Articles

'Hell Yeah' on Back to Beck Metro TV

Perspektif Online
16 August 2006
Buku 'Hell Yeah' akan muncul di 'Back to Beck', morning talk show cerdas di Metro TV Senin-Selasa-Rabu pagi. Rekaman telah selesai, dan tanggal tayangan mungkin sekitar 29 Agustus. Check saja update di posting ini. Episode ini menampilkan host Becky Tumewu dengan empat penulis perempuan, Titie Said, Rahmaniar, Djenar Maesa Ayu dan Fira Basuki. Buku 'Hell Yeah' menjadi topik untuk Fira. Karena itu WW diundang sebagai bagian cerita Fira. Seperti Marlon Brando di Superman, bicara beberapa kalimat tapi berkesan. Maunya hehe...
 
0dress.jpg 
 
Acara 'Back to Beck' sendiri merupakan morning talk show dalam genre baru, renyah dan positif. Menurut Becky dalam suasana yah, gampangnya bisa dilihat sebagai Oprah-type show, energetic and inspirational. Episode ini menampilkan penulis perempuan yang bisa menulis dengan berbagai latarbelakang. Rahmaniar yang menulis pada usia 14 tahun sebagai reaksi terhadap kehidupan yang protected. Bukunya ditulis dengan feedback dari teman-teman remaja, kemudian dijilid sendiri dan dijual sendiri, Sampai ada penerbit besar yang mengambil alih buku ini, dan prodiser film membuat hit movie daripadanya, 'Eiffel Im in Love'. Djenar Maesa Ayu menulis dari pengalaman hidup yang ragam, dengan 'enam orang tua', karena baik ibunya maupun ayahnya masing-masing nikah tiga kali. Titie Said novelis senior angkatan La Rose dan Nh Dini, sebelum Marga T, yang baru saja mengalami musibah kebakarang rumahnya habis termasuk seluruh koleksi bukunya.
 
0set.jpg
 
 Dan Fira Basuki, sangat familiar bagi pembaca buku sebagai penulis 13 novel dalam lima tahun selain sekarang menjadi Editor-in-Chief majalah Cosmopolitan. Bagi pembaca PO, jasa besar Fira Basuki adalah menulis "anti-biografi" yang menjadi bestseller Gramedia, 'Hell Yeah'. Untuk kesekian kalinya Wimar menjalankan peran baru sebagai aksesori Fira dalam talk show membahas buku ini yang ternyata nyambung ke banyak selera orang sebagai buku yang tidak bisa ditinggalkan sampai selesai baca. Selamat, Fira Basuki. Dan selamat Becky Tumewu, on your new show 'Back to Beck'.
 
cast2.JPG
 

Print article only

8 Comments:

  1. From firman firdaus on 17 August 2006 13:52:23 WIB
    pantesan sekarang sering liat becky tumewu bolak balik MetroTV. ini toh...
  2. From lia halim on 21 August 2006 08:11:45 WIB
    Saya lia –dari team scriptwriter program BACK TO BECK (B2B)-METRO TV. Duhh.... kok ngenes banget saya mbacanya . Ngenes karena pernyataan itu suallllahhh! Dalam talkshow yang lain mungkin begitu. Tapi di B2B, Wimar menjalankan peran yang lebih, bukan sekedar aksesoris. SUMPEH!

    Porsi bicara pak Wimar memang enggak sebanyak Fira yang never ending ngorocok (orang Sunda pasti tahu artinya). Dan pak Wimar memang hadir sebagai bagian dari cerita Fira. Tapi itu cuma masalah timing dan blocking saja. Memang di segment itulah Pak Wimar tepat untuk dihadirkan. Tapi bukan berarti Pak Wimar cuma aksesori.

    Aksesoris itu khan fungsinya sebagai pemanis ya toh? Kalau ia ada, penampilan jadi tambah elok, kalau tidak ada ya tidak apa-apa, gitu khan? Dan aksesoris itu hukumnya gak wajib ada, bukan begitu..?

    NNNNah, di acara B2B, kehadiran seorang Wimar hukumnya mendekati wajib, tapi bukan sunah atau mubah (wah, mesti ada istilah hukum baru nih kayaknya). Pak Wimar bukan sekedar gula-gula penghias, tapi salah satu ingredient penting yang kudu+mesti+harus ada.

