    Saudara ndeso, coba bergaulah dengan mereka yang berbeda dengan kamu, hargai mereka, cintai mereka, dan kamu akan melihat kesatuan dibalik berbagai perbedaan tersebut, alami dan rasakan sendiri. Itulah Bhinneka Tunggal Ika, semboyan negara kita yang tidak ada duanya di dunia. Saya kira itu adalah semboyan yang mempunyai nilai paling tinggi di dunia. Kita sebagai orang Indonesia harus bangga.

    Kalau kita bisa menerima perbedaan, kita tidak akan rindu lagi dengan Yang Haqq karena kita bertemu dan menyatu denganNya. Selama kita tidak bisa menerima perbedaan, kita hanya bisa merindukan-Nya, tidak bisa bertemu dengan-Nya.
  114. From Vadhlee on 19 May 2006 20:46:53 WIB
    Berlebihan sekaleee.... Itu yang saya lihat dari tulisan Orang Ndeso di atas. Penggambaran yang anda lakukan kelewat ekstrem (kalau ga' bisa dibilang aneh lo....) untuk seorang yang toleran dan anti RUU APP. Anda justru menggiring suatu bahasa dan sifat yang positif yang bernama toleransi menjadi sebuah sifat yang berbahaya. Saya ga' mungkin menjelaskan arti toleransi di sini karena saya tahu apa artinya (mungkin anak kecil aja tahu. Yang saya tanyakan, apa anda berpikir tpleransi adalah hal yang kotor? Apa anda sudah melakukan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari?

    Toleransi tidak seekstrim dimana kita sampai harus mengikuti ajaran agama lain yang tidak seiman. Cukup hanya membiarkan mereka melakukan ibadah tanpa diganggu. Jadi saya bingung mo ketawa ato nangis ato sedih melihat definisi toleransi yang dangkal buanget. Mas yang merindukan yang haq pasti juga tahu salah satu bunyi ayat AL-Quran yang artinya "...Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku...". Pasti tau donk. Saya yakin mas adalah orang yang sangat taat beragama. Maka saya berani menyatakan inilah toleransi. Kalau yang anda tuliskan, bukanlah toleransi yang sebenarnya karena dalam Islam sudah ada toleransi yang sampai saat ini masih bisa membuat Kita semua bangsa Indonesia bersatu padu (Sebelum ada nya RUU APP sih... cuma di lingkungan saya masih berjalan ko' toleransi). Jadi mas, kalau ingin mebuat sebuah image jelek, jangan memakai kata toleransi karena dasar negara kita adalah Pancasila dengan Bhineka Tunggal Ika nya yang juga mengajarkan toleransi.

    Tolak pornografi
    Tolak RUU APP

    With Love and Honesty
  115. From Imam on 19 May 2006 23:36:04 WIB
    Saya hanya bisa bilang, syariat Islam 'ala Thaliban' di Afganisthan sudah bubar dan kondisi Palestina dg rejim Hamas-nya skr sdh kacau balau. Mau tetap keukeuh dg 'raison d'etre' seperti itu? Harap dicatat pula, ada perpecahan y ckp signifikan pada pasca-perjuangan Rasulullah selama 23 thn, yg sering dianggap menjadi contoh Islam yg ideal. Ada byk darah yg menetes di kalangan Islam sendiri. Nasihat Nabi Muhammad pada Ali RA neh: 'Didiklah anakmu sesuai jamannya, bukan jamanmu' (maaf saya lupa lagi diriwayat oleh siapa HR ini,saya baca kutipan tsb baru2 ini dlm sebuah artikel di harian PR, Bandung).

    Saya hanya kuatir, alih2 menciptakan bangunan ideal bagi rumah kita ini, Nusantara, masa kini dan nanti, kita malah terseret jauh ke belakang seperti pd jaman kegelapan Eropa di abad pertengahan. Eropa yg pd waktu itu 'ketinggalan jaman' jika dibandingkan Islam di Andalusia yg penuh toleransi, kaya dan saling berbagi ilmu pengetahuan, melahirkan ilmuwan2 yg sekaliber Ibn Rusyd, Ibn Sina, dll. Islam yg akhirnya melahirkan gagasan2 pencerahan di Eropa.

    Hatur nuhun,
    Imam Maulana
  116. From Kang Dodi on 20 May 2006 01:26:55 WIB
    saya dukung UU APP diterapkan diIndonesia. karena kami orang yang beragama dan bermoral. bagi kamu-kamu yang menolak saya katakan orang yang tidak bermoral dan tidak beragama dan masih senang dengan kemaksiatan dan berfikir sempit. jagan salahkan orang lain bila anak perempuan kamu di perkosa sebab itu hak setiap orang ingin kenikimatan.
  117. From Bayu on 20 May 2006 09:20:02 WIB
    Duh Kang Dodi ini baru bangun yah... hehehe baca dulu yah thread teman-teman di atas baru komentar. Alasanmu sudah basi dan sudah dijawab sama teman-teman. Mohon dibaca!!! Jangan jadi orang buta yang baru melek tapi mau menghina atau menghakimi orang.

    Di negara kita banyak sekali pahlawan-pahlawan kesiangan seperti ini. Baru masuk tapi seakan-akan sudah mengerti semuanya. Dan kalau ditegur marah-marah.
  118. From Topan...TOPAn....TOPAN on 20 May 2006 10:30:03 WIB
    Bwt pendukung RUU APP tgl 21 mei 06 jgn lupa datengnya!!!!
    qt tunjukkan siapa yang sebenernya yang sesuai dgn aspirasi masyrakat Indonesia yang tercinta!!!!WAJIB
  119. From hendry on 21 May 2006 13:16:51 WIB
    maaf buat bung topan, kang dodi , wong ndeso, tujuan negara mencerdaskan rakyat memang jauh dari kenyataan , karena anda-anda ini merasa belum cerdas, maka mari kita belajar cerdas dengan menolak RUU APP.
  120. From putrajago on 21 May 2006 19:29:50 WIB
    For Topan, luar biasa, 21 mei hari kebangkitan nasional kan? tapi kami di mks tidak memperingatinya.saya ngerti yang anda maksud. di makassar pun rame.
    Buat yang menganalogikan pluralisme dan keberagaman dengan bunga-bunga di taman, merenung dulu deh. Keindahan sih keindahan, apa tubuh-tubuh perempuan yg dibalut dengan busana yang beragam (sehingga bisa disebut keindahan) bisa disamakan dengan keindahaan bunga-bunga yang beraneka warna? apa tidak keliru tuh.
    Untuk yang bilang ruu app memaksakan satu agama, budaya dan standar nilai untuk dianut semua orang, saya tidak keberatan dengan pernyataan seperti itu. Tapi sebagai seorang muslim, saya amat sangat keberatan sekali jika saya harus mengikuti undang-undang dan standar nilai yang lahir dibangun di atas prinsip sekularisme dan kapitalisme. Menikmati hukum dan perundang-undangan yang berbasis pada ajaran Islam juga kan hak saya. Jadi kalau begitu siapa yang mesti didahulukan haknya? Kalau semua orang ingin memaksakan kehendaknya, dan kita masing-masing ingin hak kita saja yang dipenuhi tanpa memperdulikan hak orang lain, maka perang bagi dunia lebih baik dari pada perdamaian. Dan saya sih oke-oke saja kalau memang harus begitu? bagaimana dengan anda? oke juga kan?
  121. From Wanita Indonesia on 21 May 2006 23:46:54 WIB
    Kenapa sih cara berpakaian seseorang diributkan? Jangan2 pikiran orang2 yg mendukung RUU AP pikirannya di dalam isi baju. Jadi yang ngeres siapa? Perhatikanlah fakir miskin, anak jalanan, bagaimana menjadikan Indonesia bersih, aman, damai, bersatu dan rukun. Belum tentu orang2 yg berpakaian tertutup pikirannya bersih dan perbuatannya yg paling benar (merasanya sih begitu...). Banyak kok yang berpakaian sexy tapi hatinya lebih bersih daripada anda2 yang merasa putih dan bersih. Tuhan aja nggak pernah melarang orang telanjang (Adam dan Hawa) asal mau aja untuk setengah telanjang atau telanjang sekalian di jalanan. Bukti yang paling nyata: Bapak kita HAJI Rhoma Irama yg sangat menentang orang seperti Inul tapi kenyataannya dia demen banget sama daun muda sampai2 berani berbohong di depan kamera. Anaknya nipu duit orang. Gimana coba?????????
  122. From Sumiati ( Hi...hi...hi...hiiiiii!!!!) on 21 May 2006 23:57:57 WIB
    Kalau RUU AP jadi disahkan...... coba tebak yang untung siapa? Aparat kita yang terhormat. Coba bayangkan..., ada cewek pake kaos kutung atau rok mini aja udah bisa dimintain duit, udah bisa diperas. Ada kejadian nyata di suatu kabupaten di Sulawesi (padahal belum disahkan lho), ada seorang wanita penyanyi orkes sedang menyanyi menggunakan baju yang agak sexy, setelah selesai menyanyi penyanyi tersebut berakhir di KANTOR POLISI karena dianggap melanggar UU. Kasian kan... Ujung2nya rakyat kecil juga yang kena. Mendingan UU larangan film porno dan pelacuran yang diangkat jangan cara berpakaian seseorang yang mau diatur.
  123. From Mawar Melati Semuanya Indah on 22 May 2006 00:04:52 WIB
    Banyak kabar berita yang saya dengar dari Negeri Antah Berantah dimana wanita2 di sana menggunakan jilbab dimana bisa dipastikan tdk ada wanita yg berani memakai pakaian yg terbuka. Tapi kabarnya banyak pria2 di sana yang pikirannya ngeres buanget gara2 nggak pernah melihat kulit wanita. Jadi kesimpulannya semakin dilarang semakin menggoda..........................................
  124. From Damar on 22 May 2006 12:19:21 WIB
    Isi penyataan putrajago, ck..ck..ck bukan main...beraninya, melihat perang sebagai salah satu solusi masalah. Perang bukan masalah keberanian atau kepengecutan, apakah anda tidak melihat akibat kekejian perang, bangsa-bangsa Eropa jauh lebih tahu bagaimana kejinya perang dunia I dan II, bagaimana susahnya perang, maka Perancis dan Jerman juga Russia menolak mengirimkan pasukan ke Irak, karena mereka tahu kejamnya perang, bukan mereka pengecut. Inggris dan Amerika jelas kurang memahami kejamnya perang karena tanah Amerika tidak pernah jadi ajang tempur, tanah Inggris hanya dihampiri battle of London dalam bombing Jerman. Jadi Bush yang tidak sadar sejarah itu menyerang Irak.

    Dan bagi mereka yang tahu bahwa kekerasan perang adalah kekerasan yang melukai dan tidak beradab maka mereka menghindari perang dan memilih demokrasi sebagai jawaban. Nah dalam membangun demokrasi kita harus menghargai pendapat orang lain.

    Jika anda mengatakan menikmati hukum berbasis Islam adalah hak saudara, itu juga kita hargai dan hormati
    sepenuh-penuhnya tapi apakah anda juga bisa menghargai orang yang berpandangan lain dengan anda. Lalu yang menjadi pertanyaannya referensi Islam anda yang mana? Gus Dur jauh lebih memahami Islam daripada anda (dan saya sangat saya yakin) toh dia menolak RUU APP, bukankah Gus Dur juga Islam, Musdah Mulia Islam tapi dia menolak, jadi parameter Islam yang anda yakini juga berbeda dengan parameter Islam yang lain. Saya Islam dan saya menjalankan kewajiban agama saya juga dengan keyakinan yang saya pahami, anda juga Islam dan menjalankan keyakinan yang anda anggap benar. Tapi toh jangan parameter-parameter kesucian anda kemudian mendosakan orang lain, menganggap orang lain bersalah. Setiap orang punya takdir sejarah masing-masing, setiap orang punya tanggung jawab moral masing-masing, dan tanggung jawab moral itu tidak terletak pada kesucian yang dipahami sekelompok orang saja sebagai juru hakim benar atau salah.

    Semoga kekerasan bukan merupakan alat dialog, dan ciptakan peradaban dengan manajemen konflik yang berorientasi pada nilai-nilai persaudaraan.

    Dan sebagai mengingatkan, janganlah kita menjadi sok jagoan karena diatas langit masih ada langit, diatas kekuatan masih ada kekuatan, sikap yang terbaik adalah rendah hati dan mencoba terus belajar. Terima Kasih.

  125. From Abdul \"Jango\" AsSyukri on 22 May 2006 19:35:20 WIB
    Awas bahaya komunis berubah bentuk, putrajago emang ente komunis tapi berjubah ya? ngga lama lagi kegiatan kalian disisir oleh saya dan Densus 88
  126. From jack on 22 May 2006 20:17:54 WIB
    saya ikut menolak,
    wahai bapak bapak pejabat jangan kau bikin negara kita ini
    hancur oleh ulahMU, adili dulu para koruptor, bapak yang terhormat bukankah banyak pekerjaan yang harus bapak selesaikan, dari pada bapak ngurus uu tsb
    salam dari kami
  127. From hendry on 23 May 2006 00:10:03 WIB
    coba kita renungkan lyric lagu ini
    sungguh sangat bagus

    (lyric Manusia ½ Dewa - by Iwan Fals)

    Wahai presiden kami yang baru
    Kamu harus dengar suara ini
    Suara yang keluar dari dalam goa
    Goa yang penuh lumut kebosanan

    Walau hidup adalah permainan
    Walau hidup adalah hiburan
    Tetapi kami tak mau dipermainkan
    Dan kami juga bukan hiburan

    Turunkan harga secepatnya
    Berikan kami pekerjaan
    Pasti kuangkat engkau
    Menjadi manusia setengah dewa
    -------------------------------------
    Masalah moral masalah akhlak
    Biar kami cari sendiri
    Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
    Peraturan yang sehat yang kami mau
    ---------------------------------------
    Tegakkan hukum setegak-tegaknya
    Adil dan tegas tak pandang bulu
    Pasti kuangkat engkau
    Menjadi manusia setengah dewa

    HOPE or HOPELESS ? :
    saya sangat berharap Presiden SBY tidak hanya menghafal lagu ada "pelangi dimatamu" saja, tapi mencerna lagu ini juga...
    Dan saya sangat tidak berharap adanya TANDA TANGAN "SBY" ADA DI RUU APP agar "tidak ada tangis dimataku".

  128. From Anton on 23 May 2006 11:16:57 WIB
    Orang-orang yang bersikap yang ingin menyeragamkan sesuatu, memaksakan kehendak tanpa menggubris pihak lain, memaksakan kebenaran yang kalian anggap benar diantara ukuran-ukuran kebenaran orang lain, percayalah ketika anda melakukan itu, saat itu juga anda adalah orang-orang kalah....

    Contoh Orang-orang kalah :
    Hitler di Jerman
    Mussolini di Italia
    Stalin di Russia
    Ketua Mao yang digusur kelompok Deng
    Dan terakhir rezim perang Bush yang kini sudah digusur kekuatan baru di partai republik...

    Jadi pelajarannya adalah "jangan memonopoli kebenaran karena kebenaran bukanlah satu yang ada di kepala kalian. Kebenaran milik kita bersama, dan untuk mengkomunikasikannya ada jalur musyawarah (lihat Sila 4 Pancasila) hendaknya di dunia adalah menciptakan kebaikan-kebaikan, belajar untuk saling menghargai, komunikasi di antara anggota masyarakat dan membangun nilai-nilai kebersamaan untuk bagaimana kehidupan berbangsa dan bernegara...

    RUU APP bukanlah bentuk yang baik untuk melanjutkan Indonesia ke depan, karena tantangan kita sesungguhnya adalah bagaimana menghilangkan kemiskinan struktural, menghadapi kejamnya kapitalisme global dan kita harus menjadi masyarakat yang terbuka....

    Pendahulu kita telah mewariskan sebuah nilai yang sangat filosofis walaupun sempat dirusak citranya oleh rezim Suharto, tapi mari kita lihat apa yang diwariskan nilai-nilai itu, apa yang membuat kita ingin merdeka, apa yang menjadikan kita alasan bangsa yang satu dan besar...PANCASILA.

    pancasila kearifan lokal bangsa kita, tolong lihat lagi pasal-pasalnya, Jangan lantas :
    1. Atas nama Tuhan (menurut penafsirannya sendiri)
    2.Menghilangkan kemanusiaan dan menjadikan manusia tidak beradab
    3.Menghancurkan Persatuan Indonesia
    4.Merusak musyawarah
    5.Menjadikan tidak adanya keadilan sosial bagi bangsa Indonesia.

    Kita satu, dipersatukan oleh bahasa : Bahasa Indonesia, Dipersatukan oleh bangsa : Bangsa Indonesia, dipersatukan oleh negara, : Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    Yang isinya beranekaragam cita, beranekaragam budaya dan beraneka ragam pemikiran. tapi jangan rusak persatuan bangsa ini. Jika anda memaksakan unsur budaya lain sebagai satu-satunya unsur kebenaran, mungkin satu waktu anda diatas angin, tapi bangsa ini punya pengalaman sejarah bagaimana menghancurkan pemilik monopoli kebenaran...:
    Dari Komunisme sampai Suhartorian adalah pengalaman sejarah bagaimana monopoli kebenaran yang dipaksakan hancur lebur.

    Jangan ulangi sejarah xxxxx.

    ANTON
  129. From Anak Kolong on 23 May 2006 12:46:23 WIB
    Inget Pesan Bung Karno pada sidang BPUPKI 1945 saat merintis berdirinya negara ini.

    "Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indonesia, bukan Van Eck buat Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia, semua buat semua!"

    (Soekarno, 1 Juni 1945)

    nah kalau ada sekelompok orang memaksakan kehendaknya, ingin menggantikan ideologi Pancasila, ideologi bangsa Indonesia dengan keyakinan sak mau-maunya, tanpa melihat sejarah. SILAHKAN KELUAR DARI NEGARA INI, KARENA INI BANGSA INDONESIA TEMPATNYA KAUM YANG MENGHARGAI PERBEDAAN AGAMA, BUDAYA DAN PEMIKIRAN.

    SANA BIKIN AJA NEGARA SENDIRI BERDASARKAN KEYAKINAN SEMPIT KALIAN!!!! TAPI KALAU BERANI BIKIN DI WILAYAH INDONESIA KALIAN AKAN BERHADAPAN DENGAN TNI DAN KEKUATAN RAKYAT TAK AKAN GENTAR MEMBERANGUS KALIAN SEPERTI APA YANG TNI DAN RAKYAT LAKUKAN PADA DI/TII.

    RUU APP ADALAH LANGKAH AWAL MEREKA MENGGEROGOTI KESATUAN INDONESIA DARI PINGGIR DEMI PINGGIR HATI-HATI TERHADAP KEGIATAN MEREKA. KEGIATAN MEREKA SUBVERSIF DAN BADAN INTELIJEN TNI SUDAH MENDAPATI NAMA-NAMA YANG SEKIRANYA AKAN MELAKUKAN KEGIATAN YANG INGIN MENGHANCURKAN NEGARA INI, DI SULAWESI MEREKA SUDAH MAIN DENGAN UU MEREKA SENDIRI TANPA MENGIDAHKAN UUD 1945 SEBAGAI SUMBER HUKUM.

    kawan-kawan ingat sejarah ketika pasukan ahmad yani menghancurkan orang-orang DI/TII di Pekalongan dan Brebes atau pasukan Siliwangi memburu kaum fanatik sempit ini ke gunung-gunung Pasundan, atau pasukan Siliwangi yang diperbantukan Bn 323 kepada Panglima Makassar M Jusuf memburu pemberontakan Qahhar Muzzakkar di Sulawesi, antek-antek dan anak keturunan mereka kini malah mengobarkan bendera permusuhan dengan bangsa Indonesia yang damai ini. Mereka sudah merasa diatas angin dengan angin reformasi yang sebenarnya digerakkan kaum intelektual terdidik (bukan kelompok berpikiran sempit ini), mereka adalah benalu bagi bangsa ini yang menghambat kemajuan. Tapi TNI dan Masyarakat yang masih menghargai sejarah bangsa ini tidak akan tinggal diam untuk menjaga nilai-nilai nasionalisme yang berdiri diatas semua golongan, agama dan suku. Hidup Nasionalisme Hidup Indonesia Raya

    MERDEKA
  130. From ase on 24 May 2006 04:43:14 WIB
    saya setuju saya ikut menolak,
    wahai bapak bapak pejabat jangan kau bikin negara kita ini
    hancur oleh ulahMU, adili dulu para koruptor, bapak yang terhormat bukankah banyak pekerjaan yang harus bapak selesaikan, dari pada bapak ngurus uu tsb
    salam dari kami
  131. From CHRSITIAN on 24 May 2006 20:12:37 WIB
    SAYA YG MEMAHAMI PEBEDAAN BERAGAMA UTK ITU SAYA MENDUKUNG PENUH RUU APP HIDUP RUU APP
  132. From budi on 24 May 2006 23:45:25 WIB
    tolak tegas RUU APP, kenapa? aneh dan bodoh kalo mendukungnya. kenapa? karena manusia dasarnya sudah porno kenapa? karena semua manusia banyak menyukai lawan jenisnya, kenapa? kalau mendukung RUU APP berarti manusia gak porno dan bisa jadi manusia yang gak porno itu homo atau banci atau lesbian kann???
  133. From hendry on 25 May 2006 00:39:24 WIB
    trims buat bung wimar; bung anton dan anak kolong, mohon teruskan menulis jangan berhenti memberikan pencerahan bagi anak bangsa ini.
    no comment ! tetap tolak RUU APP biar langit runtuh.
  134. From kenshin on 26 May 2006 20:59:36 WIB
    bwat saya adanya ruu app justru sangat berguna untuk menjaga moralitas generasi muda indonesia. Saya kira dengan adanya ruu app ini kita sedikitnya bisa terbenahi moral kita. Lagian ruu app ini tidak membelenggu suatu kemajuan positif bwat negara ini (kesenian misalnya).Kalo mau berekspresi bwatlah sesuatu yang positif. Saya justru heran dengan pihak yang menolak ruu ini ada. padahal dengan adanya ruu ini akan membuat masyarakat kita lebih bermartabat. Lagian Sapa juga bilang negara nggak bisa maksa warga negaranya untuk berbuat baik. Kalau memang begitu keadaaanya, kita nggak usah bikin KUHAP. Kita nggak usah bikin UU Anti Korupsi. Nggak usah bikin KPK. Nggak usah ada UU Anti Monopoli. Nggak usah ada KPPU. Nggak usah ada LP. Biarin saja ada maling, garong, kecu, koruptor. Gak usah dihukum. Hukuman itu kan sebenarnya ditujukan agar dia ketika keluar dari LP tidak berbuat itu lagi. Apa itu bukan merupakan salah satu bentuk pemaksaan negara agar warga negaranya berbuat baik?Lihat orang jangan dari belakang saja, yang kelihatan cuma pantat dan punggung. Lihat pula dari depan, samping kiri - kanan. Kalau perlu atas bawah. Melihat persoalan begitu juga. Berpendapat begitu juga, thorough gitu loh kalau kata Mr. Bule berbahasa Inggris. Gue si yakin para penentang RUU APP itu mereka yang berasal dari LSM yang dapat dana dari luar. Takut konten-konten luar jadi tidak terserap pasar di Indonesia. Sah-sah saja kan gue bilang begitu.Yang ribut cuma yang berkepentingan DAGANGANNYA nggak bakalan laku kalau RUU APP bisa disahkan menjadi APP. Para penolak itu mereka-mereka yang MUNGKIN dagang konten pornografi dan pornoaksi atau minimal dapat duit dari pedagang konten pornografi dan pornoaksi, mereka yang tidak bisa mendapatkan duit selain mengeksploitasi sisi gelap manusia. Lagian menurut saya RUU APP ini justru utk mendefinisikan Pornografi dan Pornoaksi krn di UU yang ada tidak jelas batasan melanggar kesusilaan.
    RUU APP ini hanya meminta warga negaranya berpakaian secara sopan, tidak untuk memancing birahi lawan jenisnya (baik laki-laki dan perempuan)
    RUU APP melindungi kaum perempuan Indonesia dari pihak-pihak yang justru merendahkan kaum perempuan dengan dijadikan objek yang laku dijual dan dibeli oleh kaum laki-laki hidung belang.
    RUU APP melindungi moral anak-anak kita dari bahaya pornografi yang nantinya mereka tidak fokus dalam belajar dan membangun masa depan bangsa dengan keilmuannya bukan dengan mempertontonkan tubuhnya atau bahkan melacurkan dirinya.Saya justru sangat heran jika ada yang mengatakan Ruu ini memecah belah umat beragama, di kristen sendiri ada ayat yang menyatakan 11:13 Kamu timbangkanlah sendiri: Adakah patut seorang perempuan berdoa kepada Allah dengan tiada bertudung?, dari ayat tersebut dapat diartikan yesus pun menyuruh umatnya untuk menutup auratnya.
  135. From widya helniha on 03 June 2006 17:37:27 WIB
    kalo penurut saya sebagai seorang pelajar...saya tidak setuju apabila ruu app dicetuskan..bukan saya tidak peduli dengan moral bangsa..tapi..apakah selalu sesuatu yang merusak ahlak bangsa selalu dilihat dari sebuah majalah(playboy),atau goyangan seorang pesensual???
    menurut saya itu tidak harus diprioritaskan
    malah kita sebagai generasi penerus bangsa harus melihat kedepan...masih banyak tindak asusila yang harus di pojokan atau lebih lagi diprioritaskan
    such as......
    'pemerkosaan
    'pencabulan
    'perampokan
    'metroseksual
    'biseksual
    'homo+lesbian
    kenapa pemerintah tidak melihat sesuatu yang lebih kongkrit.malahan melihat sesuatu dari sisi exploitasi ????
  136. From Siti Hafni on 05 June 2006 08:30:08 WIB
    Pornografi ada di dalam otak manusia, jadi UU kayak apa pun kalo memang sudah bejat, yaahh bejat aja.Yang bejat adalah koruptor.
    Yang paling penting adalah mendidik anak anak kita supaya jadi orang benar dengan ANTI KORUPSI,HARGAI WANITA SEJAK KECIL,HARGAI ORANG LAIN, HARGAI PERBEDAAN, SEJAK DALAM KANDUNGAN IBU. UU ini dibuat oleh mereka yang bejat dan mau menyalahkan orang lain karena kebejatan mereka. Karena itu TOLAK DENGAN TEGAS UU BODOH PEMECAH BELAH BANGSA INI.
    UU ini sangat BERBAHAYA, taruhannya PERPECAHAN BANGSA. Apa kita mau INDONESIA menjadi : NEGARA BALI, NEGARA TIMOR, NEGARA PAPUA, NEGARA SULAWESI UTARA, NEGARA JAWA BARAT, dll?.BHINNEKA TUNGGAL IKA, HIDUP PERSATUAN DAN KEASTUAN INDONESIA.
  137. From sugianto on 08 June 2006 09:41:16 WIB
    Ajukan konsep anti pronografi bagi yang anti RUU APP untuk diajukan ke DPR atau masukan RUU APP. Kalau mau memperkuat KUHP, bagaimana dan dimana hal itu akan dilakukan. Bagi pendukung RUU APP dan DPR, bijaklah sikapi masukan (konsep anti pronografi, tapi jangan nyontek negara lain) dari yang anti RUU APP.
  138. From sugianto on 08 June 2006 09:46:54 WIB
    Bagi yang anti RUU APP, ajukan konsep anti pronografi dalam bentuk RUU atau ebntuk lainnya, dan publikasikan, jadi masyarakat tahu anda bukan pro pornografi. Bagi yang pro RUU APP, bijaklah menyikapi perbedaan, duduk bersama, persamaan ketimbang perbedaan, cari solusi dari persamaan itu.
  139. From Robert Galung on 08 June 2006 12:58:37 WIB
    Pro RUU APP ada baiknya, Anti RUU APP tidak salah. Sama-sama anti pronografi, tapi saling hujat, saling ancam. Kenapa tidak duduk bersama. Pihak yang dikenal netral, seperti Pak Bambang Harimurti bisa jadi fasilitator, untuk duduk bersama. yang diundang dari yang pro dan yang anti RUU APP harus seimbang dari segi intelektualitas, jangan kayak di Metro. Saya yakin masalah bisa selesai, asal saling menghormati, jangan umbar emosi.

    Hidup Indonesia Tanpa Pornografi !
  140. From giuly on 09 June 2006 02:47:48 WIB

    tolong yg pake nama suhardi jgn dulu mangap sblm otaknya connect. saya juga baca yg dimaksud si org ndeso. yg ia maksud itu pluralisme sbg paham dan prinsip/ajaran rekaan manusia yg ternyata mengalami distorsi dlm prakteknya. saya tau bhw anda juga sebetulnya tau apa yg ia maksud, cuma krn anda mungkin takut kalah argumen hingga coba berkelit dg memutarbalikan kalimat hingga terkesan sbg sanggahan. padahal malah bikin rancu dan cuma memperjelas bhw ternyata pola pikir anda itu tak ada bedanya dgn pola pikir seekor keledai :-))

  141. From Sihka on 10 June 2006 21:25:22 WIB
    menurutku kurang adil!, karena hanya mengekang wanita saja!kalo mau ambil jalan tengahnya! yang buat pria juga dibuat, ato ngga usah dibuat dua2nya! tapi kalo misalnya dibuat uu seperti itu akan merugikan indonesia dan rakyatnya juga. pertama, orang yang ngga suka sama uu itu bisa aja pergi ke luar negeri, nah,yang bisa ke luar negri itu cuman pengusaha2 atau anak2 pintar lewat beasiswa, kalo itu terjadi, indonesia akan kekurangan lapangan pekerjaan dan orang2 berbakat yang sebenarnya berguna untuk Indonesia, apalagi kalo pengusaha eksportir-importir yang pergi, nanti bisa mengurangi devisa negara donk. yang kedua, bayangkan uu sudah sah! terus ada cewek yang biasa dunia gemerlap di pub, tapi dia menggunakan baju yang tidak melanggar uu app karana tidak mau ditangkap, dan di jalan orang yang melihatnya menilai dari pakaiannya dan mengira cewek ini sudah bertobat dengan menggunakan baju sopan, tapi ternyata dengan baju itu dia pergi ke pub! orang jadi salah mengira, dan mengira bahwa dari pakaian tidak bisa merubah apa-apa, lalu jika ada cewek lain yang punya masa lau sama dengan cewek tadi, tapi cewek ini benar-benar mau bertobat dan ingin berubah, tapi orang tetap memandang pribadinya yang lama karena kejadian yang tadi, kan' kasihan orang yang mau benar-benar mau berubah. dan harus diingat bahwa negara kita ini 'dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat', jadi semua harus dipertimbangkan untuk semua rakyat, walaupun satu orang tapi ia tetap rakyat Indonesia yang dilindungi di bawah naungan hukum Indonesia, dan Indonesia harus mulai melakukan segala sesuatu dengan memandang sesuatu jauh ke depan
  142. From hamba Allah on 11 June 2006 17:01:22 WIB
    saya hanya akan sekedar memberikan sedikit wacana tentang UU tersebut.dari hasil survey saya klu memang dari hukuman/ saksi yang dibuat memang agak keterlaluan. tapi bila kita tinjau dari manfaatnya. bila kita melihat acara televisi yang bertajuk kriminalitas pasti sering terjadi yang namanya ' pemerkosaan di bawah umur ' atau sebutan yang lain yang dilakukan oleh orang yang sebenarnya belum pantas ngelakuin itu. menurut hemat saya,SETUJU SAMA UU itu!!
  143. From Sihka on 11 June 2006 19:28:54 WIB
    oh,ya!
    kalo uu app disahkan! itu berarti membuat wanita terkekang lagi! dan mengembalikkan keadaan seperti sebelum R.A. Kartini memperjuangkan wanita! itu berarti menyia-nyiakan perjuangan beliau agar wanita bisa terbebaskan. dan membuangnya begitu saja tanpa peduli apapun yang telah diperjuangkan
  144. From Georgie on 11 June 2006 22:15:48 WIB
    Saya menolak tegas UU APP! UU ini sungguh-sungguh tidak manusiawi!
  145. From Marga on 11 June 2006 23:18:22 WIB
    Pertanyaan :
    "Emang..segitu susahnya ya untuk mengerti bahwa menentang pengesahan RUU APP..TIDAK SAMA dengan mendukung pornografi??!!!"
    Rancu.
    Next time pleasee..think first before you said somethin'.
  146. From bagoes on 13 June 2006 09:14:11 WIB
    RUU APP... semakin lama semakin membuat ribut negara. negara yang sudah semrawut akan di tambah lagi dengan adanya UU yang mengatur cara berpakaian kita sehari-hari. ini kan negara demokrasi,,jadi ya terserah kita donk mau berpakaian yang kayak gimana. wong kita punya hak azasi kok. tapi ya itu kita berpakaian yang sopan. negara kita kan menganut negara ketimuran.
    dengan adanya RUU APP ini akan menjadi proyek bagi para penghuni DPR saja...dan ini akan menghabiskan uang negara saja. wong DPR kan nganggur terus,,,dari pada ga' dapat pekerjaan kan lebih baek cari-cari masalah,,biar untung gichu...!!!!!!
    secara pribadi saya tidak setuju dengan adanya RUU APP ini. karena akan membuat negara ini tambah semrawut aja.
    thank's.............
  147. From lordsanjay on 13 June 2006 14:16:13 WIB
    Gak ada yang namanya moral itu sekedar tanggung jawab pribadi.
    Tanggung jawab itu ada 2, keatas (Tuhan) sama kesamping (Manusia dan alamnya).
    Kalau moral tanggung jawab pribadi, gak akan dari dulu diturunkan nabi atau rasul untuk membimbing umat manusia ke jalan yang benar.Toh semua manusia sudah tahu moral yang bagus seperti apa, tapi mereka gak mau saling peduli akan apa yang dikerjakan orang lain, selama tidak mengganggu kepentingan sendiri.
    Moral itu selalu tanggung jawab bersama, sejak jaman dulu sudah ada aturan yang mengatur perilaku orang.
    Dari semua manusia di dunia, walaupun hidup secara berbeda, ada yang namanya nilai moral universal, dan semua diatur dalam peraturan atau undang undang.
    Okelah, moral itu diserahkan ke urusan agama masing2. Katanya kalau diserahkan ke pemerintah, malah melecehkan agama (Justru ini malah blunder, artinya menyerahkan urusan moral ke institusi lain, bukannya pribadi masing2)
    Lalu anda yakin setiap orang taat beragama? Terus kalau gak melaksanakan keyakinan agamanya, mau diberi sanksi apa oleh agamanya? Dibakar di neraka? Tentu saja sudah kewajiban bagi negara mengatur moral penduduknya agar bisa hidup teratur, tentu saja dengan kaidah norma yang umum.
    Oooh, terus dibilang norma nya RUU APP itu norma Islam? Walah, terus agama lain gak melarang pemeluknya melakukan kegiatan sensual atau erotis?
    Dan ada yang bilang, gak ada efeknya RUU APP diterapkan untuk meniadakan kejahatan seksual, toh di Arab saja banyak pemerkosaan. Lah, lalu meskipun ada kejahatan gak perlu dibuat undang2 nya? Analoginya seperti, toh walau dilarang, narkoba tetap banyak yang gunakan, jadi undang undangnya gak dibutuhkan dong. Ini memang gak mungkin meniadakan, tapi mencegah dan mengurangi kejahatan seksual.
    Jadi lindungi saja media pornografi dari anak2 dan orang dewasa boleh mengkonsumsinya? Aneh justru pikiran kayak gini, kenapa hal yang jelek boleh dikonsumsi oleh golongan tertentu, kenapa tidak ditiadakan saja? Justru ini bagi saya tidak bermoral, dimana anda bebas mengkonsumsi hal hal yang sensual dengan alasan kedewasaan dalam berpikir. Kalau gitu, saya juga bisa dong mengkonsumsi ganja dengan kedewasaan saya memakainya. Atau yang lebih ringan aja, saya bebas merokok, toh saya yang merokok, gak peduli orang lain yang menghisap asap rokok saya bisa terkena kanker.
    What you do is effect to other people!! Jangan gak pedulian.
    Anda takut, ya saya tahu. Saya juga gak suka dengan cara barbar orang2 FPI memaksakan kehendaknya, tapi bukan berarti seluruh RUU APP itu salah.
    Anda takut, budaya asli Indonesia akan hilang. Justru saya balik bertanya, budaya manakah yang asli Indonesia? Semua budaya hampir mengilhami budaya yang kita kenal sekarang. Mungkin budaya koteka itu yang asli Indonesia. Lalu anda hanya diam saja membiarkan penduduk papua hidup dalam budaya mereka, tidak memberikan pendidikan, pakaian dan pekerjaan? Dengan alasan itu akan merusak budaya asli mereka?
    Get real, budaya itu selalu berkembang, tapi moral selalu tetap sama. Pakaian dari jaman nabi adam sampe sekarang bisa berubah, tapi tetap saja membunuh dan memperkosa itu salah.
    Saya yakin anda2 semua adalah orang2 yang pintar dan terdidik, yang tahu batasan salah dan tidak, yang bisa mengajarkan kepada anak anda apa yang baik dan apa yang tidak. Tapi apakah anda yakin, tetangga anda mempunya sifat dan keinginan yang sama seperti anda? Apakah orang2 lain mempunyai arah pandang yang sama kepada anda? Justru karena terdapat perbedaan terhadap pandangan moral dan keinginan untuk memperbaiki tata cara kehidupan semua masyarakat, dibuatlah peraturan yang bisa memperbaiki pola hisup masyarakat.
    Ya, kita tahu, ini adalah UU buatan manusia, dan yang namanya buatan manusia tidak pernah sempurna. Justru disinilah dituntut masukan amsuka dari anda agar dapat mencipatkan perundang undangan yang baik, benar dan bisa diterima semua lapisan masyarakat. Tapi hal pertama yang mesti disetujui adalah, apa tujuan kita dulu?
    Kalau untuk mengatur cara berpakaian masyarakat, itu salah.
    Kalau untuk mengatur konsumsi media porno hanya untuk golongan tertentu saja, itu juga gak bener.
    Kita mesti satu tujuan dulu, menjaga generasi kita sekarang ini dari pengaruh pornografi dan pornoaksi (saya gak melihat tata cara yang salah dari kata pornoaksi, bahasa indonesia itu selalu mengadaptasi kata2 baru) yang bisa merusak moral dan iman kita)
    Gak usah melihat karena si Anu barbar, atau si Anu suka jelek2in si itu. Kita lihat secara objektif, benarkah moral yang ada di RUU APP menyalahi pandangan moral anda?

    Saya berpikir maka saya ada.
  148. From aristiani on 20 June 2006 11:50:42 WIB
    ah,,,,, sebagai salah satu anggota masyarakat NKRI saya mah' amat sangat tidak heran dengan segala hal yang ad di negeri ini yang pasti semua segala sesuatu came back pd si individu sendiri udah lah cape,,,, ngurusin masakah moral bangsa. yang penting hari ini bisa ad duit buat makan buat bayar kuliah n buat byr tmpt kost. kalau dasarnya udah salah OTOMATIS semua SALAH. Dasr disini adalah SUNBER DARI SEGALA SUMBER HUKUM.Pancasila kan hasil rumusan manusia. knapa ga pake alkitab aj,
    Ya setuju dan ga setuju ga ngaruh dalam hidup gue.
  149. From Yoppai on 21 June 2006 21:47:28 WIB
    saya Pendukung RUU APP
    jangan sampai generasi penerus moralnya rusak.........
    semoga kesejahteraan n Moral yang dimiliki akan budaya Timur selalu terjaga.......
    Apakah kita ingin seperti Dunia Eropa yang sejak Jaman Penjajahan sampai sekarang bernafsu untuk menyerang/menjajah/menjarah setiap tanah yang subur n kaya dengan 3 nafsunya (BELANDA;INGGRIS;SPANYOL;PORTUGAL;PERANCIS)
    GOLD; GLORY; n GOSPEL
    Apakah kita sadar bahwa Eropa telah melupakan ajarannya sendiri.......
    BAGAIMANA DENGAN INDONESIA SENDIRI N MALAYSIA APAKAH PENJAJAHAN MEREKA BERHASIL DENGAN 3 G NYA.
    Amien......
  150. From boedi ananta kondang on 22 June 2006 15:16:08 WIB
    Orang yang berbahaya adalah orang yang sedikit tahu tetapi banyak bicara.
    Berbicara soal RUU APP, harus dengan pemahaman bahwa subtansi RUU APP adalah melindungi perempuan. Hanya saya kasian dengan kaum hawa - seperti yang menamakan dirinya srikandi demokrasi - bahwa mereka tidak tahu bahw yang dilindungi adalah kehormatannya.
    Mereka lebih suka ditonton tubuhnya, dinikmati ribuan pasang mata lekuk tubuhnya bahkan dinikmati kemolekannya yang bukan oleh suami tercintanya.
    Ajaran Islam adalah jaran termulya di dunia. Kehormatan wanita adalah benar-benar dijaga dan dilindungi.
    Kalo ada yang ngomong bahwa dengan adanya RUU APP akan mengekang kebebasan wanita yang pengen buka2 baju ntuk nonjolin lekuk tubuhnya, maka mereka adalah termasuk wanita yang tak mau dilindungi. Jangan berlindung dengan pikiran sempit demokrasi. Jika untuk kebebasan dirujuk demokrasi, namun jika melindungi kebebasan, mereka bilang tidak demokrasi.
    Jangan bicara soal moral, jika protek terhadap produk yang membuat runtuh moral tidak dibangun.
    Mengapa muncul pro dan kontra terhadap RUU APP?
    Khususnya yang kontra (menolak RUU APP), adalah mereka yang ingin Indonesia hidup dalam kerusakan moral. Sadarkah mereka bahwa peringatan Allah SWT sudah sering datang di Bumi Indonesia?

    Ya Allah SWT, maafkanlah mereka yang khilaf tersebut. Tunjuki kami jalan yang lurus, bukan jalan yang sesat dan bukan pula jalan yang engkau murkai.
  151. From meg\'s on 24 June 2006 12:31:50 WIB
    Anak-anak muda jaman sekarang semakin bebas "berekspresi", perkosaan semakin banyak, pelacuran pun semakin menjamur dan terang-terangan.
    Saya setuju dengan UU APP, walau memang harus lebih ditegaskan dan menghilangkan pasal-pasal yang mengambang. Saya rasa UU ini bukan cuma milik orang islam saja, tapi juga milik orang tua yang peduli akan akhlak anaknya, milik pendidik yang peduli moral anak didiknya, dll.
    Kalau ada yang bilang bahwa janganlah negara mengurusi masalah moral rakyatnya, saya pikir itu salah. Ekonomi bisa ambruk, politik bisa ancur-ancuran karena moral rakyatnya. So....
    Sebenarnya UU APP ini bisa digunakan untuk melibas penjual CD-CD Porno, majalah-majalah syur, pelecehan seksual kepada wanita, dsb. Karena hukum yang ada sekarang ini masih ngambang dan banyak celahnya.
    Kebebasan berbicara, berbuat dan berkarya di negeri demokrasi ini telah banyak yang kebablasan, dan semakin kabur batasannya, saatnya ada pembatasan.
    Harus kita sadari bahwa nggak semua masyarakat kita itu pinter-pinter, punya prinsip yang kuat dsb. Kadang prinsip kuat pun bisa luluh karena terpengaruh dari luar.
    Saya merindukan masyarakat yang santun, sopan dan berintelektual tinggi.
    Sekarang (sebelum UU APP) ini disahkan, bukankah negara menyerahkan masalah moral pada individu masing-masing? Tapi apa hasilnya? Anak-anak kecil aja udah ngerti apa itu seks (dalam artian yang belum seharusnya dia mengerti). Saatnya kebebasan kita dibatasi.
    Kadang untuk menjadikan seseorang itu baik harus ada sedikit pemaksaan (tapi bukan berarti otoriter).
  152. From Vadhlee on 25 June 2006 15:45:39 WIB
    Untuk bang Kondang.
    Saya setuju, k'lo Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kehormatan perempuan. Akan tetapi, kita juga harus lihat dalam RUU APP (yang merupakan cikal bakal UU yang tentu saja berlandaskan hukum), di dalam RUU ini sangat banyak pasal yang sangat multitafsir. Apa anda tahu apa yang akan terjadi apabila sebuah UU dengan batasan yang samar-samar diberlakukan? CHAOS. KEKACAUAN. Mengapa? Karena setiap orang bebas menafsirkan UU ini seenak pikiran mereka. Apabila yang berwenang melaksanakan penangkapan atau razia, maka yang menjadi titik acuan adalah pikiran masing-masing. Anda pasti tahu dan mengerti bahwa pikiran manusia tidak bisa disamakan. Misalkan, apabila orang yang melakukan adalah orang berpikiran kotor se-kotor-kotornya, mungkin teman-teman kita yang berpakaian tertutup pun akan kena.

    Saya pernah mencoba menanyakan pada teman-teman dari fakultas hukum dan menanyakan, apa bisa dibentuk UU berdasarkan rasa dan pikiran manusia? Hampir dari semua menjawab tidak bisa karena syarat utama sebuah UU adalah batasannya yang jelas. Beberapa teman saya yang menyatakan bisa, saya coba tantang membuat sebuah peraturan sederhana tentang 'UU makanan ga' enak'. Alhasil sampai sekarang belum ada yang mampu, bahkan untuk mendefinisikan makanan yang tidak enak. Memang hal di atas cuma tes2 kecil belaka, tapi sudah jelas bahwa UU, apabila berdasarkan rasa, tidak dapat dibuat. Analogi yang sama saya pakai untuk RUU APP ini.

    Jadi, selama batasan antara terangsang dan tidak terangsang masih berbeda di setiap kepala, saya tetap menolak RUU APP. Biarlah pendidikan di rumah dan di sekolah yang melaksanakan pengarahan. Biarlah agama dan para pemimpin agama yang berperan dalam menaikkan moral manusia. Jangan sia-siakan tenaga dan uang hanya untuk membuat UU yang bahkan tidak dapat memenuhi syarat utama sebuah UU.

    With Love and Honesty
  153. From jacks on 26 June 2006 13:37:06 WIB
    BALI biarlah menjadi BALI bukan ARAB, Jawa tetaplah Jawa jangan jadikan ARAB, Sunda, Minang, Papua, Batak, Kalimantan, Makasar adalah Indonesia Bukan ARAB. saya sarankan untuk para pendukung RUU APP buka mata buka hati tanya nurani, negara ini berdiri atas genangan darah perjuangan orang seindonesia bukan satu agama/golongan.PAHAMMMMM GAK??????????????????????????
  154. From Dur Kamed on 29 June 2006 01:45:39 WIB
    Saya melihat ada tiga golongan besar dan menanggapi masalah pornografi pornoaksi dan APP
    1.Golongan anti PP dan Setuju UU APP, golongan yang mungkin kecewa dengan moral sebagian dari anak bangsa yang kurang menghargai nilai-nilai agama, tapi cara yang ditempuh sebagian golongan ini dalam menyuarakan aspirasinya banyak mendapatkan tentangan dan mungkin cenderung memaksakan kehendak, dan golongan ini mungkin suaranya juga banyak tetapi banyak terdiri dari orang yang kurang terpelajar dibanding golongan kedua yang nanti saya akan sebutkan. Saya berperasangka baik pada golongan ini untuk tujuan moral mereka berusaha memperjuangkan sesuatu demi proteksi lingkungan mereka terhadapa bahaya PP. Untuk golongan ini saran saya, tunjukan cara yang santun dalam menyampaikan pendapat supaya anda mendapat respon baik masyarakat. Tunjukan pula bahwa PP suatu hal yang sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara dengan memberikan alasan yang logis bahwa memang urusan PP sama bahayanya terhadap kehidupan bangsa seperti urusan KKN, mengingat pembagunan mental bangsa tidak terlepas dari hal-hal diatas.
    2.Golongan anti PP dan anti UU APP, Golongan ini banyak diwakili manusia-manusia kota yang cara berpikirnya modern, dan berusaha pula untuk memilih cara hidup modern, sehingga mereka merasa risih terhadap peraturan yang akan menjauhkan mereka dari kehidupan yang sudah di lakoni, golongan ini menyoroti masalah pakaian dan tubuh dari isi UU APP yang di hubungkan dengan keberanekaragaman Indonesia, dan berperasangka buruk terhadap pelaksanaan UU APP dimana akan terjadi suap dan permainan oknum pelaksana UU. Saya tidak menyalahkan golongan ini mengingat golongan memiliki kepecayaan yang tipis sekali terhadap Oknum penyelenggara UU dimana masalah mental Penyelenggara UU di pertanyakan, berdasarkan masalah yag lebih dahulu mencuat yaitu KKN. Juga ketakutan golongan ini terhadap pemberangusan 'sebagian' Budaya nusantara dengan penlaksanaan UU, mengingat ada budaya nusantara yang mungkin di merasa di hantam didalam UU ini. Juga golongan ini menafsirkan UU ini sebagai pengekangan terhadap wanita…Usul saya terhadapa golongan ini, Agar anda dapat bersatu pendapat dengan golongan diatas maka perlu anda jelaskan komitmen anda dalam anti PP, apakah anda dapat meyakinkan masyarakat bahwa maslah PP dapat di batasi dengan UU yang ada selain UU APP, mengingat kejadian saat ini seakan-akan UU yang ada, tidak mempunyai kekuatan daya untuk membendung PP yang sudah menyerbu di kehidupan berbangsa dan bernegara, dan mengapa anda tidak mengusulkan perbuahan isi UU yang menurut anda tidak sesuai dengan yang anda aspirasikan dari pada membuanganya semua, toh tidak semua isi UU itu tidak tersetujui oleh anda kan?? Terutama yang mungkin isinya berbenturan dengan budaya Nusantara, saya kira anggota dewan yang dari daerah dimana isi UU tersebut merasa menyinggungnya akan bersuara lantang menentang. Dan untuk Pasal yang dipeributkan oleh forum ini adalah pasal pakaian terutama menyangkut masalah pakian wanita dan ini dikatakan pengekaangan oleh golongan ini, saya kira UU ini tidak mengekang suatu wanita kecuali masalah pakaian dan ini dapat di rundingkan lebih lanjut, jadi tidak mengekang wanita untuk berkiprah di berbagi sektor kehidupan, bahkan tidak melarang wanita jadi seorang Presiden.
    3. Golongan yang membebaskan PP dan tidak setuju UU APP
    Untuk golongan ini saya tidak ingin berkomentar banyak karena mungkin pola pikir saya akan terbatas dengan pola pikir golongan ini, saya pikir golongan ini ingin masalah penilaian terhadap sesuatu yang porno di serahkan kepada individu masing-masing, jadi tidak di tentukan standar tertentu. Misalnya seorang artis yang berfoto telanjang adalah suatu seni dari keindahan tubuh menurut orang yang sudah terbiasa dengan hidup seni tubuh. Tapi menjadi lain penilaiannya menurut seorang pelajar yang mungkin hal tersebut di pandang tabu. Menurut golongan ini pula, biarlah sesuatu itu berjalan dengan sendirinya karena menurut golongan ini semua yang di ciptakan Tuhan bersifat seni dan semua harus dinikmati. Menjadi rancu penfasirannya ketika golongan menganggap seni keindahan tubuh seseorang (misalnya) dapat dinikmati semua orang, berbeda dengan golongan kebanyakan yang menyatakan tidak semua boleh dinikmati kecuali oleh yang berhak, misalnya tubuh suami oleh istrinya. Untuk golongan ini apalagi dengan UU APP udah pasti tidak ada kompromi. Dan Untuk Golongan ini tidak ada comment berlanjut soalnya saya udah beda prinsip dengan mereka dan keliatanya ini hanya ekslusif untuk orang –orang tertentu yang tidak dianut oleh kebanyakan orang Indonesia.
  155. From agaitaruna on 29 July 2006 23:25:38 WIB
    Ach mas, gak usah pake debat kusir segala. Jelas keliatan kok siapa yang setuju ama RUU APP dan siapa yang gak setuju..
    Emang gitu mas "Amar ma'ruf nahi munkar" memang jalannya terjal dan berliku, asal tetap semangat dan pantang menyerah gw pikir itu jalan terbaik.
  156. From Kang Said on 31 July 2006 05:58:37 WIB
    Biasanya sih, yang gak setuju RUU APP, orangnya suka ngeliat wanita telanjang ato 1/2 nya alasan seni. Emangnya gak cukup tuh ente punya air seni. Pake alasan seni segala...
    Coba pikiran...Negara yang mengatakan hal seperti itu seni dengan negara yang menutup seluruh aurat wanita.. Mana yang banyak angka pelecehan seksualnya...
    Hayooo... kalo yang digituan ibumu gimana? marah ato mesem aje.
  157. From loren on 05 November 2006 15:13:23 WIB
    ruu app terlalu memojokan.saya g ngerti kenapa sih pake begituan apa karna majalah play boy.kalo iya sebaiknya dicek dulu k masyrakat.msh ada yang lbh buruk drpd itu
  158. From dhee\' on 08 November 2006 07:38:04 WIB
    saya sungguh HERAN dengan pendapat 'Kang Said', justru yg mendukung RUU APP itulah yg kebanyakan munafik. Rhoma Irama? Memangnya dulu dia gak pernah main film2 yg agak" melenceng? Mendukung RUU APP sebagai belenggu kebebasan wanita tetapi nafsu para lelaki boleh ditebarkan dimana saja. Coba pikir itu, Kang. Seharusnya pemerintah juga berlaku adil. saya akan setuju dengan RUU APP kalau pemerintah bisa menciptakan mesin yg bisa mengontrol nafsu laki-laki. Saya yakin, walaupun wanita memakai baju yg tidak terbuka pun, bisa jadi korban pelecehan. Lalu itu semua salah wanita?
    Sebagai pecinta seni dan khususnya sebagai wanita, saya menolak adanya RUU APP! Indonesia memiliki kebudayaan yg begitu beragam dan memang menonjolkan sisi sensualitas (bukan seksualitas!) wanita. Baju kemben, kebaya dan tarian-tarian Jawa misalnya, apakah akan ditiadakan jika RUU APP disahkan? Kebudayaan adalah salah satu urat dari negara ini, maka sebaiknya anda lebih menimang itu baik2, bukan hanya karena Rhoma Irama yg berteriak, sehingga kalian semua ikut-ikutan. Karena RUU APP ini sungguh xxxxx dan bodoh. Terima kasih...
  159. From igo on 14 December 2006 01:25:50 WIB
    seperti komentar saya dulu.. RUU undang undang ini tidak jelek juga ada jeleknya.coba pemerintah merubah UU sedikit di modifikasi. tapi sebagai warga saya menyambut baik Sebagian dari UU ini. tapi adahal yang kurang saya setujui tapi mudah mudahan pemerintah sedikit modifikasinya sebelum di berlakukan.
    sekarang kita harus malu kenapa ada hukum kita jadi bermoral. tanpa hukum pornografi merajalela perkosaan di mana mana, penghargaan wanita pun berkurang sama sekali, bahkan wanita sendirinya pun tidak bisa menghargai dirinya sendiri.
    sekarang kita harus malu karena hukum kita jadi baik. tapi bukan berarti munafik tapi paling tidak ada batasnya lah.
    ga usah bersilat lidah tentang korupsi karena korupsi itu mang harus dibasmi tapi kan penyakit indonesia bukan cuma korupsi sekarang asusila moralpun menurun, rhoma irama ginalh gitulah padahal saya pun ga pro rhoma irama saya cuma membicarakan sebagian manfaat UU ini ko.
    kenapa bingung coba deh pikirkan manfaatnya kalau ada yang tak berkenan misal cara berpakaian sampaikan tapi jangan ditentang deh. hal yang baik ditentang jauh lebiih buruk akan jadinya.
    berpikiranya sebagai orang beragama,berpikirlah juga seorang yang bermoral,bersopan santun, berpèndidikan.
    bangsa yang modern bukan bangsa yang menampilkan paha yang keliatan atau dada,atau video porno dimana mana,perkosaan,abuse anak anak dll.
    udah ga usah bingung dukung RUU dan sejalan dengan itu perbaikin diri kita masing2.



  160. From Agus Warsito on 07 January 2007 15:00:52 WIB
    Media Indonesia,Minggu 7 januari 2007

    Adegan ciuman di dalam film berujung ke pengadilan.Ini terjadi di Mumbai,India.Baru-baru ini pengadilan Mumbai India sepakat menggelar kasus dengan ciuman antara aktris India Aishwarya Rai dan aktor Hritihik Roshan, 25 januari mendatang.

    Pengacara yang mengajukan tuntutan tersebut adalah pengacara terkenal Shailendra Dwivedi.Dalam Film Dhoom 2 ( Have a Blast 2 ),pasangan Roshan dgn Rai berciuman dan tampak jelas dilayar lebar.

    Dwivedi adalah pengacara yang memenanangkan perkara kasus tuntutan terhadap sutradara JP.Dutta yang dinilai teledor dalam salah satu adegan filmya,terdapat gambar bendera India terbalik.Dwuvedi juga pernah memerkarakan pelukis ternama India MF Hussain,yang melukis dewa-dewa Hindu dengan visual telanjang.

    Kali ini Dwivedi menyerang adegan ciuman dua bintang Bollywood terkenal itu karena telah melanggar Pasal 292 UU tentang Pornografi dan Pasal 509 tentang pelecehan Martabat Perempuan."Dhoom melecehkan martabat suci perempuan India"kata Dwivedi kepada AFP.

    Dalam Adegan Hritihik mencium mantan Miss World Aisywarya Rai di dalam sebuah ruangan besar.Sebelumnya ditampilkan adegan tari-tarian ala karnaval Brazil.

    Kesalahan Film ini sebenarnya sepele,adegan tari-tarian walau ala Beazil memang lumrah dalam Film India,begitu pula adegan ciuman.Namun biasanya,pada adegan ciuman,disiasati gambarnya sehingga adegan ciuman tidak terlihat jelas.Biasanya para pemain akan menampilkan visualisasi adegan bermesraan,tanpa harus saling bersentuhan.Hal itu berlaku sejak awal lahirnya Film India,yang melarang adegan ciuman ditampilkan secara vulgar.Pada Dhoom,dwivedi menilai adegan ciuman tampak jelas dan nyata sekali.

    saat diwawancarai,Dwivedi menampik bahwa tindakannya hanya untuk populeritas belaka." Saya hanya peduli pada penyelamatan keluarga India dan masa depan kaum muda," tegasnya.

    KOmentar:

    India adalah negeri yang Mayoritas beragama Hindu dan sama-sama sebagai negare berkembang seperti halnya Indonesia...Namun,India masih memperhatikan masalah moral dg melegalkan formalkan UU Pornografi...walau berbeda substansi penafsiran Pornografi India dg Indonesia yg mayoritas Muslim...namun hal ini merupakan suatu kemulian peradaban sebuah bangsa....

    RUU APP yang mengandung Pro-Kontra sangat Ironi di Indonesia...mengingat Indonesia adalah penganut Muslim terbesar dan memiliki falsafah Pancasila yang religius...didalamnya pun terdapat Masyarakat Hindu Bali...tetapi aneh mereka justru menentang RUU Pornografi dg alasan bertendensi perpecahan etnis dan Agama...padahal di kiblatnya sana...hal ini telah di legal formalkan.....

    Para penentang mengatakan...Indonesia bukan Arab dan bukan juga Amerika...maksudnya menunjuk para Pro RUU yg mayoritas Kelompok muslim militan agar tidak mengarabkan Indonesia dg adanya pembatasan pribadi lewat RUU tersebut..padahal di ARab tak ada yg namanya UU Pornografi tetapi sebaliknya di Amerika UU Pornografi juga telah dilegal formalkan...tentunya dg falsafah mereka...Amerika adalah negara bebas Demokrasi Liberal Kapitalis yg menghalalkan pribadi ingin berbuat apapun tetapi mereka tetap mempunyai koridor etika....seperti larangan merokok di tempat umum,membuang sampah,Pornografi dll yg semuanya diatur lewat UU dan ditindak hukum jika melanggar?

    So...Indonesia yg Moralis Pancasila katanya....mengapa lebih bejat moralnya dari Amerika yg ingin berbuat bebas tanpa dikekang oleh UU?

    Dan bahkan lebih ironi lagi lebih baik membuat UU anti Poligami ketimbang UU Anti Pornografi dan Pornoaksi....artinya lebih senang berbuat seperti hewan dg bebas melakukan perzinaan dan hubungan Sex diluar nikah adal sama-sama suka ketimbang melampiaskan Sex dg jalan Halal dan bermartabat...dg alasan Poligami melanggar martabat wanita...padahal justru Poligami menghargai wanita dan melindungi wanita dari kebejatan moral para hidung belang....?

    Dan anehnya....UU anti Pornoaksi diidentikkan hanya syariat islam-ansich.....bukankah dari contoh di India sudah jelas?Amerika?Memang Islam mengajarkan hukum syariah yg jelas dan negara adalah alat untuk penegakkan hukum tersebut hanya untuk satu tujuan agar manusia dapat dimanusiakan.....Mengapa takut dg segala macam bentuk UU moral yang berbau Islam dan dianggap menentang budaya pluralis....padahal UU Islam sangat menghargai Pluralis...namun Pluralis yang bermoral dan memanusiakan manusia pada koridornya>>>>

    Jika permasalahnnya adalah isi bahasan UU tersebut yg bias makna maka bukan berarti UU ini harus ditentang..yang bijak adalah merumuskan UU ini dg pengertian ayat-ayat yang tidak bias makna.Dapat dimafhumi orang-orang yang menentang dikeluarkannya UU ini dan juga pendukung UU Poligami adalah para seniman dan budayawan,para anti Islam,umat Islam yang tak mengerti Islam,para Islam Liberal,para penguasaha hiburan termasuk artis...mereka menuduh para pengusung UU ini sebagai munafik dan sok suci padahal pengertian munafik sendiri adalah manusia yang mengaku tunduk kepada Tuhan tetapi tidak mau diatur memakai hukum Tuhan....menuduh sok suci padahal orang-orang yang merasa kotor dan ingin suci adalah mereka yang kembali kepada jalan Tuhan dan tunduk kepada hukum-hukumnya........ Menuduh sebagai upaya Partai Politik tertentu untuk meraih dukungan Pemilu 2009 jika ya mengapa tidak berarti Partai ini bekerja untuk kebaikan rakyat seharusnya semua berlomba kearah itu siapa Partai yg bermoral itu yang dipilih....Menuduh talibanisme...heran dengan anggapan ini apa sih talibanisme?Apakah yg dimaksud dg pemakaian cadar tebal dan gamis panjang hitam?...hanya mengacu kepada fatwa MUI bagaimana dg umat lain?.....apakah di Agama lain tak diatur masalah moral?...mengatakan bahwa Moral tanggung jawab para Rohaniawan dan Ulama?...himbauan tak efektiv untuk mengurangi tindak amoral harus ada payung hukum yang menaunginya....bagaimana dg pencurian,Perampokan,pembunuhan....apakah hal itu tak perlu diatur Negara sebab itu juga berkaitan dg moral?....Menuduh akan merusak Persatuan bangsa...Lho apa sebabnya?masyarakat Indonesia adalah Masyarakat bermoral?.......>>>


  161. From Flashback on 26 March 2007 14:58:57 WIB
    Sebenarnya yg pada komentar menolak RUU APP itu tahu point2nya gak ya..?
    Tapi gak papa deh mari kita tolak RUU APP, jgn tiru bunda maria berkerudung, jgn tiru biarawati berkerudung, jgn tiru org berjilbab, pakaian adat jawa kalau bisa jariknya hampir mepet celana dalam, mari kita dukung prostitusi biar pengguna2 yg para PEJABAT2 YG KORUPSI semakin banyak mengeluarkan uang yg dirampas dari rakyat untuk cari istri simpanan, ke prostitusi yg beraneka bentuk sesuai selera, ikut kelompok nudis,nonton tarian stripse yg sudah ada di Jakarta (JAKARTA UNDERCOVER), ke pusat2 hiburan club2 yg menyediakan minuman surga, drug dan cewek cantik, MARI KITA DUKUNG ANAK ISTRI KITA BERPAKAIAN ALA TARZAN, agar kita bangga punya istri atau anak yg dipamerkan untuk untuk tontonan umum, kalo jalan ke mal2 kita pakai koteka banyak temennya jadi gak malu lagi. Mari kita dukung pariwisata bali, kita dirikan pusat perjudian terbesar seperti Las Vegas, mari kita dukung pakaian adat bali seperti turis yg berseliweran dgn pakaian ala tarzan juga biar nikmatnya dunia bertambah. Oh indahnya dunia bila semua ini terwujud dan semua org menolak RUU APP.
    Tapi istri, anak dan cucu gue jangan sampe jadi tontonan umum karena mempertontonkan bentuknya tubuh ah tapi otaknya aja.
  162. From Flashback on 26 March 2007 16:05:33 WIB
    MARI KITA KEMBALI KE JAMAN SODOM DAN GOMORAH KETIKA KEBEBASAN BEREKSPRESI SANGAT DIHARGAI. (Tapi kok basic budaya kita di AMERIKA ada aktivis anti pornografi aneh juga yaa....???)
  163. From Flashback on 26 March 2007 17:37:37 WIB
    AYO KITA KEMBALI KE JAMAN SODOM DAN GOMORAH DIMANA AWAL ZAMAN KEBEBASAN BEREKSPRESI SANGAT DIAGUNGKAN, SERAP SEMUA BUDAYA KEBEBASAN DAN HAM HARUS DITEGAKKAN SETINGGI-TINGGINYA, MARI KITA EKSPRESIKAN SYAHWAT DGN SEBEBAS-BEBASNYA JADIKAN BANGSA INI SEPERTI SURGA YG TANPA ATURAN DAN BATAS, HIDUP PORNOGRAFI....
    (Tapi gua heran kok sebebas-bebasnya di Amrik yg jadi salah pusat basic budaya kita disana ada aktivis antipornografi dan ada UU yg mengatur masalah pornoisme...????????) negara kita komunis apa ya? tapi disana juga ada aturan...bingung dah, o ya ada kasus di jepang yg pake pakaian minim DIPLOROTIN dijalan-jalan bahkan di mall sampe keliatan perkakasnya lalu di kamera oleh anak2 muda disana karena buat mereka sungguh menggoda tapi boleh juga. BAGI YG SETUJU SAYA COBA DULU DEH PADA ANAK ISTRI KITA DULU MAU GAK YA.

    Gua setuju TAPI jangan sampe istri gua digituin dah...yg rapet yg aman yg tenang yg buat org lain gak suit2 and jawil2 itu yg gua mau.

    Yg bingung
  164. From fitriani on 22 January 2008 14:52:44 WIB
    kalau bisa supaya ditampilkan gambar dari busananya karena dengan tampilan yang diikut sertakan maka yang membuka profil ini akan tau bagaimana gambar yang Anda maksudkan di profile Anda.
  165. From anis on 22 February 2008 07:22:34 WIB
    Baca dan pelajari...



    Celana Melorot

    Ini berita dari Amerika Serikat, negara yang dikenal sangat liberal. Kota Alexandria dan Shreveport dua kota di negara bagian Louisiana, AS membuat peraturan baru: melarang remaja putra dan putri mengenakan celana melorot di bawah pinggang yang memperlihatkan (maaf) celana dalam mereka.
    Peraturan itu, tulis Kantor Berita AFP Prancis 29 Agustus 2007, diterima secara bulat. Larangan ini lahir setelah warga memprotes gaya berpakaian para remaja, yang berjalan dengan celana melorot di bawah pinggang itu. Gaya tersebut, menurut Konselor Kota Alexandria, Louis Marshall, tidak sopan.
    Louis Marshall, yang hidup dalam tradisi demokrasi, beruntung. Pelarangan itu sama sekali tidak menuai protes. Tidak ada aktivis yang menyatakan peraturan terse but melanggar hak asasi manusia, antipluralisme, dan konservatif.
    Bayangkan jika di Indonesia, negara yang baru saja menghirup udara demokrasi. Louis Marshall akan dikecam dan dianggap telah membunuh kebebasan individu untuk berkreasi. Keputusan pelarangan tersebut bahkan akan diejek sebagai 'campur tangan pemerintah terhadap hak pribadi warga negara'.
    Ini yang terjadi di Indonesia. Pada Desember 2004, seratus hari pemerintahannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan kegusarannya atas tayangan televisi. Melalui Menko Kesra Alwi Shihab ketika itu, Presiden yang kuat memegang norma agama dan sosial itu meminta media televisi untuk tidak mempertontonkan pusar perempuan. "Itu sangat mengganggu," kata Presiden saat itu.
    Pernyataan SBY itu baru sebatas permintaan, belum menjadi keputusan. Namun, tidak terlalu lama berbagai reaksi dari kalangan aktivis perempuan bermunculan dalam diskusi-diskusi dan tulisan di media massa. Mereka antara lain menyatakan, SBY telah melanggar prinsip demokrasi, terhadap hak asasi, dan kebebasan individu berekspresi.
    Mereka menentang keras pernyataan SBY itu. Menurut mereka, apabila negara dibiarkan mengatur hak pribadi warga negara, di antaranya soal pusar tadi, maka demokrasi dan kebebasan individu untuk berkreasi, pun mati. Itu pulalah yang menjadi alasan mereka menentang Rancangan Undang-undang Antipornografi dan Pornoaksi. Apabila disahkan, maka RUAPP tersebut akan mengatur tubuh perempuan demi kepentingan politik konservatif.
    Alexandria dan Shreveport, dua kota di negara bagian Louisiana, AS, telah memberlakukan keputusan, yang melarang remaja putra dan putri mengenakan celana melorot. Keputusan itu disambut baik warga, yang sejak lahir telah menghirup udara demokrasi. Tidak ada yang protes dan menyebutnya sebagai antikebebasan berekspresi, antipluralis, konservatif, dan pertanda matinya demokrasi.
    Demokrasi, sistem yang memiliki berbagai kelemahan, sesungguhnya tidak mati hanya karena pelarangan celana yang melorot dan pelarangan memperlihatkan pusar. Pandangan yang berlebihan terhadap demokrasilah apalagi membenturkannya dengan nilai-nilai di masyarakat, nilai-nilai agama, dan menyebutnya sebagai konservatif yang memungkinkan sistem itu kehilangan esensinya.
    Di Alexandria dan Shreveport, remaja-remaja tidak lagi mengenakan celana melorot. Mereka tidak merasa menjadi konservatif apalagi antidemokrasi. Di Indonesia, para remaja bebas membiarkan (maaf) celana dalamnya menyembul. Inilah yang disebut para aktivis sebagai kebebasan berekspresi. Dan, para aktivis itu sangat takut demokrasi mati hanya karena remaja menutup pusarnya.
    (Asro Kamal Rokan )
  166. From AGUNG on 28 March 2008 17:47:20 WIB
    PEMERINTAH MEMBUAT ATURAN INI HANYA TUJUAN BAGAIMANA MENGAWASI PEMAKAI YANG MENGKRITIK MEREKA, KARENA MEREKA TIDAK BISA TENANG DALAM MELAKUKAN KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME.MAKA DIBUATLAH PINTU MASUK MELALUI JALUR INI SEOLAH-OLAH MEREKA PRIHATIN DENGAN KERUSAKAN MORAL TAPI TUJUAN LAINNYA ADALAH MENGAWASI PARA PENGKRITIK MEREKA KARENA MENGGANGGU KEAMANAN MEREKA DALAM MELAKUKAN KKN. JADI SEMUA YANG MEREKA KEMUKAKAN HANYA ALASAN DIBUAT-BUAT SAJA. PERHATIKAN SAJA YANG MEREKA LAKUKAN SEKARANG LEBIH BANYAK MERUSAK DARIPADA MEMPERBAIKI KONDISI. JADI HATI-HATILAH PEMAKAI TI, KARENA MEREKA BISA DIPERSALAHKAN OLEH ATURAN YANG ADA UNTUK KEPENTINGAN PENGUASA YANG TIDAK BENAR DAN BECUS BEKERJA.
  167. From mardi reski on 28 May 2008 14:31:28 WIB
    Mr M :eeeeeee katanya menolak pornografi tapi di undang-undangkan ngak mau! jadi maunya apa dooooooooong???
    Mrs x : ya mungkin ................! suka-suka aku doooong
    Mr m: suka-suka atau.......... menolak atau........???/
  168. From Clara on 21 July 2008 15:05:45 WIB
    sebaiknya kita maju terus terhadap islam Dasar SbY suka bahaya KooPo0o0k........
  169. From Parlan on 25 August 2008 21:27:05 WIB
    kayaknya terlalu berlebihan deh, yg mau diatur itu industri pornografi yg melirik pasar indonesia. dalam UU tersebut jika anda masih sepakat dgn pornografi dan berinteraksi dengannya, masih boleh kok, tp diatur penggunaannya saja.

    yg bilang ini mengancam disintegrasi bangsa, itu tidak benar. dan tidak ada sangkut pautnya dengan UU ini. imajinasi anda saja yg terlalu liar... dan berlebihan.

    adanya UU Pornografi, akan banyak membantu bangsa kita. Amerika, Turki aja punya.. wee.. gak malu apa??
  170. From cahnakal on 06 September 2008 14:25:04 WIB
    negara ngurusi bawah perut (selangkangan) itu indikasi nyata bahwa negara gagal ngurusin yang 10 cm di atas nya (perut). rakyat lapar, bensin mahal, beras naik.. gak papa, yang penting anak istri pake pake baju tertutup, lha mereka yang gak punya baju buat nutup tubuh ? ya silakan berdiam diri di rumah menunggu dijemput ke surga alias koit.

    urusan negara adalah kesejahteraan di dunia, urusan kesejahteraan di akherat (surga neraka, dosa pahala) itu urusan masing masing pribadi
  171. From Uki on 14 September 2008 22:36:08 WIB
    Hmm.... CMIIW (correct me if I\'m Wrong), RUU APP ini sudah direvisi kan? Sekarang namanya jadi RUU Pornografi, pasal-pasal yang kontroversial sudah di hilangkan (seperti yang mengatur cara orang berpakaian, dll) dan pornoaksinya sudah dihilangkan, jadi sekarang RUU ini fokusnya ke pornografi, kalau baca RUU yang baru saya mendukung adanya RUU ini, setidaknya isinya sudah jauh lebih baik daripada RUU yang awal (RUU APP).

    sumber :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Rancangan_Undang-Undang_Antipornografi_dan_Pornoaksi
    http://mediacare.blogspot.com/2007/12/di-bawah-ini-adalah-ruu-pornografi.html
  172. From Mr.Nunusaku on 18 September 2008 16:35:55 WIB
    Tolak bangsa kriminal Indonesia karena kejahatan kriminalnya sangat luar biasa yang banyak dilakukan oleh mayoritas islam terbesar didunia:

    Pencurian dengan kekerasan,pencurian kendaraan bermotor, penganiayaan berat, perkosaan,pembunuhan,penipuan, pemerasan, merampok wang negara oleh DPR menerima wang suap,

    Semua kejahatan tersebut diatas banyak dilakukan oleh muslim
    di Indonesia, negara ini selalu disebut negara kriminal.
  173. From ABDEL on 23 September 2008 19:58:29 WIB
    ada dezain besar di balik Penolakan RUU APP
    mengapa saya bilang begitu........
    negara yang sudah hancur seperti ini mau lebih di hancurkan oleh aksi Penolakan RUU APP (RA)
    apa jadinya generasi muda bangsa ini jika semakin hari hal-hal yang berbau sex serta pornografi di legalkan begitu saja (bayangkan dengan hati nurani Mu). saya berbicara di sini bukan atas nama agama, tapi AN: Generasi Muda bangsa ini dan Orang tua yang peduli akan masa depan anaknya.
    Untuk Mu wahai Wanita Berbudaya renungkan ini baik-baik:
    - tubuh anda yang indah di ciptakan tuhan sebaiknya di nikmati oleh yang berhak (Suami Anda) bukan Khalayak ramai yang menjadikan tubuh indah Mu sebagai hal yang Gratis... Gratis..,
    saya...........ng sekali jika Profesionalisme di jadikan tameng sebagai bentuk sebuah tanggung jawab untuk melegalkan itu semua.....
    coba bayangkan pengaruh itu semua...
    jangan samakan dengan negara-negara di eropa sana. ini bukan peraturan agama..
    dan jangan meniru mereka semua, kita beda dari mereka beda segala-galanya dalam budaya..... berikan identitas kita yang baik di mata dunia...
    jadikan pendidikan sebagai penyelamat bangsa bukan Pornografi yang menimbulkan kejahatan dmn2.
    jangan sampai kita tenggelam terlalu dalam pada masalah ini.
  174. From Pandu on 04 October 2008 10:57:51 WIB
    @ABDEL
    "tubuh anda yang indah di ciptakan tuhan sebaiknya di nikmati oleh yang berhak (Suami Anda) bukan Khalayak ramai yang menjadikan tubuh indah Mu sebagai hal yang Gratis... Gratis..,"
    memangnya menolak RUU APP berarti mau mamerin tubuh istri2 di muka umum. ga perlu pake UU juga ngerti itu.... weleh2
  175. From arra on 05 October 2008 16:56:20 WIB
    hhmm.....
    sebenarnya tidak manusia yang hidup bebas...
    karena jika SAYA bebas,, maka sesungguhnya kebebasan SAYA di batasi oleh kebebasan ANDA..


    tapi sebenernya saya adalah termasuk orang yang lebih pro terhadap kaum yang kontra ruu ap ini...
    hhi....





  176. From Osaman on 07 October 2008 14:10:21 WIB
    Saja tidak setuju dgn UU Pornografi
    Sempurnakan saja UU yang ada spt : KUHP, UU Penyiaran dan UU Perlindungan anak.
    Penegak Hukum harus tegas dlm menjalankan tugas

    sadarlah indonesia terdiri dari berbagai Suku/etnis dan Agama, jgn memaksakan kehendak Kelompokmu saja.

    Ingat Kebobrokanb moral bangsa ini tdk lepas dari tanggung jawab para tokoh agama.
  177. From novianto on 17 October 2008 16:24:51 WIB
    Pasal 4 (rancangan penjelasan)
    Yang dimaksud dengan bagian tubuh tertentu yang sensual antara lain adalah alat kelamin, paha, pinggul, pantat, pusar, dan payudara perempuan, baik terlihat sebagian maupun seluruhnya.

    apakah perempuan akan kehilangan kehormatan dan kemuliannya jika memperlihatkan bagian tubuh yg sensual...? (jawab dengan hati nurani anda dan sejujur-jujurnya)

    justru kaum perempuan akan dibela kehormatannya dengan adanya UU Pornografi...!
  178. From salman on 20 October 2008 09:19:52 WIB
    uu pornografi bukan hanya umat islam yang diuntungkan tapi semua agama dan budaya di indonesia. wahai umat non islam yakinlah agama islam dan umatnya bukanlah agama pemaksaan kehendak tapi kami ingin negara dan bangsa ini baik akhlaknya
  179. From Yad\'s on 23 October 2008 11:16:14 WIB
    kayaknya udah mulai banyak org2 yg jadi paranormal .... Apa yang akan terjadi apabila UU APP disahkan udah mulai ditakutin ,, padahal hal itu belum terjadi ,,,. Yg sudah jelas terjadi didepan mata kita adalah krn tdk adanya UU yang mengatur alias UU tsb tidak disahkan, ya khan ??? kenapa takut thd hal2 yg blm terjadi ????? ANEH bin AJAIB !!!
  180. From ivie on 25 October 2008 09:53:23 WIB
    ada sebuah cerita yg menurut saya aneh dari pengalaman saya,

    katanya nih yah eropa .. amerika itu negara yang hobi ama pornografi. ups.. salah. disono baju cewe2nya terbuka alias pamer bodi. Tapi kok waktu disono, ga ada cowo yang suit2in si cewe atau ngomong kata2 yang melecehkan si cewe. biasa aja tuh. Padahal nih yah.. disono katanya mereka udah ga beragama. di eropa ga diatur loh cara make bajunya.

    nah.. terus crita di indonesia, kan katanya beradab tuh, beragama pula. Tapi cewe lewat bajunya juga ga terbuka (deskripsi pake jeans panjang, kaos dan jaket yg tertutup) digodain, disuit2in dan dilecehkan dengan kata2 yg ga pantes. wong katanya beragama loh yah.. malah kayak gini. di indonesia diatur loh make bajunya. digembar gemborin dari jaman sd kalau pake baju kudu tertutup soalnya perempuan itu biang dosa .. eh salah perempuan bikin laki2 berdosa. laki2 ga bikin perempuan berdosa yah?

    belum lagi cerita soal tki2 kita yang diperkosa.

    ok enough with that.. tapi yang mau saya tanyakan... dimana letak kesalahannya. negara yang sering kita tuding kok terlihat lebih punya kemampuan menghargai orang lain. sedangkan negara yang katanya diajarkan moral di sekolah, bergama, rjain banget idaha dll.. ga bisa menhargai ornag lain. atau lebih eksplisit lagi ga bisa menempatkan perempuan sebagai manusia yang harus dihargai.

    Apakah untuk dihargai perempua harus diatur dulu dalam sebuah undang2? Kalau dmeikian ebrarti negara ini memang melihat perempuan bukan sebagai manusia tapi sebagai objek.

    Eh kok malah ngalor ngidul yang ntar dibilang ga runtut mikirnya hehehe.

    Anyway.. point utama saya adalah yang harus diutamakan itu bukan UU kek begini tapi bagaimana masyarakat bisa dapet akses pendidikan yang bener.

    terakhir. satu hal yang selalu saya sukai adalah kata2 ini: \"Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu\"

    maaf cuma numpang lewat, sekalian ninggalin jejak di blog Pak WW ini. selama ini bisanya cuman baca aja.


    di eropa pakaian yg dikenakan cukup terbuka tapi kok ga ada yang noel2 atau nyuit2in
  181. From oka on 27 October 2008 13:04:24 WIB
    Sngguh IRONIS sekali


    bangsa kita Krisis moral Knapa RUU APP yang brusaha memperbaiki moral kiat masih ditolak

    Coba Tanyakan Pada HATI NURANI kalian

    bangsa ini sudah Brobok Moralnya

    mau Dikamankan klo PEMUDA g punya Moral


    uang masih bisa dicari tapi Klo moaral,..dan manusia tak punya nurani kemana mw di cari
  182. From dragon mbadhog on 31 October 2008 11:15:38 WIB
    thanks for da story mbak ivie
    mau tahu fakta kebobrokan moral sana yang Anda bilang suci?

    Di Amerika, 7 dari 10 wanita yang melakukan hubungan seksual sebelum berusia 14 tahun, dan 6 dari 10 wanita yang berhubungan seksual sebelum berusia 15 tahun, mengaku melakukan seks pertama kali karena dipaksa.

    Secara nasional, 25% dari seluruh remaja puteri berusia 15 tahun dan kurang dari 30% remaja putera berusia 15 tahun mengaku telah berhubungan seks, dibandingkan dengan 66% remaja puteri berusia 18 year, dan 68% remaja putera berusia 18 tahun yang mengaku telah mengalami sexual intercourse.

    Secara nasional, hampir 1 juta remaja puteri di bawah usia 20 tahun hamil setiap tahun. Itu artinya ada hampir 2800 orang remaja puteri hamil setiap harinya.

    Sekitar 4 dari 10 orang remaja puteri di Amerika hamil paling sedikit sekali sebelum berusia 20 tahun.

    Setiap tahun, para pembayar pajak di Amerika harus menanggung biaya sebesar hampir 7 miilar dolar untuk mendanai kehidupan remaja yang sudah punya anak.

    Remaja (berusia antara 16-19 tahun) 3,5 kali lebih sering jadi korban perkosaan, usaha perkosaan, atau serangan seksual dibandingkan penduduk lain pada umumnya.

    Menurut Departemen Kehakiman Amerika Serikat, 1 dari 2 korban perkosaan berusia di bawah 18 tahun, dan 1 dari 6 korban perkosaan berusia di bawah 12 tahun.

    Sementara 9 dari 10 korban perkosaaan adalah wanita, pria dan remaja laki-laki juga menjadi korban kejahatan ini. Pada tahun 1995, sebanyak 32.130 pria berusia 12 keatas telah menjadi korban perkosaan, usaha perkosaan, atau serangan seksual.

    Di Amerika Serikat, 1 dari 4 remaja yang aktif secara seksual terinfeksi penyakit seksual menular setiap tahunnya. Beberapa penyakit seksual menular yang terbanyak adalah chlamydia, gonorrhea (raja singa), genital warts (juga disebut HPV - human papillomavirus), dan herpes.

    dan lain lain... untuk selengkapnya baca

    www.untuksemua.com/lounge/awas-bahaya-pornografi-mengancam-2848/ fakta pornografi Amerika usa&hl=id&ct=clnk&cd=5&gl=id


    Apa Anda termasuk salah satu orang yang menginginkan hal seperti ini terjadi di Indonesia?

    Oke, kita dibilang beragama. Apakah diantara orang yang suka nyuit2 perempuan itu beragama? Jika mereka mengaku ya, coba tanya, sesuaikan dengan agama mereka, jika mereka muslim, khusyukkah salatnya? atau jika nasrani, seberapa tekun kamu ke gereja, dll, jika agama lain, yah, begitulah...

    Saya bukan termasuk pihak yang ingin mengambil keuntungan kecil dari pengerusakan moral generasi muda, seperti sex marketeer-marketeer itu.


  183. From Hypnoglyph on 02 November 2008 14:27:18 WIB
    Kalo memang tujuannya adalah pengguna2 sex demi keuntungan komersil jelas saya dukung. Namun bila menyinggung kebebasan orang untuk berbuat, kebebasan orang untuk memilih, dan kebebasan orang untuk mengekspresikan diri jelas saya tidak setuju. Undang-undang ini dibuat dengan prematurnya dan tampaknya tidak memperhatikan hak hak di atas. Bagaimana dengan orang2 yang terambil haknya, mungkin mereka golongan minoritas ataupun golongan yang kasat mata bagi negara, tapi mereka tetap warga negara.
    Saya sangat tidak setuju bila PEMUDA selalu dikambinghitamkan dari masalah2 moral. Ingat siapa yang DIUNTUNGKAN dari pembobrokan moral. Jelas2 orang2 tua yang menarik keuntungan dari situ. Namun karena pemuda tidak memiliki banyak kekuatan untuk merubah keadaan maka selalu dikambinghitamkan dari sebuah keadaan. mereka cuma KORBAN!!
    Urusan moral dan akhlak urusan masing-masing bung selama tidak mengganggu orang lain. Itulah hal-hal yang di beberapa point tidak diperhatikan UU ini..
  184. From nia on 03 November 2008 09:34:52 WIB
    indonesia membutuhkan penanaman nilai kemanusiaan dan etika moral, bukan undang-undang untuk membatasi adanya ketimpangan etika. dengan adanya penanaman nilai-nilai tersebut(nilai yang diajarkan di agama masing-masing pemeluk) dapat menjadi body guard agar personalnya tidak melakukan hal yang amoral. terlalu banyak undang-undang yang dibuat. terlalu banyak waktu yang dipakai hanya untuk membahas undang-undang namun melupakan hal lain, misalnya kebutuhan pendidikan yang saat ini sekolah-sekolah favorit semakin membumbung tinggi SPP-nya. sehingga masyarakat kecil tak mampu sekolah di sana.
  185. From blue ship on 03 November 2008 09:35:02 WIB
    saya juga setuju kalo object dari undang 2 ini adalah orang yang menjual dan mengedarkan hal yang berbau sex,

    tapi kalo sudah menjurus ke hal yang merangsang, misal cara berpakaian.... itu sih sudah keterlaluan...

    lagi pula apa sih definisi merangsang?? apakah ada alat ukur yang bisa mengukur tingkat rangsangan??

    ada ada ajah nih pemerintah. kok mau mengatur yang tidak bisa diukur sih!!!

    dalam kontrol pasti ada nilai proses, set point dan action nya......

    ini semuanya gak jelas!! jadi apa yang mau di kontrol!!!

    tingkat keterangsangan (nilai proses) gak bisa diukur
    setpointnya ga jelas


    padahal kalo di berita berita, kok anggota dewannya keliatan cabul cabul yah, bahkan ada pilemnya!! itu yang baru ketahuan.

    tambahan, apakah isi dari RUU APP ini sudah semua masyarakat indosia tahu??

    saya juga taunya dari forum forum loh!!

    undang undang di indonesia kok ga pernah dipublikasikan dengan baik yah........

    yang ada tiba tiba seseorang langsung dihukum karena ada uu baru.....
  186. From First samurai on 03 November 2008 21:04:16 WIB
    UUP ??? opo kuwi ???

