Sutiyoso: Gubernur Jakarta harus orang buas
Perspektif Online
05 October 2006
Edisi Perdana 'Gubernur Kita' Jak-TV, 5 Oktober 2006.
Hayat Mansur dan Daisy Awondatu: Gubernur Jakarta harus orang buas
Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengibaratkan kota Jakarta seperti hutan. Isinya binatang buas. Itu berarti gubernurnya harus lebih buas dari binatang-binatang itu. Itu diungkapkannya dalam tayangan perdana ¡¨Gubernur Kita¡¨ live di Jak TV Kamis malam 5 Oktober 2006.
Jakarta digambarkan Sutiyoso sebagai miniatur Indonesia. Jakarta yang wilayahnya hanya 14 ribu kilo meter persegi memiliki penduduk 11 juta pada siang hari dan sembilan juta pada malam hari. Semua etnis dan suku terwakili di Jakarta. Bahkan penduduk Jakarta adalah para petinggi baik militer maupun sipil. Ada Panglima TNI, panglima kesatuan-kesatuan militer, menteri kabinet, DPR RI, para ketua partai, dan LSM. ¡¨Jadi ibaratnya Jakarta itu hutan. Isinya binatang buas. Berarti gubernurnya harus lebih buas dari binatang itu,¡¨ kata Sutiyoso. Ditanya Wimar Witoelar, apakah memang begitu? Dijawab Sutiyoso, iya.
Tayangan perdana ¡§Gubernur Kita: Suka Duka Gubernur Jakarta¡¨ patut mendapatkan applaus dan acungan 4 jempol. Sukses! Kedatangan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, sebagai guest star tidak menjadikan ¡§Gubernur Kita¡¨ menjadi show tunggal-nya. Di sini hadir beberapa bakal calon ¡§Gubernur Kita¡¨: Sarwono Kusumaatmaja, Faisal Basri, Edy Waluyo dan Bibit Waluyo. Selain itu, tampak pula orang penting seperti pejabat PDIP Cahyo Kumolo, pengacara Ruhut Sitompul, dan Ketua DPRD Tk.I DKI Jakarta Drs. Ade Surapriatna. Turut meramaikan, mahasiswa dari Universitas Dr. Mustopo Beragama dan Universitas Budi Luhur. Acara digerakkan Effendi Gazali sebagai host. Wimar Witoelar dan Prof. Ryaas Rasyid menjadi panelis.
Tumpengan dan syukuran mendahului acara ini, dengan harapan acara ini berjalan lancar selama 52 episode, memberikan hiburan dan pencerahan bagi banyak orang, terlebih lagi yang paling penting adalah sebagaimana kata WW, bisa mengembalikan pemilihan Gubernur pada rakyat..
Lets The Show Begin! Pertanyaan dibuka oleh Effendi dengan menanyakan lebih banyak suka atau duka ketika Sutiyoso menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sutiyoso memberikan jawaban yang agak melebar dengan mengatakan bahwa melihat kondisi geografis Jakarta yang dialiri 13 sungai, 40% wilayahnya di bawah laut, dsb. Untunglah Bung Wimar berhasil mengarahkan dengan menanyakan apa hubungannya itu dengan suka duka jadi Gubernur, dan acara mulai menggelinding.
Tampil dengan raut wajah yang tegang, Sutiyoso mengungkapkan menjadi Gubernur lebih banyak dukanya. Selama sembilan tahun dirinya menjadi gubernur ada 5.000 lebih demo. Artinya, setiap hari ada demo. ¡¨Jadi kalau tidak ada demo tidak bisa tidur,¡¨ kata dia. Dia mencontohkan dua kebijakannya yang diambil yaitu pemagaran Taman Monas dan Bus Way menuai demo setiap hari dan patungnya dibakar setiap hari.
Ditanya Wimar, apakah demo-demo tersebut semuanya salah? Langsung dijawab Sutiyoso, ¡§Menurut saya semuanya salah, karena saya harus mencari solusi.¡¨ Ditanya Wimar lagi apakah tidak ditanya dulu ke berbagai kalangan sebelum mengambil kebijakan itu? Hanya dijawab Sutiyoso dengan mengatakan LSM sudah biasa demo, kalau tidak demo bukan LSM namanya. ¡§Jadi semua LSM ngaco?¡¨ tanya Wimar lagi.
Wimar kemudian mempertanyakan kebijakan Bus Way, apakah memang menyelesaikan persoalan kemacetan di Jakarta. Persoalan kemacetan di Jakarta ada dua yaitu jalan tidak bertambah, dan kendaraan terus meningkat. Sedangkan Bus Way mempersempit jalan yang sudah ada dan tidak mengurangi kendaraan. Menurut Sutiyoso, kebijakan tersebut diambil hasil dari studi banding ke Bogota, Kolombia karena dulu kondisinya sama dengan Jakarta.
Justru pakar ekonomi Faisal Basri, bakal calon gubernur, memberi penjelasan. Ia menyatakan dirinya belum lama ini berkunjung ke Bogota, Kolombia. ¡§Penyakit orang kita kalau meniru itu kulitnya saja. Bus Way itu hanya salah satu dari revitalisasi kota Bogota,¡¨ kata dia. Masih ada tiga lagi kebijakan terkait yaitu penataan pemukiman, memberi tempat yang luas bagi pejalan kaki, dan membuat jalan khusus untuk sepeda mencapai 20 kilometer. Jadi empat kebijakan tersebut membuat kota itu nyaman.
Selebihnya bakal calon Gubernur yang hadir masih so-so¡K kurang greget bertanya dan menjawab. Faktor grogi atau karena apa ya? Pada akhir acara, mereka ditanya apakah masih berminat maju memperebutkan kursi nomor satu di Ibu Kota ini karena menjadi gubernur lebih banyak dukanya? Ini jawaban mereka.
Bibit Waluyo: ¡¨Sudah kepalang basah, maju terus, mandi sekalian.¡¨
Faisal Basri: ¡¨Saya ingin membawa kebahagiaan untuk warga Jakarta.¡¨
Sarwono: ¡¨Kelihatannya makin menarik karena tantangannya banyak, jadi hidup karena kita berpikir terus.¡¨
Edi Waluyo: ¡¨Itu baru dukanya yang diceritakan, sukanya banyak.¡¨
Kalau ini ibarat sebuah pertandingan tinju, maka Bung Wimar menang dengan points terbanyak. Ucapan WW tercatat paling sering memancing tawa penonton. Pertanyaan-pertanyaan diajukan dengan spontan, tajam, dan banyak menghasilkan reaksi. Sedangkan ¡§Guest Star¡¨-nya entah sudah bonyok seperti apa karena ditonjokin terus. Di akhir acara, Ketua DPRD Jakarta memberi selamat, katanya dia senang sekali dengan pertanyaan-pertanyaan WW karena bisa memancing jawaban-jawaban Sutiyoso. Maro Alnesputra: Komentar dari pinggir
Warga Jakarta musti segera berkaca hari ini juga ! Coba amati wajah anda baik-baik dan mulailah menerka: Binatang buas apa yang mirip dengan diri Anda?
Sebagian dari anda mungkin segera marah-marah dan menolak disamakan dengan binatang buas karena merasa diri anda sama sekali tidak mirip dengan binatang buas. Atau andai musti dimiripkan dengan seekor binatang, jelas anda tidak merasa masuk dalam golongan binatang buas karena anda merasa lebih mirip koala bear atau pinguin yang menggemaskan.
Tapi itulah yang diungkapkan oleh Bang Yos pada saat menceritakan suka-duka menjadi Gubernur kota Jakarta pada episode perdana Gubernur Kita di JAK-TV Kamis malam (5/10). Menurut beliau Jakarta itu bisa diibaratkan sebagai hutan liar dan warga Jakarta adalah binatang-binatang buas yang siap menyerang.
Mungkin hal itu juga terjadi karena adanya serangan tajam dari Bung Wimar yang menjadi salah satu panelis pada acara tersebut. Tawa pertama saya pun dimulai saat itu.
Effendi Ghazali : Coba ceritakan tentang suka duka menjadi Gubernur Jakarta
Bang Yos : Kalau kita lihat, Jakarta itu propinsi yang paling sempit, luasnya hanya 650 km2 saja dan ada 13 sungai yang mengalir dari selatan menuju Jakarta, Lalu juga 40% tanahnya ada di bawah permukaan laut
WW: Jadi apa hubungannya dengan Suka-Duka Gubernur ?
Bang Yos: Ya berarti Rawan Banjir !
Hehehe.. yah mungkin memang susah untuk menjadi seorang Bang Yos. Sudah sering kali dirinya terbiasa menghadapi ribuan demonstrasi yang menghantam Pemda DKI maupun dirinya secara pribadi. Bahkan pernah ada demonstran yang membakar Patung Bang Yos. Tapi bagi Bang Yos, yang menurut dia benar akan menjadi instrokpeksi bagi dirinya, sedang yang ngawur akan masuk telinga sini, dan langsung keluar telinga sono.
Menurut Bang Yos, semua keputusan yang diambil dirinya tentu tidak akan pernah mendapat persetujuan 100% dari semua lapisan masyarakat. Contohnya saja pemagaran Monas yang penuh kontroversi karena dirinya memutuskan untuk membersihkan area tersebut dari pedagang-pedagang kaki lima,pengemis, dan pekerja seks komersial. Namun menurut dia tidak ada kerugian dari aksinya itu. Hal ini pun terbukti dari banyaknya orang yang bisa masuk ke Monas untuk melihat-lihat serta puas dengan keadaan Monas yang sekarang. Patut dicatat bahwa kebanyakan mahasiswa yang menjadi tamu pada acara itu semangat mengiyakan ketika ditanya apakah Taman Monas menjadi lebih bagus keadaannya pada saat ini.
Selain itu Bang Yos mengklaim bahwa dirinya selalu minta pemikiran dari para ahli-ahli dari bidangnya masing-masing. Contohnya ketika akan membangun Busway, dirinya telah langsung berkonsultasi dengan para pakar transportasi dari Columbia. Hingga akhirnya dia berkeputusan teguh bahwa ini harus dilaksanakan demi kebaikan masyarakat Jakarta. Apalagi ada ketakutan bahwa apabila itu tidak dilakukan, keadaan kacau bisa menimpa sektor transportasi jakarta di tahun 2014.
Sayang ketika ditanya oleh WW mengenai adanya pendapat yang mengatakan bahwa Busway itu justru mengurangi jalan dan tidak mengurangi jumlah mobil, Bang Yos hanya menjawab singkat, "Ya karena langkahnya bukan cuma itu". Justru Faisal Basri yang menjawab. Menurut Faisal, ketika dia pergi ke Columbia untuk mengadakan studi banding, Busway terlihat sangat berguna disana karena menjadi salah satu dari 4 pilar yang sangat applicable dan berguna bagi sistem pengaturan transportasi di negara itu. Di Jakarta belum berfungsi maksimal karena ternyata memang baru satu pilar yang dibangun. Mungkin itu sebabnya busway tidak bisa berfungsi secara maksimal, Penjelasan bagus dan jelas dari Faisal Basri ini pun menimbulkan ide brilian nan simple yang datang dari WW,
"Ya udah, diperpanjang aja jabatan dianya !?"
Seru dan dinamis program ¡¦Gubernur Kita¡¦ ini! Satu bagian menarik padai akhir acara adalah bagimana semua balon yang berlatar belakang militer agak berkesan membela Bang Yos dalam segala hal yang dilakukannya di masa kepemimpinannya. Tapi memang menjadi Gubernur Jakarta itu tidak mudah, suka dan dukanya begitu banyak sehingga seperti yang dikatakan oleh moderator pada akhir acara tersebut, satu episode tidak akan cukup untuk menceritakannya.
Pada akhir kata, saya angkat topi untuk WW, keberanian anda untuk memberikan komentar dan pandangan malam ini mengingatkan saya akan sundulan Zidane ke Materazzi di Babak Final World Cup 2006 di Jerman kemarin. Mengejutkan,kontroversial, dan mungkin saja menuai kartu merah, ....tapi akan tetap keluar sebagai pemain terbaik pada akhir 'pertandingan' tersebut.
Mudah-mudahan kelak kita mendapat Gubernur yang terbaik bagi masyarakat Jakarta, yang dipilih secara demokratis dan bukan merupakan hasil dagang sapi politik, yang tidak akan membiarkan penduduknya naik kapal selam karena buswaynya terendam banjir, yang bisa membedakan antara subway dan overway (Effendi Gazali salah dengar ¡¨overweight¡¨, katanya) , dan terutama.... yang rajin tersenyum kepada kotanya tercinta, kota Jakarta...
Smile...and life smiles back at you, Mr Governor !
Trust me ! Been there, done that ļ
Bang Yos : Kalau kita lihat, Jakarta itu propinsi yang paling sempit, luasnya hanya 650 km2 saja dan ada 13 sungai yang mengalir dari selatan menuju Jakarta, Lalu juga 40% tanahnya ada di bawah permukaan laut
WW: Jadi apa hubungannya dengan Suka-Duka Gubernur ?
Bang Yos: Ya berarti Rawan Banjir !
Hehehe.. yah mungkin memang susah untuk menjadi seorang Bang Yos. Sudah sering kali dirinya terbiasa menghadapi ribuan demonstrasi yang menghantam Pemda DKI maupun dirinya secara pribadi. Bahkan pernah ada demonstran yang membakar Patung Bang Yos. Tapi bagi Bang Yos, yang menurut dia benar akan menjadi instrokpeksi bagi dirinya, sedang yang ngawur akan masuk telinga sini, dan langsung keluar telinga sono.
Menurut Bang Yos, semua keputusan yang diambil dirinya tentu tidak akan pernah mendapat persetujuan 100% dari semua lapisan masyarakat. Contohnya saja pemagaran Monas yang penuh kontroversi karena dirinya memutuskan untuk membersihkan area tersebut dari pedagang-pedagang kaki lima,pengemis, dan pekerja seks komersial. Namun menurut dia tidak ada kerugian dari aksinya itu. Hal ini pun terbukti dari banyaknya orang yang bisa masuk ke Monas untuk melihat-lihat serta puas dengan keadaan Monas yang sekarang. Patut dicatat bahwa kebanyakan mahasiswa yang menjadi tamu pada acara itu semangat mengiyakan ketika ditanya apakah Taman Monas menjadi lebih bagus keadaannya pada saat ini.
Selain itu Bang Yos mengklaim bahwa dirinya selalu minta pemikiran dari para ahli-ahli dari bidangnya masing-masing. Contohnya ketika akan membangun Busway, dirinya telah langsung berkonsultasi dengan para pakar transportasi dari Columbia. Hingga akhirnya dia berkeputusan teguh bahwa ini harus dilaksanakan demi kebaikan masyarakat Jakarta. Apalagi ada ketakutan bahwa apabila itu tidak dilakukan, keadaan kacau bisa menimpa sektor transportasi jakarta di tahun 2014.
Sayang ketika ditanya oleh WW mengenai adanya pendapat yang mengatakan bahwa Busway itu justru mengurangi jalan dan tidak mengurangi jumlah mobil, Bang Yos hanya menjawab singkat, "Ya karena langkahnya bukan cuma itu". Justru Faisal Basri yang menjawab. Menurut Faisal, ketika dia pergi ke Columbia untuk mengadakan studi banding, Busway terlihat sangat berguna disana karena menjadi salah satu dari 4 pilar yang sangat applicable dan berguna bagi sistem pengaturan transportasi di negara itu. Di Jakarta belum berfungsi maksimal karena ternyata memang baru satu pilar yang dibangun. Mungkin itu sebabnya busway tidak bisa berfungsi secara maksimal, Penjelasan bagus dan jelas dari Faisal Basri ini pun menimbulkan ide brilian nan simple yang datang dari WW,
"Ya udah, diperpanjang aja jabatan dianya !?"
Seru dan dinamis program ¡¦Gubernur Kita¡¦ ini! Satu bagian menarik padai akhir acara adalah bagimana semua balon yang berlatar belakang militer agak berkesan membela Bang Yos dalam segala hal yang dilakukannya di masa kepemimpinannya. Tapi memang menjadi Gubernur Jakarta itu tidak mudah, suka dan dukanya begitu banyak sehingga seperti yang dikatakan oleh moderator pada akhir acara tersebut, satu episode tidak akan cukup untuk menceritakannya.
Pada akhir kata, saya angkat topi untuk WW, keberanian anda untuk memberikan komentar dan pandangan malam ini mengingatkan saya akan sundulan Zidane ke Materazzi di Babak Final World Cup 2006 di Jerman kemarin. Mengejutkan,kontroversial, dan mungkin saja menuai kartu merah, ....tapi akan tetap keluar sebagai pemain terbaik pada akhir 'pertandingan' tersebut.
Mudah-mudahan kelak kita mendapat Gubernur yang terbaik bagi masyarakat Jakarta, yang dipilih secara demokratis dan bukan merupakan hasil dagang sapi politik, yang tidak akan membiarkan penduduknya naik kapal selam karena buswaynya terendam banjir, yang bisa membedakan antara subway dan overway (Effendi Gazali salah dengar ¡¨overweight¡¨, katanya) , dan terutama.... yang rajin tersenyum kepada kotanya tercinta, kota Jakarta...
Smile...and life smiles back at you, Mr Governor !
Trust me ! Been there, done that ļ





25 Comments: