Articles

Wimar nanti di Republik BBM, komentar sudah banyak masuk

Perspektif Online
24 April 2006
"........  ingat Richard Nixon didepan lukisan JFK ketika dia harus resign sbg US President, Nixon blg ke lukisan JFK "kenapa mereka (masyarakat) menyukai kamu??". Masih ada 3 tahun lagi utk membenahi semua pekerjaan domestik spt investment climate incentive, tax reform, land reform, debt restructuring dan yg plg penting adalah law reform. bukan RUU APP yg muncul tapi harusnya elite politik merancang UU New Deal (spt FDR waktu unemployment di Amrik th 1930 an mencapat 13 juta alias 60% angkatan kerja lho). Beri masyarakat New Deal supaya ada pekerjaan, ada makanan bisa menghidupi keluarga masing2. Hey Mr.President dan Wapres, sesungguhnya engkau berdaya menggunakan anggaran tahunan negara ini sebesar US billions utk memberi New Deal buat rakyatmu."

 
komentar PO: ya betul, banyak orang yang melihat Kepresidenan sebagai kepemimpinan perang, yang hanya mengurus issue perjuangan hitam putih. Padahal justru daerah abu-abu yang paling memerlukan penanganan oleh pemerintah. Penyelenggaraan ekonomi secara bersih tapi efektif, kenyamanan masyarakat berdasarkan toleransi dan kecerdasan, peningkatan mutu pendidikan yang bisa dilakukan tanpa intensitas dana, penyediaan informasi kesehatan dan perlindungan bagi yang tidak terlindung. Paling penting adalah: jangan melindungi pembuat keributan, sebab itu membuat pemerintah sama tidak disukainya dengan pembuat ribut dan kaum fanatik.
 
Kembali kepada Joel:
 
'..demikian bung Wimar, semoga masih ingat ini:
"Good people do not need laws to tell them to act responsibly, while bad people will find a way around the laws."
- Plato (427-347 B.C.) '
 
komentar PO:
 
ya, pernah dengar, tapi sekarang teringat lagi dalam konteks yang lebih kuat. Nggak usah terlalu banyak aturan. Kalau orang baik sih nggak perlu diatur juga udah baik. Orang jahat biar diatur juga tetap aja melanggar.
 
Yang perlu adalah pemerintah yang memberi nafas pada peraturan, dan memandu jalannya hukum sehingga memihak pada orang baik.

Print article only

27 Comments:

  1. From ary on 22 April 2006 18:31:29 WIB
    Mudah2an republik BBM bisa memberikan kritik pedas serta masukan2 yg baik untuk semua, agar republik tetangga bisa lebih baik dari sekarang..:)
  2. From hendry on 23 April 2006 02:41:12 WIB
    that's great, saya akan menunggu bung wimar idolaku, moga aja republik BBM tambah kritis dan meriah joke nya
  3. From rendy on 23 April 2006 08:46:39 WIB
    haha.. om wimar sebelahan ma temen sekelas gw yang rambutnya sama-sama kribo pas Republik BBM kemaren.. :)
  4. From greg on 23 April 2006 10:12:22 WIB
    om .. bayarannya berapa ? hehehe
  5. From mihradi on 23 April 2006 11:00:34 WIB
    pa wimar, entahlah, di zaman yang serba kalut ini, apakah joke dan kritik bisa meredakan ketegangan kita semua. Apapun, kekritisan pa wimar menunjukan harapan: esok boleh jadi masih ada.
    salam
    mihradi
  6. From joel on 23 April 2006 21:47:53 WIB
    titip pesan aja buat bung Wimar yg akan tampil dalam Rep BBM besok, presiden dan wapres sekarang harusnya bisa lebih baik dari pendahulunya ( ingat Richard Nixon didepan lukisan JFK ketika dia harus resigned sbg US President, Nixon blg ke lukisan JFK "kenapa mereka (masyarakat) menyukai kamu??"), masih ada 3 tahun lagi utk membenahi semua pekerjaan domestik spt investment climate incentive, tax reform, land reform, debt restructuring dan yg plg penting adl law reform. bkn RUU APP yg muncul tapi harusnya elite politik merancang UU New Deal (spt FDR waktu unemployment di Amrik th 1930 an mencapat 13 juta alias 60% angkatan kerja lho). beri masyarakat New Deal supaya ada pekerjaan, ada makanan bisa menghidupi keluarga masing2. Hey Mr.President dan WApres sesungguhnya engkau berdaya menggunakan anggaran tahunan negara ini sebesar US$20 billions utk memberi New Deal buat rakyatmu.
    demikian bung Wimar, semoga masih ingat ini:
    "Good people do not need laws to tell them to act responsibly, while bad people will find a way around the laws."
    - Plato (427-347 B.C.)
  7. From lan on 24 April 2006 09:06:11 WIB
    wah.. asyik nih.
  8. From wimar on 24 April 2006 09:39:09 WIB
    wah komentar joel itu penting sekali, sampai saya angkat masuk posting PO nih.. quotationsnya bagus dan saya nggak gitu tahu tuh.. boleh minta specifics mengenai diri anda? (kalau mau... bahan tetap dimuat, kontribusi bagus thanks)
  9. From Penny on 24 April 2006 09:55:04 WIB
    Pasti seru punya...
  10. From bagman on 24 April 2006 11:38:53 WIB
    semoga republik BBM menjadi plajaran buat sby dan jk.
    kalu boleh dibahas dunk gimana supaya bangsa ini melakukan revolusi .mahasiswa sekarang taunya duit melulu.
    tidak lagi benar perjuangan tersebut. hidup republik BBM, lakukan revolusi, bunuh mahsiswa yang taunya cuma duit melulu
  11. From Guccioni on 24 April 2006 13:02:21 WIB
    Sekedar saran buat Indosiar. Belakangan Republik BBM makin kurang lucunya. Habis, umpan2 jenaka cerdas ala ww cuma di bales dengan plesetan2 gaya srimulat.
    Kita mah bukan mengharap show sekelas Comedy Central nya Jon Stewart, tapi mbok ya dicarikan pemain2 yang rada2 punya spontanitas humor politik yang seger gitu.
  12. From siUUL on 24 April 2006 13:36:36 WIB
    nice - masih pengen cepet pulang? atau make baju yang sama?
  13. From didats on 24 April 2006 14:34:02 WIB
    aduh. ketinggalan jaman neh ga punya tipi!

    pokoke tetep semangat aje!
  14. From dj.anggie on 24 April 2006 17:02:33 WIB
    bikin heboh, bikin yang pedas agar republik sebelah banyak belajar dari republik BBM (banyak - banyak mengkritik)biar sadar.....
  15. From Thomas Arie on 25 April 2006 01:30:01 WIB
    Arrgghhhh! Saya telat nontonnyaaaa... Cuma kebagian pas Angelina Sondakh ngomong terakhir dengan suara yang agak-agak hilang?
  16. From Martin Manurung on 25 April 2006 05:22:20 WIB
    New Deal adalah resep Keynesian yang sekarang diharamkan oleh Neoliberal Economics. Karena pemerintah dibuat gak ada kerjaan sama neoliberal economics, jadinya mikirin RUU APP.
  17. From joel on 25 April 2006 11:01:05 WIB
    masalahnya pemerintah dikuasai kaum neoliberal economics banci maksudnya tidak kompetitif dan rent seeker sifatnya (contoh bisnis wapres dan menko kesra). jika pemerintah dan parlemen mau menwarkan Indonesian New Deal berupa realokasi government spending yaitu dengan memotong anggaran parlemen dan birokrat /pejabat eselon 2 ke atas, supaya bisa dihemat sekian triliun yg diinjeksi ke ekonomi utk pembangunan infrastruktur dan insentif pertanian/perkebunan rakyat.masalahnya anti keynesian berbulu pengusaha yang non kompetitif selalu berkolabarasi dengan bankir yg ngak prudent.jadi restrukturisasi dan revitalisasi bank2&lembaga keuangan, termasuk bank indonesia harus dilakukan. jika pertumbuhan dan inflasi sudah terkendali maka social security act yg menjamin org miskin yg belum mendapat pekerjaan dgn kontrol monitoring yg ketat.
  18. From Anton on 25 April 2006 11:17:36 WIB
    SBY melakukan kesalahan politik terbesar kita sepanjang sejarah pada era reformasi ini. “Tidak punya Konsepsi kenegaraan Yang jelas”. Hanya tiga Presiden Indonesia yang berhasil meletakkan sebuah gagasan besar dan memiliki wawasan jauh ke depan. Sukarno dengan konsep politik anti imperialisme dan membentuk karakter bangsa, Suharto yang mampu mendisiplinkan aturan-aturan besar Makroekonomi dan kelihaian kebijakan mikroekonomi sembari menerapkan negara otoritarian yang memiliki kehendak peningkatan kemakmuran dan pertumbuhan ekonomi rakyat secara cepat dan simultan dan Gus Dur yang berhasil menegakkan hak-hak asasi manusia, kebebasan budaya dan membangun kultur demokrasi yang sehat dengan penghancuran sakralitas lembaga kepresidenan. Namun harus diakui ada ironis yang luar biasa. SBY satu-satunya orang yang paling memiliki legitimasi (bayangkan!!) Sukarno saja tidak pernah mampu mencapai tingkat legitimasi seperti SBY, bagaimanapun Sukarno ditolak oleh kelompok luar Jawa, PSI, Masjumi, Militer (baik yang pro Nasution ataupun kelompok Zulkifli Lubis dan sebagian PKI garis keras. Suharto gemar merekayasa legitimasi dan Megawati tak lebih Cuma 30% dari seluruh kekuatan politik yang ada.

    Tapi anehnya SBY takluk dengan Kalla dan gerbong Golkarnya. SBY perlu satu tahun untuk mendapati tim ekonomi impiannya setelah main ancam dengan pihak Golkar-Kalla. SBY hanya melakukan tugas-tugas rutin dan tidak penting. Ia tidak menelurkan konsep bernegara yang memiliki wawasan ke depan. Padahal ia memiliki semua yang diperlukan seorang Presiden. Dukungan rakyat dan militer serta hidupnya lembaga-lembaga demokrasi di Indonesia. Apalagi SBY bukan musuh pers seperti Thaksin misalnya. Semua peran siginifikan di Indonesia diambil JK mulai dari Tsunami sampai masalah investasi besar-besaran listrik bahkan persoalan kenaikan BBM SBY benar-benar tidak berbuat apa-apa terhadap gagasan Kalla. Jadi yang perlu dipertanyakan apakah SBY ini memiliki sebuah ide brillian seorang pemimpin ataukah hanya pelaksana yang baik? Jika hanya pelaksana yang baik, sungguh disayangkan karena dia melewati sebuah era yang membutuhkan leadership dan gagasan yang besar untuk membentuk Indonesia ke depan.

    Partai politik SBY jauh lebih parah lagi, mereka tidak bisa mendekat dengan Golkar bahkan kaum Golkaris menganggap orang-orang demokrat hanyalah kelompok buangan, orang2 marjinal dalam dunia politik. Jadinya kelompok Demokrat bermain dengan kelompok PKS, sebuah gerakan Islam muda yang memiliki kadar radikalisasi di tingkat bawahnya dan dapat mengancam semakin terbelahnya jurang antara kelompok nasionalis dan kelompok fanatik. RUU APP adalah sebuah permainan berbahaya. yang digulirkan oleh mereka dan ini akibat sifat plin-plan SBY yang tidak mampu membangun kekuatan politiknya dan tidak memiliki karakter politik bagi kelopoknya (demokrat-pen). Kejadian RUU APP adalah sebuah peristiwa memalukan bagi catatan sejarah kepemimpinan SBY selain konsesi maha luar biasa terhadap GAM karena hal-hal tersebut bertentangan dengan ide Ke-Indonesiaan itu sendiri yang berawal dari Proklamasi 1945, dimana negara NKRI dengan dasar Nasionalisme-Kebangsaan dengan wawasan wilayah yang integralistik. Hal-hal tersebut sudah terancam karena kelemahan SBY, seorang pemimpin dengan basis legitimasi kuat tapi sangat lemah dalam kepemimpinan. Hendaknya ini menjadi koreksi bagi generasi muda. Bahwa kepemimpinan bukanlah sekedar menjalankan tugas rutin tapi juga menanamkan hal-hal besar ke dalam masyarakat.

    Jadi seperti yang dikatakan oleh Bung Wimar tentang bagaimana JFK begitu disukai oleh rakyatnya dalam kepemimpinan yang singkat karena JFK telah menanamkan sebuah kebanggaan bagi rakyat USA, mulai dari proyek ambisius luar angkasa sampai berpidato di depan tembok Berlin, kata-kata seperti “I’m a berliner” adalah sebuah pernyataan JFK yang mampu menggerakkan warga USA menjadi bagian dari warga dunia yang tertindas, atau bagaimana JFK membangun ‘Peace Corps’. Itu adalah tindakan JFK dalam membentuk masa depan, sama seperti FDR yang melaksanakan konsep ‘New Deal’ atau Sukarno yang berteori tentang ‘Neo Kolonialisme’ yang puluhan tahun kemudian terbukti atau Suharto yang duduk tekun mempelajari ekonomi oleh gurunya Widjojo Nitisastro lalu setelah pintar menerapkan ekonomi berasaskan kapitalis dan memoderneisir Indonesia atau Gus Dur yang membuka wawasan bangsa ini bahwa ‘kekuatan sesungguhnya pada negara ialah masyarakat, biarlah masyarakat yang mengatur dirinya’ lalu ia membubarkan Deppen dan Depsos yang dipandang sebagai alat intervensi negara ke dalam masyarakat.

    ANTON
  19. From wimar on 25 April 2006 17:22:48 WIB
    Terima kasih pada Anton yang memberikan perspektif sangat mantap mengenai Statesmanship. Betul hanya Sukarno, Suharto dan Gus Dur yang memilikinya. Pada ujungnya Sukarno jatuh oleh perang politik di tingkat puncak, Suharto jatuh oleh kolaps ekonomi yang membuka kerapuhan hasil korupsi. Gus Dur memang sudah jatuh dari awal karena kurang dukungan politik dan frontal melawan kepentingan besar yaitu militer dan korupsi. Tapi tiga-tiganya mencapai hasil monumental, legacy yang akan tinggal bergenerasi ke depan.
    SBY sebaliknya punya segala perlengkapan tapi menyia-nyiakannya sampai sekarang. Mudah-mudahan masih berubah tapi susah.
    So what gitu loh? Ya gpp, kita masih punya tempat masing-masing untuk berprestasi dan berkepuasan. Karena kita bukan Presiden, kita cukup bertanggungjawab terhadap space masing-masing. Itu tidak tergantung Presiden.
  20. From leider on 26 April 2006 17:07:07 WIB
    Menurut saya sebenarnya SBY punya kemampuan untuk membawa negara ini ke arah yang lebih baik, hanya saja SBY tidak memiliki orang - orang yang bisa diandalkan untuk mewujudkan hal tersebut.
    Dan gawatnya SBY belum sadar bahwa selama 2 tahun ini beliau telah dimanfaatkan oleh pihak yang menamakan dirinya pendukung dan penopang pemerintah untuk mewujudkan ambisi pihak-pihak tersebut.
    Kita lihat bagaimana banyaknya koalisi - koalisi yang muncul yang kehadirannya seolah-olah memang membawa kepentingan negara dan rakyat tapi nyatanya mereka hanya mencari celah dan kemudian memanfaatkan celah tersbut untuk kepentingan mereka.
    Sementara SBY sibuk dengan teori-teori pemerintahan yang selalu bersifat fatamorgana dan hanya menjadi mimpi yang cukup ingin dikejar tanpa bisa merealisasikannya.
    Jadi yang kita butuhkan sekarang adalah sikap dan tindakan yang tegas dari pemimpin negara ini (SBY terutama) untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut.

    Leider
  21. From anton on 28 April 2006 10:55:04 WIB
    Dear Bung Wimar.

    Bung Wimar anda kan ahli komunikasi dan praktisi komunikasi yang cerdas, bagaimana nih Bung Wimar tentang keterhambatan komunikasi di kalangan masyarakat kita yang sudah sedemikian parah, masing-masing golongan mementingkan dirinya sendiri, bukankah ini merupakan sinyal adanya komunikasi yang terhambat? perlu nggak diadakan sebuah gerakan di kalangan generasi muda untuk menjembatani komunikasi antara kelas-kelas mereka. Saya melihat di satu sisi banyak generasi muda kita membutuhkan aktualisasi dirinya namun terjebak pada semangat yang keblinger, fanatisme dan sikap anarkis, disatu sisi lagi ada generasi muda yang terjebak dalam alam pikiran yang sama sekali tak membumi. Kayaknya kita musti banyak belajar dari Bung Karno, Bung Hatta, Bung Natsir, Bung Gatot Mangkupradja dll sewaktu mereka masih muda. Saya berharap sekali organisasi Bung Wimar tidak hanya menyentuh kaum muda kalangan menengah atas tapi juga memahami jiwa yang bergerak di kalangan muda yang terhimpit ekonominya. Semoga luasnya pandangan Bung Wimar mampu menjadi roh budaya kaum muda Indonesia kita dalam menemukan arti ke-Indonesiaan. Selamat Berjuang Bung Wimar.

    PS:
    Saya berterima kasih terhadap Bung Wimar bagaimanapun kehadiran Bung Wimar di televisi turut membentuk proses berpikir saya di jaman lampau untuk memahami jaman.

    ANTON
  22. From gelvink on 05 May 2006 09:13:26 WIB
    Saya juga sangat respek atas masukan-masukan dari Bung Wimar.Sungguh ini merupakan cambukan atau masukan penting bagi Pemerintah kita sekarang ini...untuk lebih proaktif melihat masalah-masalah domestik secara keseluruhan.!!


    Salam..!!

  23. From visva on 10 May 2006 12:52:59 WIB
    Wah.. saya nunggu2 acara ini Senin kemarin, tapi berhubung kecapekan (maklum, buruh nine to five) setengah jam sebelum Republik BBM tayang saya udah tidur..:-(

    Bilang dong ke indosiar, bikin tayangan ulang acara macem RepBBM ini, kayak Kick Andinya Metro...biar orang yg ketinggalan kaya sy bisa nonton lagi..:-)
  24. From Kantala on 06 August 2006 14:28:05 WIB
    Sentil Sana Sentil Sini... Yang Tersentil Harus Bijaksana...

    Kelihatannya, Yang Tersentil sama sekali tidak bijaksana, sampe sampe acara hebat seperti ini tidak ditayangkan lagi... Mungkin ada yang takut terganggu periuk nasi nya...
    Mungkin ada yang ndak tahan disentil...
    Berani berbuat tak berani disentil...
    Apalagi dihukum...

  25. From ami_kelikaddict on 13 August 2006 22:31:32 WIB
    saya berduka nih.. gara2 status RBBM jadi almarhum. hmm, saya harap sih cuma mati suri aja. ntar idup lagi.. yeah, i hope so. pasti banyak yg ngrasa kehilangan d..
    apalagi mas kelik pelipur lara.. whaaaaaa!! keren bwanget! belum nikah kan? saya mau deh.. hehehehehe..
  26. From MAWARDI on 09 May 2008 19:19:00 WIB
    ADU CAPEX HARI2 HARGA BAHAN BAKAR MAKIN NAIK
    TANYA KENAPA?
    KATANYA PENGEN MENSEJAHTERAKAN RAKYAT
    APA BEGINI CARA NYA
    ..........
  27. From Pait on 05 January 2012 19:17:28 WIB
    I think you hit a bullseye there flelas!

« Home