Articles

Sutiyoso: Gubernur Jakarta harus orang buas

Perspektif Online
05 October 2006
Edisi Perdana 'Gubernur Kita' Jak-TV, 5 Oktober 2006.
 
Hayat Mansur dan Daisy Awondatu:  Gubernur Jakarta harus orang buas
 
Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengibaratkan kota Jakarta seperti hutan. Isinya binatang buas. Itu berarti gubernurnya harus lebih buas dari binatang-binatang itu. Itu diungkapkannya dalam tayangan perdana ¡¨Gubernur Kita¡¨ live di Jak TV Kamis malam  5 Oktober 2006.
 
Jakarta digambarkan Sutiyoso sebagai miniatur Indonesia. Jakarta yang wilayahnya hanya 14 ribu kilo meter persegi memiliki penduduk 11 juta pada siang hari dan sembilan juta pada malam hari. Semua etnis dan suku terwakili di Jakarta. Bahkan penduduk Jakarta adalah para petinggi baik militer maupun sipil. Ada Panglima TNI, panglima kesatuan-kesatuan militer, menteri kabinet, DPR RI, para ketua partai, dan LSM.  ¡¨Jadi ibaratnya Jakarta itu hutan. Isinya binatang buas. Berarti gubernurnya harus lebih buas dari binatang itu,¡¨ kata Sutiyoso. Ditanya Wimar Witoelar, apakah memang begitu? Dijawab Sutiyoso, iya.
 

4panelists.jpg

 
Tayangan perdana ¡§Gubernur Kita: Suka Duka Gubernur Jakarta¡¨ patut mendapatkan applaus dan acungan 4 jempol. Sukses! Kedatangan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, sebagai guest star tidak menjadikan ¡§Gubernur Kita¡¨ menjadi show tunggal-nya. Di sini hadir beberapa bakal calon ¡§Gubernur Kita¡¨: Sarwono Kusumaatmaja, Faisal Basri, Edy Waluyo dan Bibit Waluyo. Selain itu, tampak pula orang penting seperti pejabat PDIP Cahyo Kumolo, pengacara Ruhut Sitompul, dan Ketua DPRD Tk.I DKI Jakarta Drs. Ade Surapriatna. Turut meramaikan, mahasiswa dari Universitas Dr. Mustopo Beragama dan Universitas Budi Luhur. Acara digerakkan Effendi Gazali sebagai host. Wimar Witoelar dan Prof. Ryaas Rasyid menjadi panelis.
 
Tumpengan dan syukuran mendahului acara ini, dengan harapan acara ini berjalan lancar selama 52 episode, memberikan hiburan dan pencerahan bagi banyak orang, terlebih lagi yang paling penting adalah sebagaimana kata WW, bisa mengembalikan pemilihan Gubernur pada rakyat..
 
Lets The Show Begin! Pertanyaan dibuka oleh Effendi dengan menanyakan lebih banyak suka atau duka ketika Sutiyoso menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sutiyoso memberikan jawaban yang agak melebar dengan mengatakan bahwa melihat kondisi geografis Jakarta yang dialiri 13 sungai, 40% wilayahnya di bawah laut, dsb. Untunglah Bung Wimar berhasil mengarahkan dengan menanyakan apa hubungannya itu dengan suka duka jadi Gubernur, dan acara mulai menggelinding.
 
Tampil dengan raut wajah yang tegang, Sutiyoso  mengungkapkan menjadi Gubernur lebih banyak dukanya. Selama sembilan tahun dirinya menjadi gubernur ada 5.000 lebih demo. Artinya, setiap hari ada demo. ¡¨Jadi kalau tidak ada demo tidak bisa tidur,¡¨ kata dia. Dia mencontohkan dua kebijakannya yang diambil yaitu pemagaran Taman Monas dan Bus Way menuai demo setiap hari dan patungnya dibakar setiap hari.
 
Ditanya Wimar, apakah demo-demo tersebut semuanya salah? Langsung dijawab Sutiyoso, ¡§Menurut saya semuanya salah, karena saya harus mencari solusi.¡¨ Ditanya Wimar lagi apakah tidak ditanya dulu ke berbagai kalangan sebelum mengambil kebijakan itu? Hanya dijawab Sutiyoso dengan mengatakan LSM sudah biasa demo, kalau tidak demo bukan LSM namanya. ¡§Jadi semua LSM ngaco?¡¨ tanya Wimar lagi.
 
Wimar kemudian mempertanyakan kebijakan Bus Way, apakah memang menyelesaikan persoalan kemacetan di Jakarta. Persoalan kemacetan di Jakarta ada dua yaitu jalan tidak bertambah, dan kendaraan terus meningkat. Sedangkan Bus Way mempersempit jalan yang sudah ada dan tidak mengurangi kendaraan. Menurut Sutiyoso, kebijakan tersebut diambil hasil dari studi banding ke Bogota, Kolombia karena dulu kondisinya sama dengan Jakarta.
 
Justru pakar ekonomi Faisal Basri, bakal calon gubernur, memberi penjelasan. Ia menyatakan dirinya belum lama ini berkunjung ke Bogota, Kolombia. ¡§Penyakit orang kita kalau meniru itu kulitnya saja. Bus Way itu hanya salah satu dari revitalisasi kota Bogota,¡¨ kata dia.  Masih ada tiga lagi kebijakan terkait yaitu penataan pemukiman, memberi tempat yang luas bagi pejalan kaki, dan membuat jalan khusus untuk sepeda mencapai 20 kilometer. Jadi empat kebijakan tersebut membuat kota itu nyaman.
 
Selebihnya bakal calon Gubernur yang hadir masih so-so¡K kurang greget bertanya dan menjawab. Faktor grogi atau karena apa ya? Pada akhir acara, mereka ditanya apakah masih berminat maju memperebutkan kursi nomor satu di Ibu Kota ini karena menjadi gubernur lebih banyak dukanya? Ini jawaban mereka.
 
Bibit Waluyo: ¡¨Sudah kepalang basah, maju terus, mandi sekalian.¡¨

Faisal Basri: ¡¨Saya ingin membawa kebahagiaan untuk warga Jakarta.¡¨

Sarwono: ¡¨Kelihatannya makin menarik karena tantangannya banyak, jadi hidup karena kita berpikir terus.¡¨

Edi Waluyo: ¡¨Itu baru dukanya yang diceritakan, sukanya banyak.¡¨
 
Gubernur KitaKalau ini ibarat sebuah pertandingan tinju, maka Bung Wimar menang dengan points terbanyak. Ucapan WW tercatat paling sering memancing tawa penonton. Pertanyaan-pertanyaan diajukan dengan spontan, tajam, dan banyak menghasilkan reaksi. Sedangkan ¡§Guest Star¡¨-nya entah sudah bonyok seperti apa karena ditonjokin terus. Di akhir acara, Ketua DPRD Jakarta memberi selamat, katanya dia senang sekali dengan pertanyaan-pertanyaan WW karena bisa memancing jawaban-jawaban Sutiyoso.
 
 
 

Maro Alnesputra: Komentar dari pinggir
 
Warga Jakarta musti segera berkaca hari ini juga ! Coba amati wajah anda baik-baik dan mulailah menerka: Binatang buas apa yang mirip dengan diri Anda?
 
Sebagian dari anda mungkin segera marah-marah dan menolak disamakan dengan binatang buas karena merasa diri anda sama sekali tidak mirip dengan binatang buas. Atau andai musti dimiripkan dengan seekor binatang, jelas anda tidak merasa masuk dalam golongan   binatang buas karena anda merasa lebih mirip koala bear atau pinguin yang menggemaskan.
 
Tapi itulah yang diungkapkan oleh Bang Yos pada saat menceritakan suka-duka menjadi Gubernur kota Jakarta pada episode perdana Gubernur Kita di JAK-TV Kamis malam (5/10). Menurut beliau Jakarta itu bisa diibaratkan sebagai hutan liar dan warga Jakarta adalah binatang-binatang buas yang siap menyerang.
 
Mungkin hal itu juga terjadi karena adanya serangan tajam dari Bung Wimar yang menjadi salah satu panelis pada acara tersebut. Tawa pertama saya pun dimulai saat itu.
 
Effendi Ghazali : Coba ceritakan tentang suka duka menjadi Gubernur Jakarta
 
Bang Yos : Kalau kita lihat, Jakarta itu propinsi yang paling sempit, luasnya hanya 650 km2 saja dan ada 13 sungai yang mengalir dari selatan menuju Jakarta, Lalu juga 40% tanahnya ada di bawah permukaan laut
 
WW: Jadi apa hubungannya dengan Suka-Duka Gubernur ?
 
Bang Yos: Ya berarti Rawan Banjir !
 
 Hehehe.. yah mungkin memang susah untuk menjadi seorang Bang Yos. Sudah sering kali dirinya terbiasa menghadapi ribuan demonstrasi yang menghantam Pemda DKI maupun dirinya secara pribadi. Bahkan pernah ada demonstran yang membakar Patung Bang Yos. Tapi bagi Bang Yos, yang menurut dia benar akan menjadi instrokpeksi bagi dirinya, sedang yang ngawur akan masuk telinga sini,  dan langsung keluar telinga sono.
 
 Menurut Bang Yos, semua keputusan yang diambil dirinya tentu tidak akan pernah mendapat persetujuan 100% dari semua lapisan masyarakat. Contohnya saja pemagaran Monas yang penuh kontroversi karena dirinya memutuskan untuk membersihkan area tersebut dari pedagang-pedagang kaki lima,pengemis, dan pekerja seks komersial. Namun menurut dia tidak ada kerugian dari aksinya itu. Hal ini pun terbukti dari banyaknya orang yang bisa masuk ke Monas untuk melihat-lihat serta puas dengan keadaan Monas yang sekarang. Patut dicatat bahwa kebanyakan mahasiswa yang menjadi tamu pada acara itu semangat mengiyakan ketika ditanya apakah Taman Monas menjadi lebih bagus keadaannya pada saat ini.
 
Selain itu Bang Yos mengklaim bahwa dirinya selalu minta pemikiran dari para ahli-ahli dari bidangnya masing-masing. Contohnya ketika akan membangun Busway, dirinya telah langsung berkonsultasi dengan para pakar transportasi dari Columbia. Hingga akhirnya dia berkeputusan teguh bahwa ini harus dilaksanakan demi kebaikan masyarakat Jakarta. Apalagi ada ketakutan bahwa apabila itu tidak dilakukan, keadaan kacau bisa menimpa sektor transportasi jakarta di tahun 2014.
 
Sayang ketika ditanya oleh WW mengenai adanya pendapat yang mengatakan bahwa Busway itu justru mengurangi jalan dan tidak mengurangi jumlah mobil, Bang Yos hanya menjawab singkat,  "Ya karena langkahnya bukan cuma itu".  Justru Faisal Basri yang menjawab. Menurut Faisal, ketika dia pergi ke Columbia untuk mengadakan studi banding, Busway terlihat sangat berguna disana karena menjadi salah satu dari 4 pilar yang sangat applicable dan berguna bagi sistem pengaturan transportasi di negara itu. Di Jakarta belum berfungsi maksimal karena ternyata memang baru satu pilar yang dibangun. Mungkin itu sebabnya busway tidak bisa berfungsi secara maksimal, Penjelasan bagus dan jelas dari Faisal Basri ini pun menimbulkan ide brilian nan simple yang datang dari WW,
 
"Ya udah, diperpanjang aja jabatan dianya !?"
 
Seru dan dinamis program ¡¦Gubernur Kita¡¦ ini! Satu bagian menarik padai akhir acara adalah bagimana semua balon yang berlatar belakang militer agak berkesan membela Bang Yos dalam segala hal yang dilakukannya di masa kepemimpinannya. Tapi memang menjadi Gubernur Jakarta itu tidak mudah, suka dan dukanya begitu banyak sehingga seperti yang dikatakan oleh moderator pada akhir acara tersebut, satu episode tidak akan cukup untuk menceritakannya.
 
Pada akhir kata, saya angkat topi untuk WW, keberanian anda untuk memberikan komentar dan pandangan malam ini mengingatkan saya akan sundulan Zidane ke Materazzi di Babak Final World Cup 2006 di Jerman kemarin. Mengejutkan,kontroversial, dan mungkin saja menuai kartu merah, ....tapi akan tetap keluar sebagai pemain terbaik pada akhir 'pertandingan' tersebut.
 
Mudah-mudahan kelak kita mendapat Gubernur yang terbaik bagi masyarakat Jakarta,   yang dipilih secara demokratis dan bukan merupakan hasil dagang sapi politik, yang tidak akan membiarkan penduduknya naik kapal selam karena buswaynya terendam banjir, yang bisa membedakan antara subway dan overway (Effendi Gazali salah dengar ¡¨overweight¡¨, katanya) , dan  terutama.... yang rajin tersenyum kepada kotanya tercinta, kota Jakarta...
 
Smile...and life smiles back at you,  Mr Governor !
 
Trust me ! Been there, done that ļ
 

Print article only

25 Comments:

  1. From CL on 06 October 2006 07:12:06 WIB
    Congrats utk WW dan Tim Gubernur Kita utk show yang menarik semalam.

    Senang dan lega sekali melihat Gubernur kita yang buas akan segera turun tahta, dan tidak dapat meneruskan tahtanya. Lega sekali terutama karena saya termasuk yang luput dari kebuasannya (ya.. kebuasan traffic Jakarta sudah ga saya itung lah.. hehehe). Jelas sekali terlihat bahwa sang penguasa yang digjaya, hanya mau dengar suaranya saja. Semua pihak salah, kecuali pihak2 yang telah mendapatkan otorisasinya utk memberikan pendapat, untuk memberikan masukan, "orang2 pintar" katanya. Sama sekali ga ada empati dan simpati pada rakyat jakarta terucap dari mulut Gubernur Kita, yang sudah mau menanggung semua duka semata utk kesukaan Gubernur Jakarta.


    Senang dan salut, jagoan saya, Balon Faisal Basri merupakan kandidat yang paling mengerjakan "PR"nya malam itu. Satu2nya bakal calon yang menurut saya, sangat berusaha mempelajari Jakarta dan program2 yang dilaksanakan Jakarta dibawah kepemimpinan Gubernur saat ini.

    Selamat tinggal Penguasa Buas Jakarta!
    Semoga Jakarta kelak memiliki pemimpin yang penuh senyum dan bijaksana. Untuk para Balon Gubernur Jakarta, "Jangan sekali-kali pandang kami sebagai penghuni hutan Belantara". Rakyat Jakarta yang Mau Punya Banyak Suka dari Nestapa, Kami Juga Manusia :)

    Congrats PO ...
    Ditunggu 51 Laporan Gubernur Jakarta lainnya ! :)
  2. From yeha on 06 October 2006 07:35:46 WIB
    Congrats WW & tim...Gubernur Kita bisa jadi pilihan acara warga Jakarta nih jelang Pilkada. Suwer loh, palagi masuk PO gini sesaat setelah tayang, udah acaranya bagus, menggelitik dan menghibur. Kita2 jadi bisa bener-bener menilai, siapa orangnya yang mampu memimpin Ibukota. Semoga aja Pilkada nanti bener2 demokratis, gak ada KKN, politik dagang sapi, dan hanya orang2 baik dan berkompetensi aja yang mimpin Jakarta yang buas...^.^
  3. From riris on 06 October 2006 07:48:16 WIB
    Haa?? Jadi selama hampir satu dasawarsa kita 'dianggap' binatang??!!Buas lagi!! Pantesan susah nemu sisi manusiawi Jakarta.Coba saja, pejalan kaki ga diberi tempat, malah digusur warung n pengendara motor. 'Passer Baroe' yg katanya ikon PATA Jkt ga ada (maaf) toilet umum. KA Jabotabek persis angkutan barang rongsokan, pdhal yg diangkut NYAWA MANUSIA! Lahan2 yg mestinya bisa dijadikan taman pelepas rutinitas, malah jadi mal yg bisa jadi pemicu kriminalitas.Next Gub saya harap sekualitas Lee Kuan Yew minus otoriternya.
  4. From wimar on 06 October 2006 08:44:28 WIB
    eeeh, ternyata pada hari tayangan acara 'Gubernur Kita' ini, ada demo besar anti busway dari pengemudi angkot dan lain2. malah diliput dalam berita pagi jaktv. fotonya ada di flickr posting ini. http://www.flickr.com/photos/wimar/261863931/
  5. From mansur on 06 October 2006 09:19:19 WIB
    Semoga tidak ada Parpol yang akan mencalonkan Sumanto yang sebentar lagi bebas. Kalau ukurannya harus buas kayaknya Sumanto punya peluang besar nich untuk menang.

    Untuk Minggu depan para penelis bisa lebih ringan nich langsung tanya kepada bakal calon gubernur apakah mereka buas dan apa saja yang sudah disantap?
  6. From Bram on 06 October 2006 09:27:15 WIB
    Mudah-mudahan tiap episodenya selalu bisa menampilkan balon-balon Gubernur Jakarta.

    Secuek-cueknya penduduk kota ini sama PILKADA, pasti pengen deh tahu kaya apa orang yg bakal mimpin kota ini kelak.


    Tayang juga ya acaranya tidak interaktif (alias ga bisa kasih komentar atau pertanyaan melalui sms atau telepon)

    Tapi sengaja mungkin ya...takut pertanyaan dan komentarnya buas-buas....wong satu kota isinya binatang buas semua hehehe....
  7. From purwaningsih on 06 October 2006 09:48:28 WIB
    saya ingin sekali rano karno bisa hadir sebagai bakal calon gubernur di acara ini minggu depan
  8. From balya on 06 October 2006 09:52:37 WIB
    Melihat pembangunan negara ini yang amuradul tidak merata, membuka peluang masyarakat berbondong-bondong ke Jakarta yang penuh gemerlap. Kata orang apapun bisa dijadikan duit di Jakarta ibaratnya kata lagu ’jangankan cari surga dunia, neraka duniapun ada’

    Terus kata pak Gubernur: ’Jakarta ini penduduknya dari mulai Presiden sampai tukang bakso’ waaah, tapi yang kelihatannya hanya dari presiden dan pejabat-pejabat aja tuh yang dianggap manusia. Mungkin karena yang lainnya sih binatang kalee ...

    Moga aja acara Gubernur kita selanjutnya benar-benar bisa memperkenalkan balon-balon Gubernur DKI, sehingga masyarakat tahu dan bisa memilih sapa pemimpin yang cocok untuk ibukota ini. (Bang Yos Cuma satu episode aja kan ??)

    Untuk WW terus kritis mewakili masyarakat yang tida mengenal calonnya. Pak Ryaas jangan ragu-ragu yah ......
  9. From rizka on 06 October 2006 10:09:46 WIB
    Kalau Soeharto dikenal sebagai "The Smiling General", berarti Bang Yos bisa dikenal sebagai "The Unsmiling Governor."
  10. From Gupta on 06 October 2006 10:12:51 WIB
    Heheh terungkap sekarang kalau gubernur kita ternyata binatang terbuas diantara binatang-binatang lainnya [bang yos sendiri loh yang ngomong ,…]


    Hmm jadi mikir kalo di kerajaan binatang itu rajanya bikin kampanye PR dulu gak yah sebelum bikin kebijakan baru?? Mending bikin kampanye gitu kan biar bisa ngeredam resistensi daripada nanti binatang-binatang buas lainnya demo atau ngamuk trus nyerang sang raja buas ..trus brantem ..rame ..

    Mungkin gak perlu binatang terbuas buat mimpin kerajaan binatang .. perlu pawang binatang yang welas asih hohoh Bang Faisal kali yah ??

    AH tapi saya gak sreg nih disamain kayak binatang … kalaupun disamain saya pilih lumba – lumba .. kerajaannya dipimpin aquaman
  11. From lena on 06 October 2006 10:30:51 WIB
    Hebat bang Yos yang berani mengistilahkan warga Jakarta sebagai binatang buas. Marah rasanya sebagai orang Jakarta, dibilang sebagai binatang buas, padahal ngak semua orang Jakarta seperti binatang buasa loh Pak. Eh ternyata istilah binatang buas itu ditujukan buat orang-orang yang pinter dan kritis ya. "Aduh Pak Gubernur Bung Wimar tuh ngak buas loh, dia jinak. Tapi mohon dimaafin ya Bung Wimar soalnya itu hanya perumpamaan, mestipun kedengaran sangat kasar.

    Tapi kita sebagai warga Jakarta harap maklum kalau Gubernur kita begitu tegang malam itu, coba bayangkan sudah seharian beliau kerja mikirin bagaimana mengatur agar Jakarta ini lebih nyaman, indah, tertib dan lain-lain, eh malah diundang ke acara yang isinya “binatang-binatang buas”, jadi harus lebih buas dong.

    Ya, dengan kerumitan Jakarta, saya sebagai warga Jakarta ajungkan jempol buat keberanian bang Yos yang berani mengambil keputusan dengan segala konsekuensinya. "Bukankan segala tindakan pasti ada sebab akibatnya". Yang penting konsisten dan bertanggung jawab. Betul ngak Pak Gubernur?

    Buat para balon yang nantinya terpilih "Welcome to the Jungle".
  12. From wid on 06 October 2006 10:50:03 WIB
    Beruntung tadi malam saya bisa menguasai remote TV dari anak-anak, jadi bisa melihat acara yang cukup menghibur .... walaupun gaya host-nya kok sama saja seperti di tayangan republik mimpi ya .. (biarlah nggak penting, mungkin masih cari ciri khas .... hehe)

    Hutan, binatang buas, presiden, tukang bakso biarlah bang Yos yang bahas. Yang penting buat saya semakin tahu bahwa Faisal Basri memang Top, dimanapun dia tampil selalu dengan persiapan yang memang penuh data, fakta yang tidak sembarangan. Termasuk maju menjadi balon Gubernur DKI.

    Walaupun berbicara hanya sedikit, sangat menunjukan bahwa bung Faisal telah memiliki konsep. Maju terus bung Faisal, semoga bung Faisal bisa menyelesaikan konsep Bogota yang sekarang hanya diterapkan kulitnya saja ini dengan lebih ramah dan memanusiakan manusia. Sehingga benar-benar membawa kebahagiaan bagi warga Jakarta
  13. From imel (warga Jakarta) on 06 October 2006 11:27:45 WIB
    Sedikit info ketika saya mahasiswa, saya pernah melakukan bakti social ke daerah “Pedongkelan” daerah yang rawan gusur. Saya menyaksikan sendiri “Kebuasaan” pemerintah daerah yang hanya bisa menggusur masyarakat miskin tanpa memberikan solusi yang baik (Pemukulan dan pemaksaan terhadap masyarakat setempat sampai saya melihat darah segar keluar dari salah satu warga yang bertahan diatas rumahnya dipukuli oleh Trantib).
    warga yang sempat saya ajak ngobrol berkata, “Seandainya pemerintah menggusur tapi menyediakan tempat sich warga iklas pindah. Tapi sekarang digusur, katanya ada tempat tinggal yang akan disediakan? Makanya kita terima uang dari pemerintah sebgaia Ganti Rugi. Setelah diusut Mbak, teryat rumah untuk tempat tinggal kita baru selesai 2007, jadi selama 3 tahun ini kita kemana Mbak?”

    Saya setuju untuk melakukan penataan kota Jakarta , namun cara ini bener-benar tidak manusiawi dimana memaksakan kehendak pemerintah tapi tidak memberikan Solusi pada wong cilik. Uang bukan solusi menyelesaikan namun membuat masyarakat malas (sumbangan langsung tunai), kalau pemerintah bijak harusnya tegas dan bukan Buas, buas sama tegas beda banget toh Bang Yos,

    Sekali lagi kebuasan bukan Solusi Terakhir, ketegasan diperlukan tapi yang lebih penting lagi adalah integritas. Semoga kita segera bisa memiliki gubernur yang lebih dari sebelumnya.... Have nice fight ya para balongub(bakal calon gubernur) Jakarta 2006.

    Sayangnya sampai acara selesai Sutiyoso hanya menuturkan duka jadi Gubernur Jakarta (kok Duka tapi betah yach jadi Gubernur Jakarta selama 9 Tahun).

    I Hope Love, Peace and Happiness tetap dipertahankan di Jakarta yang PANAS bukan “Kebuasan dan Uang serta proyek-proyek yang hanya menyenangkan beberapa pihak yang dijunjung”

    Akhir kata ada seorang bijak berkata “ Money can buy many fine thing, but love, Peace and Happiness are the most precious treasures to be found”.
  14. From Daisy on 06 October 2006 11:29:31 WIB
    Syukurlah....saya bukan orang asli Jakarta, tapi datang dari desa Situbondo, jadi saya ngga termasuk yang disebut Bang Yos binatang buas... (karena saya memang bukan bukan binatang, tapi manusia yang cantik, manis, jujur, tidak sombong ... loh malah narcis :p)

    Nice show! Bung Wimar semangat sekaleee kemaren :) Moga2 minggu depan Bung Ryaas waktu jadi panelis bisa sama semangatnya dengan Bung Wimar. Ngga usah takut, sudah ngga ada raja hutan lagi, ngga ada makhluk buas yang bakal menerkam... hahaha

    Buat bakal calon Gubernur, biarpun masih "balon", please komentarnya jangan ringan juga kaya "balon" :)
  15. From keket on 06 October 2006 11:36:14 WIB
    Edisi perdana Gubernur Kita . Seru!
    Untuk balon2 yang lain jangan lupa pake kostum binatang buas yang disukai ^.-
    Klo gubernur buas, presidennya gmn yak???
  16. From Ayu Primantari on 06 October 2006 12:19:59 WIB
    Bingung niy ... mau milih Faisal Basri atau Sarwono, ya?
    Kemarin DPRD udah pilih Sarwono, jadi sekarang Faisal Basri aja? Cap cip cup ... Atau dua2nya aja? Kurang buas, ya? Tapi kan ga mesti harus jadi buas buat ngadepin orang2 buas? Buktinya, pawang2 binatang buas kan engga ada yang keliatan buas? Binatangnya malah pada nurut semua tuh?! Apa karena kita bukan binatang, ya .. jadi harus ikut2an buas? Agh ... bingung niy!! Faisal atau Sarwono? :-)
  17. From Priyadi on 06 October 2006 13:27:32 WIB
    sebenernya ucapan bang yos ada benarnya, tapi mungkin cara penyampaiannya yang salah. jakarta butuh gubernur yang ngga populis, gubernur yang melakukan yang baik untuk rakyat, bukan melakukan hanya yang diinginkan rakyat. yang baik untuk rakyat belum tentu yang diinginkan rakyat lho.
  18. From Lullu on 06 October 2006 13:41:35 WIB
    Memang seru acara semalam. Tapi masa Effendi Gazali tidak tahu bahwa ada 2 profesor malam itu, bukan hanya Riaas Rasyid yang profesor, tapi WW juga profesor bidang jurnalis dari Deakin. Salut buat WW yang bisa menyentil Sutiyoso dan menyindir dikit SBY..hehe
  19. From Berlin Simarmata on 06 October 2006 14:38:08 WIB
    Benar Bang Yos,Gubernur Jakarta harus orang buas.Andaikata perundang-undangan memperbolehkan,Bang Yos masih pingin jadi orang buas lagi,habis enak sih!
  20. From Wadehel on 06 October 2006 17:29:28 WIB
    Lain kali kita pilih Gubernur yang dari spesis manusia biasa saja, supaya bisa melihat dan memperlakukan rakyat jakarta sebagai manusia.

    Demi kemanusiaan, jangan siksa Bung Yos Lagi dengan memilihnya sebagai gubernur, kasihan, sudah cukup beliau menderita dalam dukanya selama ini.
  21. From tisi on 08 October 2006 12:55:14 WIB
    Pilih gubernur yang bukan dari ABRI saja. Mudah-mudahan lebih manusiawi dan menganggap warganya sebagai manusia.
  22. From lan on 09 October 2006 13:27:06 WIB
    Wuih, meriah sekali acara gubernur kita edisi perdana semalam. Saya duduk disebelah Ruhut Sitompul di studio acara ini dilaksanakan, sebelah kiri saya, asisten pribadi WW #2, yaitu Atun. Didepan saya percis tempat Bang Yos duduk dengan seorang wanita cantik disebelahnya, sebelum dipanggil maju kedepan. Ruangan sangat panas, karena trouble pada AC. Tak lama setelah keramaian studio dimulai, AC portable dibawa masuk kedalam studio dan ditempatkan percis dibelakang saya. Langsung saya memakai jaket saya yang sedari tadi saya tanggalkan. dalam hati saya berfikir? Jangan-jangan AC ini permintaan kedua pejabat yang duduk di sekeliling saya.... :)

    Sambil memegang cerutu, Ruhut menikmati acara Gubernur Kita. Sentilan dari WW dan Effendi Ghazali kerap dapat membuat ia turut senyum kecil.

    Keinginan saya saat acara berlangsung adalah mengambil gambar atau angle sebaik mungkin, gimana caranya ya, kalau baru saja saya mau ambil pic dari screen TV yang ada di Studio, salah satu direktur JAK TV memberi aba-aba dadah, dadah, yang menurut saya, saya tidak diijinkan mengambil gambar dari screen. Easy, pak... easy... saya tidak akan mengambil gambar dengan flash, walaupun saya fotografer amatiran..:)

    Gerah karena terpaku tidak bisa gerak bebas untuk memotret, maka beranjak lah saya meninggalkan deretan bangku pejabat tadi.
    Saya muter kearah belakang tempat pemain band untuk mencari angle lain.

    Sambil mencari angle-angle bagus, saya denger celetukan dari orang-orang biasa dibelakang saya, yang memberikan komentar ke WW.. Haha, bung WW bisa banget ya.. sambil senyum girang. Sayang, saya tidak berkenalan dengan orang itu untuk mendapatkan identitasnya.

    Masih banyak lagi cuplikan cerita dari acara gubernur kita di JAK TV semalam. Dan pastinya, cerita next gub. kita akan lebih menarik untuk di klik.

    Congrats WW, Satu keberhasilan lagi diraih WW

    Good cooperation dear team.. It is very pleasure working with you guys.. yang di studio maupun yang dari rumah..:)
  23. From asri on 10 October 2006 12:01:51 WIB
    jumlah penduduk bogota berapa pak?
    apa sepadan dibandingkan dgn jkt?
    benar juga bang faisal.. cuma kulitnya saja dipadukan oleh para pakar kita itu. wallahu'alam
    something has to be done.
  24. From Anton Ray on 10 October 2006 16:21:08 WIB
    Koq calon-calon penguasa rimba Jakarta gak ada yang berambut gondrong,telanjang dada dan (maaf)hanya memakai celana dengan motif macan tutul dan kemana-mana terselip belati dipinggangnya sambil berteriak Auoooooo?? Karena Jakarta ibarat hutan luas yang penuh dengan binatang buas,maka idealnya Gubernur Jakarta yang terpilih nanti memiliki karakter seperti Tarzan yang jago naklukin binatang buas hehehehe
  25. From xta on 12 October 2006 14:13:23 WIB
    kalaupun yang jadi gubernur jakarta itu binatang buas, binatang itu haruslah jadi binatang yang kuat dan buas terhadap serangan2 eksternal yang akan melanda jakarta. Dia harus bisa jadi berang-berang raksasa yang bisa membuat bendungan kala Jakarta akan dilanda banjir, jadi kelelawar yang mampu melihat kemaksiatan di gelap kehidupan malam Jakarta, menjadi jerapah super untuk melihat titik2 kemacetan jakarta yang segera dibikin kebijakan untuk mengatasinya. Dia harus jadi the beautiful beast, bukan sekedar buas untuk memerangi binatang2 (baca: penduduk) di hutan Jakarta! tpi jadi binatang pelindung jakarta.
    viva faisal basri (karena dia dosen saya..hahah)

Add Your Comment

Comments with fake names or email may be rejected.

Real Name:

Real Email: (will not be shown)

Message: (stay on topic)

Sorry, No HTML

Important! Please type Security Image here:

« Home