    Bagaimana bisa disahkan ??sedangkan "yg datang" saat pengesahannya saja mungkin tidak ada setengahnya,,itupun dari beberapa fraksi ada yg walk out...

    Cuma satu pertanyaan saya, dan tidak perlu dijawab,,mungkinkah ada negara di dalam negara ini ???

    Nuwun,,,
  187. From nur shodiq on 04 November 2008 23:50:02 WIB
    kasadayana punten pisan...
    sebagai umat islam, saya setuju dengan di disahkannya UU APP.karena ini sangat bermanfaat buat seluruh warga negara indonesia, terutama bagi kalangan remaja seperti saya. hanya orang orang yang ingin melihat indonesia hancurlah yang tidak setuju dengan UU APP. apakah kita tidak malu sama negara tetangga kita? indonesia masuk dalam daftar negara terporno ke 3 di dunia?dibawa venezuela dan rusia.sedangkan kita adalah mayoritas muslim, dan penduduk negara kita adalah 85% muslim dan jumlah ini tidak ditemukan di negara lain, kecuali indonesia, akan tetapi apa yang terjadi, indonesia yang saya rasakan semakin kesini, semakin kacau saja keadaaannya, sungguh ironis sekali.dan yang saya ketahui, kebebasan berekspresi dengan hampir telanjang dengan mengatasnamakan seni itu semua "bohong", semua itu sejati nya bukanlah seni melainkan adlah "nafsu belaka"jadi tidak ada seni yang mengumbar ngumbar sesuatu yang tidak lazim di perlihatkan. UU APP tidak akan menyudutkan wanita,akan tetapi memuliakan seorang wanita, menghormati seorang wnita, menjaga seorang wanita, karena wanita itu mahal, tidak sembarang orang yang bisa menyentuhnya. coba anda perhatikan, seorang wanita yang berjalan dengan pakaian seksi, belahan dada nya hampir terlihat, dengan wanita yang memakai pakaian sopan yang menutupi sebagian besar anggota tubuh nya, kedua wanita ini berjalan di depan banyak laki laki, yang dirasakan wanita pertama adalah mereka sejayinya dalam hati kecilnya merasa terganggu dengan keberadaan laki laki disekitar nya yang memperhatikan tubuhnya yang indah karena sebagian besar laki laki adalah hidung belang, termasuk saya.entah laki laki itu merayu wanita tadi, bersiul untuk menarik perhatiannya dll.sedangkan wanita yang kedua, ketika dia berjalan di depan keramaian laki laki tadi, dia aman aman saja tanpa ada laki laki yang mengganggunya, karena laki laki tidak tertarik dengannya, sehingga wanita tadi terjaga dengan sendirinya. nah, kait bisa ambil kesimpulan, UU APP ini insya Allah sangat bermanfaat buat kita semua, apalagi terhadapa para pemuda indonesia yang cinta kepada indonesi yang ingin negaranya maju, negara nya terkenal baik dengan moral nya, terkanal rapih dengan pakaianya, dan yang pasti terkenal indah dengan budaya nya yang mengutamakan norma kesopanan dan etika cara bersosialisasi yang sehat..
    terima kasih.
    dikassalam@yahoo.co.id
  188. From anak kecil mau numpang komentar on 05 November 2008 02:41:58 WIB
    sejujurnya saya bingung... apa perlunya pemerintah bikin UU APP ini?? Toh kenyataannya, mau ditutup segimana rapatnya pakaian kita, tapi kalau pikiran kita ga dibersihkan apa bedanya coba??
    Kalo otak kita emang bersih, mau lihat wanita pakaiannya seksi, ya ga masalah.. yang harus kuat yang iman kita dan gimana kita bisa mengendalikan nafsu kita..
    Kalau UU APP ini diteruskan, apa jadinya bangsa Indonesia ini.. Saya setuju banget dengan kawan-kawan di atas yang bilang kalau UU ini rancu dan ada kecenderungan untuk mengekang keanekaragaman yang ada di Indonesia.. Bobrok-bobrok begini, Indonesia masih sangat kaya dengan budaya. Dan saat ini berbagai negara di luar Indonesia sangat tertarik dengan budaya negara kita..
    Daripada sibuk dengan UU APP ini, mendingan juga pemerintah memikirkan bagaimana memajukan kebudayaan-kebudayaan negara ini yang begitu beraneka ragam dan menjadikannya sebagai aset yang berharga di kemudian hari (dijadikan aset pariwisata kan bagus banget tuh)..
    Sekali lagi, jujur saya bingung... kenapa sih pemerintah kita sibuk2 ngurusin UU APP padahal banyak kebudayaan negara kita yang sudah ataupun nyaris dicuri negara lain.. dan tentu saja kalau terus dibiarkan, bisa-bisa semua kebudayaan Indonesia diembat sama negara laen..
    Daripada sibuk dengan UU APP juga, mendingan mikirin bagaimana caranya supaya rakyat bisa makan...
    Bayangkan saja kalau UU ini dijalankan, bagaimana jadinya dunia pariwisata kita?? Masa turis asing juga mau dikasi aturan kayak begini?? (ga bisa bohong kan, negara ini butuh makan, butuh devisa.. kalo turis2nya pada pergi, berkurang donk devisanya)
    Lagipula lagi... aturan di UU APP ini saya lihat masih sangat rancu.. kalau dijalankan, saya rasa bisa disalah gunakan oleh pihak-pihak yang ga bermoral yang sok suci..
    Saya percaya kalau tiap-tiap orang yang beragama di Indonesia pasti bisa menjalankan hidupnya dengan baik (termasuk masalah menahan napsu tentunya) tanpa adanya UU APP ini.. Yagh kecuali ternyata anda memang cuma suci di luarnya tapi ternyata di dalam hati dan otaknya dipenuhi oleh napsu belaka..
    jadi kesimpulannya, sebenarnya semuanya kembali pada hati dan pikiran kita.. Buat yang pro UU APP, saya cukup mengerti bahwa anda resah dengan moral bangsa yg merosot, tapi saya mohon tolong buka pemikiran anda tentang budaya negeri kita yang bermacam2.. Yach kecuali anda punya solusi yang tajam untuk menjawab kerancuan UU APP ini dalam penerapannya di berbagai kebudayaan Indonesia..
  189. From gandaruwa on 05 November 2008 03:05:56 WIB
    lihat betis terangsang..
    lihat rambut indah terangsang...
    lihat jemari tangan terangsang...
    lihat anak kecil pake baju TK terangsang...
    apa itu mksud uu app tentang kata merangsang..

    kalo saya pikir mah.. tiap orang beda2 atuh kang..

    uu app, ada yang bilang melindungi domba dari serigala dengan cara mengurung dombanya... kayaknya sih begitu..

    di uu ini yang mayoritas dijerat adalah kaum wanitanya.


    buat yang pro ...
    mmm saya pernah lihat film porno (jujur) tapi saya ga bernafsu tuh untuk melakukan pemerkosaan ataupun pelecehan seksual.

    trus kalo ada yang memperkosa dengan alasan nafsu gara-gara liat dangdutan.. kok bagi saya kedengaran seperti mencari kambing hitam yah..

    setir dong nafsumu...

    anak-anak kecil terlihat di acara dangdutan...
    hey mereka cuma mencari hiburan.. mereka ingin melihat keramaian.. bukan mikirin yang ngeres-ngeres doang...

    selain uu app ini, saya sendiri miris kalo melihat penutupan paksa warung makan di siang hari pada saat bulan puasa di beberapa daerah (sorry, keluar jalur)

    soale setahu saya berpuasa itu menahan nafsu.. ya nafsu makan, nafsu sex dan lain-lain...

    bukan melarang orang mencari penghasilan.. karena yang jualan pun juga sebagian muslim yang juga berpuasa..
    kalo ga bisa nahan godaan makanan.. jangan makanan yang disalahin dong.. tapi salahin diri sendiri yang ga bisa nahan godaan... (berlaku juga buat uu app)

    lagian. emang anda yakin kalo kelak anda masuk surga? anda yakin anda paling suci? janganlah merasa diri kita paling suci... pikirkanlah diri kita sendiri sebelum mikir orang lain, karena anda sendiri belum tentu masuk surga, begitupun saya.


  190. From LUCKY NM on 07 November 2008 09:23:13 WIB
    UU APP efektif walaupun sudah disahkan jadi UU, liat aja, mungkin ini hanya sebagian dari target anggota legislatif Senayan untuk meraup untung di akhir Tahun 2008, Jadi proyek UU APP bukanlah murni perjuangan demi penegakan moralitas dan masa depan generasi bangsa tetapi hanya lahan untuk menggelontorkan miliaran rupiah demi saku orang-orang senayan. Sadarlah-sadarlah !
  191. From bog3l on 07 November 2008 19:19:20 WIB
    UU APP menjadi pembahasan yang sangat menarik...
    kita jangan melhat ap yang pada org lain tetapi lihat apa yang ada pada diri kita masing.
    jangan mencaci maki keburukan org lain alangkah baiknya kita mencaci maki akan keburukan kita...
    janganlah menjadi seorang pencemo yang hanya mengatai org itu adalah suatu hal yang sangat buruk.
    yang mebuat kita baik bkn karna ada aturan yang mengatur segala hal pada diri kita, bkn krn org lain. tetapi karna kesadaran kita. APAKAH KITA SUDAH SADAR???
    jawabalah dengan jujur.
    UU APP telah mengatur segala seuatu hal tentang kita, itu bukan menjadi membuat kita baik. bahkan itu akan menjadi boomerang bagi kita terutama bagi kaum perempuan.
    dalam UU APP PEREMPUAN telah di jadikan menjadi suatu objek penderita asal mula kenistaan.
    menurut saya ada baiknya UU APP di tiadakan, lebih baik moral dan pola pemikiran kitalah yang kita perbaiki.
    jangan perangi kaum perempuan dengan cara membuat UU APP.
    katanya UU APP untuk melindungi kaum perempuan?? NONSEN
    wahai rakyat INDONESIA SADARLAH....
  192. From Piping ton on 09 November 2008 08:59:57 WIB
    Semangat UU Pornografi dapat dilihat dari tiap pasalnya ingin membuat satu standart nilai yang dapat diterima oleh semua kelompok masyarakat. Namun sayangnya menggunakan standart ekstrim yang sulit diterima oleh kelompok lain. Sebagai ilustrasi: ingin memperkirakan harga dengan yang paling murah atau sebaliknya yang termahal. Maka tentu saja ada yang merasa dirugikan.
    Jika para perancang UU itu menggunakan standart universal dengan solusi win-win saya pikir masih bisa ditoleransi. Misalnya saja menghapus semua unsur Pornoaksi dan meregulasi yang sifatnya publik saja.Inilah yang diharapkan oleh para penentang UU Pornografi. Silakan mengatur /membatasi yang porno tetapi jangan mengatur moral setiap pribadi warga negara.
    Dari definisinya saja sudah terasa sangat ekstim dengan mencantumkan "gerak tubuh" dan "yang membangkitkan hasrat seksual". Apalagi menganggap yang lumrah dan alamiah seperti "kesan telanjang", "ketelanjangan", "bersenggama", "onani", "alat kelamin", "Homoseksual", dan lain-lain sebagai suatu hal porno. Ini kan terasa sangat berlebihan seolah-olah mereka tidak mengerti arti Pornografi. Atau malah terkesan sepertinya mereka mau membuat batasan baru sesuai keinginannya yang lebih cocok disebut sak karepe dewe. Jika memang demikian maksudnya lebih tepat UU itu disebut dengan istilah sendiri, misalnya UU anti ngaceng.
  193. From SACESZ on 09 November 2008 10:36:53 WIB
    UU-APP SEBENARNYA TIDAK PERLU. KARENA KITA SUDAH PUNYA KEKUATAN UNTUK MENANGKALNYA YAITU MORAL,AGAMA,DAN BUDAYA KITA.
  194. From ata on 10 November 2008 02:24:09 WIB
    Dengan pikiran terbuka & jernih,,
    Saya gak setuju dengan adanya RUU APP karena dilihat dr RUU-nya benar2 dikriminasi perempuan, & kontra dengan budaya adat istiadat negara indonesia yg Negara Hukum ini (bukan negara Agama tertentu lho).
    Tp begitu saya baca UU yg sekarang namanya jd UU Pornografi RI (namanya UU "PornoGRAFI", tp suara jg diatur. lucu jg nih, hahahaha..), saya berpendapat bahwa pemerintah sudah berniat untuk tidak mendiskriminasi perempuan, tidak pro agama tertentu, & berusaha tidak bertentangan dengan adat istiadat & budaya bangsa yg beraneka ragam..
    Tp menurut saya,, dengan UU Pornografi ini kok rasanya ada kebebasan yg merupakan hak kita malah jd dikekang y?
    simak:

    Pasal 4

    (1) Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang memuat:
    a.persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;
    b.kekerasan seksual;
    c.masturbasi atau onani;
    d.ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; atau
    e.alat kelamin.

    (2) Setiap orang dilarang menyediakan jasa pornografi yang:
    a. menyajikan secara eksplisit ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;
    b. menyajikan secara eksplisit alat kelamin;
    c. mengeksploitasi atau memamerkan aktivitas seksual; atau
    d. menawarkan atau mengiklankan, baik langsung maupun tidak langsung layanan seksual.

    ..dr ayat 1 dilarang memproduksi berarti kalo memproduksi dari diri sendiri utk diri sendiri jd gak boleh donk? misalkan kita mau foto diri lg telanjang dada. padahal gak niat nyebarin ke orang lain, gak niat buat komersialisasi, tp bisa terjerat hukum.. itu baru yg rendah levelnya,, klo pasangan suami istri mau rekam "aktivitas seksual" mereka untuk dinikmati diri mereka sendiri, dilarang gituh? Hak kita dipasung donk..


    Pasal 14

    Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan materi seksualitas dapat dilakukan untuk kepentingan dan memiliki nilai:
    a.seni dan budaya;
    b.adat istiadat; dan
    c.ritual tradisional.

    penjelasan

    Pasal 14

    Yang dimaksud dengan “materi seksualitas” adalah materi yang tidak mengandung unsur yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau tidak melanggar kesusilaan dalam masyarakat, misalnya patung telanjang yang menggambarkan lingga dan yoni.


    ..Disini pemerintah dinilai "berusaha" menjunjung budaya & adat istidadat negara yg Plural ini. tapi kalo gini caranya ada orang mandi di kali itu bisa ditangkep gak yah pak? kan bisa dinilai melanggar kesusilaan? Tp kan kesian mereka,, kalo gak punya & gak mampu punya kamar mandi gimana donk.. Belum lagi "unsur yg dapat membangkitkan hasrat seksual", itu kayak apa yah? emang ukuran mulai bangkitnya hasrat seksual setiap orang sama? kan dak bisa donk dibuat standarnya..
    belum lagi "dan/atau tidak melanggar kesusilaan dalam masyarakat", masyarakat yg mana nih? tiap kelompok masyarakat kan bisa beda perspektifnya, ya gak? Ini harus diperhatiin nih karena penjelasan kayak gini bisa bias & bisa terjadi gontok2an pendapat..


    ...Jadi menurut saya masih ada beberapa hal yg perlu dikoreksi dan lebih diperjelas lagi supaya tidak ada kerancuan dalam hukum. karena negara ini adalah negara hukum, dimana dalam pengadilan yg ada hanya putih dan hitam, gak ada abu2. jangan sampai ada korban yg tidak seharusnya karena hukum yg masih cacat & tidak menghargai kebebasan-yg-tidak-bertentangan-dengan-kebebasan-orang-lain..

    oya satu lagi,, aparat pemerintah jg harus lebih hati2 & jangan lemot dengan adanya kelompok masyarakat tertentu yg merasa dirinya adalah hukum, yg akan mengatasnamakan UU Pornografi sehingga bs seenak udel mereka untuk jadi algojo hukum..

    Makasih..
  195. From siska on 10 November 2008 16:36:56 WIB
    negara qita negara demokrasi bukan negara islam.
    negara qita mengakui 5 agama, bukan hanya islam.
    banyak kebudayaan qita, apa iya harus d sesuikan lagi karna adanya uu app tadi..
    bagaimana dg org papua yang berpakaian seadanya? apa mereka juga kena? lantas dengn bali? itu adalah komoditas pariwisata terbesar.........
    klo uu app jg d berlakukan di sana, bisa jadi tadak ada wisatwn asing yang datang k bali!!!!!!
    mohon d pertimbangkan lagi................................
  196. From andi on 20 November 2008 23:06:24 WIB
    sinting ini UU harusnya KUHP yg di bikin tegas bukan bikin UU aneh bin ajaib seperti ini . Ini lah Indonesia negara yg bisa di di cucuk hidungnya kayak kerbau oleh sekelompok ormas islam yg anarkis untuk kepentingan mrk saja .

    Kalau di pikir orang dewasa sekali pun juga ngak bisa menikmati apa artinya menjadi orang dewasa . yang ada hanya cariii duit terus tanpa ada hiburan

    Nasib2 tinggal di negara kacau seperti ini.
  197. From ne-ne on 24 November 2008 11:26:42 WIB
    bagi rakyat indonesia yang sudah gagal dalam upaya penanaman nilai etika,upaya pendidikan moralitas bangsa, UU APP-lah solusi yang jelas dan tegas dari semua kebobrokan moral dan etika rakyat!
    Mentalitas, moralitas dan etika rakyat indonesia sudah tidak bisa lagi dididik, diperbaiki, dan dibina! Lihat saja ada guru yang memaksa anak didiknya untuk melakukan oral seks di depan kelas di depan semua teman2nya! Penanaman moralitas yang mana? Pendidikan etika yang mana? Perbaikan mentalitas yang mana? Guru saja yang mempunyai kewajiban untuk mendidik, menanamkan dan memperbaiki itu semua malah berbuat hal yang sungguh tercela!
    UU APP, saya sangat setuju! Ini yang akan memberi pelajaran, mendidik, membina dan memperbaiki metalitas seluruh rakyat indonesia, agar mereka tahu bagaimana menekan dan mengendalikan diri dari hawa nafsunya.

    Yang membedakan manusia dengan binatang adalah manusia memiliki logika untuk berfikir. Sekarang fikirkanlah,kondisi indonesia sekarang, mahasiswa yang melakuka free sex, pasangan kumpul kebo tanpa nkah, pasangan selingkuh, wanita yang berpakaian tapi hampir telanjang (kenapa tak sekalian telanjang aja?),pasangan zina. Renungkan,saudaraku di seluruh indonesia. tak malukah kalian hidup mengumbar nafsu (maaf)seperti binatang,yang bisa melakukan hubungan seks dimana dan kapansaja dia ingin. Gunakan pikiran anda untuk berfikir dan merenungkan ini!

    Sekarang setelah UU APP disyahkan,
    Apa kabar UU APP?
    Seperti tak ada pengaruhnya saja! masih banyak perempuan berpakaian setengah telanjang, dada terbuka, celana dibawah pantat, rok mini. masih banyak orag yang bermesraan di muka umum tanpa rasa risi,berpelukan, berciuman dan seterusnya. masih banyak orang yang menyebarluaskan gambar,VCD,atau media lain yang berbau pornografi.
    Ironis bukan? lalu apa gunanya UU APP disyahkan jika tidak ada tidnak lanjutnya? malah menjadi bahan objekan para wakil rakyat saja!
    Mari kita renuingkan bersama,karena ini menjadi PR kita bersama demi indonesia,demi bangsa kita. Selamatkan indonesia dari kehancuran!!
  198. From neyna on 24 November 2008 13:59:21 WIB
    pada dasarnya q sutuju bgt dengan disyahkannya UU APP ini. menurut saya mungkin UU APP ini yang akan melindungi kaum wanita dari segala bentuk pelecehan mapupun eksploitasi sexual.
    Ok,memang yang dibutuhkan bangsa indonesia adalah usaha penanaman moral, etika dan pendidikan mentalitas bangsa yang telah bobrok ini. Tapi selagi usaha ini masih mengalami kegagalan dan jalan buntu,UU APP bisa menjadi salah satu solusinya. Tak ada yang bisa memugkirinya pendidikan mentalitas dan penanaman moralitas serta etika di indonesia blm berhasil. Dalam pelaksanakan pendidikan menalitas itu,UU APP bisa digunakan sebagai sarana/media untuk mendewasakan indonesia.
    Diluar pro dan kontra UU APP,marilah kita sejenak cermati.... pandidikan apa yang pas untuk bangsa kita,pengajaran yang seperti apa yang cocok untuk memperbaiki mentalitas indonesia?
    Dengan adanya UU APP ini bis mendewasakan cara berfikir bangsa kita terutama tentang seks. Jangan munafik bangsa kita masih bodoh,masih terbelakang,masih tertinggal pola pikirnya.

    Sekarang apa kabar dengan UU APP?
    Ironisnya setelah disyahkannya UU APP ini seperti tak ada pengaruhnya sama sekali. Masih banyk kita jumpai perempuan berpakaian hampir telanjang,dengan dada terbuka,rok mini mengumbar paha atau celana pendek dibwah pantat. Masih banyak kita dapatkan wanita dan pria berplukan, berciuman,bermesra2an tanpa rasa risi di muka umum. Masih sering kita jumpai media2 yang mengandung pornografi,seperti VCD,majalah,koran.

    Lantas pertanyaannya adalah:
    mengapa UU APP dibuat jika tidak ada tindak lanjut dalam pelaksanaannya? mengapa UU APP dibuat jika tidak ada semacam pengawasan dalam pelaksanaannya? Lalu seberapa efektif kan sebenarnya UU APP ini bagi rakyat indonesia?
    Malah hanya untuk "obyekan" para wakil rakyat di senayan saja! Bagaimana Pak SBY? bagaimana nasib UU APP, bagaimana nasib rakyat indonesia?
  199. From rhyan on 11 December 2008 10:48:12 WIB
    sebear nya kalau di tanya setuju tidak setuju nya di sahkan UU APP ini masih sanksi.....
    kenapa?????
    satu sisi ada pasal2 tertentu yang sangat mendukung di sahkan nya UU APP ini....
    tapi di sisi lain saya juga belum paham benar batasan2 yang ada di UU APP ini....
    di sebutkan di salah satu pasal bahwa kebudayaan tidak termasuk dalam pornografi dan pornoaksi...
    tapi bagaimana seandainya banyak para produsen2 pornografi maupun pornoaksi ini berlindung pada kebudayaan???
  200. From roni on 15 December 2008 09:24:11 WIB
    kalo bicara masalah toleransi, umat mana yang tidak melakukannya. apa pernah umatkristen sedang ibadah di greja trus dilemparin batu?? apa pernah umat hindu sedang ibadah trus di ganggu?? pornografi bukan masalah toleransi, boleh aja satu agama melakukan ibadah telanjang, asala pada tempatnya, boleh kok pake baju minim asala pada tempatnya contoh orang pake baju renang, ya dikolam renang jangan di empang. umat islam adalah umat yang paling toleransi, buktinya waktu umat isalam di ambon dibantai saat melakukan solat ied, apa yang di daerah lain membalas dengan membantai umat lain, tidak kan!! jadi sekali lagi jangan kaitkan pornografi dengan toleransi dan jangan sok tahu tentang toleransi kalo anda sendiri tidak tahu mana batasan dari toleransi, jangan bicara masalah hak azasi kalo tidak tahu mana kewajibannya dan jangan sekali-kali menyembunyikan pornografi dibalik seni itu kelakuan orang yang sangat tidak bermoral.
  201. From Jaja on 15 December 2008 09:47:09 WIB
    Yang pertama saya ingin mengingatkan bagaimana hancurnya moral bangsa barat, dimana yang namanya free sex adalah hal yang sangat lumrah, bahkan kata perawan seolah memalukan, apakah itu yang disebut menghargai perempuan?? cobalah kembali berfikir mana yang lebih baik, apakah membiarkian pornografi merajalela?? atau menghilangkannya?? bangsa inih sudah sakit mari kita obati sedikit demi sedikit!! jangan sampai kita biarkan orang yang demi kepentingan pribadi menghancurkan bangsa ini, jangan sampai orang yang mengatas namakan pancasilais tapi melupakan moral dan nasib gangsa merusak indonesia ini, apa jadinya anak-anak kita kalo orang tuanya tidak memiliki moral?? cobalah bedakan antara seni dan pornografi, ibadah dan maksiat??
    Mungkin pemerintah memang tidak sempurna tapi setidaknya inilah salah satu cara pemerintah untuk melindingi bangsa kita ini dari sekelompok orang yang ingin memetik keuntungan demi dirinya sendiri, contoh para pengedar film porno (termasuk amerika) jadi cobalah untuk mendalami terlebih dulu apa itu pornografi dan akibatnya, baru kita ambil keputusan setuju atau tidak dengan pornografi, ingat bahwa kita hidup bukan hanya sekarang tapi kehidupan kita akan terus berlanjut diteruskan oleh anak cucu kita, jadi kasihanilan anak cucu kalian nanti.
    Terima kasih!!
  202. From sartika on 15 December 2008 12:44:11 WIB
    cape dech, RUU bagus2 ko' ditolak sech........................
    padahal Q tuch setuju bgt ma RUU tu n now khan dach di syahkan ma pemerintah Qta, lagian khan da batasan_a bwt saudara2 Qta yang da di Bali coz emg pakaian adat mereka harus begitu, ya dach dech, setuju z napa sech, he.............................
  203. From yedi santonal on 17 December 2008 12:38:37 WIB
    negera kita negara yang ber adab, tapi sekarang ini moral putra putri negara kita biadab (contok banyak sekali bosan nyebitinnya). Nah, salah satu bentuk overcome problem ialah dengan undang-undang. Tidak mungkin pemerintah kita ngeluarin laws untuk hal yang mubasir. So, give kepercayaan kepada wakil-wakil kita dan jangn lupa tegakkan demokrasi dengan UU APP ini !!!!
  204. From agung raka arnawa SH.MH on 22 March 2009 20:43:21 WIB
    UUPP sudah disahkan dan sudah beredar di Gramedia tanpa ditolak pun UU ini tidak akan berfungsi alias Undang undang mati tidak berwatak responsif yang berbasis pancasila (pluralisme kebudayaan harus dihormati)pointnya gak ada PP nya gemana mau melaksanakan he....he..he Negara sudah rugi buat Undang Undang
  205. From jimmi sidabutar on 13 June 2009 16:41:28 WIB
    tidak ada kata terlambat untuk komentar walau tahun telah berganti bukan begitu?

    menanggapi Hal mengenai UU APP
    saya berikan satu contoh cerita sederhana walaupaun sedikit panjang.

    pada saat saya pulang dari kampus atau pulang kuliah, diperjalanan saya terkena hujan sebelum saya memakai jas hujan saya. sesampainya dirumah saya membasuh tubuh saya atau mandi, setelah itu mengeringkan tubuh saya dan berpakaian, lalu saya menuju ke ruangan dapur dan saya melihat ada lemari es disana, lalu saya hampiri lemari es tersebut dan membukanya. Setelah saya membukanya, disitu terdapat ada sebuah botol yang berisikan juice jeruk yang menyegarkan, lalu saya mengambilnya dengan tujuan untuk mengkomsumsinya atau meminumnya, sebelum saya meminumnya ibu saya menegur saya yang sifatnya memberi peringatan atau mengingatkan, dia berkata \" Hei nak..jangan minum air es juice jeruk itu..kamukan baru kena hujan nanti sakit lagi sayang...\", seru ibuku, namun aku tak mengindahkan perkataan
    ibuku dan aku meminumnya karena ingin merasakan segarnya juice jeruk itu, \"a....h segar dan nikmatnya juice ini\".

    Maksudnya cerita ini:
    saya memang salah telah meminum es juice jeruk itu, karena saya baru saja terkena hujan, dan dengan meminum air es juice jeruk itu kemungkinan dapat merugikan kesehatan saya dan saya salah juga karena tidak menuruti apa kata ibu saya.

    Sanksi yang saya dapat dari perbuatan saya antara lain:
    1. saya bisa sakit.
    2. saya telah berdosa kepada Tuhan, karena saya tidak menjaga kesehatan tubuh saya dan tidak turut perintah orangtua.

    \"BUKANNYA SAYA TERKENA SANKSI HUKUMAN PIDANA 4 TAHUN PENJARA ATAU DENDA 2 MILYAR RUPIAH OLEH NEGARA !\"

    nah undang-undang mengenai hukuman terhadap manusia merugikan manusia lainnya bisa di buat, seperti mencuri,korupsi,pemerkosaan,pembunuhan,pembajakan,dan lain sebagainya, itu bisa saja, Namun apabila manusia itu hanya merugikan diri sendiri dan melakukannya hanya untuk diri sendiri, itu adalah urusan manusia itu sendiri dengan Tuhan, bukan dengan Negara

    Bukankah begitu...
  206. From AGAM MAULANA on 19 September 2009 07:23:55 WIB
    bagi aku seh semua tergantung dianya tapi yang paling penting adalah bagaimana klo semua itu bukan teradi pada kita tp terjadi pada keluarga kita
    misalnya salah satu dar keluarga kita terlibat dalam sebuah masalah yang di katkan dengan porno grafi misalnya jadi artis hot atau apalah yang membuat kelaurga kita tercoreng saya rasa uu por grafi itu bagus palingan pasal pasalnya saja yang harus berpihak pada rakyat jangan berpihak pada penguasa aminnnnnnn
  207. From ANTISEMUANYA on 27 March 2010 07:53:23 WIB
    RUU APP: begini
    yang menolak: Begitu
    Saya anti keduanya!
    Mending bubarin aja negara ini, trus dipecah jadi 3 negara.
    1. Negara pro APP
    2. Negara anti APP
    3. Negara anti no. 1 dan anti no.2
    Beres kan? Ga ada lagi perdebatan.
    hahaha!

« Home