Articles

SBY hanya berhutang kepada masa depan orang Indonesia

Jakarta News FM
07 October 2004

TRANSKRIP WAWANCARA :
JAKARTA NEWS FM DENGAN WIMAR WITOELAR
DISIARKAN PADA : KAMIS, 7 OKTOBER 2004 PUKUL 20.30.

Jakarta News FM: sekarang kita simak wawancara dengan Mantan Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid, Bapak Wimar Witoelar tentang seratus hari kinerja kabinet SBY-JK.

(Wawancara) ini mengenai kabinet SBY-JK, yang disoroti adalah seratus hari SBY menjabat Presiden. Apa yang mendesak yang harus dilakukan SBY dalam seratus hari?

Menunjukan itikadnya dan kesungguhannya dalam menerapkan hukum terutama terhadap korupsi. Dengan perkataan lain, menunjukan langkah pertama kegiatan anti korupsi dengan menunjuk orang-orang yang tepat sebagai penegak hukum.

Diantara beberapa nama yang dinominasikan, dikhawatirkan, yang masuk dalam bursa kabinet untuk posisi Jaksa Agung pernah punya klien konglomerat hitam. Juga, dikhawatirkan mereka akan menghadapi satu kendala psikologis. Apa kriteria yang harus...?
Saya kira banyak orang penegak hukum yang tidak pernah membela konglomerat hitam. Jadi itu tidak usah menjadi alasan, saya kira SBY tentunya bebas untuk menunjuk siapa saja. Itu privilege beliau sebagai presiden, kalau mau didukung oleh anda dan saya, pilih orang yang benar. Jangan pakai alasan ini dan itu (macam-macam-red). Cukup banyak penegak hukum yang tidak pernah membela orang-orang yang korup.Tidak banyak sih, ada beberapa orang.

Indonesia ketika Gus Dur memimpin, Baharuddin Lopa sempat menjabat sebagai Jaksa Agung meskipun banyak orang mengatakan terlambat. Sehingga keberadaan Pak Baharuddin Lopa menjadi ikon di kancah hukum Indonesia. Harapan masyarakat kedepan adalah akan hadir Baharuddin Lopa yang baru, kira-kira pak SBY strike-nya di bidang apa?
Strike-nya dari prosecution, dari pengolahan hukum, kasus-kasus yang sudah numpuk. Saya tahu persis bahwa kasus korupsi sudah ada di meja Jaksa Agung Marsilam Simanjuntak waktu itu sebelum dia di jatuhkan dengan tergesa-gesa. Sekarang gampang, tunjuk aja Marsilam, minta keluarkan filenya, lalu dilanjutkan prosecution-nya, maka kita dapat beberapa orang yang cukup besar korupsinya, termasuk yang menjabat di lembaga legislatif.

SBY harus mengambil resiko itu?
Saya kira bagi dia itu bukan resiko karena mandatnya sangat kuat dan masyarakat Indonesia sangat taat hukum dan ingin mempertahankan hasil pemilu. Ingin melihat SBY menjadi Presiden selama lima tahun. Jadi resikonya kecil. Resikonya lebih besar kalau dia kembali kejaman Orde Baru dan mengecewakan orang yang sudah susah-susah mendukung dia. Tunjuk lah Marsilam Simanjuntak atau orang sejenisnya. Yang marah pasti banyak, koran, media yang dimiliki oleh koruptornya sendiri tentu banyak (yang protes). Tapi rakyat diam-diam akan sangat mendukung, dan mudah-mudahan media juga mendukung.

Soal Pak Marsilam Simanjuntak, beberapa hari ini nama Pak Marsilam Simanjuntak nampaknya tidak mengerucut?
Saya kan bukan mau nyusun kabinet. Jadi terserah SBY mau menunjuk Marsilam atau tidak. Tapi kalau dia tidak menunjuk Marsilam, saya jadi ragu-ragu kesungguhannya (SBY), bicara saja mau memberantas tapi tidak menunjuk Marsilam.

Alasan Pak Wimar lebih kecenderung ke nama Pak Marsilam?
Saya kenal dia, baik sebagai figur publik maupun waktu saya mendampingi Presiden Wahid selama satu tahun. Dari dekat dan saya tahu siapa yang rekornya bersih, siapa yang tidak, siapa yang sungguh-sungguh, siapa yang tidak. Diantara nama-nama itu, Marsilam-lah yang bersinar dan menimbulkan confidence.

Meski pun disitu ada nama Todung Mulya Lubis.
Saya tidak mengecilkan nama-nama orang lain, tapi saya menekankan kalau Marsilam jadi, saya akan dukung SBY.

Di bidang politik, apa yang harus Pak SBY benahi?
Saya kira politik tidak perlu di tangani secara khusus. Sebab akan ada suatu dukungan rakyat terhadap tindakan-tindakan eksekutif yang kuat. Pertama, penegakan hukum. Kedua, pelaksanaan kebijakan ekonomi. Kebijaksanaannya sih gampang, dalam arti sama saja kebijakan dimana-mana. Tapi pelaksanaannya, sekali lagi jangan yang korup seperti Menteri BUMN yang sekarang atau Menteri Perdagangan sekarang, yang sekarang terlihat terungkap, mereka tidak bersih. Jadi kalau kegiatan ekonominya bersih,maka dia akan punya momentum politik. Jadi kita tidak usah pusing menghitung-hitung suara di DPR atau di DPD. Rakyat yang akan mengiring para wakil rakyat untuk mendukung seorang Presiden yang reformis, model Fidel Ramos-lah.

Artinya posisi Pak SBY yang dipilih langsung oleh rakyat “sedikit aman” meski koalisi kebangsaan di parlemen ancang-ancang?
Koalisi kebangsaan itu sudah hantu di siang bolong. Sudah tidak ada artinya, begitu Megawati kalah, cerai berai cari perlindungan. Jadi tidak usah percaya orang-orang begitu, karena legitimasi politik sekarang dari rakyat, dari pemilu. Kalau SBY tidak melihat itu, dia betul-betul Orde Baru-kalau dia masih pegang (kepresidenan) pada legalitas. Masuklah ke dalam masa baru yang jernih. Tinggalkan masa lalu, jangan berurusan dengan mereka, jangan makan siang, jangan main golf sama mereka, lupakan semua namanya. Hiduplah dengan nama-nama orang yang baru yang memberikan harapan, yang sekarang sangat baik yang mau mendukung dia.

Meskipun begitu rekonsiliasi harus tetap berjalan ya?
Rekonsiliasi boleh berjalan, jangan jadi selubung untuk merehabilitasi Pak Harto misalnya. Kitakan tidak bisa dibohongin, kita tahu mana rekonsiliasi, mana excuse untuk tidak mau bertindak tegas. SBY ini bahaya karena dikenal tidak bisa ambil keputusan, mudah-mudahan penilaian itu salah. Sekaranglah kesempatannya kapan lagi dia punya dukungan seperti ini, tidak bakal dapat lima tahun lagi. Kalau dia tidak keras dan tidak tegas, dia sendiri bersih, inspiring, menarik kepercayaan orang. Indah sekali kalau dia berjalan bersama anda, saya, media, dan rakyat. Lupakan orang-orang orde baru dan orang-orang berkultur orde baru.

Kembali ke soal penegakan hukum. Artinya SBY juga harus tegas terhadap pelangaran-pelangaran masa lalu meskipun mantan atasannya sendiri.
Pak Wiranto gitu? Saya kira asumsi dia, dia harus merasa paling jago di Indonesia (karena) bisa menang pemilu. Apalagi lawan-lawan yang disebut juga kontestan. Jadi hand to hand sudah kalah, Federer gitulah..(petenis putra peringkat satu dunia-red). Kalau tenis, jauh diatas yang lain. Tidak usah memikirkan yang lain. Dia tuh sudah ter-transform dari Jendral Susilo Bambang Yudhoyono yang anak buah Pak Harto, menjadi SBY yang pilihan rakyat. Jadi dia tidak ngak punya bos lagi selain pemilu.

Artinya, SBY sudah mempunyai modal kepercayaan yang cukup tinggi?
Sangat, jangan-jangan terlalu tinggi lagi. Saya takutnya dia menimbulkan ekspektasi, padahal dia gitu-gitu juga, level orde baru. Obyektif saja, kalau dia reformis, kita dukung. Kalau tidak, kita harus kritik. Jangan digulingkan, bahaya. Dikritik, dikendalikan, sebab problemnya bukan pada SBY. Problemnya akan pada orang-orang yang dia tunjuk.

Ini mengkhawatirkan, ketika penunjukan seseorang untuk masuk dalam kabinet. Dikhawartirkan masyarakat adalah politik dagang sapi. Meskipun pada beberapa kesempatan SBY selalu membantah dagang sapi. Kalau menurut pendapat Pak Wimar, di lingkungan SBY memungkinkan tidak dagang sapi?
Saya, waktu SBY kampanye lawan Megawati, juga tidak bisa mendukung SBY. Walaupun jelas saya tidak mendukung Megawati. Itu karena melihat orang-orang di sekitar dia makin lama makin banyak orang-orang pedagang sapi, orang korup, orang orde baru. Itu kekhawatiran saya. Tapi setelah dia terpilih dengan mayoritas yang menyakinkan, kekuatan itu harus disimpan. SBY-pun kalau perlu, tinggalkan saja orang-orang yang tadinya mau nebeng itu. Salah sendiri kalau dia mau nebeng atas dasar itikad buruk. Pilihlah orang-orang yang baik yang bisa membawa dia lima tahun kedepan, bukan lima tahun ke belakang. Katakanlah orang-orang yang menyumbang puluhan miliar, biarkan saja. Sekarang dia tidak perlu sumbangan koq. Diakan tidak perlu uang untuk dirinya, dia punya jabatan kepresidenan. He is indebted to no one, dia tidak berhutang ke pada siapa-siapa. Dia hanya berhutang kepada masa depan orang Indonesia.

Kembali lagi ke sikap tegas SBY...
Ya..ya…saya sedang terpukau dengan kata-kata saya sendiri..ha..ha..(tertawa)
Ha...ha..(tertawa)

SBY harus menunjukan sikap tegas dan menghapus penilaian orang bahwa SBY ragu-ragu mengambil keputusan..
Orang bilang ragu-ragu, tapi saya sekarang ingin melihat bahwa dia tidak ragu-ragu. Namanya tentara masa tidak bisa ambil keputusan. Jadi bagaimanapun, dia jadi Jendral bisa mengambil keputusan. Tapi dulu barangkali tidak berani melawan Soeharto, Wiranto, Akbar Tanjung, Megawati. Sekarang semua orang itu kecil, semuanya sudah dilewati. Di putaran ini sudah dia tinggalkan jauh (mereka), dia bisa menyusul dua tiga lap. Dia di dukung koq oleh kita-kita...

Pak, yang dikhawatirkan beberapa masyarakat yang masih trauma militerisme, ada kemunginan SBY akan seperti itu?
Ada kemungkinan kalau kita biarkan. Jadi, militerisme itu muncul bukan karena Soeharto, bukan karena SBY. Tapi karena kita lengah dan membiarkan. Karena saya sebagai pejuang 66 mendukung ABRI sampai jadi begitu kuat. Tapi kalau sekarang kita tidak mendukung institusi tertentu, melainkan mendukung kepentingan umum, tidak usah kita pikirkan SBY begini-begitu, siapa pun yang kita cintai sekarang, kita harus terima dengan masa lalunya. Dan kita harus sertai supaya dia makin kuat, loyal kepada kita.

Peran parlemen kedepan, apakah seperti ketika jaman Gus Dur?
Jangan ke jaman Gus Dur yang kerjanya ngomongin undang-undang, tapi menggulingin Presiden. Kesempatan sekarang, apalagi ada orang-orang yang bersih dari PKS. Orang-orangnya cerdas dan bersih. Jadi kita bisa bikin tradisi legislatif yang baru sehingga orang-orang yang dari angkatan lama, orde baru, bisa lama-lama menjadi benda-benda kuno. Digantikan dengan orang-orang yang muktahir yang masa kini, yang modern, yang cerdas.

Apalagi dengan naiknya Hidayat Nur Wahid ya pak?
Hidayat Nur Wahid keren, tapi jangan juga terlalu keren sampai dia jadi tidak berbobot. Kita harus bantu, ada yang dibantu secara positif, ada yang di bantu dengan cara nongkrongin, diawasin. Kalau Hidayat Nur Wahid, saya tahu orangnya besih, cerdas, kita dukung supaya kecerdasannya itu tidak salah arah.

Agar tidak terjadi hal-hal seperti dimasa lalu, SBY dengan parlemen harusnya bagaimana hubungannya?
Saya kira SBY karena dia terpilih rakyat, sebaiknya berdiri diatas urusan parlemen dan orang-orang sekitarnya yang melakukan negosiasi politik dengan parlemen tanpa kompromi. Dan kalau orang terjebak dalam kompromi politik dengan parlemen, SBY tinggal pecat. Ganti dengan yang lebih bersih.

Kemungkinan impeachment tidak akan bisa khan?
Ada lagi yang lebih menyedihkan dari impeachement. Tahu tidak? Kehilangan cinta rakyat. Impeachment seperti perceraian, kalau memang sudah harus saatnya di Impeach, di impeach-lah. Tapi kalau anda sudah kehilangan cinta rakyat, maka anda tidak punya masa depan lagi. Dan dia dapat memulai (masa jabatanya) dengan modal politik, dengan moral capital yang besar jangan di habiskan.

Artinya SBY harus menjadi wakil rakyat untuk kepentingan rakyat?
Saya kira kalau dia mau ngomong sama saya dua jam, barangkali dia bisa disadarkan untuk kembali pada hal-hal yang sangat basic, sangat sederhana. Dan seperti ular, meninggalkan kulit masa lalunya, kulit orde barunya dan mengantikan dengan kulit masa depan. Kulit orde tidak bernama, kulit orang biasa dan dia bisa dinobatkan menjadi ketua umum Partai Orang Biasa.

Print article only

0 Comments:

« Home