    Pak Wimar adalah the important and competent testimonial person (bener gak tuh grammarnya? He....). Hanya kepada Wimar , Becky bisa tanya “kenapa akhirnya Bung WW mau dibuatkan Biografi? Apa karena faktor yang menawarkan adalah penulis perempuan, faktor Fira Basuki-nya, atau faktor gaya bahasa yang ditawarkan Fira?” Dan dari jawaban bung Wimar we got the point! Kandungan jawaban Bung Wimar kira-kira begini: bla...bla...bla.... penulis perempuan itu lebih peka, lebih tajam, lebih memakai rasa, lebih hati-hati, bla...bla...bla..... Nah, melted khan dengan topik DUNIA PENULIS WANITA. Wimar yang laki-laki mengomentari penulis perempuan. Objektif toh? Meski bisa jadi tidak 100% objektif dan tidak juga bisa digeneralisir bahwa semua laki-laki berpendapat sama dengan Bung Wimar , but see we got something from Wimar.

    Dan satu lagi.
    Hanya kepada pak Wimar Becky pantas meminta kesan terhadap bu Titie Said. Lepas dari apakah Pak Wimar pernah membaca karya bu Titie atau tidak --pernah baca enggak sih, pak?-- tapi, kami melihat Pak Wimar memiliki capability dan kompetensi untuk memberikan kesan. Pak Wimar khan kurang lebih hadir di zaman yang sama dengan bu Titie. Lha kalau penulis-penulis muda, duhh... bisa-bisa nanti benar-benar "mari mengarang" ketika harus memberi kesan tentang penulis wanita senior Indonesia itu.

    Saya angkat so many jempol untuk rangkaian kata yang meluncur dari Pak Wimar ketika diminta memberi kesan terhadap bu Titie Said. It’s honest, touchy, meaningful, inspiring, and exacly hit the point.

    Mungkin memang begitu ya kalau orang yang sudah banyak makan asam garam (BACA: Banyak pengetahuannya, dalam ilmunya, kaya pengalamannya, tergodok nalarnya, terasah nalurinya, tergali nuraninya, terolah RASA-nya, melimpah umurnya alias tue, hehe.............. ).

    Pokoknya pak Wimar, WE GOT A LOT FROM U! A LOT!!!

    Buat yang posting di sini, please nonton BACK TO BECK di METRO TV Setiap hari Senin & Selasa pk. 10 pagi, terutama episode penulis.
    W H Y ? ? ? Coz on that episod, every body has its own strong character and do the proportional role. None as an accessory.
    (Tapi sorry, saya belum tanya programming kapan episode penulis akan tayang, pokoknya stay watching aja.... ).

  3. From wimar on 21 August 2006 20:19:09 WIB
    yang perlu ditekankan, nontonlah BACK TO BECK di METRO TV Setiap hari Senin & Selasa pk. 10 pagi. Kalau episode yang ini, katanya sekitar 28-29 Agustus.

    once again, i say this is a show with intelligence and sensitivity .. real class.
  4. From wimar on 30 August 2006 01:29:03 WIB
    berita terakhir dari Metro TV, episode ini akan tayang Senin 4 September jam 10:00-11:00 atau sekitarnya.

    Sekitarnya?? lihat-lihat deh nanti
  5. From redi on 04 September 2006 14:57:15 WIB
    entah kenapa, kalau semua problem rumit di tangan seorang wimar witoelar menjadi sederhana tanpa menghilangkan esensi. Mungkin, berpikir yang ringkas dan wise merupakan kunci suksesnya. Di acara metro ini, kembali wimar menunjukkan kesaktiannya. sukses.
  6. From githa on 05 September 2006 12:00:57 WIB
    hallo..ada yg bisa ngasih tau saya judul buku titie said yang di bacain sama djenar maesa ayu kemarin?
    yang isinya "sejak kecil eyang selalu mengingatkanku lelaki bukanlah dewa yang harus selalu dipuja puji...." belinya dimana?
  7. From tom\'s on 06 February 2007 22:07:43 WIB
    ok deh ditunggu back to beck nya,HELL YEAHHHH..

    gw pgn kritik dikit.Menurut gw om wimar W rambutnya ga asik tuh,klo dibotakin ato di gimbal geto,kan kereeenn,klo kribo ky gitu udah lewat om,kan udah ada yang laen gto ky niji,edi dll lah..
    so jd kasih kesempatan dong om bwt yang muda...

  8. From ria on 09 May 2007 18:28:56 WIB
    hi...beck..
    h r u ?
    aq pngen acara yang ditayangin pada hari selasa tanggal 06 mei 2007 yang ngebahas cara menghipnotis suami diulang lagi dong....klo bisa kirim ke emailku cara-cara hipnotis suami dengan cara yang benar. aq tunggu lho!
    thanx before

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home