InterMatrix Public Speaking Course
Perspektif Online
18 September 2006
oleh: Hayat Mansur
Simplify Your Life, Simplify Your Speech
Salah satu pidato terbaik, menurut kebanyakan orang, adalah pidato Presiden ke-16 AS Abraham Lincoln (1861 – 1865) saat berakhirnya perang saudara di sana. Sampai kini penutup pidato Lincoln berupa, “government of the people, by the people, for the people, shall not perish from the earth.” tetap diingat dan sering dikutip. Mengapa?
Saat memberikan pelatihan “InterMatrix Public Speaking Course for Effective Communicatiion” kepada para staf UNDP, Senin (19/9), di Jakarta, Wimar Witoelar mengatakan secara keseluruhan pidato Lincoln tersebut singkat. Hanya terdiri dari 10 kalimat dan 272 kata sehingga waktu untuk penyampaiannya hanya 2-3 menit saja. Tapi memberikan contoh semja unsur penting dalam pidato bagus, yaitu pembukaan yang jelas, bagian tengah yang padat dan penutup yang menggelegar.

Berdasarkan berbagai literatur dan pengalaman pribadi Wimar baik sebagai pemandu acara TV maupun juru bicara Presiden Gus Dur, pidato publik seharusnya cukup berisi tiga pesan. Jika lebih maka orang tidak ingat lagi apa yang disampaikan.
Namun sayang hampir semua pejabat di Indonesia saat ini belum mempunyai kemampuan public speaking. Pejabat di negeri ini masih berpidato panjang lebar dan tidak jelas. Jadi masyarakat Indonesia sering kali bosan dan tidak mengerti apa yang disampaikan dalam pidato.
Karena itu Wimar dalam pelatihan tersebut meminta agar ‘simplify your live, simplify your speech.’ Sederhanakan hidup Anda, sederhanakan pidato Anda. Maksudnya, jangan membuat rumit hidup Anda dan orang lain dengan pidato yang panjang dan tidak jelas.
Salah satu tip yang diberikan Wimar adalah harus terus rajin berlatih, berlatih, dan berlatih. Seperti dalam olah raga renang, jika kita hanya membaca teori saja tanpa rajin berlatih maka tak akan bisa berenang. “Dan jangan takut,” tambah Wimar. Setiap pengalaman public speaking bermanfaat untuk public speaking berikutnya. Seperti main tenis, bertanding dari kejuaraan kecil ke kejuaraan besar.
Wimar mengatakan public speaking ini penting. Bukan hanya untuk sekadar presentasi, berbicara ke media. Public speaking akan menolong kita memperlancar hubungan dan komunikasi dengan orang lain karena berbicara dengan setiap orang yang bukan merupakan teman dekat merupakan kegiatan public speaking.
Dalam pelatihan public speaking di UNDP ini, Wimar selain memberikan pengetahuan, tips, dan contoh pidato yang baik, juga melatih para peserta untuk berani memperkenalkan diri dan berpidato dalam waktu tiga menit. Seusai pelatihan semua peserta tampak puas. “Selama ini saya selalu nervous kalau harus public speaking. Setelah mendapat pengetahuan ini saya jadi tahu cara yang baik, buat apa nervous lagi,” kata Dyah seusai acara pelatihan.
Pelatihan Public Speaking di UNDP ini berlangsung selama dua hari Senin dan Selasa dengan peserta mencapai 60.

Update 19 September 2006 oleh PO
Hari kedua dilakukan pembahasan yang sama dengan beberapa penyesuaian dengan kelompok kedua. Suasana interaksi sangat baik memancing peserta yang masih asing dengan pengalaman public speaking untuk tampil bicara di depan, dan ternyata mampu berkomunikasi efektif. Public speaking memang bukan suatu keterampilan yang bisa diajarkan, tapi bisa distimulasi dengan berbagi pengalaman. Latihan presentasi dilakukan secara kompetitif dengan hadiah berupa buku-buku 'A Book about Nothing', 'No Regrets' dan 'Hell Yeah' tulisan Fira Basuki. Break sessions berubah menjadi book signing secara spontan dan janji bernetwork di friendster dan media lain.

Suasana kelompok dapat dilihat dari foto-foto ini dan secara lebih lengkap dengan klik ke Flickr yang selalu mendampingi Perspektif Online.

Pembahasan meliputi Dyadic Communication (satu lawan satu), Small Group Communication, Public Speaking dengan audiens yang besar, dan Mass Communication yang menggunakan media televisi dan radio. Contoh diambil dari pengalaman peserta dalam situasi komunikasi dengan institusi pemerintah dan kelompok masyarakat, dan pengalaman instruktur dari konteks aktivisme mahasiswa sampai forum profesional dan komunikasi politik dari Istana Presiden.










369 Comments: