Blog memberi panggung buat semua orang
Perspektif Online
26 September 2006
Oleh Hayat Mansur dan Daisy Awondatu
"Hare gene kaga punya blog." Jangan sampai kalimat tersebut ditujukan kepada kita karena blog dan Web2.0 membuka peluang luas. Budi Putra, Redaktur IT Majalah Tempo dan kolumnis Cnet Asia menilai blog menjadikan orang dari nobody menjadi somebody. Sedangkan Wimar Witoelar berpendapat adanya blog membuat setiap orang mempunyai panggung sendiri-sendiri.
Dalam diskusi Internal InterMatrix dengan, top blogger Indonesia Budi Putra yang juga Manajer Konten Tempo Interaktif bertutur sebelum ada blog orang agak susah memunculkan tulisannya di media massa. Misalnya, jika orang yang belum terkenal kirim artikel ke koran maka belum tentu redaksinya sempat membaca atau kalaupun sempat, banyak pertimbangan, mengganggu pemasang iklan dan sebagainya. Jadi ide-ide dan pemikiran cemerlang tidak muncul.

Adanya blog membuat kita bisa memasang tulisan kita tanpa harus mempunyai gelar PhD dahulu. Siapa saja yang bisa menulis dapat memuat ide dan pandangannya di blog tanpa dibatasi oleh mazhab apakah sosialis, komunis, atau liberal. Lewat blog, kita juga dapat mendebat siapa saja termasuk Bill Gates.
Menurut Budi, blog akan menjadi media utama pada masa depan." Alasan Budi, orang akan jenuh dengan media cetak yang ada saat ini. Selain itu, banyak cerita dan foto yang tidak dimuat di koran. Contohnya, sewaktu mantan Perdana Menteri Mahathir Muhammad disiram dengan air, berita terutama foto tersebut lebih dulu ada di blog. Wimar mendukung dengan mencontohkan foto-foto tragedi bom di Kedutaan Besar Australia di Jakarta yang lebih dulu ada di Flickr dan dilihat dunia sebelum foto yang dibuat kantor berita besar.
Demokratisasi di Web 2.0
Keberadaan blog sangat membantu citizen journalism. Setiap orang bisa menyebarkan berita dengan cepat dan luas lewat blog. Apalagi dengan adanya metode RSS, kita bisa dengan mudah mengambil content blog orang lain juga. Bahkan lewat technorati dan del.icio.us, kita bisa tahu blog mana yang paling baru beritanya dan juga paling banyak diakses orang. Sayang, tidak banyak orang yang tahu akan hal ini.
Ada trik khusus agar blog kita efektif dan dikenal orang. Berikut ini beberapa tips yang diberikan Budi Putra dalam internal diskusi di InterMatrix
- Jika blog kita tiba-tiba hilang dan susah mengembalikannya maka lebih baik membuka blog baru daripada kita menunggu bisa mengembalikannya sehingga makin malas menulis
- Lebih baik membuka 3 – 5 blog. Ini agar kita leluasa untuk menulis beragam. Misal, satu blog mengenai diri kita dan keluarga, satu blog untuk kegiatan dengan teman-teman sekolah atau kantor, dan satu blog tentang kegiatan yang khusus kita dalami seperti kalau senang masak memuat tulisan mengenai kuliner saja. Ini membuat blog kita akan mudah diingat dan menjadi rujukan orang lain.
- Jangan takut salah menyampaikan pandangan. Kalau pun kita salah pasti akan ada orang yang membela lewat komentar juga.
- Gunakan tag sebanyak mungkin. Jangan pelit membuat tag karena dapat membuat orang lain sulit mengakses atau mencari blog kita. Kalau dulu trend adalah search-it, sekarang adalah tag-it.
- Buat tag dalam bahasa Inggris agar bisa diakses seluruh dunia
- Jangan anonim terutama kalau berbicara mengenai agama dan politik. Kalaupun harus memakai anonim harus mempunyai alasan kuat. Jika hanya mengkritik lingkup RT tidak perlu harus anonim.

Bagi anda yang belum ngeblog, inilah saatnya untuk mulai. Sebenarnya membuat blog itu relatif mudah. Sekarang sudah banyak situs yang menyediakan blog gratis seperti blogspot.com, blogspirit.com, wordpress.com, dsb. Dari berbagai blog yang tersedia, Budi Putra merekomendasikan WordPress. Alasannya sederhana, Word Press relative mudah dijalankan, selain itu juga "ringan" karena belum banyak yang pakai. Membuat blog juga gratis, karena ada donator yang membiayai blog tyerseut, melihat adanya gerakan yang luar biasa besar dari para peminat blog untuk mengekspresikan diri mereka lewat blog.
Salah satu syarat utama bagi kaum blogger adalah jangan takut dikomentari atau dikritik. Ada pepatah Melayu yang bilang : Kalau takut dilamun ombak, jangan punya rumah di tepi pantai. Maksudnya, kalau takut dikritik orang, tidak mau dikomentari, maka jangan punya blog. Akan tetapi sadar atau idak, justru sebenarnya di situlah yang seru dari sebuah blog. Sebuah blog menjadi hidup karena ada"conversation" di dalamnya. Bahkan segala bentuk "conversation" yang ada, bisa saja kritikan, masukan, komentar, atau dukungan, itulah yang mempekaya wawasan seorang blogger.
Berbicara tentang blog atau Web 2.0, bisa dikatakan tidak akan ada titik jenuhnya. Sebagaimana WW mengatakan di acara E-Lifestyle di Metro TV, setiap orang punya naluri untuk berpikir dan berbicara, dan itu tidak akan pernah mati. Jadi, inti dari sebuah blog ada pada contentnya. Mungkin saja suatu saat nanti teknoloi bisa berubah, blog berubah nama, tapi prinsip Blog, yaitu ada interakasi di dalamnya, tidak akan pernah berubah.
Bisa dibilang saat ini posisi Blog adalah "kuda hitam" bagi media mainstream. Karena orang akan bisa jenuh dengan kepentngan media yang sudah ada. Berbeda dengan blog. Setiap orang bisa menulis, bahkan tidak jarang kita mennemukan tulisan-tulisan berbobot dalam topik-topik tertentu di blog, Sifatnya lebih human interest di bandingkan berita-berita di media cetak pada mumnya. Blog dan Web 2.0 membuat dunia menjadi lebih demokratis, lebih hidup.




48 Comments: